Connect with us

Locafest.co.id

[Review] C-Movie: Yesterday Once More (2016)

Bai Jing Ting

[Review] C-Movie: Yesterday Once More (2016)

Kembali ke review chinese movie dan masih dalam tema coming-of-age chinese movie, kali ini saya akan membahas sebuah movie yang tayang pada 2016 kemudian berjudul Yesterday Once More. Seperti biasa, saya tertarik pada movie ini dikala melihat list movie di salah satu site dan suka dengan posternya. Dan karenanya saya menontonnya beberapa waktu yang kemudian dan wow, saya sangat menyukainya.


Ceritanya sih masih menyerupai movie-movie sebelumnya, tapi Yesterday Once More ini punya keunikannya sendiri. Awanya saya berfikir ini movie akan fokus ke kisah cinta masa remaja para tokoh utama. Tapi siapa sangka, ini movie lebih ke arah persahabatan dan pencarian jadi diri. Pokoknya youth movie banged.
Saat  menontonnya, saya was was banged, lantaran mengingat beberapa coming-of-age chinese movie yang belakangan saya tonton berakhir dengan tragedi, jadi saya agak khawatir. Apalagi awal movie ini manis banged, suer manis banged, makanya jadi khawatir. Tapi untung saja, tidak ada bencana di movie ini *sobs*
Meski endingnya memang ada yang kurang sih HAHAHAHHAHAHA *biasa lah ya, kepuasan pribadi*

Aku rasa saya bisa memasukkan Yesterday Once More ke list The Best Chinese/Taiwanese Movie yang pernah saya tonton bersama dengan Our Times, Starry Starry Night, Secret dan You are the Apple of My Eyes. Aku sangat menyukai kisahnya. Movie yang menghangatkan hati, ihwal masa muda, cinta, keinginan dan persahabatan. Aku suka cara pengambilan gambarnya, kisahnya, akting para pemainnya dan musik yang mengisi movie ini ^^

Yesterday Once More (谁的青春不迷茫) atau goresan pena china-nya bisa diartikan sebagai ‘Who’s Youth Isn’t Confusing?’ merupakan sebuah movie yang tayang pada tahun 2016. Di sutradarai oleh Yoyo Tao (Back In Time drama), movie yang berdurasi 1 jam 47 menit ini diangat diangkat dari novel berjudul sama karya Luo Tong yang diterbitkan pada tahun 2012. Memulai kisah pada tahun 2001, masa Sekolah Menengan Atas para tokoh utama, movie ini mengambil alur maju. Dibintangi oleh Bai Jingting, Guo Shutong, Li Hongyi, Wang Herun, Ding Guansen, Zhao Wenlong dan pemain drama lainnya, movie ini sempat menjadi Box Office di China.

STORY

-SPOILER ALERT!-
“Sometimes people only speak the truth, because they don’t care about other people.”
“Sometimes people lie, because they want other people’s approval.”

Mengambil latar belakang di sebuah sekolah bernama, Yucai High School pada tahun 2001, movie ini dimulai dengan suasana ujian di sebuah kelas, dimana ada seorang gadis yang terlihat nervous lantaran ia mencontek dengan buku di bawah mejanya. Saking nervous-nya, salah satu kertas contekannya terbang dan jatuh ke lantai. Ia shock dan makin shock lantaran salah seorang siswa melihatnya, siswa itu malah tersenyum padanya.

Gadis itu yakni Lin Tian Jiao, siswa paling top di sekolahnya. Ia siswa dengan nilai paling tinggi, semenjak kecil ia selalu mengikuti aneka macam kompetisi di sekolahnya, ia memenangkan banyak piagam dan penghargaan. Ia memiliki masa depan yang sangat cerah, begitulah pikiran orang-orang disekitarnya. Tapi ia tak pandai begitu saja, ia menghabiskan waktunya untuk berguru dan berguru dan belajar. Ia bahkan harus meyerah akan hobinya yang bekerjasama dengan astronomi demi menjadi siswa teladan. Impiannya yakni ingin bekerja di bidang keuangan suatu hari nanti.
Tapi tampaknya semuanya akan berakhir lantaran ia tertangkap tangan mencontek oleh salah seorang siswa yang nilainya buruk dikelas dan sering menciptakan persoalan di kelas mereka, Gao Xiang.

Saat guru melihat kertas itu, guru pribadi murka dan meminta mereka mengaku, siapa pemilik contekan itu. Tian Jiao tidak punya pilihan selain mengaku, tapi belum sempat ia berdiri, Gao Xiang tiba-tiba bangkit dan menyampaikan jikalau kertas itu miliknya. Guru tentu saja pribadi murka dan menyuruhnya keluar. Dia karenanya menerima nilai 0 dikala ujian itu.
Tian Jiao tentu saja merasa tidak enak. Saat ia di parkiran sepeda, ia nervous lantaran Gao Xiang juga disana. Ia bahkan hampir merobohkan semua sepeda disana saking nervous-nya. Saat ia berterima kasih pada Gao Xiang, Gao Xiang hanya tersenyum dan berkata kenapa Tian Jiao berterimakasih.

