Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: Crybaby Pierrots Wedding (2016)

Crybaby Pierrot's Wedding

[Review] J-Movie: Crybaby Pierrots Wedding (2016)

Kembali ke review J-Movie^^
Kali ini saya akan me-review sebuah movie yang cukup usang menarik perhatian saya, alasannya yakni posternya terlihat ‘romantis’ hehehehhe.
Awalnya, movie ini tidak ada dalam daftar tunggu, saya bahkan nggak tahu kapan movie ini diumumkan, tapi tiba-tiba nemu posternya dan tertarik. Untung tidak butuh usang waktu menunggu dan kesudahannya rilis.
Aku bersama-sama agak ragu bakalan ada yang nge-sub movie ini, tapi ternyata subber indonesia baik banged *hugs*


Crybaby Pierrot’s Wedding a.k.a Nakimushi Pierrot no Kekkonshiki yakni sebuah movie yang disutradarai oleh Osamu Minorikawa. Rilis pada september 2016, movie berdurasi 88 menit ini menceritakan kisah cinta sederhana yang manis dan penuh air mata, antara seorang gadis yang bermimpi ingin menjadi pierrot/badut/pelawak dan seorang pasien dialisis.
Movie ini diangkat dari novel berjudul sama karya Mochizui yang dipublikasikan pada tahun 2014.
Dibintangi oleh Mirai Shida (Queen of Classroom, Mother at Fourteen, Seigi no Mikata, Yell for the Blue Sky) dan Ryo Ryusei (Ouran High School Host Club, Koe Koi, Orange) mereka termasuk alasan saya menunggu movie ini.

Mirai Shida sudah terjun usang di dunia akting, ia termasuk salah satu child actress yang punya cukup banyak pengalaman akting dan tentu saja aktingnya tidak diragukan lagi. Hanya saja beliau lebih fokus ke study-nya, jadi beliau tidak terlalu banyak mengambil tugas utama dalam beberapa tahun belakangan ini.
Sementara Ryo Ryusei sendiri termasuk salah satu bintang film yang cukup menarik perhatian belakangan ini.
selain itu ada Yuko Araki (Kaze no Tayori, Confessions, A Girl’s Breakfast), saya belum pernah nonton film beliau tampaknya heheehhehe.

Crybaby Pierrot’s Wedding sendiri, ibarat judulnya, saya rasa kalian sudah sanggup menebak ke arah mana ceritanya dan bagaimana endingnya HAHHAHAHA. Belum apa-apa udah ngomongin ending ya HAHHHAHA

Movie ini diawali dengan Yosuke Akiyama (Ryo Ryusei) yang dalam perjalanan ke stasiun bus dan melihat di sebuah bukit kecil, ada seorang gadis yang sedang berlatih main lempar 3 bola. Gadis itu terlihat berlatih keras meski ia gagal dan gagal lagi, tapi ia tidak menyerah. Saat ada anak kecil yang melihatnya, si gadis tersenyum dan mencoba menciptakan si anak tertawa dengan memasang hidung badut merah di hidungnya. Yosuke tersenyum melihat gadis itu. Awalnya sih ia tidak peduli, tapi ia ingin tau dengan gadis itu.

Gadis itu yakni Kanami Serizawa (Mirai Shida). Ia memiliki harapan yang cukup berbeda dengan gadis seusianya. Ia ingin menciptakan semua orang tertawa dan impiannya yakni menjadi pierrot/badut yang tampil untuk menghibur orang lain dan menciptakan bawah umur tertawa dengan atraksinya. Sekarang ia sedang masa training, meski ia menyampaikan ia sudah pro.
Suatu hari, tetangganya, Maki Inaba (Yuko Araki) mengajaknya untuk ikut perkumpulan reuni SMA-nya, tapi Kanami hari itu ada pertunjukan jadi ia mungkin tidak sanggup ikut, alasannya yakni kalau mereka menunggu, mereka mungkin akan terlambat ke daerah camping. Tapi Maki dkk menunggu Kanami selesai dengan pertunjukan.
Dan berangkatlah mereka ke daerah reuni, di area camping. Dan disana Yosuke kembali bertemu dengan Kanami, ia mengenali Kanami dengan sekali lihat dan Kanami tentu saja gundah alasannya yakni ia tak mengenal Yosuke. Yosuke ternyata yakni sahabat Sekolah Menengan Atas Maki.

