Connect with us

Locafest.co.id

[Review] C-Movie: Under The Hawthorn Tree (2010)

C-Movie

[Review] C-Movie: Under The Hawthorn Tree (2010)

Sebenarnya ini masih dalam edisi coming-of-age chinese movie, hanya saja kali ini saya akan membahas sebuah movie yang tidak masuk dalam list awal saya. Aku merasa ini bukan coming-of-age movie, sebab temanya terasa lebih serius, meskipun sang tokoh utama yaitu seorang siswa SMA.


Aku menemukan movie ini secara tidak sengaja di doramax264, dan sebab tertarik dengan posternya yang bekerjsama semenjak awal saya sudah merasa ini merupakan movie yang sedih, saya jadinya mendownloadnya. Aku menontonnya beberapa waktu yang kemudian dan berhasil menciptakan saya menangis sesegukan. OMG. Ini movie terasa banged sedihnya T__T
Dan saya bahkan nggak tahu apa-apa wacana movie ini, jadi saya cukup kaget ternyata female leadnya yaitu Zhou Dongyu (My Old Classmate) dan movie ini yaitu movie debutnya ^^

Under The Hawthorn Tree yaitu sebuah movie yang disutradai oleh Zhang Yimou yang diangkat dari kisah faktual yang ditulis dalam sebuah novel berjudul Hawthorn Tree Forever karya Ai Mi. Aku tidak mengenal sutradara ini tapi saya lihat beliau memenangkan banyak penghargaan yang artinya beliau terkenal hehehehhehehe.
Movie yang berdurasi 114 menit ini dibintangi oleh bintang muda ketika itu, Zhou Dongyu dan Shawn Dou, dimana movie ini menjadi movie debut mereka berdua. Rilis pada tahun 2010, movie ini menjadi box office di Cina dan mempopulerkan nama dua bintang film tersebut.

Under The Hawthorn Tree mengisahkan kisah cinta pertama yang pure, manis, menghangatkan hati sekaligus menciptakan kita yang menonton menangis. Kisah cinta ini mengambil latar belakang pada masa Cina sedang mengalami masa ‘Cultural Revolution’ jadi selain kisah cinta, movie ini juga menunjukkan latar situasi politik ketika itu.
Aku bekerjsama tidak mengerti belahan politiknya sama sekali, saya hanya fokus pada kisah cinta pasangan ini, sebab temanya memang romance.
Aku suka cara penyampaian movie ini, dimana mereka tidak membuang-buang waktu dan draggy plot sebab ada narasi yang ditulis di movienya kalau kita lompat ke adegan berikutnya. Sulit menjelaskannya, harus nonton sendiri memang.

Under The Hawthorn Tree mengambil lokasi di sebuah desa kecil di kota Yichang, Provinsi Hubei pada tahun 1960an/1970an. Mengisahkan kisah cinta suci antara seorang siswa Sekolah Menengan Atas yang bagus berjulukan Jing dan seorang laki-laki bernama Sun yang bekerja di unit geologi. Aku bekerjsama nggak tau apa pekerjaan Sun ini, awalnya saya pikir beliau kaya tentara gitu, tapi di wikipedia katanya beliau seorang prospector, di review lain katanya pekerjaannya di unit geologi.
Aku rasa kita bisa menyebut kisah cinta mereka ini sebuah melodrama yang indah dan menyentuh.

STORY
SPOILER ALERT!!!!

“Lovely hawthorn, white flowes blossoming on your brances. Dear hawthorn, why are you so sad?”

Jing ada di tahun terakhirnya di SMA, ia dan teman-temannya mulai menyiapkan diri untuk lulus. Ia dan teman-temannya dikirim ke sebuah desa berjulukan Xiping, sebagai bagaian dari Cultural Revolution pada ketika itu, dimana mereka harus mengajari belum dewasa desa dan tinggal bersama keluarga yang ada di desa itu, menyesuaikan diri sekaligus menuntaskan kiprah tamat mereka.
Meski tinggal di kota, keluarga Jing bukanlah orang kaya. Ayahnya di penjara sebab ‘rightist’ (maaf saya nggak ngerti maksudnya apa), sementara ibunya yang sakit-sakitan dituduh sebagai kaum kapitalis. Kalau nggak salah ibu Jing yaitu seorang guru. Ibunya berharap Jing akan mengikuti jejaknya nanti untuk menjadi guru, punya masa depan cerah dan bisa membantu biaya 2 adiknya yang masih kecil. Karena itu ia tidak ingin Jing menciptakan dilema dan fokus pada sekolahnya.
Tapi keluarga mereka terlalu miskin, mereka bahkan kerja sambilan menciptakan amplop dimana 10 amplop akan dihargai 1 sen, ia, ibu dan 2 adiknya bekerja dengan menciptakan itu.

