Connect with us

Locafest.co.id

[Recap] Tokyo Tarareba Girl Episode 8

Dorama

[Recap] Tokyo Tarareba Girl Episode 8

Di Episode 8 ini Rinko ingin memulai kembali korelasi baru, ia karenanya disadarkan oleh Key kalau Rinko selalu saja ragu untuk bertindak duluan. Karenanya, kali ini, dengan Tetsuro, Rinko ingin memulai duluan tanpa berfikir apakah Tetsuro menyukainya atau tidak.
Kaori sendiri dihadapkan pada dilema, untuk memenangkan hati Ryo alasannya ia sedang hamil. Tapi pada akhirnya, Ryo membuatnya kecewa lagi. Ia tak sanggup berhenti kalau tidak ada yang menghentikannya.

Rinko menceritakan pada Koyuki dan Kaori mengenai apa yang terjadi malam itu, ia dan Tetsuro berciuman. Teman-temannya tentu saja sangat excited dan eksklusif bertanya apa yang terjadi, kok bisa?
Rinko menjelaskan apa ayng terjadi malam itu dan keduanya shock alasannya Rinko yang mulai duluan. Mereka bertanya apa Rinko menyukai Tetsuro tapi Rinko tak sanggup menjawab, ia menciumnya mungkin alasannya efek alkohol. Teman-temannya kecewa mendengarnya.
Rinko juga menceritakan kejadian setelah, Tetsuro menciumnya balik dan menyampaikan akan menghubunginya kalau ia sudah tak mabuk.
Teman-temannya excite dlagi, mungkin kali ini Tetsuro akan menyatakan cinta pada Rinko untuk kedua kalinya. Rinko ragu tapi teman-temannya menyampaikan ini kesempatan. Selama ini Rinko selalu meratapi kejadian 8 tahun lalu, maka Rinko harus siap-siap kali ini kalau Tetsuro menelponnya.
Teman-temannya sangat iri pada Rinko yang akan lulus dari tarareba onna HAHHAHAAHA.

Tiba-tiba ponsel Rinko berdering dan ketiganya excited, jangan-jangan itu Tetsuro.
Rinko terdiam dan mengambil ponselnya dengan hati-hati, tapi ternyata itu bukan Tetsuro AHAHHAAH, mereka kecewa.
Ada telpon dari perusahaan dimana mereka memperlihatkan pekerjaan untuk Rinko. Kali ini Rinko khawatir kalau ia akan bertemu dengan tetusro disana, alasannya itu perusahaan yang sama dengan Tetsuro.
Ia deg degan sambil siap-siap, takut ketemu tidak sengaja, ia tak tahu harus menciptakan wajah bagaimana.

Rinko tiba di perusahaan dan tentu saja ia masuk ke kantor yang sama dimana meja Tetsuro ada disana. Rinko deg degan dan melirik ke arah meja Tetsuro, tapi Tetsuro tidak ada disana dan ia merasa lega.
Mami-chan melihat Rinko da berkata kalau Rinko mencari Tetsuro, ia sedang rapat.
Rinko menyampaikan kalau ia dipanggil oleh orang lain kesana, tapi Mami curiga alasannya Rinko semenjak tadi melihat ke meja Tetsuro HAHAHAHAHHAHA.
Rinko kemudian menemui orang yang memanggilnya, ternyata orang itu ingin Rinko menulis naskah drama tengah malam sebuah stasiun TV.
Awalnya proyek itu yang mengerjakan yakni Tetsuro tapi alasannya Tetsuro sibuk dengan Season of Love jadi ia yang akan memproduserinya.
Rinko sih tak peduli siapa produsernya asalkan ia sanggup pekerjaan. Produser perempuan itu bahkan menyampaikan kalau Tetsuro selalu memuji Rinko yang pekerja keras, makanya ia excited bekerja sama dengan Rinko.

Rinko sangat senang mendapat pekerjaan dan ia pulang ke rumah sambil berlari kecil.
IA tak tahu kalau Key ada disana melihatnya. Key jadi teringat kejadian malam itu, ia melihat Rinko dan Tetsuro berciuman.
Eaaaaaa, tampaknya Key sudah mulai merasa nggak yummy nih HAHHAHAHHAA.

