Connect with us

Locafest.co.id

[Review] Asadora: Carnation (2011)

Asadora

[Review] Asadora: Carnation (2011)

Kembali ke review asadora, kali ini saya akan mereview asadora ke-6 yang sudah saya selesaikan berjudul Carnation. Aku menonton asadora ini bersamaan dengan Gegege no Nyobo, tapi saya memutuskan menuntaskan Gegege no Nyobo terlebih dahulu. Dan alhasil beberapa waktu yang kemudian saya menuntaskan Carnation ini.
Sebuah asadora yang sangat menarik dan berdasarkan saya ending Carnation yakni the best ending dari semua asadora yang sudah saya tonton. Meski dari segi cerita, saya lebih menentukan Gegege no Nyobo sebagai asadora terbaik yang pernah saya tonton ☺️

(FYI: Asadora yang sudah saya selesaikan yakni Amachan, Mare, Gochisousan, Beppinsan, Gegege no Nyobo dan Carnation. Yang masih dalam tahap ditonton/akan ditonton ada Hiyokko, Toto Nee Chan, Hanako to Anne, Ohisama dan next asadora sesudah Hiyokko. Aku sangat ingin menonton Umechan Sensei dan Churasan, tapi sangat sulit mencarinya. Churasan nggak ada file PAHE-nya sementara Umechan Sensei nggak ada yang ngesub 😭).

Carnation yakni asadora ke-85 yang tayang di NHK pada Oktober 2011 hingga dengan Maret 2012 sebanyak 151 episode. Ini yakni salah satu asadora yang diangkat dari kisah nyata, yaitu seorang fashion designer ternama Jepang, Koshino Ayako yang tinggal di Kishiwada, Osaka. Koshino Ayako yakni ibu dari  3 fashion designer ternama dunia, Hiroko Koshino, Junko Koshino dan Michiko Koshino.
Asadora ini mengangkat kisah kehidupan Koshino Ayako semenjak ia kecil hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 2006. Bagaimana ia mulai mengenal fashion, berjuang melawan tradisi, menghadapi perang dunia II, membesarkan 3 puterinya sebagai ibu tunggal hingga anak-anaknya menjadi fashion designer ternama dunia.

Berbeda dari asadora girl biasanya, Carnation menampilkan seorang gadis yang sangat mengasihi kampung halamannya dan tetap tinggal disana seumur hidupnya. Kebanyakan asadora yang saya tonton menceritakan perihal impian tokoh utama, dimana mereka meninggalkan kampung halaman menuju tempat lain (kebanyakan yakni Tokyo) untuk menggapai impian mereka. Di Carnation, tokoh utama sama sekali tidak tertarik dengan Tokyo dan terus menggapai impiannya di kampung halamannya, tempat ia dilahirkan, dibesarkan hingga ia meninggal dunia, di Osaka.
Karena lokasi asadora ini mengambil latar Osaka, maka dialek osaka sangatlah kental, saya suka banged. Selain itu, alasannya yakni saya lebih dahulu menonton Gochisousan, jadi latar tempat di asadora ini menyerupai banged sama Gochisousan. Sungainya, jembatannya, bahkan tempat sang tokoh utama pertama bekerja ^^

Carnation disutradai oleh Tanaka Kenji (Battery, Nasty Piece of Work) yang selanjutnya akan menyutaradai Asadora 2018, Hanbun Aoi. Sutradara keduanya yakni Fumitaka Kojima (Ginnikan). Sementara naskahnya ditulis oleh Watanabe Aya (A Gentle Breeze in the Village).
Tokoh utama drama ini / asadora girl-nya yakni Machiko Ono (Hajimemashite Aishite Imasu, Summer Rescue, Solomon Prejury) eperti yang lulus audisi mengalahkan 1850 akseptor lain untuk kiprah Ohara Itoko. Selain itu banyak tokoh lainnya, menyerupai Chiaki Kuriyama (SPEC, Team Batista) pemeran Yoshida Natsu, Ayano Gou (Frankenstein no Koi, Rage, A Story of Yonosuke) pemeran Suo Ryuichi, dan tokoh lainnya yang saya kurang kenal. Untuk. lengkapnya sanggup di cek di dramawiki^^

Carnation menceritakan kisah sang tokoh utama semenjak ia kecil hingga meninggal dunia, alasannya yakni itu kita akan melihat 3 wajah yang memerankan tokoh utama dalam asadora ini, tokoh Ohara Itoko. Ohara Itoko kecil diperankan oleh Akari Ninomiya (Doctor X), yang nanti nya ia juga akan memerankan puteri kedua Itoko, Naoko Ohara. Ohara Itoko cukup umur hingga usia 50an diperankan oleh Machiko Ono. Kabarnya Ono Machiko berasal dari Osaka jadi tidak ada duduk kasus dengan dialek di drama ini, ia benar-benar memerankan karakternya dengan sangat sangat baik. Sementara itu Ohara Itoko 72 tahun dst diperankan oleh Natsuki Mari (Nobuta wo Produce, First Class 2).

Ono Machiko memerankan tokoh Ohara Itoko dengan sangat baik, jadi sedih ketika kita ganti cast alasannya yakni Itoko sudah berusia 72 tahun. Kesan yang diberikan oleh Ono Machiko benar-benar kuat, tapi Natsuki Mari sanggup mengimbanginya.
Ohara Itoko ini tokoh yang sangat unik. Aku suka alasannya yakni ia mengekspresikan dirinya dengan bebas, ia bukan tokoh utama yang 100% baik, ia insan biasa, punya dendam, pernah gagal, pemarah, berkemauan keras, melawan dan bahkan egois. Tapi tentu saja alasannya yakni ia tokoh utama niscaya lebih banyak hal baik yang ada dalam dirinya. Biasanya kan tokoh utama asadora itu manis, baik banged, polos, tapi Itoko benar-benar menyerupai antagonis, apalagi pas ia selingkuh, aduh HAHAHAHAHA. Egoisnya keluar disana.

Untuk kisahnya sendiri memang asadora ini nggak diragukan. Aku suka banged sama script drama ini. Tapi sayang sekali, saya menantikan kisah cinta Itoko dan Suo yang katanya bikin baper, saya malah nggak suka sama sekali. Untung mereka nggak berakhir bersama, alasannya yakni kalau mereka berakhir bersama, saya mungkin akan berhenti menonton drama ini. Kenapa? Aku ga suka dongeng perihal menduakan HAHAHAHAHA.
Tapi selain dari hal itu, Carnation memang asadora yang sangat indah. Pemilihan judulnya yakni alasannya yakni bunga kesukaan Itoko yakni Carnation.

