Connect with us

Locafest.co.id

[Recap] Tokyo Tarareba Girls Episode 6

Eikura Nana

[Recap] Tokyo Tarareba Girls Episode 6

Rinko kesannya punya pacar dan Okuda-san baik padanya. Tapi yang dicari dalam sebuah hubungan bukan cuma pemuda baik aja. Cocok atau tidaknya yakni hal yang penting. Sayangnya mereka berdua tidak berusaha untuk saling mengerti lebih jauh. Menurutku seharusnya mereka berusaha mereka saling berusaha mengerti satu sama lain dulu.  Tapi saya mengerti kenapa Rinko mengambil keputusan itu. Itu yakni hal terbaik, sebab pada kesannya yang ia cari yakni cinta dan begitu ia menemukannya, ia tak sanggup bertahan hanya sebab ia mendapatkan cinta sementara ia tak menyayangi orang itu.

Rinko sudah memantapkan hati untuk berpacaran dengan Okuda-san, sebab kesempatan menyerupai ini tidak tiba 2 kali. Kekecewaannya sebab script-nya tidak di terima lagi tampaknya sudah sirna dikala pagi harinya ia terbangun di kamar Okuda-san. Ia terbangun dengan wajah tersenyum mengingat bagaimana Okuda-san mengajaknya untuk pacaran.
Rinko keluar dari kamar dengan sedikit malu-malu dan Okuda yang sedang memasak menyambutnya. Okuda sudah menyiapkan sarapan sehat untuk Rinko dan Rinko makan dengan sangat bahagia. Ia merasa sangat sangat senang hari itu dan Okuda tersenyum melihatnya, ia menyampaikan senang melihat wajah senang Rinko menyerupai itu. Ia bahkan menyampaikan seandainya ia sanggup melihat wajah itu setiap pagi, selamanya. Rinko tentu saja kaget, selamanya = bersama selamanya artinya menikah kan ya?
Rinko eksklusif terbang ke awan HAHAHHAHAH. Ia berfikir kalau ini yakni momen yang selama ini ia tunggu.

Rinko tentu saja eksklusif melaporkan hal ini pada 2 temannya. Mereka bertemu di restoran ayah Koyuki. Rinko menceritakan apa yang terjadi dan temannya benar-benar kaget, Kaori menyampaikan perkembangan hubungan mereka berdua sangat cepat. Koyuki bahkan menyampaikan kalau besok Rinko dan Okuda eksklusif aja ke kantor KUA HAHAHAHA.
Rinko benar-benar terlihat bahagia, lebih tepatnya dikala teman-temannya menggodanya perihal pernikahan, ia malu-malu tapi excited. Koyuki menyampaikan kalau Rinko sangat silau, aura kemenangan tiba dari tubuhnya. Kaori setuju, Rinko terlihat semakin jauh dari mereka berdua.
Rinko kemudian mengalihkan pembicaraan, bertanya mengenai perkembangan hubungan Koyuki dan Kaori.
Koyuki menyampaikan kalau ia tidak sanggup putus dari Marui-san, dikala ia melihat wajah Marui-san ia jadi lemah sebab ia menyukai Marui.
Sementara Kaori menyampaikan ia memutuskan tidak bekerjasama dengan Ryo lagi, ia sedang persiapan mencari jodoh, ia sudah mendaftar ke biro jodoh dengan biaya yang cukup mahal. Teman-temannya menyemangati Kaori yang ingin punya anak sebelum olimpiade 2020.

Mereka bertiga bersulang untuk kebahagiaan bersama dikala tiba-tiba Key dan Ryo datang.
Key menyerupai biasa mengejek mereka tarareba-san yang menceritakan kisah tarareba setiap hari. Rinko kesan dan memperjelas kalau mereka tidak bertemu setiap hari dan menyuruh Key berhenti memanggil mereka Tarereba-san.
Ryo yang hanya fokus pada KAori eksklusif duduk disamping Kaori meski Kaori melarangnya sebab mereka tidak mau satu meja dengan pria. Ryo tak peduli dan eksklusif memperlihatkan poster konser Bumkeys. Bumkeys akan melaksanakan tour keliling jepang. Kaori tidak peduli dan eksklusif bangkit, pindah kawasan duduk ke depan Ryo, biar nggak samping-sampingan dengan Ryo.
Rinko berbisik pada Kaori untuk tidak terpengaruhi oleh Ryo, Kaori dihentikan goyah dengan rencana mencari pasangan hidupnya.

