Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: Chia☆Dan / Let’s Go Jets! (2017)

Chia Dan

[Review] J-Movie: Chia☆Dan / Let’s Go Jets! (2017)

Kembali ke review J-Movie, bulan september ini ada aneka macam movie yang saya tungu-tunggu rilis, dan ibarat yang kalian tahu kalau mengikuti twitter aku, saya gres menonton beberapa saja. Mana yang berdasarkan saya lebih menarik ditonton duluan, yang lain nunggu giliran dulu HAHAHA
Nah, kali ini saya akan membahas sebuah movie yang diambil dari kisah nyata. Sebuah movie yang penuh dengan impian, sangat menarik dan berdasarkan saya movie paling menarik yang rilis baru-baru ini.
Aku jujur aja, saya sangat menyukai movie ini, terutama OTP-nya HAHHAHAHAHAHAA.

Chia Dan / Cheerdance / Let’s Go Jets! yaitu sebuah movie yang rilis pada Maret 2017 yang disutradarai oleh Hayato Kawaii (Anikoma, My Love Story, Close Range Love Drama) dan naskahnya ditulis oleh Tamio Hayashi (The Snow White Murder Case, The Eternal Zero, Usagi Drop).
Movie ini diangkat dari kisah faktual sebuah klub cheerleading berjulukan JETS yang berasal dari Fukui Commercial High School. JETS memenangkan kompetisi nasional cheerleading di USA pada tahun 2009.
Menurut saya ini movie total banged, mereka bahkan syuting di Universitas San Diego, USA selama Juni 2016.

Movie berdurasi 121 menit ini dibintangi oleh Suzu Hirose (Chihayafuru, Your Lie in April, Rage), Ayami Nakajo (Setoutsumi, Litchi Hikari Club, Miss Double Faced Teacher), Hirona Yamazaki (Orange, Love for Beginners, Mars), Miu Tomita (Solomon Prejury, The Mohican Comes Home, Poetry Angel), Haruka Fukuhara  (Good Morning Call Mars, Pirameki’s Children Story), Kentaro (Sakurada Reset, Ashi Girl, Good Morning Call), Mackenyu Arata (Chihayafuru, Bittersweet, Jojo Bizzare Adventure), Yuki Amami (Quartet for Two, Genji A Thousand Year Love) dan cast lainnya.
Movie bergenre Dance, Competition, Teen ini menceritakan ihwal sebuah klub cheerdance yang hampir bubar dan guru pembimbing mereka yang sangat keras, bahkan guru itu populer akan membawa siswanya ke neraka. Banyak yang takut padanya. Ia membimbing para anggota gres klub cheer dan dalam 3 tahun bimbingannya, mereka berhasil memenangkan national competition cheerdance di USA.

Kenapa saya bilang movie ini paling menarik diantara movie yang rilis baru-baru ini?
Karena movie ini tidak ada titik membosankannya, asik aja gitu mengikutinya mulai awal hingga akhir, benar-benar nggak ada kepingan yang pengen di skip. Selain itu love line di movie ini sangat unik dan saya suka. Aku selalu senyam senyum sendiri setiap OTP muncul. Ada dua OTP disini, OTP Suzu-Macken dan OTP Ayami-Kentaro HAHAAAHAHAH. Dua-duanya dituliskan secara unik dan menarik, jadi meski scene mereka tidak banyak, tapi tetap bikin senyam senyum sendiri.
Endingnya juga dituliskan dengan baik dan saya bahkan hingga ketawa dengan endingnya, alasannya iconic banged XD

