Connect with us

Locafest.co.id

[Review] Asadora: Beppin-San (2016-2017)

Asadora

[Review] Asadora: Beppin-San (2016-2017)

Setelah perjalanan yang cukup panjang, alhasil saya menuntaskan asadora Beppin-san beberapa waktu yang lalu. Beppin-san merupakan asadora pertama yang saya ikuti ketika airing, jadi benar-benar mengikuti selama 6 bulan masa tayangnya di Jepang. Dan ada kebahagiaan tersendiri sebab saya ternyata sanggup bertahan mengikuti sebanyak 151 episode. Karena biasanya saya mengikuti asadora kalau udah tamat, jadi tinggal download dan nonton selama 2 mingguan HAHAHHA.


Beppin-san merupakan asadora ke-95 yang tayang di NHK mulai Oktober 2016 hingga Maret 2017 sebanyak 151 episode. Drama pagi dengan durasi 15 menit per episode ini tayang senin-sabtu dan memperoleh rating rata-rata 19,7% selama masa tayangnya. Tokoh utama dari asadora ini ialah aktris muda Yoshine Kyoko (Omotesando Koukou Gasshoubu, Hanako to Anne, Last Cinderella, Senpai to Kanojo). Asadora Beppin-san mengambil kisah perihal tokoh utama semenjak ia kecil hingga berusia 70 tahunan.

Saat menonton asadora ini, jujur saja saya menemui beberapa titik jenuh. Mungkin sebab saya nggak cocok dengan ceritanya, tapi Beppin-san terasa membosankan bila dibandingkan dengan Asadora pendahulunya yang pernah saya tonton menyerupai Amachan, Mare dan Gochisousan. Dan saya rasa alasannya ialah tokoh utama di Beppin-san ini tidak seceria dari tiga judul diatas. Dari 3 judul diatas, tokoh utamanya bersemangat akan sesuatu, mengejar impiannya tapi di Beppin-san, tokoh utamanya dimulai dari tidak tahu apa-apa sama sekali, madame banged gitu, elegan nggak kaya Aki, Mare dan Meiko yang heboh. Kaprikornus disana saya merasa kalau saya mungkin akan berhenti menontonnya.

Tapi pada alhasil saya tetap menonton dan menonton tiap ahad meski bekerjsama saya banyak skip-skip adegannya. Dan menyerupai yang sudah pernah saya bahas, Yuki Furukawa di casting dalam drama ini. Aku excited banged, tentu saja, dan pada alhasil saya bersemangat menonton lagi. Tapi titik jenuhnya nemu lagi, disaat dramanya udah mulai seru, eh taunya malah kembali membosankan dan rasanya plot-nya di drag gitu, jadi banyak adegan yang berdasarkan saya kenapa sih nggak dicepetin aja, kenapa kok membahas dilema itu usang banged gitu. Bahkan dengan adanya Yuki juga saya masih merasa bosan HAHAHAHHA. Karena aksara Yuki disini ternyata nggak terlalu di bahas dan lagi ada penggalan dimana beliau nyebelin banged LOL.

Setelah 6 bulan, alhasil saya menuntaskan asadora Beppin-san ini beberapa waktu lalu, dengan usaha panjang dan sempat berhenti di tengah jalan tapi nonton lagi.
Tapi bukannya nggak bagus lho, hanya saja sebab ceritanya terkesan lambat, jadi saya kurang cocok aja. Padahal ini drama pesan yang ingin disampaikan dan temanya sangat bagus^^

Sebenarnya saya nggak tahu mau mulai dari mana menceritakan kisah dalam asadora ini, sebab ceritanya sendiri sangat panjang HAHAHAH. Kaprikornus harap dimaklumi kalau saya lupa menceritakan hal penting ya^^
Dan mungkin juga nggak berurutan.

Relationship-chart
Aku hanya menciptakan nama-nama aksara mereka sebab saya sebagian besar saya lupa nama-nama aktornya hehehhehehe
SINOPSIS
“Each of the leaves of a clover has individual meaning to them. Courage. Love. Trust. Hope.”

Beppin-san mengambil lokasi dramanya di Kobe pada tahun 1950an (aku lupa, katanya sih awal tahun Showa gitu). Tokoh utama kita ialah Bando Sumire, puteri bungsu keluarga Bando yang berasal dari keluarga kaya. Ayahnya, Bando Isoya memiliki sebuah perusahaan yang bekerjasama dengan penjualan tekstil. Bando Sumire sangat suka membaca, ia membaca hingga tengah malam dan kadang hingga dimarahi pembantu mereka. Sumire tumbuh menjadi anak yang pendiam dan ia tidak mau menyampaikan isi hatinya, ia lebih suka berfikir dalam hati dan melaksanakan apa yang ia sukai, karenanya ayahnya agak khawatir dengan puterinya itu. Sumire sendiri ketika itu masih tidak tahu apa yang ingin ia lakukan, apa cita-citanya. Berbeda dengan Sumire, kakak perempuannya Bando Yuki ialah gadis yang punya pandangan ke depan. Ia suka berguru dan belajar, impiannya ialah mewarisi perusahaan ayahnya suatu hari nanti.

Ibu Sumire dan Yuri tidak tinggal di rumah mereka, ibunya tinggal di rumah sakit sebab penyakitnya dan Sumire dan Yuri hanya sanggup menjenguknya sekali-kali. Ibu Sumire sangat suka menyulam dan terakhir kali mereka bersama, ibunya memperlihatkan cara menyulam pada Sumire. Sumire ingin menghadiahkan sulaman pertamanya pada ibunya dan ia berusaha melakukannya sendiri. Sayangnya hasilnya tidak bagus. Saat ia memperlihatkan pada ibunya, ayahnya salah menebak bunga yang disulam Sumire dan itu menciptakan Sumire kecewa. Tapi pada alhasil ibunya mengajarinya cara menyulam dan mewariskan daerah sulamannya pada Sumire.

Ayah Sumire memiliki sahabat baik, keluarga Nogami dan keluarga Tanaka. Sumire dan Yuri sudah mengenal keluarga Nogami semenjak kecil dan berteman baik dengan putera satu-satunya keluarga Nogami, Kiyoshi Nogami. Suatu hari, Sumire punya pikiran lagi ingin keluar dari rumahnya tanpa memberitahu keluarganya, ia ingin pergi ke kota dan Kiyoshi menemaninya. Ternyata daerah yang dituju mereka ialah toko sepatu Asada-san. Asada-san ialah pembuat sepatu langganan keluarga Bando. Melihat Asada menciptakan sepatu, Sumire benar-benar tertarik dan rasa ingin tahunya menciptakan ia bahkan merusak sepatu ayahnya. Hari itu Sumire menghilang dan keluarga Bando heboh, tentu saja ketika ia kembali ia dimarahi ayahnya dan tidak boleh keluar. Ayahnya bahkan menyalahkan Asada san dan ingin berhenti langganan dengannya. Tapi Sumire untuk pertama kalinya angkat bicara menyampaikan kalau semuanya salahnya dan Asada-san tidak salah, ia ingin menggunakan sepatu Asada-san selamanya, ketika ia masuk sekolah dan bahkan ketika ia menikah nanti. Saat itulah pertama kalinya Norio Tanaka melihat Sumire dan jatuh cinta padanya.

Ibu Sumire meninggal dunia setelah ia menitipkan puteri mereka pada suaminya, untuk membesarkan mereka dengan baik. Sebelum meninggal ibu menyampaikan pada ayah mereka kalau Sumire bekerjsama ialah gadis yang besar lengan berkuasa dan Yuri meski kelihatan besar lengan berkuasa didalam tapi ia juga rapuh, ia terlihat besar lengan berkuasa hanya sebab beliau ialah kakak. Kaprikornus ia ingin suaminya memperhatikan mereka setelah ia tiada.
Dan waktu pun berlalu dengan cepat.

Bando Sumire (Yoshine Kyoko) Sumire kini ada di tahun terakhirnya di sekolah para gadis. Ia tumbuh menjadi gadis yang cantik, ojou-san keluarga kaya yang tentu saja bersikap feminin. Di sekolahnya, ia berteman dengan Ryoko Tada (Kanako Momota) dan Kimie Tasaka (Kaho Tsuchimura) dan mereka bertiga membentuk klub menyulam. Kadang mereka akan bermain ke daerah Asada-san, toko sepatu Asada-san mereka buat sebagai daerah minum teh. Nogami Kiyoshi (Kengo Kora) tumbuh menjadi laki-laki yang sangat tampan dan terkenal dikalangan para gadis. Ia masih bekerjasama baik dengan Sumire dan bahkan membonceng Sumire ke rumahnya dengan motornya. Ryoko dan Kimie sangat menyukai Kiyoshi, mereka ialah fans Kiyoshi. Dan Sumire sendiri, ia menyukai Kiyoshi, Kiyoshi ialah cinta pertamanya.