Karena Koyuki harus membantu ayahnya, jadi mereka tinggal berempat dan Ryo menyampaikan kalau mereka menyerupai double date disana. Tentu saja Rinko dan Kaori tidak setuju, tapi Ryo menyampaikan kalau Rinko dan Key tampaknya bekerjasama baik dan Kaori sedikit baiklah dan ia hampir menyampaikan rahasia Rinko yang bermalam dengan Key,untung Rinko menghentikannya HAHAHHAHAA.
Kaori kemudian membahas ijab kabul Rinko dan Okuda-san, menciptakan Rinko malu, sebab mereka belum sejauh itu. TApi Kaori yakin mereka akan menikah.
Kaori menceritakan pada Ryo sebab ia ingin tau dan Ryo yang mendengar hubungan Rinko dan si Okuda sangat cepat perkembangannya, berfikir kalau Okuda itu playboy. Tentu saja KAori dkk murka padanya, Okuda yakni laki-laki baik.
Key tampak membisu saja dan tidak tertarik tapi kemudian mengucapkan selamat pada Rinko. Rinko kesal sebab ucapan itu tidak terdengar tulus.
Kemudian Rinko menerima pesan dari Okuda yang memintanya menginap lagi malam ini. Kaori dkk sangat excited dan menyampaikan kalau Okuda san niscaya sangat menyukai Rinko sebab ingin melihat wajahnya setiap hari. Rinko jadi malu.

Rinko kembali ke rumah dan berkemas, kemudian 2 makanan tiba lagi menganggunya. Mereka menyampaikan kalau Rinko dan Okuda seolah menyerupai sudah tinggal serumah kalau tiap malam Rinko menginap disana.
Rinko tertawa dan menyampaikan kalau terlalu cepat untuk menyampaikan hal menyerupai itu. Tapi ia excited juga sih apalagi dikala mereka menyampaikan kalau Rinko dan Okuda terlihat menyerupai pasangan yang sudah menikah, dan dilihat dari situasinya tampaknya ijab kabul sudah di depan mata.
Rinko lagi-lag excited sendiri HAHHAHAAHA. Saat ia kembali ke pikiran normalnya, dua makanan sudah hilang LOL.

Malam itu Rinko tiba ke kafetaria Okuda dan Okuda sudah menyiapkan minuman hangat dan makanan untuknya. Rinko sangat tersentuh, melihat Okuda yang sangat baik padanya.
Okuda berkata kalau sebentar lagi kafetaria akan tutup dan mereka akan pulang bersama. Ia bertanya apakah Rinko suka film perancis, Rinko membenarkan. OKuda mengajaknya nonton film nanti.
Dan jadilah mereka berdua menonton film perancis dikala tiba di rumah. Ternyata Rinko bohong. Ia tidak suka film perancis sebab menurutnya itu membosankan dan ia bahkan ngantuk kalau menontonnya.
Tapi sebab ada Okuda disampingya ia tak sanggup tertidur dan mencoba tetap terjaga, bahkan mencubit badannya sendiri biar tidak ngantuk HAHAHHAAHAHHAHAHAH.
Sementara Okuda kelihatan sangat serius menontonnya HAHHAHAH

Saat mereka selesai menonton, Rinko ke kamar mandi untuk mandi dan melihat kamar mandi OKuda yang sangat sangat sangat rapi. Ada banyak handuk higienis disana, yang artinya Okuda-san akan mencucinya sehabis sekali pakai. Melihat disekitar kamar mandi saja Rinko sudah tahu kalau OKuda ini orangnya rapi banged, pencinta kebersihan.
Saat mereka tidur bersama, Rinko masih terbangun terlihat tersenyum bahagia, tampaknya ia menikmati hari bersama Okuda yang sudah terlelap.
Rinko bersiap tidur, Okuda ini agak lasak juga, Selimut diambil sendiri HAHAHHAHAAHAH, Rinko hingga kedinginan sebab nggak kebagian selimut LOL.
Pagi harinya posisi tidur Rinko berubah 180 derajat HAHAHAHAHHAHHA.
OKuda sudah bangun pagi itu dan bersiap lari pagi, berolahraga. Ia mengajak Rinko tapi Rinko memakai alasan kalau ia tidak membawa baju lari hari itu. Okuda mengerti dan menyampaikan akan memasakkan sarapan sehabis ia pulang nanti.
Rinko melanjutkan tidurnya sehabis Okuda pergi.

