Connect with us

Locafest.co.id

[Review] Asadora: Gegege No Nyobo (2010)

Asadora

[Review] Asadora: Gegege No Nyobo (2010)

Kembali ke review asadora / morning drama. Kali ini saya mau review asadora yang tayang pada tahun 2010 berjudul Gegege no Nyobo. Aku udah usang tahu asadora ini semenjak ngefans sama Osamu Mukai dulu, tapi alasannya yaitu dikala itu masih ragu dengan 156 episode, saya nggak jadi download.
Nah, kini lagi suka-sukanya sama asadora, saya udah download drama ini semenjak tahun lalu, tapi gres sanggup nonton belakangan ini dan hasilnya selesai juga.
Gegege no Nyobo yaitu asadora ke-8 saya (asadora ke-5 yang sudah saya tamatkan^^ ).

Gegege no Nyobo merupakan NHK asadora / morning drama ke-82 yang diangkat berdasarkan autobiografi Nonue Mura, istri dari mangaka terkenal jepang, Mura Shigeru / Mizuki Shigeru, dengan manga populernya Gegege no Kitaro. Makara sanggup dibilang asadora ini based on true story^^
Gegege no Nyobo tayang sebanyak 156 episode mulai Maret-September 2010, disutradarai oleh Yoshio Watanabe (The Sniffer), Masae Ichiki (Yae no Sakura, Mare) dan Natsuko Katsuta (Umechan Sensei). Naskahnya ditulis oleh Mutsumi Yamamoto (Yae no Sakura) berdasarkan autobiografi Nonue Mura yang dipublikasikan pada tahun 2008.

Tokoh utama drama ini yaitu Nao Matsushita (Dear Sister, Koizora, Bitter Sweet Home Kyoto) yang memerankan tokoh Nonue Mura (tapi di drama ini namanya diganti dengan Fumie Iida) dan Osamu Mukai (Hungry, Honey and Clover, Yellow Elephant, Toto Nee Chan) yang memerankan tokoh Mura Shigeru (di drama ini namanya yaitu Murai Shigeru).
Untuk tokoh lainnya, ada banyak sekali dan alasannya yaitu ini yaitu drama lama, jadi saya hanya kenal beberapa wajah saja, sebut saja ada Gen Hoshino (Nigeru wa Haji da ga Yaku ni Tatsu), Tasuku Emoto (Wakamonotachi) dan Masataka Kubota (Death Note). Sementara tokoh lainnya masih banyak dan saya kurang mengenal mereka 😅
Saking banyaknya tokoh di drama ini, saya bahkan udah lupa siapa nama huruf mereka HAHAHAHAHA
Makara harap maklum jika saya nyebutnya si Anu dan si Itu 😂

Sebenarnya saya menonton drama ini bareng dengan asadora Carnation, alasannya yaitu dua-duanya diangkat dari autobiography. Setelah mencoba Week-1, saya lebih tertarik pada Gegege no Nyobo, makanya saya menuntaskan ini duluan.
Tapi saya sempat tertipu, saya mendownload drama ini dari dramacools, dan ternyata susunan episode dramacools itu salah, makanya saya kaget kok week 1 drama ini pribadi nikahan 2 tokoh utama. Ternyata sesudah cek dan ricek, susunan episodenya kacau hingga episode 54, jadinya saya download ulang episode 1-54 😂 dimana? di Ainodorama^^

Jadi, ini dramanya perihal apa?
Drama ini fokus pada istri dari mangaka Mizuki Shigeru (nama penanya), seorang mangaka yang tidak. terkenal dan tergolong aneh, alasannya yaitu hobiny yang aneh. Ia kehilangan tangan kirinya sat berperang dan melaksanakan semuanya dengan 1 tangan. Tapi Mizuki Shigeru yaitu orang yang sangat optimis akan segala hal, ia tidak pernah malu dengan kondisinya, ia sanggup melaksanakan semuanya menyerupai insan biasa. Itu yang menciptakan istrinya sangat setia pada suaminya. Pada tahun-tahun awal Shigeru mulai debutnya, manganya sama sekali tidak populer, butuh bertahun-tahun semoga orang mengerti betapa hebatnya manga yang ia buat. Ia hidup dalam kemiskinan bersama istrinya, tapi sang istri tetap setia mendampingi suaminya. Mereka melewati banyak sekali hal bahu-membahu hingga hasilnya manga Shigeru menarik perhatian perusahaan penerbitan besar dan bahkan dijadikan anime.

