Connect with us

Locafest.co.id

[Review] Anime Movie: A Silent Voice / Koe No Katachi (2016)

Anime Movie

[Review] Anime Movie: A Silent Voice / Koe No Katachi (2016)

“Once you’ve really hurt someone, It always  be in their mind. Even if they still have a smile on their face.”

Sebuah anime movie yang sudah usang saya tunggu-tunggu, tertarik lantaran posternya dikala itu, tanpa tahu ceritanya wacana apa. Aku menantikan movie ini cukup lama, bersamaan dengan Kimi no Na Wa. Movie ini tayang hampir sama dengan Kimi no Na Wa, tapi Kimi no Na Wa menjadi tren dan sangat populer, hingga detik ini belum rilis blu-ray-nya.
Movie ini mendapat cukup banyak penghargaan, jadi saya pikir mungkin bluray-nya juga bakalan usang rilisnya, makanya saya nggak tahan lagi dan mengecek manga-nya.
Lucu banged, 2 hari sehabis saya baca manganya, bluray-nya rilis HAHAHHAHAHAHHA Dasar. Dan tentu saja itu mensugesti dikala saya menonton animenya, lantaran animenya nggak selengkap manganya.

A Silent Voice a.k.a Koe no Katachi ialah sebuah anime movie yang rilis pada demam isu panas 2016 dan sempat menjadi box office, memenangkan aneka macam penghargaan, termasuk best anime film. Movie berdurasi 2 jam 10 menit ini disutradarai oleh Yamada Naoko (K-On!!, Tamako Market, Tamako Love Story).
Diangkat dari manga berjudul sama karya Yoshitoki Oima yang rilis pada tahun 2013-2014, movie ini bergenre drama, slice-of-life, school, shounen. Manganya sendiri memasukkan genre romance kedalam genre-nya, tapi sebetulnya berdasarkan saya romance di manganya hanya sedikit saja.
Movie ini diproduksi oleh studio Kyoto Animation, Sochiku. Untuk seiyu-nya sendiri, main seiyu ialah Hayami Saori dan Miyu Irino, pengisi bunyi Shouko dan Shouya. Mereka berdua pernah tolong-menolong menjadi seiyuu di anime series dan movie Anohana sebagai pengisi bunyi huruf Tsuruko dan Jintan.

A Silent Voice menceritakan wacana seorang anak wanita yang pindah ke sebuah sekolah dan menjadi sasaran bully lantaran ia tidak sanggup mendengar dan ia kesulitan bicara, suaranya sangat aneh. TApi ia selalu memperlihatkan wajah tersenyumnya meski ia dibully dan menciptakan yang lain makin kesal. Sampai suatu hari ia harus pindah sekolah dan semua orang menargetkan satu orang untuk disalahkan atas masalah bully itu. Orang itu ialah lead male kita, dimana sehabis si anak wanita pindah sekolah, ia menjadi sasaran bully selanjutnya. Dan ia menghadapi masa SD dengan sulit, bahkan di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas ia tidak punya sahabat dan ia memutuskan untuk bunuh diri. Tapi dikala itu ia kembali bertemu dengan gadis yang dulu ia bully dan bunuh dirinya gagal dikala bertemu dengan gadis itu lantaran kali ini ia tidak ingin menciptakan gadis itu menangis lagi.

Sebenarnya jujur saja saya agak kecewa dengan movienya lantaran sudah membaca manganya duluan.
Movienya kurang terperinci dan kadang bikin bingung, kita hanya sanggup terdiam dengan apa yang terjadi, kok bisa, bagaimana dan lain-lain.
Tapi dibalik itu inspirasi ceritanya sendiri sangat menarik dan terima kasih pada mangaka-nya, ini ceritanya memang TOP banged. Selain itu artwork-nya juga mantap, menyejukkan hati. Musiknya juga oke, meski ada beberapa pecahan yang terasa kosong.
Ini movie banyak bahasa isyaratnya, jadi beneran bikin galau lantaran ada beberapa yang nggak diterjemahkan, dan bahkan hingga detik ini saya masih mencari satu bahasa instruksi yang belum saya temukan artinya

SINOPSIS

-FYI: Sinopsis ini mengandung spoiler ending anime dan spoiler ending manga, lantaran saya sudah baca manganya jadi saya akan memasukkan beberapa kisah yang nggak ada di movie ini-

“Back then, If we could have heard each other’s voice, everything would have been so much better.”

