Connect with us

Locafest.co.id

[Review] Chinese-Taiwanese Movie: At Cafe 6 (2016)

At Cafe 6

[Review] Chinese-Taiwanese Movie: At Cafe 6 (2016)

Aku jarang sekali menonton movie Cina atau Taiwan, jadi belakangan saya tertarik mencoba movie dari 2 negara tersebut. Berawal dari sahabat di twitter yang nge-tweet kalau beliau nggak suka ending movie ini dan gagal menarik perhatiannya sebagaimana You are the Apple of My Eyes dan Our Times, saya jadi tertarik menonton dan bertanya-tanya, memangnya ada apa dengan paruh terakhir movie ini, kenapa katanya ga bagus? hehhehehehe


Dan sebab ini coming-of-age-movie, banyak yang membandingkan movie ini dengan beberapa youth movie yang terkenal menyerupai You are the Apple of My Eyes, Our Times dan Cafe Waiting Love. Kalau melihat teaser dan still-nya, memang menyerupai kelihatannya, tapi bersama-sama movie ini berbeda.  Tapi sebab banyak yang bilang mirip, tentu saja kita ingin tau kan ya, scara kita suka banged sama 3 movie itu. Dan aku-pun mencoba menonton dengan tidak membayangkan kalau ini menyerupai 3 movie yang sudah saya tonton diatas. Dan saya rasa ini movie berbeda, dan mengambil jalan ending yang berbeda dengan movie yang lain.

Jika kita punya Your are the Apple of My Eyes, sebuah movie yang menciptakan banyak orang menangis sebab endingnya, movie yang mengajarkan bahwa cinta tak harus memiliki, bahwa melihat orang yang kita cintai senang ialah kebahagiaan kita tersendiri, atau Our Times, movie dengan happy ending meski butuh bertahun-tahun lamanya, kenangan cinta pertama yang tak pernah padam, sebuah movie yang mengajarkan menyayangi tanpa syarat, atau Cafe Waiting Love, sebuah movie yang memperlihatkan bahwa cinta sanggup menunggu, bahwa meski kita tak ragu menyampaikan cinta, persahabatan ialah jawabannya, dan ketika orang itu menghilang maka kita gres menyadari itu cinya, maka kali ini hadirlah At Cafe 6, sebuah movie yang mengajarkan bahwa kekerabatan cinta jarak jauh kadang tidak akan berhasil sekuat apapun kita mencoba, perbedaan kadang indah tapi menciptakan kita berpisah, sebuah cinta pertama yang berakhir menjadi tragedi.

Aku mengatakan, At Cafe 6 ialah cinta pertama yang berakhir menjadi tragedi. Dari hal itu maka kalian yang berencana menonton movie ini, siap-siap perasaan diaduk-aduk dengan kisah cute, sweet, usaha seorang kekasih dalam kekerabatan jarak jauh, kebencian akan beberapa tokoh, baper abis dan menangis ketika endingnya. HAHAHAHAHA. Ini movie bikin baper, sumpah! XD

Dan bagiku, ini pertama kalinya saya menonton sebuah movie dimana saya membenci tokoh utama wanita-nya HAHHAAHAHAHA. Dan berdoa semoga sang lead male nggak jadian sama lead female di ending LOL.
Dan ternyata ending movie ini bikin shock. Aku terngaga ketika endingnya HAHHHAHAHA.

Sangat sulit mencari info movie ini, bahkan di asianwiki dan dramawiki nggak ada halaman yang membahas movie ini. Bahkan di page wikipedia nggak ada tautan ke aktor-aktornya T__T

At Cafe 6 ialah sebuah movie yang diangkat dari judul sama dan disutradarai oleh penulis novelnya sendiri, Niel Wu. Dibintangi oleh Dong Zijian, Cherry Ngan, Lin Bo Hong, Ouyang Nini dan Ireine Song, movie ini rilis pada demam isu panas 2016 di Taiwan dan China.

STORY

“The distance that cant be shorted, the uncertainty that cant be solved.”

At Cafe 6 menceritakan ihwal kisah dua sahabat, Guan Min Lu (Dong Zijian) dan Xiao Bo Zhi (Lin Bo Hong) yang termasuk siswa bandel dan mempunyai nilai rendah dikelas. Bersama anak bandel lainnya, mereka sering meribut dikelas, melaksanakan permainan ketika jam pelajaran, bahkan mencuri celana olah raga sahabat mereka dan memasangnya sebagai topi di patung sekolah. LOL.