Tian Jiao menjadi tidak damai lantaran hal itu, itu pertama kalinya ia mencontek tapi malah ketahuan. Saat melihat adiknya Zi Ao menonton sebuah film yang menyampaikan ‘uang bisa menuntaskan segalanya’, itu memberikannya ide. Keedokan harinya, ia berniat menyuap Gao Xiang dengan uang  untuk tutup mulut. Tian Jiao memang terkenal sebagai anak yang keras, percaya diri dan gayanya yang agak sok jikalau bicara dengan orang lain. Gao Xiang sih cuma ketawa lantaran hal itu. Tapi Tian Jiao tidak mau berhutang budi pada orang lain. Gao Xiang memang menolak uang pemberian Tian Jiao, tapi ia malah iseng meminta Tian Jiao bisa mengerjakan PR nya sebagai gantinya. Tian Jiao tidak main-main jikalau soal pelajaran, jadi ia menolak mentah-mentah. Tapi ujung-ujungnya lantaran ia tak ingin ketahuan, ia tak punya pilihan selain mengerjakan PR milik Gao Xiang LOL.

Tapi makin lama, PR Gao Xiang makin banyak dan ia stress mengerjakannya, ditambah kebenciannya pada GAo Xiang. Gao Xiang bahkan hingga tahu rahasianya, jikalau ia menyukai astronomi yang menciptakan Tian Jiao makin kesal. Ia mulai menyampaikan itu sebabnya ia tak suka berada di sekitaran orang menyerupai Gao Xiang. Gao Xiang malah ingin tau dan bertanya pada Tian Jian, memagnya ia orang menyerupai apa. Tian Jiao sih menjawab dengan enteng jikalau Gao Xiang itu suka tidur di kelas, tidak berguru dan tidak punya tujuan hidup. Ia tak mengerti kenapa orang menyerupai masih tiba ke sekolah jikalau tidak mau belajar. Gao Xiang sih merespon dengan enteng,  setidaknya ia lebih baik dari seorang pembohong. Dan Tian Jiao pribadi merasa tertusuk dengan kata-kata itu. Ia mulai kesal lagi dan menolak untuk mengerjakan PR Gao Xiang. Gao Xiang sih oke-oke aja. Tapi pada karenanya Tian Jiao tidak bisa membiarkan Gao Xiang yang bahkan tidak bisa membaca alfabet.

Tian Jiao yang terkenal masbodoh hanya memiliki 1 sahabat di sekolahnya, Lu Tian Tian. Hari itu Tian Tian memperkenalkan pacarnya pada Tian Jiao, Ou Xiang Yang. Tapi Tian Jiao tidak terlihat excited, ia bahkan menolak salaman dengannya. Ia bertanya kenapa Tian Tian mau pacaran dengan laki-laki itu padahal laki-laki itu tidak pintar. Tian Tian tentu menyampaikan jikalau cinta tak ada hubungannya dengan peringkat di sekolah.

Tian Jiao masih melanjutkan mengerjakan PR Gao Xiang. Malam itu ia melihat coretan Gao Xiang di buku dan ada gambar wajahnya disana. Ia kesal Gao Xiang mengejeknya dan menetapkan mengerjai Gao Xiang. Ia menciptakan GAo Xiang menjadi satu-satunya siswa yang berhasil menuntaskan PR matematika mereka dan tentu saja guru terkesan padanya. Ia meminta GAo Xiang menjelaskan jawabannya ke depan. Tian Jiao tersenyum menang dikala Gao Xiang tidak bisa mengerjakannya. Gao Xiang karenanya mengaku jikalau yang mengerjakan PR nya bukan dirinya melainkan Tian Jiao. Tentu saja seisi kelas jadi heboh, apalagi dikala GAo Xiang menyampaikan alasannya yakni lantaran Tian Jiao menyukainya. Tian Jiao tentu saja menolak dan menyampaikan jikalau ia tak menyukai Gao Xiang, tapi kelas keburu heboh HAHAHAHAHA.

Tian Jiao sangat kesal lantaran hal itu, dikala pelajaran olah raga, ia tiba ke kolam renang dimana para siswa laki-laki sedang berenang. Ia tiba untuk balas dendam dan mendang Gao Xiang masuk ke kolam renang LOL. Ia sangat kesal lantaran tak mungkin ia menyukai orang menyerupai Gao Xiang. Gao Xiang karenanya mengalah dan mengambil toa untuk menjelaskan kesalahpahaman jikalau Tian Jiao tidak menyukainya. Tapi Gao Xiang masih excited mengerjai Tian Jiao dan malah menyampaikan jikalau ia lah yang menyukai Tian Jiao HAHAHHAHAHAHA.

“Some people, aren’t fit to live together.”

Gosip pribadi menyebar di seluruh sekolah. Ada siswa yang tak suka Tian Jiao, bertanya-tanya kenapa Gao Xiang bisa suka pada gadis menyerupai Tian Jiao. Ada siswa yang cintanya ditolak Tian Jiao dulu dan menyampaikan selera Tian Jiao ternyata rendah LOL. Tian Jiao stres lantaran gosip-gosip yang beredar disekitarnya, bahkan ia dipanggil nyonya Gao di sekolah HAHAHAHHA. Bahkan adiknya sendiri yang juga sekolah disana mengejeknya. (Kalau nggak salah si itu sekolah gabungan deh Sekolah Menengah Pertama & Sekolah Menengan Atas gabung gitu). Tian Tian membantu Tian Jiao bagaimana caranya biar Gao Xiang tidak menganggunya dan Tian Tian menyarankan biar Tian Jiao bersikap manis pada Gao Xiang, tapi Tian Jiao mengalah dengan satu percobaan. Ia memiliki inspirasi lain, dengan mencarikan  pacar untuk Gao Xiang. Kalau Gao Xiang punya pacar, maka tidak akan ada yang mengejeknya. Tian Tian awalnya berfikir jikalau Tian Jiao akan menjadikannya sebagai umpan, tapi Tian Jiao menyampaikan pacar Gao Xiang yakni Xiao Hua dan tidak penting apakah orangnya ada atau tidak.