Saat kedatangannya ke desa kawasan dimana akan tinggal beberapa bulan, mereka berjalan berjam-jam untuk tiba ke desa itu. Dan mereka melewati sebuah pohon hawthorwn. Ada semacam legenda wacana pohon itu, dimana pohon itu tumbuh dari darah para pejuang revolusioner, sehingga ada kalanya bunga pohon hawthorn itu berwarna merah. Jing tertarik dengan pohon itu dan akan menjadikannya tema untuk tulisannya nantinya.
Jing tinggal di rumah sebuah keluarga di desa itu yang menyambutnya dengan baik. Di hari yang sama dengan kedatangannya, ia dan anak bungsu keluarga itu pergi ke sebuah camp untuk menjemput seseorang yang mereka panggil sebagai ‘paman ketiga’. Saat tiba di camp, Jing tertarik dengan lagu dear hawthorn yang dinyanyikan disana.
Jing tidak turun ke camp, ia hanya menunggu di jembatan dan melihat paman ketiga dari jauh, seorang laki-laki yang tampan dan terlihat baik hati.
Pria itu adalah Sun, seorang siswa geologi. Di pertemuan pertama mereka, keduanya sudah terlihat bersahabat dengan membicarakan mengenai tema goresan pena Jing dan Sun yang menyampaikan Jing permen. Bahkan sudah menciptakan kesepakatan kalau mereka akan melihat bunga hawthorn mekar bersama-sama.
Dalam waktu yang cepat, mereka saling tertarik satu sama lain. Dan tumbuhlah rasa cinta dalam hati masing-masing.

Tapi pada ketika itu mereka masih menyimpan perasaan masing-masing. Jing sering menatap Sun dengan senyuman secara rahasia dari jendela kamarnya dan Sun selalu menyempatkan diri tiba ke kamar Jing, sekedar menyapa atau menyampaikan sesuatu, menyerupai menggantikan lampu di kamar Jing supaya lebih terang supaya ia gampang menulis dan memberikannya pena dengan tinta penuh, sebab ia tahu kalau pena yang dipakai JIng menulis tintanya hampir habis. Hanya hal-hal kecil menyerupai itu, keduanya menikmati perasaan mereka masing-masing.
Suatu hari Jing harus kembali ke kota sebab ada pertunjukan dimana ia harus bermain disana, Sun berjanji akan menunggunya pulang. JIng melaksanakan pertunjukan dengan baik dan ketika dirumah ia mambantu menciptakan amplop dan mendengarkan nasehat ibunya untuk selalu melaksanakan yang terbaik jikalau ia tak ingin berakhir menyerupai ibunya.
Pada masa itu, bekerjsama pacaran dilarang, apalagi anak Sekolah Menengan Atas menyerupai Jing. Kalau ada yang melihat laki-laki dan perempuan bersama dan akan menjadi materi gosip dan bisa di tangkap, sebab itu JIng merahasiakan ini dari ibunya.
Saat ia kembali ke desa, Sun sudah menunggunya di stasiun. Dan keduanya berjalan bahu-membahu menuju desa, dengan perjalanan yang panjang, mereka singgah makan disuatu tempat, Sun harus berbohong kalau Jing adiknya, sebab memang kalau tertangkap berair mereka bisa ditangkap.

Setelah makan malam, mereka melanjutkan perjalanan melewati hutan menuju desa di gunung. Mereka berjalan berjauhan, disana Sun menceritakan wacana ibunya yang bunuh diri sebab ia kapitalis.
Saat mereka akan menyeberangi sungai dengan melompati bebatuan, Sun menyampaikan tangannya tapi Jing menolak. Sun tersenyum dan mengambil ranting, ia memegang sisi satunya dan Jing memegang sisi lainnya. Begitulah keduanya berjalan, bergandengan tangan dengan mediator ranting.
Mereka berdua terus berjalan dalam diam. Tapi rahasia Jing mematahkan bertahap ranting di tangannya dan tangan mereka berdua jadi semakin bersahabat dan jadinya mereka bergandengan tangan.
Tidak ada kata-kata disini, keduanya hanya saling tersenyum tanpa bertatapan dan terus berjalan.
YOU KNOW THIS IS SOOOOOOO ROMANTIC!!!!!! ACCCCCCCCCCCCCCCKKKK

Beberapa hari sebelum kepulangan Jing ke kota, ia mendengar kabar kalau Sun sudah punya tunangan. Jing jadi badmood.
Saat Sun tiba menemuinya ia bersikap ketus pada Sun. Ia bahkan menyampaikan akan membayar apa yang sudah Sun berikan padanya, termasuk harga gula dan pena. Sun menyampaikan kalau Jing tidak punya uang, Jing harus menyimpan uang untuk keluarganya, sementara ia punya penghasilan cukup baik dan menyampaikan hal itu bukan dilema besar baginya.
Tapi Jing tetap bersikeras dan jadinya Sun menyampaikan Jing bisa membayar kalau ia sudah bekerja nantinya.
Dan begitulah, Jing meninggalkan desa bersama teman-temannya tanpa berbaikan dengan Sun.

