Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie : Aozora Yell / Yell For The Blue Sky (2016)

Airi Matsui

[Review] J-Movie : Aozora Yell / Yell For The Blue Sky (2016)

Ini beliau movie yang paling saya tunggu semenjak tahun kemarin, dengan sederatan cast yang sangat menarik hati untuk menontonnya, saya setia dengan sabar menunggu hingga DVD-nya rilis. Nggap perlu Blu-ray, pribadi download aja meski masih hardsub chinese. Dan ternyata subber indo juga bersemangat untuk men-sub movie ini, nggak usang sehabis DVD-Rip rilis, subtitle indonesianya sudah keluar HAHAHAHAH :’))


Aozora Yell a.k.a Yell for the Blue Sky adalah movie yang diangkat dari manga berjudul sama karya Kazune Kawahara yang diterbitkan tahun 2008-2015. Aku sama sekali tidak membaca manga-nya, sebab itu saya sangat sangat sangat menyukai movie ini. Aku cukup puas dengan jalan ceritanya, cinematography-nya, musiknya, openingnya, endingnya dan semuanya. Tapi tentu saja ada beberapa hal yang masih kurang HAHHAHAHA, maklum ya, kepuasan diri itu pengen ini dan itu wkwkkwkw.

Movie ini disutradarai oleh sutradara favorite aku, Takahiro Miki yang mungkin saya sudah pernah menyampaikan kalau saya sudah menonton semua movie-nya, saking sukanya HAHAHA. Takahiro Miki memang favorite saya banged untuk live action, beliau menyutradarai movie Solanin, Control Tower, We Were There, Girl in Sunny Place, Hot Road, Ao Haru Ride dan Have a Song on Your Lips
Salah satu yang saya suka dari movie-movie Takahiro sensei ialah cinematography-nya yang indah banged banged banged dan tentu saja, beliau nggak lupa sama BGM movie XD
Penulis movie ini ialah Yukiko Mochiji yang sebelumnya sudah bekerja sama dengan Takahiro sensei dalam movie Control Tower dan Have a Song on Your Lips.

Selain sebab sutradaranya, tentu saja cast-nya juga merupakan salah satu alasan saya menonton movie ini. Kalau nggak salah dikala movie ini diumumkan saya belum tertarik sih, tapi sehabis demam Tsuchiya Tao sebab Mare dan Ryoma Takeuchi karena Toki wo Kakeru Shojo, saya jadi sangat tertarik pada movie ini. Tao dan Ryoma memang alasan utama sih HAHAHAH. Suka banged sama mereka.
Tapi cast lainnya juga sangat menggoda. Aku suka banged Takahiro sensei berhasil mengcast rising young actress & actor untuk movie ini, ibarat Shono Hayama (Mare, We Married as A Job, Summer Day Your Voice), Horii Arata (Itazura Na Kiss 2, Omotesando Koukou Gasshoubu, Hanamoyu), Mirai Shida (Seigi no Mikata, 14 Sai no Haha), Fujiko Kojima (Runway Beat, Hanamoyu, Yamada and Seven Witches), Airi Matsui (Flying Colors, Anohana, Yamada and Seven Witches), Yuna Taira (Sadako 3D, Kasuka na Kanojo, JK is Snowman), Yamada Yuki (Itazura Na Kiss Love in Tokyo, Strobe Edge, Hot Road,Juken no Cinderella), Ueno Juri (Nodame Cantabile, Girl in The Sunny Place, Ouroboros) dan lain-lain.

Deretan cast-nya emang menarik hati banged bagi para fans young actress & actor. Tapi jangan salah, meski masih muda mereka aktingnya udah bagus-bagus dan punya sederetan filmography. Aku sukanya sama J-Actor & Actress ya itu, ga mulu harus harus jadi pemeran utama meski pengalaman aktingnya udah banyak. Makara meski terkenal dan senior banged, jadi pemeran pendukung pun nggak masalah, makanya kalau dilihat filmography aktris dan pemeran jepang itu beda banged sama korea HAHAHHA.