Opening Song drama ini juga sangat indah dengan bunyi Sheena Ringo berjudul Carnation dan yang paling keren sih endingnya ya, merinding dibuatnya. Makanya saya bilang ini drama endingnya bagus banged.
Selain itu saya suka kata-kata Itoko mengenai danjiri, apapun yang terjadi dengan dunia, danjiri akan tiba setiap tahunnya. Apa itu Danjiri?
Danjiri yakni sebuah pameran khas kawasan Kishiwada, Osaka, dimana para warga akan menarik dan mendorong sebuah gerobak/cart/danjiri guruma yang berbentuk menyerupai kuil yang biasanya terbuat dari kayu, dimana diatas danjiri guruma ada penari lelaki yang diberinama carpenter, biasanya orang yang menjadi carpenter yakni laki-laki terbaik di kawasan itu.
Drama ini akan banyak membahas danjiri dari awal hingga akhir, dan impian sang tokoh utama juga berawal dari danjiri.

Lalu, bagaimana kisah asadora ini?
Berikut sinopsis singkatnya, hati-hati berisi spoiler. Kalau nggak suka spoiler, cukup hingga disini aja bacanya ya ^^

SINOPSIS+ SPOILER

“What’s your favorite flowers?” 
“Carnations. Unlike the other flowers, carnations dont wither easily. It blooms splendidly and lives admirably.”

Carnation dimulai pada tahun 1924, ketika Ohara Itoko berusia 11 tahun. Ia tinggal bersama Nenek, Ayah, ibu dan 3 saudara perempuannya. Ia yakni anak pertama keluarga Ohara, Ayahnya menjalankan bisnis materi kain kimono. Nenek dan Kakek Itoko dari pihak ibunya tinggal di Kobe, merupakan keluarga kaya. Kakek Itoko tidak menyukai ayah Itoko, alasannya yakni ayah Itoko dulu kawin lari bersama ibu Itoko, ketika ayah Itoko membantu memilihkan kimono untuk omiai ibu Itoko. Meski kakek tidak menyukai ayahnya, tapi Itoko yakni cucu kesayangan kakek dan nenek Kobe-nya.
Ayah Itoko ini kurang sanggup berbisnis menagih hutang, ia tidak tegas jadi sering mengirim Itoko untuk menagih bayaran pelanggan mereka.

Itoko tidak memiliki sahabat perempuan disekitarnya, ia hanya memiliki sahabat laki-laki. Pada zaman itu, perempuan masih-lah direndahkan dan dianggap lemah. Itoko tidak menyukai akan hal itu dan sering menangis karenanya. Ia ingin dianggap sama dengan pria, jadi kalau ada yang merendahkannya, ia akan bertengkar dengan mereka. Itoko sangat menyukai danjiri. Setiap tahun, danjiri akan lewat di depan rumah mereka dan jalanan akan menjadi ramai, rumahnya juga sangat ramai alasannya yakni sesudah pameran warga akan makan-makan di rumahnya.
Melihat Danjiri, hati Itoko berdebar. Karena itu cita-citanya yakni ingin menjadi carpenter, bangun dan menari di atas danjiri. Tentu saja hal itu ditertawakan teman-temannya alasannya yakni perempuan dihentikan ikut pameran danjiri. Karena hal itu, Itoko bertengkar lagi dan menangis lagi. Tidak sekali dua kali ia menangis alasannya yakni dilahirkan sebagai seorang wanita.

Tapi meski mengetahui kenyataan kalau perempuan dihentikan naik danjiri, Itoko tetap menyukai danjiri. Taizo nii-chan yakni carpenter pada masa itu, laki-laki tampan dan kuat. Kansuke yakni adik Taizo, seumuran Itoko, yang berteman dengan Itoko + sering bertengkar dengan Itoko. Kanzuke sempat menciptakan Itoko hanyut disungai tapi untung diselamatkan oleh Taizo. Taizo tahu Itoko sangat menyukai danjiri dan rahasia mengizinkan Itoko naik ke atas danjiri. Tapi sayang sekali, sesudah menaikinya Itoko menyadari kalau hatinya sama sekali tidak berdebar.

Itoko mulai mengenal pakaian barat ketika ia mengunjungi Kobe bersama ibu dan adiknya, ketika tahun baru. Isamu-kun yakni sepupu nya, anak abang ibunya. Ia dan Isamu bermain bersama ketika keluarga sedang mengobrol, Itoko melihat sebuah boneka menggunakan dress. Karena Itoko sangat terpesona dengan dress itu, Isamu mengajak Itoko ke sebuah tempat dimana sedang diadakan pesta. Itoko dan Isamu mengintip dari luar dan Itoko benar-benar terpesona dengan orang-orang disana yang menari dengan menggunakan pakaian barat,sesuatu dimana Itoko belum pernah melihatnya.

FYI, pada masa itu, Jepang masih menggunakan kimono untuk pakaian sehari-hari, terutama di Kishiwada Osaka tempat Itoko tinggal, belum ada yang menggunakan pakaian barat. Makara pakaian barat memang masih sangat gres dan Itoko bahkan tidak tahu namanya pada ketika itu. Meski ia sudah diberitahu oleh neneknya, tapi ia lupa namanya.
Sejak melihat pakaian barat, Itoko jatuh cinta pada pakaian barat. Nenek Kobe bahkan mengirimkan pakaian barat pada Itoko sebagai hadiah, meski pakaian itu sangat kecil dan alhasil yang mengenakannya yakni adiknya.

Karena sangat menyukai pakaian itu, Itoko mulai membuatnya sendiri. Tapi tentu saja hasil pertamanya tidak bagus. Pada ketika itu Itoko hanya menggunakan jahit tangan dengan materi kimono yang tak terjual. Ia menghabiskan malam denhan begadang menjahit, bahkan harus dipaksa tidur oleh neneknya, ia juga dljadi jarang keluar rumah untuk main dan bahkan kelihatan serius di kelas. Pakaian barat yakni hal yang mengubah Itoko.

Satu-satunya sahabat perempuan Itoko yakni Yoshida Natsu. Tapi mereka berdua tidak sanggup disebut berteman alasannya yakni keduanya sering bertengkar dan sabung mulut, keduanya tidak saling menyukai tapi tetap mengobrol, tetap ingin tau satu sama lain. Kalau dibilang rival, mereka tidak memperebutkan sesuatu. Pokoknya kekerabatan mereka sangat aneh. Natsu yakni anak orang kaya, anak satu-satunya pemilik sebuah restoran. Ia dididik dengan baik, selalu menggunakan kimoni gres setiap harinya, anggun dan cantik.
Banyak laki-laki yang tertarik pada Natsu, tapi Natsu hanya tertarik pada satu pria, Taizo nii-chan. Kalau ia dan Itoko sedang bersama, Natsu sangat dingin, tapi kalau Taizo lewat dekat mereka ia akan bersikap baik pada Itoko HAHAHAHAHHA.

