Connect with us

Locafest.co.id

[Recap] Tokyo Tarareba Girls Episode 3

Dorama

[Recap] Tokyo Tarareba Girls Episode 3

Episode 3 ini kita mulai melihat kehidupan percintaan Koyuki. Awalnya saya fikir ia mungkin nggak ada love interest, ternyata ada juga dan bahkan lebih berbahaya dari 2 temannya O_0
Cuma ya itu, saya ga suka nih cinta yang begini, semoga berakhir dengan baik deh. Sementara itu Rinko kesulitan menanyakan pada Key kenapa Key melaksanakan itu dengannya malam itu. Apakah ia menyukai Key?

Setelah insiden malam itu, keesokan harinya Rinko dan Kaori yang sama-sama menjadi korban galau sendiri dengan apa yang sudah mereka lakukan, seperti itu godaan semalam.
Kaori awalnya ingin berdiskusi dengan mereka, tapi ia mengurungkan niatnya mengirimkan pesan. Rinko sendiri alhasil mengirimkan pesan pada mereka, menyampaikan pada alhasil ia melakukannya dengan si pirang.
Koyuki yang gres berdiri tidur terkejut membaca pesan itu, ia butuh beberapa detik untuk menyadari apa yang terjadi disini. Dan tidak salah lagi, ini yaitu alarm yang 100% berlevel 4 dimana mereka harus bertemu dan berdiskusi.

Rinko, Kaori dan KOyuki bertemu di sebuah cafe dan mulai mendiskusikan problem Rinko. Rinko galau dan tidak tahu harus bagaimana sehabis ini.
Koyuki dan Kaori mengorek warta mengenai apa yang terjadi semalam. Mereka bertanya apakah si pirang dan Rinko berpacaran dan tentu saja Rinko menjawab tidak. Apakah si pirang menyampaikan kalau ia menyukai Rinko dan jawabannya tidak.
Tentu saja Koyuki dan Kaori jadi bingung. Rinko menceritakan semuanya, mulai dari ia sadar dari mabuknya, Key yang bertanya apakah ia ingin mencoba dengannya hingga pada ketika ia terbangun dan Key tidak ada dirumahnya.
Teman-temannya kemudian bertanya kenapa Rinko mau melakukannya begitu saja, tapi Rinko makin bingung, ia juga nggak tahu kenapa ia mau melakukannya. Saa temannya bertanya apakah Rinko tahu nama orisinil Key, ternyata Rinko sama sekali tidak tahu apa-apa mengenai Kei. Ia galau apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
Pada alhasil ia ke toilet untuk menjernihkan pikirannya dan bayangan kuliner yang sering memarahinya muncul. Ternyata Rinko berharap setidaknya ada ‘cinta’ ketika mereka melakukannya tapi si kuliner bilang kalau itu jelas-jelas si pirang cuma mau badan Rinko aja, one night stand.

Saat kembali ke meja teman-temannya, mereka membicarakan hal itu lagi. Kaori sih menyampaikan pada Rinko untuk tidak terlalu memikirkan hal itu. Tanpa pacar selama 4 tahun dan ada laki-laki yang ingin melakukannya, memang sih bukan perasaan ‘ah, saya senang’ tapi ya ada perasaan senang begitu. LOL. Aku nggak ngerti menjelaskannya lantaran budaya disana emang beda.
Mereka kemudian beralih ke pembicaraan lain, membicarakan Koyuki. Koyuki juga sudah usang nggak pacaran dan KOyuki menyampaikan mengenai laki-laki idamannya. Ia tidak suka laki-laki yang menganggap perempuan ‘harus dirumah’. Hanya lantaran ia akil memasak bukan berarti ia harus selalu memasak di rumah, lantaran ia memasak di daerah kerja masa ia juga harus memasak di rumah.
Itu juga alasan ia dan pacarnya yang terakhir putus. Tapi Koyuki sih nggak kepikiran banged mengenai usianya dan ingin menikah, jadi ia santai aja.

Saat ketiganya akan pulang, mereka mengikuti Koyuki dan Koyuki galau kenapa mereka mengikutinya. Kaori dan Rinko hari itu libur jadi galau juga mau kemana, makanya mereka pikir mereka akan ke restoran ayah Koyuki. Saat itu tak sengaja Koyuki menjatuhkan sepedanya dan kentang yang ia beli jatuh dan menggelinding, jadi Koyuki mengejarnya.
Dan ternyata ada seorang laki-laki yang memungutnya. Koyuki tampaknya jatuh cinta pada pandangan pertama pada laki-laki tampan itu, ia bahkan memaksa laki-laki itu ikut ke restorannya lantaran baju laki-laki itu kotor ketika memungut kentangnya. Meskipun laki-laki itu bilang ia tidak apa-apa, tapi Koyuki tetap memaksa.
Rinko dan Kaori yang melihat dari jauh mengerti apa yang terjadi disini. LOL.