Karena pekerjaan Kanami agak berbeda dengan gadis kebanyakan, ia dianggap aneh. Sebenarnya reuni ini yakni kesempatan untuk mencari pasangan, jadi banyak yang mengajak teman-teman mereka di luar SMA,siapa tahu jodoh.
Kaprikornus ada seorang laki-laki yang mendekati Kanami, tapi begitu tahu pekerjaan Kanami yakni badut dan Kanami sangat bersemangat menceritakan pekerjaannya, kita sanggup melihat kalau laki-laki itu jadi agak ilfil gitu. Kanami mungkin tidak menyadarinya, alasannya yakni ketika itu Yosuke tiba mengganggu mereka dan mengejek Kanami yang sama sekali masih belum sanggup lempar 3 bola.
Kanami kesal alasannya yakni Yosuke mengejeknya, ia serius dengan pekerjaannya dan meski kini ia masih training, ia sudah pro.
Karena itu Yosuke memintanya memperlihatkan pada mereka.

Alhasil, Kanami tampil di hadapan anggota reuni. Aku nggak tahu bahasa bagusnya, tapi saya menyebut permainan itu lempat 3 bola LOL. Kanami melakukannya dengan baik, banyak yang kagum dan tersenyum karenanya. Tapi Kanami memang masih belum andal jadi ia sempat kesulitan dan menabrak oven sehingga ia terjatuh dan kakinya terluka. Yosuke terkejut dan pribadi menolongnya.
Malam harinya, Kanami terlihat kesal, ia tak bersemangat membuang sampah dan Yosuke tiba menhiburnya. Tapi Kanami masih kesal padanya. Pada kesudahannya Yosuke menyuruh Kanami pulang, alasannya yakni tahu kakinya masih sakit. Ia bahkan bersedia menggendong Kanami. Awalnya sih Kanami menolak, tapi Yosuke memaksa dan mereka pulang sambil piggyback ride, ditengah sorakan anak-anak.
Aku rasa disanalah Kanami mulai menyukai Yosuke.

Kanami mulai ingin tau pada Yosuke, tentu saja. Ia mencoba untuk tidak mencurigakan, menanyakan orang ibarat apa Yosuke pada Maki. Dan ketika tahu kalau Kanami tertarik pada Yosuke, Maki terlihat agak tidak bersemangat. Ia menyampaikan pada Kanami kalau Yosuke memang tampan, tapi sebaiknya Kanami jangan ingin tau pada Yosuke. Tentu saja Kanami membantah kalau ia tidak tertarik, tapi bagaimanapun juga perilaku Kanami sanggup ditebak oleh Maki.
Hari itu Kanami bermain di daerah biasanya ia latihan dan Yosuke secara mengejutkan datang. Awalnya sih ia ingin melihat Kanami latihan aja tapi ia terus mengejek Kanami yang payah dalam lempar bola dan mereka jadi sedikit beradu mulut.
Saat beristirahat dari latihannya, Kanami membicarakan mengenai impiannya untuk menciptakan semua orang tertawa dengan atraksinya. Ia menyampaikan pada Yosuke mengenai motto badut, All For You, It’s My Pleasure. Yang sanggup diartikan, kebahagiaanmu yakni kebahagiaanku juga.
Kaprikornus bagi Kanami, melihat orang tertawa karenanya yakni kebahagiaannya tersendiri. Tentu saja ia ingin menciptakan Yosuke tertawa sekali saja, alasannya yakni Yosuke terlihat tidak pernah tersenyum. Ia memperlihatkan beberapa atraksi tapi malah menciptakan wajah Yosuke berkeut, alasannya yakni Kanami tak sanggup melakukannya dengan baik.
Karena Yosuke tidak tertawa, Kanami pun menggelitiknya. Tentu saja kali ini kesudahannya Yosuke terawa dan mereka main kejar-kejaran, ciiieeeeeeeeeeh.
Tapi semenjak itu Yosuke berhenti menghubungi Kanami. Ia tak pernah tiba ke daerah Kanami latihan lagi dan Yosuke juga tidak mengangkat telpon atau membalas sms Kanami. Kanami jadi binung dan curhat pada Maki. Ia pikir Yosuke murka alasannya yakni ia menggelitik Yosuke waktu itu.