Setibanya di rumah, Rinko menghubungi temannya dan mereka bertemu di rumah Rinko. Rinko menceritakan masalahnya, kebebasan dikala dirumah sendiri dan dirumah orang sangat berbeda dan membuatnya tidak nyaman sebab harus jaim HAHHAAHHAH.
Biasanya Rinko memakai handuk sehabis beberapa kali pakai, kalau nggak ada kerjaan ia menonton film sambil makan snack, bahkan sambil tiduran dengan santai.Dirumah sendiri nggak ada yang mengawasi, jadi dikala berada di rumah Okuda, ia sama sekali nggak merasa bebas.
Kaori menyampaikan itu hal biasa, semua orang juga mengalami hal yang sama, merasa nervous dan tak hening pada awalnya. Meskipun beliau pacarmu, pada awalnya beliau tetaplah orang asing.
Koyuki menyampaikan kalau Rinko terlalu usang tinggal sendirian, makanya kesulitan beradaptasi.
Rinko kesannya mengerti, temannya mengingatkan kalau awalnya memang sulit tapi Rinko harus memikirkan akhirnya. Rinko memuji Koyuki dan Kaori terlihat menyerupai veteran dalam hubungan percintaan dimatanya AAHAHAHAHAHA.
Kaori melihat jam dan ingat ia ada komitmen dengan perusahaan perjodohan dan ia harus pergi, jadi kedua temannya meninggalkan ruman Rinko. Setelah keduanya pergi, Rinko memantapkan hati kalau ia tak boleh selamanya begini, sebab kesempatan tidak tiba 2 kali.

Di lokasi syuting Seasons of Love, Key menceritakan mengenai Rinko yang akan menikah pada Tetsuro. Tentu saja Tetsuro terkejut mendengarnya.
Ia eksklusif bertanya laki-laki menyerupai apa yang akan menikahi Rinko dan Key menyampaikan yang ia tahu laki-laki itu yakni bartender. Tetsuro tampak sangat khawatir.
Key juga menyampaikan kemungkinan Rinko akan berhenti menulis sehabis menikah. Tetsuro makin khawatir.

Kaori ada di biro jodoh dan terlihat bersemangat mengenai perjodohan ini. Sebenarnya mungkin lebih tepatnya ini biro ijab kabul gitu, jadi mereka mencarikan yang benar-benar serius bertemu dan akan menikah, mencocokkan laki-laki menyerupai apa yang diinginkan Kaori dan mencari laki-laki yang punya kriteria menyerupai Kaori juga.

Koyuki sendiri kencan di sebuah restoran dengan Marui. Keduanya tampak senang hingga salah seorang sobat ayah Koyuki tiba ke restoran itu dan mereka berdua harus menyembunyikan wajah mereka. Marui minta maaf sebab mereka tak sanggup kencan secara terbuka tapi Koyuki menyampaikan ia tidak masalah.
Tapi Marui tetap merasa tak yummy dan mengajaknya kencan secara terbuka lain kali. Koyuki tentu saja senang.

Tetsuro menelpon Rinko untuk menanyakan mengenai kabar yang disampaikan Key.
Rinko menyampaikan kalau hal itu belum pasti, tapi ada kemungkinan kalau ia memang akan menikah. Mengenai apakah ia akan lanjut menulis atau tidak, ia ragu, ia sudah kehilangan kepercayaan diri dan bahkan berfikir akan menyerah.
Tetsuro sangat khawatir dan mengingatkan Rinko dulu pernah berkata kalau ia ingin menulis drama menyerupai Sex and the City. Rinko jadi terdiam.
Tetsuro kemudian tersadar dan minta maaf, sebab itu yakni kesalahannya Rinko jadi kehilangan rasa percaya dirinya. Rinko menyampaikan kalau itu bukan salah Tetsuro, ia malah senang Tetsuro selama ini selalu memikirkannya.
Tetsuro kemudian harus menutup telponnya sebab syuting akan di mulai.

