Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Drama: Boku Dake Ga Inai Machi A.K.A Erased (2017)

Boku Dake ga Inai Machi

[Review] J-Drama: Boku Dake Ga Inai Machi A.K.A Erased (2017)

Erased merupakan winter drama yang sangat saya tunggu untuk tahun 2017 ini. Aku sangat menunggu drama ini alasannya ialah bintang film utamanya ialah Furukawa Yuki + saya sudah pernah menonton versi movienya, jadi saya sangat mengantisipasi drama ini.
Aku semenjak dulu pengen coba animenya, tapi sayang sekali saya masih belum nemu mood-nya dan masih belum menonton animenya atau membaca manganya hingga saya menulis postingan ini.

Erased a.k.a Boku Dake ga Inai Machi ialah sebuah drama yang tayang di Netflix mulai 15 Desember 2017 yang disutradarai oleh Shimoyama Ten (Untouchable,  Godhand Teru, L) dan naskahnya ditulis oleh Okubo Tomomi (Mutsu: Mieru Me, Kagi no nai Yume wo Miru, Good Life). Aku nggak ngerti bagaimana sistem drama di netflix, apakah tayang tiap hari atau tayang per ahad atau 2 episode seminggu, yang terang saya shock ketika saya tahu ini drama sudah tamat ahad ketiga bulan Desember lalu.
Drama yang bergenre Mystery-Suspense ini, diangkat dari sebuah manga berjudul sama karya Sanbe Kei dan tayang sebanyak 12 episode.

Drama ini dibintangi oleh Furukawa Yuki (Itazura na Kiss Love in Tokyo, Juyo Sankuonin Tantei, From Five to Nine), Yuki Mio (Death Note, Massan, Ashita Mama ga Inai), Kakihara Rinka (Close-Knit), Uchikawa Reo (A Drop of the Grapevine, The Blue Hearts), Shirasu Jin (My Lover’s Secret, Death Cash, Gakko no Kaidan), Eguchi Noriko (Jimi ni Sugoi, Uchi no Otto wa Shigoto ga Dekinai, Massan), Totsugi Shigeki (Final Life, Deatch Cash, Kirawareru Yuuki), Kurotani Tomoka (Carnation, Double Tone Two Yumi, Shicou wa Mukodono) dan banyak tokoh lainnya.

Erased pernah disesuaikan menjadi sebuah movie yang dibintangi oleh Fujiwara Tatsuya (Reverse, Confessions of Murder) dan Arimura Kasumi (Hiyokko, Narattage) pada tahun 2016 kemudian [baca disini] dan anime series. Aku menonton versi movienya dan meninggalkan kesan yang sangat mendalam, alasannya ialah itu ketika menonton drama ini, saya selalu membandingkan dengan versi movienya.
Menurut saya pribadi, versi movienya jauh lebih anggun jikalau dilihat dari cara penyampaian dan mysteri, relasi antara tokoh dan bagaimana revival terjadi, pada dasarnya sih ketika nonton versi movie saya jauh lebih deg degan dan penasaran. Mungkin alasannya ialah itu versi pertama yang saya tonton. Tapi mengingat durasinya cuma 2 jam, movienya keren banged.
Untuk versi drama sendiri, menurutku menang di cinematography dan endingnya. Pengambilan gambar drama ini anggun banged, indah banged suasana di Hokkaido, pemandangan pohon natal ditengah gunung, pokoknya ini drama indah banged versi dramanya. DAn tentu saja endingnya jauh lebih baik dari versi movienya. Aku masih kecewa dengan ending movienya.
Tapi untuk drama yang berjumlah 12 episode, sangat disayangkan alasannya ialah isi ceritanya kurang terasa thrillernya, terlalu banyak adegan slow motion yang berdasarkan saya nggak penting. Mungkin scriptnya kali ya, kalai di movie itu singkat padat dan jelas, tapi di drama alasannya ialah panjang jadi banyak adegan yang dimasukkan.

