Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Drama: Orange Days (2004)

Dorama

[Review] J-Drama: Orange Days (2004)

Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.
Ya. Kembali lagi dengan review J-Drama, kali ini saia tertarik menonton (kembali) J-Drama yang rilis pada tahun 2004 berjudul Orange Days.


Aku merasa pernah sekali menonton drama ini entah dimana, alasannya rasanya tidak asing, tapi tentu saja saya sudah lupa ceritanya dan kebetulan ada paket internet gratis dan karenanya saia mencoba menonton kembali drama ini^^
Berawal dari baper lagi karena Satoshi Tsumabuki habis nonton Kidnap Tour sih HAHAHAHA. Satoshi kalau main drama yang ada love line-nya memang selalu bikin saya baper. Waktu Nada Sou Sou dulu juga begitu HAHHAHAHAHA

Bagi kalian penggemar J-Drama, saya yakin kalian niscaya sudah menonton drama yang satu ini. Karena sehabis menontonnya, drama ini yaitu drama yang harus ditonton oleh penggemar dorama, sangat direkomendasikan.

Sekarang ini, sangat jarang ada drama yang bertema anak kuliahan. Nah, Orange Days yaitu satu yang mengangkat sahabat masa-masa kuliah dan menciptakan kalian kangen banged sama teman-teman se-geng ketika kuliah. Aku selalu menyukai drama ihwal anak kuliahan, Honey and Clover dan Nodame Cantabile masih menjadi favorite saya kekekekekeke.
Nah, bagi kalian yang suka tema anak kuliahan menyerupai Honey and Clover dan Nodame Cantabile, maka kalian harus menonton Orange Days. Well, Orange Days duluan tayang sih dari yang berdua itu HAHAHHAH.

Cast-cast Orange Days sudah menjadi aktor/aktris terkenal kini ini, ada Satoshi Tsumabuki (Kidnap Tour, Wakamono Tachi. Tears for You), Shibasaki Kou (Nobunaga Concerto, Galileo), Narimiya Hiroki (Honey and Clover, Halfway, Nana, Yankee-kun to Megane-chan), Eita (Nodame Cantabile, Dear Blue, Wakamono Tachi, Water Boys), Miho Shiraishi (Halfway, Swing Girls, L-DK), Yamada Yu (Hanayori Dango, Seigi no Mikata), Juri Ueno (Nodame Cantabile, Hidamari no Kanojo, Rainbow Song), Manami Konishi (Team Batista 3, N no Tame ni), Takashi Kashiwabara (Itazura na Kiss 1996, Love Letter, Honey and Clover) dan cast lain-nya.

Orange Days menceritakan kehidupan mahasiswa tingkat selesai sebuah universitas, hari-hari mereka mengikuti pelajaran dan hangout bareng, mencari pekerjaan, menentukan tujuan hidup mereka dan tentu saja mencari pacar juga wkkwkwkwkkw.
Orange Days berpusat pada dua tokoh utama kita, Hagio Sae dan Yuuki Kai.

STORY

Yuuki Kai (Satoshi Tusmabuki), Shohei Aida (Narimiya Hiroki) dan Keita Yamashima (Eita) yaitu tiga sahabat yang berada di tahun terakhir mereka di universitas. Ketiganya akrab menyerupai anak kuliahan biasanya, masuk kels bersama, kalau satu ga masuk menyalin catatan untuk temannya, hangout bersama, dan menikmati hari-hari mereka. Tapi sebagai mahasiswa tahun ketiga, mereka sudah mulai harus memikirkan masa depan, itu lah yang difikirkan oleh Kai. Ia yaitu mahasiswa psikologi yang mulai mencari pekerjaan, ikut wawancara kerja kesana kemari, sayangnya belum ada panggilan kerja.