Setelah menemukan hal yang ia sukai dan hal yang menciptakan hatinya berdebar, Itoko tumbuh menjadi gadis cukup umur dan alhasil menemukan danjiri-nya. Wanita tidak sanggup menaiki danjiri dan ia menemukan danjirinya sendiri, dimana ia sanggup menaikinya, sebuah mesin jahit. Kalau nggak salah ketika ia pergi menagih hutang, ia tak sengaja lewat disebuah tempat menjahit pakain dalam laki-laki dan melihat mesin jahit. Mata Itoko bersinar-sinar ketika itu. Ia selalu mengintip dari jendela untuk melihat mesin jahit itu, berharap ia sanggup menyentuhnya. Saat ia tertangkap berair oleh pemilik, ia membiarkan Itoko masuk dan melihat, bahkan mencar ilmu menggunakannya. Itoko sangat senang.

Dan alasannya yakni hal itulah Itoko membulatkan tekad-nya untuk serius dalam bidang yang ia pilih. Ayah Itoko yakni orang yang sangat keras, ia tak segan menedang dan memukul anaknya kalau ia marah. Tapi Itoko menghadapi ayahnya tanpa rasa takut, ketika awal ia memang takut, tapi kedua dan ketiga kalinya ia tidak takut lagi. Ayah Itoko sangat tidak menyukai sesuatu yang bekerjasama dengan gaya barat dan tentu saja murka besar ketika tahu anaknya masih menciptakan baju barat. Saat kecil ayahnya sudah melarang Itoko menjahit di rumah, tapi Itoko alhasil melihat mesin jahit dan niatnya makin besar. Ia bahkan memohon pada ayahnya untuk berhenti dari sekolah dan bekerja sambilan di tukang jahit. Tentu saja ayahnya sangat marah, tapi Itoko tetap memohon dan memohon, ia menangis alasannya yakni ia seorang perempuan yang dihentikan menaiki danjiri, ayahnya melarangnya menjahit di rumah bahkan tidak memperbolehkannya menyukai pakaian barat dan itu menciptakan ia kehilangan separuh jiwanya. Setelah berjuang memohon, alhasil ayah Itoko memperbolehkan Itoko keluar dari sekolah dan bekerja disana.

Tapi ternyata perlakuan ketika Itoko masih menjadi tamu dan sesudah ia jadi karyawan sangat berbeda. Itoko mulai masuk dalam masyarakat di usia 17 tahun, ia bekerja membantu di tempat jahit mulai dari membersihkan jendela, menciptakan teh, menyapu, hingga alhasil diperbolehkan menggunakan mesin jahit kalau karyawan sudah pulang. Tapi butuh waktu sekitar 6-12 bulan gres Itoko boleh memegang mesin jahit.
Itoko hanya sanggup bekerja disana selama 3 tahun kemudian ia dipecat alasannya yakni kondisi perekonomian yang sedang memburuk. Itoko kehilangan pekerjaannya disaat bisnis keluarga juga memburuk.
Ayah Itoko masih melarangnya untuk menciptakan pakaian barat dan itu menciptakan Itoko menangis lagi. Kemudian Itoko berkenalan dengan seorang guru fashion dari Tokyo yang tiba ke Osaka untuk mengajarkan cara menjahit + menjual mesin jahit di Shinsaibashi.

Itoko yang ketika itu sedang mencari pekerjaan malah ikut les sensei itu untuk mengetahui cara menciptakan pakaian barat, tapi sensei menolak, ia hanya mengajarkan pada mereka yang membeli mesin jahit. Harga mesin jahit ketika itu sangatlah mahal, jadi Itoko tentu saja tak sanggup membelinya.
Tapi ayahnya kemudian membantu Itoko untuk sanggup mendapatkan pelajaran dari sensei. Sensei hanya punya waktu 1 ahad untuk mengajari Itoko dan ia hanya mengajari Itoko dasar-dasar menciptakan pakaian barat dimana ia mengajak Itoko keluar mengenakan pakaian barat. Awalnya Itoko sangat malu alasannya yakni dilihat oleh banyak. orang dimana disana masih sedikit yang mengenakan pakaian barat. Sensei mengajarkan Itoko mengenai rasa percaya diri ketika mengenakan pakaian barat dimana Itoko harus bangun tegap alasannya yakni pakaian yakni harga diri seorang wanita. Disana juga sensei menanyakan bunga favorite Itoko, dan Itoko menjawab itu yakni Carnation, yang mekar lebih usang dari bunga lainnya dan Sensei ingin Itoko seperi Carnation.
Berkat pelajaran singkat bersama Sensei, Itoko menerima banyak ilmu untuk meraih impiannya.
Hal pertama yang Itoko raih yakni berhasil berbagi design untuk seragam Shinsaibashi Department Store. Sebuah pencapaian yang sangat besar bagi Itoko alasannya yakni ketika itu belum ada yang memikirkan untuk menciptakan seragam bagi department store.

Saat itu Itoko dibantu oleh istri Taizo yang menyukai fashion juga, ia sering membeli majalah fashion dan Itoko sangat dekat dengannya.
FYI, Saat Taizo menikah, Natsu benar-benar patah hati. Natsu sangat-sangat menyukai Taizo. Ia bahkan sering tiba ke salon rambut keluarga Taizo cuma semoga Taizo melihatnya. Sayangnya Taizo tidak tertarik padanya.

Dalam hal semangat, Itoko memang nomer 1,tapi jiwa bisnis Itoko masihlah sangat lemah dan itu yang menciptakan ayahnya khawatir. Karena itu ayahnya bekum sanggup menyerahkan toko pada Itoko dan menyuruh Itoko mencari pengalaman dengan bekerja di tempat lain. Itoko ini punya keberuntungan di bidang bisnis, dimana jikalau ia bekerja disana ia punya pandangan bagus perihal apa yang populer, penemuan yang ia berikan bermacam-macam dan secara singkat, ia sanggup menciptakan tempat menjahit keduanya menjadi terkenal alasannya yakni ketika itu ia mulai menciptakan dress untuk pelanggan perempuan yang sengaja tiba mencarinya. Pelanggan perempuan itu yakni seorang penari terkenal di kota mereka yang disukai oleh Kansuke, sahabat Itoko. Wanita itu punya pendirian teguh dan akan membantu Itoko hingga Itoko sukses nantinya.

Setelah berhenti dari tempat jahit kedua alasannya yakni perbedaan pendapat dengan bos di tempat itu, Itoko kembali bekerja di toko yang menjual kain. Ini yakni syarat ayahnya, jikalau Itoko sanggup menciptakan toko kain itu sukses, maka ia akan mewariskan toko kimono mereka pada Itoko. Dalam waktu singkat, Itoko sanggup menciptakan toko kain itu menjadi sangat ramai pelanggan dan laba mereka berlimpah. Karena Itoko berbagi design dress untuk pelanggan yang galau ingin menjahit bajunya menjadi model menyerupai apa. Makara singkatnya Itoko memilihkan warna kain yang cocok dengan pelanggan dan pribadi memilihkan model dress untuk mereka, ia pribadi memotong kainnya disana jadi mereka tinggal menjahit sendiri di rumah sesuai tumpuan yang ada.