Karena tema movie ini yaitu cheerleading/cheerdance, jadi ada aneka macam adegan latihan, adegan para anggota cheer dan masalah-masalah yang mereka hadapi, baik duduk masalah di sekolah maupun di rumah. TApi sangat disayangkan, adegan cheerdance mereka sedikit banged, padahal kayaknya seru kalau setiap pertandingan di perlihatkan. Tapi masuk akal sih ya, para pemain juga bukan anggota cheer beneran, jadi mereka memang menyimpannya untuk adegan terakhir hehheheeheh. Dan saya mengerti kenapa JETS memenangkan komeptisi di USA, tarian mereka sangat bagus dan menciptakan kita juga jadi pengen nari. Aku bergotong-royong pengen liat aslinya JETS bagaimana, tapi belum sempat searching HAHAHHAAHHA.
Yang unik disini yaitu aktor utamanya, Suzu dan Mackenyu. Mereka berdua bermain bersama di Chihayafuru sebagai Arata dan Chihaya. TApi ibarat yang kalian tahu, di Chihayafuru saya 100% tim Taichi HAHAHAHHAHHAHA.
Karena itu pas tahu Suzu dan Mackenyu main bareng disini, saya nggak rela lho LOL, alasannya berdasarkan saya yummy banged, di Chihayafuru Chihaya suka sama Arata dan masa di Chia Dan mereka jadi pasangan juga XD
Tapi ternyata di Chia Dan ini mereka bikin bapeeeeeeeeeeer, padahal scene mereka dikit tapi aduuuhhhh, cocok memang yang berdua ini, mana Mackenyu senyumannya manis banged XD XD.
semoga nanti di Chihayafuru 3 saya nggak pindah ke tim Arata wkwkkwkwkwkwkkwkw.

Selain itu couple kedua juga unik. Couple bertepuk sebelah tangan, tapi si perjaka nggak pernah berubah, lucu banged ia selalu menembak si cewek setiap tahun tapi ditolak HAHAHHAHHAHA.
Kalau saya lihat sih kayaknya si cewek suka, cuma alasannya ia mau fokus pada cheerdance, ia nggak mau pacaran.
Dan scene terakhir mereka sukses bikin saya baper huhuhuhuhuhu, pilot sama pramugari, gimana nggak baper coba HAHHAHAHAHA.
Makara inget Jung Hwan dan Deok Sun, suer, saya duku berharap Reply 1988 itu ibarat ending couple kedua ini T_____T

Kalau soal akting, Suzu nggak perlu diragukan lagi sih. Hanya saja agak gila mendengar ia pake dialek Fukui. Gimana ya, kayak setengah setengah gitu, nggak kental banged.
Kalau nggak salah dialek-nya ini sama kayak dialek Arata di Chihayafuru, atau mungkin mirip. Makara saya beneran ketawa kalau Suzu udah bicara pake dialek HAHAHHAHA.
Apalagi disini gaya rambut Suzu sama dengan gaya rambutnya di Chihayafuru (bedanya cuma panjangnya, disini lebih pendek dikit) jadi saya malah nggak bisa lepas memikirkan ia yaitu Chihaya cuma ngomong pake dialek Arata HAHHHAHAHAHHA.
Tapi bener banged lho, alasannya ibarat kali ya XD
BtW disini chemistry Suzu dan Mackenyu bagus banged

Oke, berikutnya saya akan menulis sinopsis singkat movie ini.
Seperti biasa, sinopsis ini berisi 100% spoiler, jadi kalau tidak suka spoiler, bacanya cukup hingga disini saja^^

SINOPSIS

Movie ini dimulai sesaat sebelum JETS tampil dalam kompetisi cheerdance di USA. Kemudian kita dibawa melihat flashback, 3 tahun sebelum itu, ketika semester baru, anggota senior JETS masuk ke Sekolah Menengan Atas Fukui.
Tokoh utama movie ini yaitu Hikari Tomonaga (Hirose Suzu) bersama 2 temannya sedang melihat-lihat klub mana yang akan mereka masuki. Seperti anak Sekolah Menengan Atas biasanya, mereka mencari klub yang ada senior tampan atau klub yang pakaiannya cute.
Hikari sendiri tertarik dengan klub cheerdance, katanya alasannya pakaiannya manis, tapi 2 temannya agak malas alasannya diklub itu hanya ada para anak perempuan, nggak ada anak laki-laki.
Tapi ternyata alasan Hikari ingin masuk klub itu bukan alasannya pakaian cantik, melainkan alasannya seorang anak pria yang ia sukai, Kosuke Yamashita (Mackenyu Arata).
Kosuke dan Hikari yaitu sahabat satu SMA, Hikari terang suka pada Kosuke dan menyampaikan ia akan mendukung Kosuke di tim cheerdance ketika bertanding nanti, Kosuke yaitu anggota klub sepak bola^^