Kaprikornus mereka mejalankan planning mereka dengan mengirimkan bangau kertas di meja Gao Xiang, dari Xiao Hua, perayaan 1 tahun pacaran. Anak kelas sih heboh gitu, bahkan berfikir jikalau Tian Jiao cemburu. Gao Xiang sendiri ga peduli juga sih sama pengirim itu. Teman sekelasnya malah mengejek pacar Gao Xiang mungkin anak Sekolah Menengah Pertama kelas 1 lantaran hadiahnya begitu kekanak-kanakan. Mendengar hal itu, Tian Jiao merubah rencana, kali ini ia mengirimkan hadiah yang lebih dewasa, buket bunga HAHAHHA. Semuanya iri pada GAo Xiang. Gao Xiang mulai curiga dan menyampaikan jikalau pacarnya akan mengirimkan bekal untuknya. Dan bodohnya, Tian Jiao yang mendengarkan hal itu benar-benar menyiapkan bekal. Dan ia tertangkap tangan oleh Gao Xiang dikala di parkiran sepeda LOL. Cara Gao Xiang tahu jikalau si Xiao Hua itu yakni Tian Jiao sangat lucu, saya suka banged huhhuhuhuhu. *aktornya ganteng gilaaaaaa, cute!

Rencana Xiao Hua gagal. Tian Jiao dan Tian Tian harus memikirkan planning lainnya. Saat itu lah adik Tian Jiao, Zi Ao yang menyukai Tian Tian tiba memperlihatkan bantuan. Meski Tian Jiao menolak mentah-mentar tapi Zi Ao tetap ingin membantu untuk menciptakan Tian Tian terkesan LOL. Tian Jiao kesal sekali lantaran Zi Ao menganggu pembicaraan serius mereka dan menyuruh adiknya tidak menganggu. Ia tak mengerti kenapa kepribadian adikya sangat buruk. Disana adiknya juga menyampaikan jikalau ia mendapatkan kepribadian buruk itu dari kakaknya. HAHAHAHHA.

Dengan santunan Xiang Yang, Zi Ao dan teman-temannya menjalankan planning mereka. Rencanaya agak jorok sih, menyiram Gao Xiang dengan air seni mereka sendiri yang mereka kumpulkan HAAHAHAH. Xiang Yang bertugas membawa GAo Xiang ke lokasi. Tapi senjata malah makan tuan, yang kena malah Zi Ao. Ia pulang dengan aib banged, ia terlalu aib untuk menjelaskan apa yang terjadi pada kakaknya. Tian Jiao malah menduga jikalau Gao Xiang mengerjai adiknya. Ia kesal dan ingin balas dendam. Ia pergi ke rumah Gao Xiang. Ternyata Gao Xiang tinggal di gang kecil, pemukiman orang-orang tidak mampu. Ia cukup kesulitan untuk tiba di rumah Gao Xiang. Dan dikala tiba disana, ia melihat kakek Gao Xiang kesulitan lantaran pipa air mereka bocor, kakek Gao Xiang buta dan Gao Xiang tidak dirumah, jadi Tian Jiao membantu sang kakek.
Untung Gao Xiang karenanya pulang dan ia membantu mereka.

Tian Jiao yang lembap lantaran air mengeringkan diri di rumah Gao Xiang. Disana ia melihat banyak miniatur pesawat dan ia tahu jikalau itu yakni hobi Gao Xiang, ia juga pernah melihat gambar di buku catatan Gao Xiang. Ia bahkan tak sengaja merusak pesawat disana hahahaahha, lantaran ia gugup tapi ia tak lupa tujuan utamanya untuk membahas adiknya. GAo Xiang sih bertanya baik-baik apakah Tian Jiao sudah menanyakan pada adiknya apa yang bergotong-royong terjadi, sebelum menuduhnya membully anak Sekolah Menengah Pertama HAHAHAHA.
Saat mengantar Tian Jiao pulang, Tian Jiao masih saja bersikap masbodoh dan bahkan menyampaikan hobi itu yakni alasan kenapa GAo Xiang nilainya rendah di sekolah. Ia membaha situ lantaran ia cukup gugup, apalagi dikala mereka berdua akan berpisah, mereka terus bicara disaat yang sama hehehehhehe.

Sejak dikala itu, Tian Jiao mulai mengubah pandangannya akan Gao Xiang. Saat ia mendengar belum dewasa bertanya pada GAo Xiang, bergotong-royong siapa pacar Gao Xiang, Tian Jiao atau Xiao Hua, Gao Xiang menjawab jikalau ia hanya main-main dengan Tian Jiao, pacarnya Xiao Hua sangat baik, bahkan pacarnya membantu memperbaiki pipa di rumahnya, Tian Jiao terdiam. Karena ia tahu jikalau Xiao Hua – Tian Jiao.

“Dont carry the world upon yout shoulders. Just go do what you want to do.”

