Connect with us

Locafest.co.id

[Review] Anime Movie: The Anthem Of The Heart (2015)

Anime

[Review] Anime Movie: The Anthem Of The Heart (2015)

Kokoro ga Sakebitagatterunda a.k.a The Anthem of the Heart ialah anime yang sudah usang saya tunggu-tunggu hingga saya lupa kalau saya menunggunya wkkwkwkwkwkw, alasannya ialah nggak rilis-rilis. Melihat posternya dan artwork-nya saya udah yakin akan menyukai anime movie ini. Aku sempat lupa, tapi dikala browsing di google, saya ingat saya belum menonton anime ini, hasilnya saya menontonnya beberapa bulan yang lalu. Dan gres sempat menulis artikelnya kini ^^


Kalau kalian memperhatikan artwork-nya, niscaya merasa ini anime kok menyerupai sama anime apa gitu. Aku juga awalnya nggak tahu, pas saya cek di MAL, ternyata tim produksi anime ini ialah tim produksi Anohana, pantes yang perjaka menyerupai Jintan dan yang cewek menyerupai Menma kekekekek.

Rilis pada 19 September 2015 oleh Studio A-1 Pictures, anime movie bergenre romance, school, drama ini menceritakan wacana seorang gadis yang kehilangan kemampuan berbicaranya alasannya ialah stress berat masa lalu. Ia tidak bisu, tapi seperti kata-katanya di segel jadi ia tidak bisa berbicara.
The Anthem of the Heart mendapatkan Jury Selection award in the Animation Division of the 19th Japan Media Arts Festival dan dinominasikan dalam the Animation of the Year award in the 39th Japan Academy Prize.

STORY

Don’t tell people to disappear like it’s nothing! Words can hurt people! You can’t ever take them back! Even if you regret it, you can never take them back!”

Naruse Jun dahulu ialah anak yang ceria. Ia jatuh cinta pada ‘istana’ di bukit dan punya cita-cita akan masuk ke sana suatu hari nanti dan menemukan pangerannya. Suatu hari dikala ia melihat-lihat ‘istana’ itu dari luar, ia melihat ayahnya keluar dari dalam bersama seorang wanita. Ia terlalu kecil untuk mengetahui kalau ‘istana’ itu ialah sebuah motel, jadi tanpa curiga ia mengatakannya pada ibunya. Hal itu menciptakan orang tuanya bercerai. Sebelum ayahnya pergi, Jun masih berusaha membujuk ayahnya, tapi ayahnya malah menyampaikan sesuatu yang kejam: Kau terlalu banyak bicara, ini semua ialah kesalahanmu.

Jun shock mendengar kata-kata itu. Ia menangis dan kabur ke pebukitan. Ia pada dasarnya ialah gadis yang excited dengan banyak hal dan ceria, dengan ayahnya yang menyampaikan perceraian kedua orangtuanya alasannya ialah salahnya alasannya ialah ia banyak bicara, tentu saja itu menusuk hatinya. Dalam tangisannya, sebuah telur muncul dan menyampaikan akan menyembuhkan ‘penyakit banyak bicara’ Jun. Telur itu pun menyegel verbal Jun. Dan semenjak itu, ia tidak percah terlihat bicara lagi.

Jun kini duduk di kursi Sekolah Menengan Atas dan ia menjadi gadis pemurung dan penyendiri. Ia tidak mempunyai teman. Di rumah pun ia selalu sendirian, ibunya bekeja hingga larut malam, Jun tidak berinteraksi dengan siapapun.

Suatu hari kelas mereka ditunjuk untuk menjadi perwakilan pengalangan dana sumbangan dan mereka akan menentukan panitianya. Para siswa tentu saja malas alasannya ialah itu akan merepotkan. Guru sudah menduga hal itu, jadi ia sudah mempersiapkan untuk menentukan secara acak. Guru kemudian menentukan Sakagami Takumi, Naruse Jun, Daiki Tasaki dan Nitou Natsuki. Keempat siswa tentu saja terkejut dan mereka akan menolaknya. Jun salah satunya, untuk pertama kalinya ia berbicara selama ia sekolah disana, meskipun omongannya tidak terang dan ia segera kabur. Teman-temannya bahkan terkejut ternyata Jun bisa bicara.

Guru meminta mereka berempat untuk menemuinya di ruang musik. Keempatnya tampaknya akan menolak. Takumi pergi ke sana lebih dahulu, dan tidak ada siapa-siapa, ia tertarik melihat sebuah alat musik dan memainkannya sambil menyanyikan lagu telur (aku ga tau judulnya hahahha). Ternyata Jun ada di luar dan ia terpesona dengan lagu itu, seolah bisa membaca isi hatinya. Ia memandangi dari luar dan terkejut dikala pak guru datang. Ia meninggalkan note-nya pada pak guru, menyampaikan kalau ia tidak mau jadi panitia.
Guru dan Takumi kemudian bicara berdua mengenai rencana pertunjukan apa yang akan mereka lakukan, ia tak peduli Takumi yang mau menolak jadi panitia.