Lalu kita diperlihat kehidupan Yosuke. Ternyata Yosuke yakni pasien dialisis. Meski begitu, Yosuke hidup sendiri dan bekerja mencari uang sendiri juga. Maki menemui Yosuke ketika pulang kerja dan ternyata Maki tahu penyakit Yosuke. Ia bertanya kenapa Yosuke tidak membalas pesan Kanami dan kenapa Yosuke menyuruhnya tidak memberitahu Kanami mengenai penyakit Yosuke.
Karena biasanya untuk menghindari wanita, Yosuke selalu menyampaikan penyakitnya. Yosuke memang cukup terkenal alasannya yakni ia tampan, tapi ia malas berurusan dengan wanita. Makanya Maki gundah kenapa Yosuke bersikap tidak biasa pada Kanami (well, beliau tahu alasannya kok, si Maki ini).
Malam itu ketika pulang dari basuh darah, ia ditelpon oleh Maki, tampaknya MAki bohong, beliau bilang ingin membicarakan sesuatu atau apa gitu. Kaprikornus ketika Yosuke tiba ia kaget alasannya yakni ada Kanami disana.
Maki meninggalkan mereka berdua. Yosuke juga malas dan ingin pulang, tapi Kanami mabuk. Kaprikornus Yosuke terpaksa duduk dihadapan Kanami. Kanami tidak tahu kalau Yosuke disana dan ia dalam mabuknya mulai membicarakan Yosuke dan kesudahannya menyampaikan kalau ia menyukai Yosuke.
Yosuke tentu saja terkejut, apalagi Kanami ketika tahu Yosuke ada di hadapannya.

Yosuke mengantar Kanami ke daerah pemberhentian bus, tapi bus terakhir sudah lewat, jadi Yosuke akan memanggil taksi. Kanami menolak dan duduk di sana. Ia kesal alasannya yakni Yosuke menolaknya, Yosuke menyampaikan ia tak sanggup berpacaran dengan Kanami.
Karena Kanami termasuk keras kepala, Yosuke kesudahannya harus menceritakan mengenai penyakitnya pada Kanami. Kanami cukup terkejut, tapi ia tidak jijik dengan bekas suntikan di lengan Yosuke. Ia bahkan menyampaikan tak duduk kasus dengan hal itu dan menciptakan Yosuke marah, alasannya yakni itu yakni duduk kasus baginya.
Malam itu keduanya bertengkar.

Sejak itu Kanami tidak pernah terlihat latihan di daerah biasa dan Yosuke gundah kenapa.
Hari itu Yosuke basuh darah ibarat biasa dan gundah kenapa paman yang biasa ada di samping daerah tidurnya tidak ada. Yosuke cukup akrab dengan paman itu, keduanya terkenal paling ribut kalau sedang basuh darah berdua.
Ternyata paman itu sudah meninggal dunia dan meninggalkan sebuah memo. Dokter memperlihatkan pada Yosuke alasannya yakni Yosuke yang paling akrab dengan paman itu. Tapi Yosuke menyampaikan mungkin itu untuk keluarga paman itu, tapi Dokter berkata paman itu hidup sendirian dan tidak punya keluarga.
Sebelumnya, Yosuke dan paman itu membicarakan mengenai sebuah hubungan, tampaknya Yosuke curhat mengenai Kanami yang menyukainya. Paman itu menyampaikan sendirian mereka kesepian, kalau berdua juga kesepian, jadi sama saja. Kalau sendirian, harapan yakni sebuah angan-angan, kalau berdua, mungkin sanggup jadi kenyataan. Sesuatu ibarat itulah dan catatan paman itu tampaknya mengenai hal itu juga, pada dasarnya beliau ingin Yosuke jangan tetapkan untuk sendirian, beliau akan lebih berpengaruh bila berdua.

Hari itu Yosuke badmood alasannya yakni meninggalnya sahabat curhatnya.
Tiba-tiba Kanami dan Maki tiba dengan mobil. Ternyata selama tidak latihan itu, Kanami ikut les mengemudi dan berhasil mendapatkan SiM. Ia melakukannya semoga ia sanggup mengantar jemput Yosuke, alasannya yakni niscaya sulit ke rumah sakit sendirian. FYI, rumah sakit di sana letaknya agak jauh di pegunungan dan bus yang kesana juga cuma 1, jadi bersama-sama untuk ke sana itu butuh waktu yang cukup lama.
Yosuke yang sedang tidak lezat pikirannya murka pada Kanami kenapa Kanami melaksanakan hal ini. Ia mengingatkan Kanami kalau ia akan mati sebentar lagi dan memintanya jangan menganggunya lagi.
Aku salut akting Ryo Ryusei disini, keren banged, dapet banged huhhuhuhu.
Saat Yosuke meninggalkannya, Kanami mengejarnya.
Meski Yosuke menolak bicara bahkan mendorongnya, Kanami tidak mengalah hingga menjatuhkan Yosuke dan ia menangis di hadapan Yosuke untuk tidak menyampaikan perihal kematian.
Kanami terus menangis dan hati Yosuke tersentuh, ia menyampaikan pada Kanami ia benci gadis cengeng, jadi jangan menangis. Mereka berdua berpelukan dan, begitulah kesudahannya mereka jadian.