Oke, Makara ini ceritanya perihal apa?
Disini saya akan menjelaskan secara singkat dan padat, dan kemungkinan mengandung spoiler ending guys XD

Movie ini dimulai dengan tahun fatwa gres di Sekolah Menengan Atas Shirato, dimana tokoh utama kita Ono Tsubasa (Tsuchiya Tao) menjadi salah satu siswa gres disana. Ia terlihat nervous di hari pertamanya. Tsubasa ialah anak yang pemalu dan tidak cendekia bergaul. Ia selalu menunduk kebawah dan suaranya kecil, ia jadi tidak percaya diri. Bahkan dikala perkenalan di kelas, suaranya kalah dengan bunyi anak laki-laki yang bergosip. Padahal ia sudah berniat berubah di Sekolah Menengan Atas ini, sebab Sekolah Menengan Atas Shirato ialah Sekolah Menengan Atas impiannya. Kemudian ia tertarik dengan sahabat sekelasnya Daisuke Yamada (Ryoma Takeuchi) dikala laki-laki itu memperkenalkan diri dengan bersemangat menyampaikan kalau ia ingin ke Koshien membawa tim baseball Shirato.
Keduanya kemudian bertemu kembali di depan lemari piala Sekolah Menengan Atas Shirato yang terkenal akan brass grup band sekolahnya. Impian Tsubasa ialah ingin masuk ke klub brass grup band sekolah, sebab dikala kecil ia tersentuh dengan penampilan mereka. Sementara harapan Daisuke ialah membawa tim baseball sekolah ke Koshien. Dan disanalah keduanya saling menciptakan kesepakatan kalau mereka akan sama-sama ke Koshien. Daisuke di tim baseball dan Tsubasa di tim pendukung brass grup band sekolah.

Tapi masuk tim Brass Band sekolah bukanlah hal yang mudah. Tim Brass Band Shirato sangat terkenal sebab mereka selalu memenangkan kejuaraan nasional dan terkenal ketat juga. Tsubasa sendiri masih sangat pemula, ia tidak tahu apa-apa perihal brass grup band dan tampaknya instruktur brass grup band sekolah itu, Sugimura sensei (Ueno Juri) juga mengetahui hal itu. Karenanya dikala Tsubasa ingin mendaftar, beliau tidak menyerahkan formulir pada Tsubasa, melainkan menyuruh Tsubasa meniup balon terlebih dahulu, kalau Tsubasa bisa, maka ia gres akan menyerahkan formulirnya. Awalnya Tsubasa mulai minder lagi, untung saja ia melihat Daisuke latihan baseball sebagai anak gres dan ia menjadi bersemangat lagi. Dan tentu saja Tsubasa berjuang untuk latihan nafas-nya. Sampai jadinya ia bisa dan berhasil masuk tim brass grup band sekolah dengan kemampuan 0-nya. Ia dilatih secara pribadi oleh Yuka Mori senpai (Shida Mirai). Ia sangat tersentuh dikala mendapat terompet pertamanya, dikala terompetnya berbunyi untuk pertama kali dan terus berusaha melatih nafasnya.

Tapi usaha Tsubasa tidaklah mudah. Salah satu anak gres yang berhasil masuk tim inti, Aki Mizushima (Shono Hayama) tidak suka pada Tsubasa, menurutnya Tsubasa hanya akan menghambat yang lain sebab kemampuannya yang kurang. Ia juga tidak suka dikala Tsubasa menyampaikan ingin mendukung tim baseball, sebab brass grup band sekolah mereka bukan hanya untuk mendukung, tapi meraih kejuaraan nasional dan mempertahankan tradisi. Kalau semangatnya hanya untuk mendukung, maka sebaiknya Tsubasa berhenti. Tapi Tsubasa tidak mau, ia ingin terus berusaha lebih baik lagi. Saat penampilan pertama dimana ia ada di tim brass band, Tsubasa sangat sangat nervous. Ternyata dikala itu beliau tidak meniup terompetnya. Tentu saja semuanya tahu. Mizushima kembali memarahinya sebab hal itu, kalau maksud Tsubasa berusaha menjadi lebih baik tapi ujung-ujungnya begitu, lebih baik berhenti saja. Tsubasa terpukul, ia tahu beliau memang salah dan menghabiskan waktu merenung di kelas sendirian. Saat itulah Daisuke tiba menyemangatinya, menyampaikan masalahnya, bagaimana ia dulu dan ia ingin berubah. Tapi dikala Tsubasa curhat Daisuke malah lari keluar dan Tsubasa menerka Daisuke meninggalkannya, ternyata cuma beli minum HAHAHAHHA.
Daisuke menggambar emot smile ☺ di sepatu Tsubasa, jadi kalau Tsubasa menunduk dan melihat smile itu, ia akan bersemangat kembali. awwwwwwwwww ❤❤❤