Selain itu, mungkin alasannya ialah kualitas akting juga. Aku nggak bilang Erased drama akting pemainnya jelek, mereka sudah melakukannya dengan baik, apalagi Furukawa Yuki seagai tokoh utama disini, udah oke. Tapi memang kualitas akting untuk versi movienya, jauh banged. Fujiwara Tatsuya gitu lho.
Selain itu bintang film Kayo di movie terasa banged menderitanya, sebagai seorang anak yang mengalami kekerasan, kalau di versi drama nggak terlalu terlihat dan menuut saya aktingnya biasa aja.
IBu Kayo di movie juga WOW, kelihatan kejamnya, sementara di drama nggak terlalu kelihatan.

Bagaimana Satoru kecil menyelamatkan Kayo dalam drama juga nggak terlalu bikin saya berteriak WOW, alasannya ialah entah kenapa kurang besar lengan berkuasa aja rasanya. Kalau di movie, kelihatan banged gimana Satoru menyelamatkan Kayo.
Di movie, ketika Satoru ingin mengajak Kayo ke pesta ultahnya, ibu Kayo melarang, tapi di drama nggak ada adegan itu. Bahkan adegan Kayo yang menangis ketika makan kuliner ibu Satoru juga nggak ada di drama, saya kecewa banged, alasannya ialah itu ialah adegan favorite saya di movie.
Well, alasannya ialah saya nggak baca manganya, jadi saya nggak tahu yang paling menyerupai versi orisinil itu yang di movie atau drama HAHAHAHHAHAAHA. Kalau memang yang paling menyerupai itu versi drama,maka saya acungi jempol banged di versi movie mereka mengubah kisahnya jauh lebih mendebarkan.

SINOPSIS
Spoiler Alert

Fujinuma Satoru (Furukawa Yuki) ialah laki-laki 28 tahun yang menjalani hidupnya dengan tidak bersemangat. Ia punya harapan menjadi manga-ka, tapi karyanya tak pernah diterima. Ia menghidupi dirinya dengan bekerja sambilan di toko pizza. Dilihat dari luar, beliau ialah laki-laki yang normal, tapi sebenarnya, ia punya kemampuan yang is sebut dengan ‘revival’. Kemampuan itu membuatnya bisa kembali ke masa lalu, dan hal itu akan terus terjadi hingga ia merampungkan titik duduk kasus ketika revival terjadi. Singkatnya, jikalau terjadi sesuatu, sebuah kecelakaan misalnya, ia akan kembali beberapa menit sebelum kecelakaan itu dan menemukan penyebab terjadinya kecelakaan dan mencegahnya. Kalau tidak beliau akan terus bolak balik kembali. Tak jarang, jikalau ia mengubah pedoman waktu, maka ancaman itu akan tiba padanya, justru beliau lah yang terluka, tapi beliau masih bisa diselamatnya. Begitu juga dengan kejadian di episode 1.

Satoru tinggal sendiri di apartemen kecilnya dan suatu hari ibunya tiba berkunjung. Ibu Satoru kelihatan masih muda dan suka mengomel pada anaknya, Satoru sendiri hanya mendengarkan. Ibu Satoru punya kebiasaan beliau tidak mengunci pintu sehabis masuk di rumah, alasannya ialah dirumah mereka di Hokkaido, keadaan kondusif dan Satoru sering mengingatkan ibunya kalau disini ialah Tokyo.
Saat keduanya berbelanja, ibu Satoru melihat sesuatu yang asing dan beliau curiga, itu ialah perjuangan penculikan anak. Satoru ketika itu kembali melaksanakan revival, kembali ke beberapa menit sebelum kejadian itu, tapi kali ini ia tak tahu apa yang terjadi, dan ia harus menemukan apa yang terjadi.
Ibu satoru sendiri mengenali mata si penculik dan menelpon seseorang untuk memberitahu tampaknya kasus yang mereka selidiki 18 tahun kemudian belum selesai.