Sejak ketika itu, Kanami mengantarkan Yosuke untuk basuh darah, bahkan dokter ingin tau dengan sopir gres Yosuke yang katanya imut.
Hubungan keduanya berjalan lancar, Yosuke juga melihat latihan Kanami yang masih buruk. Saat keduanya menikmati kencan, Kanami memperlihatkan hidung badut merah pada Yosuke, Kanami menyampaikan kalau itu yakni kembarannya^^
Keduanya juga kencan di daerah resepsi ijab kabul dan Kanami menyampaikan ia punya harapan membawa keluarganya dan keluarga Maki kesana, mengadakan sebuah pesta kecil. Kanami bersama-sama memperlihatkan kode-kode hehehehe.
Awalnya sih Yosuke akal-akalan tak mengerti, tapi siapa sangka ia mengeluarkan cincin dan melamar Kanami, aaawwwww.
Kanami sangat senang hari itu, ia excited banged meski ia bercanda menyampaikan ia ingin cincin ijab kabul yang mahal HAHAHAHA.

Yosuke tiba secara resmi ke rumah Kanami untuk melamar Kanami. Orang bau tanah merestuinya alasannya yakni itu yakni orang yang Kanami pilih, meski ayah sangat khawatir. Tapi ibu menyampaikan kalau itu Kanami, ia akan baik-baik saja.
Dan waktu berlalu, 1 ahad sebelum pernikahan, Kanami dan Maki menulis ucapan terimakasih dan menyiapkan hadiah untuk tamu. Ternyata Maki juga merasa sedikit khawatir. Ia tidak tahu kenapa hatinya galau, apakah alasannya yakni Kanami menentukan Yosuke atau alasannya yakni ia merasa Kanami diambil dari sisinya.

Sehari sebelum pernikahan, Kanami tampil di taman. Yosuke tiba untuk mendukungnya, menyampaikan ini penampilan terakhir Kanami sebagai perempuan single, alasannya yakni besok mereka akan menikah. Kanami nervous, tapi ia berusaha melaksanakan dengan baik.
Yosuke juga khawatir Kanami tidak sanggup melakukannya, tapi kali ini Kanami berhasil main lempar 3 bola. Melihat wajah yang menonton tersenyum, Kanami sangat bahagia.
Sampai tiba-tiba Yosuke jatuh pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.

Yosuke dirawat di rumah sakit. Orang bau tanah Kanami dan orang bau tanah Yosuke datang. Ibu Yosuke terus menangis alasannya yakni besok harusnya menjadi hari bahagia, besok yakni hari ijab kabul anak mereka. Ayah Kanami yang jarang bicara hari itu bahkan bicara menenangkan ibu Yosuke.
Kanami sendiri berusaha tegar. Ia mengambil cicin donasi Yosuke dan mengenakannya. Keesokan harinya, Yosuke sudah sadar dan ia terlihat baik-baik saja. Kanami ke rumah Yosuke mengambil baju ganti dan membawa akuarium kecil Yosuke, juga memperlihatkan foto kamar Yosuke, ia merapikannya dan itu menciptakan keduanya tabrak mulut. Bahkan dokter ikutan pertengkaran kecil mereka.
Semuanay tampak baik-baik saja hingga dokter memanggil Kanami dan menceritakan kondisi Yosuke yang sebenarnya. Kanami menolak percaya. Dokter menyarankan operasi tapi harus disetujui oleh keluarga korban. Kanami tidak sanggup mengambil keputusan dan menyampaikan ia akan menghubungi orang bau tanah Yosuke besok.
Ia tidak ingin menciptakan Yosuke bersedih dan malam harinya ia mengingatkan Yosuke untuk mengisi formulir surat ijab kabul mereka. Ia menceritakan kalau tampaknya seluruh rumah sakit sudah tahu dan memanggilnya nyonya Akiyama. Kanami tampak senang sekali, tapi Yosuke tidak.

