Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie Boku Dake Ga Inai Machi (2016)

Boku Dake ga Inai Machi

[Review] J-Movie Boku Dake Ga Inai Machi (2016)

Malam kemarin saya menuntaskan satu buah movie yang sudah saya tunggu semenjak usang berjudul Boku Dake ga Inai Machi a.k.a The Town Where Only I Am Missing. Sudah pernah mendengar judulnya?
Ya, ini movie diangkat dari sebuah manga dengan judul sama dan dijadikan anime beberapa waktu yang lalu. Aku sempat ingin menonton animenya ketika tayang, tapi sebab tidak ada waktu jadi saya belum menontonnya hingga risikonya Live Acrion ini diumumkan, saya memutuskan menunggu LA-nya dulu gres nanti kalau ada waktu menonton animenya.


Awalnya saya pikir ini hanya movie wacana kisah cinta atau 2 orang yang punya kehidupan berat kemudian bersatu. Aku ketipu sama posternya hHAHAAHA. Aku sama sekali tidak melihat bagaimana sinopsis awalnya memang. Aku tertarik hanya karea yang main Tatsuya Fujiwara dan Arimura Kasumi. Dan sebab memang tidak tahu apa-apa jadi ketika pertama menonton pikiranku dipenuhi dengan teka teki dan sangat menegangkan HAHHAHAHA.

Disini saya akan membahas garis besar kisahnya. Dan ibarat biasa maaf kalau ada spoiler ending kekekke.
Kaprikornus ibarat yang saya katakan tadi, sebab saya menonton movie ini tanpa cek sinopsis singkat atau genre, saya benar-benar ga tau ini movie wacana apa.
Satoru Fujinuma (Tatsuya Fujiwara) yaitu seorang manga-ka yang sedang mengalami masa sulit sebab karyanya ditolak terus oleh editornya. Merasa kalau manga-ka bukanlah jalannya maka ia memutuskan berhenti menjadi mangaka. Ia bahkan merobek manga hasil karyanya.
Ia menjalani hidup membosankan, merasa kalau beliau tidak ada gunanya di dunia ini. Bahkan kalau beliau menghilang juga orang lain ga akan peduli. Ia bekerja sambilan di sebuah toko pizza dan disana ia bertemu dengan gadis ceria Airi Katagiri (Kasumi Arimura). Hubungan keduanya tidak dapat dibilang dekat. Satoru orang yang tidak peduli dengan sekitarnya, bahkan ketika Airi menyapa dengan ramah.

Suatu hari ketika ia mengantarkan pizza pesanan, ia merasa ada yang abnormal lagi-lagi terjadi. Aku cukup shock ketika tahu kalau ini movie wacana time jump. Lebih tepatnya Satoru punya kekuatan untuk kembali ke masa lalu, tapi ia tidak mengerti kenapa dan bagaimana bisa, ia juga tak dapat mengendalikannya. Tapi ia kerap kembali ke masa kemudian kalau sesuatu akan terjadi. Seperti ketika mengantarkan pizza, ia tak mengerti kenapa ia kembali ke masa beberapa menit sebelum dan ia berfikir kalau ia harus mencari ‘penyebabnya’ yang ada disekitar sana dan menemukan kalau ia harus menyelamatkan seorang anak yang akan tertabrak truk.
Satoru berhasil melakukannya tapi ternyata justru dirinya lah yang tertabrak meski berhasil menyelamatkan anak itu. Nah, kejadian ini kebetulan dilihat oleh Airi, ketika Satoru mencoba menghentikan truk itu. Itu sangat abnormal sebab bagaimana pun kita tidak dapat melihat ke dalam truk apakah supirnya mengantuk, mabuk atau mati. Airi menjadi ingin tau sebab hal itu.

Untung saja luka Satoru tidak parah dan bahkan ia selamat tanpa luka yang berarti. Airi sendiri tidak menanyakan mengenai hal itu. Ia hanya ingin tau dan bertanya-tanya pada dirinya.
Satoru sendiri tampaknya sudah sering mengalami hal ini dan yang ia butuhkan untuk kembali ke waktu normal yaitu mencari ‘penyebabnya’, sebab kalau tidak maka waktu akan terus berulang di lingkaran itu.
Seperti ketika ia dan ibunya pulang berbelanja, mereka ada di taman dan waktu terus berulang disekitar Satoru dan Satoru harus menemukan penyebabnya. Dan kita dapat melihat kalau penyebab waktu berulang disana yaitu sebab ada seseorang yang akan menculik seorang anak. Hanya saja yang melihat kejadian itu bukan Satoru melainkan ibunya. Dan disinilah persoalan dan inti sebetulnya movie ini dimulai.

