Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: Always – Sunset On Third Street (2005)

Always Sunset on Third Street

[Review] J-Movie: Always – Sunset On Third Street (2005)

Sebuah movie yang sudah usang ingin saya tonton, tapi masih ragu alasannya yaitu saya tidak menemukan file PAHE-nya, alias file yang size-nya kecil, maklum fans kuota 😅
Aku sudah usang tahu kalau movie ini sangat bagus, banyak yang menyarankan dan memang menarik perhatian, tapi kesannya saya gres sanggup download dan nonton belakangan ini.

Movie ini ada 3 part, dan untuk kini saya bahas movie pertama yang tayang tahun 2005. Kalau ditanya dimana saya mendownloadnya, saya doenload di filmku.net, sizenya 900mb untuk 1 movie, kualitas 720p sih hehehhehehehe.

Always – Sunset on Third Street adalah sebuah movie yang tayang pada tahun 2005, disutradarai oleh Takahashi Yamazaki (Ballad, The Eternal Zero, Parasyte). Movie ini diangkat dari manga berjudul sama karya Ryohei Saigan dan naskah movie ini ditulis oleh sang sutradara sendiri bersama dengan Ryota Kosawa (Legal High, Parasyte, April Fools).
Penulis naskah dan sutradaranya sudah berpengalaman nih, dengan banyak sekali drama dan movie hit mereka. Untuk next project ternyata sutradaranya akan menyutradarai movie Destiny Kamakura Monogatari dan penulis naskahnya menulis movie Mix yang menjadi salah satu most anticipated movie of 2017. Wah, dinanti banged.

Untuk karya-karya sutradaranya, yang saya sudah saya tonton cuma The Eternal Zero dan saya sukaaaa banged sama movie itu, pernah saya bahas sebelumnya. Sedangkan Parasyte saya g suka genrenya, jadi belum nonton. Untuk Ballad sendiri, ada dalam list yang akan ditonton. Sepertinya sutradara ini ahlinya movie-movie yang mengambil latar belakang zaman-zama dulu.
Untuk penulisnya, movie yang pernah saya tonton yaitu April Fools yang sudah saya bahas sebelumnya, dan saya sangat menyukainya, movie yang awalnya kelihatan kejam tapi bikin nangis-nangis di endingnya.

Always Sunset on Third Street ini bergenre slice of life, jadi disini akan menceritakan kehidupan sehari-hari para tokoh yang sanggup dibilang dengan persoalan sederhana mereka, jadi nggak banyak persoalan yang berat. Mengambil latar belakang tahun 1958, menonton movie ini terasa ibarat menonton asadora, alasannya yaitu slice of life-nya itu. Bagi yang mengikuti Hiyokko, maka movie ini sedikit mirip, alasannya yaitu salah satu tokohnya disini diceritakan menjadi pekerja imigran ibarat Mineko^^
Tapi di movie ini sanggup dibilang nggak ada yang namanya tokoh utama, alasannya yaitu porsi para pemain terasa seimbang.

Movie berdurasi 133 menit ini dibintangi oleh Horikita Maki (My Little Sweet Pea, Into the White Night, Hanakimi); Hiroko Yakushimaru (Amachan, Hanamizuki, 1 Litre of Tears); Shinichi Tsutsumi (Our Little Sister, Massan, The Emperor in August) ; Koyuki (Legal High 2, Blood: The Last Vampire, Fragile); Hidetaka Yoshioka (64, Wakamonotachi, Hayabusa); Kazuki Koshimizu (Mother at Fourteen, Haru Yo Koi, Hachiro); Kenta Suga (Sweet Poolside, Birthday Card, Blue Demon) dan cast lainnya.
Ada banyak cast dalam drama ini, alasannya yaitu set drama ini menunjukkan sebuah jalan kecil di Tokyo, tapi tokoh utamanya yaitu mereka yang saya sebutkan diatas.