Singkat cerita, si penculik tahu ibu Satoru, bahkan tahu kawasan tinggal mereka. Karena kebiasaan ibu Satoru yang nggak mengunci pintu, ia masuk dengan gampang dan membunuh ibu Satoru. Satoru tiba tak usang kemudian dan panik alasannya ialah melihat ibunya bersimbah darah di lantai. Sang ibu ketika itu menggenggam sesuatu, sebuah nomor telpon dan Satoru sempat mengambilnya sebelum ia kabur.
Si penjahat berusaha menjebak Satoru, Satoru akan menjadi tersangka pembunuhan ibunya sendiri, oleh alasannya ialah itu ia berusaha kabur dari kejaran polisi. Saat ia kabur, Satoru tersudut disebuah jalan buntu dan ketika itulah ia melaksanakan revival.
Revival yang biasanya ialah hanya beberapa menit sebelum kejadian, tapi kali ini Satoru kembali ke 18 tahun lalu, ketika ia berusia 10 tahun, di Hokkaido. Satoru dengan cepat mengerti untuk menghentikan pembunuhan ibunya, ia harus merampungkan sebuah kasus 18 tahun lalu.

18 tahun yang lalu, dua sahabat sekelas Satoru menghilang dan ditemukan tak bernyawa. Kasus itu dikenal dengan pembunuhan berantai yang korbannya ialah anak-anak. Saat itu, tersangka pembunuhan ialah seorang kenalan Satoru dimana Satoru tidak percaya kalau beliau melakukannya, tapi alasannya ialah hari itu orang itu tak punya alibi dan Satoru hanya anak kecil, ia tak bisa melaksanakan apapun. Karena itu kini Satoru yakin kalau orang itu bukan pembunuh sebenarnya, pembunuh sebetulnya masih berkeliaran disekitar mereka.

 

Satoru mempelajari sasaran pembunuhan itu ialah bawah umur yang sering sendirian, tidak punya sahabat dan pemurung. 2 sahabat sekelasnya yang menjadi korban ketika itu ialah Hiromi dan Kayo. Sehari sebelum penculikan Kayo, Satoru sebetulnya melihat Kayo sendirian ditaman, tapi ketika itu ia tak melaksanakan apapun. Kali ini, ia berusaha mengajak Kayo berteman. Satoru cukup gampang mengajak Hiromi berteman, alasannya ialah Hiromi ialah laki-laki, tapi ia kesulitan mengajak Kayo berteman. Meski ia diejek sahabat sekelas alasannya ialah selalu menatap Kayo, Satoru tak peduli, asalkan ia tak menciptakan Kayo sendirian.
Satoru melaksanakan banyak sekali cara untuk berteman dengan Kayo, termasuk mengadakan pesta ulang tahun dan mengundang Kayo. Pembunuhan itu terjadi sekitar bulan Maret, sebelum ulang tahun Kayo. Satoru kemudian tahu kalau ternyata tanggal ulang tahunnya dan Kayo sama, jadi ia harus bersama Kayo ketika hari pembunuhan itu. Selain itu, Satoru juga berusaha menciptakan alibi pada tersangka pembunuhan sebelumnya itu. Aku lupa nama tersangka itu, tapi beliau bekerja di perusahaan kuliner dan orangnya baik, sering bicara pada anak-anak.

Jika di versi movie kalau saya nggak salah ingat, Satoru kecil ini banyak diskusi dengan guru wali kelasnya, tapi di versi drama nggak terlalu banyak. Hanya saja di versi drama, Satoru kelihatan sangat menyukai guru wali kelasnya. Guru kadang membantunya menemukan wangsit demi ide.
Satoru lega alasannya ialah ketika hari H, Kayo baik-baik saja, tapi kemudian pembunuhan itu sama sekali tak bisa dihindarkan, alasannya ialah Kayo dibunuh sehabis hari kejadian.