Suatu malam Satoru menemukan ibunya terletak di lantai tak bernyawa, ditusuk oleh seseorang. Satoru yang panik sempat memanggil ambulance tapi kemudian ia mendengar bunyi di luar jendela dan melihat seseorang kabur. Satoru menduga beliau yaitu si pembunuh dan mengejarnya. Sayangnya si pembunuh dapat kabur dengan cepat dan Satoru menyadari tangannya penuh dengan darah dan kalau beliau tertangkap ia akan dicurigai sebagai pembunuhnya. Dan ia mencoba bersembunyi tapi ketahuan. Saat melarikan diri dari polisi, Satoru masuk ke sebuah gudang dan terjatuh ke lantai. Saat ia membuka mata, ia kembali ke masa lalu.

Satoru kembali ke tahun 1988, ketubuh kecilnya ketika ia masih SD. Ingatannya tidak ada yang terhapus, jadi ia ingat betul apa yang terjadi di tahun 2006 itu, bagaimana ia dapat kembali ke masa lalu, bagaimana ibunya terbunuh. Nah, disinilah Satoru menemukan petunjuk kalau ia mungkin kembalinya ia ke masa kemudian dapat menyelamatkan ibunya dan ia harus menemukan penyebabnya. Malam sebelum ibunya di bunuh, ibunya mengingatkan akan kejadian 18 tahun yang lalu, mengenai pembunuhan berantai anak SD dimana salah satu korbannya yaitu sobat sekelas Satoru berjulukan Hinazuki Kayo (Rio Suzuki). Dan pelakunya yaitu Jun Shiratori (Kento Hayashi). Saat masih kecil dulu, Satoru mengenal Jun dan ia yakin kalau Jun bukan pelakunya. Dan malam itu ibunya menyampaikan kalau mungkin pelaku pembunuhan itu tidak hanya satu orang.

Satoru yang kembali ke masa kemudian dan ada di tubuh Satoru kecil, ke sekolah ibarat biasa. Ia masuk ke kelasnya dulu dan bertemu dengan teman-teman lamanya, juga gurunya. Sepulang sekolah ia kembali ke rumah dan menemukan ibunya disana. Ibunya masih hidup. Satoru bahkan menangis ketika makan malam sebab terbawa perasaannya di masa depan, melihat ibunya masih di hadapannya dan tersenyum padanya. Keesokan harinya, ia bertemu dengan Hinazuki di halaman sekolah. Di kelas, mata satoru tertuju pada Hinazuki. Hinazuki yaitu gadis pendiam. Ia tidak memiliki sobat dan selalu menyendiri. Satoru melihat banyak luka lebam di tubuh gadis itu dan ia menyadari kalau selama ini ia benar-benar tidak tahu apa-apa mengenai Hinazuki.

Satoru punya rencananya sendiri sehabis melihat kumpulan puisi dari sobat sekelasnya. Keesokan harinya sepulang sekolah ia ke daerah dimana Hinazuki biasa sendirian. Tempat itu cukup indah, ditutupi salju dan kita dapat melihat pemandangan seluruh kota dari sana, hanya saja sebab suasananya menyedihkan jadi kebawa sedih. Satoru mengajak Hinazuki bicara, meski Hinazuki menjawab dengan ketus dan ibarat tak peduli, Satoru tidak menyerah. Ia ingin mengajak Hinazuki tiba ke pesta ulang tahunnya. Meski awalnya Hinazuki menolak tapi Satoru berhasil meyakinkannya ketika ia menyampaikan kalau ia ingin Hinazuki datang. Sepertinya Satoru yaitu sobat pertama yang mengajaknya bicara dan kita dapat melihat meski Hinazuki ketus, tapi ia tersentuh dan bahagia. Ia bahkan sempat menyentuh tangan Satoru sebab Satoru tidak mengenakan sarung tangan padahal udara sedang hirau taacuh tapi kemudian ia pergi dengan gugup.