Diantara mereka berdua, Min Lu termasuk yang lebih kalem sementara Bo Zhi orangnya asik, suka berteriak dan pokoknya ini tipe temen yang kita kangenin ketika Sekolah Menengan Atas HAHHAHAHA.
Min Lu belakang layar menyukai siswi terpintar di kelas mereka, Li Xin Rui (Cherry Ngan). Sebenarnya nggak belakang layar juga sih, beliau sering menunjukkannya dengan menatap gadis itu atau mengikutinya ketika pulang sekolah HAHHAHAAH.
Sementara itu Bo Zhi tertarik pada sahabat Xin Rui, Cai Xin Yi (Ouyang Nini) yang tomboi dan tak takut melawan anak laki-laki. Dia ialah gadis yang mereka curi celana olahraganya wkkwkwk.

Mereka berempat sekelas, meski tidak bersahabat tentu saja mereka saling mengenal. Mereka PDKT dengan cara masing-masing. Min Lu pdkt dengan mengikuti Xin Rui pulang sekolah dan ketika ia akibatnya ketahuan, ia menawarkan surat cinta pada gadis itu yang ternyata lukisan wajah Xin Rui. Cara Bo Zhi pdkt ialah dengan mengembalikan celana olahraga Xin Yi yang tentu saja ditolak oleh Xin Yi dan juga mengatur pertemuan Min Lu dan Xin Rui, supaya ia sanggup berdua dengan Xin Yi HHAHHAHA.
Aku suka banged sama Bo Zhi.

Bo Zhi juga menyarankan permainan kartu kalau Min Lu menang, maka Xin Rui harus mau kencan dengan Min Lu. Xin Rui sih oke aja, Xin Yi mengkhawatirkannya dan akibatnya ia ikut kencan dimana Bo Zhi juga ikut dan jadilah double date. Meski akibatnya kendaraan beroda empat mereka mogok di kawasan persawahan dan berujung pada bermain lumpur, mereka berempat.

Min Lu bukannya tidak populer, ada gadis sekelasnya yang menyukainya juga. Yi Ren, gadis yang baik, sayangnya hatinya sudah terpaut pada Xin Rui. Ada sebuah insiden dimana preman-preman mengganggu Yi Ren dan Min Lu & Bo Zhi menyelamatkannya dari preman itu. Sayangnya keesokan harinya, Bo Zhi dihajar habis-habisan dan Min Lu terlambat menolongnya, jadi Bo Zhi sudah cukup parah terluka. Ia harus dirawat di rumah sakit beberapa lama. Dan berkat itu, tampaknya hubungannya dan Xin Yi berjalan lancar sebab Xin Yi membantunya belajar.

Sementara kekerabatan cinta Min Lu dan Xin Rui juga berjalan lancar sebab ternyata Xin Rui juga menyukainya. Mereka mulai pacaran dan berjanji akan masuk ke universitas yang sama. Sayang sekali, nilai Min Lu tidak mencukupi dan beruntung beliau sanggup masuk universitas lokal, sementara Xin Rui meninggalkannya dan kuliah di Taipei. Dan jadilah mereka melaksanakan kekerabatan jarak jauh.

Dan disinilah persoalan gres dimulai. Kisah cinta manis masa Sekolah Menengan Atas kemudian bermetamorfosis betapa beratnya kekerabatan jarak jauh. Kata orang kekerabatan cinta jarak jauh tidak akan berhasil, itulah yang diangkat menjadi tema pada paruh kedua movie ini.
Hubungan cinta jarak jauh Min Lu dan Xin Rui awalnya berjalan lancar dan manis. Tapi usang kelamaan, mereka menjadi jauh. Hal ini terjadi sebab saling pengertian mereka kurang.

Min Lu harus bekerja paruh waktu setiap hari demi untuk melihat Xin Rui di Taipei, ia menabung dan naik kereta api kesana, ongkosnya mahal jadi ia harus bekerja kalau tidak ada les kuliah. Hanya sekali jalan biayanya sudah menghabiskan uang kerja sambilannya. Sementara Xin Rui tampaknya tidak mengerti akan hal itu, betapa sulitnya bagi Min Lu untuk bertemu dengannya. Ia malahan tidak ingin kembali ke kampung halaman sehabis selesai kuliah, ia ingin ke luar negeri dan ingin Min Lu ikut dengannya. Tentu saja tidak akan semudah itu. Dan hal itu menciptakan pertengkaran diantara mereka.

