Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie Chihayafuru: Kami No Ku (Part 1)

Chihayafuru

[Review] J-Movie Chihayafuru: Kami No Ku (Part 1)

Niatnya pengen nonton Wolf Girl & Black Prince duluan, tapi yang keluar versi bersihnya duluan malah Chihayafuru wkwkwkkww XD
Dan alhasil, saia nonton Chihayafuru duluan ahad kemudian dan wah, tidak mengecewakan.


Seperti yag sering saya katakan, tidak semua live action akan ‘memuaskan’ fans-nya dan akan menciptakan fans standing applause, bahkan kebanyakan live action niscaya buruk di mata fans manga/anime-nya. Karena apa? saya sih tetap berfikir alasan utamanya durasi. Kaprikornus tidak akan semuanya di ceritakan dan niscaya akan terkesan cepat dan memaksakan, kecuali live action itu dalam bentuk drama. Makanya saya bahwasanya berusaha menonton live action dulu dari pada anime/manganya  dan juga saya tidak memiliki harapan tinggi pada live action yang saya tonton jikalau saya sudah menonton anime/membaca manganya.

Sebut saja Orange. Bagi saya yang sama sekali tidak membaca manganya, berdasarkan saya live actionnya bagus. Dan bagi yang membaca manganya duluan banyak dari mereka yang protes. Ya, ga semua yang ada dalam amnga juga yang bakalan diceritakan lantaran durasinya hanya sekitaran 2 jam.
Nah, begitu juga dengan Chihayafuru ini. Aku sudah menonton anime-nya dan saya sangat menyukai anime Chihayafuru. Kaprikornus ketika dijadikan live action saya excited tapi tidak punya harapan tinggi akan lebih bagus dari animenya. Alhasil, live actionnya tidak mengecewakan.

Chihayafuru diangkat dari manga series berjudul sama yang dipublikasikan pada tahun 2007 dan memenangkan penghargaan dalam Annual Japanese Manga Awards pada tahun 2009. Chihayafuru juga diangkat menjadi anime dengan 2 season pada tahun 2011. Pada tahun 2015 Chihayafuru diumumkan akan disesuaikan menjadi Live Action 2 bagian, Chihayafuru Kami no Ku (tayang Maret 2016) dan Chihayafuru Shimo no Ku (tayang April 2016). Dibintangi oleh Hirose Suzu sebagai Ayase Chihaya, Shunei Nomura sebagai Taichi Mashima dan Mackenyu sebagai Wataya Arata.

Aku termasuk salah satu yang tidak mendapat feel Chihaya pada Hirose Suzu ketika cast live action di umumkan. Dan ternyata sehabis menonton live actionnya, wow, beliau cocok banged jadi Chihaya dan saya sanggup mendapat feel-nya. Aku kaget lantaran ceritanya mengalir dan tidak terasa sudah selesai begitu saja.
Ya, meski begitu, tentu saja saya juga merasa ada beberapa hal yang tidak dibahas dan juga beberapa hal yang kurang dan lantaran Chihayafuru ada 2 part, jadi saya berfikir mungkin akan diceritakan di part 2 nantinya (aku belum menonton Chihayafuru part 2 LA).

Chihayafuru Part 1 Live Action dimulai dengan Taichi Mashima yang keluar dari kelasnya dan melihat keramaian dilorong, para senior sedang merekrut anak gres untuk masuk dalam klub mereka. Kemudian beberapa orang mendekati Taichi untuk mengajak mereka masuk ke klub karuta lantaran adik model anggun yang sedang terkenal ketika ini membentuknya. Tapi Taichi menolak dan menghindar. Teman-temannya tidak mau kalah dan memaksanya ikut hingga mereka melihat teman-teman lainnya keluar dari klub karuta dengan berlari sekencang-kencangnya dan seorang gadis mengejarnya.