Tsubasa jadinya menemukan keberaniannya dan mengaku pada anggota tim, ia meminta maaf. Anggota tim sih sudah tahu dan berniat mengeluarkan Tsubasa kalau tidak mengaku. Tapi untungnya Tsubasa mengaku dan ia dimaafkan.
Saat libur latihan, Tsubasa dkk pergi ke festival. Tsubasa punya satu sahabat di kelas, sahabat curhatnya, Himari Wakita (Airi Matsui). Saat Himari melihat TSubasa disana, ia sengaja mengajak Tsubasa ke suatu tempat, ternyata mempertemukan Tsubasa dan Daisuke yang dikala itu sedang bersama Yasushi Kido (Horii Arata), sahabat sekelas mereka + satu klub baseball dengan Daisuke. Himari sengaja menarik Kido ikut bersamanya, supaya Tsubasa dan Daisuke bisa berduaan. Keduanya kaku banged hehehehehe. Tapi berhasil lah, ada perkembangan XD
Tsubasa dan Daisuke menulis permohonan di kuil, Tsubasa menulis ia ingin ke kejuaraan nasional bersama tim brass grup band sekolah mereka. Sementara itu Daisuke merahasiakan apa yang ia tulis. ^^

Saat pertandingan babak penyisihan, kapten tim baseball mengalami luka jadi Daisuke menggantikannya meski beliau masih anak baru. Kapten itu ialah Kota Usui (Yamada Yuki), berasal dari Sekolah Menengah Pertama yang sama dengan Daisuke dan alasan Daisuke masuk ke Sekolah Menengan Atas Shirato ialah sebab Usui. Makara Daisuke merasa bertanggungjawab. Sayangnya dalam pertandingan itu, Sekolah Menengan Atas Shirato kalah dan jalan menuju Koshien untuk ekspresi dominan panas itu tertutup bagi mereka. Tsubasa yang ada di barisan pendukung meniup terompetnya sendirian untuk menyemangati Daisuke. Suara terompetnya menggema di udara. Sayangnya itu ialah pelanggaran dan merusak reputasi brass grup band mereka. Tentu saja Tsubasa dimarahi oleh Sugimura sensei. Tapi berkat itu Tsubasa menyadari aklau ia menyukai Daisuke.
Daisuke sendiri merasa sangat bersalah sebab mereka gagal ke Koshien, meski Usui senpai menyampaikan itu bukan kesalahannya. Makara dikala Daisuke menemui Tsubasa di rumahnya, dan Tsubasa menyatakan perasaanya, Daisuke menolaknya. Daisuke ingin fokus pada baseball dan ia tidak ingin pacaran. Dan disanalah cinta pertama Tsubasa berakhir.

Masalah lain dimulai dengan tim brass grup band sekolah. Tsubasa tidak sengaja melihat Mori senpai keluar dari klinik dan ternyata tangannya terluka. Ia meminta Tsubasa merahasiakan hal itu dari anggota tim. Tapi anggota tim pada jadinya tahu, Mori menuduh Tsubasa yang membongkarnya, meski ia tahu kalau ia tertangkap tangan sebab permainannya yang memburuk. Padahal sebentar lagi akan ada kompetisi menuju kejuaraan nasional, Mori dikeluarkan dari tim hingga tangannya sembuh, tapi itu akan menciptakan Mori tidak bisa tampil di kejuaraan nasional. Karena kecewa, Mori tidak pernah tiba lagi ke klub. Ia masuk ke Sekolah Menengan Atas Shirato demi kejuaraan nasional, kalau beliau tidak bisa ikut maka nggak ada gunanya.
Tsubasa berusaha terus membujuknya tiba ke klub, ia tiba ke rumah Mori setiap hari hingga jadinya Mori memarahinya, menyampaikan kalau gadis tak punya talenta ibarat Tsubasa tak akan pernah bisa masuk ke tim inti. Tsubasa tidak sakit hati sebab itu, sebab itu ialah kenyataan, ia hanya ingin Mori tiba dan latihan bersama lagi. Kegigihan Tsubasa membawa anggota klub lain membujuk Mori juga dan pada jadinya di hari pertandingan, Mori tiba dan memberi semangat pada semuanya. Sayangnya, tim brass grup band sekolah gagal masuk kejuaraan nasional. Para siswa senior menangis sebab ini ialah kesempatan terakhir mereka. Sugimura sensei melarang anak gres menangis, sebab mereka tak punya hak menangis, tapi menghibur para senior mereka.