Ini tentu saja kisah slice of life. Tapi meski drama ini mengambil pov dari sisi sang istri, kisah yang banyak dibahas memang perihal Murai Shigeru dan dunia manganya. Dia yaitu salah satu mangaka yang terkenal akan kisah youkai-nya. Pada masa dimana orang-orang menyukai manga perihal pahlawan, ia tetap dengan manga gelapnya, kisah para hantu/youkai, pokoknya yang berafiliasi dengan dunia arwah.
Beberapa judul manganya yaitu Akuma-kun, Kappa no Sanpei, Terebi-kun dan yang paling terkenal yaitu Hakaba no Kitaro (Gegege no Kitaro). Uniknya, Hakaba Kitaro yaitu manga yang ia tulis dengan sangat bersemangat tapi tidak terkenal sama sekali, ia sempat berhenti menulis Kitaro dan hasilnya ia menulis kembali sesudah perusahaan penerbitan menyetujui syaratnya.

Berikut sinopsis singkat Gegege no Nyobo. Harap di maklumi jika banyak bab yang terlewatkan ^^

SINOPSIS

Fumie Iida (Nao Matsushita) yaitu anak ke-4 dari 5 bersaudara keluarga Iida yang tinggal di Yasugi. Sejak kecil ia pemalu, suaranya kecil jadi jika ia bicara ia sering diabaikan alasannya yaitu suaranya nggak kedengaran. Ia tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri, ditambah lagi, ia lebih tinggi dari anak seusianya dan ia sering di ejek tiang listrik. Ayah Fumie terkenal angker jika marah, ayahnya selalu gonta ganti perjuangan keluarga dari jual materi baju, bisnis ini dan itu, ia mencoba banyak hal. Fumie sangat menyukai neneknya yang sering mendongeng dikala ia akan tidur, dongeng angker tapi ia penasaran. Fumie yaitu anak yang takut akan dongeng yang seram-seram.

Fumie memiliki 2 abang perempuan. Kakak pertamanya, Aki-Nee Chan sudah menikah dengan laki-laki pilihan ayah mereka. Kakak keduanya Yukie, seorang guru, ia menolak menikah dengan laki-laki pilihan ayahnya dan bahkan sempat kabur ke tempat bibi mereka hingga ayahnya membatalkan lamaran. Fumie tidak suka ayah dan kakaknya bertengkar, jadi ia memohon pada laki-laki yang melamar kakaknya untuk membatalkan lamarannya. Pria itu ternyata sangat baik dan hasilnya membatalkan lamarannya. Tapi sesudah pulang, Yukie malah mengejek si laki-laki itu, menjelek-jelekkannya menciptakan Fumie kecil merasa murung alasannya yaitu laki-laki itu sangat baik. Bahkan laki-laki itu ada disana waktu Yukie menjelek-jelekkannya, tapi Yukie nggak tahu jika itu orang yang dijodohkan dengannya. Kesalahpahaman berakhir dengan ijab kabul Yukie dan laki-laki itu.

Sebenarnya masalalu Fumie ini agak membosankan bagi aku, sesudah bintang film kecil tumbuh remaja dan diperankan Nao Matsushita, barulah ceritanya terasa segar. Saat PD II, ibu Fumie melahirkan anak perempuan, adik bungsu Fumie berjulukan Izumi. Toko keluarga Fumie menjelma toko Sake. Fumie menghabiskan waktu membantu di Toko bersama adiknya Takashi (Hoshino Gen), sementara abang laki-lakinya menjadi guru (kayaknya sih kakaknya, tapi saya ragu, sanggup jadi adiknya).
Fumie juga hasilnya tiba dimana ia akan dijodohkan dan Fumie sangat excited dengan hal itu, ia dan temannya Chiyo bahkan mengintip ke rumah laki-laki yang akan dijodohkan dengannya. Tapi ternyata lamaran ditolak dengan alasan Fumie terlalu tinggi. Fumie tentu saja terluka meski ia tidak memperlihatkannya. Setelah penolakan itu, tidak ada lamaran yang tiba pada Fumie. Fumie kini sudah berusia 28 tahun dan ia masih single.

