Connect with us

Locafest.co.id

[Recap] Good Morning Call – Our Campus Days Episode 2

Good Morning Call 2

[Recap] Good Morning Call – Our Campus Days Episode 2

Memasuki episode 2 ini, kita akan melihat perkembangan korelasi Nao dan Uehara. Saingan-saingan sudah mulai bermunculan nih. Sepertinya di S2 ini kita akan dibawa untuk melihat  bagaimana Uehara dan Nao menjadi pasangan seutuhnya dan lebih dewasa. Aku gres ingat dulu saya baca season 2 manganya Good Morning Call itu judulnya Good Morning Kiss, kenapa nggak make judul manganya aja ya? HAHAHAHAHAHAHA

Episode 2 dimulai dengan kissu Shu dan Nao yang dilihat oleh Uehara. Nao tentu saja panik banged ketika ia tahu yang menciumnya bukan Uehara yang sedang tidur tapi Shu yang tidur di daerah tidur Uehara.
Saking paniknya, Nao berteriak dan kabur dari rumah Uehara. Ia masuk ke kamarnya dan panik sendiri alasannya ia mencium laki-laki lain selain Uehara + hal itu dilihat sendiri oleh Uehara.
Sementara itu di kamar Uehara murka pada Shu dan mencengkeram bajunya, Shu benar-benar minta maaf alasannya tadi beliau tidak sadar. Uehara sendiri mencoba untuk meredam kemarahannya dan Shu menyadari sekali lagi jikalau Uehara benar-benar menyayangi Nao.
Nao yang masih panik di kamar mendengar bunyi berisik dari rumah Uehara, ada benda yang pecah juga, jadi Nao berfikir jikalau Uehara dan Shu bertengkar hebat.

Tidak ingin hal itu terjadi, ia segera masuk ke rumah Uehara untuk mengentikan keduanya. Tapi ternyata tidak ada pertengkaran, Shu dan Uehara sedang sibuk mengangkat lemari untuk menata kamar.
Nao tidak mengerti kenapa tiba-tiba mereka sibuk menata kamar, ia menarik Uehara untuk bicara 4 mata, ia meminta maaf alasannya sudah mencium Shu dan menyampaikan itu hanya kesalahan, ia meminta Uehara jangan memikirkan hal itu.
Uehara menyampaikan ia sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu alias sama sekali nggak kepikiran dan malah menciptakan Nao terkejut (padahal beliau sendiri tadi meminta Uehara jangan memikirkan hal itu HAHAHA).
Tentu saja Nao jadi berfikir Uehara sama sekali nggak galau beliau mencium laki-laki lain. Nao kembali ke rumah dan sangat kesal.

Tentu saja Uehara berbohong mengenai hal itu, ia pastinya kesal dan kepikiran. Tapi ia mencoba terlihat tidak kesal. Ia menyuruh Shu memindahkan buku dan sengaja memperlihatkan banyak buku pada Shu. Shu mengerti meski Uehara menyampaikan ia tak problem tapi pastinya Uehara kesal.
Uehara membisu saja dan Shu meminta maaf lagi, alasannya tadi itu ia benar-benar tidak sengaja. Uehara alhasil percaya pada Shu dan memaafkannya, ia mengingatkan ini terakhir kalinya Shu melaksanakan itu dan jangan memberitahukan Nao mengenai ini. Shu mengerti.

Nao dikampus melampiaskan kekesalannya dengan makan sebanyak-banyaknya dan awut-awutan banged, Ota Kayo temannya jadi khawatir melihatnya. Ia mengerti perasaan Nao yang setidaknya ingin Uehara sedikit cemburu.
Nao sangat kesal pada si Natsume Shu, kenapa beliau melaksanakan itu padanya, kenapa selalu bersahabat dengan Uehara. Nao mengamuk sendiri menendang-nendang bayangan Shu.
Saat itu Abecchi tiba-tiba tiba dengan lemas dan duduk satu meja dengan mereka. Kayo bertanya apa yang terjadi, apakah Abecchi ditolak lagi. Abe membenarkan, ia ditolak lagi, oleh Uehara.
NAo dan Kayo terkejut, Abechhi menjelaskan kekesalannya alasannya Uehara menolak main dengannya dan sibuk berduaan dengan si Natsume Shu.
Nao dan Abecchi menumbuhkan rasa dendam yang mendalam pada Natsume Shu yang merebut perhatian Uehara dari mereka HAHHAHAHAAHAH.
Abecchi merasa semua orang di kantin itu bekilauan dan hanya meja mereka yang murung, beliau tidak ingin kehidupan kampusnya jadi tidak menyenangkan begini dan tetapkan mencari pacar. Kayo setuju, ia juga ingin punya pacar dan keduanya tetapkan untuk pergi.
Mereka mengajak NAo ikut tapi Nao sudah punya pacar dan nggak tertarik mencari pacar juga. Tapi alasannya ia tidak mau ditinggalkan sendiri, alhasil ia tetapkan untuk mengikuti mereka.