Sementara itu dua temannya Keita dan Shohei tampaknya tidak terlalu memikirkan pekerjaan, mereka malah menyampaikan kalau Kai terlalu buru-buru, dan terlihat menjadi putus asa karenanya, alasannya belum ada panggilan kerja. Tapi Kai merasa apa yang ia lakukan benar, hal ini dipengaruhi alasannya pacar Kai lebih arif balig cukup akal darinya, ia pacaran dengan seniornya yang lebih renta jadi ia ingin menjadi cepat dewasa.

Saat kegundahan Kai itu, ia bertemu dengan Hagio Sae (Kou Shibasaki) di taman kampus. Saat itu Sae memainkan biolanya di sana dan Kai terpesona. Ia mendengarkan permainan gadis itu hingga selesai dan menyampaikan sebuah jeruk sebagai bayaran dari penampilannya ^^
Pertemuan kedua mereka yaitu ketika Kai sedang melihat papan pengumuman lamaran kerja. Kai menduga Sae akan melamar kerja juga, mengajaknya bicara tapi tidak mendapatkan tanggapan dari gadis itu.

Dan pertemuan ketiga mereka yaitu Kai menggantikan Keita yang tidak mau berkencan dengan gadis yang dicarikan Shohei, padahal Keita sudah memohon pada Shohei dicarikan calon pacar, giliran Shohei nemu, keita tidak mau, alasannya yaitu alasannya gadis itu tidak sanggup mendengar dan tak sanggup bicara.
Kai terpaksa menggantikannya dan Kai menyadari kalau gadis itu yaitu gadis yang ia temui beberapa kali, Hagio Sae. Kai kemudian mengerti kenapa Sae tidak pernah bicara dihadapannya.

Hagio Sae yaitu mahasiswa yang tidak sanggup mendengar dan tak sanggup berbicara. Ia berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Dan beruntungnya, Sae sanggup membaca bibir seseorang dan Kai sebagai mahasiswa psikologi pernah berguru bahasa kode jadi ia tahu.
Dan dimulai lah kencan dadakan mereka di taman hiburan dan tanpa disadari keduanya sangat menikmati kencan itu, meski mereka gres kenal. Sebuah insiden membawa mereka ke titik yang lebih dekat, ketika mereka berjanji melihat kembang api tapi turun hujan dan mereka berpisah tanpa disengaja. Saat Sae mengkhawatirkan Kai masih menunggunya disana, ia kembali ke taman dan mememukan Kai masih menunggunya, bahkan ketiduran. Sae menyadari perasaannya ketika itu.

Cerita mereka mulai mengalir dari sini. Sae dan Kai menjadi dekat diawali dari pertemanan. Teman Sae, Akane Ozawa (Miho Shiraishi) bergabung dengan Kai, Keita dan Shohei. Mereka berlima menjadi akrab dan sangat dekat. Bahkan Keita menciptakan sebuah buku ‘Orange no Kai’ yang mereka tinggalkan di lounge kampus, dan mereka sanggup mengisi buku itu kapan saja, sebagai daerah curhat dan yang membaca boleh membalasnya.
Lounge kampus yaitu daerah favorite mereka jikalau berkumpul. Semakin dekat persahabatan mereka, semakin mereka membuka hati satu sama lain. Mereka juga melaksanakan perjalanan berlima untuk mempererat persahabatan mereka dan menikmati masa-masa terakhir di universitas.

Untuk duduk kasus love line, awalnya Sae dan Kai hanya berteman, tapi saya sanggup melihat kalau Sae menyukai Kai. Sae menyadarinya tapi ia juga menyadari keterbatasan dirinya dan ia tahu kalau Kai sudah mempunyai pacar, jadi ia menyimpan perasaannya. Tapi Sae selalu ada disaat Kai ringkih dan menghiburnya, hal ini menciptakan Kai mencicipi kalau Sae special baginya.