Restoran ayah Rinko memang belum buka, tapi ini yaitu hari yang special lantaran itu Rinko, Kaori dan si laki-laki sanggup minum disana. Rinko dan Kaori yang menyadari perasaan Koyuki mulai membantu si laki-laki semoga merasa nyaman, memuji Koyuki dan masakannya yang enak, juga restoran itu yang semua makanannya enak-enak.
Koyuki menyajikan kuliner dan si laki-laki memujinya dengan wajah cerah, senyuman laki-laki itu sangat manis, panah cinta menusuk dada Koyuki, dalam pikirannya sih ia excited tapi wajah yang ia tunjukkan wajah biasa saja LOL.
Si laki-laki benar-benar menyukai masakan Koyuki dan Koyuki memastikan 100% kalau laki-laki itu yaitu tipenya. Ia bahkan mengirim pesan pada 2 temannya dan temannya menyuruhnya menggunakan make up HAHHAHHA. Koyuki sih sepakat aja, ia eksklusif naik ke lantai 2 dan mengenakan make up HAHAHHAHHA.
Sementara Kaori dan Rinko ngobrol dengan si laki-laki dan menanyakan tipe ideal laki-laki itu, yang ternyata menyerupai dengan Koyuki, mereka 100% berfikir kalau keduanya akan cocok. Apalagi si laki-laki bilang kalau Koyuki itu cantik. 2 temannya makin yakin, kalau ini akan berhasil, antara Koyuki dan si laki-laki itu.
BTW saya punya feeling buruk mengenai hal ini HAHAHHAHA, mengingat apa yang terjadi pada Rinko dan Kaori sebelumnya, plot twist.

Waktu berlalu, si laki-laki akan pulang. Si laki-laki bertanya apakah ia boleh tiba lain kali ketika restorannya sudah buka dan Koyuki tentu menjawab boleh, si laki-laki boleh tiba kapan saja.
KOyuki kemudian tak lupa menanyakan nama si laki-laki dan laki-laki itu memperkenalkan diri, Yoshio Marui. Marui bahkan sudah tahu nama KOyuki meskipun Koyuki belum mengatakannya.
Sebelum pulang, Marui berjanji akan tiba besok, meski Koyuki menyampaikan kalau Marui sanggup tiba kapan saja, nggak harus besok, tapi Marui berjanji besok ia niscaya akan datang.
Setelah Marui pulang, Kaori dan Rinko tiba ke luar dan mulai excited lantaran Koyuki menemukan pecahan jiwanya.

 

Sementara itu di perusahaan Tetsuro, pak sutradara ingin mencari lead male untuk Love Season (naskah yang awalnya ditangani Rinko tapi ia di pecat). Ia ingin seseorang yang terkenal di kalangan para gadis muda sekarang. Tetsuro kemudian memiliki wangsit bagaimana kalau mengcasting Key.
Mami-chan sepakat sekali, ia memperlihatkan MV Bumkeys pada sutradara dan sutradara tertarik dengan Key, ia berfikir Key akan cocok menjadi lead male di drama mereka.
Pulang dari pertemuan itu, Tetsuro dan Mami berselisih dengan Rinko. Mami-chan ini entah punya seidkit simpati atau nggak, ia malah excited membicarakan Key yang di cast di Love Season, Tetsuro merasa nggak yummy membicarakan hal ini dan meminta Mami diam, Mami gres ngerti.
Meski masih sakit, Rinko memperlihatkan kalau ia baik-baik saja. Tetsuro mengajak Rinko makan dengan mereka, tapi Rinko menolak.

