Connect with us

Locafest.co.id

[Recap] Tokyo Tarareba Girls Episode 1

Dorama

[Recap] Tokyo Tarareba Girls Episode 1

Aku sempat stop nonton J-Drama sehabis Nigehaji, sebab saya trauma dengan drama Masaki Suda dan Ishihara Satomi, susah banged sub-nyaaaaaaaaaaaaaaa.
Aku bahkan nggak lanjut lagi sebab rasa itu sudah memudar saaat subnya rilis HAHAAHHAHA. Makanya saya sebisa mungkin jangan nonton J-Drama yang lagi airing, bikin sakit hati karang-kadang AHHAHAHAHA.
Tapi saya memang sudah usang tertarik dengan drama Tokyo Tarareba Girls ini XD
Karena ada Sakaguchi Kentaro ❤❤❤


Jadi, saya gres menonton episode pertama dan tampaknya dramanya asik nih. Aku juga udah cek spada fans yang nonton airing, katanya sub-nya lancar. Makara saya kesudahannya mencoba menontonnya. Kalau nggak salah, hingga artikel ini dibuat, dramanya sudah mencapai episode 7 dari 10 episode.
Makara disini saya akan merecap episode 1 nya. Kira-kira ini drama wacana apa? ^^

Tokyo Tarareba Musume / Tokyo Tarareba Girls / Tokyo ‘What If’ Girls mengisahkan 3 sahabat semenjak Sekolah Menengan Atas di usia 30 tahun mereka. Mereka bertiga selalu bersama dalam suka maupun duka. Mereka ialah Rinko Kamata (Yoshitaka Yuriko) seorang penulis naskah yang tidak terkenal, Kaori Yamakawa (Nana Eikura) yang bekerja sebagai nailart dan Koyuki Torii (Yuko Oshima) yang keluarganya memiliki bisnis restoran.
Di usia 30 tahun mereka, mereka masih single, tidak punya pacar. Di tahun gres 2017, mereka mengingat kalau 7 tahun kemudian mereka pernah berangan-angan di olimpic 2020 yang akan diadakan di Jepang, mereka akan bertemu kembali membawa keluarga mereka. Intinya mereka tidak akan sendirian di olimpiade itu. Dan siapa sangka sebelum 2020, tinggal 3 tahun lagi dan mereka masih single. Makara mereka benar-benar berniat untuk mencari laki-laki tahun ini.

Rinko sebagai penulis, mencoba menuntaskan tulisannya di rumah dimana ia tinggal sendirian. Ia mengantar naskahnya ke sebuah perusahaan dimana itu ialah milik sobat SMA-nya, Tetsuro Hayasaka (Ryohei Suzuki). Keduanya berteman baik kini dan terlihat cukup dekat untuk curhat. Tapi Tetsuro ini mencurigakan. Ia kelihatan gugup kalau dekat dengan Rinko dan saya pikir ia menyukai Rinko, ia bahkan gugup ketika ingin menyampaikan sesuatu pada Rinko, ingin mengajaknya ketemuan di luar tapi diganggu oleh Mami Shibata (Ren Ishikawa) yang bekerja disana.
Mami juga berfikir kalat Tetsuro menyukai Rinko, dilihat dari bagaimana Tetsuro terus memandangi Rinko hingga Rinko keluar dari kantor. Rinko jadi mikir lagi, tapi tiba-tiba ia menerima sms dari Tetsuro yang mengajaknya bertemu untuk membicarakan hal ‘penting’ dan ‘berdua’ saja.
Rinko tentu saja panik. Ia kemudian eksklusif mengirim pesan pada 2 sahabatnya. Pesan level 4, dimana teman-temannya eksklusif meninggalkan pekerjaan dan menemuinya.