Dan begitulah, Itoko berhasil menciptakan toko ke-3 tempat ia bekerja menjadi sukses dan sesuai kesepakatan ayahnya, ayahnya mewariskan toko kimono mereka pada Itoko. Adegan ketika ayahnya mewariskan sangat menyentuh, alasannya yakni ayahnya berbagi papan nama Ohara Dressmaking Store untuk puterinya + meninggalkan rumah bersama ibu dan adik-adiknya, sebagai tanda kini rumah itu yakni milik Itoko. Ayah, ibu dan adiknya menyewa rumah lain,sementara Itoko bersama neneknya tinggal disana dan mulai membuka toko menciptakan pakaian barat.
Tapi tentu saja pada awalnya toko mereka tidak ada pelanggan dan Itoko memutuskan merenovasi bab depan toko mereka. Pelanggan kemudian mulai tiba satu per satu.

Ada adegan yang saya lupa letaknya dimana, ketika ayah Itoko membelikan mesin jahit pertama kalinya. Kalau nggak salah semasa Itoko bekerja di luar untuk membantu keuangan keluarga, ia menciptakan Apappa untuk dijual di rumahnya dan suatu hari ada pesanan sangat banyak dimana ia tak sanggup menyelesaikannya kalau nggak ada mesin jahit, jadi ia memutuskan ke Kobe untuk menjahit disana. Saat itu ayah Itoko sedang sangat murka pada Itoko dan pakaian baratnya, juga alasannya yakni kakek Kobe menyampaikan akan membawa Itoko dan adik-adiknya tinggal bersama mereka alasannya yakni ayah Itoko tak sanggup membiayai mereka, jadi ketika Itoko ke kobe, ayah benar-benar marah. Itoko kembali ke rumah keesokan harinya alasannya yakni khawatir ayahnya memukul ibu dan adik-adiknya, tapi ia mendapati kalau lemari kain kimono mereka kosong dan ternyata ayah sudah menjual semuanya untuk membelikannya mesin jahit. Aku menangis ketika adegan ini hhhuhuhuhu.

Ohara Dressmaking Store dibuka ketika Itoko berusia 21 tahun. Bisnisnya sanggup dibilang cukup lancar. Dan ketika itu Itoko sudah memasuki masa menikah, meski Itoko belum berniat, tapi ia tak sanggup membantah keinginan kakek, ayah dan pamannya yang ingin menjodohkannya. Dan ternyata Itoko dijodohkan dengan Masaru Kawamoto, rekan kerja Itoko di tempat kerja keduanya. Masaru yang akan menikah ke keluarga Ohara.
Itoko sendiri tidak kelihatan excited dengan perjodohan itu tapi ia juga tidak menolak sama sekali. Lucunya, di hari pernikahannya, Itoko sedang menerima banyak pesananan dan ia begadang menjahit hingga pagi di hari pernikahannya. Selesai menjahit kakinya nggak sanggup digerakkan dan ia tidak tiba ke pernikahannya sendiri. Tapi ijab kabul tetap berjalan meski pengantin perempuan tidak ada. Kansuke sibuk diminta menyeret Itoko ke tempat pernikahan, tapi ketika itu Natsu memperlihatkan diri menjemput Itoko alasannya yakni tempat Itoko menikah yakni di restoran Natsu.
Natsu menggendong Itoko ke rumahnya, ia hampir kehabisan nafas alasannya yakni Itoko sangat berat. Masalah lainnya ternyata baju ijab kabul ketinggalan di rumah dan alhasil Natsu terpaksa meminjamkan baju pernikahannya pada Itoko.
Saat itu Natsu sudah menikah sesudah ayahnya meninggal, ia tak sempat mengenakan pakaian pernikahannya alasannya yakni masih masa berkabung.
Dan begitulah pada alhasil ijab kabul berjalan lancar.

Tapi duduk kasus lain yakni sesudah menikah Itoko dan Masaru tidak menyerupai pengantin baru. Mereka menghabiskan waktu dengan bekerja, Itoko di lantai 1 menciptakan baju perempuan dan suaminya di lantai 2 menciptakan baju pria. mereka tidak pernah tidur sekamar, Hubungan mereka tak lebih menyerupai rekan kerja dan nenek jadi sangat kesal. Ia harus memaksa Itoko dan Masaru untuk tidur sekamar.
Malam itu ketika tidur sekamar, Itoko menyampaikan isi hatinya kalau ia tak akan sanggup menyerupai istri yang lain yang melayani suami dengan baik dan Masaru menyampaikan ia mengerti dan ia sudah tahu, Masaru semenjak awal mengenal Itoko sudah jatuh cinta padanya dan ia tahu benar orang menyerupai apa Itoko, jadi ia tidak mengharapkan lebih.

Dan begitulah waktu berlalu, bisnis Itoko dan suaminya lancar. Itoko sudah punya banyak pelanggan. Adik-adiknya membantu bisnis Itoko,ibunya juga sering tiba membantu memasak. Saat Itoko hamil renta ia tetap bekerja. Itoko kemudian melahirkan puteri pertamanya, diberi nama Yuko. Ayahnya sangat mengasihi Yuko, ia bersedia merawat Yuko 24 jam. Yuko sangat dimanjakan oleh kakeknya, sering diajak kesana kemari.
Anak kedua Itoko lahir 3 tahun kemudian, berjulukan Naoko. Awalnya ayah dan suaminya berharap kalau kali ini yakni anak laki-laki, tapi alasannya yakni Itoko kesulitan melahirkan anak keduanya, alhasil para ayah rela kalau anak itu perempuan, mau monyet atau ayam, asalkan lahir dengan selamat. HAHAHAHHAAH

Setelah anak kedua lahir, Itoko mengalami kesulitan.Anak keduanya diberi nama Naoko dengan harapan menjadi anak pendiam dan penurut, tapi ternyata Naoko menjadi anak yang sangat nakal. Ayah tidak sanggup merawat Naoko alasannya yakni ia sudah merawat Yuko, sementara tidak ada orang yang tahan merawat Naoko alasannya yakni Naoko sangat nakal. Sering sekali perawat Naoko tiba sambil menangis mengembalikan Naoko alasannya yakni mereka tak tahan merawat Naoko. Itoko dan Masatu bahkan harus menitipkan Naoko di keluarga Masaru yang jauh alasannya yakni mereka sedang dikejar deadline. Mereka terpaksa melakukannya, tapi ternyata mereka benar-benar sangat merindukan Naoko dan bahkan pergi menjenguk Naoko di malam bersalju meski tidak diizinkan melihat wajah Naoko alasannya yakni Naoko sudah mulai terbiasa di keluarga Masaru.
Setelah pekerjaan mereka selesai, mereka menjemput Naoko dan menyarari betapa mereka sangat merindukannya.
Itoko kemudian melahirkan puteri ketiganya, berjulukan Satoko.