Ayase Chihaya ialah adik si model cantik, yang jauh dari kata feminin, beliau tomboi dan dipanggil si kekal karuta lantaran yang ada dipikirannya hanya karuta dan karuta. Karuta adalag permainan kartu jepang. Aku tidak begitu paham permainan ini, tapi ini permainan menentukan kartu dan bekerjasama dengan puisi. Kaprikornus akan ada si pembaca puisi dan kita menebak kelanjutan puisi itu dengan menentukan kartu yang ada. Kaprikornus pada dasarnya ini tergantung pada telinga dan kecepatan gerak menentukan kartu.
Jika Chihaya sudah berhadapan dengan karuta, maka yang ada dipikirannya ialah karuta. Ia tidak tertarik dengan hal alin selain karuta.

Taichi sendiri ialah sahabat masa kecil Chihaya. Mereka dulunya satu SD dan berteman baik. Tapi ketika Sekolah Menengah Pertama mereka pisah sekolah dan kebetulan satu sekolah lagi ketika Sekolah Menengan Atas ini. Sebenarnya bukan kebetulan, tapi nanti diceritakan bagaimana Taichi masuk ke Sekolah Menengan Atas yang sama dengan Chihaya.
Dan lantaran itu ketika melihat Taichi di atap, Chihaya sangat kaget lantaran mereka masuk ke Sekolah Menengan Atas yang sama. Ia kita Taichi masuk ke Sekolah Menengan Atas top gitu, lantaran Taichi anak yang pintar. Sementara itu Taichi sebelum bertemu Chihaya berusaha supaya tidak tertangkap lembap mereka satu SMA, karenanya ia menolak ikut ke klub karuta, lantaran ia tahu Chihaya ada disana.

Chihaya ialah pelopor klub karuta di sekolah barunya ini. Ia tak peduli ia masih junior, ia bersemangat menciptakan klub karuta lantaran itu ialah impiannya semenjak dulu. Meski begitu, klub-nya masih ditolak, lantaran anggotanya hanya satu orang, dirinya sendiri. Karena itu Chihaya berusaha mencari anggota lain, lebih tepatnya memaksa mereka ikut klub karuta dan tentu saja target pertamanya ialah Taichi yang dengan tegas menolak. Tapi sehabis melihat pertandingan Chihaya di klub Karuta yang mereka ikuti ketika SD, Taichi menaruh simpati dan berusaha membantu. Sayangnya klub mereka masih ditolak sebelum mendapat 5 anggota.

Chihaya dan Taichi berusaha merekrut anggota gres mereka. Yusei Nishida ialah salah satu anggota yang masuk dengan sukarela tanpa dipaksa. Ia ialah sahabat mereka yang dulu sempat bertanding ketika pertandingan karuta, ketika mereka masih SD. Kemudian mereka merekrut Kanade Ooe, yang sangat menyayangi kimono dan akan masuk klub yang bersedia mengenakan kimono, itu ialah syaratnya masuk klub. Mereka juga merekrut Tsutomu Komano, satu-satunya siswa yang tidak ikut acara klub apapun. Ia amsuk klub karuta hanya untuk membantu mereka menjadi klub resmi.

Berbeda dengan anime, klub karuta di live action sudah punya ruang klub dan sehabis mendapat anggota mereka sanggup berlatih. Kalau di versi anime, perekrutan dan bagaimana mereka membentuk klub karuta lebih diperlihatkan perjuangannya. Bagaimana mereka mendapat anggota, bagaimana mereka memperoleh ruang klub juga tak mudah. Mereka sempat pindah juga lantaran dianggap klub yang ribut. Ya, berdasarkan saya usaha di anime lebih keren. Tentu saja, durasinya panjang jadi sanggup lebih di eksplore. HAHHAHA.

 
 

 lasan utama Chihaya ingin membentuk klub karuta ialah lantaran janjinya pada Wataya Arata. Wataya Arata ialah siswa pindahan di SD Chihaya dan Taichi bersekolah. Anak yang pendiam dan tak punya teman, tapi wajahnya berseri-seri ketika bermain karuta. Dia ialah yang memperkenalkan karuta pada Chihaya dan Taichi. Dia juga yang mengajarkan betapa menyenangkannya bermain karuta. Saat Arata pindah sekolah, Chihaya berjanji ia akan terus bermain dan akan menciptakan klub karuta dan mereka akan bertemu di Omi Jingu, pertandingan terbesar karuta se-jepang.