Movie ini diawali dengan tokoh utama kita, Ishida Shouya yang terlihat menandai tanggalan di kamarnya dengan aneh, ia bekerja sambilan dengan rajin hingga ia mengumpulkan uang yang cukup, ia meletakkannya di kawasan tidur ibunya dan ia akan melaksanakan niatnya hari ini, bunuh diri.
Tapi hari ini ia gagal lagi, pada hasilnya ia jalan-jalan lagi disekitaran kota dan kita melihat kenangan masa kecilnya, apa alasan ia ingin bunuh diri?

Saat itu Shouya ada di dingklik SD, dikala seorang anak wanita pindah ke kelas mereka. Anak ibu berjulukan Nishimiya Shouko, seorang anak yang tidak sanggup mendengar dan tak sanggup bicara, ia memakai buku sebagai alat komunikasinya. Shouko ialah gadis yang ceria, ia selalu tersenyum dan mencoba berteman dengan semua orang. Awalnya semua anak berteman baik dengannya, tapi usang kelamaan mereka kesulitan, terutama Ueno Naoka yang duduk di belakang Shouko, lantaran Shouko tak sanggup mendengar dan bicara, ia harus menjelaskan banyak hal pada Shouko, kalau guru memanggil ia yang harus mengingatkan Shouko, kalau Shouko nggak ngerti ia harus menjelaskannya.

Saat pelajaran musik semuanya ikut menyanyi tapi Shouko selalu salah kapan mulai dan suaranya yang buruk menciptakan paduan bunyi mereka terasa aneh. Karena guru harus menganggap Shouko sama menyerupai anak yang lain, kadang ia menciptakan Shouko membaca dan bunyi Shouko sangat asing dan menjadi materi olok-olokan lead male kita, Ishida Shouya, ia bahkan menirukan bunyi Shouko dengan sangat aneh. Bahkan guru mereka menciptakan mereka mencar ilmu bahasa instruksi lima menit sebelum pulang sekolah semoga semua sanggup berkomunikasi dengan Shouko.
Dan itu menciptakan teman-temannya lelah, sehigga hasilnya Shouko dikucilkan dan tidak punya sahabat lagi. Shouko dikala itu hanya punya 1 sahabat tapi temannya berhenti tiba ke sekolah.
Shouya dkk mulai membully Shouko, mereka mengejek suaranya yang buruk dengan menulis di papan tulis menjelekkan Shouko meski Shouko membalas dengan terima kasih. Anak-anak makin muak padanya dan mulai melaksanakan hal yang lebih parah menyerupai mencabut paksa alat bantu pendengaran Shouko yang menciptakan indera pendengaran Shouko berdarah dan bahkan membuang buku Shouko yang biasanya dipakai untuk berkomunikasi.

Pihak sekolah hasilnya mengambil tindakan lantaran ibu Shouko hasilnya melapor mengenai alat bantu pendengaran anaknya yang sudah hilang 8 buah, padahal alat itu sangat mahal. Saat kelas di interogasi, semua belum dewasa melimpahkan kesalahan pada Shouya, Shouya tentu saja membela diri dikala itu lantaran belum dewasa lain juga menggaggu Shouko, tapi mereka membantah mereka tidak melaksanakan separah Shouya dan begitulah semua kesalahan ditimpakan ke Shouya dan ia menjadi sasaran bully selanjutnya, oleh teman-temannya sendiri. Sepatunya di buang, mejanya ditulisi oleh teman-temannya, dilempar ke kolam dlsb.
Setelah belum dewasa mulai membully Shouya, Shouko tidak dibully lagi, tapi Shouko tetap baik pada Shouya dan bahkan menghapus goresan pena di meja Shouya tapi Shouya sangat kesal pada Shouko lantaran merasa ini salah Shouko yang sellau tersenyum. Pada hasilnya terjadi pertengkaran ahli diantara keduanya dan sehabis itu Shouko pindah sekolah.
Sebelum itu ibu Shouya mendatangi ibu Shouko untuk meminta maaf, bahkan membawakan uang dan ibu Shouya dimarahi oleh ibu Shouko, di versi anime kita tak melihat hal itu, hanya dikala ibu kembali telinganya sudah berdarah.
Itu ialah rasa bersalah Shouya lantaran itu sebelum bunuh diri ia menabung untuk tebusan uang yang diberikan ibunya pada ibu Shouko.