Dan begitulah Hikari dan 2 temannya masuk ke klub cheer, mereka excited banged dengan baju anggun dan kemungkinan akan punya kesempatan tampil di layar televisi.
Tapi ternyata klub cheer tidaklah semudah itu. GUru pembimbing klub kemudian tiba Kaoruko Saotome (Yuki Amami), guru ini dipanggil sebagai guru yang akan membawa siswanya ke neraka, alasannya pelatihannya yang keras.
Sejak awal Saotome sensei sudah bersemangat akan klub cheer ini dan menyampaikan kalau tujuan utama mereka yaitu Amerika. Jika klub baseball menuju Koushien, klub Sepak bola menuju stadiun nasional, maka klub cheerdance tujuannya yaitu Amerika.
Ia tetapkan banyak peraturan di klub ibarat nggak boleh pake poni dan lain-lain. Para senior yang tidak suka pada Saotome sensei bahkan keluar dari klub.
Hikari dkk sendiri merasa kalau klub itu bukan daerah mereka dan mereka jadi nggak semangat dan akan keluar dari klub, tapi Kosuke kemudian muncul di hadapan Hikari dan menyampaikan kalau ia menunggu Hikari mendukungnya.
Dan begitulah Hikari nggak jadi keluar klub alasannya ia sudah keburu kesepakatan HAHAHAHHAHAHA.

Anggota klub cheerdance menjadi lebih seikit dari sebelumnya, hari itu Saotome sensei menyampaikan penampilan sebuah grup cheerdance dan menyampaikan pada mereka mengenai peraturan-peraturan dalam cheerdance. Ada dua orang anak senam ritmik disana, tau kalau mereka tidak boleh memakai kemampuan senamnya disana, mereka berakhir dengan keluar dari klub.
Kemudian para anggota yang tersisa menyampaikan kemampuan menari mereka, ada yang hebat tari balet, ada yang gaya hip hop, ada yang memang sudah berpengalaman cheerdance, ada yang gendut dimana HIkari awalnya meragukannya tapi ternyata ia menari dengan baik, ada yang otaku anime juga, pokoknya kemampuan mereka sangat bermacam-macam disana.
Sementara itu Hikari sama sekali nggak pernah menari jadi ia freestyle dengan gaya yang gila HAHAHHAHAHAH, untungnya ia bukan satu-satunya yang menari ibarat itu HAHAHAHAHAH.
Setelah melihat kemampuan mereka, Saotome sensei menciptakan keputusan presiden klub mereka yaitu Ayano Tamaki, alasannya ia berpengalaman di cheerdance ketika Sekolah Menengah Pertama dan ia juga paling bagus diantara mereka. Ia diminta melatih si penari balet Reika dan si penari hip hop Yui (Hirona Yamazaki).

Sementara itu, anggota yang lain, sebelum berlatih menari, Saotome sensei melatih hal penting dalam cheerdance yaitu senyuman dan kelenturan tubuh.
Hikari yaitu yang paling parah diantara semuanya, tubuhnya benar-benar sangat kaku, ia bahkan berteriak sekencang-kencangnya ketika Saotome sensei membantunya untuk melenturkan tubuhnya.
Hikari benar-benar memiliki kemampuan dibawah teman-temannya yang lain, tapi satu kelebihannya yaitu senyumannya, diantara semuanya, senyuman Hikari yaitu yang paling ceria, yang paling nrimo dan senyuman merupakan hal penting dalam cheerdance.
Tapi Saotome sensei tidak menyampaikan itu pada Hikari awalnya, ia malah mengejek Hikari si buruk HAHAHAHAHAH.

