Connect with us

Locafest.co.id

[Review] Chinese Movie: My Old Classmate (2014)

C-Movie

[Review] Chinese Movie: My Old Classmate (2014)

Masih belum move on dari movie-movie mengenang masa Sekolah Menengan Atas alias cinta pertama, lagi-lagi saya mencari tontonan movie Taiwan dan China yang temanya ‘youth’. Belakangan lagi suka hunting movie China/Taiwan nih hahahhaha, soalnya saya jarang banged nyoba movie China.


Untungnya saya bukan tipe yang pilih-pilih movie ‘harus happy ending’, sebab biasanya yang tema begini jarang happy ending dalam artian kedua lead-nya jadian, tapi bergotong-royong tanpa keduanya jadian, itu sudah termasuk happy, ex. You are the Apple of My Eyes. Selama movie-nya story-nya, plot-nya anggun dan ga boring, bakalan selesai saya tonton dan endingnya, asalkan jelas, ga gantung dan ga buru-buru, maka saya oke-oke aja. XD
Well, YATAOME memang masih the best XD XD XD

Oke, jadi ceritanya kemarin saya browsing nyari-nyari movie china yang tema-nya ‘youth’ dan saya udah sanggup beberapa list dimana saya sama sekali ga tau ceritanya gimana dan siapa yang main, cuma ngeliat dari posternya aka, kalau saya suka, saya download. Dan sehabis kemarin At Cafe 6, maka kali ini saya mencoba menonton movie China berjudul My Old Classmate.

Dari judulnya aja udah kebayang ceritanya gimana. Aku mendownload movie ini sebab suka posternya, seorang anak laki-laki yang menggendong anak perempuan, hahahahha, itu aja udah bikin baper wkwkkwkw. Tapi tentu saja sebab ini film niscaya perihal falshback, saya ga berharap banyak, dan ternyata plot twist di movie ini cukup mengagetkan. Dan sebagai bocoran, endingnya menyerupai YATAOME tapi dengan feel yang berbeda^^

My Old Classmate yaitu movie berdurasi 98 menit yang dibintangi oleh Zhou Dongyu dan Lin Gengxin. Menjadi movie yang cukup terkenal di China pada tahun 2014, My Old Classmate mengangangkat tema masa muda, kisah cinta masa kuliah dua sejoli. Movie ini dibentuk cute dengan gayanya yang unik tapi tidak mengurangi genre bergotong-royong yaitu melodrama. Meski kita dibawa tertawa, tersenyum selama movie ini, kita sanggup mencicipi aura movie ini yaitu melo.

STORY

Aku baca di sebuah artikel kalau judul China movie ini artinya yaitu ‘You Who Sat Next to Me in Class’ merupakan judul dari sebuah lagu yang rilis pada tahun 1995. My Old Classmate mengangkat kisah ‘kenyataan terkadang tidak sesuai dengan harapan / kenyataan terkadang mengkhianati kita’.

My Old Classmate memulai kisahnya pada tahun 2013, tokoh utama kita, Lin Yi (Lin Gengxin) yaitu seorang IT yang bekerja di New York. Ia mendeskripsikan bagaimana kehidupannya disana, kehidupannya dengan tunangannya, bagaimana ia bekerja dan menjalankan tugasnya. Ia kemudian mendapatkan sebuah permintaan ijab kabul dari sahabat sekelasnya ketika SD, Xiao Zhi (Zhou Dongyu) dan itu membuatnya kembali ke Beijing untuk pertama kalinya dalam 10 tahun. Ia membawa sebuah kotak merah yang di dalamnya ada benda-benda kenangan bersama Xiao Zhi. Dalam perjalanan kembali ke Beijing, Lin Yi mengenang masa-masa sekolahnya bersama Xiao Zhi.