Adegan selanjutnya saya sebetulnya agak bingung. Karena sebelumnya Shouya (SMA) sehabis gagal bunuh diri jalan-jalan lewat jembatan dan tiba-tiba beliau udah tiba disebuah gedung dan disana-lah beliau berpapasan dengan Shouko. Shouya cukup terkejut bertemu dengan Shouko sehabis sekian lama, bahkan Shouko sempat kabur lantaran shock tapi Shouya berhasil mengejarnya. Shouya membawa sebuah buku, buku yang 5 tahun kemudian dipakai Shouko untuk berkomunikasi, ia membuangnya ke kolam dan kini ia ingin mengembalikan buku itu.
Shouya selama 5 tahun sehabis bencana itu sudah mencar ilmu bahasa instruksi dan ia memakai bahasa iyarat untuk berkomunikasi dengan Shouko dan tiba-tiba ia mengajak Shouko berteman. Shouko sih kelihatan senang ya, matanya berkaca-kaca.
Setelah pertemuan itu, niat bunuh diri Shouya jadi menghilang. Ibunya yang sebetulnya tahu niat anaknya marah-marah lantaran menemukan uang itu dan mengancam akan membakarnya kalau Shouya tidak berjanji tidak akan melaksanakan hal itu lagi. Dan pada hasilnya Shouya kesepakatan ia tidak akan berfikir bunuh diri lagi, meskipun hasilnya uang hasil kerja Shouya terbakar jadi bubuk HAHHAHHAHAA.

“Don’t look at yourself through everyone else’s eyes.”

Shouya kini duduk di dingklik Sekolah Menengan Atas dimana ia sama sekali tidak punya teman. Alasannya adalah, lantaran duduk masalah bully di SD dulu. Saat ia Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas muncul gosip kalau ia menciptakan seorang anak di sekolahnya harus pindah sekolah lantaran ia mengganggunya dan itu menciptakan ia dijauhi oleh teman-temannya.
Di masa Sekolah Menengan Atas ini, Shouya tidak terlalu peduli, ia bahkan tidak pernah memandang wajah teman-temannya dan memperlihatkan kalau ia tak peduli, ada tanda X di setiap wajah teman-temannya. IA selalu sendirian dan merasa was was kalau ada dikelas lantaran merasa semua orang memandanginya dengan pandangan menjijikan.
Tapi suatu hari ia melihat salah seorang siswa di Sekolah Menengan Atas itu dijahili anak laki-laki yang menginginkan sepedanya tapi si anak alki-laki tidak menyerahkan begitu saja dan bahkan berteriak minta tolong pada Shouya yang ada disana. Akhirnya Shouya menolongnya dengan menyampaikan pada si anak tukang bully untuk membawa sepedanya saja. Dan begitulah Shouya kehilangan sepedanya.
Tapi kemudian ternyata anak yang ia tolong menemukan sepeda itu dan mengantar ke rumahnya. Anak itu ternyata sekelas dengannya dan duduk dibelakangnya, berjulukan Nagatsuka yang menjadi sahabat pertama Shouya. Meski awalnya Shouya menolak sih tapi Nagatsuka nggak mengalah mendekati Shouya.

Shouko sendiri menghabiskan waktu di sebuah klub yang memberi makan ikan mas di sebuah sungai, disana juga kawasan Shouya dan Shouko bertemu pertama kali, jadi Shouya tiba kesana lagi untuk menemui Shouko. Tapi seorang anak menyampaikan kalau Shouko tak ada meski Shouya melihat Shouko ada disana, si anak tetap bilang kalau Shouko tidak ada. Anak itu mengaku sebagai pacar Shouko dan Shouya percaya 100% HAHAHHAHAHHA. Padahal anak itu ialah adik wanita Shouko, berjulukan Yuzuru, yang nantinya ditolong oleh Shouya lantaran Yuzu kabur dari rumah sehabis bertengkar dengan Shouko.
Yuzu suka memotret, ia selalu membawa kameranya. Ia sangat protective pada kakaknya. Ia tahu kakaknya dulu dibully dan Shouya ialah pelakunya. Tapi melihat Shouya bersungguh-sungguh ingin berteman dengan kakaknya, ia jadinya malah menjadi sahabat baik Shouya dan selalu membantunya.
Yuzu pernah mengupload foto Shouya yang menjatuhkan diri ke sungai dan lantaran itu beliau di skors. Sebenarnya dikala itu Shouko dan Shouya bertengkar dan buku komunikasi Shouko jatuh jadi Shouko duluan yang melompat dan Shouya melompat bersamanya ke sungai untuk mencari buku itu. Shouko malah menyampaikan hingga jumpa pada Shouya yang menciptakan Yuzu tak mengerti kenapa kakaknya selalu tersenyum pada orang yang sudah berbuat jahat padanya.