Sae memang yang menciptakan hubungan Kai dan kekasihnya Takagi Maho (Manami Konishi) menjadi renggang. Disini Maho ditugaskan menjadi pembantu Sae, membantunya dikelas mengikuti pelajaran, jadi sebagai pendukung gitu. Sae tidak menyukai hal itu. Sae berbeda dari penyandang cacat lainnya, meski ia tak sanggup mendengar dan bicara, ia ingin mandiri, tidak ingin dikasihani dan tidak ingin orang tau beliau tak sanggup mendengar dan bicara. Bisa dibilang, ia sangat percaya diri dengan dirinya dan kepribadiannya sangat keras. Kai tahu akan hal itu dan meminta Maho berhenti, dan hal ini menciptakan Maho berfikir kalau Kai ada dipihak Sae dan tampaknya sangat mengenal Kai. Pada karenanya mereka break up sementara hingga putus.
Kai, sangat menyukai Maho, ia benar-benar menyayangi gadis itu, ia bahkan menangis ketika mereka putus T_T

Sae sendiri mempunyai masalahnya. Dihari ia dan Kai pertama bertemu, ia menyerahkan mimpinya. Sae yaitu siswa berbakat dibidang musik, ia memainkan biola dan harus mengalah akan impiannya alasannya keadaannya. Hari itu ia menjual biolanya, tapi usang kelamaan ia menyadari ia tak sanggup melepaskan musik dan Kai dkk membantunya mendapatkan biola itu kembali dan memulai dari awal. Tapi kesulitan demi kesulitan kembali tiba dan hari-hari yang berat Sae kembali dimulai.

Kai selalu ada disamping Sae untuk mendukungnya, tapi ia tidak pernah mengasihani Sae. Kalau ia murka maka ia akan marah, ia tidak menahan diri alasannya gadis itu juga tidak menahan diri. Sae sanggup dibilang sangat agresif HAHAHHAHAha, tapi disitulah menariknya ^^
Kai sendiri menemukan dirinya tidak cocok menjadi salaryman semenjak bertemu Sae, ia mengingat alasan kenapa ia menentukan jurusan psikologi. Ia bahkan akan diterima diperusahaan besar, tapi kemudian ia melepaskan kesempatan itu dan menentukan bekerja sambilan di sentra rehabilitasi.

Ini yaitu kisah yang hangat ihwal harapan masa muda, bagaimana perubahan kecil sanggup mengubah jalan hidupmu, bahwa kamu tidak lemah jikalau orang lain bersamamu dan mencoba mempercayai orang lain.

CAST

Kou Shibasaki as Hagio Sae

Ia yaitu siswa berbakat dari Juilliard Music School tapi kehilangan pendengarannya 4 tahun kemudian dan ia menjadi tidak sanggup berbicara. Ia sangat menyukai musik tapi harus melepaskan impiannya alasannya keadaannya.

Meksi tidak sanggup mendengar dan berbicara, Sae tidak lemah. Ia terlihat kuat, agresif dan suka memaki meski memakai bahasa isyarat-nya. Ia tidak ingin dipandang sebelah mata hanya alasannya ia cacat. Ia selalu berusaha melakukannya sendirian, ia tidak ingin merepotkan orang lain, alasannya itu ketika Shohei dan Keita mulai berguru bahasa kode karenanya, ia merasa kesal seperti ia dikasihani.

Kepribadiannya yang berpengaruh menciptakan Sae terlihat tangguh tapi bergotong-royong ia ringkih di dalam. Ia masih tidak sanggup melepaskan musik. Saat ia karenanya sanggup bermain biola lagi, ia harus menghadapi kenyataan kalau ia tidak sanggup masuk dalam orkestra. Saat ia mulai bermain piano kembali, seseorang yang ia kenal menipunya. Saat ia kembali menemukan keinginannya untuk terus bermain piano dan ikut kompetisi, ia kehilangan pendengarannya seluruhnya.

