Connect with us

Locafest.co.id

[Recap] Tokyo Tarareba Girls Episode 5

Eikura Nana

[Recap] Tokyo Tarareba Girls Episode 5

Di episode 5 ini, Rinko masih dihadapi oleh persoalan pekerjaan yang tidak lancar, tapi siapa sangka kisah cintanya malah lancar. Teman-temannya mendukungnya, meski mereka merasa iri sebab mereka juga ingin kisah cinta yang bahagia.  Mereka memutuskan berhenti jadi perempuan kedua. Tapi apa benar Rinko bahagia? Bukankah ia hanya melarikan diri dari kenyataan?

Rinko tampaknya menceritakan mengenai dirinya yang pergi ke peramal dan temannya tertarik jadi mereka mencari peramal lainnya yang lebih hebat. Kaori menerima rekomendasi dari salah satu kostumernya dan mereka kini ada disana untuk meramal nasib percintaan mereka.
Kaori menerima peringatan jika laki-laki yang sedang ia kencani kini dimana Kaori menjadi perempuan kedua, jika ia terus melanjutkannya maka kesempatannya untuk menikah akan berakhir. Pria itu tidak akan melepaskan pacarnya yang sekarang.
Sementara itu Koyuki yang menjadi selingkuhan oleh laki-laki yang kesepian sebab istrinya melahirkan diperingatkan jika tidak ada cinta dalam jalan yang ia ambil sekarang. Kebahagiaan sesungguhnya akan menjauh.
Sedangkan kondisi Rinko sendiri juga tidak baik, pekerjaan dan percintaannya tidak dalam kondisi baik. Pekerjaan dan percintaannya sedang ada di ujung jurang sekarang, sdikit kesalahan dan Rinko akan jatuh ke lautan.
Ramalan ketiganya cukup jelek dan mereka semuanya KO.

Sepulang dari daerah peramal, mereka bertiga berdiskusi di rumah Rinko. Koyuki dan Kaori memutuskan untuk tidak bekerjasama lagi dengan Ryo dan Marui-san. Untuk menyelamatkan kebahagiaan mereka, mereka akan putus.
Rinko sih mengangguk tapi masalahnya disini adalah, ia satu-satunya yang tidak punya solusi. Kaori dan Koyuki sanggup saja putus, tapi baagimana dengannya, ia tak punya pekerjaan dan bahkan pacar.
Kaori mengingatkan jika ia masih diminta Tetsuro untuk menulis tapi Rinko menyampaikan itu belum tentu terpilih.

Setelah kedua temannya pulang, para kuliner muncul dan mulai menyiram minyak dalam api.
Mereka mengejek jika hidup Rinko sudah berakhir, tidak menikah, tidak punya pekerjaan dan bahkan tidak punya laki-laki daerah ia bergantung, tidak ada uang, tidak ada status. Apa sih yang kamu lakukan selama 30 tahun ini?
Rinko tidak sanggup menjawab sebab itu betul adanya. Para kuliner malah menertawakan dirinya yang menyedihkan dan menciptakan Rinko makin kesal. Tapi tentu saja para kuliner tiba-tiba menghilang lagi.

Rinko yang galau alhasil ke supermarket untuk berbelanja sambil memikirkan apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Ia bahkan tak sanggup membeli sayur seharga 149 yen dan dikala ada yang diskon, tinggal satu-satunya, malah ia kaha cepat dengan pembeli lainnya.
Rinko benar-benar sial dan seseorang menertawakannya. Rinko kesal sekali dan melihat laki-laki itu, tapi tiba-tiba ia shock sebab laki-laki itu tampan, tinggi, gaya fashion yang oke.
Si laki-laki mengambil sayur 149 yen yang ingin dibeli Rinko tadi dan bertanya apakah Rinko mau makan itu bersamanya.
Rinko tentu saja shock, tapi ini yaitu kesempatan besar baginya. alhasil seseorang yang ditakdirkan untuknya datang. Rinko sangat senang LOL.