Satoru sempat kembali ke masa depan dan masih menjadi tersangka pembunuhan. Teman kerja sambilannya, berjulukan Airi menyukai Satoru dan ia berusaha menyembunyikan Satoru. Airi satu-satunya yang percaya kalau Satoru tidak akan melaksanakan hal menyerupai itu dan dengan nrimo membantu Satoru. Tapi sayangnya hal itu justru membawa malapetaka bagi Airi, alasannya ialah selanjutnya penjahat itu menargetkan Airi dan hampir membunuhnya.
Polisi dengan gampang menemukan Satoru sehabis itu dan sehabis ia ditangkap, Satoru kembali ke 18 tahun yang lalu. Saat itu Kayo masih hidup dan Satoru berusaha memikirkan apa yang harus ia lakukan kembali.
Satoru menerima sumbangan dari temannya berjulukan Kenya yang percaya padanya. Mereka mengembangkan rumah untuk Kayo, semoga Kayo tak perlu pulang ke rumah ibunya, alasannya ialah ibu Kayo melaksanakan kekerasan pada kayo. Mereka mengembangkan rumah untuk Kayo disebuah bus yang sudah tidak dipakai. Mereka akan tiba bermain dengan Kayo ketika pagi sebelum sekolah dan sehabis pulang sekolah hingga malam. Tapi suatu malam, Kayo mendengar seseorang tiba ke bus itu dan mencurigakan. Saat Satoru dkk mengeledahnya, mereka risikonya mengetahui kalau kemungkina itu sarangnya si pembunuh dan Kayo tidak kondusif disana.
Wali kelas membantu Satoru menghubungi proteksi anak dan risikonya mengambil hak asuh Kayo. Di movie, ini ialah salah satu adegan favorite saya ketika ibu meminta Kayo menentukan apakah ingin ikut ibunya atau dewan proteksi anak dan Kayo menentukan ikut dewan proteksi anak. Sayangnya di drama nggak ada degan itu.

Kayo masih mengikuti sekolah sehabis itu dan berteman baik dengan Satoru. Satoru dan Kayo di versi drama ini, childhood sweetheart banged, saya suka mereka selalu bergandengan tangan.
Korban ketiga dari pembunuhan itu ialah seorang anak dari sekolah lain, Satoru juga ingin menyelamatkannya. Tapi alasannya ialah beliau anak dari sekolah lain, Satoru kesulitan mengajak berteman. Untungnya Kenya dan Kayo serta anak lain membantu Satoru. Kaprikornus mereka bisa mengajak anak itu berteman dan nggak sendirian lagi.
Aku rasa pembunuh ketika itu mulai putus asa alasannya ialah Satoru selalu berada ditempat yang ia targetkan dan selalu mengganggu targetnya. Karena itu ia berusaha menjebak Satoru, untuk melihat apakah itu sebuah kebetulan Satoru selalu mendekati targetnya, atau memang Satoru seolah membaca apa yang ia pikirkan.

 

Salah satu sahabat sekelas Satoru dikucilkan di kelas alasannya ialah dulu ia mengerjai Kayo, menuduh Kayo mencuri uang kas. Satoru merasa beliau mungkin akan jadi sasaran selanjutnya dan mengikuti si anak.
Anak itu menonton pertandingan hockey dan ketika ia pergi ke toilet, Satoru mengikutinya. Tapi Satoru curiga alasannya ialah arah ke toilet sama dengan arah pintu darurat. Saat Satoru tetapkan mengecek pintu darurat, ia melihat sebuah kendaraan beroda empat kuliner milik tersangka dulu melajut. Satoru tanpa berfikir panjang pribadi panik dan guru wali kelasnya kebetulan ada disana dan Satoru merasa ini waktu yang pas, meminta wali kelas mengejar kendaraan beroda empat itu, alasannya ialah Satoru merasa kalau temannya diculik.