Berikut ini yaitu sinopsis singkat movie ini dan bagi yang tidak suka spoiler, silakan di skip^^

SINOPSIS
-sebelum membaca lebih lanjut, saya mengingatkan sinopsis ini penuh dengan SPOILER-

Seperti yang saya jelaskan diatas, movie ini mengambil kisah tahun 1958 di sebuah jalan kecil di Tokyo. Mutsuko Hoshino (Maki Horikita) yaitu seorang gadis dari prefecture Aomori yang berangkat ke Tokyo sebagai kelompok pekerja (kalau nonton Hiyokko, ini Mutsuko ibarat Mineko, berangkat ke Tokyo utk bekerja). Mutsuko diterima di sebuah ‘pabrik kendaraan beroda empat Suzuki’  dan bahkan dijemput ke stasiun oleh Bos-nya sendiri. Teman-temannya berfikir Mutsuko akan bekerja di pabrik besar dan bahkan menjadi sekretaris Bos-nya. Mutsuko sangat senang akan nasib baiknya. Tapi ia shock melihat tempat kerjanya ternyata hanya sebuah bengkel kendaraan beroda empat kecil di sebuah jalan sempit. Harapan Mutsuko hancur.

Pemilik bengkel itu yaitu Norifumi Suzuki (Shinichi Tsutsumi) yang punya temperamen yang buruk. Entah sudah berapa pekerja yang berhenti alasannya yaitu tak sanggup menghadapinya. Ia tinggal bersama istrinya Tomoe Suzuki (Hiroko Yakushimaru) ibu rumah tangga yang baik dan anak pria mereka yang masih SD, Ippei Suzuki (Kazuki Koshimizu). Dan dimulailah kehidupan Mutsuko yang kesulitan bekerja di tempat itu alasannya yaitu ia tidak mengerti apa-apa persoalan perbengkelan. Selain itu di hari pertama bertemu, Tomoe salah membaca kanji nama Mutsuko dengan ‘Roku’ dan keluarga malah memanggilnya dengan Roku-chan. Seperti gadis lainnya, ditempat abnormal jauh dari Rumah, Roku sempat menangis alasannya yaitu kangen rumah.

Roku sempat mengalami persoalan dalam bekerja menciptakan Suzuki-san murka padanya dan menyuruhnya pergi dari rumah alasannya yaitu Suzuki menganggap ia menipu dengan lamaran kerjanya. Tapi Roku menolak meninggalkan tempat itu alasannya yaitu ia tidak punya tempat untuk kembali. Tapi persoalan itu selesai dengan cepat alasannya yaitu ternyata itu adalag kesalahpahaman, Suzuki salah membaca lamaran Roku, dimana Roku ternyata punya keahlian memperbaiki sepeda, bukan mobil. Roku kesannya mulai mencar ilmu dari awal mengenai pekerjaan di bengkel dan menyukai pekerjaannya. Keluarga Suzuki sangat baik padanya, menganggapnya anak sendiri. Tapi Roku tampaknya punya persoalan dengan keluarga kandungnya, jadi ia selalu menolak mudik dan persoalan itu akan selesai di final movie ini.

Roku sangat cute, ia gadis desa dengan logat yang kental. Meski ia terlihat feminin, Roku ounya jiwa yang tegas, ia tak segan melawan kalau ia benar. Saat ia melihat masakan yang pertama kali ia lihat selama hidupnya, ia tak tahan untuk memakannya meski masakan itu sudah basi, alhasil ia sakit perut alasannya yaitu keracunan makanan. Ia gadis biasa yang takut disuntik juga hehehehehe.

Kisah lainnya yaitu seorang penulis novel tidak terkenal Ryunosuke Chagawa (Hidetaka Yoshioka) yang tinggal di depan rumah keluarga Suzuki. Ia membuka kedai disana. Kabarnya dulu ia anak orang kaya tapi ia lebih menentukan menulis novel dan tinggal bersama nenek yang mewariskab kedai itu padanya. Ia selalu menunggu majalah bulanan untuk melihat apakah ia memenangkan penghargaan atau tidak.

Masih di jalan yang sama tak jauh dari rumah mereka, ada sebuah kedai tempat minum-minum yang gres dibuka oleh seorang perempuan anggun Hiromi Ishizaki (Koyuki). Ia gres seminggu tinggal disana, tapi suatu hari seseorang tiba membawa seorang anak berjulukan Junnosuke Furuyuki (Kenta Suga). Jun yaitu anak sobat Hiromi yang kabur dan meninggalkan Jun sendirian. Hiromi awalnya menolak tapi kesannya ia menampung Jun yang tidak pernah bicara atau tersenyum.