Rinko pulang dengan perasaan galau melihat Mami dan Tetsuro, kekerabatan mereka tampaknya baik-baik saja. Ia kemudian berfikir, kalau di shoujo manga, ia pulang malam-malam begini, si lead male niscaya sudah menunggu didepan rumah si wanita. Ia sedikit berharap sih, tapi kenyataan memang pahit HAHAHHAHA.
Keesokan harinya, Rinko mengecek tabungannya, ternyata tinggal sedikit lagi. Ia harus segera mencari pekerjaan baru. Ia menelpon Tetsuro dan bertanya apakah ada yang sanggup ia lakukan di perusahaan. Tetsuro minta maaf lantaran tak ada seruan script baru. Tapi Rinko menyampaikan tak perlu menulis, jadi ajun ia juga mau.
Tapi Tetsuro mengingatkan Rinko, dulu Rinko ternyata yaitu seorang ajun di perusahaannya. Saat pesta perpisahan lantaran Rinko mengundurkan diri, Tetsuro menyampaikan Rinko sanggup kembali kapan saja, tapi Rinko dengan yakin menyampaikan kalau ia tak akan kembali ke perusahaan sebagai asisten, ia akan terus menulis.
Karena itu mendengar Rinko yang ingin kembali sebagai ajun membuatnya jadi tak enak. Rinko kemudian tersadar dan meminta maaf, ia menyampaikan kalau ia harus kuat.

 

Tapi pada akhirnya, Tetsuro menawarkan pekerjaan untuk menulis naskah, meski tidak tahu apakah akan diterima atau tidak. Tapi Rinko tak problem selama ia punya pekerjaan. Sepertinya sih menulis naskah dengan tumpuan shoujo manga gitu.
Saat Rinko akan pulang, ia melihat Key ada di lobi dan Key juga melihatnya. Rinko tentu saja panik meski ia bersikap biasa saja. Key mendekatinya dan meminta maaf atas insiden malam itu. Awalnya Rinko berfikir seruan maaf lantaran melaksanakan ‘itu’, taunya Key minta maaf lantaran lupa mengunci pintu ketika ia pulang HAHAHAHAHAHAHA.
Rinko bekerjsama ingin bertanya mengenai insiden malam itu, apa yang dipikirkan Key tentangnya, tapi ia tidak berani bertanya dan malah bertanya kenapa Key ada disana. Key menyampaikan kalau Tetsuro memanggilnya, ia menerima anjuran drama. Rinko bertanya apakah Key tertarik dengan akting, dan Key menjawab tidak, ia tiba cuma lantaran manajemennya menyuruhnya.
Key kemudian melihat Rinko dengan barang bawaannya dan bertanya apa Rinko sudah sanggup pekerjaan lagi. Rinko menyampaikan kalau ini masih belum ditentukan diterima atau tidaknya.
Key menyampaikan tampaknya hidup Rinko belum selesai dan Rinko bingung, kemudian ia ingat malam itu ia menyampaikan pada Key kalau hidupnya sudah selesai, sebagai perempuan dan juga wacana pekerjaannya.
Belum sempat ia meresponnya, Tetsuro dan Mami datang. Mereka menjemput Key dan keduanya berpisah.

Koyuki tiba ke daerah kerja Kaori sekalian curhat mengenai Marui-san. Kaori sih yakin Marui ada hati pada Koyuki lantaran ia menyampaikan ‘aku niscaya akan datang’. Tapi ia minta KOyuki jangan terburu-buru, lantaran jarang banged Koyuki jatuh cinta pada pandangan pertama.
Koyuki kemudian bertanya mengenai Kaori, belakangan Kaori tidak membicarakan problem percintaannya. Kaori kemudian terbayang insiden malam itu ketika ia dan Ryo bersama, tapi ia tak sanggup menceritakan apapun, lantaran Rinko datang, dengan barang bawaan yang berat dan wajah kusut.
Rinko meringkuk di dingklik dan terlihat frustasi, ia menyampaikan kalau ia bertemu si pirang, tapi ia tak sanggup menanyakan apapun meskipun ada banyak hal yang ingin ia tanyakan. Melihat reaksi si pirang, ia yakin si pirang cuma main-main dengannya. Lagipula malam itu ia mabuk, makanya ia mau melakukannya.
Tapi Kaori tidak setuju, bahkan meski 1%, ia yakin ada cinta di dalamnya. Ia meminta Rinko membayangkan, apakah hanya lantaran mabuk Rinko mau bercinta dengan ahjushi pengunjung tetap restoran Koyuki, dan tentu saja Rinko menggeleng.
Kaprikornus Kaori bertanya langsung, sekarang, jangan pikirkan mengenai perasaan si pirang itu, bagaimana denganmu? Apa kamu menyukainya?
Rinko terdiam.