 

Pembicaraan gadis tahun terakhir tentu saja perihal ijab kabul dan Ryoko sudah dilamar oleh laki-laki 15 tahun lebih renta darinya dan akan segera menikah. Dan bicara pernikahan, ternyata Yuri (Renbutsu Misako) juga akan dijodohkan oleh ayahnya. Selama ini Yuri selalu berusaha berguru dengan ulet dan bahkan mengambil kelas bahasa Inggris untuk meneruskan perusahaan ayahnya. Ia belum kepikiran menikah, jadi tentu saja ia menolak. Tapi sebab ayahnya terus memaksa, maka ia menyampaikan ia akan menikah, tapi dengan syarat ia ingin menikah dengan orang yang ia sukai dan ia menentukan Nogami Kiyoshi. Mendengar itu, ayahnya pribadi menolak. Hal itu sebab Kiyoshi ialah anak satu-satunya keluarga Nogami sementara ayah Yuri ingin mencari laki-laki yang mau masuk ke keluarga mereka, jadi mustahil Kiyoshi pindah marga menjadi Bando sementara ia anak satu-satunya.
Tapi pada akhirnya, Kiyoshi malah menyetujui hal itu dan meminta ayah Yuri mengizinkannya menikahi Yuri sebab ia juga mencitai Yuri. Dengan berat hati, alhasil ayah Yuri setuju. Dan disanalah cinta pertama Sumire berakhir.

Sumire senang bila kakaknya bahagia, jadi ia bersedia menikah dengan keluarga pilihan ayahnya, yang artinya keluarga yang mau masuk ke keluarga Bando. Dan ketika itulah ia dijodohkan dengan Norio Tanaka (Kento Nagayama) yang merupakan anak bungsu keluarga Tanaka, yang dulu menyukai Sumire tapi ia merahasiakannya. Sumire menerimanya dengan senang hati dan persiapan ijab kabul dilakukan dengan cepat. Sumire mengenakan sepatu buatan Asaya yang khusus untuknya dan menggunakan gaun ijab kabul ibunya.

 

Waktu berlalu. Pada masa itu ialah masa peperangan sebelum perang dunia dua dimana para cowok dikirimi surat untuk ikut berperang dan surat untuk Norio tiba. Dengan berat hati, ia harus meninggalkan Sumire yang ketika itu sedang hamil muda. Ia berjanji akan kembali dan sebelum pergi ia memberi nama anak mereka, kalau perempuan maka beri nama Sakura. Sumire melahirkan sempurna sebelum perang dan ketika perang dunia II terjadi, ia dan pembantunya, Kiyo-san berusaha menyelamatkan diri. Keadaan sangat sulit ketika perang dunia II dimana tidak ada makanan, tidak ada susu juga, jadi ia dan Kiyo-san berusaha melaksanakan sesuatu, mengekstrak apa saja yang sanggup dijadikan susu. Sumire dan Yuri juga sempat mengungsi ke rumah nenek mereka, ibu ayahnya, tapi keluarga disana tidak menyukai mereka dan memperlakukan mereka dengan jahat, sebab Yuri dan Sumire ialah ojousan keluarga kaya yang sama sekali tak tahu apa-apa. Yuri dan Sumire berusaha bertahan.

Perang dunia II berakhir, tapi suami mereka masih belum kembali. Kiyoshi ialah orang pertama yang kembali dari perang. Ia menjemput Yuri dan membawanya kembali ke Osaka. Sementara itu Sumire juga tidak sanggup berlama-lama numpang di rumah orang dan tetapkan kembali ke Kobe bersama Kiyo-san. Melihat Kobe hancur dan bahkan rumahnya sudah tak ada disana lagi, Sumire hanya sanggup menangis, tapi ia juga tak sanggup berdiam diri, demi puterinya, Sakura. Dengan sedikit uang simpanan yang masih ia miliki, ia membangun rumah kecil di lokasi rumah usang mereka dan mulai mencari cara menghasilkan uang.

Disanalah ia kembali bertemu dengan Asada-san yang kembali membuka tokonya dan memulai dari awal lagi. Sumire juga ingin memikirkan sesuatu, bagaimana cara ia menghasilkan uang. Asada-san menasehatinya untuk melaksanakan sesuatu yang ia sukai dan ia bisa. Satu-satunya keahlian Sumire ketika itu ialah menyulam dan sebab itu ia tetapkan menciptakan sulaman. Memulai sesuatu dari awal ialah hal tersulit. Tapi berkat Asada-san, Kiyoshi dan Yuri, Sumire mulai membuka usahanya. Ia mendapat pasokan kain dari Kiyoshi yang kembali ingin membangun Bando Sales Department bersama Yuri dan Asada-san meminjamkan tokonya pada Sumire untuk daerah usaha. Tapi tentu saja, pada awalnya tidak berjalan lancar. Sumire berhasil menciptakan barang hasil sulamannya dengan baik dan cantik, tapi pada masa itu, setelah perang, orang-orang tidak tertarik dengan benda menyerupai itu. Dan karenanya barang yang ia buat tidak laku.
Tapi Sumire ialah gadis yang baik. Melihat orang menyukai apa yang ia buat, ia bahkan menyampaikan secara gratis pada mereka.

Karena usahanya tidak membuahkan hasil, Sumire lagi-lagi kesulitan. Tapi Kiyoshi dan Yuri selalu tiba membawakan kuliner pada Sumire, setidaknya Sakura tidak kelaparan sebab hal itu. Selain itu, Sumire juga berkenalan dengan Eisuke Iwasa (Yuya Matsushita) ingusan Kiyoshi ketika perang dulu. Eisuke sangat baik padanya dan sanggup dibilang Eisuke bekerjsama menyukai Sumire. Ia sering tiba menemui Sumire dengan alasan ingin melihat Sakura. Dua-duanya sangat cute dan jujur saja saya sempat berharap suami Sumire tidak kembali dari perang, sebab saya ship Sumire dan Eisuke HAHAHAHAHA.

Singkat cerita, pada masa itu, ada namanya black market dimana orang-orang menjual barang seludupan dan disanalah Kiyoshi berjualan juga. Keadaan ekonomi ketika itu sangatlah buruk. Dan disaat itulah Sumire kembali reuni bersama 2 sahabat ketika ia bersekolah dulu, Ryoko dan Kimie. Mereka bertiga sama-sama menunggu suami mereka kembali dari perang. Ryoko menunggu bersama puteranya Ryuichi dan Kimie sendiri masih sakit-sakitan, menunggu bersama ibu mertuanya dan puteranya Kentaro. Kentaro dan Sakura seumuran sementara Ryuichi lebih renta setahun.
Reuni mereka bertiga ini menciptakan mereka mengenang kenangan usang ketika mereka masih di sekolah dulu. Dan Sumire mengajak mereka untuk gotong royong menyulam kembali, menciptakan sulaman dan menjualnya, tentu saja sambil menunggu suami mereka kembali. Awalnya keduanya menolak, Sumire hingga meyakinkan mereka dengan tiba ke rumah Ryoko dan Kimie. Pada akhirnya, mereka memang suka menyulam dan sepakat untuk membuka usaha bersama Sumire.

Tapi lagi-lagi wangsit mereka mentok, mereka banyak menciptakan sesuatu tapi tidak terjual. Banyak yang tiba tapi hanya untuk melihat. Karena mereka bertiga punya bayi, jadi mereka mulai kepikiran untuk menciptakan pakaian bayi. Hal ini juga dipengaruhi oleh pertemuan kembali Sumire dan Akemi Ono (Mitsuki Tanimura). Akemi dulunya ialah puteri dari salah satu pembantu di rumah Sumire dimana Akemi kecil dituduh mencuri sebab beliau terlihat membuka toples kue. Sumire sendiri menyampaikan camilan manis itu pada Akemi pada alhasil tapi Akemi menepisnya. Akemi tidak menyukai Sumire, sebab ia anak keluarga kaya yang merendahkan orang miskin menyerupai dirinya.
Akemi kini bekerja sebagai perawat dan Sumire ingin berteman dengannya tapi Akemi tidak menyukai Sumire. Melihat Sumire membuka usaha sulaman, awalnya ia mengejek Sumire sebab beliau benar-benar seorang ojousan yang tidak tau apa-apa, bagaimana ia berfikir menciptakan usaha menyerupai itu setelah perang, orang-orang tidak akan membeli barang Sumire dkk. Lucunya, bekerjsama ada beberapa pembeli, tapi ketika ditanya berapa harganya, Sumire dkk tidak tahu harganya berapa HAHAHHA.