Mengetahui kalau tidak semudah itu untuk masuk ke kejuaraan nasional, menciptakan Tsubasa menyadari kalau ia harus lebih berusaha lagi. Ia sengaja menunggu Daisuke untuk pulang bersama dan curhat mengenai hal itu. Ia kini menyadari kenapa Daisuke menolaknya dikala itu sebab ingin fokus ke baseball dan ia juga kini ingin fokus ke brass band. Demi harapan mereka menuju ke Koshien bersama-sama, mereka akan melangkah di jalan masing-masing dan berusaha lebih baik lagi.
Aku suka dikala keduanya berjabat tangan untuk tetap sebagai teman, tanpa meratapi apa yang terjadi, bahwa cinta pertama Tsubasa ialah Daisuke.

Waktu berlalu dengan cepat. Tsubasa sudah ada di tahun senior-nya, ia masih di klub brass grup band dan kini ia sudah punya anabawang untuk dilatih. Daisuke sendiri menjadi kapten tim baseball, persiapan untuk pertandingan berikutnya. Mizushima sendiri menjadi ketua brass grup band sekolah yang sedang melaksanakan persiapan untuk kejuaraan nasional. Senior satu tingkat diatas mereka sangat fokus pada kejuaraan nasional dan meminta Mizushima lebih melatih tim terompet sebab permainan mereka sangat buruk. Tsubasa sendiri membantu Mizushima melatih anak gres namun hasilnya ialah Tsubasa tidak masuk ke tim inti. Ia sudah sangat berusaha selama ini, tapi ia masih tak bisa masuk ke tim inti, malah anabawang yang ia latih bisa masuk ke tim inti. Tentu saja Tsubasa terluka, sebelumnya ia sudah diingatkan Mizushima sih.
Disaat yang sama, ibarat sebuah takdir, Daisuke juga mengalami kesulitan. Ia terluka parah dan cidera kaki.  Tsubasa tentu saja sangat terkejut, sebab ekspresi dominan panas nanti ialah kesempatan terakhir mereka ke Koshien.
Saat itulah Tsubasa menemuinya di rumah sakit dan tanpa kata-kata, Daisuke memeluknya. Keduanya mengalami luka hati yang sama sebab harapan mereka, feel-nya kerasa banged!!!!!!!

Tsubasa kembali menemukan semangatnya untuk terus bisa menjadi lebih baik lagi. Ia dilatih khusus oleh Sugimura sensei, bagaimana untuk bisa meniup terompet lebih baik lagi. Tsubasa berlatih siang dan malam. Sementara Daisuke meski cidera dan tidak bisa bermain, ia tetap tiba ke tim baseball mengamati latihan tim-nya, menciptakan catatan dan di rumah sakit ia terus melaksanakan rehabilitasi. Ia juga mendapat kabar mengenai Tsubasa dan belakang layar melihat Tsubasa latihan sendirian di kelas.
Sementara itu belum dewasa yang lain merasa iri pada Tsubasa sebab di latih secara pribadi oleh Sugimura sensei dan menyebabkan pertengkaran di klub brass grup band mereka. Mizushima merasa kalau ia tidak bisa menjadi ketua sebab ia tak bisa menyatukan anggota tim. Tapi Sugimura sensei menasehatinya kalau semua anggota mencicipi hal yang sama, kegelisahan yang sama, bagaimana bisa menjadi lebih baik lagi, apakah ini dan itu sudah cukup baik. Ternyata Sugimura sensei ialah generasi pertama brass grup band Shirato, dimana ia ialah salah satu anggota yang memenangkan kejuaraan nasional dikala itu.