Rinko bersemangat di rumahnya untuk mulai menulis. Ia harus fokus pada pekerjaannya kali ini.
Tiba-tiba 2 kuliner muncul lagi dan mulai memuji Rinko yang kelihatan sangat senang alasannya belakangan problem cinta dan pekerjaan Rinko lancar.
Mereka menarik hati Rinko yang akan segera mendapatkan lamaran dari Tetsuro dan menyampaikan karenanya Rinko akan bahagia.
Rinko malah ketawa-ketawa malu mendengarnya. Sebenarnya ia juga excited sih, belakangan suasana hatinya baik.
Ia kemudian mendapat telpon dari Tetsuro dan mulai panik, para kuliner menggodanya habis-habisan menyampaikan itu kemungkinan sebuah lamaran.

Rinko berangkat ke kawasan janjian dengan Tetsuro, restoran yang sama dengan 8 tahun lalu.
Rinko sudah siap-siap untuk mendengarkan mengenai problem ciuman itu, apa yang akan Tetsuro katakan padanya.
Tapi Tetsuro ternyata terlalu gugup, ia bahkan tak sanggup membahasnya HAHHAHHAHA.
Ia selalu gugup dan ingin membahas perihal Kissu, tapi ia tak sanggup menyampaikan kata kissu, jadi ia selalu menyampaikan ki, ki, ki, ki tapi tidak berakhir dengan kissu, melainkan kata lain dengan awalan ki, menyerupai kitaizu atau problem pekerjaan HAHAHAHHA.
padahal Rinko udah menunggu semenjak tadi LOL. Tetsuro saking gugupnya menghabiskan minumannya, ia nggak sadar dan malah mengajak Rinko bersulang, padahal minumannya udah habis.
Melihat reaksi Tetsuro yang begitu, Rinko merasa kalau ia imut banged HHAHAHAAAHA.

Dimalam yang sama, Kaori ke restoran ayah Koyuki dan mereka ingin tau bagaimana keadaan Rinko. Mereka bahkan gres menyadari kalau Rinko ternyata cukup populer. KAori menyampaikan kalau mereka berdua bergulat dengan laki-laki yang sama sementara Rinko sudah berafiliasi dengan 3 laki-laki HHAAHAHHAHAHA.
Mereka gres menyadari kalau Rinko cukup terkenal di kalangan pria. LOL.
Koyuki bertanya kenapa Kaori masih bertahan dengan Ryo, apa sih yang membuatnya masih bersama Ryo dan Kaori menyampaikan mungkin alasannya Ryo orang yang jujur. Ryo tidak pernah berbohong padanya, dan itu yang membuatnya bertahan selama ini. Bisa dibilang kalau bersama Ryo ia hening alasannya Ryo tidak berbohong. Meski begitu ia tetap membenci Ryo sih HAHAHHAHA.

Key ada di rumah Ryo malam itu, Ryo menciptakan lagu dan ingin mendengar pendapat Key mengenai lagu barunya.
Ryo menciptakan 4 lagu, satu diantaranya lagu perihal Rina pacarnya dan satu lagi perihal Kaori. Key tidak tahu dan hanya menentukan random yang menarik baginya dan ternyata itu lagu untuk Rina.
Key ingin tau dan bertanya pada Ryo bahwasanya mana yang ia lebih suka, Rina atau Kaori dan Ryo menyampaikan ia menyukai keduanya. Ia tak sanggup menentukan diantara mereka berdua. Key terdiam.

