Connect with us

Locafest.co.id

[Review] Asadora: Mare (2015)

Asadora

[Review] Asadora: Mare (2015)

Sangat sulit menemukan mood untuk menulis lagi huhuhuhuhu. Malah asik spazz di sosmed nih. Ga tau kenapa hahahhahaha.


Belakangan ga ada drama yang benar-benar menarik hatiku, hingga menciptakan addicted ect. Aku juga ga sempat menulis sinopsis, mungkin bakalan kebanyakan review mulai dari sekarang.
satu-satunya yang menarik hatiku dan memang membuatku addicted ialah Age of Youth dan drama itu sudah berakhir beberapa ahad kemudian menyisakan hampa di hati HAHAHAHAHA.
Bukan berarti saya ga menoton drama lain. Aku juga menonton hanya saja memang ada masa dimana saya agak bosan dengan k-drama HAHHAHAHAHA.

Nah, sebab itu, berhubung kuota malam-ku agak berlimpah mana masa aktif udah mau habis, saya galau mau download apa dan jadinya saya menetapkan kembali untuk mencoba drama yang sudah usang bekerjsama ingin saya tonton tapi terus tertunda sebab banyak sekali hal, salah satunya ialah sebab episodenya yang banyak. Apakah itu?
Seperti judul postingan ini, drama itu ialah drama jepang atau lebih tepatnya Asadora (drama pagi) berjudul MARE.
Bagi kalian penggemar drama jepang, saya rasa asadora Mare udah ga asing lagi kan, apalagi bagi fans Yamazaki Kento.

Asadora ialah drama pagi yang tayang 6 kali seminggu, berdurasi 15 menit yang tayang selama setengah tahun di Jepang, dan setengah tahun berikutnya digantikan oleh asaodora lainnya. Asadora sudah ada di NHK semenjak zaman-zaman dulu dan memang ceritanya selalu elok dan lumayan serta penuh pandangan gres hidup. Format asadora selalu sama, tokoh utama selalu seorang gadis yang berjuang untuk mencapai sukses dengan banyak sekali cobaan.
Jujur saja, saya bekerjsama tidak menonton asadora dan memang nggak tertarik, saya bahkan gres tahu Oshin ialah asadora sesudah saya mengenal asadora Amachan.
Ya, satu-satunya asadora yang saya tonton hingga tamat ialah Amachan dan saya sudah membahas di postingan terdahulu. Aku jatuh cinta pada Amachan dan berhasil menuntaskan 156 episodenya.
Dan tampaknya kali ini asadora yang berhasil saya tamat-kan bertambah 1, yaitu MARE.

Dalam postingan tamat tahun, saya membahas kalau semenjak tahun kemudian saya sangat tertarik dengan Mare. Aku mencoba menontonnya sesudah saya menuntaskan Amachan. Tapi ternyata saya hanya menonton ahad pertama (6 episode) dan sesudah itu saya tidak melanjutkannya sebab masih berat hati. Mendownload drama 156 episode ialah hal yang sangat sulit HAHAHHHAHAHA
Tapi sebab sesudah AoY tamat, saya benar-benar butuh drama yang fresh, jadinya saya mendownload lagi dan WOW, jadinya semalam saya berhasil menuntaskan 156 episode itu. Masih ada episode special dan saya belum mendownloadnya heheheehhehe XD

Pada kesempatan kali ini, saya akan mereview sedikit mengenai asadora Mare dan mungkin akan ada spoiler ending disini, hehehehehehe.

Noto-hen

Tsumura Mare ialah nama seorang gadis kecil yang lahir di keluarga miskin di Tokyo, ditulis dari kanji ‘harapan’ dan ‘mimpi’ oleh sang ayah, dengan harapan anaknya akan memiliki mimpi yang besar suatu hari nanti.
Tapi alih-alih punya mimpi yang besar, Mare tumbuh menjadi gadis yang benci akan impian. Hal ini dikarenakan ayahnya, Tsumura Toru, ialah seorang ayah yang bersemangat akan impiannya dan selalu berusaha mengejar mimpinya untuk sukses dan berbisnis yang berujung gagal dan menambah hutang keluarga, menciptakan mereka miskin dan tak punya pilihan selain pindah ke sebuah pedesaan di semenanjung Noto, desa Stota.
Pindah ke sebuah desa dimana tidak ada seorangpun yang mengenal mereka disana ialah hal yang cukup sulit. Tentu saja para warga curiga mereka lari dari hutang lah, atau hanya sok sok pindah sebentar kemudian nggak tahan dan nanti kembali ke kota dan lain-lain.
Tapi keluarga Tsumura sudah menetapkan kalau Noto ialah pelarian terakhir mereka, apapun yang akan terjadi mereka akan menetap disana.