Flashback ke tahun 1993 dimana Lin Yi dan Xiao Zhi pertama kali bertemu. Xiao Zhi yaitu siswi pindahan ke sekolah mereka, ia mengenakan beling mata hitam sebab gangguan penglihatannya dan ia ditertawakan oleh belum dewasa dikelas. Xiao Zhi duduk disebelah Lin Yi. Awalnya Lin Yi tidak peduli padanya, tapi kemudian ia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika gadis itu membuka beling mata hitamnya.

Sejak itu, Lin Yi mulai tertarik rahasia pada Xiao Zhi. Xiao Zhi sebagai anak pindahan dibully oleh sahabat sekelasnya dan Lin Yi membantunya meski pada hasilnya ia dipukuli. Lin Yi selalu membantu Xiao Zhi kalau ada yang menganggunya dan lama-lama Xiao Zhi kesal sebab selalu diganggu, ia sudah mengikuti keadaan dan berani melawan.

Waktu berlalu dengan cepat, keduanya sekarang duduk di dingklik SMA. Xiao Zhi dan Lin Yi bergotong-royong tidak sanggup dibilang bersahabat atau berteman, sebab mereka juga jarang bicara, tapi kita sanggup melihat keduanya tidak sanggup melepaskan mata dari masing-masing. Lin Yi bahkan pindah ke kelas yang sama dengan Xiao Zhi meski tidak diperbolehkan oleh para guru sebab ia tak berbakat seni. Sementara Xiao Zhi rahasia cemburu kalau ada gadis yang mengobrol dengan Lin Yi. Bahkan sebab cemburu ia terjatuh dan harus mengenakan tongkat. Lin Yi baik pada Xiao Zhi dan selalu menyampaikan santunan tapi ditolak dengan dingin oleh Xiao Zhi hingga hasilnya Lin Yi memaksa menggendongnya. KYAAAAAAAAAA!!! Seperti di poster.
Dan saya menebak mereka melakukannya setiap hari hingga kaki Xiao Zhi sembuh hehehehhe.

Lin Yi tidak pernah menyembunyikan kalau ia menyukai Xiao Zhi. Ia mengatakannya dengan lantang semenjak dulu, kalau ia menyukai Xiao Zhi, tapi gadis itu selalu menolaknya dan kita tahu bukan sebab Xiao Zhi nggak suka. Buktinya ia satu-satunya yang tiba ketika Lin Yi mengajak belum dewasa sekelas berdemo. Keduanya menghabiskan waktu yang cukup romantis dimataku, pertama kalinya mereka bergandengan tangan. Lucunya ketika genting itu ditengah ramainya pendemo, Lin Yi belum frustasi mengajak Xiao Zhi pacaran HAHAHAHHAHA.
Meski hasilnya mereka dimarahi pihak sekolah apalagi orang renta Xiao Zhi yang murka sebab Lin yi membawa efek jelek pada puterinya.
Aku rasa semenjak ketika itu hubungan mereka menjadi lebih bersahabat dari sebelumnya, apalagi kencan di bioskop hehehheheh.

Akhirnya harapan Lin Yi kembali ketika Xiao Zhi memberinya surat kaleng, ia akan pacaran dengan Lin Yi kalau mereka masuk ke universitas yang sama, Peking University. Lin Yi menjadi sangat bersemangat, ia mencar ilmu dan mencar ilmu dan belajar, sayangnya, ia tidak sanggup masuk Peking University dan harus puas di universitas biasa. Dan disanalah Lin Yi menemukan fakta bahwa Xiao Zhi masuk ke universitas yang sama dengannya. Xiao Zhi yang pintar, katanya tidak lulus di universitas peking.

Lalu lembaran gres kisah mereka dimulai dari sini. Keduanya menjadi lebih bersahabat dari sebelumnya, bahkan kali ini Xiao Zhi sudah lancar berbicara dan selalu menarik hati Lin Yi. Mereka tinggal di asrama kampus dan bertemu dengan teman-teman baru. Teman-teman Lin Yi sangat unik dan saya menyukai mereka. Sayangnya di movie ini lebih difokuskan pada Xiao Zhi dan Lin Yi, jadi teman-teman mereka jarang dibahas.