Singkat cerita, Shouya, Shouko, Yuzu dan Nagatsuka mulai berteman dan mereka sering bertemu sepulang sekolah di jembatan kawasan memberi makan ikan. Suatu hari Shouya ingin meminta no telpon Shouko tapi Shouko menyampaikan akan memberikannya kalau Shouya mau mencari tahu dimana Sahara Miyoko sekarang. Sahara Miyoko ialah satu-satunya sahabat Shouko dikala ia dibully dulu dan berhenti sekolah sehabis beberapa saat.
Shouya bertanya pada Kawaii, sahabat sekelasnya di SD dulu dan kini mereka sekelas. Setelah tahu dimana Sahara bersekolah, Shouko dan Shouya melaksanakan perjalanan berdua kesana dan hasilnya bertemu dengan Sahara yang ternyata juga sangat merindukan Shouko. Dan disana juga Shouya bertemu kembali dengan Ueno. Ueno satu sekolah dengan Sahara dan bahkan satu klub.
Tahu dikala Shouya dan Shouko berteman, Ueno tertawa bagaimana sanggup si tukang bully dan yang dibully berteman baik. Ueno masih tidak menyukai Shouko hingga simpulan lantaran ia merasa Shouko sudah menghancurkan masa Sekolah Menengan Atas mereka. Tapi ia tidak menyampaikan langsung, melainkan dengan tindakannya yang sok baik pada Shouko.
Tahu kalau teman-teman SD berkumpul lagi, ia sengaja tiba ke kawasan ketemuan mereka di jembatan dan selalu merusak suasana.

Shouya sendiri memiliki sahabat baru, sahabat sekelasnya Mashiba yang tiba-tiba ingin berteman dengannya dan Kawaii memperkenalkannya. Aku rasa KAwaii menyukai Mashiba dan mereka menjadi erat dengan Shouya. Mereka juga jadi ikut berkumpul bersama Shouko dkk.
Shouko sebetulnya menyukai Shouya, ia bahkan mengubah gaya rambutnya demi Shouya dan menyatakan perasaannya tapi lantaran Shouko bicaranya aneh, Shouya jadi tidak mengerti maksud Shouko. Shouko menyampaikan ‘suki =suka’ tapi Shouya berfikir Shouko menyampaikan ‘tsuki = bulan’.
Shouya nggak ngerti apa hubungan bulan dengan perubahan gaya rambut Shouko dan sehabis itu Shouko bahkan meninggalkannya. ia jadi galau dan curhat pada Yuzu yang menciptakan Yuzu ketawa, pantes kakaknya murka pada Shouya.
Untuk memperbaiki hati Shouko, mereka menyarakan membawa Shouko kesuatu kawasan dan begitulah mereka ke taman hiburan. Awalnya sih hanya Shouya, Shouko, Yuzu, Nagatsuka, Kawaii dan Mashiba, tapi ternyata Ueno juga ikut.
Disana Shouya merasa asing lantaran Ueno terus dekat-dekat Shouko, terlihat bersikap baik pada Shouko. Tapi usang kelamaan ia lupa akan hal itu lantaran perjalanan ke taman hiburan ini benar-benar sangat menyenangkan baginya, ia bahkan bertanya apa boleh ia merasa sesenang ini. Karena ini pertama kalinya ia melaksanakan perjalanan dengan teman-temannya.