Kaori dan Koyuki membahas mengenai Marui-san dan Kaori terkejut alasannya ayah Koyuki sudah tahu kalau mereka pacaran (lah, saya agak gundah nih, bukannya Koyuki udah kisah ke Kaori ya malam ketika Koyuki menginap di rumah Kaori alasannya ayahnya tahu, kok Kaori kaget banged gitu *_*)
Kaori khawatir bagaimana kalau Marui tiba ke restoran mereka dan Koyuki berfikir Marui tidak akan datang. Tapi gres saja mereka bicara, Marui ternyata tiba ke restoran dan keduanya panik. Koyuki segera menemui Marui dan menariknya keluar sebelum ayahnya melihat sementara Kaori menciptakan kehebohan didalam semoga semuanya fokus padanya.
Di luar, Koyuki menceritakan pada mArui mengenai ayahnya yang sudah tahu korelasi mereka dan memintanya jangan tiba ke restoran mereka lagi, kalau ingin bertemu mereka sanggup ketemu di luar.
Marui lega alasannya ia pikir Koyuki tidak mau bertemu dengannya lagi, ia tak sanggup memikirkan bagaimana harinya tanpa Koyuki.

Kembali ke Rinko dan Tetsuro, mereka hampir menuntaskan makan malam mereka. Rinko merasa sangat menyenangkan bersama Tetsuro, alasannya pembicaraan mereka nyambung dan lagi selera mereka sama.
Rinko bahkan sudah membayangkan menikah dengan Tetsuro dan punya 9 anak HAHHAHAHAHHAHAHAH. Ngakak gw melihat scene bayangan Rinko, udah kaya Taman Kanak-kanak aja rumahnya xD
Lagi-lagi Tetsuro akan membahas problem kissu tapi kenapa kata itu sangat sulit keluar dari mulutnya. Rinko udah bersiap-siap, ia yakin kali ini Tetsuro akan mengatakannya dan yaps, karenanya Tetsuro membahas mengenai kissu malam itu tapi bukan menyerupai harapan Rinko alasannya Tetsuro tiba-tiba membungkuk dan meminta maaf padanya.
Ia menyampaikan kalau ia tak berniat melakukannya tapi suasana dan efek alkohol membuatnya melaksanakan itu. Tetsuro benar-benar kelihatan merasa bersalah. Sayang sekali bukan itu yang dibutuhkan Rinko, Rinko cuma sanggup melongo.

Kaori menelpon Rinko malamnya dan menceritakan perihal Koyuki dan Marui, mereka juga membahas mengenai kencan Rinko. Rinko sedikit kecewa menyampaikan kalau Tetsuro ingin mereka melupakan kejadian malam itu. Kaori mendesah, ia kecewa. Rinko sih tidak problem alasannya menurutnya mereka sama-sama sudah cukup umur jadi masuk akal saja kalau memang nggak ada perasaan apa-apa, anggap aja sebuah kesalahan.
Kaori tidak sepakat dan ingin Rinko memikirkan mengenai perasaannya sendiri.
Kaori tiba-tiba merasa sakit perut dan tidak yummy badan. Ryo mengirim pesan padanya memintanya tiba alasannya pacarnya sedang tak di rumah.
Kaori mendesah lagi dan gres teringat kalau tampaknya ia melupakan sesuatu. Ia melihat kalender dan ia sadar kalau ia terlambat tiba bulan.

Keesokan harinya, Kaori menemui Rinko dan Koyuki menceritakan hal itu, keduanya terkejut alasannya Kaori sudah telat tiba bulan sebulan lebih. Mreka bertanya apa Kaori sudah melaksanakan tes, tapi Kaori menyampaikan ia belum, tapi ia yakin.
Mereka bertanya siapa ayah-nya, dan KAori tentu saja menyampaikan itu Ryo, alasannya ia hanya melaksanakan dengan Ryo. Keduanya terlihat khawatir dan meminta Kaori memikirkan apa yang ia inginkan tapi Kaori malah tidak  tahu harus bagaimana.
Koyuki mengambil tindakan sendiri dan membeli alat tes kehamilan, meminta Kaori melaksanakan tes terlebih dahulu.
Kaori ingat Ryo pernah menyampaikan padanya kalau harapan Ryo yakni punya anak dan membentuk keluarga bahagia, mereka akan jalan-jalan bersama di pinggir pantai. Memikirkan itu menciptakan Kaori ingin menjadi prioritas utama, kalau ia hamil maka Ryo akan menjadikannya yang pertama. Tapi ia juga khawatir bagaimana kalau Ryo memperlihatkan wajah tidak suka sehabis mengetahuinya.
Rinko dan Koyuki meminta Kaori tenang, mereka sanggup membahas itu sehabis hasil tes keluar, mereka belum sanggup mengambil tindakan kalau belum melaksanakan tes.