Keesokan harinya, Yosuke mengambil surat itu dan akan mengisinya, tapi ia tak sanggup menggerakkan jarinya dengan baik. Ia tidak sanggup menulis. Yosuke terkejut dan melihat jari-jarinya mulai menghitam.
Disaat yang sama, Kanami dan orang bau tanah Yosuke menemui dokter dan dokter menceritakan kondisi Yosuke. Sepertinya tidak tertolong lagi. Ibu Yosuke terus menangis. Tapi Kanami ibarat biasa, ia tidak mengeluarkan air mata.
Maki yang ketika itu tiba berkunjung mendengar hal itu. Ia masuk ke kamar Yosuke seakan-akan tak mendengar apa yang terjadi. Ia menyampaikan kalau Kanami dulunya cengeng, tapi kini ia tampak lebih remaja dan cukup tegar. Yosuke curhat pada Maki mengenai Kanami, ia yakin kalau Kanami sedang menangis di suatu tempat. Kanami selama ini menahan tangisnya alasannya yakni ia menyampaikan kalau ia benci gadis cengeng.
Dan benar saja, Kanami selama ini ternyata punya daerah sendiri untuk memangis, yaitu di dalam mobil. Jika ia ingin menangis, ia akan permisi seolah ingin menjemput sesuatu dan ia akan pergi ke kendaraan beroda empat dan menangis disana.

Setelah Kanami merasa hening dan ia menghapus air matanya, melihat wajahnya di cermin dan berusaha tersenyum, ia kembali ke kamar Yosuke. Yosuke tampaknya sudah menciptakan keputusan. Begitu Kanami masuk, ia membuang formulir ijab kabul ke arah Kanami. Ia menyampaikan kalau ia tidak sanggup menikahi Kanami dan ia ingin membatalkannya. Kanami tentu saja bingung.
Karena Yosuke berteriak padanya, menyampaikan kalau bersama Kanami terlalu menyakitkan baginya. Kanami menangis dan berlari lagi menuju mobilnya, Maki disana menunggunya dan Kanami untuk pertama kalinya menangis mengeluarkan suara. Ia benar-benar sangat sedih.
Malam harinya, Kanami dan Maki curhat. Maki kelihatan ikut bersedih pada keduanya.

Keesokan harinya, Kanami tidak kembali ke rumah sakit. Yosuke tidak selera makan. ia mengambil surat ijab kabul kembali dan tampaknya ia akan mengisinya. Tapi belum sempat, tiba-tiba Maki dan 2 temannya datang, menculik Yosuke. Yosuke tentu saja bingung.
Ternyata Yosuke dibawa ke daerah Yosuke melamar Kanami dulu dan Kanami sudah ada disana dengan wedding dress-nya, tersenyum ke arah Yosuke. Seluruh keluarga dan temat terdekat, bahkan dokter ada disana. Kanami menyampaikan kali ini ia yang akan melamar Yosuke dan meminta Yosuke menikah dengannya.
Kanami tahu kalau Yosuke mungkin akan menolaknya, jadi ia menyuruh Maki merekam, kalau ditolak kan lucu, jadi nanti ia akan menyebarkannya di internet.
Tapi tentu saja, kesudahannya Yosuke mendapatkan lamaran Kanami dan seluruh keluarga bergembira hari itu.

Kanami dan Yosuke menikah. Yosuke masih membawa kembaran kanami, hidung merah badut dan menceritakan yang sebenarnya, ia pertama kali melihat Kanami bukan ketika camping, melainkan ketika latihan ^^