Ryunosuke suka minum di kedai Hiromi, suatu hari Hiromi menggodanya memintanya merawat Jun. Awalnya Ryunosuke menolak, tapi ia tak berpengaruh dengan godaan Hiromi yang menyampaikan akan sering berkunjung ke rumahnya HHAHAHAHAHAHA.
Alhasil ia sepakat dan membawa Jun ke rumahnya, meski keesokan harinya ia shock alasannya yaitu anak tak dikenal ada di rumahnya dan ia berniat mengembalikan Jun tapi Hiromi tidak ada. Pada kesannya mau tak mau ia merawat Jun. Meski awalnya ia bernafsu pada Jun. Tapi suatu hari Jun membaca goresan pena Ryunosuke dan terkejut Ryunosuke yaitu penulis novel favorite-nya. Ryunosuke juga kaget ia punya penggemar yang bahkan masih menyimpan edisi pertama novelnya. Akhirnya keduanya menjadi dekat. Hiromi senang melihat mereka berdua jadi bersahabat dan ia sesekali tiba ke rumah Ryunosuke untuk memasak.

Ippei dan Jun punya kekerabatan yang cukup unik. Awal pertemuan mereka yaitu dikala Ippei tak sengaja menabrak Jun di halaman rumahnya, kalau nggak salah dikala Roku pertama kali tiba ke rumah keluarga Suzuki. Setelah ditampung Ryunosuke, Jun masuk sekolah lagi di sekolah yang sama dengan Ippei. Ippei punya banyak teman, Jun tidak punya teman, ia suka menyendiri dan menulis. Suatu hari teman-teman mengganggu Jun, termasuk Ippei. Niat awal sih mereka ingin mengejek apa yang ditulis Jun, tapi dikala mereka membacanya, mereka malah menyukainya, nivel. buatan Jun sangat menarik dan mereka jadi berteman.

Ryunosuke sendiri pernah kehabisan inspirasi untik kelanjutan novelnya dan membaca goresan pena Jun, itu memberinya ide. Awalnya ia menyembunyikan dari Jun tapi Jun tau dari teman-temannya kalau ceritamya di publikasikan. Awalnya Ryunosuke berfikir Jun murka padanya alasannya yaitu mencuri idenya, tapi ternyata Jun malah senang, melihat tulisannya dibukukan.

Banyak hal-hal kecil tapi bermakna di movie ini, yang menyentuh hati, saya bahkan hingga menangis menontonnya. Misalnya bagaimana hebohnya warga dikala TV keluarga Suzuki tiba, TV yaitu benda langka dikala itu, di kompleks mereka gres keluarga Suzuki yang punya. Mereka bahkan berkumpul dan terlihat seoerti pesta hanya untuk menonton siaran pertama yang mereka tonton. Meskipun kesannya TV itu berakhir di tempat perbaikan barang elektronik alasannya yaitu Ryunosuke sok sok sanggup memperbaiki TV Hahahahahaahah.

Ada adegan dimana pada masa itu belum ada kulkas, jadi mereka memakai lemari dengan es balok diatasnya untuk mendinginkan makanan, tapi kesannya Suzuki membeli kulkas dan membuang lemari itu, menciptakan penjual es balok menjadi sedih. Suzuki membeli kulkas sesudah kejadian keracunan makanan.

Adegan dimalam natal, Ryunosuke tidak punya keluarga jadi ia tidak begitu menganggap natal istimewa, tapi ia kini punya Jun. Ia melihat coretan Jun yang menginginkan pulpen dan ia meminjam uang pada Suzuki-san untuk membeli pulpen dan meminta pak dokter menjadi santa malam natal. Jun sangat senang alasannya yaitu ia sanggup melihat santa dan menerima hadiah natal pertamanya.
Ippei sendiri menerima hadiah dari santa juga, Roku juga sangat senang dengan hadiah pertamanya, tapi ia jadi tak bersemangat alasannya yaitu itu tiket pulang kampung.
Ternyata Roku menganggap keluarganya tidak menyayanginya dan bahkan senang ia pergi dari rumah, tidak ada yang menginginkannya, jadi kalau ia pulang akan menjadi beban, makanya ia selalu menolak pulang. Meski kita sudah sanggup menebak kalau tidak ada orang renta yang tidak mencintai anaknya.

Ada juga adegan dimana Ryunosuke ke toko komplemen membeli cincin untuk melamar Hiromi, alasannya yaitu sebelumnya Hiromi pernah menyampaikan kalau ia ingin menjadi ibu Jun, meski kesannya ia menyampaikan ia bercanda. Tapi hal itu menciptakan Ryunosuke meyakinkan niatnya untuk melamar Hiromi. Ia melakukannya di malam natal, dikala ia membuka kotak cincin itu dan tidak ada isinya, awalnya saya pikir itu sebuah kesalahan atau cincinya hilang, tapi ternyata Ryunosuke tak punya uang membeli cincin jadi hanya beli tempatnya saja hiks. Hiromi meminta Ryunosuke memasangkan cincin yang suatu hari akan dibeli Ryunosuke itu. Adegan yang sangat menyentuh.