Tapi sebab hal itulah Sumire dkk jadi berfikir untuk menciptakan sesuatu lagi. Orang-orang tidak akan membeli barang-barang glamor menyerupai sapu tangan sulaman dan lain-lain, tapi mereka niscaya tidak akan tahan untuk menyampaikan sesuatu yang terbaik bagi belum dewasa mereka. Dan dari sana-lah muncul wangsit Sumire dkk untuk menciptakan sesuatu untuk bayi dan anak-anak. Akemi sendiri dipecat dari pekerjaannya sebagai perawat, ia tak punya daerah tinggal lagi dan Sumire mengajak Akemi bersama mereka. Akemi alhasil tinggal di lantai dua toko Asada dan bergabung dengan Sumire dkk. Ia juga memberi wangsit mengenai bagaimana kalau mereka menciptakan popok dan lain sebagainya. Sumire, Ryoko, Kimie dan Akemi memiliki banyak wangsit mengenai apa yang akan mereka buat. Tapi sayangnya, hal itu juga masih tidak populer. Orang-orang menyukainya tapi mereka tak punya uang. Hal ini menyampaikan ide, dimana Sumire dkk menciptakan sesuatu dari kertas, semacam pola, jadi para pelanggan sanggup membuatnya di rumah kalau mereka tidak sanggup membelinya. Dan mereka juga mendapat wangsit untuk membuka kelas berguru menciptakan popok dan baju bayi, bahkan Akemi menggunakan ilmunya untuk mengajari para pelanggan mengenai bagaimana mengurus bayi yang baik.

Dress pertama yang dibuat Sumire dkk ialah sebuah dress untuk keluarga asing.  Keluarga tentara amerika pernah tiba ke toko mereka dan istrinya menyukai sapu tangan buatan mereka dan mengundang mereka ke rumah. Sang istri bekerjsama tidak mau melahirkan dan tidak ingin punya anak, tapi pertemuannya dan Sumire dkk membuatnya sadar kalau itu ialah hadiah terindah baginya. Wanita itu, Amy-san menyukai Sumire dkk dan bahkan meminta mereka menciptakan ganjal meja sulaman, menggunakan jasa Sumire dkk. Dan Amy-san juga meminta mereka menyebarkan sesuatu untuk bayinya, baby dress. Karena ini seruan specila dan yang pertama, Sumire menggunakan materi dari baju pernikahaannya, yang bekerjsama sudah terbakar ketika perang, tapi masih ada penggalan yang bagus. Baju ijab kabul ibunya, baju pernikahannya yang berharga alhasil menjadi dress pertama yang mereka buat untuk bayi dari Amy-san.

Masalah gres muncul ketika suami Ryoko dan Kimie kembali dari perang. Karena suami mereka kembali, mereka akan kembali menjadi ibu rumah tangga dan tetapkan berhenti dari pekerjaan itu. Karena suami mereka juga melarang sih. Tapi Sumire masih berusaha meyakinkan mereka untuk tetap bekerja. Butuh waktu yang cukup usang bagi Sumire untuk meyakinkan Ryoko dan Kimie hingga alhasil suami mereka memberi izin untuk tetap bekerja. Kimie sendiri yang punya badan lemah berjanji tidak akan memaksakan diri untuk bekerja. Pada alhasil mereka berempat merasa menemukan daerah mereka sendiri sebab mereka sangat suka menciptakan sesuatu.
Tapi masalahnya ialah suami Sumire sama sekali tidak kembali. Ia bekerjsama iri melihat Ryoko dan Kimie. Saat itulah Eisuke berusaha makin dekat dengan Sumire dan bahkan berjanji padanya kalau mereka bertiga akan melihat sakura mekar tahun depan. Sakura sendiri sudah sangat dekat dengan eisuke dan sering main dengannya. Sayang sekali, Sumire hanya menyayangi suaminya dan secara tak pribadi ia menolak Eisuke.
Dan pada demam isu semi tahun berikutnya, Norio berhasil kembali dengan selamat dari perang.
Saat Norio kembali, Sumire sangat senang dan Eisuke tetapkan meninggalkan daerah itu.

Usaha Sumire dkk tidak sanggup dibilang lancar, tapi sudah cukup dikenal sebab mereka membuka les menciptakan pakaian bayi dan juga konsultasi kesehatan bayi di toko Asada-san. Meski mereka masih kesulitan kalau ditanya harga barang yang mereka buat berapa. Bahkan mereka bersedia dibayar seberapanya. Tapi makin lama, pikiran mereka dibuka oleh Asada-san, ia memperlihatkan bagaimana kalau mereka mulai serius dengan usaha ini, menyerupai tetapkan nama toko dan barang yang mereka buat seragam. Dan ketika itulah ‘Kiaris’ lahir. Kiaris dari Kimie-Akemi-Ryoko-Sumire, sebuah babyshop, menjual perlengkapan bayi dan membuka konsultasi kesehatan anak.
Mereka masih menyewa toko Asada sebagai daerah usaha dan bahkan ada seorang anak kecil yang tertarik dengan dress yang terpampang di toko, Sumire dkk menyampaikan secara gratis pada gadis itu. Aku suka mereka tidak terlalu memikirkan perihal laba dan lain-lain, bagi mereka asalkan pelanggan tersenyum dan bahagia, mereka sudah bahagia.

 

Tapi disanalah masalahnya. Norio sendiri mulai bekerja di Bando Sales Department yang dibuat oleh Kiyoshi sendiri. Kiyoshi mengembangkannya untuk nantinya diwariskan pada Norio tapi Norio masih dibagian akutansi. Suami Ryoko saya lupa pekerjaannya apa dan suami Kimie bekerja di bank. Mereka bertiga kahwatir akan para istri mereka dan mereka sering berkumpul untuk minum, perkumpulan para suami. Karena para istri  membuka usaha tanpa memikirkan berapa biaya produksi, harga nya mereka juga ragu-ragu dan bahkan manfaatnya tidak terperinci sama sekali. Karena itu selesai bekerja, mereka bertiga akan tiba ke toko untuk membantu penghitungan biaya ini dan itu. Tapi lama-lama mereka kesulitan juga sebab pekerjaan para suami jadinya double. Dan lagi, usaha mereka makin usang makin besar, sebab Kiaris sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat, popok yang mereka buat sangat terkenal sebab lembut dan tidak menciptakan bayi iritasi. Mereka juga mendapat dilema lain sih, menyerupai ada yang menggandakan produk mereka dan menjual dengan harga murah, tapi sebab produk Kiaris kualitasnya oke, jadi pelanggan kembali ke produk mereka.

Kiaris semakin usang mulai semakin besar dan Asada-san menyarankan mereka untuk menyewa daerah yang lebih luas. Sumire dkk tidak pernah memikirkan untuk pindah dari Asada-san, tapi ada benarnya, sebab toko Asada-san kelihatan makin sempit. Akhirnya mereka menyewa sebuah toko lainnya, bersebelahan dengan Asada-san. Mereka membuka babyshop disana. Sementara mereka masih menggunakan toko Asada-san sebagai kantor Kiaris dan nantinya akan menjadi sebuah cafe untuk suami Ryoko yang pensiun.
Untuk proses produksi sendiri, mereka menggunakan rumah Kimie sebagai pabrik, untungnya mertua Kimie mengizinkannya. Para karyawan mereka ialah tetangga mereka yang menjadi pelanggan pertama mereka dulu. Karena usaha makin besar dan para istri benar-benar tak tahu apa-apa perihal bisnis, Norio tetapkan untuk berhenti dari Bando Sales Department dan bekerja di Kiaris. Meski Bando Sales Department Store awalnya dibuat supaya ia sanggup mengembangkannya, tapi ia merasa tidak cocok bekerja disana dan menyampaikan jabatan itu pada Kiyoshi. Akhirnya Norio bekerja di Kiaris.

Singkat cerita, Kiaris yang dimulai dari Sumire sendiri, kemudian bersama teman-temannya memulai usaha dari 0 tanpa pengetahuan apapun perihal bisnis hingga alhasil membuka toko dan toko itu semakin besar. Bisnis mereka semakin besar terutama ketika banyak yang tertarik bekerja sama dengan mereka. Salah satu Mal terbesar di kota itu, Daikyu, mengajak kiaris bekerja sama untuk membuka toko di Mal mereka. Tentu saja itu ialah sebuah peluang yang sangat besar. Meski awalnya ada dilema ini dan itu, menyerupai Sumire dkk tidak ingin Kiaris menjelma produk bisnis dan tetap mempertahankan kualitas produk mereka, alhasil Daikyu sepakat Kiaris sanggup tetap mengawasi produk mereka. Peluang besar itu membawa perubahan besar pada Kiaris. Dari sebuah toko kecil menjadi sebuah perusahaan.