Melalu rencana pertunjukan pengalangan dana ini, meski 4 anggota hirau tak hirau dikala pemilihan, kalau rapat mereka datang, setidaknya 3 diantara mereka. Guru juga mendiskusikan dengan murid lainnya mengenai rencana pertunjukan musik mereka. Dan selama persiapan ini kita diajak melihat lebih dekat kepribadian 4 tokoh utama kita. Dimana Jun yang tidak bisa bicara/menolak bisa bicara, ialah anak yang kesepian alasannya ialah ibunya tak pernah di rumah. Takumi yang todak mempunyai orang renta lagi, ia tinggal bersama kakek dan neneknya. Daiki yang sedang terluka ialah anggota klub baseball yang meski sedang masa pemulihan ia tetap tiba ke klub dan memberi pengarahan ini dan itu, menciptakan anggota klub membencinya, serta Nitou gadis yang baik dan terlihat gampang berteman dengan Jun.

Sejak mendengar lagu telur yang dinyanyikan Takumi, Jun ingin tau pada Takumi, alasannya ialah ia merasa TAkumi mengintip ke dalam hatinya. Keduanya kemudian menjadi dekat, mereka bicara dengan saling mengirim pesan melalui ponsel. Takumi kemudian tahu kalau Jun bahwasanya bisa bicara, tapi setiap kali ia bicara, Jun akan sakit perut. Takumi juga orang yang  mengajarkan Jun untuk mencoba menyanyi dan Jun mulai menyadari kalau ia tidak sakit perut jikalau ia menyanyi.

Para diskusi selanjutnya di depan kelas, para siswa yang lain masih tidak bersemangat untuk program penggalangan dana ini. Mereka bahkan mewaspadai Jun yang tidak bisa bicara. Daiki juga mengajak ribut padahal ia salah satu panitia tapi ia tidak suka Takumi. Keduanya bertengkar di dalam kelas hingga Jun mulai membuka verbal dan ia bicara dengan cara menyanyi. Seisi kelas terkejut alasannya ialah Jun punya bunyi yang cantik dan berkat itu guru punya wangsit gres untuk menciptakan pertunjukan musikal. Jun yang aib kabur ke kamar mandi menyerupai biasanya.

Malam sehabis bencana itu, Daiki dan Nitou bertemu di stasiun kereta. Keduanya sempat bicara meski tidak dalam artian akrab. Daiki bahkan mengajaknya berkencan tapi Nitou menolak alasannya ialah ia menyukai orang lain. Malam yang sama, untuk pertama kalinya Jun memberanikan diri membuka pintu dikala ada tamu tiba dan ia malah di marahi ibunya, alasannya ialah ibunya aib punya anak yang tidak bisa bicara. Ibunya menganggap Jun mengejeknya alasannya ialah berhenti bicara padanya. Jun kemudian kabur dari rumah dan bertemu dengan Takumi. Takumi mengajaknya ke rumah. Disana Jun menceritakan kalau ia ialah anak dari keluarga brokenhome dan ternyata Takumi juga, kedua orang tuanya bercerai dan ia hanya tinggal bersama ayahnya hingga ayahnya meninggal. Ia mengajak Jun masuk ke ruang musik milik ayahnya, Jun ialah orang pertama yang ia ajak kesana, dan ia juga sudah usang tidak masuk ke dalam. Disana kita melihat kalau Jun bahwasanya pintar bermain piano.

Akhirnya tim panitia pengalangan dana melaksanakan rapat berempat, alasannya ialah Daiki sudah mau menghadri rapat. Mereka diskusi di cafe dikala mereka mendengar kalau tim basebal menjelek-jelekkan Daiki dan terjadi pertengkaran dimana sahabat Daiki mengharap Daiki menghilang saja. jun yang mendengarnya teringat akan masa kecilnya, dan disana ia mulai bicara untuk tidak memakai kata-kata menyerupai itu, seperti itu biasa terjadi, alasannya ialah kata-kata bisa menyakiti orang lain dan tidak akan bisa di tarik sendiri.
Karena Jun bicara, ia mulai sakit perut dan dibawa ke rumah sakit.
Malam itu, Takumi mengantar Nitou pulang dan disana kita menemukan fakta kalau Nitou dan Takumi ternyata pernah pacaran dikala SMP, keduanya putus dikala Takumi depresi alasannya ialah kehilangan orang tuanya.

Lalu waktu berlalu dengan latihan drama musikal dari kelas mereka, menentukan peran, script, kostum, peralatan panggung, musik dan lain sebagainya.
Lalu duduk kasus gres muncul dikala Jun kembali kehilangan rasa percaya dirinya alasannya ialah merasa dikhianati oleh Takumi dan Nitou. Ia bahkan tidak muncul dikala pementasan drama musikal mereka, padahal ia adaah tokoh utamanya. Ia menghilang, tidak pulang ke rumah. Takumi berusaha mencarinya kesana kemari. Lalu apakah Takumi akan menemukannya?