Guru wali kelas mereka sangat keras akan persoalan peringkat di sekolah. Ia bahkan mulai memindahkan daerah duduk siswa yang nilainya rendah kebelakang dan dikala ia bertanya keinginan mereka, ia menertawakan keinginan mereka, menyampaikan jikalau mustahil anak kurang pandai menyerupai mereka bisa menggapai itu. Ia selalu memuji Tian Jiao yang punya nilai terbaik di sekolah mereka dan masa depan yang cerah. Gao Xiang jadi tersinggung lantaran hal itu, apalagi dikala guru menertawakan impiannya untuk terbang dan merusak miniatur pesawatnya. Tian Jiao merasa tak enak, saat  ia ke ruang guru, iamengambil miniatur itu dari daerah sampah dan memberikannya pada GAo Xiang. Saat upacara, GAo Xiang menerangkan jikalau ia bisa terbang, bahkan dikala ini. Ia melompat dari atap sekolah dan terbang dengan sesuatu, meski ia berakhir di atas pohon dan terjatuh ke tanah, kakinya patah.

Gao Xiang di skors sesudah peristiwa itu. Tian Jiao menyebabkan alasan mengembalikan buku catatan untuk pergi ke rumah Gao Xiang, mengunjunginya. Gao Xiang berteman dengan preman di lingkungannya dan itu menciptakan Tian Jiao takut. Tapi teman-teman Gao Xiang pengertian, begitu Tian Jiao tiba mereka meninggalkan Tian Jiao dan Gao Xiang berdua, bahkan membawa kakek bersama mereka.
Tian Jiao dan Gao Xiang bicara berdua sambil mendengarkan siaran radio, Music Heaven, Tian Jiao menyampaikan ia juga menyukai siaran radio itu, tapi ibunya tak suka jikalau ia mendengarkan musik, jadi ibunya menarik radionya. Karena hal itu sesudah Gao Xiang masuk sekolah kembali, ia memberikan rekaman music heaven pada Tian Jiao, dan kekerabatan keduanya menjadi dekat dalam diam. Tak banyak yang tahu keduanya rahasia saling menukar buku catatan untuk membatu Gao Xiang belajar.

Tapi, Huang Tao mengetahui hal itu. Karena ia menyukai Tian Jiao, jadi ia selalu mengamati Tian Jiao, ia tahu bagaimana Tian Jiao berubah sesudah dekat dengan Gao Xiang. Ia ingin balas dendam pada Gao Xiang dengan membuatnya menjadi pencuri. Ia dan temannya sengaja memasukkan jam ke saku GAo Xiang dan menuduhnya mencuri. Huang Tao juga memakai kesempatan itu untuk menyampaikan pada semuanya jikalau Gao Xiang yakni anak seorang kriminal, ayahnya dipenjara. Gao Xiang tidak suka persoalan ayahnya disebut-sebut dan mereka berdua terlibat pertengkaran, lebih tepatnya, Gao Xiang dihajar oleh geng Huang Tao.

Meski perkelahian akirnya berhenti, Gao Xiang sangat sakit lantaran persoalan keluarganya diketahui. Tian Jiao mencoba untuk tidak peduli, tapi pada karenanya ia mengkhawatirkan Gao Xiang dan mengejarnya. Gao Xiang mengajak Tian Jiao ke daerah rahasianya dimana ia sering disana untuk menyendiri jikalau banyak pikiran. Ia menceritakan apa yang bergotong-royong terjadi dengan ayahnya. Saat ayahnya di tangkap polisi, ia berusia 7 tahun, hidupnya sangat sulit semenjak dikala itu, lantaran ia di cap sebagai anak seorang kriminal, padahal yang salah yakni teman-teman ayahnya yang menjerumuskan ayahnya ke penjara. Saat itu ia sangat membenci ayahnya. Ia juga menceritakan mengenai ibunya dan Tian Jiao menghiburnya dengan pengetahuannya akan bintang. Setidaknya, itu menciptakan Gao Xiang tersenyum.

“Everybody takes a different path in life, and nobody cares about your spite. The Lin Tian Jiao you’ve seen is the one she shows the world. Did you ever ask yourself if she was happy?”

Peringkat Gao Xiang naik atas santunan Tian Jiao, tapi Huang Tao menuduh ia niscaya menyontek. Tian Jiao sangat kesal kenapa Huang Tao seakan-akan sok tahu akan semuanya. Huang Tao menyadarkan Tian Jiao jikalau ia menyukai Gao Xiang. Dan kata-kata Huang Tao mengenai ‘Tian Jian tidak akan menerima apapun dari anak seorang kriminal’ membuatnya berfikir. Hari itu dikala hujan turun, Gao Xiang tiba menemui Tian Jiao dengan membawa tiket untuk sebuah pertujukan bintang, dimana Tian Jiao bergotong-royong sudah usang ingin pergi tapi ia takut ibunya marah. Keraguannya pribadi musnah begitu saja, lantaran Gao Xiang mengajaknya. Keduanya berlari di bawah hujan sore itu dengan lagi Richard Sanderson – Reality yang menambah manisnya adegan itu AAAAAAAACCCKKK *baper JHDS LOL*