Uehara sedang di kampus dan badmood alasannya ia terus teringat insiden tadi pagi, Nao dan Shu kissu.
Mungkin hari ini hari sial Uehara alasannya kemanapun ia pergi ia selalu melihat orang kissu. Ia bahkan menghindari jalan sepi dan sengaja di daerah ramai meski banyak fans yang mengikutinya, supaya ia tak melihat orang kissu, tapi matanya terus saja menangkap orang kissu HAHAHHAHAHAHHA. 
Pada alhasil Uehara ke laboratorium untuk menenangkan diri dan diluar lab ia juga melihat ada orang kissu HAHHAAHHAAH. Poor Uehara, beliau galau banged gegara kissu Nao dan Shu.

 

 Uehara masuk ke labor dan melihat Saeko sedang marah-marah ditelpon, Saeko mengerikan orangnya jikalau marah.
Uehara bertanya ada apa dan Saeko menyampaikan seorang pekerja paruh waktu tidak sanggup datang, padahal ia sedang sangat membutuhkan bantuan. Ia mencoba menelpon orang itu lagi tapi ponselnya dimatikan. Saeko mengamuk.
Uehara merasa harus pergi dari sana tapi Saeko kemudian mendekatinya meminta Uehara untuk menggantikan pekerja paruh waktu itu, pekerjaannya tidak sulit, jadi ia yakin Uehara sanggup melakukannya. Awalnya sih Uehara ingin menolak, tapi kayaknya gajinya menggiurkan, jadi ia mendapatkan pekerjaan itu.
Saeko membawa Uehara ke ruangannya dan memperlihatkan segunung file yang harus di recap, satu meja penuh HAHAHAHAHA. Mungkin data penelitian kali ya. Uehara nggak sanggup menolak lagi XD

Nao, Abecchi dan Kayo sedang melaksanakan misi mereka untuk mencari pacar. Abechhi berpisah dari mereka alasannya ingin fokus mencari gadis-gadis.
Sementara Kayo ingin masuk klub yang banyak anak laki-lakinya, supaya kesempatan beliau menerima pacar lebih besar. Ia meminta Nao menemaninya.
Klub pertama yaitu tenis, tapi Nao KO ketika latihan awal, ia tidak cocok dibidang olahraga.
Kemudian mereka mencoba klub panahan, tapi Nao benar-benar tidak sanggup menarik busur panah.
Mereka bahkan ke klub cheer leading, dan Nao sama sekali tidak sanggup mengikuti gerakan, ia kaku banged HHAHAHHAHAHHAHA.

Ternyata kiprah Uehara yaitu menyusun file yang berikan oleh Saeko tadi dan Saeko kagum alasannya Uehara melaksanakan pekerjaan dengan cepat dan rapi. Uehara bahkan membuatkannya kopi dan rasanya enak.
Saeko jadi tertarik pada Uehara dan mengajaknya untuk tetap bekerja disana, alasannya ia butuh tenaga terampil menyerupai Uehara. Tapi Uehara menolak, alasannya ia punya pekerjaan paruh waktu lain.
Saeko kemudian menjelaskan sesuatu, tampaknya laba bekerja disana, selain bayarannya lumayan, pekerjaannya juga nggak susah. Dan daerah kerjanya yaitu ruangan Saeko itu sendiri.
Uehara yang merasa jikalau ruangan Saeko yaitu daerah ternyaman di kampus jadi berfikir lagi dan pada alhasil ia menghubungi bos daerah bekerja paruh waktunya.
Sepertinya Uehara resign kerja disana dan tetapkan bekerja dengan Saeko saja, selain bersahabat dengan kampus, ia juga sanggup berguru banyak disana.
Saeko merasa terbantu sekali Uehara sepakat bekerja dengannya.