Di kota sendiri, Jing ingin mencari pekerjaan dan meminta sumbangan pihak sekolah. Tapi pihak sekolah menyampaikan kalau Jing kecil dan seorang wanita, tak ada pekerjaan yang cocok untuknya. Tapi Jing meyakinkan kalau ia akan melaksanakan pekerjaan apa saja. Akhirnya ia diberikan pekerjaan berat, pekerjaan untuk pria, menggali bebatuan gitu, atau mengumpulkan batu. Tapi ia tidak mengeluh sebagai satu-satunya perempuan yang ada disana.
Saat ia bekerja, tiba-tiba seseorang tiba menemuinya, itu yaitu Fang, anak pemilik rumah kawasan ia menginap di desa dulu, sobat sekamarnya. Fang berkunjung ke kota dan Jing dengan senang hati mengajaknya jalan-jalan. Mereka membeli kuliner ini dan itu, Fang ingin menggunakan uangnya, tapi Jing tidak mau, sebab ia yaitu kakak, ia yang membayarkan FAng.
Sebelum pulang, Fang menyampaikan uang pada Jing, tentu saja Jing menolak, meskipun Fang menyampaikan kalau uang itu dari keluarganya. Tapi jadinya Fang mengaku kalau Sun yang memintanya menyampaikan uang itu pada Jing. Jing terlihat kesal mendengar nama Sun dan membahas mengenai tunangannya. Tentu saja Fang terkejut, menyampaikan kalau Sun tidak punya tunangan. Tapi JIng mendengar sendiri ibu dan ayah Fang membahasnya. Fang menjelaskan kalau itu yaitu foto yang ditemukan orang tuanya, foto abang Sun, ia berbohong itu yaitu tunangannya supaya perempuan tidak mendekatinya.
Mendengarkan klarifikasi itu, Jing lega, tapi ia tetap menolak uang dari Fang, ia memnyuruh Fang menyampaikan kalau Fang tidak bertemu dengannya jadi ia tak bisa menyampaikan uangnya.

Karena tidak punya uang, Jing tidak bisa membeli seragam tim bola volly sekolah mereka, jadi ia satu-satunya anggota yang tidak mengenakan seragam. Meski begitu, Jing tidak minder dan tetap bermain dengan baik. Saat pulang, seseorang menunggunya, Lin, abang Fang yang tiba menemuinya untuk menyampaikan walnut. Di dalam karung walnut ada gula (saat itu gula sangat mahal, termasuk kuliner glamor ketika itu).
Lin menyampaikan kalau itu dari kakaknya, mereka mendapatkan gratis. Tapi JIng tahu kalau Lin berbohong. Ia rahasia memasukkan uang kedalam karung itu. Dan mengikuti Lin dima-diam.
JIng menatap dari jauh dan benar saja, orang yang menyampaikan semua itu padanya yaitu Sun. Sun meminta sumbangan Lin untuk mengirimkan ini dan itu ke rumah Jing.
Jing menatap keduanya dari jauh, ketika mereka naik bahtera untuk menyeberangi sungai. Jing merasa nggak lezat kalau membisu saja menatap sementara mereka berdua sangt baik padanya, dan jadinya ia berteriak pada Lin, dipinggir sungai, menyampaikan kalau ia memasukkan uang ke dalam karung itu.
Sun yang melihat Jing tanpa ragu sedkit pun pribadi melompat ke sungai dan berjalan menuju Jing. Jing kaget. Sun menyampaikan uang padanya dan ingin JIng menerimanya, ia menyinggung Jing yang satu-satunya tidak punya seragam di tim volly mereka. JIng jadinya menerimanya, Dan begitulah keduanya berbaikan.
KYAAAAAAAAAAAAAAA Sun ! Aku padamu lah HAHAHHAHAHA. Ini menyerupai forrest gump huhuhu.