Kaori masih tidak melaksanakan tes kehamilan, ia masih takut dengan hasilnya. Hari itu Ryo menelponnya alasannya sakit dan Kaori tiba ke rumahnya untuk merawatnya.
Kaori masih tidak hening mengenai kondisinya dan ia berusaha mencari waktu yang terpat menyampaikan pada Ryo.
Ryo tak sengaja menjatuhkan tas Kaori dan melihat alat tes kehamilan itu. Kaori terkejut dan ingin menjelaskan pada Ryo. Ryo menyampaikan apa yang akan Kaori lakukan dengan itu, ia menyampaikan keputusan ada ditangan Kaori.
Kaori bertanya kalau ia menginginkan bayi itu, apakah boleh ia memilikinya?
Ryo menyampaikan ia akan bertanggung jawab bila Kaori memang menginginkannya. Ryo memeluknya, Kaori merasa senang mendengar hal itu.

Kaori menceritakan mengenai hal itu pada Rinko dan Koyuki dan keduanya senang mendengarnya, mereka bertanya apakah Ryo akan putus dengan pacarnya dan menikah dengannya. Kaori menyampaikan mereka tidak membahas sejauh itu. Koyuki dan Rinko jadi termangu bingung.
Kaori menyampaikan mendengar Ryo mengakui itu dan menyampaikan akan bertanggungjawab saja sudah membuatnya bahagia, jadi ia tak memikirkan hal lebih jauh lagi. Dua temannya cuma sanggup mengangguk gundah HAHAHHAH.
Kaori kemudian permisi untuk ke kamar mandi, ia akan melaksanakan tes kehamilan disana HAHAHAHHA. Teman-temannya kesal alasannya Kaori ternyata masih belum melakukannya.
Kaori kembali beberapa ketika kemudian dan ternyata ia gres saja tiba bulan. Koyuki dan Rinko merasa lega dan mereka mengalihkan pembicaraan dengan memesan makanan.
Tapi tiba-tiba Kaori meneteskan air mata, keduanya terkejut. Mereka bertanya ada apa dengan Kaori, apakah itu air mata lega atau kecewa. KAori terus menangis, menyampaikan ia tak tahu, apakah ia merasa lega atau kecewa alasannya hasilnya.
Dua temannya menghela nafas dan menyampaikan sapu tangan pada Kaori yang terus menangis. Key ada disana memperhatikan mereka.

Rinko jadi kepikiran mengenai dirinya sehabis melihat Kaori menyerupai itu. Hari itu ia ke perusahaan untuk memperlihatkan naskahnya dan produser serta sutradara menyukai naskah Rinko, mengenai perempuan 25 tahunan. Rinko menyampaikan itu dari pengalamannya, ketika ia berusia 25 tahun, ia merasa hanya 30 detik dan ia sudah ada di usia 30 tahun.
Produser mengingatkan Rinko, ketika ini Rinko berusia 30 tahun, dan itu hanya dalam sekejap mata ia akan melewati usia 30 tahunnya. Hal ini menciptakan Rinko berfikir lagi kalau ia tidak punya banyak waktu.

Tetsuro kembali ke mejanya ketika Mami-chan melihatnya dan membicarakan perihal Rinko, mendengar nama Rinko, Tetsuro panik HAHAAHHAHA. Meski Mami-chan cuma membahas drama Rinko aja sih LOL.
Tapi Mami-chan ini matanya tajam, ia tahu kalau Tetsuro akhir-akhir ini bersikap aneh dan mengambil kesimpulan kalau tetsuro ternyata memang menyukai Rinko. Tetsuro awalnya membantah, menyampaikan kalau Rinko tidak punya perasaan yang sama dengannya.
Mami menasehatinya, dulu Tetsuro ketika menyatakan perasaan padanya niscaya butuh pertimbangan yang matang mengingat usia mereka 12 tahun berbeda, tapi Tetsuro karenanya menyatakan perasaan dan ketika itu alasannya perjuangan Tetsuro makanya ia menerimanya, ya meski mereka putus dengan cepat sih LOL.
Mami minta maaf alasannya mereka putus sangat cepat waktu itu dan itu kesalahannya, meski tetsuro menyampaikan itu bukan salah Mami.
Tapi terima kasih pada Mami, Tetsuro karenanya memikirkan kembali mengenai Rinko.