Rinko pergi ke rumah laki-laki itu, yang lebih tepatnya sebuah kafe movie, perjuangan yang dijalankan laki-laki itu. Pria itu memasak untuk Rinko, kuliner yang terlihat sederhana tapi ternyata sangat enak. Rinko memuji kuliner si pria. Si laki-laki sangat senang dan gotong royong ia sedang mencoba resep baru, ia ingin memasukkan itu dalam hidangan di kafe itu. Rinko menyampaikan jika itu niscaya laku, sebab sangat enak.
Mereka berdua kemudian membicarakan mengenai film dan dikala Rinko akan pulang, ia ingin membayar tapi ditolak oleh si laki-laki dan sebagai gantinya ia ingin Rinko tiba lagi. Meski merasa nggak enak, Rinko alhasil komitmen akan tiba bersama temannya lain kali, tapi si laki-laki malah menyampaikan ia akan lebih senang jika Rinko tiba sendirian, Uhm.
Rinko cukup kaget dan ia alhasil setuju. Saat Rinko sudah di luar, si laki-laki memanggilnya dari atap gedung dan melemparkan kartu restoran itu. Rinko merasa kali ini cintanya akan berhasil HAHAHAHHAHAHA.

Tentu saja ia eksklusif menemui Kaori dan Koyuki untuk menceritakan kabar senang ini. Rinko beneran terlihat senang kali ini. Kaori menyerupai biasa eksklusif searching nama kafe itu dan wajah si laki-laki muncul. Ia cukup kaget sebab ternyata laki-laki itu ikemen (pria tampan).
Temannya hingga nggak yakin, ini beneran nggak HAHAHHAHA, tapi Rinko excited banged menyampaikan jika ini benar-benar terjadi.
Tapi bagaimana pun demi teman, jika sobat senang mereka juga bahagia, jadi mereka bertanya lebih lanjut, apakah laki-laki itu sudah menikah atau belum, apakah sudah punya pacar. Tapi Rinko sama sekali tidak bertanya dan Kaori kesal sebab itu yaitu pertanyaan dasar HAHAHHAHAHAH.
Koyuki mengingatkan jika memang si laki-laki itu masih single maka Rinko harus terus mengunjunginya dan mengambil hatinya.
KAori menyampaikan jika Rinko alhasil sanggup pacaran dengan laki-laki ini, maka Rinko tidak perlu memikirkan Uang dan pekerjaan lagi. Mereka bahkan sudah membicarakan mengenai pernikahan, Rinko sih senang banged meski ia bilang terlalu cepat membicarakan ijab kabul LOL.

Saat mereka sedang happy-happy tiba-tiba Key tiba dan menganggu mereka, tentu saja ia lagi-lagi mengejek mereka yang membicarakan kisah tarareba.
Kaori kesal banged sebab Key terus menganggu ketenangan mereka. Ia berkata jika Key jauh lebih muda dari mereka dan ia harap Key sanggup bersikap sopan. Tapi menyerupai biasa Key tidak peduli, ia dan Rinko bahkan sempat beradu lisan mengenai tarareba lagi dan teman-temannya jad galau sebab mereka berdua kelihatan semakin dekat, tentu saja dibantah oleh Rinko dan Key.
Rinko kemudian menyampaikan pada Key jika ia tak ingin dinasehati oleh laki-laki yang bahkan belum menikah.
Key dengan santai berkata jika ia sudah menikah dan menciptakan 3 sekawan shock. Mereka malah ingin tau kapan dimana dengan siapa HAHAHHAHAH.
TApi Key tidak menjawab. Koyuki jadi ingat dengan pemakaman dan menebak jika perempuan itu mungkin makam yang dikunjungi oleh Key.

Rinko tiba di rumah dan cukup kaget sebab tahu Key sudah menikah, ia jadi ingat pembicaraan malam itu dimana ia menyampaikan Key tidak akan mengerti kesedihannya tapi Key menyampaikan ia mengerti sebab ada perempuan yang dulu hidup menyerupai Rinko.
Rinko kemudian menerima telpon dari Tetsuro dan ingin ia tiba ke perusahaan besok.
Ternyata penulis Season of LOve (kemarin saya pikir judulnya LOve Season HAHAAHHA) masuk rumah sakit dan mereka sedang mencari penulis yang sanggup menggantikan sementara. Tapi harus melalui proses seleksi, jadi Tetsuro bertanya apakah Rinko ingin melakukannya.
Tetsuro gotong royong merasa tidak enak, sebab harusnya Rinko yang menulis naskah drama itu tapi digantikan, kini malah harus berkompetisi menjadi penulis pengganti.
Tetsuro menyampaikan jika deadlinenya lusa, dan Rinko sepakat melakukannya, ia akan berusaha.