Ueno tau kalau salah satu sahabat SD mereka bekerja di taman hiburan itu dan sengaja menciptakan Shouya bertemu dengannya, laki-laki itu ialah sahabat Shouya dikala SD dulu, mereka sering bermain bersama, tapi sehabis bencana itu, temannya malah membully-nya dan temannya itu juga yang membuatkan gosip di Sekolah Menengah Pertama sehingga ia tak punya teman.
Shouya sebetulnya masih stress berat dengan hal itu dan Ueno sendiri memanas-manasinya. Ia ingin Shouya erat kembali dengan sahabat SD dulu dan berkata kalau semuanya salah Shouko, kalau Shouko tidak pindah ke SD mereka, kalau Shouko tidak ada, maka masa SD mereka niscaya menyenangkan dan tak ada masalah, mereka niscaya tetap erat menyerupai sekarang. Bagaimanapun, Ueno tidak menyukai Shouko, ia bahkan mengajak Shouko naik ke kincir berdua saja dan menciptakan semuanya khawatir.
Untung Yuzu meminta kakaknya membawa kameranya yang ternyata mode rekaman dan ia menonton rekaman tolong-menolong dengan Shouya di hari berikutnya. Di kincir terjadi pertengkaran antara Ueno dan Shouko dimana Ueno menyalahkan Shouko atas semuanya dan ia benci Shouko selalu tersenyum dengan apa yang terjadi dan malah meminta maaf padahal bukan salahnya.
Intinya sih Ueno ini kesal dengan Shouko yang menghancurkan hubungan teman-temannya dan selalu bersikap lemah dan bahkan membenci diri sendiri, ia tak memahami Shouko dan Shouko juga tak memahaminya, jadi mereka berdua tidak akan pernah sanggup cocok.
Di anime tak diperlihatkan bagaimana Shouko keluar dari kincir dimana wajahnya sudah merah lantaran dipukul.

“If crying will solve anything, I want you to cry.”

Masalah bully dikala Sekolah Menengan Atas terbongkar di kelas Shouya, lantaran Kawaii membongkarnya.
Kawaii ini sebetulnya anak bermuka 2, ia selalu membela diri sendiri dan menciptakan dirinya terlihat baik. Saat SD beliau menyalahkan Shouya dan menyampaikan ia tidak membully Shouko, ia bahkan menangis untuk mendapat hati semuanya.
Di Sekolah Menengan Atas ini nggak ada bedanya juga, padahal Shouya sudah bisik-bisik, Kawaii malah sengaja keras keras menyampaikan duduk masalah Bully dulu dan menyalahkan Shouya. Shouya tentu saja berfikir sehabis mereka bertemu Shouko setidaknya teman-temannya sadar kalau mereka juga salah dikala itu, tapi lagi-lagi Shouya yang disalahkan. Dan begitulah semua teman-teman sekelas tahu dan Shouya sakit perut lantaran traumanya dibicarakan dibelakang.
Pada dikala semuanya berkumpul di jembatan, mereka semuanya berkumpul lagi duduk masalah bully itu dan mereka hanya sanggup membela diri masing-masing dan menciptakan Shouya kesal, ia menyadari kalau semuanya salahnya dan diawali oleh dirinya, tapi yang lain bukan berarti nggak bersalah. Ia menyampaikan nggak ada yang innocent dalam hal ini, Sahara yang melarikan diri dikala SD lantaran takut di bully dan tak tiba ke sekolah, Ueno yang membully Shouko terang-terangan dan mulai hirau taacuh pada Shouko serta Kawaii yang bisanya hanya menyalahkan orang lain dan menciptakan diri sendiri terlihat tak bersalah.

Setelah bencana itu, belum dewasa tak lagi berkumpul di jembatan. Ada adegan dimana nenek Yuzu meninggal dunia, sayangnya nggak terlalu dijelaskan di anime dan jalan ceritanya juga sedikit berubah.
Setelah itu, lantaran sedang liburan demam isu panas, Shouko dan Shouya banyak menghabiskan waktu berdua, lantaran mereka kesepakatan akan jalan-jalan. Hari berikutnya mereka juga jalan-jalan lagi dan lagi, kali ini mengajak Yuzu juga.
Shouya bahkan membantu menciptakan camilan manis ulang tahun untuk ibu Shouko meski ibu masih membenci Shouya.
Mereka bahkan menonton program kembang api bersama-sama. Tapi disini Shouko memang kelihatan sudah sangat asing sih, menyerupai sesuatu terjadi padanya dan ia bahkan pulang duluan.
Yuzu sengaja meminta Shouya ke rumahnya untuk mengambil kamera, sebetulnya ia ingin Shouya banyak menghabiskan waktu bersama kakaknya.
Dan disanalah terjadi sesuatu yang saya sama sekali tidak menduganya.
Ternyata Shouko menyalahkan diri sendiri lagi lantaran pertengkaran Shouya dkk waktu itu dan ia ingin bunuh diri. Untung Shouya ada dirumah dan melihat hal itu. Ia berhasil menolong Shouko tapi ia tertarik ke bawah dan jatuh.
Shouya terluka dan koma.