Rinko malam itu makan di restoran ayah Koyuki sehabis seharian memikirkan usia 30 tahun mereka akan segera berlalu dalam sekejap. Dan lagi-lagi ia bertemu dengan Key disana yang minum sendirian. Rinko menyapanya dan sedikit mengejek Key yang suka sekali minum sendirian. Key menyampaikan seharusnya ia bersama Ryo tapi Ryo membatalkan kesepakatan di ketika terakhir alasannya ia sakit.
Rinko duduk di belakang Key dan bertanya pada key mengenai Ryo, bagaimana perasaan Ryo pada Kaori. Key menyampaikan kalau Ryo menyukai keduanya, cintanya sama besar. Meskipun Rinko merasa balasan Key tak masuk akal, ia mengerti.

Key malah bertanya-tanya kenapa Kaori masih pacaran dengan Ryo, meski Kaori selalu menyampaikan ia ingin menikah dan punya anak, tapi kenapa pacaran dengan menjadi perempuan kedua orang lain. Kalau memang ia berfikir begitu maka ia terperinci tahu kalau Ryo tidak cocok untuknya.
Rinko membenarkan hal itu, tapi bagaimana pun juga Kaori tak sanggup putus dengan Ryo, alasannya ia berfikir suatu hari nanti Ryo akan menjadi miliknya seutuhnya. Karenanya ia masih menunggu.
Key menyampaikan kalau Kaori akan menyesalinya nanti dan Rinko berkata kalau Kaori sudah menyesalinya. Key gundah kemudian kenapa masih melakukannya. Rinko mendesah menyampaikan tak semudah itu, alasannya ia tahu ia tak akan senang tapi tetap melakukannya, jadi tak semudah itu berhenti.
*well, benar juga sih, banyak orang yang melaksanakan sesuatu menyerupai tahu kalau itu salah, tahu kalau itu tak akan menciptakan senang tapi tetap melakukannya.
Rinko menjelaskan, bila ia tidak tahu apa yang akan terjadi, dan kemudian hal itu tak berjalan lancar, ia tersakiti dan ia sanggup berhenti dengan mudah. Tapi ketika kau tahu kalau dengan terperinci resiko melaksanakan itu dan kau merasakannya, itu tak gampang untuk berhenti. Semakin renta dirimu, semakin sulit untuk melaksanakan hal yang menyerupai itu. Mengakhiri sesuatu atau memulai sesuatu. *yups ini bener banged*

Key kemudian balik bertanya bagaimana dengan Rinko dan Tetsuro. Ia menyampaikan malam itu ia melihatnya, di kitaizu.
Rinko panik mendengarnya. Key menyampaikan ia hanya kebetulan melihatnya, ia juga nggak mau melihatnya LOL.
Ia berkata tampaknya Rinko memang menyukai Tetsuro. Rinko panik dan menyampaikan tapi ia tak tahu bagaimana perasaan Tetsuro padanya.
Key kesal mendengar hal itu, ia tak mau membahas lebih jauh dan meminta bill dari ayah Koyuki. Sebelum pergi ia menyampaikan pada Rinko, menyerupai yang saya duga, melihatmu bahwasanya menciptakan saya kesal. Teruslah hidup menyerupai itu, Tarareba onna.
*Key bener sih sebenarnya, I mean ini Rinko bego banged, ia selalu mikirin tapi dan tapi dan tapi, kalau suka ya kau mulai duluan gitu, jangan mikirin tapi saya ga tau gimana perasaan ia sama saya bla bla bla LOL. Pantes Key kesel banged sama Rinko.