Sepertinya Satoru masih tidak dapat berhenti memikirkan Hinazuki jadi beliau tiba ke rumah Hinazuki. Ia mengetuk beberapa kali tapi tak ada jawaban. Ia pergi ke pintu belakang dan terkejut melihat sarung tangan Hinazuki di salju, terbakar. Tas dan buku-buku berantakan. Satoru memberanikan diri membuka pintu gudang dan melihat Hinazuki disana, badannya penuh luka lebam, lebih parah dari sebelumnya, bahkan kini wajahnya juga terluka T____________T
Gadis kecil yang lemah benar-benar terlihat menderita dan ia berteriak biar Satoru tidak masuk melihatnya lebih dekat.
Kemudian ibu Hinazuki tiba dan tanpa kasihan ia mengajak Hinazuki keluar. Satoru tahu ini perbuatan ibunya dan menanyakan alasan kenapa Hinazuki ibarat itu. Hinazuki tampaknya takut pada ibunya dan hanya menjawab kalau ia terjatuh.

Satoru menceritakan hal ini pada wali kelasnya dan tampaknya bapak wali kelas juga tahu akan hal ini. Tapi ia meminta Satoru merahasiakannya terlebih dahulu, kalau tertangkap lembap kasihan Hinazuki akan dikucilkan. Ia akan berusaha mencari bantuan.
Satoru masih tak mengalah mendekati Hinazuki. Ia tahu dari wali kelasnya kalau Hinazuki selalu menyendiri di daerah itu sebelum pulang yaitu sebab ia dihentikan oleh ibunya pulang ke rumah sebelum malam. Kaprikornus hari itu Satoru menemuinya lagi di daerah Hinazuki biasanya menyendiri dan mengajaknya ke suatu tempat.
Satoru mengajak Hinazuki ke sebuah bukit dimana ada pohon besar disana, satu-satunya pohon. Satoru menyampaikan itu terlihat ibarat pohon natal. Hinazuki menyampaikan kalau beliau kurang berakal sebab natal masih lama. Tapi Satoru menyampaikan tetap saja itu indah.

Hinazuki menatap pohon tanpa daun itu dan ia menyelam ke dalam pikirannya sendiri. Pohon itu memang indah. Satu-satunya pohon. Satoru menatap Hinazuki yang menatap pohon itu dengan berkaca-kaca dan ia teringat puisi yang dibentuk Hinazuki. Puisi berjudul ‘Atashi Dake ga Inai Machi / The Town Where Only I Am Missing’. Puisi ini sangat sedih. Ini wacana seseorang yang ingin menghilang ke sebuah pulang dimana tidak ada siapapun disana dan hanya ia sendiri. Meski sendiri, di pulau itu ia akan dapat melaksanakan apa yang ia ingin kan dan dapat hidup dengan bebas. Hanya dengan memikirkannya, perasaannya menjadi lega. Ia benar-benar ingin pergi sangat jauh.
Ini memperlihatkan perasaan Hinazuki yang ingin kabur dari kehidupannya sekarang. Tapi ia masih terlalu kecil dan ketika Satoru menyampaikan kalau mereka harus kesana ketika natal nanti, Hina menangis.

Hari ulang tahun Satoru tiba. Meski ibu Hinazuki melarangnya pergi, Hinazuki tetap menyampaikan kalau ia ingin pergi. Ibu Satoru ada disana membantu mereka untuk membiarkan Hinazuki pergi ke ulang tahun Satoru dan ia akan mengantarkannya pulang dengan selamat nanti.
Dan ternyata ulang tahun Hinazuki sama dengan ulang tahun Satoru. Kaprikornus mereka merayakannya bersama-sama. Hinazuki sangat tersentuh, pertama kalinya ia mendapat makanan ringan manis ulang tahun. Bahkan hadiah dari Satoru, sarung tangan merah (untung bukan pink wkwkkwkkw).
Saat diantar pulang, Hinazuki berjanji akan memperlihatkan hadiah Satoru besok. Dengan begitu mereka berpisah.

Satoru ingat tanggal penculikan/pembunuhan Hinazuki yaitu hari ulang tahunnya, sebab itu Satoru berusaha sebisa mungkin menghabiskan waktu bersama Hinazuki hari itu. Keesokan harinya, Satoru ke Sekolah dna berharap bertemu Hinazuki disana. Tapi Hinazuki tidka masuk sekolah hari itu, sama ibarat kejadian dulu. Ia khawatir dan pergi ke rumah Hinazuki. Ia mengetuk tapi tak ada jawaban. Ia bersembunyi dan menunggu di luar cukup usang hingga melihat ibu Hinazuki membuang sesuatu ke daerah sampah. Satoru mendekatinya dan ia melihat itu semua yaitu pakaian Hinazuki dan rajutan sarung tangan biru hadiah untuk Satoru.
Pas ini saya takut banged, melihat ibunya membuang sesuatu di plastik besar, saya takutnya mutilasi gitu T__T