Pada masa itu, Jepang masih berperang dan sudah banyak yang dikirim untuk berperang. Yang pertama pergi yakni Kansuke, saya lupa apakah Kansuke pergi sesudah Itoko menikah atau belum. Setelah Kansuke pulang, Kansuke menjadi orang yang sangat berbeda. Itoko hanya mencoba membantu Kansuke untuk bersemangat lagi, tapi ternyata malah menciptakan Kansuke ingin bunuh diri. Ibu Kansuke yang bisanya baik pada Itoko sangat murka pada Itoko dan menyalahkan Itoko alasannya yakni anaknya ingin bunuh diri. Karena itu ia melarang Itoko menemui keluarganya lagi. Merasa tak adil ia disalahkan begitu, Itoko menyanggupi hal itu, sesungguhnya Itoko juga murka alasannya yakni ia disalahkan.

Memasuki perang dunia II, satu per satu laki-laki di Kashiwada dikirimi surat merah dan harus berangkat perang. Kansuke pergi untuk kedua kalinya, bwgitu juga Taizo dan Masaru-san. Sebelum pergi, Masaru sempat mengajak Itoko berkencan seharian, Masaru bersikap sangat manis padanya. Tapi kemudian Itoko tak sengaja melihat foto Masaru dan perempuan lain di saku Masaru dan ia jadi tahu kalau Masaru menyukai perempuan lain, kemungkinan besar berselingkuh darinya dan pegawai Itoko juga menyadarinya alasannya yakni Masaru kelihatan berbeda beberapa hari sebelum kencan mereka. Aku ingin tau apakah Masaru benar-benar selingkuh, sayangnya kita tidak mendapati jawabannya hingga akhir.
Tapi Itoko kemudian memaafkan suaminya sesudah ia mengetahu kalau harta berharga suaminya hingga ajal yakni fotonya dan bawah umur mereka.

Ayah Itoko meninggal dunia sesudah sakit-sakitan beberapa lama. Hal itu dipicu ketika ayah Itoko tak sengaja menjatuhkan bensin dan terjadi kebakaran di rumah mereka. Ayah Itoko menjadi sangat lemah dan semenjak itu sia sakit-sakitan. Ia sempat sembuh dan teelihat sehat, kemudian ia pergi bersama sahabatnya ke pemandian air panas dan meninggal dunia disana.

Sementara perang semakin menjadi, kabar kematian dimana-mana. Kansuke dan Taizo meninggal dunia dalam perang. Begitu juga dengan Masaru, suami Itoko. Itoko selama masa perang berjuang sendirian mempertahankan bisnisnya. Ia mendapatkan tukar barang dari pelanggan menyerupai membayar mereka dengan sayuran untuk sebuah baju, jadi mereka tidak pernah kekurangan makanan. Tapi orang-orang malah berfikir Itoko mendapatkan masakan dari pasar gelap, alasannya yakni ketika itu materi masakan sangat sulit dicari.
Pihak pemerintah juga hampir merebut mesin jahitnya alasannya yakni itu terbuat dari besi, tapi untungnya ia sanggup mempertahankannya.
Saat PD II memasuki tahun 1944 dan 45,semua kawasan sudah tidak aman, sirine dimana-mana dan mereka hatus kabur kalau mendengar sirine. Karena itu Itoko memutuskan mengungsikan nenek, ibunya dan 3 puterinya di sebuah pondok di hutan alasannya yakni ia yakin tentara AS hanya akan menyerang rumah penduduk.

Itoko dan pegawai masih tinggal di rumah, bekerja, kalau malam indera pendengaran mereka waspada kalau ada sirine, Itoko juga pulang pergi hutan untuk mengantarkan masakan pada ibu dan anak-anaknya.
Tapi ternyata prediksi Itoko salah, yang diserang justru hutan tempat keluarga Itoko mengungsi dan ketika mendengar itu Itoko sangat panik dan segara kesana, untung saja keluarganya selamat. Setelah itu, PD II berakhir. Dan masa gres dimulai.

Setelah PD II berakhir, tentara Amerika semakin banyak di Jepang dan masuknya fashion luar ke Jepang bertambah dengan cepat. Meski mencari materi baju sangatlah sulit, tapi Itoko tidak menyerah, ia pergi ke Black Market untuk mencari kain bagus untuk dress dan alhasil ia menemukannya sesudah beberapa lama, sebuah kain polka-dot yang pribadi menjadi sangat terkenal dimana hampir semua orang menggunakan drsss dengan materi kain itu.
Setelah PD II bisnis Itoko masih berjalan dengan lancar.

Masalah lainnya yakni mengenai istri Taizo yang memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya alasannya yakni ia tak tahan dengan ibu Taizo yang menyalahkannya atas kematian Kansuke dan Taizo, ia menyampaikan istri Taizo itu pembawa sial. Ia juga tak. punya pekerjaan untuk membuatnya tetap tinggal disana. Ia berniat meninggalkan ibu mertuanya yang sakit sendirian. Taro, anak Taizo tidak tega membiarkan neneknya sendiri, ia masih kecil dan sudah mencari pekerjaan, ia akan tinggal bersama nenenknya. Melihat itu, Itoko menjadi sedih dan memutuskan mencarikan alat perm untuk istri Taizo. Istri Taizo yakni hairdresser, dan sangat menyukai alat perm. Ia, istri Taizo dan salah satu karyawannya berangkat ke Tokyo untuk mencari alat perm sekaligus mencari kain. Sayang sekali mereka di rampok di Tokyo dan uang untuk kain jadinya hilang.

Selain itu, Itoko juga menerima kabar mengenai Natsu. Setelah kematian ayahnya, Natsu jadi pemilik restorannya dan menikah dengan suaminya. Tapi suaminya tukang menduakan dan kabur dengan seorang geisha sementara ibunya sakit-sakitan. Keluarga mereka ounya banyak hutang dan Natsu kabur bersama ibunya. Setelah PD II Itoko menerima kabar kalau Natsu menjadi PSK. Awalnya Itoko tak percaya, tapi ia menyelidikinya dan mendapati kabar itu benar. Itoko menemui ibu Taizo dan memohon pada ibu Taizo untuk menyelamatkan Natsu. Saat itu ibu Taizo masih sakit dan galau kenapa Itoko memintanya. Itoko menyampaikan semenjak dulu Natsu hanya memperlihatkan kelemahan pada ibu Taizo, bahkan ketika ayahnya meninggal, Natsu tidak pernah menangis dab hanya menangis di hadapan ibu Taizo.
Akhirnya ibu Taizo berhasil membawa Natsu kembali dan menyampaikan pekerjaan pada Natsu di salon mereka.