Xiao Xhi dan Lin Yi mulai berpacaran tapi dengan cara yang unik. Meski Lin Yi sering menembak Xiao Zhi, Xiao Zhi tidak pernah dengan tegas menerimanya, ia malah menyampaikan kalau ia akan jadi kekasih Lin Yi selama 5 menit sehari HAHAHAHAHA.
Dan itu lucu banged. Xiao Zhi selalu  menarik hati Lin Yi dan berusaha mengulur-ulur waktu 5 menitnya kalau mereka sedang berduaan HHAHAAHAHA. Aku sampe gemes sebab mereka nggak kissu-kissu dan sehabis saya teliti mereka memang ga ada kissu beneran sama sekali HAHHAAHHA XD Cuma di pipi tapi manis banged XD

Tapi Xiao Zhi selalu membawa dampak baik pada Lin Yi. Seperti ketika SMA, Lin Yi sanggup masuk universitas sebab Xiao Zhi memberinya syarat. dan Xiao Zhi suka memberinya syarat mengenai pacaran mereka, menyerupai meminta Lin Yi lulus salah satu test yang akan membuka jalannya untuk kuliah di luar negeri nantinya.
Sejak kecil, keinginan Xiao Zhi yaitu kuliah di Stanford. Dan ia mengajak Lin Yi ikut bersamanya kesana. Berbeda dengan At Cafe 6 yang menciptakan tokoh utama laki-laki bingung sebab keinginan kekasihnya di luar negeri, maka di My Old Classmate ini Lin Yi bersemangat akan keinginan itu. Ia ingin bersama dengan Xiao Zhi.

Tapi jalan kesana masih sangat panjang dan masih banyak duduk kasus yang mereka hadapi. Seperti Lin Yi yang cemburu pada mahasiswa laki-laki sahabat Xiao Zhi bahkan mereka sempat bertengkar hingga masuk rumah sakit dan itu menciptakan hubungan Xiao Zhi dan Lin Yi renggang. Dan juga ada masa dimana Xiao Zhi menemukan dirinya hamil, ia mendiskusikan dengan Lin Yi tapi Lin Yi tampak tidak ingin bertanggungjawab, hal itu menciptakan Xiao Zhi stress dan keguguran. Keduanya sempat putus sebab hal itu.

Tapi takdir masih berada dipihak mereka. Saat Lin Yi dikarantina sebab virus SARS, Xiao Zhi tiba dengan santunan teman-temannya dan kabur bersama. Meski hasilnya mereka semuanya ditangkap, tapi itu menjadi salah satu kenangan yang tak terlupakan bagi keduanya.
Keduanya berbaikan kembali sehabis itu dan memantapkan keinginan mereka untuk sama-sama kuliah di Amerika. Xiao Zhi menjadi rajin mencar ilmu dan ikut tes hingga hasilnya diterima.
Ia dan Xiao Zhi sudah membayangkan kehidupan mereka disana nantinya, keduanya tampak menyerupai pasangan yang bahagia.

Karena Lin Yi diterima duluan, ia berangkat setahun lebih awal ke Amerika. Ia menunggu Xiao Zhi disana. Sayangnya gadis itu tidak pernah tiba ke Amerika menemuinya. Dan 10 tahun kemudian, bukan orangnya yang tiba melainkan permintaan pernikahannya. Dan pertama kalinya dalam 10 tahun, Lin Yi melangkahkan kaki di Beijing, dengan membawa kado ke ijab kabul mantan kekasihnya dan reuni bersama teman-teman masa kuliahnya.