Ueno kembali menyalahkan Shouko atas bencana itu, lantaran SHouko merasa menuntaskan semuanya jikalau ia mati. Ia menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi.
Ibu Shouko sendiri meminta maaf pada ibu Shouya lantaran itu semua terjadi lantaran puterinya yang mencoba bunuh diri. Demi kesadaran Shouya, Shouko ingin meminta maaf pada semua orang, termasuk Ueno meski Ueno berkali-kali menolak.
Tapi cara bagaimana Shouya sadar benar-benar menciptakan saya merinding, seolah ada telepati yang berpengaruh antara Shouya dan Shouko. Adegan di jembatan dikala mereka menciptakan kesepakatan benar-benar menyentuh.

Anime vs Manga

“We live in a world in which judgement is more important than getting to know that person.”

Aku minta maaf lantaran saya sama sekali nggak konsentrasi dikala menulis review ini lantaran kecampur-campur antara anime dan movienya.
Saat menonton anime ini, saya sudah membaca manganya hingga capter dimana mereka jalan-jalan ke taman hiburan, jadi saya sebetulnya cukup kecewa dengan animenya lantaran sangat banyak hal yang nggak dijelaskan dan menciptakan saya galau sendiri dikala menonton animenya.
Makara sangat membantu banged kalau sehabis kalian menonton animenya dan baca manganya untuk lebih jelasnya. Manganya cuma 62 chapter kok.

Banyak sekali hal yang tidak diperlihatkan di anime dan tidak dibahas dengan dalam.
Aku sangat kecewa dengan part Yuzu di anime ini. Di manga dijelaskan kenama Yuzu terlihat menyerupai pria, ternyata lantaran ia ingin melindungi kakaknya makanya ia mencoba terlihat menyerupai laki-laki dan kuat. Pernah suatu hari kakaknya pulang kerumah dengan menangis dan menyampaikan kalau ia ingin mati (kalau nggak salah kejadiannya sehabis Shouya mendorong Shouko ke kolam) dan dikala itulah Yuzu mulai memotret hal-hal aneh, hewan-hewan yang mati dan menempelkannya di dinding, untuk memperlihatkan pada kakaknya kalau mati itu menyeramkan, jadi jangan berfikir mati lagi.
Yuzu juga berhenti sekolah dan hubungannya dan neneknya sangatlah dalam, di movie hanya diperlihatkan sedikit. Nenek ingin yuzu memikirkan diri sendiri dan jangan hanya memikirkan kakaknya, makanya Yuzu mengenakan seragam dikala pemakaman neneknya. Sebenarnya di manga yang melihat ibu menangis ialah Shouya, di anime yang melihat ialah yuzu. Si manga, Yuzu merasa ibunya sangat dingin lantaran tidak menangis sedikitpun dan ia sangat kesal pada ibunya.

Lalu dimanga kita melihat hubungan ibu Yuzu dan nenek sangatlah dalam. Saat orang tuanya mengetahui kalau Shouko tuli, suaminya menyalahkan istrinya lantaran melahirkan anak tuli, kalau tahu menyerupai itu mereka tak akan menikah. Meskipun Shouko tuli sebetulnya lantaran sakit, mereka menyalahkan ibu yang melahirkan anak tuli dan tak sanggup merawat anak dengan baik. Pokoknya ayah Shouko beneran bajingan banged melimpahkan kesalahan sama istrinya, dan mertua ibu Shouko juga pengen rasanya nonjok2 muka mereka.
Akhirnya ibu dan ayah Shouko bercerai dan ibu Shouko menjadi ibu tunggal dimana ia kemudian tahu ia sedang hamil Yuzu. Nenek Shouko selalu ada disisi ibu dan membantu ibu merawat anak-anaknya. Ibu menyampaikan kalau ia akan menjadi ibu yang berpengaruh dan menciptakan anak-anaknya sanggup bangun sendiri, semenjak itu ibu tak pernah menangis dan memperlakukan anaknya dengan sangat keras. Itu sebabnya Shouko masuk ke kelas biasa lantaran ia ingin Shouko diperlakukan menyerupai anak normal dan jangan mengasihaninya lantaran Shouko harus menjadi anak yang kuat.
Dan begitulah ia sebagai ibu tunggal yang diakhir manga hasilnya ia baikan dengan ibu Shouya dan mereka berdua menjadi berteman.