Jing jadinya membeli seragam dan bermain menyerupai biasa. Saat bola keluar dari pekarangan sekolah, Jing mengambilnya. Ternyata Sun ada disana, selama ini Sun selalu mengamati Jing dari balik tembok sekolah. Jing tidak ingin ada yang melihat mereka dan Sun menyampaikan kalau ia akan segera pergi, ia tiba hanya ingin melihat wajah Jing, ia menyampaikan Jing sangat bagus mengenakan seragam awwwwwwwwww.
Sejak ketika itu, Sun selalu mengirimkan sesuatu ke rumah Jing. Kali ini melalui adik Jing, Sun mengirimpan hawthorn berries. Tentu saja Jing meminta adiknya jangan menyampaikan apapun pada ibu mereka.
Kaprikornus setiap kali ada kiriman, JIng selalu menyampaikan pada ibunya kalau itu dari desa kawasan ia menginap dulu.
Sejak saa itu, Sun selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan Jing, tentu saja secara diam-diam. Mereka seakan-akan tidak saling mengenali, berjalan berjauhan, naik bahtera bersama tapi berjauhan, kalau tidak ada orang, mereka gres ngobrol.

 

Suatu hari, keduanya bertemu di sebuah paviliun bersahabat sungai, agak masuk ke hutan jadi tidak banyak orang.
Aku rasa disini Sun bekerjsama ingin melamar Jing, sebab keluarganya ingin ia menikah, ia dijodohkan. Jing bertanya apakah Sun akan meninggalkannya?
Dan Sun menjawab tentu saja tidak, ia tidak akan mengkhianati Jing apapun yang terjadi. Kemudian udara mulai dingin, tapi jaket Sun terlalu kecil untuk mereka berdua, jadi mereka berdiri saling berpelukan.
Disini tidak mengecewakan sedih nih + ROMANTISSSSSSS. Jing menyampaikan kalau ia tidak boleh jatuh cinta sebab ia belum lulus, Sun menyampaikan ia akan menunggu Jing lulus, 13 bulan lagi. JIng menyampaikan ibunya tidak memperbolehkannya jatuh cinta sebelum ia berusi 25 tahun dan Sun menyampaikan ia akan menunggu hingga JIng berusia 25 tahun.
Jing berkata bagaimana kalau sesudah ia berusia 25 ia masih tidak diperbolehkan ibunya? Sun menjawab, saya akan menunggumu sepanjang hidupku.
AAAAAAAAAAAAACCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCKK!!!!!!!! Cheesy sih, tapi NGENAAAAAAAAAAAAAAA
Begitu lah dalam cinta Sun pada Jing.

Jing: I still have a year of my probation.
Sun: I’ll wait for you for one year and one month.
Jing: My mother wont let me fell in love before I’m 25.
Sun: Then I’ll wait until you are 25.
Jing: What if I still cant be with you when I’m 25?
Sun: Then I’ll wait for you my whole life.

Ibu Jing sendiri mulai curiga sebab JIng sering pulang telat. Ia mengingatkan anaknya yang berjanji berperilaku baik dan akan menjadi guru demi masa depan. JIng mengerti, meskipun ia masih berbohong, ia tak bisa jujur dihadapan ibunya yang sakit.
Dan singkat cerita, JIng jadinya lulus dari Sekolah Menengan Atas dan mengajar di Sekolah Menengan Atas itu sebagai guru. Demi membalas jasa sekolah padanya, selama liburan demam isu panas, Jing secara sukarela membantu pembangunan lapangan basket.
Lagi-lagi ia satu-satunya pekerja perempuan disana. Ia bertugas membawa pasir dari sungai, meski begitu ia tidak mengeluh. Untung ketika itu Sun mengunjunginya jadi Sun membantunya mendorong gerobak penuh pasir. Jing ingin mengambil pasir sekali lagi, dengan begitu ia punya alasan bertemu Sun. Mereka berjalan berjauhan, kalau nggak ada orang gres Sun mendekat.
Ia mengajak Jing istirahat dan membawanya ke sungai. Ia mengajak Jing berenang. Awalnya Jing menolak sebab ia tak punya baju renang, tapi Sun sudah membelikannya dan Jing jadi ragu. Sun bahkan menyiapkan kamar ganti untuk Jing. Akhirnya Jing memakainya juga. Dan begitulah mereka menikmati kencan mereka di sungai hari itu, bermain air.
Sun sempat tidur sejenak dan ketika berdiri Jing menyampaikan hadiah pada Sun, gantungan kunci ikan mas yang ia anyam sendiri. Sun sangat senang dan mengecup gadis itu.

Jing masih terus bekerja membantu pembangunan lapangan volly dan ia bahkan menginjak semen tanpa sepatu boot, sebab itu kaki Jing terluka, lukanya makin parah dan meradang.
Sun tiba ke rumah Jing membawa kuliner untuk JIng dan adik-adiknya + memberikannya sepatu boot. Tapi Jing takut pandangan orang padanya kalau ia dari keluarga miskin tapi menggunakan sepatu boot. Sun terus memaksa, kalau Jing tidak mau maka ia akan tiba ke sekolah dan ikut menginjak semen tanpa bantalan kaki. Akhirnya Jing mengalah dan menggunakan sepatu boot ketika bekerja. Meski para pekerja lain menatapnya, Jing tidak peduli.
Tapi sakit kaki Jing makin parah dan Sun tak tahan melihatnya, ia mengajak Jing ke rumah sakit. Jing tentu saja menolak, sebab kalau adayang melihat mereka berdua akan bahaya. Karena JIng terus menolak, Sun mengeluarkan pisau dan melukai tangannya sendiri, menciptakan Jing terkejut setengah mati. Tapi dengan begitu, JIng jadinya mau ke rumah sakit.
Disini saya udah mulai curiga, sebab mereka membahas luka Sun, darahnya kenapa lambat sekali keringnya.