Jadilah Rinko menonton episode 1 dan 2 drama itu di rumah dan mencari pandangan gres untuk episode selanjutnya. Ia benar-benar serius untuk melakukannya kali ini. Ia tidak tidur selama 2 hari demi naskah itu dan alhasil berhasil mengirim malam sebelum deadline.
Kemudian ia bahkan tak sanggup bergerak ke daerah tidur saking ngantuknya.

Kaori dan Koyuki tahu jika Rinko sedang sibuk jadi mereka berkumpul berdua. Sepertinya mereka berdua serius untuk memutuskan kekerabatan dengan pacar mereka.
Koyuki mengabaikan setiap telpon dari Marui dan Kaori tidak membaca pesan yang dikirimkan Ryo selama 2 hari.

Key mendengar kabar jika penulis drama mereka masuk rumah sakit dan bertanya pada Tetsuro. Tetsuro meminta Key jangan khawatir sebab mereka sudah mengatasinya, ia menceritakan jika mereka mengadakan audisi dan ia meminta Rinko ikut serta menulis, ia harap Rinko akan terpilih.
Key sedikit ingin tau sebab Tetsuro terlihat sangat menjaga Rinko dan selalu mendukungnya. Tetsuro menceritakan jika Rinko yaitu juniornya. Dulu Rinko bekerja di set drama menyerupai Mami-chan, tapi Rinko keluar dari pekerjaan asisten itu untuk menggapai impiannya menjadi penulis naskah drama.
Key alhasil mengerti.

Cobaan tiba pada mereka yang ingin melupakan kekasih mereka.
Ryo tiba ke daerah kerja Kaori hanya untuk memastikan ia baik-baik saja, sebab KAori tidak membalas pesannya selama 2 hari. Kaori merasa tidak enak.
Sementara Koyuki merindukan MArui-san, ia mengecek keadaan Marui dari SNS istri Marui.

Rinko yang ketiduran alhasil terbangun dikala sore harinya. Ia kelaparan tapi tidak ada kuliner di kulkas. Ia alhasil pergi ke restoran bersahabat rumahnya. Dan ternyata Key juga ada disana, sempurna disamping mejanya HAHAHAAAHAHA. TAKDIR.
Rinko jadi badmood LOL. Rinko yang merasa jika ia sudah berusaha keras dan akan berhasil, hari itu sengaja memesan kuliner yang agak mahal.
Key membahas mengenai script yang ditulis Rinko, tampaknya sudah selesai. Rinko bertanya pada Key, jika script-nya dipilih apakah Key ingin ia menambahkan lebih banyak adegan untuk Key?
Mendengar itu, Key berkata jika Rinko tampaknya cukup yakin. Rinko menyampaikan jika keadaan mendesak sanggup menjadi sebuah kesempatan baginya.
Tapi Key mengingatkan, jika Rinko gagal lagi kali ini, maka ia tak akan punya kesempatan lain lagi. Sebuah kesempatan sanggup berkembang menjadi krisis.
Rinko kesal mendengarnya.

Kemudian ia menerima telpon dari Tetsuro yang mengabarkan hasil seleksi naskah itu. AKu benar-benar berfikir jika Rinko akan berhasil kali ini, tapi sayang sekali Rinko gagal, sebab scrip Season of LOve akan dikerjakan oleh penulis senior.
Tebakan Key benar,Rinko gagal lagi. Rinko sangat sedih tapi ia berusaha menahan kesedihannya. Key tampaknya menyadari apa yang terjadi.
Rinko terlihat menyerupai akan menangis, menyampaikan apa yang dikatakan Key selalu benar.Tapi, kamu tahu, kamu juga sanggup menyakiti seseorang dengan selalu berkata benar.
Key terkejut. BUkannya menghibur Rinko, Key malah pergi meninggalkannya, ia merasa nggak yummy sih, tapi ia tak menyampaikan apapun.