Sementara itu, Xin Rui yang jauh dari kekasih butuh kasih sayang, disaat ia membutuhkan Min Lu, Min Lu tidak sanggup tiba secepatnya. Hal itu menciptakan ia lelah dan memutuskan berselingkuh. Nah saya agak kurang paham, apakah mereka ketika itu sudah putus atau belum, tapi dari sisi saya kayaknya Xin Rui selingkuh.
Aku mencoba memahami dari sisi Xin Rui yang membutuhkan orang disisinya, tapi saya tidak sanggup simpati padanya, sebab saya kasihan pada Min Lu yang butuh tenaga untuk sanggup bertemu Xin Rui tapi malah menemukan gadis itu bersama laki-laki lain. Aku tidak sanggup simpati pada Xin Rui T____T

Tapi ceritanya tidak berakhir hingga disana, Min Lu tampaknya benar-benar terpuruk sebab ia dan Xin Rui kali ini benar-benar putus, bahkan ia tidak mengikuti ujian. Bo Zhi sudah capek banged menasehatinya, ujung-ujungnya beliau jadi males juga, sebab lama-lama Min Lu menyebalkan, tidak mau mendengarkan kata sahabat. Dan hasilnya sebuah insiden tak terduga terjadi, menciptakan Min Lu makin terpuruk lagi.
Dan ketika itu Xin Rui kembali padanya.

CAST

“Its an ability to like someone, Its a gift to be liked.”
Dong Zi Jian as Guan Min Lu

Dia ialah putera tunggal keluarganya, ia hanya hidup berdua dengan ibunya sehabis kepergian ayahnya. Ibunya ialah seorang perawat yang bekerja untuk membesarkan dirinya.
Ia termasuk anak bandel dikelasnya dan nilainya rendah. Ibunya sangat murka ketika Min Lu dieksekusi disekolah sebab insiden celana olahraga tapi tidak murka ketika ia bertengkar dengan preman demi membela temannya. Ibunya ialah orang yang pengertian.

Aku rasa selama ini perhatian Min Lu selalu pada ibunya hingga ia jatuh cinta pada Xin Rui. Ia menyukai gadis pandai di kelasnya itu dan menjadi stalker sepulang sekolah, mengikuti gadis itu, hingga suatu hari sang gadis mengetahuinya. Min Lu sangat pandai menggambar dan menawarkan lukisannya pada Xin Rui sebagai surat cinta. Dengan tunjangan Bo Zhi, sahabatnya, hubungannya dan Xin Rui berjalan lancar hingga akibatnya keduanya berpacaran.

Masa-masa pedekate memang masa paling indah kata orang, dan itu terlihat dalam drama ini, betapa manisnya mereka berdua ketika masih belum resmi pacaran, malu-malu ketika saling mendekati, menciptakan janji, berpelukan tanpa kata-kata, menonton movie horror berdua dan menawarkan hadiah berisi rekaman lagu dengan honor pertamanya. Pokoknya awal-awal pacaran manis banged.

Setelah keduanya diterima di universitas berbeda, demi bertemu dengan kekasihnya, Min Lu menghabiskan waktu bekerja sambilan disana sini, bahkan kadang ia mengambil shif siang malam demi honor besar. Hal itu ia lakukan hanya untuk bertemu dengan Xin Rui sehari.
Tapi ternyata Xin Rui mempunyai keinginan yang lebih besar dari yang ia bayangkan dan itu menciptakan keduanya bertengkar.

Bo Zhi mengingatkan Min Lu kalau kekerabatan jarak jauh hanya bertahan 6 bulan, tapi Min Lu percaya pada cinta mereka. Bahkan demi berbaikan dengan Xin Rui, ia berniat membelikan Xin rui seekor kucing yang mereka lihat sebelumnya, jadi Min Lu bekerja paruh waktu lebih rajin. Sampai akibatnya terjadi sesuatu pada Xin Rui, ia tiba ke Taipei dan menemukan kucing yang akan ia beli sudah terjual. Ia kecewa dan memutuskan membeli ponsel sebagai gantinya. Sayangnya hari itu ia melihat Xin Rui bersama pacar barunya, bahkan kucing yang rencananya akan ia beli ternyata sudah dibeli duluan oleh pacar gres Xin Rui.