Keluarga Tsumura kemudian berkenalan dengan keluarga Okesaku yang memiliki sebuah ladang garam tradisional yang sudah ada semenjak zaman Edo. Mare sangat menyukai hal ini, sebab menurutnya begitulah sebuah pekerjaan, dikerjakan perlahan-lahan. Meski awalnya keluarga Tsumura tidak diperbolehkan menyewa kamar lebih dari 3 hari, tapi kegigihan Aiko merayu Okesaku Fumi dan juga Okesaku Ganji yang tertarik dengan kepolosan dan semangat Mare menciptakan mereka perlahan-lahan diterima di desa.

Di Noto, Mare bertemu dengan banyak orang-orang baik dan juga teman-teman barunya. Diantaranya ialah keluarga Kuramoto yang membuka sebuah salon dan anak mereka seusia Mare, Ichiko; keluarga Teraoka si tukang pos dan anak mereka Minori; keluarga nelayan Kado dan anak mereka Yoichiro, Takashi Futaki, Kontani Keita dan lain-lain. Anak-anak mereka seusia MAre. Meski awalnya mereka tampak tak bersahabat dan sebab Mare dianggap orang luar, Mare tidak bisa masuk dalam bundar sahabat semenjak lahir itu. meski ia kadang merasa terasing, tapi ia selalu mengikuti mereka, lebih tepatnya, awal mereka bersahabat ialah sebab bawah umur desa memaksa Mare mengikuti mereka hehehehhehe.
Tapi gadis pembenci mimpi dan orang luar itu lama-lama bersahabat dengan mereka dan menjadi sahabat.

Ayah Mare sendiri, Toru demi keluarga menetapkan bekerja di Ladang Garam. Tapi sebab kekuatan fisiknya yang sangat lemah, ia kesulitan dengan pekerjaannya. Ladang garam diliburkan selama pertengahan demam isu gugur hingga pertengahan demam isu semi, jadi Toru menetapkan ke Tokyo selama libur itu untuk mencari pekerjaan sampingan. meski awalnya Aiko ragu, ia jadinya memperbolehkan Toru ke Tokyo. Dan 6 tahun semenjak dikala itu, Toru tidak pernah kembali ke Noto.

Setelah menghilangnya Toru, Aiko, Mare dan adiknya Ittetsu berjuang untuk hidup di Noto. Bagi mereka, keluarga mereka hanya lah mereka bertiga dan mereka sudah melupakan Toru. Mare sudah menjadi siswa Sekolah Menengan Atas tingkat tamat dan menjadi siswa Sekolah Menengan Atas paling sibuk di Noto. Pagi-pagi ia akan memberi pengumuman, kemudian membantu Fumi di ladang, ke pasar berjualan, kemudian ia ke sekolah dan pulang sekolah ia bekerja paruh waktu di sebuah cafe kecil di pasar. Hal ini tentu saja demi keuangan keluarga. meski ia dan dan ibu bekerja sepanjang hari, tetap saja uang mereka masih kurang.
Sampai suatu hari Toru kembali ke desa dan menyampaikan alasannya kenapa ia tidak kembali selama 6 tahun ini, sebab punggungnya sakit jadi ia tak bisa bekerja di ladang garam. Meski keluarga masih marah, tapi mereka jadinya mendapatkan kehadiran Toru kembali.

Mare sendiri tidak memiliki cita-cita yang tinggi. Setelah lulus SMA, ia akan bekerja menjadi PNs di balai kota. Meski ayah menentang sebab ia harap Mare punya impian, tapi Mare memang sudah menetapkan hal ini semenjak lama. Dengan bekerja sebagai PNS, honor niscaya tiap bulan, maka keuangan keluarga setidaknya setiap bulan akan aman. Tapi ternyata pekerjaan ini cukup sulit untuknya. Meski begitu Mare berusaha menikmatinya.
Tapi bekerjsama Mare punya cita-cita dikala ia masih kecil dahulu. Ulang tahunnya sama dengan ayahnya, 10 Agustus, di hari ulang tahunnya ke-5, ayahnya pulang membawa cake dengan hiasan penyihir peri diatas cake dan dikala merasakan cake itu, Mare merasa cake itu sangat lezat dan pribadi menetapkan kalau ia ingin menjadi hebat camilan manis dikala besar nanti.
Tapi cita-cita tinggal impian, sebab mereka sering pindah kesana kemari dan lagi kehidupan sulit, Mare melupakan impiannya.

Lebih tepatnya ia mengubur impiannya.
Meski ia sangat menikmati menciptakan cemilan untuk sahabatnya dan mengembangkan cake dikala ulang tahun atau momen special, tapi ia tetap menyimpan dalam hati sebab prioritasnya ialah keluarga. Meski begitu, wajahnya tidak bisa berbohong, wajah Mare paling senang dikala ia menciptakan camilan manis dan dikala mendengar dari orang yang merasakan kue-nya, kalau kuenya sangat enak.
Mare dalam beberapa ttitik bekerjsama iri pada sahabatnya yang memiliki cita-cita masing-masing. Meski cita-cita itu kecil dan tak niscaya tapi semuanya bersemangat. Seperti Ichiko yang punya cita-cita bekerja di Tokyo sebagai model, Keita yang sangat menyukai pernis dan ingin menjadi nomor 1 di dunia, Takashi yang suka menyanyi, Yoichiro yang ingin jadi nelayan menggantikan ayahnya dan Minori yang ingin bekerja di kantor pertanian dan menikah dengan penduduk lokal.