Orang yang selalu ada disamping Sae, yang semenjak kedatangannya menyerupai cahaya bagi Sae yaitu Kai. Sae bisanya hambar pada siapapun yang mendekatinya, alasannya ia tidak suka didekati alasannya kasihan. Tapi Kai berbeda. Ia menyukai Kai dan menyimpan perasaannya. Ia akrab bagi dengan Kai dan sering menjadi sandaran bagi Kai. Kai juga selalu membantu Sae dan selalu menyemangati Sae untuk tidak mengalah akan musik alasannya pada karenanya bagi Sae musik yaitu satu-satunya.
Sae dan Kai sering sekali bertengkar memakai bahasa kode yang menciptakan teman-temannya kebingungan HAHAHHAHA.

Sampai pada karenanya mereka berpacaran, Sae mulai terlihat egois. Aku sempat membencinya di 2 episode terakhir alasannya beliau egois. Sae tidak mau mendengarkan klarifikasi Kai sama sekali dan dengan egois memutuskan Kai dengan alasan kalau ia hanya satu diantara banyak orang yang akan berpacaran dengan Kai. Ia meninggalkan Kai tanpa mendengar perasaan Kai dan itu menciptakan saya sangat terluka T___T

Satoshi Tsumabuki as Yuuki Kai

Cowok baik yang wajib disayang *kiss*
Ia yaitu mahasiswa tahun terakhir yang mulai masuk dalam perburuan kerja, melamar disana dan disini tapi tidak pernah berhasil. Teman-temannya memintanya jangan buru-buru tapi ia tetap ingin melakukannya hingga karenanya ia menyadari kalau itu bukan yang ia inginkan.

Sejak bertemu dengan Sae, ia menemukan apa yang ia inginkan. Ia nyaman bersama gadis itu meski mereka sering bertengkar dan usang kelamaan Sae menjadi salah satu hal yang paling berharga dalam hidupnya.
Ia pacaran dengan Maho dan ia sangat menyayangi Maho. Tapi alasannya banyak duduk kasus keduanya menjadi berpisah dan putus. Ia menangis ketika Maho mencampakkan dirinya dan Sae ada disana menghiburnya.

Teman-temannya sering mengejek Kai yang bergotong-royong menyukai Sae. Awalnya Kai tidak memikirkan Sae lebih dari teman, tapi usang kelamaan ia memikirkan perkataan sahabatnya dan mulai merasa kalau ia memang menyukai Sae. Tapi ia menganggap Sae tidak mempunyai perasaan yang sama padanya.
Keduanya sempat bertengkar ahli dan teman-teman harus pundak membahu membantu bagaimana keduanya sanggup berbaikan.

Aku sangat menyukai adegan ketika Kai karenanya menyatakan perasaannya pada Sae, tidak dengan cara romantis melainkan berteriak di depan banyak orang kalau ia menyukai Sae si gadis kasar. Butuh 8 episode untuk adegan ini Buwhahahhahaahha.
Tapi duduk kasus keduanya malah semakin parah ketika mulai berpacaran dan saya benar-benar sangat duka melihat Kai yang seperti berjuang sendiri mempertahankan hubungan mereka T__T
Karena Sae sama sekali tidak sanggup percaya pada Kai yang sanggup bertanggung jawab atas hidup Sae.

Narimiya Hiroki as Shohei Aida

Pria yang berjiwa bebas. Bekerja sambilan sebagai ajudan sutradara dan menyukai fotografi. Ia berasal dari keluarga miskin dan bekerja untuk menghidupi diri sendiri dan adik perempuannya yang cacat kakinya.
Ia berpacaran dengan model bagus Soyoko yang bekerja di dunia gelap selebritis yang harus menjajakan badannya biar sanggup proyek. Meski Shohie terlihat baik-baik saja tapi tentu saja ia tidak baik-baik saja.

Shohei ini playboy, ia selalu terlihat berciuman dengan gadis manapun yang ia temui, begitulah anggapan Akane. Awalnya ia tidak tertarik dengan Akane, tapi usang kelamaan ia menjadi suka pada gadis itu. Apalagi ketika Akane menyampaikan kalau ia tertarik pada Shohei tapi tidak dengan Shohei yang sekarang.