CAST

Lin Gengxin as Lin Yi

Lin Yi bukan anak badung di kelas ketika SD, ia lebih ke tidak peduli dengan keadaan sekitarnya, hingga Xiao Zhi menjadi gadis yang duduk disebelahnya. Ia tak tahan melihat gadis itu di bully dan hasilnya bangun melawan. Ia dan Xiao Zhi selalu sekelas hingga SMA. Dimana ia menolak masuk di kelas sains dan lebih menentukan kelas seni sebab ia ingin menjadi penulis. Ia memaksa pindah ke kelas itu salah satu alasannya yaitu sebab Xiao Zhi ada di kelas itu.

Ia menyukai Xiao Zhi dan ia selalu mengatakannya pada gadis itu, mengajaknya kencan dan pacaran tapi selalu ditolak, hingga hasilnya Xiao Zhi menciptakan kesepakatan akan jadi pacarnya kalau mereka masuk ke universitas yang sama.

Pada hasilnya ia gagal masuk ke universitas Peking, ia menjadi mahasiswa di sebuah universitas lain sebagai mahasiswa IT. Ia kemudian bertemu dengan Xiao Yi ketika orientasi dan keduanya menjadi lebih bersahabat dari sebelumnya. Lin Yi belum sanggup tenang, sebab Xiao Zhi masih belum menyampaikan jawabannya dengan terang perihal hubungan mereka. Ia selalu berusaha dan ditolak. Pada hasilnya ia mendapatkan 5 menit sehari sebagai kekasih Xiao Zhi. Sayangnya bermesraan 5 menit tidak gampang karean Xiao Yi arif mengulur waktu.

Ia menciptakan kesalahan ketika Xiao Zhi hamil. Mungkin sebab ketika itu ia shock jadi kata-kata itu keluar begitu saja dan melukai gadis itu. Ia bahkan tidak menjenguk Xiao Zhi yang sakit dan itu menciptakan keduanya benar-benar putus. Tapi kemudian virus SARS menyatukan mereka berdua kembali. Dan hubungan mereka lebih erat. Lin Yi kemudian menemukan kalau Xiao Zhi sudah melupakan impiannya untuk kuliah di Stanford demi LIn Yi sebab Xiao Zhi tidak mau berpisah dengannya. Karena hal itu, Xiao Zhi tetapkan berjuang bersama untuk tinggal bersama di Amerika. Ia mulai melamar pekerjaan di Amerika dan diterima disana. Ia dan Xiao Zhi sangat senang dan ia akan menunggu Xiao Zhi untuk menemuinya disana, sebab Xiao Zhi masih harus lulus ujian, sementara Lin Yi sudah diterima.

Sayangnya, Xiao Zhi tidak pernah datang.

10 tahun kemudian kita melihat kehidupan Lin Yi di Amerika jauh dari yang kita bayangkan. Di awal beliau menceritakan bagaimana kehidupannya seperti beliau orang yang sukses, punya tunangan baik, pekerjaan lancar, punya kendaraan beroda empat dan bahkan apartemen. Tapi ternyata kenyataan berbalik 180 derajat dan saya benar-benar shock.

Zhou Dongyu as Xiao Zhi

Xiao Zhi yaitu anak tunggal yang dibesarkan ayahnya. Ia pindah ke sekolah mereka dengan mengenakan kacamata hitam dan menyampaikan impiannya untuk kuliah di Stanford. IA ditertawakan dan dibully sehabis itu. Ia tahu Lin Yi membantunya meski kadang ia kesal pada Lin Yi yang cuek. Setelah tahu kebaikan Lin Yi, Xiao Zhi berani melawan sendiri.

Xiao Zhi termasuk gadis yang pintar. Ia masuk ke kelas seni dan terkejut sebab Xiao Zhi memaksa diterima di kelas itu. Meski ia tak pernah bicara lagi pada Lin Yi dalam waktu yang lama, ia masih terus memperhatikan Lin Yi dan menjadi cemburu kalau ada gadis lain yang mendekatinya. Hal itu menciptakan ia terluka dan harus memakai tongkat. Lin Yi memakai kesempatan itu untuk mendekatinya dan bahkan memaksa menggendongnya.