Kaori ada di tokonya, ia masih ragu untuk menghubungi Ryo. Tiba-tiba para kuliner muncul di hadapan Kaori, menciptakan Kaori terkejut dan menjauh ke sudut. Mereka memperkenalkan diri dan menyampaikan mereka tidak jahat, mereka yakni isi hati Kaori.
Seperti biasa, para kuliner menasehati Kaori mengenai hubungannya dan Ryo, mereka menyampaikan Kaori memakai kesempatan kehamilannya untuk mendapatkan seorang laki-laki dan itu tidak baik. Mereka juga menasehati Kaori yang berada dalam korelasi yang tidak akan membahagiakannya, ini yakni kesempatan Kaori untuk berpisah dengan Ryo. Karena kalau tidak maka usia 30an Kaori akan segera berakhir dan tanpa hasil, ia akan sendirian selamanya.
Karena bagaimana pun korelasi Kaori dan Ryo tidak akan membahagiakan Kaori, maka sebaiknya Kaori segera mengakhirinya.

Rinko sendiri masih di kedai ayah Koyuki dan terus memikirkan kata-kata Key tadi. Ia tentu saja tidak ingin selamanya menjadi Tararena onna dan menciptakan keputusan untuk menelpon Tetsuro.
Tapi ternyata Tetsuro menghubunginya duluan dan mereka janjian ketemu malam itu. Rinko sudah memutuskan untuk mulai duluan kali ini.

Key ada di rumah Ryo mengantar kuliner untuk Ryo yang sakit.
Kaori ternyata ada di lantai bawah menelpon Ryo. Ryo dengan hati-hati bertanya mengenai hal itu dan Kaori juga dengan hati-hati menyampaikan kalau ia tiba bulan.
Kaori menantikan reaksi Ryo dan terkejut alasannya Ryo terdengar sangat lega alasannya Kaori tidak hamil, ia bahkan menyampaikan ia sempat panik ketika Kaori menyampaikan hal itu kemarin. Mendengar itu mata Kaori mulai berkaca-kaca, ia bertanya tapi bukannya Ryo menginginkan anak? Ia juga menginginkannya, jadi mereka sanggup membuatnya.
Ryo menyampaikan sehabis ia fikir lagi ia belum siap menjadi ayah, jadi ia lega Kaori tidak hamil dan menyampaikan Kaori juga niscaya lega.
Kaori hanya sanggup membisu sambil menangis da Ryo bertanya dimana dia. Kaori menyampaikan ia ada di lantai bawah dan Ryo menyuruhnya tiba ke rumahnya.
Key kelihatan kesal mendengar mereka dan ia pergi dari rumah Ryo.
Kaori masih terdiam dan menangis ketika Ryo menutup telponnya.

Rinko dan Tetsuro bertemu, mereka ngos-ngosan alasannya berlari ke kawasan janjian.
tetsuro meminta maaf mengenai kejadian sebelumnya, ia mengajak Rinko bertemu waktu itu tapi ia bahkan tidak menyampaikan apa yang ingin ia katakan. Tapi hari ini ia akan mengatakannya dengan benar.
tetsuro berkata, Aku berfikir saya harus menunggu lebih usang lagi untuk memulai korelasi dengan seseorang. Kau tersakiti dan menyakiti orang lain, saya merasa saya lelah dengan semua itu. 
Rinko membenarkan, ia juga merasa lelah dengan hubungan, ia menjadi takut akan percintaan.
Tetsuro melanjutkan, karenanya denganmu, saya berfikir kalau korelasi tidak berjalan lancar denganmu, saya pikir kita lebih baik menyerupai kini ini. Tapi meski begitu, alasannya itulah saya ingin mengambil satu langkah kedepan bersamamu. Karena kita berdua pernah tersakiti, apakah kita berdua sanggup menjalin hubungan? Apakah kita punya kesempatan?
Rinko terdiam.