Masalah gres bagi Hikari yaitu ketika ia bersama Kosuke, dimana Kosuke memuji-muji Ayano, katanya Ayano anggun dan pintar. Kosuke secara kebetulan sekelas dengan Ayano.
Hikari tidak suka Kosuke membicarakan dan bahkan memuji gadis lain di hadapannya. Kosuke malah mengejek HIkari dan bertanya, lah memangnya kita pacaran ya?
Hikari menjawab kalau mereka pernah pergi nonton berdua sekali dan Kosuke malah tertawa meninggalkannya. HIkari jadi terdiam sendiri.
Dan disanalah saya mengerti kalau selama ini ternyata Hikari menganggap ia dan Kosuke itu pacaran HAHAHAHHAHAHAHAH alasannya pernah kencan sekali XD

Hikari jadi kehilangan semangatnya, ia benar-benar kehilangan jiwanya, latihan ia tidak bersemangat, bahkan ketika makan pun ia tak bersemangat. Ia sudah berniat keluar dari klub cheerdance alasannya alasan ia masuk klub cheerdance sudah menghilang.
Ia bahkan melihat Kosuke bersahabat bersama anak cewek lain dan ia jadi kesal sendiri. Ayano sendiri menasehati Hikari untuk tidak berhenti, padahal senyuman Hikari paling manis diantara mereka. Teman-teman yang lain juga menyampaikan hal yang sama, Taeko Azuma si gendut (Miu Tomita) dan si Otaku Ayumi Nagai (Haruka Fukuhara) menyampaikan padahal Hikari punya senyuman yang manis.
Hikari kesal sekali alasannya yang ia punya hanya senyumannya jadi mereka menahannya alasannya senyumannya,bukan talenta atau sebagainya HAHHHAHA
Kosuke yang mendengar pembicaraan mereka malah mengejek Hikari yang sudah mau keluar klub padahal gres masuk HAHAHAAHAHAHA.

Pada hasilnya Hikari tetap masuk ke klub, ia mulai latihan dan latihan, meski ia masih tidak cukup bagus, setidaknya ia ada perkembangan. Ia hasilnya mengerti betapa menyenangkan berkeringat sambil menari dan ia jadi menyukai cheerdance.
Klub mereka sendiri akan mengikuti sebuah kompetisi dalam waktu bersahabat dan ketika Saotome sensei menyampaikan seragam mereka, semangat anggota klub meningkat 100%.
Hikari benar-benar sangat menyukai seragamnya, ia meningkat pesat sehabis melihat seragam itu HAHAHAHHAHAHA.
Tapi sayangnya kompetisi mereka tidak berjalan dengan lancar, mereka melaksanakan aneka macam kesalahan dalam kompetisi pertama mereka.
Hal itu juga menjadikan kesalahpahaman diantara mereka dan menciptakan mereka bertengkar.
Si penari balet Reika semenjak awal selalu memandang rendah anggota lainnya hanya alasannya ia bisa menari lebih baik, ia bahkan memaksa mereka tersenyum dan pokoknya ia kayak pemimpin gitu disana, ada member yang nggak suka dan tetapkan keluar.
Reika juga keluar dari klub dan klub mereka benar-benar kacau sehabis kompetisi pertama.

Hari latihan berikutnya sehabis kompetisi pertama yang tiba hanya 3 orang, Hikari, Ayano dan Ayumi.
Saotome sensei bahkan tidak ada disana dan Hikari benar-benar kesal kenapa Saotome sensei tidak ada disaat ibarat ini. Saat ia dan Ayano mencari Saotome sensei, mereka mendengarkan percakapan Saotome sensei dengan kepala dan wakil kepala sekolah.
Disana mereka mengetahui kalau klub cheerdance itu bergotong-royong yaitu klub baton, tapi Saotome sensei ingin mengubah jadi klub cheerdance setahun sebelum mereka masuk ke Sekolah Menengan Atas itu, dan kini kepala sekolah ingin mengembalikan klub itu menjadi klub baton. Saotome sensei tetap mempertahankan klub cheerdance alasannya ia percaya mereka akan memenangkan kompetisi, tapi melihat kompetisi terakhir, dan banyak anggota klub yang keluar, kepala sekolah ragu. Tapi Saotome sensei ingin mereka memberinya waktu.
Setelah mengetahui akan hal itu, Ayano juga merasa kalau anggota klub banyak yang berhenti itu alasannya dirinya. Hikari juga jadi nggak semangat lagi, ketika ia berkumpul dengan 2 temannya, ia mengetahui kalau klub mereka menjadi materi tertawaan siswa lain dan ia kelihatan tidak suka akan hal itu.
Keesokan harinya, Ayano juga tak tiba ke sekolah, Hikari mencari ke rumah Ayano tapi Ayano juga tidak ada disana.