Mare bekerjsama pernah mencoba menantang dirinya dengan mengikuti seuah kontes menciptakan cake. Ia tidak menyampaikan pada keluarganya sebab ibu akan murka kalau tahu Mare mengikuti kompetisi (ibu pernah menyampaikan ia tidak oke Mare menjadi hebat kue, ibu bekerjsama bohong, ia hanya ingin melihat kesungguhan Mare). Kontes pertama yang ia ikuti, Mare kalah tentu saja. Tapi ia ialah gadis yang unik, ia mengikuti sang juri untuk menanyakan pecahan mana dai cake yang ia buat, yang salah.

Kedatangan nenek Mare (ibu Aiko) ke Noto menciptakan cita-cita Mare makin terlihat. Nenek Mare ialah seorang pattisier di Perancis dan punya korelasi jelek dengan Aiko. Ia ke Noto untuk berbaikan dengan puterinya. Dari sana Mare tahu kalau hebat kue, cita-cita kecilnya adalag seorang pattisier dan ia sangat menyukai cake buatan neneknya bahkan neneknya menilai cake buatannya.
Melalui banyak sekali tahapan menemukan, meyakinkan diri dan mengambil resiko, dengan berderai air mata Mare menyampaikan pada ibunya kalau ia ingin menjadi seorang patisier.
Dengan izin keluarga dan dukungan semuanya, Mare berangkat ke Yokohama untuk menjadi seorang patisier.

Yokohama-Hen.

Tujuan Mare ialah menjadi patisier no. 1 di dunia. Langkah pertama yang ia lakukan ialah ia ingin magang di toko camilan manis dimana ayahnya membeli cake dikala ulang tahunnya yang ke-5. Tapi ternyata rasa kuenya sudah berubah dan Mare tidak mengalah ingin menemukan daerah dimana dikala ia merasakan kue-nya ada sensasi tertentu.
Pencarian itu membawanya ke sebuah toko camilan manis berjulukan Ma Cherie Chou Chou. Ternyata patisier disana ialah juri dikala kontes dulu, Ikehata Daigo yang terkenal aneh, suka marah-marah, kata-kaanya sangat kejam dan menyeramkan. Meski awalnya di tolak magang disana, tapi dengan semangat dan pantang menyerahnya, Mare jadinya di perbolehkan Magang disana.

Mare kemudian berkenalan dengan keluarga Ikehata, Wako, Minami, Daisuke, Chef masakan China di restoran china Wako, Sous Chef Toko, Chef muda Asai dan lain-lain. Ia tinggal di penginapan untuk pegawai milik Wako-san, Istri Daigo.
Di Ma Cherie Chou Chou lah Mare memulai jalannya menjadi patisier, mulai dari pekerjaan kecil menyerupai bersih-bersih dan membuang sampah, hingga jadinya ia diperbolehkan masuk dapur untuk mencuci peralatan dan dipercaya menciptakan merenge dan lain sebagainya. Mare termasuk murid yang cepat meningkat keterampilannya dan menciptakan Daigo sangat menyukainya.
Meski begitu, Mare pernah sekali kembali ke Noto sebab frustasi tapi jadinya ia kembali ke Yokohama kembali.

Mare’s Love Story

Kisah cinta Mare dimulai semenjak ia bertemu kembali dengan Keita sesudah berpisah 8 tahun lalu. Pertemuan pertama mereka ialah di pasar, sebab penis wajima. 8 tahun berpisah, keita ternyata menyukai semangat Mare semenjak dahulu, dikala Mare gres pindah ke Noto, dikala itu Keita galau sebab akan pindah sekolah, tapi Mare memberinya semangat. Tentu saja pertemuan kembali mereka sesudah 8 tahun, Keita masih menyukai MAre dan dengan terang Keita menyatakan perasaannya pada Mare. Tapi Mare masih polos ternyata, ia menolak Keita dengan alasan badannya gatal-gatal dikala Keita menembaknya HAHHAHAHAHAHA.
Kisah cinta Mare dan Keita sangat terkenal di Noto, sebab diumumkan di pengeras bunyi oleh Fumi-san, sebab Mare belum menjawab pernyataan cinta Keita HAHHAHAHAHAHA.