Saat menyelamatkan Natsu, Itoko bersama seseorang berjulukan Suo Ryuichi (Gou Ayano). Itoko dan Suo ini punya kisahnya sendiri. Suo yakni penjahit dari Nagasaki yang merantau ke Osaka. Saat itu Itoko ikut semacam perkumpulan para pedagang dan ia berkenalan dengan Suo. Itoko yang tak pernah mabuk malam itu mabuk berat alasannya yakni ia tak ingin minum dengan anggota yang semuanya pria. Suo lah yang membawanya pulang.
Ketua perkumpulan ingin Itoko mempekerjakan Suo di tokonya dan Itoko menyanggupinya. Itoko meminjamkan lantai atas tempat suaminya bekerja. Itoko sangatkah cuek pada Suo selama Suo bekerja disana, ternyata itu alasannya yakni Itoko menyukai Suo. Suo sendiri sudah punya istri dan 2 anak.
Setelah kiprah Suo selesai, mereka tidak bertemu selama 2 tahun. Tapi takdir mempertemukan mereka. kembali ketika Itoko mendapatkan kolaborasi dengan Kitamura-san untuk membuka bisnis pakaian jadi dimana Itoko sebagai designernya.

Suo ternyata ketika itu bekerja dengn Kitamura-san. Pertemuan kembali itu menciptakan Itoko tak sanggup menahan perasaannya. Diharo terakhir mereka bekerja, hari pembukaan Toko, Itoko menyatakan perasaannya pada Suo, ia tak ingin jawaban, hanya ingin menyatakan tapi ternyata Suo memiliki perasaan yang sama dengannya, bahkan semenjak 2 tahun lalu.
Hal itu dilihat oleh Kitamura yang ternyata menyukai Itoko dan dendam pada mereka berdua, ia mulai menyebar gosip kalau Itoko dan Suo bekerja sama menipunya.

Karena gosip itu Suo tak punya pekerjaan lagi dan Itoko bersedia menyampaikan Suo pekerjaan, menyerupai dulu, di lantai 2 rumahnya. Tak peduli apa pandangan orang padanya, Itoko tetap menentukan Suo. Bahkan saudara-saudara Masaru dan kerabat Itoko tiba menasehati  Itoko. Karena yang Itoko sukai bukan laki-laki lajang tapi suami orang. Itoko benar-benar memperlihatkan keegosiannya disini, ia tak peduli apa kata orang, ia tetap akan mempertahankan Suo. Ibu Itoko bahkan hingga menangis meminta Itoko mempertimbangkan alasannya yakni ini bukan hanya perihal Itoko, tapi bawah umur Itoko akan di cap sebagai anak tukang selingkuh. Tapi cukup mengejutkan ternyata 3 puterinya ada dipihak Itoko, mereka ingin ibunya bahagia.

Dan begitulah, Itoko dan Suo mulai pacaran, meski Suo masih tinggal dengan istrinya. Meski gosip disana sini, Itoko tak terpengaruh, bisnisnya juga tidak banyak dipengaruhi oleh gosip itu. Suo juga sempat membantu pacar Natsu berbagi jas ijab kabul dan Itoko berbagi dress untuk Natsu. Natsu alhasil menemukan belahan jiwanya tempat ia sanggup bersandar.
Aku kasihan pada Yuko, puteri pertama Itoko yang ketika itu didatangi oleh bawah umur Suo meminta mereka mengembalikan ayahnya ㅠㅠ

Karena Suo-lah Itoko menjadi lebih kretif lagi, ilham ide banya muncul untuk designya, ia bahkan mulai menggunakan pakaian barat semenjak pacaran dengan Suo, biasanya Itoko selalu mengenakan Kimono. Aku lupa berapa usang hubungannya dan Suo bertahan, tapi Suo alhasil memutuskan menciptakan toko sendiri dan meninggalkan rumah Itoko. Meski ia meminjam uang Itoko sih, tidak ada kata perpisahan diantara mereka berdua, tapi sesudah menghabiskan malam bantu-membantu untuk pertama kalinya, Itoko dan Suo tak pernah bertemu lagi.

Babak gres kehidupan Itoko dimulai dimana dongeng mulai fokus pada anak-anaknya.
Semasa Suo dan Itoko masih pacaran, Itoko kesulitan merawat anak-anaknya, jadi supaya ia damai bekerja, ia memasukkan anak-anaknya ikut les ini dan itu, termasuk piano. Dan les piano itu membawa mala. pertaka bagi Itoko alasannya yakni ketiganya jadi minta dibelikan piano. Mereka terus merengek meski Itoko menolak, tapi ketiganya punya banyak cara untuk terus meminta pada ibunya, termasuk menciptakan label belikan piano di setiap baju Itoko. Akhirnya Itoko mengalah dan membelikan orgen HAHAHAHAHA.

3 puteri Itoko memiliki kepribadian yang berbeda.
Anak pertama, Yuko, sangat cerdik tapi manja dan gampang menangis. Ia dan Naoko sering sabung lisan dan bertengkar. Karena ia anak pertama, ia akan mewarisi toko ibunya tapi ia menyukai seni lukis. Awalnya ia ingin masuk sekolah seni, tapi ia tidak sanggup mengambil keputusan dan bahkan tidak yakin dengan jalan yang ia pilih. Saat ia menyampaikan ia akan ke Tokyo, ibunya melarangnya, ibunya ingin Yuko menyampaikan dengan tegas kalau ia ingin pergi tapi Yuko malah merajuk dan ibunya hanya sanggup geleng-geleng. Pada alhasil Yuko masuk sekolah fashion dan mulai menikmatinya. Setelah lulus ia membantu ibunya di Toko. Tapi Yuko punya banyak sekali kekurangan, rasa percaya dirinya sangat rendah, apalagi dibandingkan dengan adiknya Naoko yang jenius, ia selalu merasa iri.

Naoko sendiri, badung semenjak kecil dan hingga besar juga ia serampangan. Tapi Naoko sangat berbakat dalam melukis. Naoko memenangkan banyak penghargaan dari melukis tapi ia tak kelihatan bersemangat jadi pelukis. Karena Yuko selalu menyampaikan padanya ia akan mewarisi toko ibu dan membiarkan adiknya mengambil pekerjaan selain designer, Naoko jadi tidak suka. Dan ia berakhir dijalan yang sama dengan Yuko, bersekolah di bidang fashion designer. Naoko jauh lebih berbakat dari Yuko dan setiap ada perlombaan, dimana Yuko dan Naoko ikut, Naoko niscaya selalu menang. Yuko tidak sekali duakali merasa iri dan menangis karenanya. Tapi Naoko  termasuk sangat unik, ia selalu mengenakan seragam sekolah ke kampus, ia mengatakam sebelum ia menemukan design yang cocok. untuknya, ia tak mau menggunakan design orang lain. Intinya ia nggak mau mengenakan baju yang di design orang lain.
Naoko dan Yuko yakni tentangan sepanjang hidup mereka, mereka berdua berkembang pesat alasannya yakni tidak ingin dikalahkan.