Masalah lain muncul lagi dikala dokter memberitahukan Daisuke kalau ia tidak akan bisa ikut pertandingan baseball ekspresi dominan panas nanti, sebab cidera kakinya tidak akan bisa sembuh hingga dikala itu, sebab ternyata penyembuhannya tidak secepat yang mereka kira. Daisuke sangat terluka dan kabur dari rumah sakit. Manager tim baseball mencari Tsubasa sebab ia tahu hanya Tsubasa yang bisa membujuk Daisuke. Ternyata Daisuke membisu di lapangan dikala hujan. Kalau nggak salah Koshien itu 2 tahun sekali kan ya, jadi ini kesempatan terakhir Daisuke di masa Sekolah Menengan Atas untuk pergi ke Koshien, kalau beliau tidak bisa ikut tahun ini, maka ia tak akan bisa ikut tahun berikutnya sebab ia sudah lulus. Aku rasa sebab itu beliau sangat terluka. Aku suka banged adegan dikala hujan ini. Aku kira TSubasa bakalan memeluk atau apa gitu, tapi ternyata TSubasa cuma membisu aja, menangis menatap Daisuke ibarat itu, disana kelihatan sih keduanya sangat ringkih TT___TT

Ditengah kebingungannya, Mori senpai tiba berkunjung ke Sekolah Menengan Atas dan menemui Tsubasa. Tsubasa menanyakan pada Mori senpai bagaimana perasaannya dikala cidera dulu dan Mori senpai menyampaikan kalau itu ibarat simpulan dunia baginya. Ia masuk ke Shirato untuk bermain terompet di brass band, impiannya ialah kejuaraan nasional dan dikala ia cidera, maka itu ialah simpulan segalanya baginya. Tapi ia bahagia sebab yang lain mendukungnya, dan kini ia bisa melanjutkannya di universitas. Meski Tsubasa tidak bisa mengerti sepenuhnya, ia tahu perasaan Daisuke mungkin sama dengan Mori senpai dikala itu, ingin mengalah dan putus asa. Langkah kakinya membawa Tsubasa ke kuil dimana mereka menciptakan permohonan dulu dan TSubasa melihat apa yang ia tulis, bahwa ia ingin ke kejuaraan nasional. Ia kemudian mencari milik Daisuke dan ia terkejut sebab ternyata Daisuke tiba kesana setiap tahun, 2014, 2015, 2016 dan menulis hal yang sama, ‘Aku niscaya akan membawamu ke Koshien’ awwwwww ❤
Ternyata permohonan yang ditulis Daisuke ialah untuk janjinya dan Tsubasa *nangis*

Disanalah Tsubasa tersentuh dan bagaimanapun ia ingin menyemangati Daisuke lagi. Meski hubungannya dan tim brass grup band sedang buruk, ia memohon pada anggota tim untuk membantunya menyemangati temannya yang sedang putus asa. Awalnya para senior menolak, tapi Mizushima setuju, ia juga ingin menciptakan hari orang lain tergerak dengan permainan mereka. Sugimura sensei juga setuju, sebab permainan yang bisa menggerakkan hati penontonnya ialah permainan yang akan memenangkan kejuaraan nasional.
Akhirnya tim brass grup band Shirato bermain di rumah sakit untuk menyemangati Daisuke. Himari membantu membawa Daisuke dan Kido yang sedang bertengkar ke atap rumah sakit. Permainan yang indah itu berhasil menggerakkan hati Daisuke untuk berusaha sembuh lagi (jangan berfikiran negatif dan stress).
Ini adegan sumpah keren banged. Aku pas nonton trailernya disinilah saya menangis waktu itu, sayang sekali di movie-nya saya nggak hingga menangis HAHAHAHAHAHA.
Tapi keren kok, nggak mengecewakan XD

 
 