Mare bekerjsama tidak pernah menolak Keita secara langsung. Tapi tindakannya menciptakan ia terlihat menyerupai itu. Banyak yang mengira kalau Keita di tolak sebab Keita laki-laki yang penuh dengan cita-cita dan matanya berbinar-binar kalau bicara wacana pernis. Sementara Mare adallah gadis yang sangat membenci impian. Tapi Keita tahu Mare sangat menyukai cake dan ia tahu kalau cita-cita Mare ialah menjadi hebat kue/patisier. Tapi dikala itu, Mare masih memikirkan keluarganya jadi ia mengubur impiannya menciptakan Keita merasa Mare sudah berubah semenjak pertama kali mereka bertemu dikala kelas 5 SD.

Tapi ternyata Mare memang menyukai Keita. Di hari dimana ia menetapkan menyampaikan perasaan sesungguhnya, ternyata Keita dan Ichiko sudah berpacaran. Mare patah hati untuk pertama kalinya.
Kedua kali ia patah hati ialah dikala kembali ke Noto dan melihat Keita menyatakan perasaannya pada Ichiko. Ichiko dan Keita termasuk pasangan yang sering bertengkar. Itu karean Keita tidak tegas, atau bisa saya bilang sih agak gimana ya, ga yakin sama perasaan?
Makara ceritanya  keita ini kan suka Mare, tapi sebab berfikir ia ditolak, ia pacaran dengan ichiko. Nah, saya memikirkan mungkin ini pelarian, tapi ternyata Keita memang menyukai Ichiko, hanya saja hatinya masih untuk Mare dalam artian, ia memikirkan Mare sebagai orang yang special.
Saat Mare akan berangkat ke Yokohama untuk menggapai mimpinya, Keita menawarkan sumpit pada Mare, hasil pernis pertamanya.

Nah, Ichiko tahu akan hal ini dan tentu saja Ia sangat murka pada Keita. Tapi Keita ini tidak mengerti salahnya dimana. Karena Keita pikir salahnya ialah menawarkan Mare sumpit hasil pernis-sannya, ia pun menawarkan Ichiko satu. Nah tentu saja Ichiko makin kesal, sebab itu sama saja menganggapnya yang kedua. Apalagi dikala Ichiko tahu kalau Keita mengirimkan kartu ucapan menyemangati Mare dikala Mare menetapkan kembali ke Yokohama.
Karena problem memang menjadi rumit, Mare menetapkan benar-benar melupakan Keita. Ia menyimpan sumpit yang diberikan Keita.

Ditengah hati yang galau dan patah hati, Daisuke muncul ke kehidupannya. Sebenarnya pertama kali Mare dan Daisuke bertemu ialah hari pertama Mare pindah ke Yokohama, di kamar yang ia sewa, Daisuke yang mabuk menciumnya (di hari yang sama Keita juga mencium Ichiko T___T).
Mare sangat tidak menyukai Daisuke sebab menurutnya Daisuke itu pemalas dan tak punya semangat untuk hidup. Mare paling benci orang yang mencari alasan untuk tidak bekerja.
Tapi usang kelamaan, Mare merasa terbiasa dengan Daisuke (oia, Daisuke ini anak Chef Daigo). Daisuke tipe laki-laki yang pribadi menyampaikan apa yang ia pikirkan. Ia banyak membantu Mare secara pribadi maupun tidak langsung. Bahkan Mare sempat berdebar pada Daisuke dikala Daisuke ada di hadapannya dan mengucapkan ‘Ohayo’ dikala ia terbangun. AWWWWWWWWWWWWW Adegan yang beneran bikin saya gigit bantal sebab sweet banged tapi saya di tim Keita jadi agak kesel juga, tapi cant helping but love him HAHHAHAHAHA.

Wako-san (ibu Daisuke dan Minami/ istri Daigo) pernah menyampaikan kalau alasannya menikah dengan Daigo ialah sederhana, dikala ia terbangun di pagi hari sebab kelelahan, Daigo ada disampingnya dan mengucapkan selamat pagi, dikala itu ia yakin kalau ia akan menikahi laki-laki itu.
Nah, ini menciptakan Mare sangat galau sebab ia berdebar dengan Daigo.
Tapi untung saja hal yang sama terjadi di Noto. Saat Mare kembali ke Noto untuk upacara kedewasaan, bawah umur mabuk di rumah fumi-san, dan pagi hari dikala terbangun, Keita disamping Mare mengucapkan ‘ohayo/selamat pagi’ dan membuatnya berdebar-debar juga KYAAAAAAAAAAAAAAAAAa!!!!!

Karena Mare masih memikirkan sahabatnya Ichiko, Mare menetapkan pacaran dengan Daisuke meski itu artinya Minami akan menjadi musuhnya. Minami ialah adik tiri Daisuke yang menyukai Daisuke. Minami tidak menyukai bagaimana Mare mempermainkan kakaknya. Ia tahu Mare menyukai Keita tapi malah pacaran dengan kakaknya. Ia benar-benar akan membenci Mare kalau Mare mengakibatkan kakaknya sebagai pelarian.
Hanya 1 hari pacaran, Mare menetapkan Daisuke sebab ia tidak bisa membohongi perasaannya.
Saat konser Takashi, Mare dan Keita tiba melihat. Dan disanalah Mare mengkonfirmasi perasaannya pada Keita, kalau ia menyukai Keita.