Nao dan Kayo istirahat di perpustakaan, Nao benar-benar kelelahan berkeliling seharian mencari klub yang cocok. Kayo minta maaf alasannya Nao jadi kelelahan karenanya.
Saat mereka mengobrol tiba-tiba Nao melihat Uehara di gedung sebelah sedang menciptakan kopi. Nao heboh sendiri melihat Uehara dengan jas lab-nya, sangat tampan dan lupa jikalau beliau sedang berada di perpustakaan. Nao dan Kayo harus meminta maaf pada pengunjung.

 

Uehara sedang sibuk dengan mikroskop ketika ia shock melihat wajah Nao di jendela, menyerupai hantu saja.
Uehara bertanya kenapa Nao ada disana dan Nao menyampaikan kebetulan saja ia melihat Uehara dan mengintip sebentar. Uehara tidak percaya akan hal itu lol.
Nao bertanya kenapa Uehara ada disana dan Uehara menyampaikan ia mulai bekerja paruh waktu di laboratorium itu. Nao sih awalnya oke-oke aja hingga beliau melihat Saeko, Nao mulai panik alasannya artinya Uehara dan perempuan anggun itu bekerja berdua di ruangan itu.
Uehara resah dengan rambut Nao yang awut-awutan dan Nao menyampaikan jikalau ia juga punya urusannya sendiri dan tidak mau memberitahu Uehara. Uehara mengerti dan menutup jendela, mnegatakan hingga nanti padanya.
Nao masih tidak pergi dan melihat Uehara dan Saeko bekerja, keduanya tampak dekat. Nao resah banged.

Nao dan Kayo meninggalkan daerah itu, dan Nao hanya menunduk sepanjang jalan, ia resah alasannya Uehara bekerja dengan seorang perempuan cantik. Kayo berusaha menghiburnya menyampaikan jikalau Nao memiliki pesonanya sendiri yang menciptakan Uehara menyukainya. Tapi menyampaikan apa pesona Nao itu memang sangat sulit.
Nao makin galau, Uehara tidak terlihat murka ketika ia berciuman dengan laki-laki lain, kini Uehara malah bekerja dengan seorang perempuan anggun yang dewasa. Nao sudah merasa kalah ketika ia menginjak sebuah selebaran. Ia melihat selebaran itu dan tiba-tiba tertarik. Ia menyampaikan ia akan masuk ke klub itu untuk memperlihatkan sisi feminin-nya pada Uehara.
Kayo kahwatir sekali alasannya mereka belum tahu itu klub apa.

Nao dan Kayo mengikuti petunjuk di selebaran itu, keduanya mencari ruangan klub dan hingga di daerah yang sepi, sebuah gedung tertinggal.
Keduanya mencoba untuk masuk ke gedung itu, tidak ada siapa-siapa disana, itu gedung menyerupai gudang dan sudah usang tidak dipakai. Kayo takut banged dan mengajak Nao pulang, tapi Nao tetap ingin mencari ruangan klubnya.
Akhirnya keduanya hingga di depan ruangan klub yang berjulukan BABY BABY itu. Nao menahan nafas ketika ia membuka pintu dan kemudian matanya terbelalak dan bersinar-sinar.
Mereka menemukan ruangan yang benar, sebuah ruangan klub yang isinya pernak pernik buatan tangan, klub kerajinan tangan. Nao dan Kayo sangat terpesona dengan barang-barang yang ada disana.
Ketua klub kemudian masuk dan senang sekali mendengar Nao dan Kayo mau masuk ke klub kerajinan tangan, alasannya ia yaitu anggota satu-satunya dan klub akan dibubarkan jikalau tidak ada pemanis anggota tahun ini.