Mereka bertemu di kedai ayah Koyuki dan Rinko eksklusif menceritakan apa yang terjadi. Tentu saja kedua temannya sangat sangat excited. Mereka eksklusif mengartikan sms itu, kalau maksudnya membicarakan hal penting dan hanya berdua saja, pastilah si Tetsuro ingin menembak Rinko. Tapi Rinko masih ragu, ia berfikir sanggup saja itu dilema pekerjaan dan yang lainnya. Tapi temannya meyakinkan kalau Tetsuro menyukai Rinko.
Ternyata Tetsuro ini 8 tahun kemudian pernah menyatakan perasaannya pada Rinko. Tetsuro dulu ialah orang yang kikuk dan nggak keren sama sekali, Rinko menolaknya eksklusif ketika itu. Tidak disangka mereka masih berteman selama 8 tahun ini dan ketika teman-temannya mengecek siapa Tetsuro sebenarnya, mereka terkejut kalau ia cukup kaya dan gayanya juga sudah sangat keren sekarang. Tentu saja mereka tidak ingin Rinko menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Rinko jadi mikir lagi, ia bahkan hingga berhalusinasi melihat makanan bicara padanya. Makanan yang lucu menasehatinya untuk melangkah maju kalau ia tak ingin sendirian di olimpiade 2020 HAHAHAHHAHA.

Dan pada kesudahannya Rinko meninggikan harapannya ketika malam janjian ia dan Tetsuro. Mereka makan malam di restoran 8 tahun lalu. Berbeda dengan 8 tahun lalu, dimana Tetsuro bahkan tidak sanggup memesan makanan sendiri dan bersikap tidak keren, Tetsuro yang kini melakukannya dengan baik. Keduanya menikmati makan bersama sambil mengenang masa kemudian dan membicarakan ini dan itu. Tapi makan malam berakhir dan sama sekali tidak terjadi apa-apa. Tentu saja Rinko jadi bingung.
Dalam perjalanan pulang, Rinko memberanikan diri bertanya apa hal penting yang ingin Tetsuro katakan padanya dan Tetsuro mulai memperlihatkan wajah gugup menciptakan keinginan Rinko jadi semakin besar.
Tapi JLEB! Tetsuro malah menyampaikan kalau ia menyukai Mami yang 12 tahun lebih muda darinya, ia mengajak Rinko bertemu ternyata hanya untuk membicarakan hal itu, meminta pendapat Rinko sebagai temannya HAHHAAHHAHAHA.
Rinko bagaikan disambar petir tapi ia mencoba menjaga ekspresi wajahnya.

Malam yang sama, Rinko curhat pada 2 sahabatnya, ia bahkan memukulkan kepalanya ke meja berkali-kali menyadari betapa bodohnya dirinya. Ia menyalahkan dirinya sendiri yang punya keinginan terlalu tinggi tapi teman-temannya menyampaikan kalau itu ialah salah mereka yang yankin 100% itu akan menjadi malam pernyataan cinta.
Rinko sangat sedih dan mereka bertiga mulai membicarakan sesuatu untuk mengobati kekecewaan Rinko. Mengatakan kalau niscaya akan ada laki-laki baik yang tiba dan Rinko hanya perlu menunggu momen yang tepat. Rinko sanggup menghabiskan waktu merawat diri sementara menunggu momen itu.
Rinko kemudian ingat kalau Mami sudah punya pacar dan teman-temannya menyampaikan itu kesempatan bagus, kalau Tetsuro di tolak oleh Mami. Mereka mulai menertawakan Tetsuro yang menyukai gadis 12 tahun lebih muda dan ditolak. Sepertinya sih suasana hati mereka jadi baik tanpa tahu kalau seseorang dibelakang mereka mendengarkan pembicaraan mereka semenjak tadi dan tampak tidak menyukainya.

Rinko yang mabuk tak sengaja jatuh dan mengenai laki-laki itu. Pria itu berambut pirang dan mulai protes dengan 3 perempuan yang semenjak tadi ribut. Padahal ia tiba ke kedai itu sebab gaya jepang yang terlihat nyaman tapi malah diganggu dengan 3 gadis yang berisik semenjak tadi.
Rinko dkk tentu saja tersinggung. Si laki-laki memanggil mereka ‘Tarareba Girls’ yang artinya gadis yang sibuk hanya menyampaikan ‘bagaimana jika’ tanpa melaksanakan usaha.
Sebenarnya agak susah menjelaskannya sih, pada dasarnya Rinko dkk tadi hanya bicara saja, kalau begini dan kalau begitu, seperti mereka hanya menunggu sesuatu terjadi dan nggak ada perjuangan sama sekali dan itu yang diprotes si laki-laki pirang. Dan ternyata itu menusuk hati ketiganya, mereka menjadi melongo sebab meski menyakitkan, apa yang dikatakan si pirang ada benarnya LOL.
Setelah laki-laki itu pergi, Rinko dkk kemudian ingat kalau itu ialah laki-laki yang sama, yang tak sengaja mereka temui sehabis pulang dari kuil, awalnya mereka terpesona dengan si laki-laki tapi kemudian sehabis tragedi ini, mereka jadi menganggapnya laki-laki jahat lol.