Saat Lin Yi mengajak anak sekelas untuk demo, hanya Xiao Zhi yang datang, meski ia tiba untuk menjemput Lin Yi, sebab khawatir Lin Yi akan terluka. Sejak itu hubungan keduanya menjadi bersahabat dan Lin Yi tidak segan lagi mengajaknya pacaran dan berkencan. Meski begitu Xiao Zhi masih jual mahal, meski ia menyukai LIn Yi. Ia memakai kesempatan itu untuk menciptakan Lin Yi masuk ke kampus yang sama dengannya. Ia bahkan tetapkan masuk ke universitas dimana Lin Yi kuliah meski bergotong-royong ia sanggup masuk Universitas Peking.

Xiao Zhi bukan gadis yang mudah. Ia tidak gampang diajak pacaran dan kencan, ia selalu menarik hati Lin Yi dengan caranya sendiri. Tapi untungnya Lin Yi cinta mati padanya jadi beliau tidak murka atau kesal. Pacaran 5 menit sehari yaitu pandangan gres Xiao Zhi yang meski singkat tapi menciptakan hubungan mereka menjadi sangat erat. Meski duduk kasus demi duduk kasus berdatangan, mereka msih ditakdirkan untuk bersama.
Karena selalu ingin bersama LIn Yi, Xiao Zhi sudah mengalah akan impiannya untuk kuliah di Stanford, ayahnya menelpon Lin Yi dan meminta Lin Yi meyakinkan puterinya.
Xiao Zhi mengakui kalau ia selalu kesepian selama ini, ketika ia pindah sekolah, ia tidak punya sahabat sama sekali dan Lin Yi lah orang pertama yang baik padanya dan membantunya, ia ingin selalu bersama orang itu selamanya.

Setelah malam itu, hubungan keduanya menjadi lebih bersahabat dan Xiao Zhi tetapkan untuk mencar ilmu lebih ulet semoga sanggup bahu-membahu Xiao Zhi ke Amerika. Ia mengikuti tes demi tes semoga sanggup bekerja di luar negeri dan Xiao Zhi selalu mendukungnya. Sampai hasilnya Lin Yi diterima dan ia harus meninggalkan Xiao Zhi. Xiao Zhi berjanji kalau ia akan lulus dan menyusul Lin Yi di Amerika.

Sayangnya Xiao Zhi tidak pernah muncul. Hal itu dikarenakan ia tidak lulus tes. Ia tes beberapa kali dan ia tidak lulus, bahkan mengurus visa juga sangat sulit baginya untuk lulus sehingga ia mulai kehilangan kepercayaan diri dan mulai membenci Amerika. dan 10 tahun kemudian ia mengirim permintaan ijab kabul pada teman-temannya.

Xiao Zhi dan Lin Yi hasilnya bertemu kembali sehabis 10 tahun dengan mata berkaca-kaca. Lin Yi tidaklah senang di Amerika. Dan Xiao Yi sendiri terlihat tidak senang dengan pernikahannya. Jujur saja, calon suami Xiao Yi sangat menyebalkan, ia tidak sopan pada teman-teman Xiao Yi dan hanya sopan pada Lin Yi sebab tahu Lin Yi bekerja di luar negeri *pengen muntah liat calon suami Xiao Yi* hahhahahaha.

Tapi itu yaitu pilihan hidup mereka. Ia masih sanggup kabur kalau ia ingin. Tapi jikalau itu yaitu pilihannya dan jikalau itu yaitu takdirnya, maka tidak akan sanggup dilawan.

Teman se-asrama Xiao Zhi dan Lin Yi. Mereka tidak terlalu dibahas jadi saya lupa nama-nama mereka hhahhahaaha. Yang gendut tiduran orangnya asik banged, beliau sanggup menyadap radar radio di asrama wanita hahhahhaa, mereka memasukkan sesuatu ke pot bunga kamar Xiao Zhi dkk LOL.
Mereka semuanya membantu pelarian Lin Yi dari ruang isolasi dan siap sedia membantu pelarian berikutnya wkkwkwkwkw.