28 tahun tinggal bersama orang tua, Fumie merasa tidak enak. Awalnya ia masih tidak terlalu memikirkannya alasannya yaitu ia banyak membantu di rumah. Tapi lama-lama ia mulai merasa tidak diharapkan lagi, alasannya yaitu kakaknya sudah menikah dan istrinya tinggal di rumah membantu pekerjaan, juga di Toko Takashi melaksanakan pekerjaan dengan baik. Ayah dan ibu juga khawatir tidak ada omiai yang cocok dengan Fumie.
Sampai suatu hari, omiai yang dinantikan hasilnya datang, tapi ayah masih ragu-ragu alasannya yaitu calon Fumie ini tinggal di Tokyo, pekerjaannya yaitu mangaka dan tidak memiliki tangan kiri. Tapi alasannya yaitu di profilenya Shigeru sudah punya rumah sendiri ditambah honor mangaka cukup besar, jadi ayahnya hasilnya menanyakan pendapat Fumie, apakah ia mau menemuinya atau tidak.
Tapi alasannya yaitu Fumie sudah tidak ingin membebani orang tua, ia hasilnya mendapatkan omiai ini. Bibinya yaitu satu-satunya yang menolak omiai ini alasannya yaitu menurutnya ayah Fumie seperti ingin Fumie cepat pergi dari rumah, jadi menjodohkan dengan siapa saja yang mau tanpa pikir panjang.

Dan begitulah, omiai pun dilaksanakan. Ayah mengingatkan Fumie untuk tidak bangun selama program perkenalan alasannya yaitu sanggup gawat jika Fumie ditolak lagi alasannya yaitu tubuhnya tinggi.
Calon Fumie yaitu Murai Shigeru (Osamu Mukai), 10 tahun lebih bau tanah darinya. Ibu Shigeru sudah muak menyuruh anaknya menikah dan kali ini ia berusaha keras semoga omiai ini berhasil. Kalau Shigeru menyukai calonnya, maka ia akan menciptakan ijab kabul mereka berlangsung dalam 5 hari, alasannya yaitu Shigeru memaksa kembali ke Tokyo dalam 5 hari, untuk mengejar deadline manganya.

Pertemuan keduanya berlangsung sangat unik. Keduanya cukup kaku. Fumie sendiri saking penasarannya, ia mengintip dari balik pintu, tapi Shigeru melihatnya. Disanalah Shigeru tampaknya memutuskan jika ia menyukai Fumie. Ditambah sebuah insiden terjadi dikala omiai yang menciptakan Fumie bangun dan keluarga calon laki-laki shock melihat Fumie sangat tinggi, tapi Shigeru malah menyukainya, alasannya yaitu menurutnya Fumie menyerupai ‘Itan Momen’ youkai kertas panjang yang terbang. Pertanyaannya dikala Omiai cuma 1, apakah Fumie sanggup bersepeda dan Fumie menjawab iya.
Dan begitulah omiai berjalan lancar. Keduanya menikah 5 hari sesudah pertemuan pertama itu dan pribadi berangkat ke Tokyo  setelah ijab kabul mereka.
Pernikahan mereka sangatlah lucu, Murai bahkan kentut sangat besar di hari pernikahannya, ia yang nggak sanggup minum alkohol bahkan pingsan dan menciptakan panik semuanya. Pernikahan Shigeru dan Fumie benar-benar kacau, tapi sangat menyentuh dikala ayah Fumie yang pemarah bernyanyi di pernikahannya.

Ayah Fumie bekerjsama mendapatkan omiai ini alasannya yaitu ia pikir Shigeru sudah mapan, alasannya yaitu di profilnya profesinya mangaka, mereka pikir duitnya banyak dan sudah punya rumah sendiri pula. Tapi Fumie shock dikala melihat tempat tinggal Shigeru, bukan di Kota Tokyo, melainkan di pinggiran Tokyo gitu, dan lagi jauh dari rumah penduduk, jalan ke sana dikelilingi ladang dan rumahnya kayak rumah tertinggal, kecil, nggak terawat dan bahkan jika jendela dibuka ada kuburan HAHAHAHHAHAHA.
Fumie benar-benar shock.

Masalah lainnya yaitu kepribadiannya Shigeru yang benar-benar cuek. Ia selalu menghabiskan waktu bekerja di kamarnya, tidak ingin diganggu siapapun. Ia juga bicara pada Fumie dengan nada agak kasar. Makara pada dasarnya meski sudah menikah, Fumie benar-benar sendirian. Di tempat asing dimana ia tidak mengenal siapapun.