Satoru merasa putus asa sebab tak dapat menghentikan pembunuhan itu. Dan ketika itu ia kembali ke masa depan lagi. Yang berubah hanyalah beliau tidak di kejar polisi. Tapi ia tetap menjadi tersangka. Dalam pelarian itu lah Satoru bertemu dengan Airi, satu-satunya rang yang percaya padanya dan menyembunyikannya di rumahnya sendiri. Disana Satoru melihat buku yang ada masalah pembunuhan Hinazuki dan melihat kalau tanggal kejadiannya berbeda. Itu membuatnya sangat kesal
Airi tidak dapat terus menyembunyikan Satoru di rumahnya karenanya ia mengajak Satoru ke bawah jembatan dimana daerah itu tidak akan mencurigakan. Mereka bicara mengenai masalah ini dan satu dalam pikiran Satoru adalah  ia galau kenapa Airi mempercayainya sementara yang lain mencurigainya sebagai pembunuh. Airi menyampaikan dari pada dibilang percaya pada Satoru, mungkin lebih tepat disebuh ‘ingin percaya’ pada Satoru. Airi ingin percaya kalau Satoru tidak melaksanakan semuanya.

Si pelaku ternyata tahu kalau Airi bekerjasama dengan Satoru dan berusaha membunuh Airi dengan memperabukan rumahnya. Untung saja Satoru menyelamatkannya. Satoru tidak punya pilihan lain lagi dan menghubungi sebuah nomor yang ditinggalkan ibunya. Itu yaitu nomer seorang detektif yang menangani masalah pembunuhan berantai 18 tahun lalu. Detektif itu juga sobat ibu Satoru. Detektif itu percaya Satoru bukan pembunuhnya sebab ia mengenal ibu Satoru dengan baik dan ibunya tidak akan membesarkan seorang pembunuh.
Airi kabur dari rumah sakit untuk bertemu dengan Satoru di bawah jembatan tapi ternyata diikuti oleh polisi dan menciptakan Satoru tertangkap.
Tapi tepat sesaat sebelum masuk ke kendaraan beroda empat polisi, ia kembali ke masa lalu.

Satoru kembali ke hari ulang tahunnya, ketika ibunya meminta izin pada ibu Hinazuki untuk membiarkan Hinazuki tiba ke pesta ulang tahunnya. Disana Satoru menyusun planning lagi. Ia mengajak temannya Kenya untuk membantu Hinazuki. Kenya ternyata juga menyadari luka tubuh Hinazuki dan akan membantu Satoru. Rencana mereka yaitu tidak membiarkan Hinazuki pulang. Mereka memmbuat gubuk berkemah di sebuah bus yang sudah usang tak di pakai, Hinazuki akan tidur disana dan tak pulang ke rumah.
Selama waktu itu, mereka bertiga menikmatinya. Hinazuki juga tidak sekolah dan tetap di dalam bis itu. Kenya dan Satoru akan tiba kemudian membawa makanan dan juga bermain bersama disana. Hinazuki berhasil menuntaskan rajutannya juga dan memperlihatkan sarung tangan pada Satoru yang menciptakan Satoru menangis.

Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Suatu malam ketika Hinazuki akan tidur, seseorang masuk ke dalam bis itu dan menciptakan Hinazuki ketakutan. Ia memberitahukan hal itu pada kedua temannya dan mereka membongkar sesuatu. Ada seseorang yang meletakkan tas disana, mereka menyidik tas itu dan Satoru mengetahui kalau itu yaitu alat yang dipakai si pembunuh berantai. Ia ingat semua peralatan itu ditemukan sebagai barang bukti ketika Jun di tangkap. Karena hal itu mereka harus kabur dan tak dapat tinggal disana lagi. Satoru membawa Hinazuki ke rumahnya dan memohon pada ibunya.
Ibu tak bertanya banyak dan membiarkan Hinazuki menginap. Saat sarapan pagi, Hinazuki sukses membuatku menangis. Ini ibarat melihat seorang anak yang tidak pernah dimasakkan oleh orang tuanya dan tak pernah makan makanan hangat. Hanya dengan menggigit sosis, Hinazuki menangis T____T.

Keesokan harinya, Satoru, Hinazuki dan ibunya mengantar Hinazuki ke rumah orang tuanya dan tentu saja ibu Hinazuki sangat murka dan akan menggunakan kekerasan. Tapi untung pihak proteksi anak tiba kesana. Mereka akan mengambil hak bimbing Hinazuki. Ibu Hinazuki kelihatan tidak mau dan saya galau kenapa ia tak mau, apakah sebab Hinazuki selama ini yang mengerjakan pekerjaan rumah atau bagaimana, tapi ketika Hina mati beliau tersenyum huft!
Tapi Hinazuki sudah membulatkan tekadnya dan oke untuk ikut tim proteksi anak. Perpisahan Hinazuki dan Satoru ini sederhana tapi sukses menciptakan saya menitikkan air mata.