Kiaris berkembang dengan cepat menjadi perusahaan setelah membuka toko di Daikyu. Sumire dkk sendiri menjadi working mom ketika belum dewasa mereka sudah duduk di kursi SMA. Dan dilema lainnya muncul ketika Sakura merasa kesepian, ibunya sibuk bekerja, ia iri pada sepupunya yang sangat diperhatikan oleh Yuri sementara ibunya selalu pulang telat dan bahkan melupakan janji. Saat itulah Ryuichi memperkenalkan Sakura dengan sebuah klub jazz dan Sakura menikmati berkumpul dengan mereka. Ia mulai berbohong pada ibunya dan sering main kesana, sebab ia menyukai salah seorang drummer disana, Kawaii Jiro. Sakura juga berteman baik dengan Satsuki, pegawai disana dan menyukai Mama, pemilik daerah itu.

Kentaro yang khawatir dengan Sakura sebab mulai terlaku menikmati itu dan bahkan berdadan dewasa, alhasil menceritakan pada Sumire dan Sumire tentu saja murka pada Sakura. Sakura yang biasanya anak baik, kenapa jadi menyerupai itu. Sakura sendiri bekerjsama hanya butuh perhatian saja. Pertengkaran ibu dan anak ini memakan banyak episode dan saya sempat berfikir kenapa plot-nya kok kayak dipanjang-panjangin gitu hahahhaha, Meski disana ada Yuki saya agak bosan dengan dilema Sakura yang cukup usang selesainya, saya merasa Sakura dan Sumire benar-benar egois dan tak mau mengalah. Sakura bahkan kabur dari rumah dan tinggal di rumah Yuri untuk sementara waktu. Sakura patah hati sih sebab tahu Satsuki hamil anaknya Jiro, ia tak tahu selama ini Satsuki dan Jiro pacaran.

Masalah alhasil selesai dan memasuki babak gres ketika Sakura dan Kentaro tetapkan masuk ke universitas yang sama di Tokyo dimana Orang renta Kentaro awalnya menolak berpisah dengan anak mereka. Tapi alhasil keduanya lulus di Universitas Tokyo dan pribadi time jump ke perayaan 20 tahun Kiaris dimana disaat yang sama Kentaro dan Sakura kembali ke Jepang, mereka menghabiskan waktu berguru di Amerika selama ini.

Masalah lainnya ialah ketika Sakura dan Kentaro melamar pekerjaan di Kiaris. Sumire dkk menolak mereka untuk bekerja di Kiaris sebab akan timbul gosip nantinya, mereka diterima sebab mereka anak pemilik lah dan lain sebagainya. Tapi Sakura dan Kentaro tetap bersikeras untuk bekerja disana, mereka ingin perekrutan karyawan dilakukan dengan adil. Dan dengan pertolongan salah satu karyawan, Nakanishi-kun, Sakura dan Kentaro hingga ke tahap simpulan wawancara dan diterima di Kiaris. Tentu saja banyak yang nggak suka pada mereka berdua awalnya, sebab mereka diterima sebab punya koneksi disana, padahal bekerjsama tidak sama sekali.

Masuknya Sakura dan Kentaro menciptakan mereka melihat Kiaris dari sisi yang lebih dekat. Sakura berasal dari jurusan design jadi ia masuk departemen design disana. Tapi hasil designnya selalu tidak bagus, Sumire dkk tidak terlalu menyukai designnya dan selalu ada yang kurang. Hal itu menciptakan Sakura kesulitan, sebab ia tak tahu apa yang salah. Sementara itu Kentaro sendiri sebab ia pintar, salah satu perusahaan tertarik merekrutnya, menggunakannya untuk mendekati kiaris, dari Kadosho. Sebenarnya Kentaro udah mulai terpengaruhi sih tapi untung beliau masih sadar.

Mengenai kekerabatan Kentaro dan Sakura juga tak berjalan mulus. Awalnya ketika mereka mengumumkan kekerabatan mereka, mereka mendapat dilema sebab tak direstui. Sakura dan Kentaro sama-sama anak tunggal, jadi orang renta tak rela anaknya masuk ke keluarga lain. Tapi setelah mereka bicara baik-baik, alhasil Sakura yang akan menikah ke keluarga Murata dan garis keturunan keluarga Bando pun berakhir. Karena Sakura sudah menjadi Sakura murata dan anak mereka lahir, seorang puteri yang cantik, Murata Ai.
Setelah pernikahan, Sakura dan Kentaro tinggal di rumah keluarga BAndo, sebab pabrik Kiaris ada di rumah keluarga Murata jadi rasanya aneh kalau mereka tinggal disana.

Setelah Ai lahir, Sakura menyibukkan diri di rumah. Sebelum Ai lahir, bekerjsama Sakura menciptakan design untuk sahabat pertama Ai, sebuah boneka dimana Kentaro malah punya wangsit untuk menjual boneka itu dan membuka bisnis gres Kiaris. Kentaro sendiri ingin mengubah Kiaris. Menurutnya Kiaris kini ini sangat ketinggalan zaman dan tak cocok dengan generasi muda. Hal itu sempat menciptakan Kentaro dan Sakura bertengkar. Sumire dkk memberinya izin untuk itu, tapi dengan syarat toko yang digunaka Kentaro hanya satu toko, yaitu toko dekat Asada-san. Dan Kentaro mulai mengubah Kiaris yang tidak hanya menjual pakaian bayi tapi juga pakaian dewasa. Tapi pelanggan tetap mencicipi perubahan Kiaris dan mereka kecewa. DAn hal itu menciptakan Kentaro sadar bahwa dalam sebuah perusahaan mereka harus tetap melihat kebawah dari mana perusahaan itu dimulai dan tetap berpegang teguh pada dasarnya. Karena itulah yang menciptakan Kiaris bertahan selama ini, hingga 20 tahun, sebab pakaian bayi dan popok ialah hal utama mereka.

 

Sumire dkk sendiri tetapkan pensiun disaat bersamaan. Mereka berfikir sudah saatnya mereka melepaskan Kiaris yang sudah berusia 30 tahun, kini mereka sanggup mempercayakannya pada bawahan mereka, dimana TAke-chan menjabat sebagai CEO. Take-chan sendiri sudah ada di Kiaris semenjak ia berusa 15 tahun, ketika Kiaris pertama kali membuak toko sendiri.
Pensiun menciptakan Sumire dkk menjadi bosan dan tak tahu apa yang harus mereka lakukan. Saat itulah gadis yang dulu mereka beri dress, ketika pertama resmi membuka Kiaris di toko Asada tiba dan ingin Sumire dkk mengecilkan baju yang dulu mereka berikan, ia ingin puterinya menggunakan ketika pertama masuk sekolah. Hal ini memunculkan wangsit gres untuk Kiaris, dimana barang-barang Kiaris yang usang sanggup dikembalikan ke Kiaris dan mereka akan memperbaikinya menjadi gres lagi. Pada alhasil Sumire dkk sama sekali tidak pensiun sebab mereka ada di divisi memperbaiki barang-barang yang lama.

Sampai akhir, Sumire, Akemi, Kimie dan Ryoko tidak berhenti untuk menyulam dimana Kimie menciptakan design-nya, Ryoko menciptakan contoh dan Sumire menyulamnya. Mereka juga menyebarkan daerah foto untuk Ai-chan dan daerah foto jadi populer, banyak teman-temannya minta dibuatkan dan mereka berempat kembali bekerja. Begitulah mereka menghabiskan masa renta mereka, bersama-sama.

Begitulah ada banyak dilema yang terjadi yang bekerjasama dengan Kiaris dan pada alhasil Kiaris mencapai usia 35 tahun. Dan di ending asadora ini. episode 151 ialah ulang tahun ke-35 Kiaris. Hal diatas hanya sinopsis singkat saja, bekerjsama masih banyak dilema yang tidak saya bahas diatas. Masalah dari aksara lainnya yang sebenranya akan sangat panjang kalau dibahas satu-satu, jadi hanya secara garis besar saja.

CAST

Yoshine Kyoko as Bando Sumire
Nagayama Kento as Bando Norio
Manami Igashira as Bando Sakura (adult)

Aku sudah menceritakan diatas mengenai Bando Sakura. Lahir dari keluarga kaya, ia ialah anak bungsu yang tidak tahu banyak hal mengenai dunia. Menikah di usia muda dan ditinggalkan suaminya untuk berperang, ia berjuang sebagai ibu tunggal, dengan pertolongan Kiyo-san pembantunya.