Suatu hari, tim dari kementrian pendidikan tiba ke sekolah mereka untuk meninjau sekolah dan bertanya pada para siswa. Kebetulan yang dipilih yakni Gao Xiang dan Gao Xiang jujur dikala ditanya mengenai sekolah mereka, jikalau mereka tak punya kelas musik dan olahraga lagi lantaran fokus pada ujian. Guru tentu saja sangat murka pada Gao Xiang lantaran menyampaikan hal itu. Gao Xiang merasa kali ini ia tidak salah lantaran ia menyampaikan hal yang sejujurnya. Guru makin murka lantaran Gao Xiang tidak tidak mau meminta maaf. Gao Xiang sudah muak dengan semuanya dan ia berniat keluar dari sekolah. Ia sudah membereskan barangnya di atap dikala Tian Jiao tiba dan mencoba menghentikannya. Menurutnya Gao Xiang bisa saja tadi meminta maaf, lantaran bergotong-royong pertengkaran tadi ga ada gunanya. Tapi Gao Xiang menyampaikan jikalau ia tak ingin berbohong, makanya ia menyampaikan sebenarnya.
Tian Jiao tidak mengerti dengan Gao Xiang, jikalau memang begitu kenapa Gao Xiang dulu berbohong untuk menolongnya?

Saat tiba di rumah, Gao Xiang di marahi oleh ibunya lantaran ia tertangkap tangan berteman dengan Gao Xiang. Ia tak suka anaknya berteman dengan siapapun harus fokus belajar. Itu benar-benar menciptakan Tian Jiao putus asa tapi ia tak bisa apa-apa. Bahkan dikala hari janjinya dan Gao Xiang, ia tidak pergi melihat ekspo itu, lantaran ia tak bisa keluar, ibunya ada di rumah mengawasinya. Keesokan harinya, ia menerima kabar jikalau GAo Xiang keluar dari sekolah.
Tian Jiao menemuinya, Gao Xiang berkerja di bengkel temannya dan Tian Jiao mencoba meyakinkannya untuk tiba ke sekolah lagi. Tapi Gao Xiang sudah tidak mau lagi, menurutnya sekolah bukanlah satu-satunya jalan yang harus ditempuh dalam hidup. Tian Jiao bahkan merendahkan sahabat Gao Xiang yang hanya bekerja di bengkel dan menciptakan temannya kesal. Temannya menasehati Tian Jiao yang hanya pandai mengoreksi hidup orang lain dan tak melihat hidupnya sendiri.

Masalah lainnya muncul dikala Tian Jiao tak sengaja melihat surat perceraian ayah dan ibunya. Ia terkejut jikalau keduanya sudah bercerai dan tinggal serumah kini hanya untuk belum dewasa mereka, hingga ia dan adiknya bisa mengambil jalan masing-masing. Ia sangat shock.
Gao Xiang juga dihadapkan persoalan lain dalam hidupnya, mengenai apa yang ingin ia lakukan selanjutnya sesudah berhenti sekolah. Ia memikirkan untuk berpetualang, tapi ia tak bisa meninggalkan kakeknya sendirian. Tapi kakek meyakinkan jikalau mereka bisa hidup dimana saja, kemanapun dan dimanapun, mereka niscaya akan selamat. Kaprikornus ia ingin Gao Xiang melaksanakan apa yang ia inginkan.

Tian Tian dan Xiao Yang tertangkap tangan pacaran oleh pihak sekolah dan dieksekusi lantaran sekolah mereka tidak memperbolehkan pacaran. Tian Jiao mencoba menghibur Tian Tian yang bersedih. Tian Tian menyampaikan tidak menyerupai Tian Jiao yang punya keinginan besar, ia sama sekali tidak memiliki keinginan yang besar. Impiannya hanyalah ingin menjadi ibu rumah tangga biasa dan hidup dengan biasa, menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak-anaknya. Bukan keinginannya juga masuk ke sekolah berprestasi menyerupai ini.
Dan satu yang menciptakan saya wah banged adalah, bagaimana pemain drama dan aktris pemeran Tian Tian dan Xiang Yang total banged, keduanya sesudah hari itu, memotong rambut mereka menjadi botak, tanda cinta dan kesetiaan mereka.*sobs* adegannya keren banged lho.

Sementara itu Tian Jiao tertangkap tangan ibunya, lantaran melihat rekaman pemberian Gao Xiang di bawah bantal Tian Jiao. Ibunya murka besar dan merusak rekaman itu. Tian Jiao yang selama ini memendam perasaannya sendiri karenanya menyampaikan jikalau ia tidak ingin masuk ke jurusan keuangan, ia ingin berguru astronomi. Ia tidak ingin menyerupai ibunya yang menjalani hidup yang palsu menyerupai ini. Ibunya murka dan menampar anaknya. Tian Jiao kabur dari rumah.
Aku sangat menyukai disaat menyerupai ini yang pergi mencarinya yakni adiknya. Kaprikornus kita bisa melihat kekerabatan abang dan adik yang cukup dalam disini. Cara bagaimana Zi Ao menghiburnya, mengingatkan masa kecil mereka berdua yang sering bertengkar dan Zi Ao menyampaikan jikalau ia sudah usang tahu ayah dan ibu bercerai. Ia membisu saja lantaran ia tak ingin menganggu berguru kakakknya.
Kita juga melihat pembicaraan ayah dan anak, dikala Tian Jiao dan ayahnya bicara berdua. Ayahnya menjelaskan kenapa mereka bercerai dan ingin Tian Jiao tetap bersikap baik pada ibunya.