Ditengah kegalauan hati sebab patah hati, Mun Lu putus asa dan sesuatu terjadi pada ibunya. Ia tak sanggup mendapatkan kenyataan padahal Bo Zhi selalu ada disampingnya.

Cherry Ngan as Li Xin Rui

Gadis paling pandai dikelas, ia sudah merencanakan masa depannya untuk masuk universitas di Taipei. Ia tahu Min Lu menyukainya dan selalu mendekatinya, awalnya ia tidak peduli, tapi usang kelamaan ia menyukai Min Lu. Ia memperlihatkan cintanya pertama kali ketika ia mendekati Min Lu dan memelukanya beberapa detik kemudian meninggalkannya. Dan bagiku, itu sangat-sangat manis.

Xin Rui selalu berfikir jauh kedepan, dan itu membuatnya menjadi sedikit egois. Aku tahu ia kesepian sebab pacarnya jauh, tapi Min Lu selalu berusaha menemuinya kalau terjadi sesuatu. Suatu hari, ia dikejar oleh laki-laki hidung belang dan menangis menelpon Min Lu, sayangnya Min Lu tidak sanggup tiba sebab tiket kereta sudah habis. Sejak itu kekerabatan keduanya menjadi renggang.

Xin Rui mengakui kalau mereka berdua punya banyak perbedaan sehabis beberapa bulan menjalin kekerabatan jarak jauh. Meski Min Lu menyampaikan ia tak pernah berubah, Xin Rui menyampaikan kalau mereka berdua berbeda dan tak sanggup bersama. Aku merasa disini Xin Rui egois, ia tidak membayangkan bagaimana sulitnya Min Lu hanya untuk tiba menemuinya.

Xin Rui bekerja sambilan disebuah cafe dan ia mulai menyukai kopi. Ia berniat membuka kedai kopi sendiri suatu hari nanti dan mengajak Min Lu untuk berguru bersamanya ke luar negeri. Tapi tentu saja hal itu akan sangat sulit. Xin Rui kemudian terlihat berpacaran dengan ketua dari klub sulap yang ia ikuti. Adegan yang sangat menyedihkan bagiku ialah ketika bertengkar Min Lu menyampaikan kalau ia selalu ada untuk Xin Rui, ia bahkan menulisnya di kaset yang dulu ia berikan, tapi kemudian Xin Rui mengirim pesan kalau Min Lu tidak ada dengannya sekarang.

Aku tahu Xin Rui bersikap egois dengan alasannya sendiri, sebab saya nggak pernah LDR jadi saya juga ga tau ya, tapi saya berharap beliau memikirkan Min Lu sekali saja, tapi sayangnya karakternya membuatku membencinya wkwkkwkwk. Bahkan ketika ia tiba menemui Min Lu lagi, saya sama sekali tidak simpati dan berniat memasukkan movie ini menjadi movie menyebalkan kalau hingga keduanya jadian buwhahahaha.
Meski hingga selesai yang ada dipikiran Min Lu hanya Xin Rui dan itu membautku sangat putus asa sebab Xin Rui tidak memikirkan ibunya sama sekali.

Lin Bo Hong as Xiao Bo Zhi

Sahabat terbaik Min Lu dan orang yang membuatku bertahan menonton movie ini hingga akhir. Ia termasuk anak bandel dan tidak pintar, tapi setidaknya ia punya kesadaran diri yang lebih daripada Min Lu. Ia sudah mengingatkan Min Lu tapi pada akibatnya ia tak sanggup menghentikan sahabatnya.

Ia ialah orang yang membantu kekerabatan cinta Min Lu dan Xin Rui, tanpa dia, keduanya tidak akan sanggup bersatu. Ia sendiri menyukai Xin Yi sahabat Xin Rui dan mendekatinya dengan cara yang unik.
Aku sangat menyukai adegan dimana ia dan Xin Yi makan es kacang merah dan ketika mereka berdua berguru bersama di rumah sakit.
Sampai selesai ia masih terlihat naksir Xin Yi dan bahkan masih menyimpan celana olahraga Xin Yi HAHAHAHHA.