Dan pada akhirnya, semuanya kembali berjuang di jalan masing menuju harapan mereka. Daisuke fokus pada penyembuhan kakinya dan Tsubasa fokus pada latihannya. Aku suka kata-kata Sugimura sensei, ‘tidak ada yang namanya keajaiban, tapi kerja keras tidak akan mengkhianati’, dan jadinya Tsubasa berhasil masuk ke tim inti untuk tampil di kejuaraan nasional.
Sementara itu dipertandingan baseball menuju Koshien, Daisuke tiba untuk mendukung mereka. Ia ada di dingklik cadangan. Tim brass grup band sekolah mendukung tim baseball Sekolah Menengan Atas Shirato.
Tapi tim baseball dikala itu hampir kalah. Aku nggak ngerti perihal baseball sih, kayaknya kalau ada 1 pemain lawan lagi yang kembali ke home maka tim Shirato akan kalah. Makara dikala itulah mereka mengganti pemain dengan Daisuke. Daisuke melakukannya dengan baik dan tiba dikala giliran ia memukul, Mizushima yang biasanya memulai lagu awal, menyerahkan pada Tsubasa. Adegan yang bisa saya bilang indah banged memang dan tim baseball Shirato berhasil memenangkan pertandingan berkat homerun yang dibentuk Daisuke.
Akting Tao keren banged pas ini, ngeliat beliau nangis jadi pengen nangis T_____T

Pada jadinya keduanya menggapai harapan mereka dan berhasil menepati kesepakatan mereka, bahwa mereka akan ke Koshien bersama-sama. Aku suka kata-kata mereka ‘saat pertama kali kita bicara (saat pertama kali mereka menciptakan janji), sejujurnya saya melihat kita ada di Koshien, kamu ada di barisan pendukungd an bunyi terompetmu membubung di angkasa, langit dikala itu sangat cerah’ dan di simpulan Tsubasa membalas kalau gotong royong ia juga melihatnya, langit Koshien dikala itu. awwwwwwwwwww.
Sayangnya nggak ada adegan Koshien-nya HAHAHHAHA XD

Tsubasa dan Daisuke gotong royong sudah disatukan oleh takdir semenjak dulu. Keduanya sama-sama melihat pertandingan baseball Sekolah Menengan Atas Shirato di TV, Daisuke tersentuh sebab pertandingannya sementara Tsubasa tersentuh sebab penampilan brass band-nya. Karena alasan itu mereka masuk ke Sekolah Menengan Atas Shirato dan unik banged mereka menciptakan kesepakatan dikala pertama kali mereka bertemu dan berjuang demi kesepakatan itu.
Tsubasa kesulitan sebab ia tidak punya talenta dalam brass band, tapi Daisuke selalu menyemangatinya untuk tidak menyerah. Gambar smile disepatunya ialah penyemangatnya selama ini. Tapi Tsubasa tidak tahu kalau ia juga menjadi penyemangat bagi Daisuke. Daisuke selalu tersenyum kalau mendengar tiupan terompet yang bergema diudara dikala ia latihan, ia tahu itu ialah Tsubasa yang sedang berlatih. Ia juga belakang layar melihat Tsubasa latihan.
Padahal Daisuke juga menyukai Tsubasa, sayangnya ia menolak Tsubasa dikala gadis itu menyatakan perasaannya. Awalnya saya kira ini movie romance lho, perihal cinta-cinta gitu, ternyata lebih ke arah harapan mereka, jadi selama movie ini, keduanya sama sekali nggak jadian. Mereka berteman dan sebagai penyemangat. Aku suka sebab nggak ada antagonis yang banged disini. Nggak ada cemburu-cemburu-an HAHAAHAHA. TApi ya itu juga slah satu kekurangannya dan berharap ada season 2-nya, dikala mereka jadiannnya HAHAHAH. Kan pengen liat lovey dovey mereka berdua. Temenan aja udah gemes banged melihat mereka, apalagi kalau udah jadian HAHAHAHHA.
 

Aku gotong royong agak khawatir sih awalnya sama movie ini. Karena berdaarkan pengalaman, kalau saya exicted banged sama movie/drama sebelum tayang, biasanya pas udah nonton rasanya hirau taacuh dan entah kenapa kurang bersemangat gitu. JAdi mengingat saya sangat excited sama movie ini sebelum link-nya keluar, saya agak khawatir. Soalnya saya udah liat spoiler dimana-mana, tapi ternyata setelah  nonton saya suka banged. Aduh makasih banged ini movie nggak mengecewakan sama sekali. Rasanya persis kaya pertama saya khawatir sama movie Orange, ternyata saya cukup puas menontonnya.
Aku nggak tahu sih sama pendapat orang lain, tapi berdasarkan saya ini movie sudah layak lah saya katakan bagus, sebab saya nggak bosan menontonnya dan kayaknya bakal re-watch lagi kapan-kapan XD