Awalnya saya membenci Ueno lho, tapi lama-lama diversi manga Ueno malah terlihat menyerupai gadis jujur kalau benci ya bilang benci dan tidak bermuka dua, justr yang bermuka dua ialah Kawaii, sumpah saya nggak nyangka kalau saya beneran benci sama Kawaii.
Jujur aja, di versi manganya, Kawaii ini lebih memuakkan dari versi animenya. Ia suka mengambil hati orang lain dan menciptakan dirinya terlihat innocent dimata orang lain.

Dalam manganya, bully yang diperlihatkan lebih kejam dari animenya dan lebih terasa banged manganya, bagaimana frustasinya Shouko dan bagaimana Shouya dibully, bagaimana belum dewasa dikelas melindungi diri masing-masing dan melimpahkan semua kesalahan pada Shouya. Dan pertengkaran Shouya Shouko juga berbeda dengan versi anime, mereka bertengkar di depan loker lantaran Shouko membawakan sepatu untuk Shouya lantaran sepatu shouya dibuang teman-temannya.
Di versi manga meja Shouya dan Shouko sebelahan dan Shouya mengira Shouko masih dibully sehabis sasaran pindah padanya dan Shouko membersihkan mejanya sendiri, tapi sehabis Shouko pindah Shouya gres menyadari kalau ternyata selama ini yang dibersihkan oleh Shouko ialah mejanya dan disana beliau gres melihat kata-kata kejam yang ditulis teman-temannya.
Saat pertemuan mereka kembali, ia berjanji tak akan menciptakan Shouko menangis lagi dan akan berteman dengannya, ia sebetulnya ingin menebus kesalahannya dulu.

Ending di versi anime hanya hingga Shouya membuka hatinya untuk orang lain, dimana selama ini ia selalu membatasi dirinya dengan melihat kebawah dan melihat orang lain dengan tanda X di wajah mereka, lantaran ia stress berat dibicarakan dibelakang dan diejek.
Tapi di ending beliau hasilnya sanggup membuka hatinya untuk menatap kedepan dan jangan melihat kebelakang lagi.
Di versi manga, endingnya lebih jauh dari itu. Di manga juga membahas wacana harapan para tokoh sehabis semuanya berbaikan. Dimana Sahara dan Ueno berniat ke Tokyo sehabis lulus, mereka berhasil memenangkan penghargaan fashion, mereka ikut klub fashion di sekolah.
Shouko sendiri menemukan impiannya ingin menjadi menyerupai ibu Shouya yang membuka salon dan ia berangkat ke Tokyo bersama ibunya. Sementara Yuzu tinggal di desa bersama Shouya dan ia memenangkan kontes memotret.
Mashiba dan Kawaii lanjut ke universitas. Nagatsuka menyukai menciptakan film dan lanjut mencar ilmu film.
Ending manga ialah pertemuan kembali semuanya dikala upacara kedewasaa yang diadakan di desa.

Oia, di manga, mereka memiliki sebuah proyek film, dimana film ini wacana bully di SD dulu. Dan mereka melanjutkan menciptakan film dikala Shoya dalam keadaan koma. Kalau di versi anime dipelihatkan Shouko mendatangi smeua teman-teman untuk minta maaf, kalau di versi manga Shouko mendatangi semua teman-teman untuk memohon semoga proyek film mereka dilanjutkan.

Di anime diperlihatkan sedikit dikala Shouya jatuh dari lantai atas apartment Shouko, ada sahabat SD-nya disana. Awalnya saya nggak ngerti sih tapi di manga dijelaskan kalau yang menyelamatkan Shouya ialah temannya itu (yg dulu membully-nya).