Pulang dari rumah sakit. Sun menyampaikan kemejanya pada Jing untuk menutupi wajahnya, ia membonceng Jing di depan dengan sepedanya dan keduanya meluncur dengan bahagia.
Jing tidak perlu khawatir sebab tak ada yang mengenalinya. Mereka berdua sangat senang dengan hal-hal yang sederhana, hingga ibu Jing melihat keduanya.
Tentu saja ibu Jing murka dan membawa mereka ke rumah, meminta penjelasan.
Ini adegan sumpah sedih banged, ketika Sun meminta ibu menyuruh Jing duduk, api ibu bilang kalau Jing sedang dihukum. Sun berdiri menyampaikan kalau ia juga akan berdiri kalau begitu. Akhirnya ibu mengalah dan menyuruh mereka duduk. Ibu menasehati mereka berdua, menyampaikan mengenai ayah Jing dan bagaimana keluarga mereka tidak punya masa depan dan impian satu-satunya yaitu Jing. Jika sekolah mendengar rumor maka Jing bisa ditendang kapan saja. Jadi, Ibu menyampaikan pada Sun, kalau Sun benar-benar mengasihi Jing, maka jangan menemui Jing selama 1 hingga 2 tahun, demi kebaikan Jing.
Meski berat, Sun jadinya setuju. Sebelum ia pergi ia punya ajakan terakhir pada ibu, untuk memperbaiki perban luka di kaki Jing yang lepas, dan ibu membiarkannya, ibu terus menciptakan amplop.
Jing berjongkok, mengambil kaki Jing dan membalut luka Jing perlahan-lahan. Dalam diam, hanya bunyi itu yang memukul pisau, kesedihan merasuki badan mereka sebab mereka akan berpisah. Dan keduanya menangis dalam diam.
SEDIIIIIIHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH ADEGANNYA GILA KEREN BANGED!

“You might not have fallen in love before and not believe in eternal love. When you do fall in love, you’ll know there’s someone. Who’d rather die than betray you.”

Setelah itu ibu mengajak Jing bicara berdua, menanyakan sudah sejauh mana kekerabatan mereka, apakah sudah ciuman, apakah sudah melaksanakan ini itu. Jing meyakinkan ibunya kalau ia dan Sun ada dalam kekerabatan yang sehat, selain bergandengan tangan mereka belum pernah melaksanakan apapun.
Sesuai janjinya, Sun berhenti menemui Jing semenjak ketika itu. Suatu hari, JIng mendengar kabar dari Fang kalau Jing masuk rumah sakit sebab leukimia.
Jing mengunjungi Sun di rumah sakit dan keduanya bertemu sesudah sekian lama. Sun menyampaikan ia hanya cek kesehatan biasa bukan leukimia. Tapi JIng tetap khawatir. Sun malah mengkhawatirkan bagaimana kalau mereka ketahuian ibu Jing, ia sudah kesepakatan pada ibu Jing. Tapi Jing terlalu merindukan Sun, demi bertemu dengan Sun, ia bahkan berbohong pada keluarga dan sekolah, ia mengambil cuti. Kaprikornus ia akan tidur di rumah sakit selama 3 hari.
Sun awalnya tidak setuju, tapi Jing bersikeras. Saat jam besuk rumah sakit selesai, Jing bersembunyi supaya tidak diusir. Tapi tentu saja jadinya ia tertangkap berair dan di usir. Tapi Jing benar-benar tidak pulang, ia menunggu semalaman di halaman rumah sakit.
Keesokan harinya, ia dan Sun berjalan-jalan dan berbelanja di kota. Sun membelikan cawan untuk mandi dan materi baju, sebab Jing tidak pernah punya jaket, ia membelikan materi untuk jaket, berwarna merah. Mereka juga mengambil foto couple berdua ^^