Ternyata Ayano ke rumah Hikari dan bertemu dengan ayahnya. Disana Ayano mengetahui kalau HIkari sudah kehilangan ibunya, ia tinggal berdua dengan ayahnya. Ibu Hikari dulunya yaitu anggota klub cheerdance.
Ayano menyampaikan sehabis ia berfikir semalaman ia hasilnya menyadari kalau ia hanya punya cheerdance, jadi ia tidak ingin klub bubar. Hikari juga berfikir sama, dan mereka berdua berusaha mencari anggota lain dan memintanya kembali ke klub.
Mereka menemui Yui yang menari sendirian di jalan dan mengetahui alasan Yui sulit tersenyum yaitu alasannya selama ini ia selalu menari sendirian.
Mereka juga menemui Taeko yang ternyata membiayai diri sendiri meski ia masih punya ibu, ibunya tidak mau bertanggungjawab padanya. meski Taeko harus bekerja membiayai dirinya sendiri, ia menyukai cheerdance dan bersedia kembali ke klub.
Mereka menemui si penari balet Reiko yang menolak kembali ke klub, ia mengejek mereka menyampaikan ia tak akan berkembang jikalau satu klub dengan orang ibarat mereka.
Karena kata-kara Reiko, mereka berempat jadi kesal dan meyakinkan diri kalau mereka akan berhasil menuju Amerika.

Keesokan harinya 8 anggota cheerdance yang kembali ke klub menemui kepala sekolah, meminta kepala sekolah jangan membubarkan klub mereka.
Mereka menyampaikan kalau Saotome sensei memang sangat keras dalam mengajar, tapi itu semuanya demi mereka, sensei memberi mereka tujuan yang akan mereka capai.
Yui bahkan menyampaikan kalau mereka yaitu sahabat pertamanya dan ia meminta kepala sekolah jangan mengambil temannya.
Hikari sendiri alasannya teman-temannya berjuang meyakinkan kepala sekolah, ia tak mau kalah dan menyampaikan kalau mereka akan menang di Amerika, meski beberapa detik kemudian ia kaget dengan kata-katanya sendiri HAHAHAHHAHA.
Tapi Saotome sensei ternyata menunggu kata-kata itu dari salah seorang anggota dan semangatnya kembali muncul, ketika itulah ia resmi memberi nama klub mereka sebagai JETS.

Sejak ketika itu JETS menjadi lebih bersemangat. Saotome sensei bahkan meminta pertolongan temannya untuk melatih JETS. Ayano ditunjuk sebagai center JETS. Teman Saotome sensei menemukan sebuah potensi pada HIkari, tapi Saotome sensei khawatir akan hal itu.
Tahun kedua SMA, mereka mendapatkan anggota gres klub, Yui hasilnya punya sahabat sesama penari hip hop. Anak itu berjulukan Eri, ia punya kesulitan yang sama dengan Yui waktu itu, sulit tersenyum. Tapi perkembangannya cukup pesat.
Sejak itu mereka mengikuti kompetisi dan berhasil menang. Tapi pada kompetisi berikutnya, Ayumi yang biasanya menjadi penari utama malah digantikan dengan Eri. Meski begitu mereka tetap bersemangat dan kembali memenangkan kompetisi. Hikari sangat bahagia alasannya mereka sangat sinkron, tapi itu justru menciptakan Saotome sensei khawatir. Karena kalau terus begini yang JETS punya hanya sinkronisasi dan tak lebih dari itu.
Makara ia mulai tetapkan peraturan gres supaya masing-masing meningkatkan kemampuan individu bukan teamwork, alasannya mereka akan bersaing di sebuah kompetisi bukan festival.
Ia juga meminta mereka menulis diari mulai dari sekarang, diari mengenai harapan mereka. Dan alasannya diari itu juga Ayano jadi makin bersemangat dan keadaan klub mulai mengkhawatirkan, alasannya Ayano mendikte semua kesalahan-kesalahan per individu.