Ending movie ini cukup menyedihkan, tapi alasannya yakni udah sanggup menebak gimana endingnya, hati sudah dipersiapkan. Setelah menikah dengan Kanami, Yosuke masih di rawat di rumah sakit dan tampaknya Kanami berhenti sementara menjadi badut penghibur untuk merawat Yosuke.
Yosuke meninggal pada demam isu gugur tahun yang sama (mereka menikah di demam isu panas) dimana Kanami setia berada disampingnya hingga hembusan nafas terakhirnya. Keluarga dan sahabatnya Maki juga ada disana.
Kanami menemukan hidung badut merah ada digenggaman tangan Yosuke, tampaknya ia menggenggamnya selama ini.
Setelah kepergian Yosuke, Kanami tidak keluar rumah, ia tinggal di rumah Yosuke dan tidak bersemangat. Dokter tiba suatu hari membawakan sesuatu. Yosuke membelikan cincin untuk Kanami dan mengirim ke alamat rumah sakit. Sayangnya Yosuke tidak sempat memperlihatkan cincin itu.
Kanami melihat ada goresan pena di cincin itu, All For You, It’s My Pleasure. Itu yakni pesan terakhir Yosuke pada Kanami untuk berbahagia, alasannya yakni kebahagiaan Kanami yakni kebahagiaanya.
Ternyata air mata Kanami belum mengering, ia menangis lagi sambil tersenyum. Ia terus melanjutkan hidupnya untuk menciptakan orang lain tertawa.

Story 3,5/5
Movie ini bersama-sama kalau lebih panjang, atau lebih ada sesuatu-nya gitu, niscaya bakalan keren banged. Dan saya nggak tau ‘sesuatu’ itu apa, tapi terasa ada yang kurang.
Entah itu alasannya yakni ceritanya terlalu cepat atau bagaimana ya, 88 menit itu terasa buru-buru banged. Seandainya lebih banyak adegan kencan Kanami dan Yosuke, jadi kesan ketika Yosuke melamar itu nggak buru-buru. Feel-nya kurang dapet gitu alasannya yakni rasanya mereka gres ketemu tapi sudah akan menikah.
Atau mungkin memang ibarat itu ya, yang ingin ditunjukkan oleh movie ini, kalau mereka berdua sama sekali nggak ragu dan sudah memantapkan hati.
Padahal berdasarkan saya akting semuanya anggun lho, saya suka adegan dengan orang bau tanah Kanami, sayangnya sedikit banged huhuhhuhu. Padahal kalau lebih banyak adegan dengan menantu akan lebih seru.

Cinematography 3,5/5
Aku suka cara pengambilan gambar di movie ini dalam beberapa adegan dan warna yang dipakai juga cerah-cerah, jadi menontonnya adem gitu. Memang sih, teknik pengambilan gambarnya nggak begitu wah juga. Tapi tertutupi dengan lokasi syutingnya yang berdasarkan saya cukup indah meski sederhana.
Harusnya banyak adegan di rumah Kanami, saya suka rumah Kanami, ala-ala rumah usang jepang dan disamping rumahnya, yakni rumah Maki dimana posisi rumah Maki agak lebih tinggi tanahnya. Kaprikornus indah aja gitu kelihatannya.

Music: 3/5
Aku suka ending song movie ini, sayangnya BGM ketika movienya kurang. Padahal ini movie melodrama gitu, harusnya musiknya wajib ini hehhehehe.

Character 4/5
Karakter inti movie ini cuma 3, Kanami, Yosuke dan Maki, yang lain cuma pembantu dan kiprahnya sedikit.
Soal akting sih nggak ragu ya, Shida MIrai gitu lho. Sayangnya disini harusnya diceritakan kalau mereka semuanya sudah dewasa, tapi saya merasa kalau mereka masih anak-anak, kayak masih Sekolah Menengan Atas gitu HAHAHAHHHA. Padahal harusnya umur mereka udah 25 gitu heheehhee.
Mungkin alasannya yakni Mirai imut kali ya lol.

Opening: 4/5
Openingnya cukup menarik, menciptakan kita ingin tau selanjutnya. saya udah mengira sih kalau Yosuke jatuh cinta pada pandangan pertama.

 

Ending 4/5
Aku sudah mengira ini sad ending. Dan bersama-sama saya menyukai endingnya, adegan endingnya menyentuh banged malahan.
Hanya saja, harusnya kita diperlihatkan bagaimana Kanami sesudah itu, contohnya diperlihatkan beliau yang melanjutkan menjadi badut dan masih tersenyum. Karena kan inti utamanya kisah ini awalnya gadis badut dan penderita dialisis.
Pengennya saya aja sih ya HAHAHA

Overall, ini movie bagus, tapi nggak anggun banged juga.
Nggak ada getaran pengen nonton ulang gitu, bukan alasannya yakni sad ending tapi ya gitu deh hehheehhe. mungkin alasannya yakni nggak bikin baper kali ya LOL.

Continue Reading

More in Crybaby Pierrot's Wedding

To Top