Hari itu, Tian Jiao akan mendapatkan penghargaan. Ia tiba ke sekolah dan di depan kelas mereka benar-benar heboh. Tian Jiao melihat ke dalam kelas dan ada lukisan galaksi di atap kelas mereka. Tian Jiao sangat terkejut, itu yakni lukisan yang sangat indah dan kita bisa menebak siapa yang melakukannya.
Sebelum Tian Jiao menuju panggung untuk mendapatkan penghargaannya, Huang Tao tiba menemuinya dan menyampaikan padanya jikalau Gao Xiang akan berangkat hari ini, Gao Xiang sudah menetapkan akan melaksanakan perjalanan keliling dunia bersama kakeknya. Tian Jiao tentu saja terkejut.

Tapi ia tetap naik ke panggung mendapatkan penghargaannya. Di sanalah ia menceritakan bagaimana ia berguru selama ini, tapi pikirannya menuju Gao Xiang dan ia mulai menyadari jikalau selama ini ia berbohong pada semua orang dan mengakui dirinya yang sebenarnya. Untuk mendapatkan penghargaan ini, Ia mengakui jikalau ia mencontek dikala ujian, mengabaikan perasaan temannya, ia memandang rendah pacar temannya, tidak mengerti bagaimana adiknya, dan seseorang mengajarkan padanya mengenai kebebasan yang sebenarnya. Tapi orang itu akan pergi hari ini dan ia menetapkan tidak mendapatkan penghargaan itu.
Semua orang bertepuk tangan atas pidato Tian Jiao. Dan Tian Jiao segera berlari ke stasiun kereta untuk menyusul GAo Xiang. Tapi ia dihalangi para bodyguard disana dan teman-temannya berhasil membantunya kabur dari sekolah.

“I think, even though the universe is huge, our world is pretty small. We’ll see each other again.”
 

Ia tiba di stasiun kereta dikala hujan dan mencari Gao Xiang, tapi sayang sekali keretanya sudah berangkat. Keduanya sama sekali tidak sempat bertemu. Tian Jiao keluar dari stasiun kereta tanpa hasil dan teman-temannya juga tiba menyusul kesana. Saat itu lah sahabat preman Gao Xiang lewat dengan moge mereka disana dan Tian Jiao meminta santunan mereka untuk membawanya kesuatu tempat.

Awalnya saya berfikir mereka akan mengejar Gao Xiang ke stasiun berikutnya, ternyata mereka malah pergi ke stasiun radio, Music Heaven yang dikala itu sedang rekaman. Tian Jiao memohon biar ia bisa menyampaikan sesuatu untuk temannya. Awalnya sih para staf shock juga, tapi karenanya mereka memperbolehkan Tian Jiao bicara di siaran pribadi itu. Tian Jiao memberikan kata-kata yang yang tak sempat ia katakan pada Gao Xiang melalui siaran radio itu. Rasa terimakasihnya pada Gao Xiang atas semuanya.

Tian Jiao kemudian menyanyikan lagu Hey Jude untuk Gao Xiang yang liriknya pas banged! banged!
Dan saya suka banged kita diperlihatkan flashback semenjak pertama mereka bicara hingga dikala terakhir. Kita juga diperlihatkan flashback yang tidak diperlihatkan sebelumnya, bagaimana Gao Xiang melihat kepergian Tian Jiao dikala pertama ia ke rumah Gao Xiang, dikala ekspo astronomi, Gao Ciang menunggu hingga malam dan bahkan menyelinap masuk ke dalam untuk mengambil foto, foto itu yang dipakai untuk melukis di atap kelas mereka, adengan santunan teman-teman mereka.

CAST

 
Guo Shutong as Lin Tian Jiao

Ia yakni siswi paling top di sekolahnya. Sejak kecil ia suka berkompetisi dan mengumpulkan aneka macam piagam penghargaan. Itu yakni kepuasan tersendiri baginya, ia harus memenangkan kompetisi apapun yang ia ikuti. Tapi meski ia menyukainya, kadang ia merasa tertekan. Ibunya yakni orang yang mempengaruhinya. Ia harus meninggalkan hobinya dan segala hal yang tak bekerjasama dengan pelajaran. Ia dituntut berguru dan berguru setiap saat, demi masuk ke universitas yang memiliki jurusan keuangan yang top.
Ibunya bahkan tidak memperbolehkannya punya teman, ibunya ingin ia menganggap semua orang disekolahnya yakni saingan, bukan teman.

Awalnya Tian Jiao tidak persoalan dengan hal itu. Menurutnya ibunya ada benarnya dan semuanya untuk masa depannya. Sampai Gao Xiang masuk dalam kehidupannya dan memperlihatkan bagaimana kebebasan itu sesungguhnya bukan sebuah kesuksesan. Tian Jiao awalnya tidak menyukai Gao Xiang lantaran menurutnya Gao Xiang anak pemalas dan tak punya tujuan hidup. Tapi Gao Xiang sellau terlihat senang dengan apapun yang ia miliki dan bagaimana ia menjalani hidup tanpa terikat dengan yang namanya peringkat. Sejak mengenal Gao Xiang, Tian Jiao mulai berubah, ia menjadi lebih terbuka dan tidak masbodoh lagi. Mungkin ia menyadari ada perasaan cinta dihatinya, tapi mereka berdua lebih nyaman sebagai sahabat dan hingga dikala terakhir mereka yakni sahabat yang membuka pintu masing-masing.