Meski itu yaitu klub yang cocok dengan Nao, tapi ternyata Nao tidak terlalu pandai kerajinan tangan. Hal yang pertama yang ia lakukan sehabis masuk klub yaitu menyulam. Nao bersemangat menyulam sesuatu untuk diberikan pada Uehara, tapi Nao tidak terlalu sanggup menyulam, hasilnya awut-awutan dan jarinya sering tertusuk jarum. Kayo menyuruhnya mencoba hal yang lebih gampang terlebih dahulu, tetapi Nao menolak, ia sudah tetapkan memperlihatkan sulamannya pada Uehara HAHAHHA

 

Saat sedang fokus menyulam, Nao mendengar sebuah bunyi dari luar dan ia mengenal bunyi itu dengan baik. Nao panik sendiri ketika Shu masuk ke ruangan klub. Shu juga cukup kaget alasannya Nao ada disana.
Shu membawa beberapa bawah umur gres untuk masuk ke klub itu alasannya klub akan bubar jikalau tidak menerima anggota baru, bawah umur itu terang mau alasannya menyukai Shu, jadi pada dasarnya mau masuk klub demi Shu.
Tapi ketua menyampaikan klub mereka sudah kondusif alasannya Nao dan Kayo sudah masuk klub, jadi Shu memakai jurusnya untuk menciptakan para anak gadis tidak jadi masuk klub. Ia membandingkan tangan mereka yang indah dan tangan Nao yang tidak indah, katanya tangan indah mereka nggak cocok untuk klub itu, nanti buruk kayak tangan Nao HAHAHAHAAHAH.
Nao kesal banged XD

Shu dan Nao tinggal berdua di ruangan klub alasannya ketua dan Kayo sedang pergi membeli sesuatu. Shu ternyata sangat terampil menyulam, ia menyulam dengan sangat baik dan rapi, tampaknya ia yaitu anggota klub kerajinan tangan itu HAHHAHAHAHA. Kata Shu sih beliau masuk klub kerajinan tangan alasannya para gadis bisanya menyukai laki-laki yang terampil. Nao sudah sanggup menebak alasan Shu masuk klub itu murni alasannya ingin terlihat keren dimata wanita.
Nao sendiri ingin tau juga alasannya sulaman Shu bagus, sementara punyanya jelek, tapi ia masih murka pada Shu dan berusaha bersikap masbodoh padanya.
Berdua saja di ruangan yang sama terasa awkward bagi keduanya. Shu ingin lebih bersahabat lagi dengan Nao tapi Nao beneran masih kesal alasannya insiden pagi ini. Shu meminta maaf lagi dan menyampaikan hal itu tak akan terjadi lagi. Tentu saja Nao menyampaikan mustahil ada yang kedua atau yang ketiga. Nao yang kesal tidak mengerti kenapa Shu mau masuk klub itu padahal punya daerah diam-diam menyerupai yang dikatakan Shu dulu. Shu kemudian teringat dan tertawa, menyampaikan daerah yang ia maksud yaitu laboratorium. Isinya pemuda semua tapi memang ada sih seorang perempuan anggun disana.

Nao kesal dan bergumam jikalau Uehara kini bekerja sambilan di laboratorium itu dan menciptakan Shu terkejut, alasannya Uehara geraknya ternyata cepat. Nao kesal banged.
Shu meminta Nao jangan terlalu memikirkan problem kissu itu dan pekerjaan paruh waktu Uehara, mereka harus segara baikan. Tapi Nao menyampaikan ia dan Uehara  berdua tidak bertengkar.
Meski begitu Shu masih khawatir dan menyampaikan nanti jikalau mereka pelukan dan ‘itu’ mereka akan baikan sendiri. Nao termenung dan Shu shock melihat reaksi Nao.
Ia kemudian menyadari Nao dan Uehara, meski sudah pacaran tapi belum pernah tidur bersama.