Rinko jadi kepikiran dengan apa yang dikatakan Tetsuro. Malamnya ia pergi ke restoran ayah Koyuki dan tak terlihat bersemangat. Key tiba menyerupai biasa, dan sebab nggak ada tempat, ia duduk di samping Rinko.
Para pengunjung di sana membicarakan mengenai Key yang muncul di dorama, mereka tak tahu kalau Key seorang aktor. Key menyampaikan ia masih rookie. Rinko berkata kalau ia juga melihat dorama Key dan menyerupai perkataannya waktu itu, Key tampaknya cocok menjadi aktor.
Key awalnya membisu saja, tapi kemudian ia menyampaikan kalau menciptakan drama ternyata sangat menyenangkan. Tiba-tiba Rinko mulai bersemangat, sebab ia sependapat dengan Key mengenai hal itu. Ia mulai menceriatakn bagaimana tim menciptakan sebuah drama, menyiapkan set untuk drama, pemain drama dan staff yang saling pundak membahu dan bla bla bla.
Tanpa sadar, Rinko memang terlihat bersemangat menceritakan hal itu, kemudian kemudian ia berhenti dan menyampaikan aneh baginya menceritakan hal itu dengan semangat padahal ia tidak punya pekerjaan sekarang.

Kaori tiba ke restoran dan heboh sebab tampaknya perjodohan ini akan lancar. Teman-temannya excited dengan kaori yang serius mencari pasangan dan mereka juga membahas Kaori yang ingin punya anak di olimpiade Tokyo 2020.
Seperti biasa, Key kembali memanggil mereka tarareba-san dan Kaori kesal sekali, kali ini ia nggk tahan pengen memukul Key, katanya Key perlu sekali-sekali di pukul sebab bicara menyerupai itu pada orang yang lebih renta darinya.
Melihat ketiganya yang excited dengan pernikahan, Key berkata, Kau tidak akan senang hanya sebab kamu menikah (dia membahas mengenai tarareba-san yang kelihatan mencari kebahagiaan dengan pernikahan, sebab berdasarkan Rinko dkk menikah = bahagia, jadi Key menyampaikan hanya sebab menikah belum tentu kebahagiaan yang mereka cari akan datang, sebab ijab kabul tidak selamanya senang juga).
Kaori tersinggung dan mulai berteriak ia tak mau mendengarkan nasehat dari orang yang belum menikah menyerupai Key dan Rinko mengingatkan kalau Key sudah menikah HAHAHHAHAHAHA.
Setelah suasana agak tenang, Rinko menatap Key dan kepikiran dengan perkataan Key tadi seperti ia menyampaikan pernikahannya tidak bahagia. Ia jadi ingin tau kenapa istri Key meninggal apakah sebab kecelakaan atau hal lain. Ia sangat ingin bertanya tapi ia tak sanggup bertanya.
Key menyadari ia semenjak tadi di tatap dan menyampaikan pada Rinko kalau ingin bertanya sesuatu maka tanya saja, jangan terus menatapnya begitu sebab itu mengganggu HAHAHAAHHHAHA.

Rinko tiba di rumah dan mulai sms sayang-sayangan pada Okuda. OKuda sangat baik dan perhatian padanya. Rinko jadi senang dan bahagia.
Okuda bahkan mengajaknya kencan besok pagi dan Rinko sangat senang.
Tapi ternyata kencan yang dimaksud Okuda yakni lari pagi bersama-sama HAHHAHAAHAH.
Rinko jarang olahraga jadi ia kesulitan LOL. Ia sesak nafas mengikuti Okuda yang berlari dengan bersemangat. Tapi ia harus menahannya demi Okuda.