Di hari pertamanya di Tokyo, Fumie bahkan dirampok. Untungnya seseorang menyelamatkannya, pemilik toko rental manga, Michiko-san. Pertemuan Fumie dan Michiko ini membuka lembar gres dalam kehidupan Fumie di Tokyo, dimana ia dan Michiko nantinya akan bersahabat. Fumie sering menghabiskan waktu bersama Michiko dan mulai berteman dengan penduduk di area pasar. Mereka yaitu teman, sahabat, senpai Fumie di Tokyo. Tempat Fumie curhat jika ia ada dalam masalah.

Masalah yang dihadapi Fumie di awal ijab kabul sangatlah banyak. Pertama ya alasannya yaitu kepribadian Shigeru itu, Shigeru sangat dingin, tidak ingin diganggu. Ia tidak suka jika Fumie ikut campur urusannya. Shigeru bukan mangaka populer, ia menggambar manga untuk rental manga, alasannya yaitu pada masa itu buku masih sangat mahal. Bayarannya sangat sedikit. Tapi Shigeru menyampaikan selama ia masih menggambar, mereka akan baik-baik saja, Fumie tak perlu khawatir akan keuangan.
Tapi sebagai ibu rumah tangga Fumie tentu saja khawatir alasannya yaitu mereka benar-benar kekurangan uang. Ia bahkan harus meminta resep masa Michiko, bagaimana memasak makanan dengan materi sedikit. Ia juga berusaha sehemat mungkin. Tapi kadang suaminya malah menggunakan semua uang untuk sesuatu keperluan, menyerupai hobinya yang menciptakan kapal perang dan lain sebagainya. Tapi Fumie memang istri yang penuh kesabaran menghadapi suaminya.

Shigeru tidak punya sisi romantis sama sekali, tapi Shigeru juga perhatian pada istrinya dengan cara yang berbeda. Ia juga sempat membawa Fumie jalan-jalan di kuil dekat rumah, ia bahkan membelikan Fumie hadiah pertama, sebuah sepeda. Hubungan kaku mereka semakin membaik sesudah tinggal serumah beberapa lama, Shigeru membuka pintu hatinya, Fumie perlahan diperbolehkan masuk ke ruang kerja, membantu menciptakan manga dan lain sebagainya. Perlahan pintu hati Shigeru terbuka, jika kini ia tidak lagi hidup sendirian.

Tapi, mangaka pada dikala itu benar-benar sangat kesulitan. Bayaran mangaka seharusnya yaitu 30000, tapi kadang hanya dibayar 10000,bahkan 5000 atau 3000, atau bahkan tidak dibayar sama sekali. Barang Shigeru juga habis dititipkan di pegadaian alasannya yaitu mereka kehabisan uang, bahkan kimono proteksi ibu Fumie juga harus masuk ke pegadaian. Pekerjaan Shigeru juga tidak lancar, publisher tempat ia bekerja bangkrut, ia harus mencari tempat gres untuk publisher yang mau menerbitkan manganya, ia bahkan rela menggambar manga yang bukan keinginannya dan lain sebagainya. Tapi semua kesulitan itu tidak menciptakan ia patah semangat. Ia yakin mereka sanggup menghadapinya. Fumie juga selalu setia disampingnya tanpa mengeluh, ia yakin mereka sanggup menghadapinya.

Masalah lainnya yaitu dikala Fumie hamil, Shigeru menyampaikan jika anak akan merepotkan alasannya yaitu dikala itu mereka miskin. Fumie hingga kabur dari rumah, ke rumah kakaknya Aki yang tinggal di Tokyo. Fumie murung alasannya yaitu Shigeru sama sekali tidak menelpon, tapi siapa sangka Fumie dijemput ke rumah oleh Shigeru. Dan mereka hasilnya sepakat untuk memiliki anak. Dan begitulah, ditengah kemiskinan mereka, Fumie melahirkan anak perempuan yang diberi nama Aiko. Shigeru menjadi lebih bersemangat lagi sesudah Aiko lahir. Michiko dan para sahabat di pasar juga sering tiba ke rumah menawarkan Fumie sesuatu semenjak ia hamil, contohnya makanan bergizi, garam, gula, baju bayi dan lain sebagainya. Michiko dkk sangat membantu mereka. Tapi kemiskinan Shigeru dan Fumie semakin parah, bahkan hingga listrik hasilnya dicabut dari rumah mereka.
Fumie bukannya tidak khawatir, tentu saja ia khawatir, tapi ia yakin setidaknya Shigeru tidak akan menciptakan Aiko kelaparan.