Malam itu, JIng masih menginap di rumah sakit, Sun sudah minta izin pada salah satu dokter disana untuk menggunakan kamar kawasan Jing menginap, jadi mereka menginap disana. Sun melihat luka di tangan Sun, ketika Sun melukai diri sendiri waktu itu. Sun menyampaikan kalau luka itu yaitu tanda untuk Jing. Dimanapun ia berada, tak peduli seberapa jauh, jikalau ia mendengar nama Jing, maka ia akan kembali pada Jing dengan luka itu.
JIng sangat senang dengan materi jaketnya, ia menyampaikan ia akan memakainya nanti, ketika mereka berdua pergi melihat hawthorn yang berbunga. Disini Sun sudah mulai aneh, ia menyampaikan sesuatu menyerupai mereka mungkin tidak punya waktu untuk melaksanakan itu.
Saat Sun akan kembali ke kamarnya, Jing ingin Sun tinggal. Karena itu mereka akan menginap berdua. Saat mengambil air untuk JIng membersihkan diri, ia melihat ada cawan yang bergambar buah berry hawthrow dan Sun membeli cawan itu ketika itu juga.

Singkat cerita, waktunya tidur, Sun memutuskan melihat Jing tidur sambil duduk, sebab kawasan tidur terlalu kecil, tapi Jing meminta Sun tidur disampingnya. Ia menyampaikan ia sudah memutuskan ketika tiba kesini, ia akan membuarkan Sun melaksanakan apapun yang Sun inginkan.
Mereka tidur berdua, dan suasana terasa romantis tapi menyakitkan. Pada jadinya hati Jing masih belum siap dan Sun tersenyum, ia mengerti.
Sebelum itu mereka membicarakan mengenai Jing yang nanti akan menjadi ibu, kemudian nenek dan buyut. JIng gundah kenapa Sun tidak ada didalamnya, ketika Jing bertanya bagaimana dengan Sun, Sun tidak menjawab dan mengalihkan pembicaraan menyampaikan kalau JIng hidup, maka ia akan hidup, kalau JIng mati, ia akan lebih mati lagi.
Jing menangis mendengar hal itu. Sun menghapus air mata gadis itu. Sungguh adegan yang menyakitkan. Mereka kemudian tidur sambil bergenggaman tangan.

 

Keesokan harinya, Sun mengantarkan Jing pulang ke rumahnya. Tapi mereka tak bisa terlihat bersama, jadi di bus mereka duduk berjauhan, di kapal juga mereka duduk berjauhan. Bahkan sesudah berpisah, mereka seperto orang yang tidak saling kenal, tapi mencicipi satu sama lain.
Ini yaitu adegan yang sangat sangat sedih ketika keduanya berjalan di ke arah yang sama, tapi sungai ada di tengah mereka, menghalagi mereka. Jing tidak bisa menghentikan air matanya ketika itu.
Begitu juga dengan Sun. Sun bahkan menciptakan pose seakan-akan sedang memeluk dan Jing membalas dengan pose yang sama. Kesedihan mereka berdua sangat sangat terasa, air mata tidak bisa berhenti ketika perpisahan itu. Itu yaitu ketika terakhir mereka bersama.

Teman Jing hamil. Temannya menyampaikan kalau semua laki-laki hanya ingin tidur bersama perempuan dan meninggalkannya. JIng menjadi tidak damai sebab ia sudah tidur bersama Sun. Teman Jing mengira mereka sudah melaksanakan ‘itu’ karenanya ia menyampaikan niscaya laki-laki itu sudah meninggalkan Jing. JIng terlalu polos, ia berfikir ‘itu’ yang dimaksud temannya yaitu tidur bersama, sebab ia memang sudah tidur bersama Sun, ia jadi kahwatir. Dan ketika kekhawatirannya memuncak, ia ke rumah sakit dan tidak menemukan Sun disana. Sun menghilang begitu saja. Sun hanya meninggalkan cawan bergambar berry hawthorn untuk Jing. Dan JIng tentu saja kesal.
Jing menemani temannya untuk aborsi, awalnya mereka menyamar tapi tentu saja ibu temannya Jing tahu akan hal itu. Meski begitu seorang ibu tetap menyayangi anaknya dan membawakan makanan. Temannya kesakitan sesudah pengguguran dan Jing jadi takut, bagaimana kalau ia hamil juga.
Temannya bertanya pada Jing apa yang terjadi malam itu dan Jing menceritakan semuanya. Teman Jing cukup kaget sebab Jing dan Sun hanya tidur bersama sambil genggaman tanga, tentu saja tidak akan terjadi apa-apa. Teman Jing menyampaikan kalau Sun tampaknya yaitu laki-laki yang baik. PRia itu niscaya benar-benar mengasihi Jing.