 

Dan semenjak dikala itu dimulailah hari-hari Rinko yang penuh dengan kebohongan dan rasa tidak nyaman. Bertemu dengan Okuda, 90% yang mereka bicarakan yakni film HAHAHHAHAHA.
Okuda memberinya setumpuk film perancis dan ingin Rinko menontonnya, kapan-kapan mereka sanggup membahasnya, kalau ketemu di rumah mereka akan menonton film yang genrenya nggak disukai Rinko. Kalau sedang menonton, Okuda sangat serius dan tak bicara sepatah katapun, kalau Rinko bicara ia menyuruh Rinko diam, kalau mereka menonton komedi, satu-satunya yang tertawa yakni Rinko sementara Okuda tanpa eskpresi HAHAAHHAHAHAHAHHA.
Bahkan suatu hari Okuda menyampaikan kalau Rinko memotong rambutnya menyerupai gadis di cover film maka ia akan sangat senang HAAHAHA

Rinko menceritakan hal itu pada Koyuki dan Kaori. Meski Okuda tidak menyuruhnya mengubah gaya rambut secara langsung, tapi Okuda menyampaikan ia akan sennag jikalau Rinko melakukannya, itu sama saja. Temannya malah setuju, kalau itu menciptakan Okuda senang, kenapa enggak. LOL.
Rinko juga mempermasalahkan meskipun ia menyukai movie dan pembicaraan mereka 90% perihal movie, tapi selera mereka berbeda. Dan setiap hari mendengarkan movie yang disukai Okuda tapi ia tak suka, itu membuatnya lelah sebab ia harus berpura-pura tertarik.
Kaori menyampaikan kalau hanya dilema itu, Rinko sanggup menahannya, sebab itu juga bukan hobi yang aneh. Rinko menyampaikan ia paham akan hal itu, hanya saja…..
Koyuki menyampaikan kalau dalam hal ini, Rinko terlihat selfish. Kaori setuju. Pria cool dan baik menyerupai Okuda menentukan perempuan menyerupai Rinko itu merupakan keajaiban. Ia ingin Rinko menahannya dan lebih bersabar, kalau tidak Rinko akan dikutuk.

Rinko pada kesannya akan mengubah gaya rambutnya, ia sudah kesalon tapi dipikir lagi, ia tak sanggup melakukannya.
Saat akan pulang, ia bertemu dengan Mami-chan dan kaget melihat Mamichan sudah berubah, ia bahkan mengganti gaya rambutnya.
Mami-chan menyampaikan pacarnya menyarankan gaya rambut itu sebab cocok dengannya, jadi ia menggantinya.
Ia menyampaikan kalau pacarnya sangat baik, apapun yang dikatakan pacarnya, ia jadi merasa itu benar dan niscaya akan mengikutinya.
Mami-chan kemudian meninggalkan Rinko sebab Mami sibuk. Rinko menatapnya dari jauh dan melihat Mami terlihat senang dengan kekasihnya menciptakan Rinko berfikir, kalau dulu ia selalu menertawakan gadis yang berubah demi pacarnya tapi kini ia merasa mereka yakni perempuan yang hebat. Ia iri melihatnya.

Rinko tidak terlihat bersemangat dikala ia menemui Okuda di bar. Okuda masih sangat baik padanya, tapi hatinya terasa ada yang mengganjal.
Rinko bertanya pada Okuda, kalau dikala itu ia menyampaikan ia tidak menyukai Film, apaka Okuda masih akan pacaran dengannya?
Okuda membenarkan, bahkan jikalau Rinko membenci film, ia pikir jikalau mereka menontonnya bersama, Rinko akan menyukainya pada akhirnya.
Rinko mengerti dan memaksakan diri untuk tersenyum. Okuda menyampaikan impiannya nanti yakni sehabis menikah ia ingin menonton 1 film setiap malam, setiap harinya. Rinko hanya sanggup tersenyum mendengarnya.
Kemudian Okuda bertanya mengenai film kesukaan Rinko, mereka sanggup menontonnya kapan-kapan. Rinko kemudian bersemangat dan menyampaikan ia ingin menonton Sex and the City.
Tapi Okuda menolak film itu sebab ia tak menyukai genrenya, ia tidak suka film percintaan, ia bertanya pada Rinko apakah ada judul film lainnya.
Rinko terlihat terkejut meskipun senyum ada di wajahnya, ia menyadari kalau mereka melanjutkan hubungan ini, Okuda akan tersakiti, pada akhirnya, Rinko merasa mereka berdua tidak cocok bersama.