Rinko berfikir jika kali ini ia mungkin berhasil sebab ia sudah berusaha sangat keras. Malam menyerupai ini, ia tidak ingin sendiri.
Rinko pergi ke kafe milik laki-laki itu sebab ia tak ingin sendiri dan ingin dihibur. Pria itu senang melihat Rinko tiba tapi ia tahu Rinko sedang dalam keadaan tidak baik. Ia menyampaikan Rinko kelihatan sangat lelah dan ia menyiapkan kuliner untuk Rinko.
Seperti biasa kuliner laki-laki yang ternyata berjulukan Okuda-san itu yummy dan dikala Rinko meminum bir pertolongan laki-laki itu, ia menyadari jika ia sangat lelah akhir-akhir ini.
Melihat Rinko yang tidak bersemangat, Okuda mengajaknya makan di luar.

Mereka makan di restoran daging dan bersulang. Mereka membicarakan perihal masa kemudian mereka. Okuda tampaknya orang baik dan asik diajak ngobrol.
Ia menyampaikan dulu ia bekerja sebagai sales di perusahaan bir tapi ia tidak begitu baik, satu per satu juniornya meninggalkannya dan naik pangkat, jadi ia keluar dari pekerjaannya. Karena ia suka memasak, jadi ia membuka kafe yang sekarang.
Rinko menyampaikan ia juga melaksanakan hal yang sama. Ia keluar dari perusahaannya demi impiannya menjadi penulis. Okuda memuji Rinko dan menyampaikan jika Rinko melewati jalan karir yang sulit dan menurutnya itu mengangumkan.
Rinko merasa pembicaraan mereka cocok dan ia memberanikan diri bertanya apakah OKuda sudah menikah.
Okuda menyampaikan ia masih single dan malah bercanda mengajak Rinko menikah HAHAHAHHA. Rinko yang mendengarnya tentu sangat senang, ia sudah memastikan akan membidik laki-laki ini.

Rinko kemudian menceritakan hal itu pada 2 temannya dan menyampaikan jika ia menyukai Okuda-san.
Mereka bertanya jadi kapan kencan selanjutnya dan Rinko menjawab ‘until next time’. Teman-temannya ragu dengan hal itu, sebab nggak ada hari atau tanggalnya, next time itu kapan? LOL.
Koyuki menyampaikan para laki-laki biasanya menyampaikan hal menyerupai itu tapi kemudian tidak pernah menelpon balik. Rinko jadi galau mendengarnya.
Teman-temannya tidak punya pengalaman mengenai hal menyerupai itu jadi mereka tak sanggup memberi nasehat yang baik HAHAHHAHAHHA.
Tapi tiba-tiba Okuda menelpon Rinko dan mereka bertiga excited. Okuda mengajak Rinko kencan besok dan Rinko tentu saja setuju. Okuda menyampaikan jika ia akan menelpon lagi untuk daerah mereka janjian ketemu.
Rinko terlihat sangat bahagia, ia bersiap pulang untuk maskeran dan persiapan kencan besok.
Teman-temannya terlihat iri padanya.

Keesokan harinya, Rinko dan Okuda bertemu. Mereka berdua masih terlihat awkward dan dalam hati Rinko menyampaikan jika ia memutuskan akan jatuh cinta pada laki-laki ini.
BTW daerah mereka jalan ini, bukannya lokasi syuting Itakiss ya?
Saat Naoki dan Kotoko pertama kali berangkat sekolah & Naoki bilang jalan jarak 3 meter darinya + daerah Hononon merayakan ulangtahun ke 16 nya dengan cake yang dibawa Yuki. Bener kan? hehehehhehe.