Kesulitan tiba silih berganti di keluarga Murai, saya lupa berapa tahun mereka ada dalam kemiskinan, entah berapa kali Shigeru ganti publisher untuk manganya dengan bayaran sedikit, ia bahkan tidak dibayar untuk beberapa pekerjaan, ia. melaksanakan pekerjaan yang tidak ia sukai juga demi bayaran menciptakan Fumie menyadari betapa suaminya sangat menyukai manga, tapi hasilnya mereka mulai menemukan titik terang dikala salah satu publisher terkenal di Jepang mulai tertarik dengan manga Shigeru.
Sebenarnya pada masa itu, manga diperuntukkan untuk anak-anak, jadi manga yang banyak laris itu manga perihal hero, manga shoujo, yang lucu-lucu. Shigeru sendiri, manga yang ia buat yaitu dark manga, dimana ceritanya banyak ke youkai/hantu, alam mistik dlsb. Kalau menciptakan manga perang, ia lebih ke peperangan yang gelap yang tokoh utamanya mati. Ia tidak suka menciptakan manga tema ‘hero’ alasannya yaitu ia mencicipi sendiri bagaimana peperangan itu, jadi manganya terlihat kasatmata dan orang tidak suka.

Selain itu rental manga juga sudah mulai berkurang, banyak publisher yang melarat dan rental manga juga tidak terkenal lagi alasannya yaitu TV sudah masuk ke Jepang, jadi belum dewasa hobi nonton TV daripada membaca manga. Shigeru bahkan sempat kehilangan semangat untuk berhenti menggambar, alasannya yaitu sebanyak apapun ia menggambar, mereka tetap miskin. Fumie tahu bagaimana suaminya sangat menyukai manga, jadi tentu saja ia sangat murung mendengarnya. Banyak mangaka yang mereka kenal mengalah akan cita-cita mereka alasannya yaitu berfikir sudah tidak ada masadepan lagi bagi rental manga.

Pada masa itu Kodansha yaitu publisher no 2 paling terkenal se-jepang dan tertarik pada Mizuki Shigeru, salah satu editornya sering mengajukan nama Mizuki Shigeru, tapi selalu ditolak, hingga suatu hari hasilnya ia mendapat persetujuan dan ia tiba ke rumah Shigeru menciptakan Fumie dan Shigeru shock. Kalau nggak salah, awalnya Shigeru menolak bekerja sama yang menciptakan Fumie kaget, kenapa suaminya menolak kesempatan besar itu. Tapi ternyata alasannya yaitu Shigeru yakin jika mereka sudah tahu betapa hebatnya manganya, jadi ia yakin pihak Kodansha akan tiba lagi. Dan tebakan itu benar, Shigeru mendapatkan kolaborasi sesudah kedatangan editor Kodansha kedua kalinya. Sejak bekerja sama dengan Kodansha, kehidupan keluarga Murai mulai membaik. Mereka dibayar dengan baik, hingga Fumie pikir pihak penerbitan salah kirim nominal uang, alasannya yaitu biasanya mereka dibayar 3000 dikirim 300000, lol. Mereka juga berhasil membayar kembali barang di pegadaian.

Shigeru tidak bekerja sendiri lagi, ia mulai menyewa tangan kanan untuk membantunya, ada Sugai-san, Kurata-san dan Tomita-san (kalau nggak salah nama mereka begitu). Kurata direkomendasikan oleh Kodansha, Tomita yaitu orang yang nggak sengaja ditemui Shigeru di kuburan dan ia tertarik alasannya yaitu lukisan Tomita, sementara Sugai-san orangnya sangat ceroboh, gambarnya buruk tapi ia memaksa bekerja disana sebagai tangan kanan dan Shigeru terpaksa menerimanya.
Rumah kecil mereka tiba-tiba menjadi ramai setiap harinya, saking ramainya malah menjadi sangat ribut, dan Shigeru tak sanggup konsentrasi,  jadi Shigeru hasilnya merenovasi rumah menjadi lebih besar lagi.