Seperti apa yang dikatakan ibunya, Sumire ialah anak yang besar lengan berkuasa meski terlihat ringkih diluar. Demi puterinya Sakura, ia berjuang sebagai ibu tunggal, mencari nafkah dari satu-satunya hal yang ia tahu, menyulam. Awalnya sangat berat, ia tak tahu apa-apa mengenai bisnis, ia hanya menciptakan apa yang ia sukai dan kemudian ia bertemu dengan para sahabatnya yang akan bersama dengannya hingga hari tuanya nanti. Ia tidak mengalah bersama para sahabatnya mereka menciptakan Kiaris dan mengembangkannya menjadi sebuah perusahaan. Tentu saja smeuanya juga atas pertolongan keluarga, terutama keluarga Nogami Kiyoshi yang selalu membantunya semenjak awal.

Setelah kembalinya suaminya dari perang, ia sempat galau karean Norio tidak suka ia bekerja. Karena waktunya dan Sakura jadi berkurang, Norio ingin Sumire berhenti bekerja. Pada alhasil istri ikut suami dan Sumire berhenti dari Kiaris. Tapi Norio sadar kalau Sumire benar-benar menyukai menyulam, meski ia berhenti dari Kiaris, hal yang menciptakan Sumire selalu tersenyum ialah memikirkan wangsit produk selanjutnya dan menyulam. Pada alhasil Norio memperbolehkan Sumire bekerja kembali.

Norio sendiri dipersiapkan untuk mewarisi Bando Sales Department yang dikembangkan Kiyoshi, tapi Norio merasa ia tidak cocok dengan itu. Norio suka akutansi jadi ketika ia diminta melaksanakan presentasi produk dan lain sebagainya, ia selalu keringat hambar dan bahkan hingga pingsan. Banyak juag yang bicara dibelakangnya, kalau ia nanti jadi bos bisa-bisa perusahaan mereka gulung tikar dan lain sebagainya. Tentu saja gosip yang paling menciptakan indera pendengaran panas ialah istrinya yang lebih sukses darinya. Setelah dengan pertimbangan matang, ia tetapkan berhenti dari Bando Sales Department dan bekerja di Kiaris. Ayah mertuanya mengizinkannya melaksanakan itu dan begitulah ia menjadi penggalan dari Kiaris hingga masa tuanya. Karena ia benar-benar khawatir dengan istrinya dkk yang tidak peduli sama sekali mengenai pemasukan dan laba mereka. Aku ngakak banged pas Sumire dkk memesan 1000 atau 500 daerah bento dan Norio pusing bagaimana kalau itu tidak laku. Untungnya bisnis mereka lancar.

Sakura sendiri semenjak kecil lebih sering bersama Kiyo-san. Ia tidak mengenal ayahnya ketika ia masih kecil, jadi ia lebih sering main bersama Eisuke. Setelah ia beranjak dewasa, ia mulai merasa kesepian sebab ibunya sibuk bekerja dan Ryuichi memperkenalkannya dengan sebuah klub jazz dimana ia jatuh cinta pada drummer yang ada disana. Ia mulai berbohong pada ibunya dan sering pulang telat dengan alasan berguru di rumah teman. Ia bahkan tetapkan akan kabur dari rumah, mengikuti Jiro yang akan berangkat ke Tokyo. Kentaro yang terus mengawasinya dan alhasil tak tahan lagi, melaporkan hal itu pada Sumire dan menciptakan Sumire murka pada Sakura.

Pada alhasil Sakura patah hati sebab Jiro dan Satsuki saling mencintai. Ia juga tidak ingin tinggal di rumahnya dan tetapkan kabur ke rumah Yuri. Ia tinggal disana sambil memikirkan apa yang bekerjsama ingin ia lakukan untuk masa depannya. Setelah ia menemukan jawabannya, ia ingin kuliah di Tokyo. Kentaro mengikutinya dan mereka juga gotong royong berguru di Amerika dan saling jatuh cinta. Mereka menikah dan dikaruniai seorang anak berjulukan Ai-chan.

Sumire sendiri menghabiskan masa pensiunnya dengan masih terus menyulam bersama teman-temannya. Mereka selalu punya wangsit untuk menciptakan sesuatu.
Sementara Norio tertarik dengan fotografi dan menghabiskan masa pensiunnya dengan hobi baru, memotret.

Renbutsu Misako as Bando/Nogami Yuri
Kengo Kora as Nogami Kiyoshi
-Aku lupa nama anaknya Kiyoshi dan Yuri LOL-

Yuri ialah puteri sulung keluarga Bando dan diperlukan akan menikah dengan seseorang yang mau masuk ke keluarga Bando, tapi ia tidak mau, ia ingin menikah dengan orang yang ia cintai, Kiyoshi. Pada alhasil Yuri keluar dari keluarga Bando dan menjelma Nogami. Ia semenjak kecil ialah gadis yang tahu apa yang ia inginkan, ia bersemangat berguru dan punya impian masuk ke perusahaan ayahnya. Disanalah Kiyoshi tertarik padanya, sebab Yuri selalu memandang kedepan.

Setelah kembali dari perang, Kiyoshi menjemput Yuri dan keduanya mulai usaha untuk kembali mendirikan Bando Sales Department. Mereka membuka toko di black market dan tinggal disana. Black market ketika itu isinya ialah para pria, jadi Yuri benar-benar kesulitan sebab ia ialah wanita. Tapi meski begitu, ia tidak gentar. Meski ada ketika dimana ia galau apakah Kiyoshi tidak melihatnya sebagai wanita, sebab Kiyoshi sama sekali tidak mengkhawtirkannya sebagai perempuan yang tinggal di black market.

Kiyoshi punya jiwa bisnis yang oke, jadi seiring berjalannya waktu, ia berhasil mendirikan kembali Bando Sales Department Store. Tentu saja dibantu oleh Yuri dan beberapa pegawai dari BSDS yang selamat dari perang. Kiyoshi membangun itu sebagai janjinya pada ayah Yuri, sebab yang membangun BSDS dulu ialah ayahnya dan ayah Yuri. DAn ia memang berbuat semenjak awal untuk menyerahkan BSDS pada Norio sebagai penerus keluarga Bando. Tapi Norio tidak punya keterampilan itu dan membuatnya khawatir, tapi sebab ia yakin Norio bisa, ia tetap menyemangati Norio. Sampai alhasil Norio mengundurkan diri dari perusahaan dan semuanya diserahkan pada Kiyoshi. Kiyoshi semenjak awal memang punya niat untuk mengembangkan bisnis, setelah mendapat izin dari ayah mertuanya, Norio mengubah nama Bando SDS menjadi Orion dan fokus menjual pakaian wanita.

selama pernikahannya dengan Kiyoshi, Yuri dan Kiyoshi tidak punya rumah, mereka tinggal di kantor. Bagi Kiyoshi, Yuri merupakan gadis penuh impian dan akan terus mendukungnya di kantor. Tapi ternyata Yuri sudah berubah. Yuri merasa Kiyoshi tidak menganggapnya perempuan dan menyukainya hanya sebab ia suka bisnis. Pada alhasil yang berubah ialah Yuri, yang menyampaikan ia tidak ingin bekerja lagi, ia ingin menjadi ibu rumah tangga biasa, melahirkan anak dan mengurus rumah, merawat anak dan menyambut suaminya pulang bekerja. Kiyoshi tentu saja kaget dengan keinginan Yuri yang jauh berbeda dari dirinya dulu. Karena itulah mereka alhasil membangun rumah dan Yuri berhenti bekerja, menjadi ibu rumah tangga biasa.
Mereka dikaruniai satu orang putera yang manja dan disanalah Sakura merasa iri melihat sepupunya yang dirawat dengan baik oleh bibinya, sementara ia sendiri, ibunya bahkan tidak tiba ketika ulang tahunnya.

Setelah tugasnya sebagai ibu selesai, ketika anaknya meninggalkan rumah dan mandiri, Yuri kembali bekerja di Orion bersama suaminya, ketika Orion sudah mengembangkan bisnis tidak hanya pakaian wanita, tapi juga pakaian pria. Keduanya menghabiskan masa pensiunnya masih sebagai pasangan mesra yang berkendaraan dengan moge di kota.

 
 Kanako Momota as Ryoko Tada
Yoji Tanaka as Katsuji Ozawa
Yuki Morinaga as Ryuichi Ozawa (adult)

Ryoko menikah dengan Katsuji yang 15 tahun lebih renta darinya. Menunggu kepulangan suaminya setelah perang, ia menjadi ibu tunggal dan hidup dari uang simpanan mereka selama ini. Ia bahkan harus menjual jam tangan hadiah pertama Katsuji padanya sebab mereka kekurangan uang.