Ia dan Min Lu meski bandel tapi rasa persahabatan mereka sangat tinggi. Mereka berdua menyelamatkan temannya Yi Ren dari preman meski akibatnya ia harus luka-luka dan masuk rumah sakit. Ia juga selalu ada untuk Min Lu, bahkan melewatai angin kencang berdua dengan sepeda motor menuju Taipei, demi sahabatnya.
Ia juga bertengkar dengan Min Lu di hari pemakaman ibunya untuk menyadarkan laki-laki itu.
Dan ia bahkan melaksanakan hal terakhir yang ia sanggup lakukan demi sahabatnya, membuka cafe.

Bo Zhi ini kesayangan banged ^^

Ouyang Nini as Cai Xin Yi

Sahabat Xin Rui, korban para anak bandel sekolah sebab celana olahraganya dicuri. Pada akibatnya ketika Bo Zhi mengembalikannya, Xin Yi menolak mentah-mentah sebab ia tidak akan menggunakan celana yang sudah dipegang anak laki-laki HAHAHHA.

Ia tidak gampang didekati. Bo Zhi sering menggodanya tapi ia tidak tergoda godaan Bo Zhi. Ia juga tidak dengan gampang jatuh dalam jebakan Bo Zhi dan tak segan-segan melawan. Ia bahkan tak peduli Bo Zhi patah tulang, kalau memang harus dipukuli, maka ia akan memukuli laki-laki itu HAHAHHAHA.
Xin Yi sangat kuat. Sayangnya beliau malah nggak kelihatan lagi di paruh terakhir movie ini. Sayang sekali.
Tapi Bo Zhi masih terus berusaha dan tidak mengalah mendekatinya dan Xin Yi masih menolaknya lol. Tapi meski begitu, tiap Bo Zhi menelpon, ia masih mengangkatnya hehhehehee

Ireine Song as Yi Ren

Gadis manis dan manis ini menyukai Min Lu. Ia bahkan mengajak Min Lu sekelompok dengannya ketika jam olahraga meski akibatnya ditolak oleh Min Lu sebab ia tak sanggup mengikuti jam olahraga sebab dieksekusi tanggapan insiden celana olahraga.

Yi Ren sempat diganggu para preman dan diselamatkan oleh Min Lu dan Bo Zhi. Menururku sangat keren ketika mereka bertiga kabur dari kejaran para preman itu. Ia merasa sangat bersalah karenanya Bo Zhi masuk rumah sakit. Ia tiba menjenguk dan membawa buah meski Bo Zhi bilang kalau ia lebih suka kalau dibawakan ayam goreng dan milk tea HHAHAHAHA.

Saat dirumah sakit, Yi Ren menyatakan perasaannya pada Min Lu dan ditolak oleh Min Lu sebab Min Lu menyukai Xin Rui. Yi Ren akibatnya merelakan cintanya.

Ini drama bersama-sama sangat menarik diawal. Kisah cinta anka Sekolah Menengan Atas yang polos, cute dan manis, serta permasalahan mereka disekolah sangat asyik untuk diikuti. Aku awalnya berfikir kalau ini drama ringan, dan sudah punya feeling kalau mereka akan membahas ihwal kekerabatan jarak jauh. Dan ternyata mereka benar-benar membahas persoalan LDR yang tidak berhasil disini.

Hubungan jarak jauh bersama-sama sanggup saja berhasil, kalau ada kepercayaan dari masing-masing pihak dan mereima kesulitan dan perbedaan yang ada. Sayangnya Xin Rui tidak sanggup mendapatkan perbedaan yang ada itu. Ia bahkan tidak memikirkan bagaimana sulitnya bagi Min Lu hanya untuk tiba menemuinya. Saat Xin Rui mengajaknya keluar negeri, meski Min Lu awalnya menolak, tapi ia sudah berguru bahasa inggris sambil memikirkan hal itu, dan itu menandakan kalau ia bersama-sama serius ingin bersama Xin Rui.

Meski Bo Zhi menyampaikan kekerabatan jarak jauh mereka tidak akan berhasil, Min Lu berusaha menandakan kalau mereka sanggup melakukannya, sayangnya kalau hanya satu pihak yang berusaha peduli dan berusaha melakukannya, itu tidak akan berhasil. Aku tahu kalau Xin Rui kadang sangat kesepian, tapi apa boleh buat jarak memisahkan mereka dan itu tidak dekat.