Rinko dan Okuda kencan di akuarium. Mereka kencan sambil membicaraan film juga sebab mereka berdua sama-sama menyukai film.
Bicara mengenai film menciptakan mereka berdua menjadi bersahabat dan Okuda menyampaikan jika bersama Rinko sangat menyenangkan.
Dan Okuda bahkan eksklusif menembak Rinko di kencan itu, ia menyampaikan ia menyukai Rinko dan ingin pacaran dengannya.
Rinko cukup kaget sih, perkembangan yang cukup cepat dan tentu saja ia sepakat HAHAHAHAHAHA.
Mereka eksklusif selfie berdua dan Rinko mengirimkan pada temannya HAHHAHAHHA. Temannya membaca pesan Rinko dan turut senang tapi gotong royong mereka iri sebab mereka juga ingin senang menyerupai Rinko.

Malam itu Rinko sangat bahagia. Ia alhasil pacaran sesudah sekian lama, bahkan pulang sambil bergandengan tangan.
aura cinta ada disekitarnya, ia pulang sambil menari kecil.

Mungkin sebab efek kisah cinta Rinko yang lancar, Kaori dan Koyuki terlihat kepikiran.
Koyuki yang sudah usang mengabaikan telpon Marui, malam itu membaca pesannya dan ternyata Marui ada di sekitaran restoran mereka.
Koyuki keluar tanpa berfikir 2 kali. Kaori melihatnya dan belakang layar mengintip.
Marui tiba untuk minta maaf pada Koyuki. KOyuki mengakui jika ia melihat SNS istri Marui dan tahu semuanya. Marui menyampaikan itu benar ia bohong dikala itu, istrinya melahirkan, tapi itu benar hubungannya dan istrinya memang belakangan sedang tidak baik.
Koyuki menyampaikan jika ia tidak marah, ia hanya kecewa dan Marui bahkan tidak menyampaikan padanya jika ia sudah punya anak.
Marui membela diri, jika ia mengatakannya KOyuki tidak akan mau pacaran dengannya.
Marui menyampaikan ia tahu ini akan emnyakiti Koyuki tapi ia hanya ingin bersama dengan Koyuki, tapi ia tidak mau menyakiti Koyuki lagi, jadi sebaiknya mereka tidak bertemu lagi.
Tapi tiba-tiba Koyuk mencium Marui O_0
Ia menyampaikan ia membenci Marui dan menangis. Marui memeluknya.
Adddddddddduuuuhhh -__-
sementara itu, melihat Koyuki alhasil menemukan tanggapan dari rasa gelisahnya, Kaori jadinya goyah. Akhirnya ia membaca pesan-pesan Ryo yang tidak dibaca selama ini.

MAsih di malam yang sama, Rinko melihat Key dan menyapanya dengan bahagia.
Melihat Rinko yang tidak galau lagi, Key menyampaikan jika Rinko ternyata gadis yang carefree. Ia bertanya apakah Rinko akan berhenti menulis script sesudah ini.
Rinko awalnya melongo dan alhasil menjawab mungkin ia akan berhenti. Meskipun ia tidak berhenti, anjuran script tidak akan ada lagi untuknya, pada alhasil ia tidak akan menulis lagi.
Rinko akan pergi tapi Key menahannya, Kau akan berhenti meskipun kamu meninggalkan perusahaan demi keinginan ini?
Rinko tidak pernah merasa jika ia menceritakan hal itu pada Key. Key menyampaikan jika Tetsuro ingin menyemangati Rinko meskipun Rinko gagal. Rinko menyampaikan jika ia tidak sanggup menciptakan persoalan lagi untuk Tetsuro. Bahkan Tetsuro memberinya kesempatan tapi ia tidak sanggup melakukannya, semuanya sudah berakhir.
Key bertanya, Makara kamu melarikan diri?

Rinko menyampaikan bukan begitu. Tidak ada pilihan bagiku. Hanya sebab kamu berusaha keras, tidak semuanya berhasil menyerupai yang kamu inginkan. Dan dikala saya melakukannya, itu tidak berjalan dengan lancar.
Key menyampaikan jika Rinko kini ini sedang mearikan diri.
Rinko jadi kesal, Kenapa kamu selalu menyerupai ini?! Apakah menyenangkan bagimu menyakiti seorang wanita?
Key menatap Rinko, Kalau kamu merasa tersakiti, maka tersakiti-lah. Kau tidak akan mati sebab tersakiti.
Rinko menyampaikan tentu saja ia tahu jika ia tak akan mati. Ia tahu rasanya tersakiti, mencoba lebih keras lagi tapi gagal lagi. Tapi ia tidak ingin melihat kenyataan. Ia ingin hidup dengan nyaman. Ia merasa ia sudah sangat kelelahan.
Ia menyampaikan jika ia sudah meneukan seseorang yang akan ia kencani dengan serius, yang menyampaikan mencintainya. Ini mungkin memang melarikan diri, tapi dikala ia ada di ujung jalan dan ini yaitu timing yang cantik seorang penyelamat muncul di hadapannya. Makara melarikan diripun tidak apa-apa baginya. Ia akan baik-baik saja, Karena ia tidak sanggup terus berjalan dikala tidak ada jalan di hadapannya.