Karena jam tangan itulah Sumire berhasil menemukan Ryoko, sebab jam tangan itu dijual di toko jam tangan didepan toko Asada-san. Setelah bertemu Ryoko, mereka mencari tahu rumah Kimie dan alhasil mereka bertiga reuni. Sumire mengajak mereka untuk bekerja dengannya tapi mereka menolak sebab pada zaman itu tak ada gunanya kalau perempuan bekerja. Tapi pertemuan mereka itu menciptakan mereka ingat betapa bahagianya mereka ketika mereka menyulam dulu. Dan pada alhasil Ryoko dan Kimie bergabung dengan Sumire.
Tapi ketika suaminya kembali dari perang, Ryoko berhenti lagi. Suami Ryoko benar-benar baik, ia tahu kalau Ryoko tidak senang di rumah dan tetapkan membujuknya untuk bekerja kembali di Kiaris.

Ryoko dan Katsuji dikaruniai satu orang putera, Ryuichi Ozawa. semenjak kecil, Ryuichi sangat bandel dan menciptakan Ryoko kesulitan mengurusnya. Ia tak mengerti kenapa Ryu sangat bandel padahal Kentaro dan Sakura anak baik. Setelah sampaumur Ryuichi juga tak berubah, ia menjadi anak yang bebas dan suka akan fashion, meski gaya fashionnya sangat aneh. Ia ngefans pada Eisuke Iwasa, pencetus fashion kalangan muda dari AIS yang populer. Ryuichi tidak tertarik dengan sekolah dan lebih suka keliling dunia. Ia menemani Kiyo-san dan Chu-san, pembantu keluarga Bando yang pensiun yang ingin melaksanakan perjalanan keliling dunia. Saat ia kembali dari luar negeri, ia tahu ayahnya membuka kedai kopi di toko Asada-san dan tertarik untuk membantu dengan menyediakan kuliner dari aneka macam dunia. Akhirnya daerah itu menjadi cafe yang terkenal dengan aneka macam kuliner dunia.

Ryoko dan Katsuji menghabiskan masa pensiun mereka di cafe. Katsuji menciptakan kopi, Ryoko menjadi pelayan, Ryuichi sebagai pembuat makanan. Ryuichi alhasil memperkenalkan calon isrinya pada ibunya di episode terakhir dimana ia berusia 40 tahun ketika itu hahahaha.

 
Kaho Tsuchimura as Kimie Tasaka
Yuta Hiraoka as Shoichi Murata
Yuki Furukawa as Kentaro Murata (adult)

Kimie semenjak kecil sakit-sakitan dan punya badan yang lemah. Ia banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit. Baginya, hidupnya ialah sebuah hadiah, ia tak pernah bermimpi menikah dan punya anak, sebab lulus dari sekolah saja ia sudah bahagia, sebab dokter menyampaikan hidupnya tidak akan usang lagi.
Saat dirawat di rumah sakit, ia berkenalan dengan Shoichi dan jatuh cinta padanya. Mereka berdua menikah dan dikaruniai satu orang anak, Kentaro Murata.

Mertua Kimie terlihat kejam tapi bekerjsama ia menyayangi keluarganya. Ia awalnya menolak Kimie bekerja tapi alhasil memberi izin hanya hingga Shoichi kembali. Tapi Shoichi benar-benar menyayangi istrinya dan memperbolehkannya terus bekerja. Meski suatu hari Kimie sempat pingsan dan Shoichi tetapkan Kimie tidak boleh bekerja lagi. Tapi melihat Kimie yang senang ketika mendesign, ia akhirya memperbolehkan Kimie bekerja asal jangan memaksakan diri.

Ibu Shoichi sangat menyayangi cucunya. semenjak kecil, Kentaro dimanja. Hal ini menciptakan Kimie takut puteranya nanti tidak sanggup dewasa. Tapi setelah melihat betapa sulitnya Ryoko membesarkan Ryuichi yang nakal, ia mengerti kalau ibunya merawat Kentaro dengan baik, Kentaro tumbuh menjadi anak yang baik. Karenanya ketika Kentaro meminta izin kuliah di Tokyo, Kimie sepakat sebab ini pertama kalinya Kentaro meminta sesuatu, ketika itu nenek Kentaro menolak berpisah dengan cucunya.

Kentaro tumbuh sampaumur dengan jiwa bisnis di otaknya yang menciptakan ia ingin mengubah kiaris, menjadikannya perusahaan nomer 1 dan lain sebagainya. Tapi keinginannya itu ditolak oleh Sumire dkk dan setelah ia mendalami dan mengetahui alasannya, ia alhasil mengerti. Ia juga menolak anjuran bekerja dengan Kadosho sebuah perusahaan besar. Ia ingin menciptakan kiaris menjadi besar dengan tidak melupakan akarnya. Ia selalu mengingat bagaimana Sumire dkk menganggap Kiaris menyerupai sebuah pohon bagi mereka. Dan semakin ia sampaumur ia semakin menghargai Kiaris dan menjadi penggalan dari Kiaris yang berkembang tanpa melupakan asalnya. Ia tahu impian Sumire dkk ialah menciptakan sebuah toko dimana ada daerah bermain anak, daerah belanja, konsultasi dan lainnya, Kiaris wonderland. Awalnya Kadosho ingin bekerja sama menciptakan itu tapi alhasil ditolak sebab Kentaro menyadarkan Sumire dkk untuk tidak melupakan kalau Kiaris awalnya dibuat untuk senyuman pelanggan mereka dan tak boleh gegabah atau merasa sombong. Kentaro pada alhasil menjadi CEO Kiaris setelah Take-chan pensiun dan menyebarkan mini kiaris wonderland bagi Sumire dkk. Ia berjanji akan menciptakan yang lebih besar suatu hari nanti.

Mitsuki Tanimura as Akemi Ono
Yuya Matsushita as Eisuke Iwasa

Akemi Ono berasal dari keluarga miskin. Ibunya ialah pembantu di rumah keluarga Bando dan ia sering melihat ibunya membungkuk padahal tidak salah, termasuk ketika ia dituduh mencuri. Ia membenci keluarga Bando.

Ia berusaha berguru menjadi perawat dan berguru bahasa Inggris supaya ia tak diremehkan. Saat ia bertemu dengan Sumire kembali setelah perang, ia melihat betapa clueless-nya Sumire, seorang anak orang kaya yang manja dan tak tahu apa-apa. Sumire terus berusaha mendekatinya, menanyakan banyak hal perihal bayi dan lain sebagainya. Pada alhasil ia diberhentikan menjadi perawat sebab status sosialnya rendah dan ia sepakat membantu Sumire dkk.
Awalnya ia merasa ia tak sanggup membantu apa-apa. Tapi sumire menciptakan pekerjaan untuknya, konsultasi bayi di Kiaris. Bahkan ketika wawancara majalan Akemi diperlakukan tidak adil, Sumire membelanya dan menolak bekerja sama bila bukan mereka berempat, Karena Kiaris ialah Kimie, Akemi, Ryoko dan Sumire. malah ingin fokus pada working mom jadi memotong foto akemi, Akemi menyampaikan ia tak apa-apa, tapi sumire tidak mau.
Akemi sanggup berbahasa Inggris tapi tidak bahasa ingris bisnis dan membuatnya kehilangan rasa percaya diri. Ia alhasil berguru pada Yuri.

Akemi menikmati hidup sendiri. Setelah kehilangan ibunya ketika perang, ia tak berniat membentuk keluarga lagi sebab sangat menyakitkan ketika kehilangan mereka. Salah satu pegawai Kiaris, Takeshi/Take-chan menyukainya. Akemi juga bersikap baik padanya. Tapi ketika Take-chan menyatakan perasaannya, Akemi menolak. Meski mereka tetap berteman setelah itu, Take Chan tidak mengalah bertahun-tahun menjalani cinta sepihak. Tapi pada alhasil ia mengikuti perjodohan dan bertemu belahan jiwanya.