Ia yaitu yang emngatur kencan Keita dan Sae dan menciptakan hubungan Sae dan Kai bertambah dekat. Meski terlihat sebagai playboy yang tak berguna, Shohei yaitu laki-laki yang baik. Ia pada karenanya menemukan apa yang ingin ia lakukan, meski ia harus meninggalkan Akane dan teman-teman yang sangat ia cintai.

Eita as Keita Yashima

Diantara mereka bertiga Keita mempunyai kehidupan yang lumayan, ia anak orang kaya dan tinggal di rumah yang bagus. Tapi Keita selalu kebagian sial dari hubungan cinta HAHAHHAHA.
Meski tampan, Keita tidak pernah berhasil dalam hubungannya, alasannya ia yaitu ‘si laki-laki baik’ dimana para gadis tidak mau berpacaran dengan ‘pria baik’.

Keita selalu memohon pada si terkenal Shohei untuk mencarikannya pacar dan karenanya Shohei mengatur kencan dengan Sae tapi Keita malah tidak percaya diri jadi Kai yang menggantikannya. Sejak ketika itu Keita merasa tidak lezat pada Kai. 3 seranglai kemudian bertemu dengan Sae dan temannya Akane. Keita pribadi jatuh cinta pada Akane dan berniat menyatakan perasaannya sebelum Akane men-cap-nya sebagai laki-laki baik HAHAHAHHA.

Tapi Keita kesulitan menyatakan perasaannya Lol. Ia menulis surat cinta pada Akane, tapi suratnya tidak pernah selesai. Ya bagaimana amu selesai, surat cintanya udah kaya novel HAHHAHAHAHA.
Ia menulis surat cinta menyerupai menulis skripsi, sangat tebal, kalau disuruh baka, Kai dan Shohei bakalan pribadi kabur HAHAHAHA.

Pada akhirnya, ia tahu kalau Akane menyukai Shohei dan ia patah hati untuk kesekian kalinya, Meksi begitu ia masih bertemu dengan mereka meski ia menolak mendengar kisah cinta mereka atau memandang mereka yang bermesraan HAHAHHAHA. Kasian banged.
Kai yaitu orang yang menyampaikan buku Orange no Kai, dan menamakan komunitas mereka sebagai komunitas Orange, masa muda yang terasa menyerupai orange, asam, pahit dan manis.

Miho Shiraishi as Akane Ozawa

Akane yaitu sahabat Sae semenjak SMA. Ia mempelajari bahasa kode biar sanggup berkomunikasi dengan Sae. Akane yaitu daerah curhat Sae dan ia tidak pernah aib dihadapan Akane, dimana Akane akan selalu siap membantu Sae.

Akane menjadi dekat dengan 3 serangkai semenjak kencan Kai dan Sae. Ia tahu Sae menyukai Kai dan siap untuk merahasiakannya. Tapi pada karenanya demi sahabatnya, ia menyampaikan pada Kai mengenai perasaan Sae. Ia dan Shohei selalu membantu Kai dan Sae untuk bersatu termasuk mendamaikan mereka berdua dengan mengorbankan Keita HAHAHHA.

Awalnya Akane tidak tertarik dengan Shohei, tapi usang kelamaan ia menemukan sisi Shohei yang berbeda dari anggapannya selama ini dan jatuh cinta padanya. Tapi ia tidak mau menjadi gadis yang gampang didapatkan, jikalau Shohei sudah yakin hanya mencintainya, maka gres lah ia akan tiba ke sisi Shohei.
Pada karenanya keduanya berpisah alasannya Shohei harus mengejar impiannya. Dan pertemuan mereka kembali benar-benar sangat lucu, HAHAHHAHA. Padahal nggak lucu sih, tapi saya ketawa ngakak.