Satoru tanpa ragu masuk ke kendaraan beroda empat wali kelas dan mengikuti kendaraan beroda empat kuliner catering itu. Tapi usang kelamaan, Satoru mulai mencicipi ada kecacatan dan hal-hal yang selama ini ia lewatkan.
Ternyata pembunuh yang selama ini mengincar teman-temannya ialah wali kelasnya sendiri. Awalnya wali kelas memang ingin menargetkan sahabat Satoru itu + sebagai umpan memancing Satoru, tapi kini targetnya bermetamorfosis Satoru.
Nah, disini mulai beda dengan di movie dan memang nggak ada di movie, jadi saya mulai excited mengikutinya.
Aku pikir bakalan ada plot twist Satoru kembali ke masa depan ketika ia diculik, tapi ternyata tidak. Satoru benar-benar dibunuh oleh si pembunuh alias wali kelas, dengan mengenggelamkan mobilnya di danau yang beku.

Satoru tidak meninggal dunia, tapi ia dalam keadaan koma. Satoru koma selama 15 tahun. selama masa itu, ibunya berhenti dari pekerjaannya sebagai reporter dan banyak kerja sambilan untuk biaya Satoru, ia sama sekali nggak mengalah dan tetap percaya Satoru akan bangkit suatu hari nanti. Kayo dan Hiromi yang selamat, serta Kenya dan anak dari sekolah lain yang ditolong Satoru masuk ke Sekolah Menengah Pertama yang sama, dan mereka selalu mengumpulkan dana setiap tahunnya, untuk membantu biaya pengobatan Satoru.
Satoru bangkit 15 tahun kemudian dan ia sudah melupakan masa lalu. Lebih tepatnya ia melupakan kalau ia tiba dari masa depan dan melaksanakan revival. Ibu juga tidak mau mengingatkan Satoru mengenai kejadian masa lalu, kenapa ia koma, alasannya ialah itu akan menyakiti Satoru.
Satoru melaksanakan pemulihan dengan cepat, dokter sendiri cukup kaget alasannya ialah nggak ada yang bisa pulih secepat Satoru. Sebenarnya nggak pulih sih, cuma tubuh kalau nggak gerak 15 tahun kan harus latihan gerak lagi, melaksanakan latihan ini dan itu, biasanya butuh waktu hingga 1 tahun, tapi satoru cuma beberapa bulan saja sudah bisa.
Satu per satu sahabat Satoru tiba mengunjunginya, Kenya kini sudah menjadi pengacara kalau nggak salah, ia masih ingin merampungkan kejadian 15 tahun lalu. Hiromi sudah menjadi seorang dokter intern dan Kayo bahkan sudah menikah dengan Hiromi dan memiliki seorang puteri berjulukan Mirai.

Ingatan demi ingatan Satoru kemudian mulai kembali, apalagi ketika ia melihat Airi. Kalau saya nggak salah episode 1 dimulai dengan tahun 2006 dimana Airi sudah SMA, dan masa 15 tahun sehabis Satoru siuman ialah tahun 2003 dan disini Airi sudah SMA, jadi masa depan memang berubah sehabis Satoru koma.
Satoru juga berkenalan dengan anak kecil, saya lupa namanya, beliau juga pasien di rumah sakit yang sama dan berteman dengan Satoru. Satoru dan Kenya sendiri ingin menumpas kejahatan si pembunuh berantai yang ternyata masih aktif dan ketika Satoru meminjam album masa SD-nya, risikonya Satoru kembali mengingat siapa pembunuhnya.
Satoru bekerja sama dengan Kenya dan tim lainnya untuk menangkap si pelaku ketika program kemping pasien rumah sakit.