Koyuki dan Marui hari itu berkencan di publik.
Marui bahkan menggandeng tangan Koyuki, dan Koyuki tampak bahagia.
Sementara Kaori yang ada di biro perjodohan menemukan pasangan yang cocok 90% dengan kriterianya dan mereka akan segera bertemu. Hanya saja tiba-tiba Ryo menelpon menyampaikan ia menunggu Kaori di kawasan Kerja Kaori. Meskipun Kaori menyampaikan ia tak sanggup datang, Ryo menyampaikan ia akan menunggu hingga Kaori datang.
Saat berjalan ke ruang pertemuan dengan calon suaminya, Kaori jadi berfikir lagi. Memang kata orang godaan selalu tiba ya HAHAHHAHAHA. Tepat sebelum ia melangkah masuk, Kaori menciptakan keputusan untuk berlari menuju Ryo. Ia meninggalkan perjodohan itu.
Kaori tiba di kawasan kerjanya dikala sore hari dan Ryo masih menunggu disana. Ryo gres pulang dari tour keliling jepang dan membelikan buah tangan untuk Kaori. Hal kecil itu justru menciptakan Kaori tersentuh.
Kaori menyadari kalau ia benar-benar gadis yang tidak baik, pada kesannya ia tidak sanggup melepaskan Ryo. Ia menyadari kalau ia menyayangi Ryo dan memeluknya.

3 sekawan bertemu di restoran ayah Koyuki dan terlihat menghela nafas.
Kaori menceritakan kalau ia kembali bersama Ryo. Ia sudah kehilangan kesempatan punya anak sebelum olimpiade 2020. Koyuki juga menceritakan mengenai ia dan Marui dan tidak sanggup meninggalkannya.
Melihat dua temannya yang punya dilema cinta masing-masing dan jujur menceritakannya, Rinko pun kesannya ingin jujur. Ia bertanya apakah dikala Kaori dan Koyuki bersama pacar mereka, mereka merasa lelah.
Tentu saja keduanya menggeleng dan Rinko menyampaikan itulah yang ia rasakan. Ia merasa lelah setiap kali bersama Okuda. Awalnya ia berfikir kalau ia sanggup menahannya, tapi selera mereka benar-benar tidak cocok dan itu menjadi semakin sulit baginya. Apalagi Okuda tidak menyukai Sex and the City. Rinko sendiri sehabis menonton film itu ia memutuskan ingin menjadi penulis dan film itu yakni film yang sangat special baginya. Tapi Okuda tidak menyukai film itu dan ia merasa menyerupai dirinya ditolak oleh Okuda.

 

Mereka bertiga hanya sanggup menghela nafas. Rinko bertanya-tanya mana kira-kira yang lebih baik, seseorang yang sudah memiliki orang lain, tapi dikala bersamanya terasa menyenangkan dan seseorang yang sepenuhnya milikmu, tapi orang itu tidak cocok denganmu.
Ketiganya tidak sanggup memperlihatkan balasan yang niscaya mengenai hal itu. Rinko bertanya-tanya gotong royong ijab kabul itu apa dan mereka tak sanggup menjawab sebab mereka belum pernah melakukannya.
Rinko berkata, dikala kita menikah, kita mendapatkan ucapan selamat dari semuanya. Saat kita sudah remaja dan belum menikah, orang-orang membicarakan kita dibelakang, menyampaikan kalau kita menyedihkan.
Kaori menyampaikan dikala ia kecil, ia pikir menikah dan memiliki anak yakni sesuatu yang akan diberikan dari sananya, tapi pada kesannya ternyata itu tidak diberikan begitu saja.
Koyuki berfikir ia ingin mencari kebahagiaan tanpa menikah, tapi Kaori menyampaikan bagaimana pun ia tetap ingin menikah.