Jing meminta izin pada ibunya untuk mencari Sun. Tentu saja ibunya menolak sebab Jing sudah berjanji kalau ia tidak akan menemui Sun selama masa praktek mengajarnya. TApi Jing menyampaikan kalau ia harus. Ibunya meminta Jing menjelaskan kenapa. Dan Jing menjawab kalau mungkin Sun sakit leukimia.
Ibu jadinya mengalah dan membiarkan Jing mencari Sun. Jing pergi ke desa dan menemui keluarga Fang. Mereka tahu untuk apa Jing datang, tapi Sun sudah usang tidak kembali ke rumah itu. JIng juga pergi ke campt tapi Sun tidak ada disana. Tidak ada yang tahu dimana Sun, mereka hanya tahu kalau Sun sedang sakit.
Jing bahkan mencari Sun di paviliun kawasan Sun menciptakan kesepakatan dulu, tapi ia juga tak ada disana.

“If you live, I wont die. But if you die, I’ll really be dead.”

Dan suatu hari di demam isu dingin, ketika Jing sedang mengajar, ia mendapat kabar dari seseorang, menyuruhnya segera ke rumah sakit. Jing tanpa basa busuk segera pergi kesana, ia dijemput oleh seseorang dengan kendaraan beroda empat dan segera hingga ke rumah sakit. JIng mengenakan jaket merah yang sudah jadi ia buat.
Ia masuk ke kamar rumah sakit dimana keluarga Sun berkumpul disana. Ayah Sun mendekatinya dan pribadi mengenali Jing. Ia menyampaikan kalau selama ini puteranya selalu menunggu Jing, ia ingin JIng mengucapkan salam perpisahan pada puteranya.
Dan untuk pertama kali sesudah sekian lama, Jing bertemu kembali dengan Sun, yang tubuhnya sudah menghitam sebab penyakit leukimia yang ia derita.
Jing tenti saja saja tak bisa menahan air matanya. Ia melihat luka di tangan Sun dan terdiam. Keluarga Sun meminta Jing memanggil namanya, sebelum terlambat, sebab Sun mungkin masih bisa mendengarnya.
Jing terus menangis menatap laki-laki yang ia cintai itu, Jing terisak, selama ini, ia tidak pernah memanggil Sun dengan namanya.
Jing menangis dan menyampaikan ‘ini Jing’ berkali-kali dalam tangisnya, sebab Sun pernah berjanji akan kembali padanya kalau ia mendengar namanya.

Sun tidak bergerak ketika itu, tapi ia mendengar nama Jing dan bunyi gadis itu yang menangis. Sun meneteskan air mata untuk terakhir kalinya.
Jing terus menangis dan melihat air mata Sun, mata Sun tertuju ke langit-langit, matanya yang lemah, dan Jing menatap ke langit-langit kamar rumah sakit itu, fotonya dan Sun terpajang disana.

CAST

Zhou Dingyu as Jing Zhang Qiu

Dia yaitu anak pertama dari keluarganya. Ia ada di tahun terakhirnya di Sekolah Menengan Atas dan sangat dibutuhkan oleh keluarga, sebab ia yaitu calon guru. Ayahnya masuk penjara dan ibunya skait-sakitan. Ia berasal dari keluarga miskin sebab itu Jing sangat rajin. Ia rela bekerja apa saja untuk menghasilkan uang, bahkan meski itu pekerjaan berat.
Bisa dibilang ia tidak pernah mengeluh akan hidupnya yang berat, ia selalu menjalaninya dengan lapang dada.
Setelah ia bertemu dengan Sun, hidupnya jadi lebih berwarna. Meski ketika itu ia tidak diperbolehkan pacaran dan mereka pacaran diam-diam, ia sangat senang ada Sun disampingnya.

Meski Sun cukup kaya untuk membiayainya, Jing tidak mau menggunakan uang orang lain. Ia selalu berusaha menolak uang pemberian Sun tapi ia tak bisa menolak barang pemberian Sun. Satu-satunya barang yang diberikan Jing pada Sun yaitu anyaman ikan mas yang dijaga oleh Sun hingga akhir.
Karena Sun sangat mencintainya, Jing tidak ingin menyerah. Ia tahu kalau akan ada dilema jikalau ia terus berbohong, tapi ia terlalu mengasihi laki-laki itu.

Shawn Dou as Sun Jianxin

Ia berasal dari keluarga militer dimana ia lebih menentukan bekerja di belahan geologi. Ia tinggal di rumah yang sama dimana Jing menginap selama pelatihannya, dan sudah menganggap keluarga itu sebagai keluarga keduanya.
Ia jatuh cinta pada pandangan pertama pada Jing di hari pertama Jing tinggal disana. Ia tahu Jing bukan dari keluarga mampu, makanya ia selalu memberika ini dan itu pada JIng. Bahkan sesudah mereka berdua bertengkar, ia tidak bisa tidak perhatian pada Jing dan meminta Fang dan Lin melakukannya untuknya.