Sementara itu Satoko, si anak bungsu, semenjak kecil ia selalu menjadi yang paling kalem dan tak pernah menciptakan masalah. Naoko dan Yuko terkenal sering bertengkar, sementara jikalau Satoko ada disana ia biasanya membisu dan membaca. Satoko menyukai tenis dan semenjak kecil. ia sudah latihan tenis dan memenangkan banyak sekali perlombaan. Bahkan Satoko memenangkan perlombaan sejepang. Tapi di keluarganya tenis tidaklah menarik. Ibunya lebih tertarik pada design. Dikeluarganya, Satu-satunya yang menyelamatinya kalau menang yakni neneknya. Sementara para tetangga bahkan lebih update perihal dirinya daripada ibunya. Karena itu ia merasa kesepian. Setelah pensiun dari dunia tenis, ia memutuskan mengikuti jejak kakaknya masuk sekolah designer. Tapi ia bosan bersekolah disana dan memutuskan keluar, ia membantu pekerjaan ibunya di Toko dan punya pelanggan sendiri.

Anak-anak Itoko sukses dibidangnya masing-masing. Itoko sudah merelakan tokonya untuk di warisan pada anaknya Yuko, tapi ternyata Yuko malah ingin mencoba jalan lain, alasannya yakni melihat Naoko yang sukses membuka toko sendiri, ia juga ingin membuka Toko sendiri. Hal itu dipicu ketika ia membantu di Toko Naoko, ternyata designnya lebih terkenal dari Naoko dan Naoko merasa kesal padahal itu tokonya. Ia memutuskan menyampaikan Toko itu pada Yuko dan ia akan membuka Toko lain. Tapi tentu saja Yuko menolak, jadinya ia yang keluar.
Pada alhasil ia tak jadi menyerahkan tokonya pada Yuko.

Sementara itu ketika ia berniat menyerahkan tokonya pada Satoko, Satoko malah sudah punya planning lain. Ia akan ke London dan memulai dari awal disana tanpa derma ibu dan kakaknya.
Dan begitulah, Itoko sudah 2 kali berencana akan pensiun dan bahkan sudah memberitahu tetangga dan rekan bisnisnya tapi pada alhasil Tokonya tetap ia jalankan.

Waktu berlalu dan 3 puteri Itoko sangatlah sukses. Yuko bahkan punya perusahaan sendiri, Naoko terkenal diluar negeri sesudah berhasil memasuki pasar fashion Paris dan Satoko juga terkenal di luar negeri. Saat itu Itoko sudah 72 tahun dan ia masih menjalankan Ohara Dressmaking Store.
Tentu saja Itoko sudah memiliki cucu jauh sebelum itu, tiga puterinya sudah menikah dan punya kehiduoan masing-masing tapi tetap tergantung padanya. Puterinya hanya pulang setiap kali pameran danjiri. Semua disekitar Itoko berubah selama ini, satu-satunya yang tetap sana yakni danjiri yang tiba setiap tahunnya.
Ia sering diajak ke Tokyo alasannya yakni ia sudah semakin tua, tapi Itoko selalu menolak alasannya yakni menurutnya semua yang berharga baginya ada di Kishiwada.

Memasuki usia tua, Itoko masih populer. Rekan bisnis Itoko juga bertambah, dari yang renta maupun yang mula. Itoko juga terkenal dengan ‘boyfriends’ nya yang ia ajak makan bersama sekali-kali, perkumoulan ptia yang kehilangan istrinya.
Itoko juga mengadakan fashion show di sebuah rumah sakit dan hal itu membawanya bertemu kembali dengan Natsu, sahabat lamanya. Keduanya masih sama menyerupai dulu, tidak berteman, tidak bermusuhan. Tapi kita sanggup melihat mereka saling merindukan.
Itoko menciptakan merk sendiri tak usang sesudah itu dibantu oleh banyak orang dan tentu saja 3 puterinya yang sudah populer. Meski awalnya Itoko menolak sih, alasannya yakni ia sebelumnya menyampaikan kalau sesama designer, mereka yakni rival. HAHHHAHAHA.

Itoko semakin sukses sesudah fashion brandnya diluncurkan. Ia masih terus bekerja dan mendesign, jadwalnya semakin padat, untuk wawancara atau menyampaikan pelatihan-pelatihan. Suatu hari ia menyampaikan training di Tokyo dan ia bertemu dengan seorang perempuan yang ternyata yakni anak Suo. Untuk pertama kalinya sesudah sekian usang rasa bersalah menusuk ke jantungnya. Yuko juga menemui perempuan itu dan meminta maaf atas kejadian masa lalu. Wanita itu sudah memaafkan mereka alasannya yakni menurutnya menyimpan dendam hanya menyakiti diri sendiri.

Itoko sempat merenovasi rumahnya sesudah itu, ia merenovasi lantai 2 menjadi sebuah kafetaria kecil, dengan harapan orang yang menonton danjiri akan berkumpul dengan nyaman disana.
Itoko menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit sesudah ia berterima kasih pada semua orang yang mengisi kehidupannya. Saat pameran danjiri sesudah Itoko meninggal dunia, orang dari stasiun TV tiba untuk meminta izin menciptakan kisah Itoko menjadi sebuah asadora.

Ohara Itoko menolong banyak orang dengan baju rancangannya selama ia masih hidup. Ada banyak orang-orang yang berharga dalan kehidupannya dan yang menganggap dirinya berharga. Pada masa dimana orang-orang masih mengenakan kimono, Itoko menciptakan gerakan sendiri memperkenalkan pakaian barat dan melawan semua rintangan yang ia hadapi, tentu saja yakni ayahnya yang sangat melarang keras hal itu. Anak penjual kimono malah menciptakan baju barat, ayahnya tidak suka. Tapi Itoko yakni tioe orang yang kalau sudah ingin melaksanakan sesuatu, ia harus melakukannya. Hal itu tetap sama hingga ia tua, kalau ia memutuskan sesuatu, maka ia akan melakukannya, apapun halangannya.

Itoko benar-benat mencar ilmu dari 0 dalam menciptakan pakaian barat ini. Bayangkan saya ketika itu ia hanya melihat sekali dan ia yang berusia 11 tahun membayangkan dan mulai menjahit sendiri. Hasilnya sangat jauh tapi ia puas alasannya yakni ia sudah mencoba. Ia juga cukup Beruntung dalam bisnis, ia perempuan tapi ia tak ingin diremehkan, ia mengambil sifat ayahnya yang keras, tapi ia tak sekeras ayahnya.
Ia berhasil membesarkan 3 puterinya yang berakhir mengikuti jalannya menjadi fashion designer yang sangat sukses. Tentu saja berkat orang-orang disekitarnya. Para tetangga sahabat ayahnya dulu yang selalu ada membantunya, keluarganya dan bahkan orang asing.