Shigeru semakin terkenal dengan manganya, ia sama seklai tidak pernah menolak usulan dari perusahaan kecil dan alasannya yaitu ia mulai makin sibuk, mereka memutuskan menciptakan perusahaan sendiri, Perusahaan Mizuki, dimana kakaknya Yuichi dan Istrinya membantu disana. Pekerjaan mereka kejar tayang setiap harinya. Kalau nggak salah Shigeru menjadi sangat terkenal itu semenjak Kodansha ingin Shigeru menggambar manga Terebi-kun yang dijadikan anime dan ia menggambar Kitaro dan dijadikan anime juga. Sebelumnya Akuma-kun di jadikan drama TV. Gomen ne, saya lupa alurnya gimana. Shigeru sangat menyukai Kitaro, tapi alasannya yaitu dongeng Kitaro sangat gelap, ia sempat berhenti menulisnya, pada hasilnya Kodansha memberinya kesempatan untuk kembali menggambar Kitaro. Gegege no Kitaro sendiri yaitu judul anime TV yang menciptakan Mizuki Shigeru menjadi sangat populer, ia menulis sendiri lirik untuk lagu anime itu, dan judul Gegege diambil dari nama kecilnya ‘Gege’.

Shigeru dan Fumie banyak dibantu oleh orang-orang selama masa sulit mereka. Ada Inui-san, seorang mangaka yang berhenti menulis manga dan membuka rumah produksi sendiri dimana Shigeru setia pada mereka, bahkan sesudah ia terkenal ia tetap menulis untuk mereka. Ada penyewa kamar lantai 2 rumah mereka, seorang mangaka juga, ia sedikit banyak membantu keuangan keluarga Murai dikala mereja miskin, tapi kemudian mangaka itu mengalah akan impiannya. Pemilik publisher pertama Shigeru yaitu Tomita-san yang sempat kabur tanpa membayarnya, kemudian muncul lagi dan mengajak Shigeru bekerja sama lagi, meski tetap tidak berhasil. Fukuzawa, seorang publisher yang sangat mengerti akan manga, ia menyadari kehebatan mangan Shigeru san sangat senang bekerja sama dengannya, bersama Fukuzawa, kehidupan keluarga Murai cukup baik, tapi kemudian Fukuzawa terjangkit penyakit dan harus dirawat di rumah sakit. Fukuzawa kembali beberapa tahun kemudian mengajak Shigeru bekerja sama lagi, dimana pada masa itu sedang terkenal majalah manga. Masih ada banyak orang yang membantu keluarga Murai, yang tidak sanggup saya sebut satu per satu.

Tapi yang paling tidak membantu dan selalu menciptakan persoalan yaitu Uragi. Uragi yaitu sahabat masa kecil Shigeru yang selalu memanggilnya Gege. Uragi selalu tiba dengan wangsit anehnya pada Shigeru, Shigeru tau jika itu nggak berhasil tapi ia tak sanggup menolak. Ia selalu menghindari Uragi tapi Uragi selalu ada dari awal hingga selesai drama ini. Meski ia menyebalkan saya selalu menantikan kehadirannya HAHAHAHAHAHA. Ia selalu mengejek keluarga Murai yang miskin, selalu punya wangsit bisnis tapi nggak berhasil, bahkan ia selalu berfikir Shigeru nggak akan sukses HAHAHAHAHAHA.

Fumie juga punya masalahnya sendiri selain manga. Misalnya persoalan dikala ia hamil menyerupai yang saya ceritakan diatas. Juga dikala ayahnya tiba ke Tokyo dan mengetahui jika puterinya hidup miskin, tapi Fumie berusaha memperlihatkan jika suaminya yaitu mangaka sejati dan ia sangat menyayangi suaminya. Fumie yang perlahan-lahan melihat sisi lain dari suaminya, alasannya yaitu memang semenjak awal Shigeru ini aneh, ia suka berdiam diri di kuburan, tempat favoritenya yaitu kuburan, tapi sekali menggambar manga, Shigeru sangat serius. Fumie juga perlahan-lahan mendengarkan masa kemudian Shigeru dari Uragi. Juga Shigeru yang hasilnya menceritakan apa yang terjadi padanya selama perang, bagaimana tangan kirinya hilang alasannya yaitu penyakit malaria, kenapa ia sangat menyukai pisang dan lain sebagainya.