Manami Konishi as Takagi Maho

Ia yaitu gadis tercantik diangkatannya, senior Kai. Kai berhasil mendapatkan hatinya dan keduanya berpacaran. Awalnya mereka terlihat menyerupai pasangan yang bahagia, saling menyayangi dan saling percaya, jadi saya takut kalau nanti abjad Sae akan menghancurkan hubungan mereka wkkkwkwkw.

Maho merasa cemburu melihat Kai begitu perhatian pada Sae. Bahkan ketika ia ditugaskan membantu Sae, tapi Sae menolak, Kai ada disisi Sae. Ia dan Kai memutuskan berpisah sementara meski Kai awalnya menolak. Maho masih dekat dengan sahabat kuliahnya Takashi, dan terlihat Takashi masih menyukai Maho. Tapi Takashi tidak mengambil kesempatan, ia menunggu jikalau Maho memang memilihnya. Dan pada karenanya Maho menentukan Takashi dan putus dengan Kai. Sebenarnya alasan utama mereka putus sih alasannya Kai menolak pekerjaan yang ditawarkan perusahaan besar dan Maho merasa kalau ia tidak ada dalam masadepan Kai, alasannya Kai tidak memikirkan dirinya.

Kai merasa terluka alasannya dicampakkan apalagi ketika Takashi menyampaikan kalau Kai itu imut. Ia menangis sendirian dan Sae menemukannya.  Kai mengerti Maho lebih renta alasannya itu ia selalu berusaha terlihat arif balig cukup akal dan ingin menjadi laki-laki yang pantas disisi Maho, tapi pada karenanya ia tidak bisa.

Setelah putus, Maho dan Kai masih bertemu kadang-kadang, dan ketika Maho tiba kerumah Kai  terakhir kalinya, hal itu menciptakan Sae salah paham dan putusnya Sae dan Kai. *Karena Sae benar-benar nggak mau mendengarkan klarifikasi dan mengambil kesimpulan sendiri, kemudian ketika ia tahu yang bergotong-royong ia menimpa kesalahan pada Kai yang tidak mengejarnya dan untungnya Kai murka pada Sae HAHAAHHA Aku suka adegan itu.

Itu yaitu abjad utama dalam drama ini. Masih ada abjad lainnya menyerupai Takashi Kashiwabara yang menjadi sahabat kuliah Maho, ada Ueno Juri yang menjadi adik Shohei, ada sahabat kuliah Sae juga dan bahkan ada tunangan Sae juga wkkwwkwkwk.

Tapi abjad lain nggak banyak muncul sebanyak mereka berenam sih hehhehehe.

Meski terlihat fokus pada kisah cinta, ini drama bukan hanya kisah cinta saja, ini drama masa muda yang memang niscaya lah ada cinta-nya tapi lebih ke inovasi jati diri.
Bagaimana Kai yang berniat ‘pokoknya lulus kuliah saya harus kerja’ dan sehabis bertemu dengan Sae, ia jadi memikirkan alasan ia mengambil jurusan psikologi dulu yaitu untuk membantu orang-orang dan ia melepaskan kesempatan besar diterima di perusahaan besar dan bekerja part time di sentra rehabilitasi. Karena pilihannya ini, ia harus mengorbankan kekasihnya yang meninggalkannya.

Bagaimana Sae yang merasa ia harus melepaskan musik alasannya ia tak sanggup mendengar dan berbicara, ia mencoba mencari pekerjaan lain-nya tapi ia kesulitan menemukan pekerjaan yang cocok untuknya. Pada akhirnya, ia kembali ke musik dan musik.
Kai mengajarkannya untuk tidak selalu bertanya ‘kenapa saya mengalami ini? kenapa saya yang dipilih’ alasannya benar itu menyakitkan bagi orang yang mengalaminya, tapi orang yang disekitarnya juga mencicipi sakit yang sama termasuk ibunya.
Kai juga mengajarkan Sae untuk bergantung pada orang lain dan jangan melaksanakan semuanya sendiri. Karena ada orang-orang yang membantu bukan alasannya kasihan melainkan sebuah ketulusan.
Sejak bertemu Kai, Sae menjadi dirinya sendiri dan mulai berani untuk menjalani kehidupan sendiri dan meminta serta mendapatkan proteksi orang lain.