Sepulang dari restoran, Rinko bertemu dengan Key di kawasan biasa dimana Key melihat menara Tokyo.
Kali ini Rinko kesannya menanyakan maksud Key waktu itu, ‘hanya sebab menikah belum tentu kamu bahagia’.
Key menyampaikan kalau itu bukan dirinya, yang ia maksud. Rinko mengerti dan bertanya orang menyerupai apa istri Key.
Key menyampaikan kalau beliau yakni guru dikala SMA. Dia tidak punya waktu untuk hidup di dunia ini sebab penyakitnya. Saat itulah ia mendengar keinginan sederhana gurunya yakni menjadi seorang istri dan Key bersedia mengabulkan keinginan itu.
Key dan gurunya menikah dan gurunya berterima kasih sebab mengabulkan impiannya.
Key menyampaikan pada Rinko, dari luar, orang-orang menganggap kalau mereka bermain-main. Tapi tentu saja tidak, ia melakukannya untuk mengabulkan keinginan gurunya dan ia berharap gurunya akan mencintainya.
Rinko mengerti sekarang, Key menyukai gurunya, sebab itu ia bersedia melakukannya. Key terlihat akan menangis mengingat kenangan itu.
Rinko menyampaikan kalau Key sangat mengagumkan, melaksanakan hal menyerupai itu untuk orang yang ia cintai.

Rinko kembali ke rumahnya dan masih memikirkan Key. Kemudian ia kesannya menyadari sesuatu, kalau selama ini ia tidak menyukai Okuda.
Para makanan muncul dan menyampaikan kesannya Rinko menyadarinya. Mereka mengingatkan Rinko dikala kencan pertamanya dulu, ia menyampaikan kalau ia memutuskan akan jatuh cinta pada Okuda, disanalah kesalahan Rinko.
Cinta tidak bekerja menyerupai itu. Kau tidak akan jatuh cinta hanya sebab kamu memutuskan untuk jatuh cinta.
Cinta bukanlah sesuatu yang sanggup kita pilih. Itu yakni sesuatu dimana kita terjatuh kedalamnya.

Kaori di rumah bersama Ryo dan bertanya apakah Ryo pernah merasa lelah dikala bersamanya.
Ryo menyampaikan tentu saja tidak, ia senang dikala bersama Kaori dan merasa menyerupai dirinya sendiri.
Kaori tersentuh sebab hal itu, dalam hatinya ia berkata pada Ryo untuk memutuskan pacarnya dan pacaran yang gotong royong dengannya. Tapi ia tidak sanggup mengatakannya pada Ryo.
Koyuki malam itu juga bertemu rahasia dengan Marui-san.
Kaori dan Koyuki menyadari posisi mereka, dimana mereka menyukai laki-laki ini, tapi laki-laki ini bukan milik mereka, mereka menyayangi satu sama lain, tapi mereka tidak sanggup menikah.

Rinko juga menyadari kalau ia dan Okuda sanggup bersama, tapi mereka tidak cocok.
Keesokan harinya, akhirya Rinko memberikan perasaannya pada Okuda. Okuda bertanya apa kesalahannya tapi Rinko menyampaikan Okuda tidak salah apa-apa, yang menjadi dilema disini yakni Rinko sendiri.
Ia mengakui kalau ia memakai Okuda sebagai alasan, sebab kisah cinta dan pekerjaannya sedang buruk, sebab alasan itu ia mengakibatkan Okuda sebagai pelarian.
Rinko menyadari kalau ia sangat jahat dan meminta maaf.
Pada kesannya keduanya berpisah baik-baik. Saat melihat Okuda meninggalkannya, Rinko berkata dalam hati kalau ia mendengar dirinya dari 10 tahun yang akan datang, berteriak padanya untuk menghentikan laki-laki baik itu, jikalau tidak ia akan sendirian selama 10 tahun kedepan.
Tapi ia tidak sanggup bergerak.

3 sekawan bertemu lagi, kali ini di atap gedung.
Kaori bertanya apakah Rinko tidak menyesalinya:
KOyuki setuju, Rinko gres saja membuang seorang laki-laki yang baik dalam segala hal.
Rinko mengakui ia akan menyesalinya suatu hari nanti, Okuda sangat baik, tapi ia tidak baik untuk Okuda.
Kaori menyampaikan kalau itu keputusan yang ndeso tapi itu tidak salah. Karena Rinko tahu bagaimana rasanya dan menciptakan keputusan yang terbaik menurutnya.
Koyuki setuju, Okuda mungkin akan tersakiti tapi itu lebih baik dari pada terus berkencan dengannya padahal Rinko tahu itu salah.
Kaori menyampaikan Rinko sama sekali tidak menyakiti siapapun, ini keputusan terbaik.