Bagi Kayo dkk, satoru ialah hero mereka. Aku menangis ketika kepingan dimana Kayo selalu bertanya-tanya apakah ia boleh senang sementara Satoru dalam keadaan koma. Satoru ialah penyemalatnya tapi Satoru kehialngan 15 tahun hidupnya dalam tidur sementara ia senang dan tertawa, bahkan kini punya bayi yang lucu.
Satoru sendiri tidak pernah merasa kehilangan 15 tahun itu, ia justru merasa harus memulai dari sekarang. Satoru kemudian menemukan bakatnya untuk menggambar manga dan semenjak tahun 2003 itu, sehabis penjahat sebetulnya ditangkap, Satoru mulai melangkah maju. ia tidak pernah mengalami revival lagi, ia tak kembali ke tahun 2006, tapi tetap menjalani hidup di tahun 2003.
Ia memulai menulis manga perihal Hero sendirian dan beberapa tahun kemudian ia sudah punya studio sendiri dan menjadi penulis manga terkenal, bahkan manganya akan menjadi serial animasi.

Dibawah jembatan ialah kawasan kenangan Satoru bersama Airi ditahun 2006 tapi Satoru sama sekali nggak ingat alasannya ialah ia meneruskan hidup mulai tahun 2003. Aku suka endingnya Satoru bertemu dengan Airi disana, Airi sudah menjadi seorang photografer dan tampak dewasa.
Timezone drama ini cukup emnarik.
Drama ini dimulai tahun 2006, ketika Satoru revival ketika ibunya dibunuh. (Zona A)
Ia kembali ke 18 tahun lalu, tahun 1988, ketika ia berusia 10 tahun. (Zona B)
Satoru koma selama 15 tahun, ia bangkit ditahun 2003 (Zona C).

Masa kini bagi Satoru sehabis koma ialah tahun 2003 dan seterusnya, ia nggak pernah kembali lagi ke tahun 2006 atau Zona A, tapi tentu saja ia akan melewati tahun 2006 nantinya, hanya saja keadaannya sudah berbeda. Kalau saya nggak salah pada risikonya ia ingat mengenai revival ketika ia di Zona A, tapi nggak ingat semuanya. Mungkin kayak ingatan semu aja.
Tapi yang terang di dramanya, semuanya bahagia, kecuali si pembunuh, Kalau nggak salah beliau dieksekusi mati.
Aku cukup kaget sih, nggak ada yang bisa menangkap si pembunuh, semenjak tahun 1988 beliau sudah membuh 32 kali di lokasi yang berbeda dan nggak pernah ketangkep. Dia bahkan menjadi guru, pindah kesana kemari dan bahkan mencalon sebagai walikota.
Setelah Satoru koma, tampaknya si penjahat kehilangan rasa excited untuk membunuh, alasannya ialah merasa nggak ada saingan, atau lebih tepatnya rasa deg degannya nggak ada alasannya ialah semuanya lancar. Karena itu ia selalu menunggu Satoru bangun, alasannya ialah hanya Satoru-lah yang bisa membuatnya deg degan ketika membunuh.
Satoru selama koma selalu pindah rumah sakit, alasannya ialah banyak yang mengalah akan Satoru, hingga risikonya pembunuh menemukan lokasi dimana Satoru tinggal dan tetapkan tinggal disana juga.
Ia selama ini selalu mengamati Satoru dan memang berniat bertarung trik dengan Satoru sehabis Satoru sadar.

Aku merasa kalau aura thrillernya lebih dipertajam, ini drama bakalan keren banged. Tapi mungkin alasannya ialah drama kali ya, dan juga ditonton banyak anak-anak, jadi nggak terlalu dibentuk intens menyerupai di movie. Banyak yang bilang versi movie terlalu berlebihan, tapi entah kenapa saya suka sama versi movie, kecuali endingnya HAHAHHAHAA.
Tapi keduanya memang punya keunikan tersendiri. Dan untuk versi drama ini, cinematography-nya juara banged. Gila, indah banged lho, setiap pemandangan yang ditunjukkan drama ini, bahkan asap pabrik pemandangannya indah banged. Aku terkagum-kagum sama pemandangan drama ini.

Skor:

Story: 4/5
Acting: 4/5
Cinematography: 5/5
Music: 3/5
Opening: 3/5
Ending: 4/5

Recommended!

Continue Reading

More in Boku Dake ga Inai Machi

To Top