Ia sangat mengasihi Jing dan kita tahu akan hal itu. IA bahkan tidak berani menyentuh gadis itu kalau Jing tidak suka.
Ia selalu tiba membantu Jing kalau Jing membutuhkan sesuatu, dan membantu keuangan keluarga dengan menyampaikan banyak barang yang dibutuhkan Jing.
IA cukup tegas pada Jing mengenai banyak hal, termasuk ketika Jing menolak ke rumah sakit. Ia laki-laki yang menepati janjinya, bahwa ia akan menunggu Jing seumur hidupnya.

“I cant wait for you for 13 months. I cant wait for you until you are 25. But I’ve waited for you my whole life.”

HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Nggak nyangka saya nulis panjang banged hingga ke endingnya T______________T
Ini movie beneran keren banged! Banged! Masuk dalam list the best chinese movie all time ini! KEREN!
Akting para pemeran yang tergolong rookie ini benar-benar sangat bagus. Aku suka banged sama Jing dan Sun. Chemistry mereka berdua aduh, plis deh, keren banged.
Apakah mereka pernah bermain di drama/movie lain? Please tell me.

Katanya ini diambil dari kisah nyata. Sebuah kisah cinta yang murni dan menyentuh. Keren banged penulisnya bisa menemukan Jing dan Jing menceritakan mengenai kisah cintanya.
Awalnya meninton ini mengingatkan saya pada The Classic lho. Ternyata feel The Classic-nya ada. Aku udah feeling bakalan sad ending semenjak awal, sebab pokoknya di awal episode sudah terasa banged kalau ini melodrama.
Aku nggak berhenti tersenyum ketika menontonnya. Bisa dibilang dialog-nya cheesy, tapi menyentuh banged. Apalagi cara kencan Sun dan Jing itu, sederhana tapi manis banged. Karena pada masa itu tampaknya kencan di larang. Atau sebab Jing belum sampaumur ya.

Tapi Sun itu beneran idaman banged deh. Dia cinta mati pada Jing dan menghargai Jing, memikirkan masa depan Jing dan bahkan menepati janjinya hingga tamat hayatnya.
Ia tidak ingin merusak masa depan Jing, sebab itu ia menghilang. Aku yakin keluarga juga ingin mencari Jing tapi dihentikan oleh Sun. Seperti yang Sun katakan, kebahagiaan Jing yaitu kebahagiaanya, makanya ia baiklah tidak bertemu dengan Jing selama 1 atau 2 tahun demi masa depan Jing.
Aku ingin tau apakah Jing sudah tahu kalau ia sakit leukimia semenjak pertama bertemu Jing ya?
Karena saya sendiri taunya ketika Jing melukai tangannya dan darahnya usang beku. Udah feeling nggak enak.

Tapi cinta Sun pada Jing benar-benar sesuatu banged. Ia rela menunggu hingga Jing siap. Aku terharu setiap kali Sun tiba membawakan sesuatu untuk membantu ekonomi keluarga JIng. Ia tahu Jing akan menolak kalau ia memberi uang, makanya ia lebih sering menyampaikan makanan.
Ibu JIng mencurigai Sun semenjak awal, sebab mungkin ingin main-main dengan anaknya, tapi tampaknya ia mencicipi ketulusan Jing. Apalagi ketika keduanya menangis, ketika Sun membalut luka Jing. Aduuuhh, tissu mana tissu.
Ini movie rilis pada tahun 2010 dan bekerjsama nggak banyak musiknya lho. Tapi saya sangat menikmati movienya, tidak ada part boring sama sekali. Kisahnya terasa mengalir dengan cinematography yang indah, apalagi disekitaran pohon hawthorn itu. Mungkin sebab kisahnya menyentuh kali ya, melihat dua tokoh utama pacaran diam-diam, sederhana tapi manis.
Jangan berharap ketawa ngakak di movie ini, nggak akan, tapi kalian akan senyam senyum sendiri melihat beberapa humor yang disuguhkan dalam movie ini, secara sederhana tapi ngena.

Yang membuatku seikit kecewa adalah, saya menunggu sepanjang movie untuk melihat adegan yang ada di poster tapi nggak ada HAHAHAHHAHAHA. Kayaknya sih di cut.
DAn saya menunggu ketika Jing dan Sun akan pergi bersama melihat bunga hawthorn yang mekar, tapi hingga tamat keduanya tidak pernah kesana bersama T_T
Di tamat movie sih, katanya sesudah Sun meninggal, Jing menyebar abunya di bawah pohon hawthorn. Ia kemudian berangkat ke luar negeri untuk belajar. Pohon hawthown kemudian dipindahkan. Jing masih terus mengingat Sun sepanjang hidupnya.

Skor:

Story: 5/5
Character: 4,5/5
Cinematography: 4/5
Opening: 4/5
Ending: 4,5/5
Music: 3/5
-HIGHLY RECOMMENDED!-

Continue Reading

More in C-Movie

To Top