“Memories does not always tell the truth.”

Kisah cinta masa muda mereka yaitu sebuah kenangan yang sangat berharga yang masih mereka ingat bahkan sebelum hari pernikahan. Aku sangat menyukai kisah cinta masa muda mereka yang sweet dengan caranya sendiri. Mereka bersahabat sebab waktu yang mereka habiskan bersama, secara perlahan. Aku suka bagaimana cara Lin Yi mendekati dan meyakinkan Xiao Zhi dan bagaimana Xiao Zhi menjadi gadis yang tidak gampang hingga akhir. Aku merasa keduanya berhak mendapatkan pasangan yang lebih oke.

Kenyataan kadang menyakitkan. Itu yaitu tema di ending movie ini. Karena tidak semua yang terlihat senang yaitu bahagia. Aku tidak mengerti kenapa Xiao Zhi menentukan calon suami yang itu, mungkin ada alasan dibaliknya. Dan saya suka bagaimana cara sutradara mengakhiri kisah ini dengan mengembalikan kotak yang dijaga Lin Yi selama 10 tahun dan kita diberikan alternatif ending mana yang kita inginkan menyerupai You Are the Apple of My Eyes, yang diberikan ciuman dua tokoh utama dan My Old Classmate diberikan ending khayalan sang tokoh utama. Mirip sih, tapi feel-nya berbeda.

Apakah Xiao Zhi masih menyukai Lin Yi?
Aku ragu nih, mungkin lebih tepatnya beliau menyesal kali ya?
Sayangnya masa kemudian tidak sanggup diulangi kembali dan Lin Yi tidak memiliki keberanian untuk melaksanakan menyerupai apa yang ia bayangkan atau sebab Xiao Zhi tidak ingin diperjuangkan?
Well, pada hasilnya mereka akan menemukan kebahagiaannya suatu hari nanti. Tapi melihat Lin Yi oada hasilnya tersenyum saya malah patah hati. Sepertinya ia akan memulai kehidupan barunya di Beijing, saya ga pengen beliau kembali ke Amerika!

Hidup penuh dengan hal-hal  yang tidak sanggup ditebak. Bagaimana takdir pada hasilnya tidak menyatukan keduanya meski mereka berada selangkah lagi untuk bersatu. Aku sempat membenci Lin Yi ketika Xiao Zhi hamil dan terluka tapi ia tidak datang. Tapi Xiao Zhi masih ingin memperjuangkannya. Sayangnya di ketika terakhir ia mengalah dan itu menciptakan Lin Yi terluka ketika Xiao Zhi menyampaikan alasan kenapa ia tidak tiba ke Amerika. Kata ‘seandainya’ sudah tidak sanggup mengubah apapun. Aku sangat menyukai adegan dimana keduanya minum dan mengenang masa lalu.

Ini movie tidak cocok bagi pencari happy ending, tapi ini drama worth watching bagi penggemar movie. Bagi yang suka cute-cute masa-masa SMA, ini cocok banged. Kisah Xiao Zhi dan Lin Yi ketika masih pacaran asyik diikuti. Dan saya rasa ini movie kalau pengen penggalan happy-nya, berhenti di 1 jam 7 menit XD XD
Anggap aja itu endingnya HAHAHHAHA

Aku suka movie tipe menyerupai ini dan saya masih punya banyak list youth movie china, mungkin kebanyakan bakalan kayak gini sih, tapi its okay, selama isinya asik dan ga bikin boring 😉

Skor:

Story: 8,5/10
Cinematography: 9/10
Music: 8/10
Character: 9/10
Opening: 8/10
Ending: 7,5/10

Continue Reading

More in C-Movie

To Top