Kaori masih di lantai bawah apartemen Ryo, menghapus air mataya dan menunggu dirinya tenang.
Setelah ia merasa tenang, ia bangun dan akan pergi ke apartemen Ryo. Ia terkejut melihat Key ternyata bangun didekatnya. Kaori bertanya kenapa Key ada disana dan Key menjawab ia gres dari apartemen Ryo. Kaori mengerti dan ia melajutkan jalannya tapi Key menghentikannya, Kau, apa bahwasanya yang kau lakukan? Kalau kau pergi kesana dan kau akan kembali ke posisi yang sama. Apa kau baik-baik saja dengan hal itu?
Kaori terdiam, ia mulai menangis lagi dan berkata, tentu saja tidak. Aku tidak berfikir kalau saya baik-baik saja dengan hal ini. Aku tahu bahwa saya tak seharusnya kesana. Aku seharusnya mengakhiri sesuatu menyerupai ini. Tapi… saya tak sanggup menghentikan diriku.
Key kesal dan meninggikan suaranya, Kalau begitu berhentilah! Jangan pergi. Tinggalkan dia.
Kaori menangis dan mulai keluar dari apartemen tapi ia menghentikan langkahnya, Key berteriak lagi, jangan melihat ke belakang! Pergilah.
Keori membulatkan niatnya dan keluar dari gedung itu. Ia menangis.

Kembali ke Rinko dan Tetsuro.
Rinko menyampaikan ketika bersama Tetsuro ia merasa rileks, alasannya merka berdua cocok. Ini berbeda ketika ia masih muda dulu, ia berfikir mungkin korelasi mereka kali ini akan membuatnya bahagia.
tetsuro menyampaikan ia mencicipi hal yang sama. Karena itu, Rinko-san, ayo melakukannya bersama, perlahan-lahan.
Rinko menggeleng. Tetsuro terkejut.
Tiba-tiba Rinko berlari memeluk Tetsuro, Aku tidak mau melakukannya perlahan-lahan, ayo cepat dan mengambil langkah selanjutnya. KIta berdua tidak punya waktu untuk melaksanakan sesuatu secara perlahan-lahan.
Tersuro tersenyum senang dan memeluk Rinko sekali lagi.
Rinko tersenyum bahgaia dan menyampaikan tampaknya ia sudah menemukan tempatnya sendiri.

“Meskipun masa depan yang saya imajinasikan di masa laluku kini sangat berbeda dengan kenyataannya. Hanya kita yang sanggup memutuskan apa kehabagiaan itu bagi kita. Aku tidak ingin menyesal dan menciptakan ‘what if’ story lagi. Karena itu kita tidak akan melihat ke belakang.”

Hmmmmmmmm.
karenanya Kaori mengambil keputusan benar kali ini, ia memutuskan putus dari Ryo, manis banged. Kesal dari kemarin ia sepakat oke aja jadi perempuan kedua meski ia tersakiti tapi ia tak sanggup berhenti, ternyata itu alasannya tidak ada yang mencoba menghentikannya. Koyuki dan Rinko ternyata seingatku memang nggak pernah terang-terangan menghentikannya, alasannya mereka ada dipihak Kaori, jadi mereka sepakat aja dengan keputusan yang diambil Kaori asalkan ia bahagia.
Aku suka bagaimana Key menghentikannya, meski mereka tidak seakrab itu untuk ikut campur kehidupan masing-masing, tapi kata sederhana menyerupai ‘jangan pergi’ ternyata efeknya besar bagi Kaori.
Aku harap Ryo jangan tiba mendekati Kaori lagi. Sebel banged tuh cowok, suka dua-duanya dan nggak mau melepaskan satu Zzzzzzzzzzz.

Sepertinya episode 9 nanti bakalan menuntaskan problem Koyuki dan episode 10 menuntaskan problem Rinko.
Aku ngerti deh di drama ini mengenai problem Rinko penulis ingin memperlihatkan bagaimana sebuah korelasi yang tidak berjalan lancar alasannya partner kita nggak cocok dengan kita, punya selera yang berbeda. Dan bahkan bila partner kita punya selera yang sama, cocok, ternyata korelasi juga ada yang tidak lancar.
Aku murung sih sama tetsuro HAHAHAHHAHA, tapi untuk sementara mari kita nikmati proses pacaran Rinko dan Tetsuro di episode selanjutnya ^^

Continue Reading

More in Dorama

To Top