Uehara dalam perjalanan pulang ketika ia melihat Shu sudah menunggunya dengan menatap tajam. Uehara bingung. Shu menyampaikan jikalau ia ingin membicarakan sesuatu dengan Uehara. Keduanya pulang bersama dan bicara di apartemen Uehara.
Tentu saja Shu membicarakan problem Uehara yang belum melaksanakan ‘itu’ dengan Nao, ia kesal sekali alasannya Uehara ternyata orangnya sangat kaku, ia bahkan berfikir mereka sudah melakukannya sehabis pulang goukon waktu itu, alasannya menurutnya suasananya pas HAHHAHAHAHA.
Uehara sendiri menciptakan alasan ia tidak tahu timing yang sempurna untuk melakukannya dan Shu mengomel mengenai timing padahal mereka sebelahan rumah, masa ga nemu timing yang pa. Dulu mereka bahkan serumah, niscaya kesempatan banyak. Tapi Uehara menyampaikan jikalau dulu mereka cuma share house saja, tidak menyerupai yang Shu bayangkan LOL.

Anggota mereka bertambah satu ketika Abecchi ikutan nimbrung dan menyampaikan Uehara dan Nao ternyata nggak berubah semenjak SMA. Uehara bertanya kenapa Abecchi tiba ke rumahnya dan Abecchi protes alasannya Uehara tidak bilang ia bekerja sambilan di laboratorium kampus.
Abecchi menyampaikan jikalau dunia Uehara itu hanya kampus dan kerja sambilan saja, nggaj ada perkembangan. Uehara tak suka dibilang begitu oleh Abecchi dan menyampaikan Abecchi juga sama. Tapi Abechi menyampaikan ia sudah berubah, ia sudah ada kemajuan. Ia menyampaikan ia sudah punya SIM, membeli kendaraan beroda empat dan akan liburan ke luar negeri, ia sudah memikirkan mengenai menikmati kehidupan kampusnya dan Uehara agak kagum alasannya Abecchi ternyata sudah jauh diatasnya.
Shu sendiri paham kenapa korelasi Nao dan Uehara masih begitu-begitu saja dan merasa kasihan pada Nao. Uehara tidak mengerti.
Shu menyampaikan itu alasannya Uehara sama sekali belum dewasa. Uehara bahkan tidak sadar jikalau Nao gelisah ketika tahu ia bekerja di labor bersama Saeko. Uehara benar-benar gres tahu akan hal itu.

Bel berbunyi, Nao tiba membawakan makanan untuk Uehara dan sadar ada orang di rumah. Ia bertanya siapa yang tiba dan Uehara berusaha menyembunyikannya, tapi Abecchi dan Shu malah nongol dan bertanya apa yang mereka lakukan disana.
Uehara panik dan mencoba mengusir Nao, alasannya pembicaraan mereka penting, Uehara berbohong itu tak ada hubungannya dengan Nao.
Nao sangat kesal alasannya Uehara eksklusif menutup pintu.

Nao di kamarnya ternyata juga kedatangan Kayo dan Marina, mereka berpesta sesama wanita.
Tapi Nao lebih sibuk menempelkan telinganya di dinding alasannya ingin mendengarkan pembicaraan Uehara, shu dan Abecchi HAHAHAHHAHA.
Tapi kemudian suasana hatinya berubah ketika ia makan cake yang yummy dan bahkan lupa mengenai rasa penasarannya perihal Uehara, Shu dan Abe yang ada di rumah sebelah HAHAAHAHA.
Para anak perempuan juga membicarakan mengenai rasa rindu pada pasangan, ingin bermanja-manja tapi sesekali main tarik ulur dan lain sebagainya. Mereka ingin mencoba berpengaruh dan tidak mau kalah dengan laki-laki.

Sementara itu di kamar sebelah, Natsume Shu sedang memberi kuliahnya pada Uehara dan Abecchi mengenai hati wanita. Bahwa hati perempuan itu gampang berubah-ubah sesuai dengan keadaan (Saat itu sebetulnya diperlihatkan Nao yang lagi makan cake dan lupa mengenai menguping pembicaraan rumah sebelah HAHAHAHA).
Shu juga menyampaikan biar laki-laki gampang tersenyum. Pria biasanya gampang tahu jikalau seorang gadis berbohong dan sebaiknya mengikuti kebohongan itu. Misalnya ketika seorang gadis yang tadinya baik-baik saja menyampaikan ia sakit, padahal sebetulnya itu artinya ‘aku ingin menghabiskan waktu lebih usang bersamamu’, maka ikuti kebohongannya.
Uehara nggak mengerti kenapa harus melaksanakan itu dan Shu menyampaikan alasannya itu cute HAHAHHAAHHAHAHA..
*Well, perempuan memang gampang ditebak oleh sesama perempuan tapi laki-laki biasanya nggak sanggup menebak alasannya perempuan itu rumit. Pria itu suka berfikiran lurus, jikalau eggak ya enggak. Tapi kalay cewek, ditanya apakah baik-baik saja, jawabannya baik, padahal sebetulnya enggak HAHAHHAHA.