Hikari sendiri sempat cidera dan tak bisa ikut latihan selama 2 bulan, tapi ia tetap tiba ke klub. Ia selalu menengahi kalau ada yang bertengkar atau kalau sensei/Ayano memarahi anggota, ia selalu mendekati mereka dan menyampaikan alasan kenapa mereka dimarahi.
Saotome sensei tidak suka akan hal itu dan menyampaikan alasan kenapa yang lain tidak berkembang yaitu alasannya Hikari, ia meminta Hikari berhenti tiba ke klub hingga sembuh.
Hikari benar-benar tertusuk alasannya hal itu. Saat ia tak bisa ikut latihan, melihat teman-temannya berjuang, kelelahan dan berkeringat, ia sangat iri.
Setelah ia sembuh dan bergabung dengan mereka, Hikari tidak bisa mengikuti mereka, alasannya itu tarian mereka jadinya lemah alasannya mereka berusaha menyeimbangkan dengan Hikari.
Saotome sensei pada hasilnya tetapkan Hikari tidak ikut di kompetisi berikutnya. Hikari tentu saja sedih, tapi ia tetap berusaha terlihat baik-baik saja.
Saat teman-temannya bertanding, ia kelihatan ibarat akan menangis alasannya ia tak bisa ikut bersama mereka.

JETS memenangkan pertandingan itu dan mereka mendapat tiket ke Amerika. Sekolah merayakan kemenangan mereka. Bahkan wakil kepala sekolah yang sebelumnya bersikeras membubarkan klub cheerdance kini malah mendukung mereka hAHHAHAHAHA.
Kosuke yang ada disana menyadari kalau Hikari tidak ada diantara anggota cheerdance dan menemui Hikari yang latihan sendiri di atap. Hikari benar-benar merasa iri dan duka alasannya ia tak bisa ikut teman-temannya, ia menyampaikan salah satu temannya berhenti klub tapi memohon masuk kembali dan berjuang membuatnya menyadari kalau ia sangat suka menari (Kosuke).
Hikari kemudian latihan dengan sangat keras di rumah dan di sekolah sehingga pada hasilnya ia bisa mengejar ketertinggalannya dan bergabung dengan semuanya.

JETS berangkat ke Amerika untuk kompetisi cheerdance. Di babak penyisihan JETS tampil dengan baik tapi kemudian Saotome sensei malah menciptakan keputusan mendadak sebelum final, kalau ia ingin Hikari menggantikan Ayano menjadi center.
Hikari tentu saja menolak alasannya Ayano yaitu center mereka semenjak awal, tapi keputusan Saotome sensei sudah bulat. Hal itu menjadikan perang cuek dalam JETS.
Hikari tidak mau mengambil posisi center dari Ayano, Ayano yang menyukai dance meski menangis ia hasilnya merelakan posisinya pada HIkari.
HIkari yang murka pada sensei menyampaikan sensei selama ini tidak melaksanakan apapun pada mereka, yang berusaha melatih dan memahami mereka yaitu Ayano, tapi sensei benar-benar tega pada Ayano.
Sensei sendiri menyampaikan jikalau Ayano menjadi center mereka tidak akan bisa memenangkan kompetisi, tapi jikalau itu Hikari mereka akan memenangkannya dan ia percaya itu. Ia juga menyampaikan ada sebuah pemandangan yang hanya bisa dilihat oleh mereka yang menang dan ia ingin Hikari melihat itu.