Aku tahu sangat sulit bagi Sae menghadapi kenyataan kalau ia akan merepotkan bagi orang lain. Itu menjadi pelariannya ketika putus dengan Kai. Ia menyampaikan kalau Kai mungkin kini menyukainya, tapi beberapa tahun kedepan Kai mungkin akan menganggapnya merepotkan alasannya ia tidak sanggup melaksanakan apapun. Sae tidak sanggup percaya akan cinta Kai dan membuatnya lari sendiri. Tapi ketika ia kembali, ia malah menyalahkan Kai alasannya tidak menghentikannya dan Kai dengan tegas membalas kalau Sae lah yang menciptakan keputusan sendiri tanpa mempertimbangkan perasaannya.
saya sangat menyukai adegan itu.

Shohei awalnya menjalani hidup dengan setengah-setengah, melaksanakan apa saja demi uang dan ia terjatuh ketika menemukan kalau ia sama sekali tidak mempunyai talenta dibidang fotografi. Tapi kemudian ia menyadari ia masih selembar kertas yang belum di tulis apa-apa dan ia masih sanggup melaksanakan apapun yang ia inginkan. begitu ia menemukan jawabannya, Shohei memulai langkah gres dalam hidupnya.
Keita sendiri saya resah awalnya beliau ingin menjadi apa, kalau saya lihat sih beliau ingin jadi novelis alasannya beliau menulis surat cinta aja udah setebal skripsi HAHHAHAHA. Tapi sehabis ayahnya jatuh sakit, ia menyadari kalau ia harus kembali ke kampung halamannya dan membantu bisnis ayahnya.

Aku sangat menyukai dan memang sudah menebak ending drama ini akan terjadi ketika hari kelulusan.
Dan bergotong-royong saya bingung, Sae dan Akane kayaknya setahun dibawah ketiganya, tapi kok sanggup lulus sama-sama ya? Atau saya yang salah tangkap HAHAHHAHA.
Tapi saya senang mereka lulus bersama. Keita yang awalnya keluar dari aktivitas dan tiba ke lounge daerah kelompok orange selalu berkumpul bersama.
Yang lain juga keluar dari aktivitas dan menghabiskan waktu diluar berlima dan berfoto kelulusan bersama ^^

Aku sangat menyukai ending Kai dan Sae, mereka melakukannya menyerupai ketika pertama bertemu, memulai kehidupan yang gres dan kali ini Sae yang menyampaikan orange-nya pada Kai^^

Kehidupan universitas memang satu yang akan paling dikenang selamanya.
Kalian tidak akan merasa kalau itu akan cepat sekali berlalu. Banyak hal yang menyenangkan terjadi, tapi banyak juga hal yang sedih. memikirkan bagaimana masa depan selanjutnya, perubahan kecil akan membawa perubahan besar, dan bahkan rencana yang kalian susun selama bertaghun-tahun akan sanggup berubah setiap saat.

Setelah lulus kuliah memang akan sangat sulit mencari waktu untuk bertemu kembali dan berkumpul dengan sahabat lama, akan sangat sulit menemukan waktu yang pas untuk berkumpul bersama, benar-benar bersama. Makara bagi kalian yang sedang kuliah, manfaatkan waktu banyak berkumpul dengan teman-teman. Karena itu lah yang akan menjadi kenangan ketika kalian arif balig cukup akal nanti T___T
Sebanyak mungkin, seringlah hangout bareng

“She is the light of my life.”

RECOMENDED!

Continue Reading

More in Dorama

To Top