Setelah pelajaran mereka selesai, Abechhi dan Shu akan pulang. Uehara menyampaikan Shu benar-benar banyak tahu mengenai hati perempuan dan Shu menyampaikan jikalau ia memang menyukai para wanita.
Sebelum pulang, Shu ingin memberi nasehat pada Uehara, menyuruhnya berhenti jaim dan berpura-pura, ia meminta Uehara menyampaikan dengan jujur mengenai perasaannya pada Nao, bahwa ia terganggu dengan kissu waktu itu, ia yakin Nao juga akan hening sehabis mendengar itu. Peluk Nao dan cium dia, maka mereka akan kembali menyerupai semula.
Uehara tentu saja panik mendengar itu, ia tak sanggup melaksanakan itu dan Shu tertawa, ia menyampaikan Nao dan Uehara benar-benar menyerupai LOL.

Saat Shu keluar dari rumah Uehara, Kayo dan Marina juga keluar dari rumah Nao. Shu menyapa mereka dan bertanya apa yang mereka bicarakan. MArina menyampaikan tentu saja problem wanita, perempuan juga punya masalahnya sendiri yang hanya sanggup dibicarakan sesama wanita.
Mereka berempat pulang bersama. Dijalan, Shu menyampaikan jikalau Nao dan Uehara itu sangat menyerupai dan Marina setuju.
Shu bergumam semoga malam ini keduanya sanggup lulus dari itu dan Marina tidak mengerti apa maksud Shu. Shu menyampaikan itu rahasia, Marina makin ingin tau dan meminta penjelasan.

Nao masih murka pada Uehara, ia bahkan memalingkan wajahnya ketika teman-teman masih disana tadi.
Saat mereka hanya berdua saja, suasana jadi awkward. Uehara ingin membahas mengenai kissu itu, tampaknya ia ingin mengaku jikalau ia terganggu alasannya problem itu, tapi ia tak sanggup mengatakannya.
Nao sendiri menyampaikan jikalau beliau hampir lupa ada problem menyerupai itu dan ia tidak terlalu memikirkannya lagi. Uehara juga alhasil menyampaikan ia juga tidak memikirkan hal itu. Keduanya jadi sangat kaku dan alhasil masuk ke kamar masing-masing.
Di kamar Uehara mendesah alasannya pada alhasil ia masih saja tidak cukup umur dan menutupi perasaannya.
Sementara Nao di kamarnya menyesal alasannya tadi itu kesempatan bagus untuk baikan dengan Uehara tapi ia malah menyampaikan hal yang tidak penting.

Nao yang sedang mengeluh tiba-tiba mencicipi kehadiran sesuatu di kamarnya. Sesuatu yang hitam berjalan dilantai dan Nao shock, ia berteriak sekencang-kencangnya.
Uehara sedang memasak air ketika Nao menekan bel-nya terus menerus. Ia alhasil keluar dan bertanya apa yang terjadi. Nao sangat panik menyampaikan ada sesuatu di kamarnya. Uehara tidak mengerti maksud Nao.
Nao ketakutan alasannya ada kecoa di kamarnya. Uehara berusaha untuk mencarinya tapi tak menemukannya. Ia bahkan sengaja menciptakan Nao makin takut, menyampaikan jikalau ada 1 biasanya ada 10, dan kecoa itu sanggup terbang. Nao panik alasannya paling benci kecoa terbang HAHHAAHHAHA.

Nao benar-benar benci kecoa dan tetapkan untuk melaksanakan sesuatu. Tanpa pikir panjang, ia mengambil sesuatu di lemari, racun kecoa pemberian ibunya dan membukanya. Uehara shock melihat hal itu.
Masalahnya yaitu racun kecoa itu dalam bentuk asap, jadi kamar Nao penuh dengan asap.
Uehara dan Nao menunggu di luar, siapa tahu kecoanya kabur keluar, mereka akan mmebunuhnya disana. Nao sendiri kagum dengan racun serangga itu sementara Uehara memikirkan hal lain. Kamar Nao penuh dengan asap dan tak akan hilang malam ini, ia bertanya dimana Nao akan tidur malam ini.
Nao terkejut dan menyadari apa yang sudah ia lakukan.