Mare dan Keita resmi pacaran tapi mereka harus segera berpisah.
Keita ke Yokohama dikala itu hanya untuk ekspo pernis. Di hari mereka berpisah mereka berjanji kalau mereka tidak akan saling menghubungi selama 2,5 tahun dan fokus pada karir dan cita-cita mereka. Setelah mereka cukup matang dan merasa masih mengasihi satu sama lain, maka pada tanggal yang ditetapkan mereka akan bertemu kembali di Noto.

2,5 tahun berpisah di hari pertemuan pertama keduanya, Keita membawa Mare ke rumah keluarga dan meminta izin menikahi Mare. HAHAHAAHHAHA. tentu saja semua orang sangat terkejut dan shock, apalagi Mare sendiri. Ternyata maksud Keita itu sesudah 2,5 tahun kalau mereka ketemu lagi tuh pribadi nikah, nah Mare ngiranya konfirmasi perasaan ya pacaran dulu gitu.
Awalnya Mare menolak begiu juga keluarga. Tapi Keita tetap memaksa dan menawarkan alasan yang masuk logika juga sih. Ia hanya ingin punya ikatan dengan Mare dan ia berjanji akan terus mendukung cita-cita Mare.
Akhirnya Mare oke da keduanya menjalani korelasi ijab kabul jarak jauh.

Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Ada problem yang terjadi di Nushiya (tempat menciptakan pernis wajima namanya Nushiya, menyerupai rumah pemilik gitu). Kakek Keita jatuh sakit, mereka punya pesanan dari paris untuk pernis porselin, penunjukan pengganti Yotaro juga. Keita menanggung semuanya dan kesehatannya memburuk, ia jatuh sakit.
Sedangkan Mare sedang dalam tahapan yang serius, dimana ia menjadi sous chef dikala ini dan Daigo memintanya berguru ke Paris. Impian para patisier tentu saja berguru di Paris. Tapi Mare masih memikirkan hal itu dan belum memberi keputusan.
Ia kembali ke Noto sesudah tahu Keita sakit dan mengetahui semua permasalahan disana.
Mare merasa tidak bisa tinggal membisu saja melihat suaminya menerima problem dan dengan keputusan yang sangat berat, ia harus berhenti menjadi patisier untuk mendukung suaminya.
Meski Keita menolak, tapi Mare bersikeras, ia hanya akan berhenti hingga keadaan Nushiya membaik, kemudian ia akan menjadi patisier lagi.

Perpisahan Mare dan keluarga di Yokohama sangat mengharukan.
Daigo meski kelihatan keras hati tapi ia sangat memikirkan Mare. Ia sangat menyukai Mare dan ingin Mare tetap menggapai impiannya. Untuk kelulusannya, Mare mengembangkan roll cake, tapi Daigo tetap menyampaikan rasanya tidak enak, bahkan sesudah ia menciptakan berkali-kali.
ternyata bukan sebab tidak enak, tapi sebab DAigo tidak rela Mare meninggalkannya. Sejak Mare datang, Daigo menemukan semangat barunya. Mengajari Mare menawarkan semangat padanya untuk melihat apa lagi yang akan Mare buat dan itu juga menciptakan kemampuannya meningkat.
Meski jadinya ia merelakan Mare pergi, ia menawarkan pisau pribadinya pada Mare dan berharap Mare suatu hari menggunakannya untuk menciptakan cake terbaik di dunia.

Back To Noto

Kembali ke Noto, Mare tinggal di Nushiya menjadi nyonya pemilik. membersihkan rumah, memasak, membungkus pesanan dna melaksanakan tugas-tugas lainnya. Meski ia tidak bisa melakukannya dengan baik tapi ibu mertuanya membantunya. Ibu mertuanya sangat membenci Mare awalnya, tapi bekerjsama ia baik.
Mare melaksanakan tugasnya dengan baik dan juga mendukung keita. Keita memang menerima banyak problem menyerupai di wacana menjadi penerus Yataro kakeknya, juga ayahnya yang jadinya menjadi penerus ternyata untuk mendukung kesuksesannya menjadi walikota dan juga pesanan dari paris yang dibatalkan.
Tapi dengan semangat pantang mengalah Keita, jadinya Keita bisa melaksanakan semuanya dan ia berhasil. Mare sebagai sang istri terus mendukungnya.