Malam harinya, Rinko tidak tiba ke restoran ayah Koyuki lantaran ia ingin berkonsentrasi menulis.
Kaori dan Koyuki membicarakan mengenai Rinko dan Key. Mereka yakin kalau Rinko tampaknya menyukai Key.
Koyuki kemudian menceritakan pada Kaori apa yang ia lihat, Key yang mengunjungi makam seseorang berjulukan Yoko. Kaori tidak mau berfikir jauh, sanggup saja itu ibunya.
Kyoko yang sedang bekerja, setiap kali pintu terbuka, ia selalu melihat ke arah pintu, untuk melihat siapa yang datang. Kaori tersenyum lantaran ia tahu Koyuki niscaya menunggu Marui-san. Meski Koyuki membantahnya tapi mata tak sanggup berbohong.
Tapi yang datag malah Ryo dan Key. Ryo benar-benar nggak peduli perasaan orang, ia excited melihat Kaori dan megang-megang LOL. Kaori tentu saja nggak suka lantaran Ryo punya pacar. Tapi kalau Kaori membahas pacar Ryo, ia niscaya mengubah pembicaraan.

Saat Ryo ke toilet, Kaori dan Koyuki mendekati Key dan mulai menanyainya, apa yang Key inginkan dari Rinko dan bagaimana perasaan Key pada Rinko. Key nggak ngerti, jadi keduanya harus to the point menjelaskan ini mengenai Key yang menghabiskan malam bersama Rinko.
Key tidak ingin membahas itu dan menyampaikan kalau itu bukan urusan mereka. Tapi sebagai sahabat, tentu saja ini urusan mereka juga. Key kesal dan mengejek mereka sekali lagi, memangnya kalian anak SMA?
Kaori dan Koyuki mengerti kalau Key tidak mau menyampaikan pada mereka dan ia harap Key menyampaikan eksklusif pada Rinko, lantaran Rinko bukan gadis yang melupakan hal itu dengan mudah. Mereka memastikan Key harus menjelaskan pada Rinko lantaran hal menyerupai ini tak pernah terjadi sebelumnya jadi mereka tak tahu harus bagaimana.
key membisu saja.

Rinko sendiri berusaha menulis di rumahnya tapi ia tak sanggup berkonsentrasi. Ia terus terbayang Key dan pada alhasil ia membuka majalah yang terakhir ia beli. Ia menerima pesan dari KOyuki dan Kaori menyampaikan kalau Key ada di restoran dan ingin Rinko segera tiba dan menanyakan hal itu, tapi Rinko belum siap hati dan menyampaikan ia tak sanggup menanyakan kalau tiba-tiba begini.
Lalu 2 kuliner yang sering menasehati Rinko muncul lagi. Rinko selalu mencari alasan kenapa ia tak menanyakannya, kuliner bertanya, apakah lantaran kamu lebih tua?
Rinko menciptakan alasan lagi itu lantaran ia tak tahu Key menyukai orang lain atau tidak. Makanan menasehatinya,  yang penting kini yaitu perasaan Rinko, jangan pikirkan perasaan si pirang, tapi katakan perasaanmu sendiri. Apa kamu mau menunggu hingga ia jatuh cinta padamu gres mengaku?
Aku rasa para kuliner ini yaitu isi hati Rinko gitu, saya suka kalau mereka tiba dan menasehati Rinko mengenai masalahnya.
Pada alhasil keragu-raguan Rinko ini lantaran ia takut dan tidak percaya diri.

Malam itu, Rinko tetapkan untuk menemui Key dan menanyakan apa yang ingin ia tanyakan selama ini. Tapi begitu ia tiba di restoran, Key sudah pulang duluan. Rinko pun berlari untuk mencarinya, lantaran Key juga barusan keluar.
Kaori dan Koyuki sendiri bertanya pada Ryo mengenai Key dan Ryo menyampaikan kalau Key sedang single sekarang, dulu Key pacaran dengan perempuan yang lebih renta darinya, tapi perempuan itu meningal dunia.
Kaori dan Koyuki memikirkan hal yang sama, kalau perempuan itu mungkin si Yoko.

Setelah semuanya pulang, waktunya menutup restoran, tiba-tiba Marui-san tiba dengan ngos-ngosan ke restoran ayah Koyuki, menciptakan Koyuki terkejut. Kalau memang Marui tidak sempat, ia sanggup tiba lain kali. Tapi Marui menyampaikan lantaran ia sudah berjanji tiba hari ini, jadi ia harus datang.
Koyuki jadi tersentuh dan Marui mengajaknya minum di daerah lain. Koyuki setuju.
Keduanya minum di sebuah restoran glamor dan mulai mengobrol wacana ini dan itu. Koyuki sudah memastikan perasaan kalau ia menyukai Marui hingga Marui menyampaikan kebenaran kalau ia sudah menikah. Koyuki shock.
Marui menyampaikan kalau kini ia tinggal terpisah dengan istrinya, tapi ia tak ingin berbohong pada Koyuki, lantaran itu ia menyampaikan hal yang sejjujurnya, kalau dengan ini Koyuki tidak ingin bertemu dengannya lagi, maka mereka sanggup mengakhirinya.
Kelemahan Koyuki yaitu pada laki-laki yang berkata jujur dan memikirkan perasaannya, lantaran itu ia meminta Marui jangan mengalah akan dirinya. Ia sepakat menjalin kekerabatan dengan MArui.
ZZZZZZZZZZZZZZZZZZ akh, i dont like this -___-