Aku suka banged sama adegan awal dan ending drama ini. Adegan pertemuan main couple ialah dikala mereka berdua ada di depan lemari piala Sekolah Menengan Atas Shirato dan adegan jadinya juga disana. Makara kerasa banged feelnya. Awal pertemuan masih akward dan saling menciptakan janji. Dan diakhir mereka udah nggak awkward lagi dan sudah menepati kesepakatan pada Tsubasa kalau mereka akan ke Koshien bersama-sama.
Sebenarnya udah banyak banged ya manga perihal ‘Koshien’ ini, terutama Shoujo manga, jadi saya udah biasa aja mengenai kesepakatan koshien, sebab saya membaca banyak manga perihal ini HAHHAHHA. Tapi biasanya yang cewek itu manajer tim baseball atau sahabat masa kecil. Disini ditambah elemen brass grup band jadi terasa beda dan lagi keduanya gres pertama ketemu tapi udah menciptakan janji, aduh, shoujo banged. Bagi yang suka shoujo bakalan suka sama movie ini, tapi kalau nggak suka kayaknya bakalan bilang movienya boring wkwkwkwk.

Salah satu elemen penting bagi saya ibarat yang sudah saya katakan ialah musik. Aku suka banged kalau sebuah movie itu banyak BGM-nya, jadi selama nonton meski adegan diem aja, kalau ada musiknya jadi kerasa yummy aja gitu. Dan Takahiro memang nggak mengecewakan sih, dengan sinematografi yang cool banged dan BGM yang banyak, rasanya asik banged nonton movie ini. Tentu saja, banyak lagu brass band-nya, tapi ada musik instrumen juga kok ^^
Lagu whiteeeen yang jadi official OST anggun banged, lagi nyari link sih, tapi belum ketemu juga. Aku pengen download full OSt-nya kaya Ao Haru Ride kemarin, OST-nya banyak banged, malahan saya nggak tahu kapan OST itu diputer HAHAHHAHA.

Tapi tentu saja, meski movie-nya bagus, niscaya ada beberapa kekurangan yang gotong royong sih harapan saia aja. Tapi sebab ini ialah movie yang durasinya 2 jam, jadi ngerti sih kenapa terasa ada beberapa belahan yang kurang LOL. Mungkin lebih tepatnya kerasa kurang panjang kali ya. Misalnya duduk kasus Mori senpai, rasanya cepet banged selesainya, terus mengenai manajer tim baseball juga, terang banged sih beliau suka sama Daisuke, tapi menurutku dikala ia dan Tsubasa ketemu di rumah sakit, tiba-tiba beliau ngomong gitu kok rasanya terlalu tiba-tiba gitu. Rasanya ada yang kurang, pengennya ada alasan yang lebih sempurna kenapa beliau ngomong gitu. Kok tiba-tiba murka nggak terang wkwkwkwk.
Terus apakah pada akhirya jimat itu diserahkan sama Daisuke? Kayaknya saya ga liat, jadi kerasa banged kurangnya.
Kemudian juga, saya sedikit kecewa sebab pertandingan kejuaraan nasional itu nggak diliatin, cuma di credits ending doank. Apa salahnya sih diliatin lagunya apa dan gimana, terus Daisuke, Himari dan Kido juga nonton, kan seru. Atau diliatin dikit kencannya Tsubasa dan Daisuke HAHHAHAHA. Ngarepnya banyak sih XD XD
Ya namanya juga insan ya, niscaya ada yang nggak puasnya.
Tapi overall ini drama anggun sih, untuk ukuran live action dari shoujo manga, nggak ngebosenin.
Mungkin itu untungnya nggak baca manganya. Aku nggak tau deh yang baca manganya pendapatnya gimana.

Skor:

Story: 4,5/5
Cinematigraphy: 4,5/5
Character: 4/5
Music: 4,5/5
Opening: 4/5
Ending: 4/5

RECOMMENDED!

Continue Reading

More in Airi Matsui

To Top