Keita tentu saja tidak melupakan cita-cita Mare. Sebagaimana ia meraih impiannya, ia juga ingin Mare melanjutkan mimpinya Tapi meninggalkan nushiya ialah hal yang berat.
Toru yang gagal dalam bisnisnya dan benar-benar menjadi Toru yang tak bersemangat, tiba-tiba menemukan semangat barunya dikala Ganji-san menyampaikan ia akan pensiun dari ladang garam dan ingin Mare mengambil alih menjadikannya toko kue. Tapi tentu saja Mare menolak sebab ladang garam ialah kehidupan bagi Ganji. Dan pada jadinya Ittetsu lah yang mengambil alih ladang garam. Memang tak semudah itu, Ittetsu harus melewati banyak sekali hal dan juga dengan penolakan Ganji, ia berusaha meyakinkan Ganji. Ittetsu sendiri melaksanakan itu demi Ganji, ia ingin mejadi penerus dan menjaga ladang garam itu, juga demi Minori yang sedang hamil anak mereka.

Pemilik cafe daerah Mare bekerja paruh waktu dulu juga akan pensiun dan meminta Mare mengambil alih tokonya. Hal ini menciptakan toru bersemangat membangunkan planning bisnis untuk Mare. Meski Mare tetap menolak, tapi dikala ayahnya kembali menghilang sebab sesuatu, ayahnya hanya meninggalkan planning bisnis itu untuknya. Dengan dukungan dari Keita, mereka menetapkan membuka toko camilan manis untuk Mare. Dukungan dari warga, sahabat dan keluarga akhirnya, Mare kembali menjadi patisier. Meski begitu ia tidak melupakan tugasnya sebagai ibu pemilik, jadi ia hanya membuka toko 5 jam, dan berikutnya ia bekerja di Nushiya.

Tapi membuka toko camilan manis perancis di pedesaan tentu saja tidak semudah yang dibayangkan. Harga camilan manis perancis sangat mahal, warga juga tidak setiap hari bisa membelinya, toko camilan manis Mare sepi dan bahkan emngalami kerugian. Padahal ia meminjam uang di bank untuk modal. Tapi ia tetap berusaha dengan derma para sahabat dan adiknya mempromosikan toko. Sangat tidak mudah, tapi semangat mereka benar-benar diacungi jempolan, Apalagi Keita yang mendukung penuh istrinya.

Masalah gres muncul dikala Mare hamil. Awalnya ia akan kembali bekeja di toko sesudah 3 bulan melahirkan. Tapi tentu saja menjadi seorang ibu tidak semudah yang kita bayangkan. Apalagi Mare melahirkan anak kembar. meski 2 kali kebahagiaan, tapi mereka mengalami 2 kali kesulitan. Mare sempat mengalah akan impiannya menjadi patisier sebab ia seorang ibu sekarang. Merawat anaknya dan juga Nushiya sudah  sangat berat untuknya, ia tak punya waktu untuk membuka toko. Apalagi dikala Ayumi kecil jatuh skait sebab demam tinggi dikala ia menciptakan cake di toko untuk pesanan pelanggan, Mare hampir kehilangan nyawa sebab khawatir terjadi sesuatu pada anaknya. Mare sangat mengasihi keluarganya tapi ia juga mengasihi pekerjaannya. Jika disuruh menentukan salah satu, ia tidak bisa.
Tapi Keita sang suami tetap mendukung sang istri untuk berkarir demi mimpinya. Makara ia mencari jalan keluar bagaimana Mare bisa menjalankan toko + mengurus anak. Dengan dukungan sang suami yang meyakinkannya, jadinya Mare menetapkan kembali membuka Toko.

Lalu bagaimana tamat kisah perjalanan Mimpi Mare?
Bagaimana dengan menjadi patisier no 1 di dunia? Apakah ia bisa menggapainya? Menjadi seorang ibu dan patisier?

Mare benar-benar drama yang mebginspirasi. Ini menyerupai kita yang mungkin masih tersesat, apa impianku/
mengajarkan kalau cita-cita bukan hanya wacana saya ingin menjadi apa, saya ingin bekerja disini tapi bisa juga hal-hal kecil menyerupai saya akan ingin pergi ke paris suatu hari nanti, atau saya ingin menciptakan keluargaku senang dan tersenyum.
Hanya sebab berkeluarga bukan berarti.seorang ibu harus mengalah akan impiannya. Hal yang paling pentig ialah dukungan keluarga dan kemauan yang kuat. Tapi tentu saja kita dihentikan melupakan kodrat sebagai seorang ibu. Mare tahu ia tidak akan bisa sukses dengan keduanya, menjadi ibu dan patisier, tapi ia tetap ingin mencobanya, sebab kalau tidak dicoba maka kita tidak tahu bisa atau tidak. Ia tetap menjadi ibu yang baik untuk anak-anak, istri yang baik untuk suami tercinta, anak yang baik untuk keluarganya dan juga impiannya menjadi patisier, ia tidak mengalah akan hal itu.
Opening song Mare juga sangat elok liriknya. Aku rasa saya memang menetapkan menonton drama ini dulu sebab Openingnya bagus. Bahkan meski dikala itu saya ga jadi menonton, tapi Marezora tetep jadi playlistku HAHHAHAHA