Ini anime inspirasi ceritanya elok banged. Anime ini mengalahkan Kimi No Na Wa dalam sebuah ajang dimana Koe No Katachi memenangkan Best Film dan Kimi No Na Wa kalau nggak salah menang di best director atau cinematigraphy gitu.
Katanya sih inspirasi mengenai bully ini di Jepang masih ditakuti gitu menciptakan sebuah karya yang menyerupai dengan kenyataan. Karenanya manga Koe No Katachi sangat terkenal di Jepang. Kita melihat bully dari aneka macam sisi si tukang bully, alasan kenapa ia melakukannya dan sisi yang dibully bagaimana ia bertahan. Shouko berusaha bertahan dengan senyumannya dan ia meminta maaf lantaran alasan ia dibully ialah lantaran kekurangannya. Ia hanya ingin berteman dengan semua orang. Sementara disisi lain, tukang bully malah menjadi sasaran bully berikutnya lantaran semua kesalahan dilimpahkan padanya. Ia jadi tak punya teman, takut bersosialisasi , selalu merasa semua orang membicarakannya. Ia melewati rasa bersalah sepanjang waktu.
Tapi ada kalanya ia berubah menyerupai Shouya yang sudah tahu bagaimana rasanya di bully dan hasilnya dikala ia bertemu kembali dengan shouko ia tidak ingin menciptakan gadis itu menangis lagi dan mengajaknya berteman. Meski begitu bukan berartii kesalahan masa lalunya pribadi menghilang. Ia terus merasa bersalah dan bertanya-tanya, apakah ia boleh bahagia, apakah ia benar-benar sudah berteman dengan Shouko dan lain sebagainya.

Disini kita juga dibawa melihat kalau bully bukan hanya dalam bentuk fisik menyerupai melaksanakan kekerasan, tapi dikala mengabaikan seseorang dan membicarakan dibelakang juga termasuk bully. Kawaii sendiri menyampaikan ia tak tahu kalau hal yang ia lakukan dulu bully, ia sendiri memang tidak pernah melaksanakan kekerasan secara langsung, tapi beliau juga bukan innocent. Teman-teman sekelas Shouya beneran memuakkan semuanya dikala mereka SD. Jujur aja, saya pas baca manganya di awal saya berfikir saya nggak akan sanggup berpihak pada tokoh utama, tapi ternyata pada hasilnya HAHAAHAHHAHA.

Di anime sendiri, lantaran diperuntukkan untuk semua umur kali ya, jadi kekerasannya tidak diperlihatkan. Ada beberapa pecahan dimana hanya bayangan para tokoh utama yang terlihat dan kita nggak tahu apa itu kalau kita nggak baca manganya, lantaran disana nggak dijelaskan. Aku sih nggak sanggup bilang ini anime memuaskan ya, banyak yang nggak menciptakan saya puas LOL, lantaran saya udah baca manganya duluan.  Jujur aja, saya nyesel baca manganya duluan, soalnya saya nggak tahu ini anime rilis 17 Mei, saya malah baca sekitaran tanggal 15 ato 16 HAHAHAHHAHA.

Di anime ini ada banyak bahasa isyaratnya dan saya galau banged lantaran nggak ngerti. Ada satu yang hingga detik ini saya masih mencari tahu apa arti bahasa isyaratnya. Gambar diatas. Ada yang tahu nggak apa artinya? Karena di manga ternyata ini nggak ada.
Di adegan ini Shouya meminta Shouko untuk membantunya hidup kembali dan Shouko menjawab dengan tanda itu. Apa artinya saya kesepakatan ya? Memang kelihatan kaya kesepakatan sih HAHAHAHAHA.

Overall, ini anime asik banged dan sangat direkomendasikan. Tapi ingat, jangan harap ada romance-nya disini lantaran ini bukan anime romance dan berdasarkan saya malah sama sekali nggak ada romancenya. Fokus di anime ini ialah Shouya dan bagaimana ia hasilnya minta maaf pada Shouko dan berteman baik dengannya. Bagaimana Shouko bertemu lagi dengan teman-teman yang dulu membully-nya dan menghadapi semuanya.

“People and fireworks bloom for an instant and wither away. Even though both are fleeting, we’re still entranched by them.”

Skor:
Story: 4/5
Artwork: 5/5 
Cinematography: 5/5
Music: 4/5 
Opening: 4/5
Ending: 4/5
 Recommended!

Continue Reading

More in Anime Movie

To Top