Kaori pulang bersama Ryo. Kaori masih dalam hati bimbang, ia tidak mau punya kekerabatan dengan Ryo lantaran Ryo sudah punya pacar. Tapi Ryo terus menyampaikan kalau ia menyukai Kaori, bahkan kalau Kaori tidak menyukainya lagi.
ITu yaitu kelemahan Kaori, wajah Ryo yang menyampaikan mencintainya. Ia luluh dan mereka berjalan bergandengan tangan.

Sementara itu, Rinko masih mencari Key. Tidak gampang baginya menemukan Key malam itu, ia mencari ke sana kemari. Tapi ketika ia akan menyerah, ia melihat Key duduk sendirian dan ia mendekati Key, duduk disampingnya.
Rinko mengumpulkan segenap keberaniannya untuk bertanya. Awalnya ia menanyakan nama orisinil Key dan Key menjawab namanya yaitu Kagitani Haruki. Rinko juga ingin memperkenalkan namanya, tapi Key sudah tahu nama orisinil Rinko.
Keduanya termenung cukup usang sehabis itu, jadi Key akan pergi. Rinko menghentikannya. Ia menyampaikan ia ingin bertanya banyak hal pada Key, kenapa Key melakuan itu dengannya, kenapa Key selalu menyampaikan sesuatu yang menyakitkan, bagaimana perasaa Key padanya. Meski ia meminta Key melupakan yang terakhir.

Key berkata, tadi temanmu juga menanyakan hal yang sama. Aku pikir kamu menceritakan pada temanmu mengenai kita yang melaksanakan itu dan tampaknya kalian menikmati pembicaraan itu.
Rinko terdiam. Key melanjutkan, itu sebabnya kenapa kalian tidak baik. Selalu menghabiskan malam bertiga, berkhayal wacana ini dan itu kemudian heboh sendiri.
Key menyampaikan kalau mereka bertiga selalu membicarakan orang lain. Ia bertanya kenapa Rinko tidak tiba padanya sendiri dan menanyakan hal itu, atau menyampaikan bagaimana perasaannya, kenapa harus menceritakan pada temannya terlebih dahulu dan menciptakan mereka ikut campur.
Rinko termenung menunduk, ia tak sanggup membalas.
Key menyampaikan Rinko selalu menyampaikan sesuatu dengan tidak jelas, selalu menggantung,  dan ia tidak sanggup menjalin kekerabatan dengan perempuan menyerupai itu. Ia tak sanggup menyayangi Rinko.

Key pun meninggalkan Rinko sendirian. Rinko hanya menatap kepergian Key, menyampaikan dalam hati kalau yang ia inginkan hanya cinta, tapi tampaknya ia menciptakan kesalahan.

Drama ini hubungannya ternyata rumit juga ya, makin usang makin sulit aja HAHHAHHAHA.
Aku pikir Koyuki bakalan sama perjaka normal, ternyata suami orang omg, gw paling nggak suka nih.
Itu perjaka plis deh, kalau ia n istrinya udah cerai sepakat lah, katanya sih pisah rumah, nggak tahu maksudnya istrinya di luar negeri apa gimana -____-
Kaori juga nih, nggak tau lah ya godaan mantan segitunya kah, ia gampang banged

Key bener juga sih, tapi yang namanya cewek kalau punya sahabat, kalau ada problem niscaya ngomong ke sahabat duluan.
Mungkin salah Koyuki dan Kyoko juga, kenapa ngelabrak Key, harusnya mereka membisu aja, biarin Rinko yang menyelesaikannya. Tapi Rinko ini nggak mau ngomong duluan, selalu ragu-ragu. Dia pengen si perjaka duluan yang nanya dan ga mau ambil inisiatif bertanya duluan.
Ia selalu berfikir bagaimana kalau ini dan bagaimana kalau itu. Lama-lama ia jadi nggak percaya diri ._.
Aku nggak sabar menunggu hubungannya dan Tetsuro, Tetsuro lebih cocok sama Rinko T__T
Tapi kayaknya hubungannya dan Mami-chan baik-baik saja HAAHHAHAHAHA.

Continue Reading

More in Dorama

To Top