Rinko kemudian meninggalkan Key sendirian. Ia memikirkan kata-kata Rinko ‘jalan untuk melarikan diri’ dan ia teringat kenangan lamanya.
dulu, Key  jatuh cinta pada gurunya. Saat itu gurunya sedang sakit di rumah sakit dan ia selalu mengunjunginya. Gurunya tampaknya menjalani hidup menyerupai Rinko, fokus dengan pekerjaan dan tidak memikirkan mengenai pasangan. Tapi sesudah ia sakit, ia malah memikirkan ada baiknya dulu ia lebih berusaha lagi dan ia tidak akan mati kesepian.
Saat itulah Key menyampaikan diri pada gurunya, gurunya sanggup menikah dengannya. Menjadi jalan melarikan diri pun tidak apa-apa, ia bersedia melakukannya demi gurunya.
Hmmmmm, saya rasa sebab itu Key menikah dengan Yoko.

Malam itu, Mami menemui Tetsuro dan bertanya apakah Rinko akan baik-baik saja. Ia takut Rinko akan berhenti menulis sebab kecewa 2 kali.
Tetsuro jai khawatir memikirkan kemungkinan itu.

Sementara itu Rinko di rumah sudah sangat kelelahan. Ia membuang naskah yang ia tulis dan meminta bertemu dengan Okuda. Ia tidak ingin sendirian malam ini. dikala ia berangkat, ia melihat kuliner muncul dan ia galau kenapa kuliner tidak menghentikannya. Makanan menyampaikan apa yang mereka inginkan yaitu Rinko bahagia, jika Rinko senang dengan ini, mereka tidak akan menyampaikan apa-apa.
Rinko tiba ke kafe Okuda-san.

Hmmmmmmmmmmmmmmmmm.
Okuda kayaknya orang baik sih, tapi saya khawatir ada plot twist dengan karakternya.
Maksud aku, kok cepat banged ya ia bilang ia suka Rinko gitu lho, apakah ada sesuatu, atau memang ia jatuh cinta pada Rinko.
Pokoknya saya sedikit curiga dengan Okuda-san.

Rinko kasihan banged memang ya. Ia sudah sangat berusaha dan saya benar-benar fikir kali ini ia akan berhasil. Tapi ternyata ia gagal lagi. Aku mengerti jika ia sudah cukup lelah dengan semuanya dan ingin mearikan diri, kemudian bertemu dengan orang menyerupai Okuda, ia alhasil menemukan daerah bersandar. Tapi saya harap ia nanti akan sadar.
Aku ingin tau kenapa screentime Tetsuro makin usang makin dikit HAHAHAHAHHAHA. Aku jadi ragu jika ia nggal akan ada loveline lagi sama  Rinko, padahal saya suka dia.
Sepertinya sih ia akan menjadi orang yang menyadarkan Rinko, saya harap begitu.

Aku kecewa sama Koyuki nih. Dia balikan lagi sama si Marui itu.
Tetap aja menduakan namanya, meski kekerabatan Marui dan istri nggak baik, tapi istrinya gres melahirkan lho. Makara saya nggak sanggup bilang ini laki-laki baik. Harunya ia juga memikirkan anak-anaknya.
Aku males banged sama Koyuki. Mending Kaori deh, di episode ini tampaknya ia belum menghubungi Ryo sih.
BTW Nana Eikura pada syuting drama ini sedang hamil kan ya, pantes bajunya gede-gede ya hehehehe.

Continue Reading

More in Eikura Nana

To Top