Setelah rumah mereka menjadi besar, Fumie lebih banyak menghabiskan waktu di dapur, menyebarkan makanan dan minuman untuk tangan kanan dan para tamu, serta editor yang menunggu manuscript. Fumie hamil anak keduanya dikala pekerjaan Shigeru semakin banyak, alasannya yaitu ia nggak menolak usulan menciptakan manga, interview dll, jadi Shigeru selalu menghabiskan waktu di ruang kerja. Adik Fumie, Izumi tiba ke Tokyo membantu pekerjaannya. Izumi sempat melukai kakaknya menyampaikan ia tak ingin menyerupai Fumie yang mengandalkan honor suami dan kerjaannya cuma di dapur. Tapi kemudian Izumi menyadari jika Fumie lebih dari sekedar itu bagi Shigeru. Meski Shigeru terkesan dingin, Shigeru punya sisi hangat juga.

Anak kedua Fumie dan Shigeru yaitu Yoshiko, anaknya sangat bagus dan bersemangat. Yoshiko mengambil sifat ayahnya yang punya imajinasi tinggi dan ingin tau akan segala hal sementara Aiko mengambil sifat ibunya yang pemalu dan tidak percaya diri. Aiko sempat mendapat persoalan di sekolah dikala belum dewasa tau ia yaitu puteri Mizuki Shigeru, mereka mengejek Aiko anak Gege dan menyampaikan ayahnya menulis dongeng bohong. Sementara Yoshiko sendiri ingin tau kenapa ayahnya hanya punya satu tangan.
Aiko agak kesulitan menghadapi 2 puterinya alasannya yaitu Shigeru terllau sibuk jadi ia jarang bicara 4 mata dengannya. Fumie bahkan mulai merasa dirinya tak. diharapkan lagi alasannya yaitu Shigeru selalu meminta Fumie jangan membahas pekerjaannya, jangan menganggu pekerjaannya, berhenti menciptakan minuman dan makanan dan lain-lain. Fumie sempat kabur dari rumah. Tapi meski terlihat cuek, ternyata Shigeru juga perhatian, ia mengkhawtirkan Fumie, menyampaikan jika ia tidak mau membawa persoalan pekerjaan ke rumah, meski rumah dan tempat kerja mereka satu tempat sih HAHAHAAHAHA.
Mereka juga piknik untuk pertama kalinya, Shigeru pribadi membeli vila di gunung, meski vilanya cuma rumah bobrok, dan mereka hasilnya punya waktu bahu-membahu satu keluarga.

Shigeru 3 bersaudara dan semuanya ada di Tokyo, hal. ini menciptakan orang bau tanah Shigeru akan pindah ke Tokyo dari Sakaiminato. Adik dan kakaknya menolak menampung orang bau tanah mereka dengan banyak sekali alasan, alasannya yaitu ibu Shigeru terkenal sangat berisik. Shigeru juga sebenarnta keberatan sih alasannya yaitu rumahnya dab tempat kerjanya satu tempat, tapi pada hasilnya ia kembali merenovasi rumah dan menyebarkan kamar dan dapur gres untuk orang tuanya. Jadi, meski satu rumah, mereka punya privasi masing-masing. Aku suka bab itu dari Shigeru.

Kisah mereka berlanjut hingga Aiko akan lulus kuliah dan Yoshiko dibangku SMA. Masalah kembali datang, Yoshiko yang dianggap gila oleh teman-temannya alasannya yaitu menyukai yokai dan ia tak punya teman, tak punya impian. Masalah Aiko sendiri yaitu ayahnya mengharapkannya membantu pekerjaan sesudah lulus, tapi Aiko malah mendaftar menjadi guru. Pada masa itu, Guru gres sering ditugaskan di tempat terpencil dan Shigeru yang tidak mau berpisah dari anak-anaknya menolak keras Aiko menjadi guru. Ia bahkan kecewa dikala Aiko lulus dan meminta Aiko mengundurkan diri.

Drama ini berakhir dengan perayaan 20 tahun Mizuki’s Production, dimana semua orang yang pernah bekerja sama dengan Shigeru diundang di program tersebut dan terjadi reuni besar-besaran. Saat itu, satu-satu-nya yang masih bersama Mizuki’s Production dari awal dibuat hingga selesai yaitu Sugai-san, ia bertahan di perusahaan selama 20 tahun itu, sementara yang lain banyak yang keluar dan banyak yang berganti-ganti. Tidak ada yang menyangka Sugai yang ceroboh dan tidak percaya diri berada disana selama 20 tahun.