Aku tahu betapa frustasinya Min Lu dengan persoalan yang ia hadapi, tapi berdasarkan saya mengalah akan masa depan demi seorang gadis bukan hal yang pantas dilakukan seorang pria. Meski tidak diperlihatkan bagaimana Bo Zhi menasehati sahabatnya, saya tahu kalau Bo Zhi berusaha menyadarkan Min Lu, bahkan ia menyampaikan kalau perempuan nggak cuma 1 di dunia ini. Tapi apa boleh buat, udah cinta mati bahkan ibunya pun ia abaikan. Aku rasa itu ialah penyesalan terbesar Min Lu yang membuatnya mengambil jalan lain.
Padahal saya berharap ia bertahan demi sahabatnya, sebab semenjak awal hingga akhir, dalam suka duka, orang yang ada disisi Min Lu ialah Bo Zhi.

Mungkin itu alasan kenapa mereka tak suka ending movie ini. Well, saya juga tidak menyukai endingnya, awalnya saya berharap kalau Min Lu tidak akan jadi dengan Xin Rui, dan meski itu terjadi tapi pada akibatnya yang ada dipikiran Min Lu memang hanya gadis itu. Dan saya masih tidak sanggup memaafkan gadi itu *memangnya lo siapa hHAHHAHAHAHA*

Mungkin kalian sudah tergambar bagaimana ending movie ini, iya kan?
Tapi ini masih termasuk movie yang saya rekomendasikan meski endingnya begitu. Kenapa?
Karena movie ini manis banged diawalnya lho, dan membahas mengenai LDR juga wkwkwkwkw.
Dan pelajarannya jangan jadi udik kaya Min Lu hahahahahhaha.

Mungkin banyak yang bertanya, jadi apa hubungannya ini film sama judulnya At Cafe 6? HAHAHAHA
Kalian akan mengerti kenapa judul movie ini ada cafe-nya, sebab ini dongeng berasal dari cafe. lol

Skor:

Story: 8/10
Character: 9/10
Opening: 10/10
Ending: 7/10
Music:8/10


 
 
EDIT:

Karena banyak yang ternyata resah endingnya gimana, saya menambahkan pemikiran saya ihwal ending movie ini XD



Awalnya saya menduga pemuda pandai balig cukup akal pemilik cafe itu ialah Min Lu, tapi ternyata sehabis ending, saya mengerti kalau itu ialah Bo Zhi. Kalo berdasarkan admin sih, Min Lu memang bunuh diri pada akhirnya, sebab ia meratapi semuanya, apa yang terjadi pada ibunya dan juga hubungannya dengan Xin Rui tidak berhasil.  Ada adegan dimana Min Lu terlihat berjalan di tepi pantai ketika sebelum ending, beliau bunuh diri disana, makanya pas terakhir Bo Zhi pandai balig cukup akal ke pantai untuk mengenang MinLu.

Pemilik cafe ialah Bo Zhi dewasa, bukan Min Lu, beliau diminta oleh Min Lu melalui surat terakhirnya untuk membangunkan sebuah cafe, makanya beliau menjadi pemilik cafe. Pada akibatnya persahabatan memang keren banged diantara keduanya, meski saya masih kesal sebab Min Lu hingga selesai memikirkan Xin Rui HAHHAHA. Maaf >.<

Bo Zhi nikahnya sama Xin Yi, sebab ketika Bo Zhi pandai balig cukup akal kembali ke rumah, beliau ngambil surat kan, nah itu ditujukan pada Xin Yi. Makara istrinya ialah Xin Yi dan sanggup jadi pengirim suratnya ialah Xin Rui.
Nah, di selesai movie, sehabis credits ending, masih ada sambungannya. Kita melihat Xin Rui melanjutkan impiannya, dan ia masih menyimpan foto kenangan SMA-nya, foto-nya dan Min Lu serta skema wajahnya yang dulu dilukis Min Lu. Dan ia hidup bersama kucingnya, yang ternyata diberi nama little Lu, menyerupai yang ia janjikan dulu. ^^


Continue Reading

More in At Cafe 6

To Top