Tapi perkataan laki-laki itu membekas di hati Rinko, para gadis yang hanya membicarakan ‘what if story’.
Ia bahkan tidak sanggup berkonsentrasi menulis sebab ia selalu ingat ‘Tarareba’ kalau ia menulis kata yang berawalan ‘Ta’.
Pada kesudahannya ia ingin menenangkan diri dengan tiba ke toko Kaori dan mempercantik kukunya.
Mereka berdua masih saja bergosip mengenai si laki-laki pirang yang mulutnya ga sanggup di jaga, meski si laki-laki pirang ada benarnya. Dan itu menciptakan mereka berfikir untuk memulai sesuatu.

Ternyata berkat si laki-laki pirang, mereka bertiga kesudahannya pergi ke kencan buta.
Mereka bersemangat menentukan kriteria calon yang akan mereka temui. Tapi ternyata usang menunggu, tidak ada yang tiba sama sekali. Mereka bahkan bertanya pada pelayan yang ada disana dan jawabannya menciptakan mereka shock.
Karena para laki-laki hanya tertarik pada perempuan 20 tahunan, jadi tidak ada yang tertarik pada mereka.
Pada kesudahannya mereka terlihat kesal dan minum wine hingga mabuk. Ketiganya pulang dan memulai dongeng ‘Tarareba’ lagi.

Mereka pergi ke kedai ayah Koyuki dan tak sengaja bertemu dengan si laki-laki pirang yang gres keluar dari kedai.
Melihat wajah si pria, mereka kesal dan menyampaikan kalau ini semuanya salah si laki-laki pirang itu. Kalau si pirang tidak menyampaikan sesuatu menyerupai kemarin maka mereka tak akan dipermalukan di daerah menyerupai itu.
Si pirang tentu saja nggak ngerti dan Rinko menjelaskan kalau bukan sebab perkataan si pirang mereka tidak akan ikut grup kencan buta, dipanggil oba-san dan merasa sakit hati.

Rinko bahkan hingga terjatuh gegara kesal sama si pirang.
Saat Rinko jatuh, ia juga menjatuhkan pot bunga. Si pirang membungkuk, dikira mau menolong Rinko, si pirang malah lebih tertarik menolong bunga yang jatuh.
Ketiganya shock. Si pirang menyampaikan hal yang menusuk lagi, kalau perempuan remaja sanggup menolong dirinya sendiri, sebab mereka bertiga kini bukan gadis muda lagi.
Dan lagi-lagi, ketiganya tertusuk oleh kata-kata si pirang.

Tapi kata-kata itu ada benarnya.
Rinko kembali melihat makanan bicara dan menasehatinya untuk melaksanakan sesuatu pada Tetsuro.
Jika Tetsuro ditolak, Rinko nanti sanggup mengambil langkah duluan untuk mendekatinya dan menyatakan perasaannya. Lagi pula Rinko kelihatan tidak dilema dengan Tetsuro.
Para makanan bahkan memperlihatkan foto keluarga senang Rinko dan Tetsuro kalau menikah nanti. Tapi Rinko tidak akan sanggup menggapainya kalau hanya menunggu. Mereka ingin Rinko berbuat sesuatu, kalau Rinko tidak ingin sendirian di olimpiade 2020.
Sendirian di olimpiade 2020 terasa menyerupai kata-kata yang sangat menyakitkan.
Karena hal itu, Rinko jadi berniat untuk mengambil langkahnya sendiri.