Ternyata saya menulisnya panjang juga ya lol.
Padahal masih banyak sekali bab yang saya lewatkan lho. Aku sangat menyukai persahabatan Itoko dan Kansuke. Bisanya di asadora persahabatan diperlihatkan sekilas saja tapi disini meski sedikit tapi. mungkin alasannya yakni chemistri mereka kali ya, jadi rasanya Itoko dan Kansuke ini memang sudah deket banged, sahabat sejati. Karenanya ketika perpisahan dengan Kansuke, saya sedih banged. Ditama. Machiko Ono ini nangisnya ya ampuuuuun jleb banged!

Romance Itoko dan suaminya Masaru sedikit banged, padahal semenjak pertama ketemu saya udah feeling Masaru ada hati sama Itoko dan ternyata mereka hingga menikah. Masaru nggak pernah menyembunyikan perasaannya, cuma Itoko aja yang nggak nyambung, alasannya yakni di otaknya cuma ada dress dan dress HAHAHAAHAHAH.
Tapi mengejutkan juga sih masa Masaru selingkuh? Ada foto berdua kayak di penginapan gitu, Itoko juga tahu sesudah suaminya berangkat perang dan ia memaafkannya sesudah suaminya meninggal.

Tapi yang unik yakni kekerabatan Itoko dan Kitamura. Ia yakni yang menyebar gosip mnegenai Itoko dan Suo yang menipunya alasannya yakni ia terbakar cemburu. Setelah Suo pergi dari kehidupan Itoko, Kitamura selalu tiba ke keluarga Itoko, Itoko tak menyukainya tapi juga tak membencinya. Anak-anak Itoko sangat menyukai Kitamura. Yuko bahkan memohon Kitamura tiba ke pernikahannya.

Bagaimanapun saya memikirkannya, saya masih tidak sanggup merasa simpati pada cinta Itoko dan Suo. Aku sebenatnya tertarik dengan hal ini alasannya yakni di beberapa spoiler dari yang sudah menonton katanya terharu dengan kisah cinta mereka. Tapi saya sama sekali nggak merasakannya. Maaf ye, saya nggak suka alasannya yakni Suo udah punya anak istri, alasannya yakni statusnya juga belum cerai. Intinya sih alasannya yakni cinta mereka perselingkuhan jadi saya nggak simpati. Dan untung aja kisah cinta mereka nggak usang dan nggak berhasil HAHAHAHAHAHHA.
Sedih sih, tapi tetap saja saya nggak setuju, keduanya salah tapi yang lebuh bersalah itu si Suo-nya.

Karena Carnation yakni asadora yang paing banyak dibicarakan pencinta asadora sebagai asadora terbaik, jadi saya bersyukur saya sudah menonton drama ini. Ceritanya memang padat banged, alasannya yakni berasal dari kisah nyata, tapi saya memang sangat menyukai endingnya. Ending drama ini dibentuk hingga episode 1 Carnation tayang. Dimana seseorang menonton episode 1-nya di rumah sakit. Dan dari keterangan subbernya sih, yang menonton itu yakni Natsu.
WOW banged, artinya Natsu masih hidup hingga tahun 2011(Itoko meninggal tahun 2006).
Karenanya saya bilang ini endingnya THE BEST dari semua asadora yang sudah saya tonton 👍

Selain kisah tokoh utama, tokoh favorite saya yakni Natsu dan Kansuke. Hubungan Itoko dan Natsu menyerupai yang saya sebutkan diatas, sangatlah unik. Dibilang bersahabat, mereka tidak bersahabat. Kalau dibilang berteman, mereka menolak dipanggil teman. Dibilang musuhan, mereka tidak bermusuhan. Dibilang rival, mereka juga tidak bersaing akan sesuatu. Tapi keduanya tahu kalau mereka saling pengertian dan saling membantu meski lain dimulut lain dihati.
Natsu sempat masuk ke jalan yang salah alasannya yakni kehidupannya dan Itoko berhasil membawanya keluar dari sana dan mendapatkan kehidupan yang layak. Ia tidak ingin berhutang budi pada Natsu yang dulu menyelamatkan pernikahannya. Pada alhasil keduanyanya berpisah dan bertemu lagi sesudah beberapa dekade.

Sementara itu Kansuke yakni salah satu tokoh yang saya suka. Awalnya ia dan Itoko yakni sahabat tapi sering bertengkar. Itoko sangat dekat dengan ibu Kansuke dan ia mengagumi abang Kansuke. Sejak Itoko hampir hanyut disungai, Kansuke dan Itoko jadi dekat. Itoko selalu menjadi penyemangat Kansuke kalau ia sedang bersedih. Tapi sayangnya perang mengubah segalanya. Tapi sebelum kematiannya, Kansuke sempat pamitan pada Itoko, meski hanya menatap melalui jendela. Kansuke senang jikalau Itoko bahagia.

Asadora kisahnya memang sangat panjang, apalagi ini berdasarkan kisah positif jadi memang keren banged, nggak ada part boringnya, plotnya terkendali. Aku sempat searching mengenai Koshino bersaudara dan pemilihan cast untuk Koshino bersaudara memang pas banged, apalagi yang jadi Naoko anak kedua, menyerupai banged sama aslinya HAHAHAHAHAHA.
Itoko melahirkan bawah umur yang meneruskan jejaknya, ia sama sekali tidak pernah memaksa mereka, ia menyampaikan kebebasan untuk menentukan jalan masing-masing, tapi ketiganya menentukan dunia fashion sebagai karir mereka.

Kisah dalam drama ini masih banyak lagi, nggak cuma yang saya ceritakan diatas. Tentu saja para tetangga ikut tampil bagian, teman-teman Itoko, langganannya, cucu-cucunya bahkan cicitnya juga ada porsi sendiri. Juga sedikit kisah mengenai pemain film Kabuki yang semenjak awal disinggung bahkan hingga simpulan drama ini juga. Kisah cinta cucu Itoko yang hanya diperlihatkan sekilas tapi ngena banged juga ada. Intinya sih hal-hal sekecil apapun dalam drama ini disampaikan secara menarik dan berkesan. Pokoknya wajib ditonton :))

Oke, hingga disini dulu review Carnationnya. Sampai jumpa di review lainnya ☺️☺️

“It’s okay to cry, but you mustn’t cry too much.”

“If your life gets a little boring, just go looking for something interesting.”

Skor:

Story: 5/5
Characters: 5/5
Cinematography: 4/5
Music: 5/5
Opening: 4/5
Ending: 5/5

Continue Reading

More in Asadora

To Top