Hikari dalam keadaan galau kemudian bertemu dengan sahabat Saotome sensei instruktur mereka, ia menceritakan bagaimana saotome sensei masuk ke klub dan membentuk klub cheerdance.
Ternyata Saotome sensei dulu memang instruktur klun baton, tapi klub itu sama sekali tak bersemangat dan ia mengubahnya jadi klub cheerdance alasannya ia melihat penampilan sebuah klub cheerdance di TV. Ia mencar ilmu cheerdance dari 0 sama ibarat yang lainnya. Ia membaca banyak buku ihwal pengembangan diri, ia juga ada diposisi sulit alasannya ia tak percaya diri, tapi kemudian ia melihat senyuman Hikari dan ia mencicipi ada sesuatu dalam diri HIkari yang akan menciptakan klub cheerdance bersinar.
Ia menjadi bersemangat lagi dan bahkan mengirim banyak surat pada temannya supaya mau tiba melatih mereka. Ia percaya kalau klub cheerdance mereka akan bisa memenangkan kompetisi.
Salah satu buku yang ia baca menyampaikan kamu ‘kau bisa mengubah semuanya jikalau kamu mencicipi itu’ dan itu yaitu alasan kenapa meminta Hikari menjadi center disaat terakhir.
Teman sensei juga menyampaikan kalau sebagai guru, Saotome sensei gampang untuk gemetaran dan rasa percaya diri yang tiba-tiba menghilang, tapi Saotome sensei pernah menyampaikan ia tak akan menangis, ia akan menangis gotong royong dengan anggota JETS ketika memenangkan pertandingan.

Hikari hasilnya mengerti kalau Saotome sensei tidak sekuat yang ia bayangkan dan hasilnya baiklah menjadi center.
Dan begitulah ketika pertandingan final, JETS menampilkan tarian terbaik mereka, ini yaitu terakhir kalinya mereka akan menari bersama dan semuanya berjuang melaksanakan yang terbaik.
Tarian JETS sangatlah indah, bahkan MC, juri, penonton dan penerima yang lain terkagum pada mereka dan ikut menari mengikuti irama.
Sementara para orang renta dan siswa menonton secara eksklusif di layar di gedung sekolah mereka, tentu saja Kosuke juga ada disana.
Hebatnya tarian JETS selain sinkronisasi mereka yang bagus yaitu masing-masing punya part mereka dimana mereka menjadi centernya. Hal yang saya suka yaitu ketika mereka berganti baju ketika menari sebagai kepingan dari koreografi. Pokoknya keren banged, saya pengen banged liat JETS orisinil ketika pertandingan ini.
Dan tentu saja sesuai dengan kenyataannya mereka memenangkan kompetisi cheerdance itu^^

Meski ada yang bilang kalau movie ini biasa aja, tapi bagiku movie ini bagus banged. Mungkin nggak luar biasa, tapi saya sangat menikmatinya.
Selain mengenai cheerdance, movie ini juga dihiasi dengan kisah cinta. Meski nggak banyak, ibarat yang saya katakan diatas, cukup menciptakan saya senyam senyum sendiri.
Diatas saya ceritakan sedikit mengenai OTP HIkari dan Kosuke dan disini saya lanjutkan sedikit.
Makara benang merah diantara mereka kelihatan banged, ketika Hikari down, Kosuke juga down, ketika Hikari  mulai bersemangat lagi, Kosuke juga.
Makara ketika Hikari bermasalah dengan klub cheerdance, Kosuke juga mengalami duduk masalah di klub sepak bolanya. Ia dipercayakan melaksanakan tendangan penalti ketika pertandingan dan ia gagal melakukannya. Ia sangat terpuruk alasannya hal itu dan bahkan hingga berhenti dari klub.
Hikari melihat hal itu dan berusaha menemuinya, mengajaknya bicara mengenai keputusan Kosuke itu, alasannya ia tahu Kosuke sangat menyukai sepak bola.
Lucunya, Kosuke ketika itu mengajak Hikari kencan (Let’s go somewhere) tapi Hikari balas dendam pada Kosuke menyampaikan kenapa Kosuke mengajaknya padahal mereka nggak pacaran HAHAHHAHAHAHA.
Saat Hikari galau alasannya Ayano tidak masuk sekolah, ia melihat Kosuke membungkuk pada anggota tim sepak bola, meminta mereka menerimanya kembali alasannya Kosuke menyadari kalau ia sangat menyukai sepak bola.
Hal itu juga yang menciptakan Hikari ingin anggota klub Cheerdance kembali.