 Bai Jingting as Gao Xiang

Meski masuk ke sekolah yang bagus, Gao Xiang tidak berguru dengan serius. Ia termasuk salah satu siswa dengan nilai rendah dan cukup menciptakan para guru frustasi, tapi intinya ia yakni anak yang baik. Ia tidak mengetahui alasan kenapa ia membantu Tian Jiao dikala mencontek dan hingga simpulan kita tidak diberikan jawabannya. Ia sangat suka menarik hati Tian Jiao dan ia orangnya tidak gampang kalah. Ia menyukai dikala Tian Jiao murka padanya dan kesal karenanya. Ia terlihat tidak punya sahabat dekat disekolah tapi ia cukup terkenal dengan siswi dari kelas lain.

Ia tinggal berdua dengan kakeknya sesudah ayahnya masuk penjara. Ibunya meninggal dikala ia masih kecil. Ia sangat membenci ayahnya dikala masih kecil, lantaran meninggalkannya dan menciptakan ia menjadi materi omongan semua orang. Ayahnya tahu anaknya yang putus asa lantaran itu menetapkan tidak pernah bertemu dengan Gao Xiang lagi. Gao Xiang bergotong-royong sesekali merindukan ayahnya. Ia tidak serius sekolah lantaran menurutnya itu bukan jalannya, lantaran bahkan guru tidak mempercayainya dan selalu memandang rendah siswa sepertinya. Ia ingin berpetualang tapi ia tak bisa meninggalkan kakeknya sendirian. Saat kakeknya setuju, ia menetapkan hati untuk pergi bersama kakeknya.

Ia ingin menciptakan kenangan sebelum kepergiannya, lantaran itu ia menunggu Tian Jiao hingga malam dikala ekspo itu, meski gadis itu tidak datang, ia setidaknya ingin menciptakan kenangan pada gadis itu. Ia tahu jikalau Tian Jiao kini melaksanakan semuanya bukan untuk diri sendiri, tapi untuk orang tuanya. Ia menangis dikala mendengar siaran radio dimana Tian Jiao memberikan pesannya. Mereka berdua yakni sahabat yang karenanya menemukan jalan masing-masing.

 
 Wang Herun as Lu Tian Tian
Ding Guansen as Ou Xiao Yang

Tian Tian yakni satu-satunya sahabat Tian Jiao di sekolah itu. Meski mereka berdua tidak kelihatan begitu dekat lantaran kepribadian Tian Jiao yang dingin. Ia gadis yang ceria dan menjadi sahabat curhat Tian Jiao mengenai masalahnya dan Gao Xiang. Sementara itu Xiao Yang yakni pacar Tian Tian yang gres diperkenalkan pada Tian Jiao, meski Tian Jiao tidak tertarik. Tapi Xiao Yang yakni anak yang baik meski peringkatnya tidak tinggi. Keduanya sangat dekat dan sangat manis.
Tian Tian sangat menyayangi Xiao Yang, lantaran itu ia tak putus asa dikala keduanya dipisahkan oleh pihak sekolah. Aku sangat menyukai adegan dikala keduanya memotong rambut dan saling tersenyum disekolah. Mereka menerima simpulan yang bahagia.

Li Hongyi as Huang Tao

Ia termasuk salah satu siswa dengan nilai tinggi di sekolah. Ia menyukai Tian Jiao dan menurutnya hanya dirinya yang pantas menjadi pendamping Tian JIao, meski Tian Jiao sama sekali tak pernah meliriknya. Huang Tao merasa terancam lantaran GAo Xiang terlihat dekat dengan Tian Jiao, meski awalnya hanya pertengkaran tapi lama-lama ia bisa melihat jikalau Tian Jiao menyukai Gao Xiang. Karena itulah ia membongkar masa kemudian Gao Xiang.

Tapi Gao Xiang sama sekali tidak dendam padanya. Bahkan dikala Huang Tao tiba menemuinya secara pribadi untuk menyuruhnya menjauhi Tian Jiang. Gao Xiang bahkan menyadarkan Huang Tao untuk melihat lebih dalam ke diri Tian Jiao, wajah yang Tian Jiao perlihatkan selama ini, apakah Huang Tao penah bertanya ia senang atau tidak.

Hu Xianhu as Lin Ziao (yang diatas)

Lin Zi Ao yakni adik Tian Jiao yang masih SMP. Ia menyukai Tian Tian dan selalu berusaha terlihat baik di hadapannya. Untuk menciptakan Tian Tian terkesan, ia memperlihatkan diri membantu kakaknya balas dendam pada Gao Xiang. Meski karenanya ia gagal HAHAHHAHA. Ia meminta kakaknya jangan menyampaikan apa-apa pada Tian Tian mengenai persoalan itu.
Ia kesal Tian Tian punya pacar nggak keren dan berniat merebutnya HAHAHA.

Meski terlihat kekanakan, ia lebih cendekia balig cukup akal dari yang dibayangkan. Tian Jiao menghabiskan waktunya untuk berguru dan ia tidak terlalu tahu dengan semua yang ada disekitarnya, lantaran itu ia shock dikala tahu ayah dan ibunya bercerai. Ternyata adiknya malah sudah tahu semenjak lama. Meski sering bertengkar, Ziao sangat perhatian pada kakaknya.

“When we graduated, we were together. Let’s hope we’re still together in the future.”

Aku sangat menyukai movie ini, lantaran dengan tema yang sudah sering dijadikan movie, tapi terasa tidak biasa lantaran kisahnya yang berdasarkan saya menarik dan menyentuh. Aku suka lantaran kita tidak hanya fokus pada kekerabatan Tian Jiao dan Gao Xiang, tapi kita juga melihat bagaimana kekerabatan abang adik, orang tua, sahabat dan kekerabatan dengan orang asing.