Well, singing, or music… I think by nature it was always meant to convey something. So if there’s something you want to say, don’t you think you should try singing it?

Kisah cinta tentu saja ada dalam drama ini. Dan saya menyukai bagaimana cara penulis menyampaikannya. Sejak Takumi menyanyikan lagu telur itu, kita sudah bisa melihat Jun tertarik pada Takumi. Rasa tertariknya melebihi rasa tertarik pada teman, kedekatan diantara mereka menimbulkan rasa cinta di hati Jun dan ia percaya akan hal itu, alasannya ialah Takumi memang paling dekat dengannya. Tapi semenjak awal saya sudah merasa kalau bagi Takumi, Jun hanya seorang teman. Ia tidak pernah memandang Jun lebih dari seorang teman.

Dan ternyata hal itu terbukti dikala munculnya fakta kalau Nitou ialah mantan kekasihnya. Nitou terang masih menyukai Takumi dan sempat cemburu melihat Takumi sangat dekat dengan Jun, apalagi Jun hingga tahu rumah Takumi. Aku tidak merasa Nitou merebut Takumi, Nitou hanya jujur akan perasaannya, alasannya ialah ia melaksanakan kesalahan dimasa kemudian dan ia masih menyayangi Takumi. Dan keputusan ada di tangan Takumi, toh Nitou nggak memaksa. Dan ternyata Takumi masih menyukainya. Mereka berdua ingin memulai babak gres dalam kehidupan percintaan mereka.

Sejak Jun membela daiki di cafe itu, saya sudah merasa kalau Daiki ada rasa pada Jun. Karena Daiki ialah tipe yang keras, tidak ada yang akan membelanya, tapi gadis kecil yang tak bisa bicara bangun untuk membelanya dan itu niscaya menciptakan hatinya tertarik. Dan itu dibuktikan dikala keduanya pulang bersama, Daiki memerah wajahnya. Meski nggak terang di bahas, tapi saya udah bisa menebaknya. Dan benar saja, pas ending, Daiki nembak Jun. Jun kaget banged, gres patah hati udah ada yang nembak HAHAHHAHA.
Menurut saya Jun dan Daiki cocok XD

Aku menyukai drama ini mempunyai ending yang berbeda dengan anime movie yang selama ini saya tonton. Aku tahu ada banyak yang tidak menyukai endingnya, tapi saya menyukai endingnya dan berdasarkan saya ini bukan sad ending, hanya alasannya ialah Takumi dan Jun tidak jadian. Karena menurutku korelasi Takumi dan Jun tidak ada romantisme-nya, korelasi pertemanan dan persahabatan, mengobati luka di hati masing-masing. Aku bahagia pada hasilnya Takumi meminta maaf alasannya ialah ia berkata cukup kejam dikala ia bersama NItou, alasannya ialah hati Jun yang lembut gampang terluka.

Inti dari movie ini ialah hati-hati dengan kata-katamu.
Kata-kata bisa melukai seseorang dan kamu tidak akan pernah bisa menariknya kembali.
Kata-kata yang kecil, melukai hati Jun dan membuatnya takut untuk bicara. Bukannya ia tak mau, tapi ia akan sakit perut kalau mulai bicara makanya ia berhenti bicara. Kurangnya komunikasi ibu dan anak menciptakan keduanya kesepian, ibu yang terlalu sibuk bekerja dan anak yang diabaikan. Meski begitu, kata-kata juga bisa menyembuhkan seseorang.

Sayang sekali ini hanya anime movie ya, nggak ada sambungannya. Padahal pengen melihat korelasi Jun dan Daiki, niscaya cute banged kalau mereka kencan. Karena pada dasarnya, meski masih sulit bicara, Jun ini orangnya keras dan kayaknya memang hanya Jun yang bisa menenangkan Daiki yang kepribadiannya suka meluap-luap HAHAHHAHA. Karena Daiki tipe tsundere sih HAHHAHAHA.

Sayangnya ini movie nggak bikin baper, mungkin alasannya ialah romance-nya kurang. Karena memang pada dasarnya sih lebih ke penyembuhan Jun dan hubungannya dengan ibunya. Kalau 5cm/s can bapernya pool HAHHAHAHAHAHA. Baper gegara patah hati tapi animenya cantik kok XD
Tapi adegan terakhir mereka di motel usang itu dan Takumi menyampaikan kalau telur itu nggak ada, memang ngga ada sih, cuma imajinasi alasannya ialah ketakutan Jun aja. Dan adegan closure cinta sepihak Jun sediiihhhhh, tapi lebih baik begini sih, dari pada nggak ada closure. Dan Jun juga udah tau jawabannya :’)

Pokoknya ini drama recomended banged bagi penggemar anohana, artwork A-1 Picture memang top XD

Skor:
Story: 8/10
Character: 8/10
Artwork: 9/10
Opening: 9/10
Ending: 8/10
Music: 8/10

Continue Reading

More in Anime

To Top