Begitu banyak cobaan dalam hidup Mare. Dia lahir dari keluarga miskin, membenci impian, tapi ia punya mimpi meski harus memikirkan banyak hal sebelum merealisasikannya. Pada jadinya ia ada di tahap akan menggampai impiannya, ia terhalangi dengan banyak hal. bukan berarti ia menyesal menikah dengan keita atau melahirkan si kembar, tapi keluarganya ialah kebahagiaannya juga. Ia senang menjadi seorang ibu dan senang masih bisa bekerja di toko kue. Aku sangat menyukai Tokoh Keita sebagai suami disini. Mare mendukungnya dengan nrimo dan Keita juga medukung dikala istrinya sangat terpuruk. Tapi Keita juga memarahi Mare kalau Mare melaksanakan kesalahan. Seperti dikala Mare menyampaikan ia bisa melaksanakan keduanya, sebagai seorang ibu dan sebagai patisier, Keita mendukung penuh hal itu. Tapi dikala Mare membentak anak mereka, Keita sangat murka padanya, sebab ia mendukung Mare tentu saja ia berharap Mare tetap menjaga janjinya.

Dalam drama ini, meski berpusat pada Mare, tapi problem bukan hanya  problem Mare dan keluarganya.
Kita juga nelihat problem keluarga Okesaku, yang hanya punya 1 anak yang bekerja di Tokyo. Pulang sesudah sekian usang malah ingin menjual ladang garam.
Masalah para sahabat juga ada. Ichiko dengan impiannya yang ingin ke Tokyo, meski audisi berkali-kali ia tetap gagal. Ia benar-benar iri pada Mare dan bahkan pernah mencoba menghancurkan gadis itu. Tapi pada jadinya masalahnya terselesaikan dengan baik.
Minori yang menemukan impiannya, menikahi laki-laki lokal yang ternyata ialah Ittetsu,ditentang oleh seluruh keluarga sebab Ittetsu masih terlalu muda.
Yoichiro yang tak bisa melupakan Ichiko dan bahkan tidak menikah hingga drama ini berakhir HAHHHAA.
Takashi yang jarang bicara tapi sukses dalam karirnya sebagai penyanyi dan aktor, ternyata menyimpan diam-diam kisah cintanya yang menciptakan saya ternganga HAHAHAHAHA.

Festival yang memperlihatkan perasaan Keita pada Mare. Melihat ia menatap Mare awwwwww my heart <3
Para sahabat minus Ichiko <3
(dr kiri ke kanan) Yoichiro, Keita, Mare, Minori, Takashi 🙂
Noto’s friends <3
Takashi, Yoichiro, Keita, Ittetsu, Ichiko, Mare, Minori.
Mereka ialah penerus generasi Noto selanjutnya 🙂
Ini Keita dikala menembak Mare <3
Mare bekerjsama udah feeling juga sih, makanya ia nyiapin cake untuk Keita.
Tapi kalau ga salah cara nembak Keita ini justru menyerupai melamar gitu. Jadinya Mare gatal-gatal HAHAHAHHAA
 Aku suka banged sama mereka huhuhuhuhuhuhuhu XD
Karena saya nonton Orange dulu gres Mare, chemistry mereka di Mare lebih WAH. Dan lagi di Mare Yamaken tuh bukan pemuda keren yang sempurna, jadi beda banged sama huruf ia di movie-movie ia yang saya tonton. Makara beneran saya suka banged sama Keita <3
Keita dikala mendengarkan tanggapan pernyataan cintanya HAHAHHAHA
Fumi-san menyuruh Mare menjawab, Mare ga tau kalau disambungin sama mike pengumuman desa wkwkkkw
Kapan lagi bisa liat Yamaken kaya gini XD
Ohayo dari Daisuke.
Banyak yang ada di tim Daisuke sih, tapi saya tetap Keita. Bukan sebab saya suka yamaken ya, tapi mmg dari awal saya suka sama huruf Keita. Tapi saya juga suka sama Daisuke sih, tapi memang yang cocok sama Mare tuh keita. Dari opening kita udah liat sih, ada pernis-nya kan, udah tertangkap tangan kemana jadinya hehheheheheheeh
Ohayo dari Keita juga nggak kalah bikin doki doki kok <3
Awalnya saya sempet kesel juga masa yang dikasi momen deg degan cuma Daisuke, eh taunya Keita juga dikasi wkkwkwkkwkwkw
Mare mengkonfirmasi perasaannya untuk Keita <3
Disini mereka menonton Takashi yang lagi manggung dan lagu Takashi menggugah hati Mare untuk menyampaikan yang bekerjsama kalau ia suka pada Keita awwwww
Pertemuan pertama sesudah 2,5 tahun.
Kembali ke Noto pada dikala ini benar-benar sangat berat. Tapi Mare meyakinkan dirinya sebab ini ialah hari yang di janjikan <3
Perayaan ijab kabul Mare dan Keita <3
Mereka hanya mendaftarkan pernikahan, mereka tidak melaksanakan pesta pernikahan. Dan lagi sesudah ini mereka akan menjadi korelasi ijab kabul jarak jauh hehehhehehe
Malam pertama HAHHAHAHAHAHAHHAHA
Ugh!
Aku suka banged sama adegan ini, banged banged banged!!!!
Ini adegan dimana Keita meyakinkan Mare untuk kembali pada impiannya menjadi patisier. Kiss nya itu lhoooo sweeeet banged.
Pokoknya fans yamaken harus nonton nih!
Mare hamil dan tetap menjalankan toko camilan manis miliknya <3
Saat Mare tertangkap tangan hamil, semuanya sangat bahagia, tentu saja.
Sepertinya keluarga Tsumura kalau hamil sukanya kentang, Minori juga gitu wkkwkwkwkw.
Keluarga Kontani <3
Mare, Keita dan baby Ayumi & Takumi^^
Keluarga Kontani tahun 2015 <3
Awwwww. Aku suka banged sama Ayumi. Ayumi penuh semangat menyerupai ibunya. Kalau Takumi ia orangnya lebih tenang, tampaknya ga menurun dari Mare atau Keita, mungkin dari Ibunya Keita kali ya? HAHHAHAHAH
saya suka mereka juga membahas mengenai Ayumi dan Takumi. Bagaimana Takumi menjadi anak yang takut gagal tapi Keita dan Mare berusaha memperlihatkan tidak apa-apa kalau gagal :))
Pernikahan Mare dan Keita <3
Ganji-san sangat tergila-gila dengan matsuri jadi ia dan yang lain merencanakan mengadakan pesta ijab kabul untuk Keita dan Mare, sebab mereka memang tidak mengadakan pesta. Mare menyampaikan ia sangat senang bisa melakukannya kini sebab mereka bisa mengadakan pesta bersama bawah umur mereka <3