Tapi pada akhirnya, Hikari tidak bisa mendukung Kosuke ketika pertandingannya. Ditahun ketiga mereka, tim sepak bola juga gagal menuju stadium nasional. Sangat disayangkan, tapi KOsuke menyampaikan kali ini ia gantian akan mendukung Hikari di klub cheerdancenya hehhehehe.
Aku suka ketika Kosuke menjadi anggota tim sepak bola lagi dan Hikari menemuinya, Kosuke mengajak Hikari kencan dan HIkari setuju, sehabis pertandingan mereka selesai.
Makara kata iconic pasangan ini yaitu ‘Let’s go somewehere’ dan bahkan hingga adegan terakhir mereka, mereka juga menyampaikan itu. Lucu banged XD

Aku suka ending couple ini, Hikari menjadi guru pembimbing klub cheerdance beberapa tahun kemudian dan ia benar-benar jadi ibarat Saotome sensei.
Sementara Kousuke tidak bisa lepas dari sepak bola dan menjadi guru olahraga di sekolah yang sama.
Keduanya tampaknya berpacaran pada hasilnya dan tentu saja kata-kata terakhir mereka yaitu Let’s go somewhere AWWWWWWWWWWWWWWWWWW.

Sementara itu pasangan Ayano dan Hiroshi Yashiro (Kentaro) juga punya keunikan mereka sendiri.
Makara Hiroshi ini naksir berat pada Ayano, ia selalu menembak Ayano disetiap tahun, demam isu berbeda dan Ayano selalu menolaknya. Lucunya daerah nembaknya kayaknya sama. Aku suka membandingkan pemandangannya, demam isu semi tahun pertama, demam isu panas tahun kedua dan demam isu cuek tahun ketiga XD
sayang banged Ayano tidak bisa mendapatkan Hiroshi alasannya ia ingin fokus pada cheerdance. Tapi Hiroshi tak duduk masalah dan menyampaikan akan menunggu Ayano hingga kapanpun, ia akan mengikuti Ayano. Ayano bahkan berfikir kalau HIroshi yaitu stalkernya.
Tapi Hiroshi memang satu satunya yang mengerti Ayano lho.
Dan hingga ketika terakhir, Hiroshi masih mengikuti Ayano, Ayano berhasil menjadi seorang pramugari dan bertemu dengan Hiroshi di bandara, dimana Hiroshi kini yaitu seorang pilot HAHAHAHAHAHAHAHA Reply 1988 banged! XD

Pokoknya berdasarkan saya ini movie bagus banged. Apa alasannya saya memang suka sama leadnya ya? Aku memang suka aktingnya Suzu dan ada Mackenyu juga, jadi lengkap memang.
Selain itu scriptnya juga tidak membosankan berdasarkan aku, cara pengambilan gambarnya juga bagus. Kisah cintanya sederhana tapi menarik, punya keunikan sendiri.
Selain itu pesannya juga dalam banged, kita bisa melaksanakan apapun jikalau kita berusaha, hal yang kita benci bisa jadi kita menyukainya. Kalau kita percaya kita bisa melakukannya, kita bisa mengubah segala hal jikalau kita merasakannya.
Aku suka bagaimana Hikari yang awalnya masuk klub cheerdance cuma alasannya baju yang anggun atau lebih tepatnya untuk mendukung pujaan hati, sempat ingin keluar, selalu menganggap remeh, lama-lama jadi menyukai cheerdance dan bahkan menentukan pekerjaan dibidang cheerdance.
Juga ayano yang merasa ia hanya punya cheerdance, menemukan sahabat disana, melaksanakan semuanya demi cheerdance dan meski

 Skor:
Story: 4,5/5
Acting/Character: 4/5
Cinematography: 4/5
Music: 4/5
Opening: 4/5
Ending: 4/5
Recommended!

Continue Reading

More in Chia Dan

To Top