Ada juga adegan perjalanan sehari Ippei dan Jun. Jun mendengar Ryunosuke dan Hiromi membicarakan perihal ibunya, jadi ia menceritakan pada Ippei mengenai hal itu. Jun merindukan ibunya, jadi keduanya berangkat naik kereta ke tempat ibu Jun. Mereka hanya punya uang untuk berangkat, pulang nanti mereka pikir ibu Jun akan membayarkannya. Tapi sesampainya disana Jun tidak ingin menemui ibunya, lebih tepatnya ia takut kalau ia akan mengganggu ibunya. Pada kesannya mereka tidak sanggup bertemu ibu Jun dan menangis di jalan alasannya yaitu tidak punya uang untuk kembali.
Sebelum pergi, Ippei merengek pada ibunya minta baju gres tapi ibunya malah melekat lobang di bajunya dan ibu bilang buka itu kalau sedang kesulitan
Aku sudah menebak isinya uang dan ternyata benar, dan begitulah mereka sanggup pulang.

Keluarga sangat panik mencari mereka berdua yang menghilang. Saat keduanya kembali, Ryunosuke menjadi sangat murka pada Jun. Kenapa orang abnormal yang tak punya kekerabatan darah dengannya membuatnya sangat khawatir.
Hal itu juga terjadi pada dikala ayah kandung Jun muncul dan akan membawa Jun. Ryunosuke tidak menahan Jun meski Jun kelihatab tidak ingin pergi. Tapi pada kesannya Ryunosuke menyadari perasaannya pada Jun, meski Jun orang asing, mereka dipertemukan ibarat itu, tinggal bersama dan awalnya tidak suka, tapi Jun sudah menjadi keluarganya.

Movie ini diawali dengan kedatangan Roku & Jun ke sebuah jalan kecil di Tokyo dikala Tokyo Tower dibangun dan berakhir dengan selesainya pembangunan Tokyo Tower.
Judulnya Always Sunset On Third Street, Selalu, Matahari Terbenam di Jalan No. 3. Aku beranggapan jalan mereka tinggal yaitu jalan no. 3 yang dimaksud. Dan matahari terbenam disini diperlihatkan di ending movie ini, dimana matahari terbenam yang terlihat dari kawasan mereka amatlah indah, matahari terbenam di balik Tokyo Tower itu sendiri.

Ini movie sangat menyentuh. Bagi kalian yang menyukai movie tema keluarga, ini yaitu pilihan yang sangat tepat. Porsinya juga pas, ada lucunya, ada kesalnya, ada mengharukan, sedih dan lain sebagainya. Menceritakan kehidupan sehari-hari para tokoh disinu, ditahun 1958, jadi masih terasa aura sesudah oerang dunia II, dimana jepang sedang berusaha bangkit.
Aku sama sekali nggak melihat spoiler movie ini sebelum menonton, jadi dikala meliat bengkel kendaraan beroda empat Suzuki dimana harapan Suzuki-san yaitu membjat pabrik kendaraan beroda empat suatu hari nanti, saya jadi kepikiran, jangan-jangan ini brand Suzuki yang terkenal itu. Heheheheheheeh.

Horikita Maki disini imut banged. Dia kelihatan feminin tapi kerjanya di bengkel. Dari movie ini ia memenangkan Rookie of the Year dari Jaoan Academy Awards.
Sayang sekali ia udah pensiun dari dunia hiburan ya.
Akting bintang film bawah umur disini keren banged, Ippei dan Jun WOW banged. Terutama Jun yang harus menyampaikan banyak emosi di movie ini.
Kalau bintang film lainnya sih sudah senior ya, jadu aktingnya udah baiklah banged.

Nggak sabar nonton yang kedua dan yang ketiga^^
Beberaoa stills yang saya lihat sih hingga Roku-chan menikah nantinya 😍

Skor:
Story: 5/5
Acting/Character: 5/5
Cinematography: 4/5
Music: 3/5
Opening: 4/5
Ending: 5/5

Continue Reading

More in Always Sunset on Third Street

To Top