Setelah perayaan keluarga Murai kembali ke kampung halaman Fumie alasannya yaitu ayah Fumie meninggal dunia. Ayah Fumie yaitu orang yang paling khawatir dikala menjodohkan Fumie dengan Shigeru dikala itu. Meski ia kelihatan ayah yang dingin yang seperti menjodohkan Fumie dengan siapa saja asal menikah, tapi Ayahnya yakin jika Fumie menentukan orang yang sempurna alasannya yaitu Fumie menghadapi segala kesulitan yang ada bersama suaminya dan bertahan hingga sekarang. Ia melihat Fumie paling senang diantara semuanya.

Begitulah kira-kira sinopsis singkat asadora Gegege no Nyobo ini. Sebenarnya masih banyak hal yang tidak saya masukkan, contohnya mengenai Izumi yang menyukai Kurata, Sugai dan editor Kodansha juga menyukai Izumi, adik Fumie yang meninggal dunia, ayah Fumie yang jatuh sakit, Ayah Shigeru yang meninggal dunia dan bagaimana ibu Shigeru kesepian setelahnya, Ayah Shigeru yang tertangkap berair berkencan dengan gadis yang lebih muda, bagaimana Uragi selalu tiba disaat yang tidak tepat, seorang mangaka muda yang menyukai Shigeru dan Uragi menyukai mangaka itu dan lain sebagainya.

Asadora memang kisahnya sangat banyak dan panjang banged, bukan fokus pada satu tokoh aja. Makara jika diceritakan semuanya kayaknya nggak akan habis-habis. Ini aja udah sangat dipersingkat. Ada banyak. momen kecil yang sangat bagus sebenarnya, tapi asiknya memang jika pribadi nonton.
Tapi asadora yang tayang sekarang, Hiyokko tampaknya mulai agak kurang sentuhannya alasannya yaitu tokoh lainnya tidak terlalu dubahas dan hanya ada disekitar tokoh utama saja tanpa ada sesuatu yang WAH.

Sebenarnya saya merasa drama ini uniknya yaitu waktu kecil Fumie dan Shigeru pernah bertemu, tapi mereka tidak saling mengenal. Dan hal itu bahkan tidak dibahas hingga akhir, maksudnya tidak dibahas panjang lebar, cuma perasaan Fumie yang merasa jika orang yg ditemuinya dikala kecil yaitu Shigeru, tapi ia tak pernah bertanya secara langsung. Intinya sih Shigeru tidak mengetahui jika anak gadis yang ia tolong dulu yaitu Fumie dan Fumie hanya menabak dalam hati.

Fumie mungkin kelihatan menyerupai istri manja yang nggak mau bekerja dan hanya mengandalkan suami dikala mereka dalam kemiskinan. Tapi menyerupai kata Shigeru, jika bukan alasannya yaitu Fumie, mereka tidak akan hingga sejauh ini. Fumie yaitu satu-satunya yang mengerti abnormalitas suaminya dan bagaimana suaminya, ia sangat setia pada Shigeru meski kehidupan sulit selalu menghalangi jalan mereka. Shigeru orangnya tidak berakal mengekspresikan perasaan sering menciptakan Fumie salah paham, tapi kita tahu jika mereka berdua saling mengasihi dengan cara mereka sendiri.

Aku menonton 156 episode asadora Gegeg no Nyobo selama 2 ahad dan menurutku asadora ini meninggalkan kesan yang cukup dalam. Karena ini berbeda dengan asadora sebelumnya yang saya tonton dengan tokoh perempuan penuh keceriaan. Selain itu meski pov diambil dari sisi Fumie, tapi fokus drama ini yaitu sang suami, alasannya yaitu disini kita melihat sang istri yang mendukung suaminya. Fumie beneran istri yang sabar. Aku nggak tau gimana bilangnya tapi kalian harus nonton untuk lebih jelasnya.
Aku sangat menyukai Shigeru dan rasa optimisnya. Ia sama sekali tidak malu dengan keadaannya, ia penuh percaya diri dan sanggup melaksanakan apapun meski ia hanya punya tangan kanan. Tapi ada banyak sisinya yang nyebelin juga sih 😂

Berikutnya selagi masih menonton asadora Ongoing Hiyokko, saya juga akan mencoba asadora Carnation^^
Dilist saya juga sudah ada Hanako to Anne dan Ohisama. Aku juga ingin menonton Umechan Sensei tapi ga ada subtitlenya 😭

Skor:

Story: 5/5
Acting: 4/5
Cinematography: 4/5
Music: 4/5
Opening: 4/5
Ending: 4/5

Continue Reading

More in Asadora

To Top