Makara keesokan harinya, Rinko tiba ke perusahaan dan mengajak Tetsuro bicara berdua. Ia sudah mengumpulkan segenap keberaniannya untuk menyatakan perasaannya. Tapi belum sempat ia mengatakannya, Mami tiba dan menganggu lagi.
Dan ternyata Mami dan Tetsuro sudah berpacaran. OMG.
Rinko shock, apalagi ketika Mami menyampaikan kalau selama ini ia pikir Tetsuro menyukai Rinko dan tetsuro menyampaikan kalau ia tak menyukai Rinko.
Terasa menyerupai tertusuk panah, Rinko berusaha menjaga ekspresinya dan memberi ucapan selamat. Ia kalah sebelum berperang dan merasa ingin masuk ke lubang. Ia ingin mengajak teman-temannya bertemu tapi ia mengurungkan niatnya.

Tapi ketika itu Koyuki melihatnya.

Akhirnya mereka bertiga bertemu di sebuah cafe.
Rinko benar-benar terlihat tidak bersemangat dan mulai menyadari kalau selama ini, ia sama sekali tidak berbuat apa-apa. Mereka bertiga mulai mengenang masa kemudian ketika teman-teman mereka berkencan dan ikut kencan buta, mereka menertawakannya. Mereka selalu menolak dan menertawakan sobat yang menikah dengan laki-laki tidak tampan. Tapi pada kesudahannya teman-teman mereka punya keluarga yang bahagia. Mereka gres menyadari kalau berkencan dan menikah dengan laki-laki yang mengasihi mereka ternyata ialah sebuah keajaiban.
Tapi mereka sebetulnya tidak sanggup protes. Saat orang lain berjuang di lapangan, mereka selalu ada di dingklik cadangan, menonton dan tertawa.

Rinko ingin menemukan kesempatannya sekali lagi.
Mereka pergi ke daerah latihan basesall dan mencoba memukul bola. Dari semua bola yang dilempar, niscaya ada satu kesempatan ia sanggup memukulnya.
Teman-temannya juga ikut memukul dan punya ilham bagaimana kalau mereka memikirkan si pirang semoga punya kekuatan untuk memukul.
Dan setiap bola datang, mereka mulai mengejek si pirang itu.
Dan ternyata, si pirang itu ada disana, melihat mereka bertiga dari jendela.
Rinko pada kesudahannya berhasil memukul 1 bola. Ia sangat senang dan menemukan semangatnya lagi. Saat keluar dari daerah bermain, ada 3 bir yang menunggu mereka. Mereka mengira kalau pegawai disana yang memberikannya.
Tapi tampaknya itu dari si pirang.

Dan begitulah episode 1 berakhir dengan 3 sahabat yang menemukan semangat mereka kembali untuk memulai hari yang baru, sehabis patah hati bertubi-tubi.
Dan ending episode 1 berakhir dengan Rinko yang membeli sebuah majalah yang membahas cinta orang dewasa, dan ketika ia membukanya, ia malah melihat si pirang dalam majalah itu. Ternyata si pirang ialah model.

 

Cerita drama ini cukup menarik dan episode 1 menciptakan kita ingin tau untuk lanjut episode selanjutnya.
Terutama siapa sebetulnya si pirang. Di final episode kita kesudahannya tahu kalau namanya ialah Key. Seorang model.
Aku ingin tau kenapa ia tampaknya mengenal Rinko ya?
Dan tampaknya pertemuan mereka bukan sebuah kebetulan, sebab ia selalu terlihat ada disekitar Rinko dkk.
Apakah Rinko akan menyukainya? heheehhehehe.

Tapi saya lebih suka Rinko dengan Tetsuro. Aku ingin tau bagaimana Rinko akan memenangkan hati Tetsuro. Aku sudah pernah liat still episode selanjutnya sih, bahkan episode terbaru, tapi saya ga mau liat spoiler ah, nanti penasarannya berkurang HAHAHAHAHHAAH.
Tapi lucu juga ya, tokoh utama disini namanya Rinko. Sebuah kebetulan atau tidak, cast utamanya malah Ryohei dan Sakaken.
Maksud aku, Ryohei dan Sakaken pernah main di My Love Story, jadi sahabat pula + nama tokoh utama My Love Story kan Rinko juga HHAHAHAHAHAH.
Kalau jodoh emang nggak kemana HAHAHAHAHHA.

Continue Reading

More in Dorama

To Top