Lalu bagaimana kelanjutan kisah ini?
Bisakah Satoru menangkap pelaku sebetulnya yang masih ada hingga tahun 2006?
Apakah Satoru dapat mengubah masa depan?
Apa yang akan ia lakukan ketika tahu perubahan terjadi dimasa depan dan merenggut pertemanannya dengan Airi?
Apakah ibu Satoru dapat diselamatkan?

Awal menonton movie ini, saya khawatir melanjutkannya apalagi ketika melihat tubuh Hinazuki yang luka lebam. Aku takut mereka akan memperlihatkan kekerasannya disini sebab hatiku tidak berpengaruh melihat hal yang ibarat itu. Tapi saya terlalu ingin tau untuk berhenti menonton. Kaprikornus saya tetap melanjutkan meski ada beberapa adegan saya menutup mata HAAHAHHAHA.

Aku sudah curiga semenjak awal siapa sebetulnya pembunuhnya dan ternyata jawabannya benar HAHAHAHAHA. Kalau yang tidak menduga mungkin ini dapat jadi plot twist. Tapi alasan pembunuhnya ini benar-benar menyebalkan. Intinya dari pada bawah umur itu kesepian dan disiksa mending beliau membunuhnya. Dalam masalah Hina, Hinazuki sering sendirian dan disiksa ibunya tapi dalam masalah anak lainnya, mereka hanya sendirian dan tak punya teman. memang sih tujuan oembunuhnya yaitu bawah umur yang pendiam dan jarang bergaul.

Alasan kenapa Airi dan ibu Satoru menjadi korban pembunuhan berantai ini yaitu sebab mereka berdua tahu siapa pelakunya meski tidak ada bukti. Dan ternyata Satoru juga diincar di simpulan episode. Aku agak kesal dengan endingnya T___T
Tapi at least ini movie elok dan menciptakan penasaran. Apalagi bagi kalian yang menyukai movie dengan genre ibarat ini. Aku ingin tahu apakah anime juga berakhir ibarat di movie atau tidak. Jika tidak saya berencana menontonnya HAHHHAAHHAHA.

Aku sangat mengacungi jempol akting Hinazuki dan Satoru. WOW. Tatsuya Fujiwara memang tidak akan mengecewakan dengan aktingnya. Kalau udah tugas jahat tapi baik maka beliau memang jagonya. Aku suka banged aktingnya di Death Note The Movie dan sebab itu saya tidak mau menonton dramanya, sebab Death Note The Movie udah tepat banged, berdasarkan saya HAHAAHHAHAHA.
Kasumi Arimura saya sih ga dapat komentar banyak, berdasarkan saya aktingnya biasa aja. Aku cukup sering melihat beliau dalam drama/movie, aktingnya ga buruk tapi juga ga bagus-bagus amat.
Pemeran Hinazuki ini, meski masih kecil tapi WOW banged. Ia memperlihatkan wajah seorang anak kecil yang polos tapi ada ketakutan dimatanya dan kesedihan yang mendalam. Aku benar-benar jatuh dalam aktingnya dan saya rasa alasan saya terus melanjutkannya yaitu sebab beliau XD

Overall ini movie elok banged.
Tapi saya tidak memasukkan dalam tag rekomendasi sebab saya tidak menyukai endingnya sebab beberapa poin. Tapi saya senang sebab endingnya Hinazuki maih hidup dan hidup dengan senang :’)
Setidaknya pengorbanan Satoru  menyelamatkan beberapa nyawa :’)
Intinya semua orang memiliki rasa takut dan menggunakan topeng masing-masing. Meski begitu mereka terus berjuang meski masa depan tidak pasti. Semua orang punya penyesalan di masa lalunya tapi tidak mmebuat penyesalan itu menjadi materi untuk menciptakan down, melainkan loncatan untuk melaksanakan yang terbaik.
Sampai kebohongan menjelma kenyataan, saya akan terus berjuang. by Satoru.

SKOR:

Story: 8/10
Opening: 7/10
Ending: 7/10
Akting: 8,5/10
Music: 7/10
Cinematography: 8/10

Continue Reading

More in Boku Dake ga Inai Machi

To Top