Tentu saja satu-satunya daerah untuk Nao menginap malam ini yaitu kamar Uehara. Nao dan Uehara sama-sama masuk ke rumah. Nao beneran tidak hening melihat dikamar itu hanya ada 1 daerah tidur.
Uehara sendiri dengan hening menyuruh Nao untuk mandi jikalau ia mau mandi. Nao mengerti.
Tapi tentu saja Uehara yaitu seorang laki-laki sehat yang nggak sanggup tenang. Ia bahkan membuka dan menutup jendela berkali-kali, ketika berjalan ia menabrak lampu kamarnya sendiri HAHAHAHAHA.

Uehara menerima sms dari Shu menanyakan apakah semuanya berjalan lancar. Uehara menjawab jikalau Nao ada dikamarnya tapi belum melaksanakan apapun. Shu menyampaikan ini kesempatan bagus dan jangan hingga gagal. Uehara memantapkan hatinya.
Tapi Uehara masih tidak sanggup tenang, ia mengambil sebuah buku dan rencananya ia akan membaca buku itu dengan hening ketika Nao keluar dari kamar mandi. Tapi yang ia lakukan hanya membolak balik buku, dan ketika Nao membuka pintu, Uehara panik sendiri dan menjatuhkan bukunya hHAHAAHHAAHA.
Nao memakai pakaian Uehara malam itu dan berterima kasih meski agak kebesaran. Uehara menyampaikan jikalau Nao nggak suka ya buka aja.
Nao terkejut, Uehara juga kaget dengan apa yang gres saja ia katakan dan ia menyampaikan bukan itu maksudnya.
Nao merasa tak yummy dan tetapkan untuk tidur di kamarnya saja, Uehara tentu saja menahannya alasannya Nao akan mati jikalau tidur di kamarnya yang penuh wangi racun kecoa. Nao menyampaikan ia akan baik-baik saja, ia sanggup menahan nafasnya HAHAHAHAHAHA. Uehara mengingatkan Nao akan mati juga jikalau melaksanakan hal itu wkkwkkwkwkw. Nao no Baka!

Uehara mengerti jikalau Nao takut, alhasil ia mengambil kantong tidur dan menyampaikan jikalau ia akan memakai itu, Nao sanggup tidur di daerah tidurnya.
Tapi Nao tidak mau, ia menyampaikan ia yang akan memakai kantong tidur dan Uehara memakai daerah tidur. PAda alhasil keduanya rebutan kantong tidur dan Nao terus memaksa ia akan memakai kantong tidur.
Dan begitulah, Nao berakhir tidur di sofa dengan kantong tidur dan ia sama sekali nggak nyaman, ia gelisah sendiri meski ia menyampaikan ia tak apa-apa.
Nao terus berisik dan Uehara nggak tahan lagi, ia menyuruh Nao untuk tidur disampingnya.

NAo dan Uehara berakhir di ranjang yang sama, saling membelakangi. Tentu saja mereka berdua sama-sama tidak sanggup tidur.
Mereka kemudian malah main tarik menarik selimut, Nao menarik ke arahnya alasannya merasa bagiannya kok dikit, Uehara juga nggak mau kalah dan menarik ke arahnya.
Mereka malah main tarik menarik selimut malam itu dan tenaga Uehara lebih besar dari Nao, jadi Nao tertarik ke bersahabat Uehara. Wajah mereka saling berhadapan, bersahabat banged. Nao panik sekali dan menghindar, ia alhasil terjatuh ke bawah daerah tidur.