Rinko kesannya sanggup tersenyum dan berkata tapi mungkin ia mengganggu seseorang dengan keputusan ini, dirinya di masa depan.
mereka menghela nafas dan mengerti.
Rinko berteriak, Aku minta maaf, Masadepanku!
Ketiganya memandangi langit yang luas.

Mereka bertiga kemudian pulang sambil membicarakan si pirang, apakah mereka ingin Rinko mempertimbangkan si pirang? HAHAHHAHAHA.
Rinko kembali ke rumah dan ia terkejut melihat Tetsuro disana, menunggunya.
Apa yang terjadi?

Hmmmmmmmm.
Well, sebuah keputusan yang manis sih.
Kalau merasa nggak cocok, sebaiknya mengakhirinya, sebab kalau tidak, Rinko akan terus hidup dalam kebohongan, membohongi perasaan sendiri dan akan menciptakan Okuda semakin terluka nantinya.
Tapi ada masanya pengertian sangat diharapkan ya, Rinko sendiri belum sempat menyampaikan masalahnya pada Okuda  dan tidak pernah menyampaikan isi hatinya. Mereka juga tidak pernah berdiskusi.
Tapi pada akhirnya, Rinko memang tidak menyayangi Okuda, disitu sih masalahnya.

Melupakan memang sangat sulit untuk dilakukan, apalagi dikala orang itu selalu ada disekitar kita. Aku mengerti perasaan Kaori. Tapi Ryo ini, bukannya harusnya ia berfikir lebih panjang ya, masa beliau nggak ada niat memutuskan pacarnya yang kini sih. Karena kalau dilihat-lihat beliau beneran cinta sama Kaori. Kalau tersu main dua sih nggak ada yang akan bahagia.
Sama dengan Koyuki, ughhhh, si Marui beneran nggak ada kepikiran sama anaknya ya, contohnya beliau memang nggak menyayangi istrinya lagi, istrinya gres melahirkan anaknya lho, itu anak beliau yang buat juga. TApi malah bilang cinta ke perempuan lain, helloooooooo.
Koyuki tahu itu salah tapi tetep aja, katanya cinta, atas nama cinta zz_zzzzzzzzzzzzzzzzzZzZ.
Sulit berkomentar hal menyerupai ini, sebab yang namanya menduakan itu big NO.
Aku masih maklum sama Kaori dan Ryo, tapi sama Marui aduhhh, saya nggak sanggup bilang beliau pemuda baik, NO!
Kalau beliau sanggup melaksanakan itu sama istrinya yang kini nggk ada jaminan beliau bakalan setia sama Koyuki.

Right, bicara mengenai film, meskipun itu film box office, manis banged, akseptor penghargaan dan lain-lain, kalau kita nggak suka genrenya, filnya akan terasa membosankan dan kita ngantuk. KArena itu selera beda-beda. Aku pernah mengalaminya, sebab banyak yang memuji filmnya, tapi sekali nonton maap-maap aja, saya ngan tuk berat HAHAAHAHHAHA. JAdi memang, semuanya dilema selera ya, apalagi bagi kita yang bukan pengkritik film dan hanya menonton sebab suka ceritanya, nggak ngerti apa-apa perihal akting ini dan itu.
Aku sering menyampaikan kalau selera film saya aneh, sebab saya selalu menyukai underrated movie yang kata orang nggak manis tapi saya menikmatinya, kadang yang manis banged malah boring. Makara tergantung genre dan nggak sanggup dipaksakan juga.
Ada orang yang nggak suka nonton film percintaan dan saya kalau menentukan film kalau nggak ada percintaannya saya nggak nonton, kecuali kalau list film percintaan habis, gres nonton uang nggak ada cinta-cinat HAHAHAHA

Continue Reading

More in Eikura Nana

To Top