Aku sangat merekomendasikan Mare untuk kalian yang sangat menyukai drama keluarga dan wacana impian, mengejar mimpi. Tentu saja drama ini juga ada sisi romantinya, tapi jangan terlalu berharap banyak, sebab fokusnya memang ke cita-cita sih ya. Tapi Tao dan Kento benar-benar awwwwwwww saya suka banged sama mereka berdua. Aku mengerti kenapa banyak yang ship mereka berdua sesudah Mare berakhir. Karena chemistry mereka sebagai Mare dan Keita benar-benar sangat bagus. Aku rasa saya akan menjadi shipper mereka. Mereka jadian di real life kan ya? KYAAAAAAAA!!!!
mereka juga cocok dan terlihat bedanya memerankan remaja 17 tahun, 20 tahunan dan 30 tahunan.Satu-satunya yang terlihat sama semenjak awal hingga tamat sih Aiko/Ibunya Mare hahahhaha

Seluruh cast melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Tentu saja sebab ini asadora, saya dengar dari yang langganan nonton asadora sih, asadora belum ada yang mengecewakan. saya rasa elok sekali 15 menit 1 episode, sebab memang tidak ada part boring dalam asadora. Aku sangat menyukai Mare dan menawarkan feel yang berbeda dikala saya menonton Amachan. Kalau di Amachan ada yang kurang, kisah cinta kurang di bahas dan lagi endingnya saya rasa tidak begitu memuaskan, tapi sebab tujuan Amachan memang itu, ya memang begitu.
Banyak yang membandingkan Amachan dan Mare, tapi menurutku ini dua hal yang berbeda. Kalau di Amachan, Aku punya dua impian, menjadi Ama dan Idol. Kalau di Mare, pondasinya kuat, wacana anak yang ga punya mimpi dan bagaimana ia mencari apa yang ia impikan dan sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah berani untuk menantang dirinya.
Yang terang sih saya suka dua-duanya sebab feel nya memang berbeda. Dan satu lagi yang saya suka dari Mare ialah OST-nya. Aku suka banged sama Opening song nya! Mare’s Sky <3
Juga insert songnya dan berhasil masuk dalam playlist saya hehehhehhehehe

Bagi kalian yang ingin mendownload asadora Mare kalian bisa mengunjungi doramax (RAW) atau animakosia (sub indo). Sub indo untuk RAW bisa bisa di download di subscene 🙂
*silakan cari sendiri ya, tinggal ketik di google kok nanti muncul hehehehhee
Kalau OST nya sih saya download dari youtube LOL.
tinggal paste link youtube nya ke clipconverter kekekekkekeke

Aku memang telat sih nonton drama ini, tapi lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Sepertinya banyak yang tertarik sih tapi 156 episode menciptakan mengalah ya kan? Tenang aja, ini worth watching banged, 156 episode mah ga ada apa2 nya. Aku malah berharap kalau ada lanjutannya saya mau nonton wkkwkwkwkwkww. Oia, download yang PAHE aja di doramax, cuma 50mb an 1 eps :))

Happy Watching

Continue Reading

More in Asadora

To Top