Pada alhasil keduanya tidak sanggup tidur, tidak mengantuk lagi. Uehara tetapkan untuk menonton film horror dan Nao menolak alasannya ia takut film horror. Nao mengajak menonton film lain tapi berdasarkan Uehara film horror sangat cocok untuk keadaan kini ini HAHAHAHAHAHHA.
Nao tidak mau kalah dan menghentikan Uehara yang sudah bersiap dengan remote, mereka berdua rebutan remote dan Nao menyadari ia menyentuh tangan Uehara. Nao panik lagi dan menjauh, ia gugup dan duduk dibawah HAHHAHAHAHAHAHAhA.
Keduanya benar-benar menghabiskan malam dengan menonton film horror. Mata Uehara fokus pada TV tapi sebetulnya hatinya tidak sama sekali. Sementara Nao ketakutan dan teriak-teriak HAHAAHAHHAAHA.
Mereka sempat saling melirik dan berakhir dengan menghindari tatapan masing-masing.
Dan begitulah melewati malam bersama-sama.

Pagi harinya, Uehara terbangun dan tersenyum melihat Nao tertidur dengan bersandar di bahunya. Pada alhasil apa yang ia rencanakan semalam tidak terjadi alasannya timing yang buruk.
Tapi ia cukup puas alasannya Nao ada disampingnya. Uehara teringat kata-kata Shu untuk jujur pada perasaannya sendiri dan Uehara bergumam pada Nao yang tertidur untuk tidak mencium laki-laki lain selain dirinya. Ia memanggil Nao bodoh.
Uehara kemudian mencium Nao yang masih tertidur dan tersenyum padanya.

Nao tiba-tiba membuka mata, Uehara panik dan berdiri menghindar. Nao menyentuh bibirnya dan ia masih merasakannya, jikalau tadi Uehara menciumnya. Uehara kembali ke dirinya yang usang dan membantah hal itu. Tapi Nao tahu dan menyuruh Uehara mengaku. Uehara tidak mengaku jadi Nao terus mengejarnya.
Nao sangat senang dan memeluk Uehara dari belakang. Uehara kemudian bertanya apakah hari ini Nao mau pergi bersamanya ke suatu tempat, alias kencan. Nao setuju.

Tapi timing pasangan ini memang buruk banged, tiba-tiba bel berbunyi dan Uehara membuka pintu. Ada Saeko disana, Uehara terkejut. Nao lebih shock alasannya Uehara memanggil Saeko dengan nama depannya.

-The End-

Komentar:
Hahahahahahaha. Aku males banged ngurusin timing semenjak timing Jung Hwan yang jelek, tapi lucu juga ya timing Uehara dan Nao memang selalu buruk kayaknya. Saat keadaan sudah membaik dan romantis, bahkan planning kencan berdua, malah diganggu oleh orang yang nggak diduga.
Padahal saya sudah senang banged tuh, Uehara ngajak Nao kencan duluan XD

Ternyata Natsume Shu ini orang yang baik juga ya. Aku belum menonton episode selanjutnya meski spoiler sudah bertebaran di youtube, jadi saya nggak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Tapi di episode ini, beliau baik banged menciptakan Nao dan Uehara berbaikan, bahkan mengajarkan Uehara untuk mengetahui hati perempuan.
Awalnya gara-gara tim. produksi bilang jikalau Natsume Shu punya rahasia, saya pikir beliau gay. Tapi semakin kesini beliau kelihatan makin suka sama Nao 😂 Bahayaaaaa

Kampus Nao dan Uehara memang cuma seberang jalan, tapi lucu juga Nao dkk lebih banyak menghabiskan waktu mereka di kampusnya Uehara. Mungkin alasannya kampus Uehara lebih terkenal kali ya wkwkwkwkw.
Mereka bahkan masuk ke klub yang ada di kampus Uehara. Aku masih resah apakah Shu anggota klub kerajinan tangan atau cuma  bantu-bantu aja. Aku suka adegan Shu dan Nao, berharap lebih banyak adegan mereka berdua nanti dari pada Saeko dan Uehara.
Aku lebih pengen melihat Uehara cemburu hAHAHHAHAHA. Soalnya Nao udah kebanyakan cemburunya semenjak dulu dan beliau orangnya selalu merasa nggak tenang, padahal Uehara tuh sukanya cuma sama dia.
Ya hati perempuan kali ya, nggak mau pacarnya dekat-dekat perempuan lain, apalagi yang lebih cantik.

Continue Reading

More in Good Morning Call 2

To Top