Sayangnya di live action hal ini tidak diperlihatkan dengan jelas. Mereka membuatnya menjadi falshback sepotong demi sepotong dan flashback masa kecil dimulai dengan perpisahan dengan Arata, bukan bagaimana Chihaya terpesona dengan karuta. Kaprikornus mungkin bagi yang memang nggak tau apa-apa ihwal Chihayafuru akan resah dan juga tidak akan mengerti dengan karuta itu sendiri, lantaran menurutku klarifikasi di live actionnya kurang begitu mendalam. Live action lebih fokus ke verbal para tokoh dan bukan permainan karutanya, jadi permainannya banyak di skip gitu, padahal permainan karuta sangat seru, buktinya ketika pertandingan pertama kali klub karuta bentukan chihaya, pertandingan yang sebenarnya, saya deg degan banged dan pokoknya sangat sangat keren.

Kaprikornus sehabis tim karuta terbentuk Chihaya sudah menyiapkan kalau mereka akan ada kompetisi dan mereka harus mempelajari karuta dengan cepat. Tentu saja bagi newbie hal ini sangat sulit, mereka juga kurang olahraga dan perlu latihan yang banyak. Tapi latihan terbaik memang bertanding sih. Kaprikornus mereka melaksanakan perjalanan klub, ke klub karuta Chihaya dan TAichi ketika masih SD dan menginap disana untuk belajar, bertanding dan mencari pengalaman bertanding.

Kisah cinta sendiri dalam Chihayafuru bahwasanya tidak terlalu diangkat. Tapi tentu saja kisah tanpa kisah cinta bagiku itu membosankan wkwkwkkwkw.
Sebenarnya Taichi waktu kecil ini jahil dan jahat pada Arata, tapi arata terlalu baik. Taichi ini cemburu semenjak Arata muncul, Chihaya banyak menghabiskan waktu dengan Arata dan lantaran itu muncul rasa benci. Taichi semenjak kecil menyukai Chihaya dan begitu juga hingga masa Sekolah Menengan Atas ini. Ia masih menyukai Chihaya tapi ia tahu Chihaya menyukai Arata. Nah, Chihaya sendiri tidak/belum menyadari kalau itu ialah perasaan cinta. Aku suka Kanade lah yang lebih dulu tahu kalau Chihaya menyukai Arata dan ia mendukung Taichi wkwkkwkw.

Di Part 1, Arata hanya muncul sedikit sekali.
Paling banyak ya ketika beliau dan Taichi bertemu di pertandingan. Mereka sempat mengobrol sebentar dan Arata memperlihatkan nomor ponselnya pada TAichi memintanya menyerahkan pada Chihaya. Tapi Taichi ragu menyerahkannya, hingga balasannya ia tidak memberikannya.
Taichi merasa itu sebabnya tuhan karuta tak berpihak padanya lantaran ia tarlalu banyak melaksanakan kecurangan terhadap Arata dan Chihaya. Kejadian masa kecil dan juga hal ini. Taichi bahwasanya memiliki kesulitan dalam bermain disaat-saat selesai lantaran ia selalu kalah jikalau 1 lawan 1.

Bagi yang belum menonton animenya/membaca manganya niscaya akan resah mengenai kekerabatan Taichi, Chihaya dan Arata. Karena berdasarkan saya klarifikasi masa kecil di part 1 kurang jadi akan menciptakan resah pada beberapa hal. Di part 1, mereka juga tidak membahas mengenai queen. Aku lupa, apakah di anime mengenai queen juga di bahas di part 2?
Menurutku akan lebih keren jikalau di bahas di part 1, mengenai Chihaya yang ingin menjadi queen dalam dunia karuta lantaran efek Arata. Mungkin mereka menentukan membahas di part 2 lantaran queen gres muncul di part 2 kali ya? HAHHAHAHA.