Selama ini Akemi masih tinggal di rumah Asada-san, dilantai dua toko itu. Ia hidup sendiri dan menikmati hidupnya, bekerja di kiaris, sesekali nongkrong di cafe jazz dan menonton movie sendiri. Suatu hari ia bertemu kembali dengan Eisuke setelah bertahun-tahun ketika Eisuke tinggal di rumah Yuri sebab perusahaannya bangkrut. Mereka berdua menjadi dekat dan bahkan menulis naskah untuk video singkat Kiaris. Menikmati waktu bersama mmebuat Eisuke memikirkan langkah selanjutnya. Ia dan Akemi sama-sama stress berat sebab perang dan mereka sebatangkara dan tak berniat menjalin hubungan. Tapi semakin renta mereka mulai merasa sangat kesepian bila meninggal sendirian. Dan ketika itulah Eisuke melamar Akemi untuk menikah dengannya *sobs*

Eisuke punya kisahnya sendiri. Dulu ayahnya punya perusahaan pembuatan payung, ia punya 1 adik perempuan. Semuanya meninggal ketika perang dunia II. Ia tinggal sendiri dan Kiyoshi menampungnya di black market. Ia jatuh cinta pada Sumire dan menyampaikan Sumire menyerupai dengan adiknya. Ia selalu menggunakan alasan Sakura untuk menemui Sumire. Ia dan Sakura kecil sangat akrab. Tapi cintanya di tolak dan ketika suami Sumire kembali, ia menghilang.

Ia kembali lagi setelah ia sukses dengan perusahaannya sendiri AIS, yang bekerjasama dengan fashipn para pemuda. Bisnis-nya lancar di kalangan cowok dan ia berniat menguasai fashion Jepang. Tapi ia sudah berubah, ia bukan Eisuke yang dulu, ia terlihat tidak ramah dan agak sombong. Bahkan pada KIyoshi yang dulu menampungnya. Ia mengajak Kiyoshi bekerja sama tapi Kiyoshi menolak. Menurut Kiyoshi, Eisuke tak boleh gegabah, sebuah balon akan meledak bila terus ditiup. Dan pada alhasil bisnis Eisuke bangkrut. Bahkan tangan kanannya meninggalkannya. Ia menjadi pembicaraan panas di media, Kadosho yang selama ini membantunya bahkan membuangnya sebab sudah tak berguna. Saat ia sudah tak punya apa-apa lagi, Kiyoshi lah yang kembali membantunya. Yuri dan Kiyoshi menampungnya dan menyembunyikannya di rumah.
Saat itulah ia bertemu dengan Akemi kembali dan Kiyoshi mengajaknya bekerja sama lagi tapi ia masih trauma. Lama kelamaan ia memang sangat menyukai menciptakan sesuatu dan ingin mulai dari awal. Dengan pertolongan Kiyoshi, ia berhasil bangun kembali menyampaikan pelajaran fashion di aneka macam tempat.

Manami Igashira as Bando Sakura
Yuki Furukawa as Murata Kentaro
Konomi Watanabe as Murata Ai
(note: Konomi Watanabe juga memerankan tokoh Bando Sumire kecil)

Kentaro dan Sakura sudah saling mengenal semenjak kecil. Mereka tumbuh bersama dengan ibu mereka yang bekerja di Kiaris. Ada ketika dimana ibu membawa mereka bekerja dan mereka asik bermain. Setelah remaja, Kentaro menyukai Sakura tapi ia tak sanggup mengatakannya. Ia selalu mengikuti Sakura dan mulai gelisah ketika Sakura menyukai orang lain. Tapi ia tetap menjaga belakang layar Sakura yang pergi ke klub jazz dan ia kadang kesana juga untuk mengawasi Sakura. Tapi setelah tahu kalau Sakura akan kabur ke Tokyo bersama Jiro, ia alhasil menyampaikan pada ibu Sakura.

Kentaro sempat menyatakan perasaannya pada Sakura ketika mereka masih SMA. Aku lupa apakah ditolak atau tidak. Tapi kemudian mereka disibukkan dengan urusan ujian simpulan dan ujian masuk universitas. Nenek Kentaro awalnya ingin Kentaro masuk Universitas lokal, tapi Kentaro ingin masuk Universitas Tokyo dimana Sakura juga mendaftar. Dan keduanya lulus masuk Universitas Tokyo. Setelah lulus Universitas Tokyo, mereka melanjutkan berguru di Amerika. Disana mereka jatuh cinta tapi masih merahasiakan dari orang tua.

Mereka kembali ke Jepang ketika perayaan 20 tahun Kiaris. Mereka bekerjsama ingin segera mengakui kekerabatan mereka tapi dilema demi dilema terus terjadi. Bagaimana orang renta tidak sepakat mereka masuk kiaris dan harus berjuang meyakinkan, bagaimana Sakura yang kesulitan mengikuti keadaan dengan kiaris sebab idenya selalu tidak cocok dengan Kiaris atau orang renta mereka yang murka sebab mereka menginap bersama di pabrik. Mereka sering tertangkap tangan kissu di kantor atau di cafe oleh ayah Ryuichi atau pegawai Kiaris, Nakanishi-kun HAHAHHA.

Tapi alhasil mereka mengakui kekerabatan mereka pada orang tua. Meski tidak gampang mendapatkan persetujuan, mereka alhasil menikah. Mereka tinggal di rumah keluarga Bando. Sakura berhenti dari Kiaris ketika ia hamil renta dan sempat bertengkar hebat dengan Kentaro sebab Kentaro hanya memikirkan bisnis dan bisnis. Ia melahirkan anak yang sehat dan diberi nama Murata Ai. Rumah keluarga Bando selalu ramai semenjak Ai lahir, sebab para nenek sering main kesana. Sumire dkk bahkan punya wangsit menciptakan sebuah movie untuk pelanggan Kiaris, perihal mengurus bayi dimana Ai menjadi tokoh utamanya.

Sakura, Kentaro dan Ai pindah dari rumah keluarga Bando, mereka menciptakan rumah sendiri setelah Ai mulai masuk sekolah. Rumah keluarga Bando jadi sepi, hanya nenek dan kakek yang sudah pensiun. Ai tiba bekunjung kalau liburan dan hari-hari menyerupai itu selalu ditunggu kakek dan neneknya. Ai tumbuh menyerupai dengan Sumire kecil, tidak banyak bicara, selalu memikirkan sesuatu di kepalanya dan Sakura kesulitan mengurusnya. Bahkan ketika sang kakek menyampaikan kamera kesayangan pada Ai, Ai malah merusaknya dengan membongkar isinya. Sumire alhasil mengerti kalau Ai memang sangat menyerupai dengan dirinya waktu kecil dulu.

Aku sangat menyukai quote dari drama ini, mengurus anak itu memang tidak semudah yang dibayangkan, tidak sanggup di prediksi tapi disitulah terasa menyenangkan.

Etsuko-san, sekretaris Daikyu Department Store, Take-chan, Nakanishi-kun dan Abe-kun.

Etsuko ialah salah satu sahabat sekolah Sumire dkk, tapi ketika itu mereka tidak punya kekerabatan baik. Etsuko lebih tepatnya preman sekolah lah ya dan sering mengejek ojousan menyerupai Sumire dkk. Setelah perang, ia kembali bertemu dengan Sumire di depan kafe Amerika. Saat itu Etsuke bekerja sebagai gadis bar. Ia tahu Sumire frustasi mencari pekerjaan dan menasehati Sumire untuk tidak berniat bekerja di bar, jadikan itu pilihan terakhir Sumire bila memang ia tak sanggup melaksanakan apapun lagi. Berkat itulah Sumire bangun lagi dan memulai usahanya.

Setelah Sumire mulai berhasil usahanya dan bahkan membuka toko ia menggunakan jasa Etsuko untuk menjadi penjual. Etsuko melakukannya dengan baik, sebab 4 anggota Kiaris tidak ada yang sanggup untuk berjualan (mereka malu lah, resah lah kalau ditanya dan masih banyak lagi). berkat Etsuko penjualan mereka lancar. Etsuko mengajak temannya di kafe dulu untuk membantu menjadi sales. Saat Kiaris membuka cabang di Daikyu, ia masih bekerja dengan Kiaris. Kiaris membuatnya berhenti bekerja di kafe dan ingin berjuang dengan usahanya sendiri. Disanalah ia jatuh cinta pada sekretraris CEO Daikyu dan keduanya menikah. Kelak,  sekretaris itu akan menjadi CEO Daikyu dan punya kekerabatan baik dengan Kiaris dan Orion.

Take-chan dulunya ialah anak pegawai yang bekerja dengan ayah Kiyoshi. Kiyoshi yang memperkenalkannya dengan Kiaris dan membantu di Kiaris. Ia menyukai Akemi, meski ditolak, ia tak mengalah dan hanya punya Akemi di hatinya. Tapi semakin renta dirinya, ia pada alhasil mengalah dan mengikuti perjodohan. Ia kemudian menikah dan hidup dengan bahagia. Ia terus bekerja di Kiaris, mulai dari jabatan rendah hingga ia menjadi manajer bahkan CEO. Di simpulan episode, Take-chan alhasil pensiun di perayaan 35 tahun Kiaris.