KAlau di uouth movie biasa sih jikalau sang tokoh utama menangis, maka sang tokoh utama laki-laki yang tiba menenangkan. Aku suka lantaran disini adiknya peka banged sama kakaknya. Ini memperlihatkan kekerabatan persaudaraan. Meski singkat tapi ngena banged lho.
Dan saya suka lantaran fokusnya tidak dalam persoalan percintaan aja. Dari pada cinta, saya rasa tema yang diangkat disini yakni persahabatan. Mungkin ada perasaan itu, tapi tidak terlalu diperlihatkan. Karena lebih mengarah ke pertemuan 2 orang yang berbeda dan mengubah hidup dan masa depan mereka.

Endingnya sih udah bagus, saya suka mereka menciptakan drama ini open ending, tapi ternyata saya masih pengen ada pertemuan antara Tian Jiao dan Gao Xiang HAHAHAHAHA.

Kita bisa melihat Tian Jiao menggapai impiannya untuk bekerja di bidang astronomi. Sejak dikala terakhir, ternyata ia dan Gao Xiang tidak pernah bertemu lagi. Gao Xiang masih melanjutkan perjalanannya. Tian Jiao mendengar kabar jikalau Gao Xiang ada di afrika, jadi ia berniat ke sana dalam wkatu dekat , ia yakin mereka bisa bertemu lagi. Tian Tian dan Xiao Yang masih menjadi pasangan yang manis, kita melihat Xiao Yang akan melamar Tian Tian. Lin Zi Ao menjadi artis yang sangat populer. Teman-teman reuni di komitmen nikah Huang Tao. Sementara ayah dan ibu masih bertemu meski sudah menjalani kehidupan masing-masing, tapi mereka masih bertemu untuk makan. Teman Gao Xiang, geng bermotor sudah membuka showroom kendaraan beroda empat dan sukses dengan hidupnya, bahkan anaknya juga gres lahir.

Dan Open endingnya memang di pasangan utama sih. Kaprikornus apakah mereka bisa bertemu atau tidak? LOL.
Tapi udah indah sih endingnya, hanya kepuasan pribadi aja. Sayang sekali nggak bisa liat wajah manis Gao Xiang di dikala terakhir AHHAHAHAHAHAHA.
Aku kaget banged, pemeran Gao Xiang maniiiiiiiiiiiiis banged. Aku cek filmografi-nya dan saya belum pernah menonton film-nya selain ini. Aku lihat juga ia main di Back in Time, jadi termakan untuk menonton, padahal saya sudah menetapkan hanya menonton movie-nya saja, lantaran tragedinya saya nggak berpengaruh HAHAHAHA.

Syukur deh disini nggak ada tragedi. Aku was was banged, takut ada yang mati atau terjadi sesuatu gitu. Meski di endingnya juga terjadi perpisahan, tapi ini sih nggak tragedi-tragedi banged ya.
Setidaknya kita mendapatkan pelajaran jikalau kita harus melaksanakan apa yang bergotong-royong kita inginkan. Bukan berarti kita mengabaikan perasaan orang tua. Hanya saja, semenjak awal jikalau kita jujur itu lebih baik.
Aku benci banged sama guru di movie ini, masa mengajari anak didiknya gitu banged, menertawakan impiannya, bukannya membimbing. Aku juga nggak suka sama ibu Tian Jiao. Aku tahu berguru itu penting, tapi gila aja, masa dengerin musik aja ga boleh, berteman juga ga boleh wow banged. Tahan ya Tian Jiao digituin. Adeknya sih nggak peduli, ia lebih bebas hidupnya HAHAHHAHA.

Sebenarnya saya agak nggak ngerti apa hubungannya judul inggris drama ini dan ceritanya. Judulnya Yesterday Once More. Aku pikir bakalan ada adegan dimana mereka pengen kembali ke masa kemudian atau bagaimana. Judul chinanya justru lebih pas, Who’s Youth Isn’t Confusing?, memangnya masa muda siapa sih yang nggak memusingkan?
Masa muda memang memusingkan dikala kita menjalaninya. Kita diberikan pilihan ini dan itu dan kita harus menentukan diantara pilihan itu untuk menentukan masa depan kita. Tapi masa muda yakni masa-masa dimana kita akan sangat merindukannya. Saat kita menjalaninya, terkadang kita ingin cepat-cepat menjadi cendekia balig cukup akal dan dikala cendekia balig cukup akal kita akan sangat merindukan masa-masa itu. Aku rasa disini hubungannya ya, dimana dikala kita sudah melaluinya, kita ingin mencoba hari kemarin satu kali lagi, LOL, sayangnya itu tidak akan terjadi.

Aku rasa saya harus mendownload HD movie ini untuk disimpan, lantaran saya menontonnya cuma 360p LOL. Ini movie layak banged dikoleksi dan di tonton ulang huhuhuhuhuhu.
Aku suka sama couple-nya. Mereka ada main lagi gitu ga ya di drama ato movie yang sama HAHAHAHA XD
Susah ya mencari reuni drama atau movie XD

“True freedom comes from facing yourself.”
Skor:

Story: 4,5/5
Cinematography: 4,5/5
Character: 4/5
Music: 4,5/5
Opening: 4,5/5
Ending: 4/5
Recommended!

Continue Reading

More in Bai Jing Ting

To Top