Dan lagi, bagi yang menonton anime-nya, saya yakin banyak yang akan ada di pihak Arata. Karena Arata semenjak kecil manis banged dna Taichi kecil jahat hahahahahahaha. Sementara di live action, mata niscaya tertuju pada Taichi lantaran Taichi lebih banyak di tampilkan. Apa yang menciptakan banyak fans mendukung Arata ialah lantaran masa kecil mereka. Tapi masa kecil sangat sedikit di bahas di live action ini, jadi kita lebih tertuju pada perasaan cinta tak terbalas Taichi. Dan ku sih baiklah oke aja ya, lantaran saya tim Taichi BUWHAHHAHAHAHAHA!

Aku tidak tahu bagaimana pendapat yang lain mengenai live action ini. Memang sih sebaiknya jangan membandingkan anime dan live action, tapi lantaran saya sudah menonton animenya duluan, saya mau nggak mau niscaya akan membandingkan. Dan bagi yang menonton live action duluan dan belum menyentuh animenya, saya sarankan menonton anime sehabis menonton live actionnya, dengan begitu kalian akan lebih mengerti apa yang bahwasanya terjadi.
Saat saya menonton Honey and Clover, saya melaksanakan hal yang sama. Aku menonton doramanya duluan, kemudian movie dan terakhir anime, jadi anime menjelaskan lebih lengkap mengenai ini dan itu. Menurutku lho.

Banyak yang bilang rambut Shuhei jadi asing dengan gaya rambut Taichi HAHAHHAHA.
Tapi justru saya suka banged. Setidaknya huruf Taichi lebih lovable dari huruf Shuhei di drama/movie-nya yang sudah saya tonton.
Shuhei ini cocok banged dengan huruf yang bahwasanya baik tapi jahat. Seperti karakternya di Koinaka dan Sukikoto juga, baik-baik jahat gitu. Shuhei bahwasanya mengingatkan saya pada Kim So Hyun. Kim So Hyun juga memulai karirnya dengan jadi cwe jahat yang saya benci banged hhahahahaha. Tapi beliau juga sanggup menjadi innocent dan huruf baik-baik jahat cocok. Kaprikornus pemain drama / aktris memang bagusnya gitu. Bisa memainkan huruf apa saja, mau jahat kek mau baik kek, say oke.

Aku awalnya tidak begitu tertarik dengan Suzu Hirose. Aku tahu beliau aktris yang memiliki talenta akting tapi entah kenapa saya tidak bergitu tertarik. Tapi semenjak melihat Our Little Sister saya rasa saya menyukainya. apalagi di Chihayafuru ini beliau baiklah sebagai Chihaya. Kaprikornus nungguin gimana aktingnya sebagai Kaori di Your Lie in April XD
Dulu saya juga sempat ingin menonton dramanya bareng Kamiki Ryunosuke, tapi hingga kini belum saya download hahahahahahaha. Galau soalnya XD

ternyata Hirose Suzu masih muda banged booooooo
Aku kirain udah 20 tahunan, ternyata masih 18, omoooo.
Kaprikornus saya menonton potongan interview ketika promosi Chihayafuru, ada Shuhei yang membicarakan ihwal menyerupai apa Suzu itu bahwasanya dan lucunya Shuhei ini sok cool dan sok kepedean bilang kalau Suzu suka sama dia, Suzu ngejer-ngejer dia, dan bahkan bilang dalam 5 tahun Suzu umurnya 22 dan beliau 27, jadi beliau udah mikir buat married dan bahkan udah bilang ke manajer Suzu BUWHAHAHHAHAHA.
Shuhei lucu juga yak XD

Aku rasa sih saya dapet banged chemistry mereka berdua. Sayangnya saya dulu nggak ngikutin masa-masa promosi mereka huhuhuhuhuhuhu. Kalau kini niscaya susah nyarinya udah ketimbun post lama. Sama kaya saya nyari2 promosi orange, susah banged hahahaaahha XD
Oke, begitu aja deh review kali ini, semoga kalian menyukai Chihayafuru

Skor: 
Story: 8/10
Cinematography: 8,5/10
Character: 8/10
Music: 8/10
Opening: 8,5/10
Ending: 8,5/10

Continue Reading

More in Chihayafuru

To Top