Nakanishi-kun ialah salah satu pegawai Kiaris. Kalau nggak salah beliau melamar pekerjaan ketika pertama kalinya Kiaris membuka lowongan. Biasanya Kiaris hanya mempekerjakan orang-orang yang mereka kenal. Nakanishi ialah pilihan pribadi Sumire ketika itu. Meski resume Nakanishi buruk dan beliau juga bicara terbata-bata, tapi ia menyukai gambar Nakanishi. Saat itu, Nakanishi diterima bersama Saijo, pilihan Norio dkk, sebab Saijo resume-nya bagus. Tapi pada alhasil hanya Nakanishi yang bertahan di Kiaris. Sementara Saijo nantinya bekerja di Kadosho.

Abe-kun di terima bekerja bersama dengan Sakura dan Kentaro, mereka ada di generasi yang sama. Abe-kun mengesankan dengan kepercayaan dirinya.

Mereka ialah para pegawai pertama Kiaris. Mereka ialah tetangga di Asada-san, menyukai produk-produk Kiaris tapi tak punya uang membelinya. Akhirnya Sumire dkk mengajarkan mereka menciptakan barang sendiri. Saat Kiaris mulai membuka pabrik, mereka bekerja disana sebagai karyawan paruh waktu. Mereka ialah pelanggan pertama Kiaris, pegawai pertama dan tetap bersahabat dg kiaris ladies hingga akhir.

Kubota Sayu as Satsuki
Kento Hayashi as Kawaii Jiro
Sayang sekali klub jazz malah hilang dan tak ditampilkan lagi di drama ini. Aku cukup kecewa sebab kan pengen liat gimana alhasil mereka. Satsuki dan Jiro bekerja di klub jazz milik orang yang mereka panggil sebagai Mama. Satsuki kabur dari rumahnya dan Mama-lah yang membantunya dan menolongnya. Sementara Jiro punya impian menjadi pemain drum profesional.
Saat Sumire tahu kalau Sakura berteman dengan mereka, Sumire sangat marah, sebab menurutnya belum dewasa di klub itu tidak baik.
Sakura jatuh cinta pada Jiro tanpa tahu kalau Satsuki dan Jiro ialah sepasang kekasih. Saat tahu akan hal itu, ia sangat sedih. Jiro sendiri demi impiannya, ia terus latihan dan hingga suatu hari alhasil ada yang mengajaknya ke Tokyo. Satsuki mengetahui kalau ia hamil dan takut akan menghalangi jalan Jiro, ia menghilang. Eisuke-lah yang membantunya dan membiarkannya bekerja di AIS. Tapi kemudian Sumire tahu kalau Satsuki hamil dan alhasil membiarkan Satsuki tinggal di rumah mereka, sebab ketika itu Sakura lagi ngambek kabur ke rumah Yuri.
Setelah Jiro mengetahui yang sebenarnya, alhasil ia bertanggungjawab dan tetapkan untuk tetap di Kobe. Bekerja di klub jazz dimana Mama mewariskan klub itu pada Jiro dan Satsuki. Satsuki kemudian melahirkan seorang putera.
Kisah mereka tidak dibahas lagi setelah itu. Terakhir melihat mereka ialah sebelum Sakura dan Kentaro ke Tokyo, mereka mengadakan pesta di klub jazz.

Kira-kira itu beliau deskripsi para aksara dalam drama ini. Ternyata panjang banged ya.
Ya begitulah, bahkan itu semuanya juga belum lengkap, sebab ini drama 151 episode, jadi ya harap dimaklumi. Drama ini bekerjsama sangat bagus, banyak pesan hidup yang sanggup dipetik dari drama ini.
Mengenai ibu tunggal yang berusaha bekerja demi anaknya, meski ia tak tahu apa-apa, ia terus mencoba dan mencoba. Beruntungnya ia dikelilingi oleh orang-orang yang baik.
Kita juga diperlihatkan bagaimana sulitnya membesakan anak tapi disanalah hal yang menyenangkan terjadi. Meski saya nggak sanggup bilang Sumire baik dalam membesarkan anak, sebab ketika ia bekerja, ketika Sakura masih kecil, ada Kiyo-san yang merawat Sakura, bukan dia. Kaprikornus beliau nggak sepenuhnya melaksanakan sendiri. Justru Ryoko yang melaksanakan sendiri sepenuhnya, hingga membawa Ryu ke Kiaris. Tapi sayangnya nggak dibahas banyak.

Kisah ini memperlihatkan usaha Bando Sakura semenjak ia kecil hingga masa pensiunnya, bagaimana ia menghabiskan hari dan menciptakan Kiaris menjadi sebuah perusahaan. Jika kalian mengikuti dari awal, kalian sanggup melihat betapa hebatnya Sumire dkk. Mereka benar-benar mulai dari 0, dengan pertolongan orang baik disekitar mereka, mereka sanggup bertahan 35 tahun. Mereka suka sekali menemukan wangsit dan menciptakan sesuatu. Kepuasan bagi mereka ialah bila orang yang membeli produk mereka tersenyum bahagia. Mereka tidak terlalu peduli dengan bisnis, laba besar, menguasai jepang dan lain sebagainya. Karena mereka pondasi mereka ialah pakaian bayi, jadi mereka tetap bertahan dengan itu.

Untuk akting, ini drama keren banged. Kita sanggup melihat perubahan Sumire, sebab beliau tokoh utamanya beliau banyak dibahas jadi terasa banged perubahan beliau dari usia 17 tahun hingga mungkin di ending sekitar 70tahunan kali ya. Dan akting Yoshine Kyoko juga makin terasa bagusnya. Di awal beliau masih awkward dan di simpulan kerasa banged bedanya. Pokoknya udah terasa banged deh kalau Sumire itu memang Yoshine Kyoko. Aku bahkan kahwatir untuk kiprah beliau berikutnya apakah beliau sanggup keluar dari aksara Sumire? Udah menempel banged.

Kengo Kora sih jangan ditanya ya, aktingnya udah baiklah banged. Begitu juga dengan tokoh yang lain, pokoknya cocok banged. Aku gres nyadar kalau pemera ayahnya Kentaro itu juga main Tokyo Tarareba Girl, yang jadi Ryo HAHAHAHA. Di TTG beliau nyebelin banged, disini nggak HAHAHHA.

Sayangnya aksara Kentaro alias Yuki disini kurang ‘wah’ gitu. Aku padahal menantikan adegan beliau lho, tapi tiap beliau muncul biasa aja HAHAHAH. KArakternya bukan tokoh utama sih, sebab kalau bekerjasama dengan Kentaro maka yang jadi sorotan itu Sakura, sang istri LOL. Setidaknya disini kita sanggup liat anaknya Yuki, mukanya gimana. Masih kecewa dengan Itakiss HAHAHHAHA.
TApi disini ada juga adegan kiss-nya LOL. Itu anak masih kecil si Manami Igashira XD Nggak hot sih, tapi wajar, sebab di drama mereka berusia 30 tahunan  HAHAHHA

Ini drama sangat direkomendasikan bagi kalian yang menyukai perjalanan hidup dan usaha tokoh utama. MAsalah episode itu resiko HAHAHAHHAHA. Bagi yang suka sama Yoshine Kyoko, ini drama wajib di tonton. Apakah drama ini wajib ditonton bagi fans Yuki Furukawa? Hmmmm, berdasarkan saya enggak sih, screentime beliau di drama ini juga nggak banyak dan nggak seheboh yang saya harapkan HAHHHA.
Tapi bagi penggemar asadora ini drama memang wajib ditonton. Aku senang sebab sub-nya lancar. Update setiap minggunya. Sepertinya fans-nya banyak.

Skor:


Story: 4/5 – kisah drama ini bagus, banyak nasihat yang sanggup dipetik, asadora memang biasanya begitu sih, tapi Beppin-san ini dalam banged. Hanya saja plotnya itu, kadang terasa sangat lambat, kadang terasa cepat. Kadang kehilangan arah malahan.
Character: 4.5/5 – dilema akting dan aksara pemain bagus.
Music: 4,5/5 – saya suka opening songnya, asik lagunya.
Opening: 3/5 – berdasarkan saya week 1 nya kurang memuaskan, nggak bikin saya ingin tau untuk lanjut. Makanya pas nonton ini, saya mencoba week 1 bersamaan dengan Toto-neechan dan Toto nee chan jauh lebih menarik, jadi saya menonton Toto nee chan duluan, tapi subnya cuma hingga ep 54 *nangis
Ending: 4/5 – endingnya keren, perayaan 35 tahun Kiaris, mereka melaksanakan pesta di daerah pertama kali Kiaris dimulai 🙂

Continue Reading

More in Asadora

To Top