Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: Drowning Love / Oboreru Knife (2016)

Daiki Shigeoka

[Review] J-Movie: Drowning Love / Oboreru Knife (2016)

Drowning Love ialah salah satu Most Anticipated Japanese Movie 2016 yang pernah saya share di blog yang usang (apakah saya perlu re-upload most anticipated movie disini? LOL).
Aku sudah cukup usang menunggu movie ini sebab saya menyukai dua pemainnya, Nana dan Masaki. Seperti biasa, penantian panjang risikonya berakhir dan saya nggak harus galau menunggu subtitle sebab saya yakin bakalan ada yang nge-sub movie ini. Dan pada akhirnya, beberapa waktu yang kemudian saya menuntaskan movie ini dan saya shock sebab movie ini jauh dari yang saya bayangkan.
Awalnya saya berfikir ini movie wacana teen-romance biasa, tapi siapa sangka movienya cukup berat, gelap dan bahkan ada tragedinya. Meski jujur saja, ceritanya menciptakan saya sangat sangat sangat bingung, tapi movie ini meninggalkan kesan yang cukup mendalam sehabis menontonnya. Salah satunya ialah timbulnya banyak sekali pertanyaan yang tidak terjawab HAHAHHHA.

Drowning Love / Oboreru Knife / Oboreru Naifu / The Knife That Dropped in Water ialah sebuah live action movie yang rilis pada tahun 2016 lalu, diangkat dari manga berjudul sama karya George Asakura yang diterbitkan di majalah manga Bessatsu Friend mulai 2004-2013. Movie berdurasi 111 menit ini disutradarai oleh Yuki Yamato (Itsutsu Kozoereba Kimi no Yume) yang merangkap sebagai penulis naskah bersama Kishu Izuchi (Furin Junai, What A Wonderful Life).
Movie ini dibintangi oleh Komatsu Nana (Maniac Hero, Bakuman, Close Range Love), Masaki Suda (Pink and Gray, Princess Jellyfish, Jimi ni Sugoi), Daiki Shigeoka (The Magnificent Nine, Bad Boys J The Movie, Ninjani Sanjo), Mone Kamishiraishi (Chihayafuru, Nobody Perfect, Hokusai to Meshi Saeareba) dan cast lainnya.

Movie yang mengambil genre teen-romance ini menceritakan mengenai pencarian jati diri seorang gadis 15 tahun yang bertemu dengan seorang laki-laki yang bersinar menyerupai yang kuasa dan tertarik padanya.
Keduanya saling jatuh cinta tapi sebuah bencana mengubah semuanya, yang membawa sang gadis kembali mengejar impiannya yang sempat hampir padam.

SINOPSIS

“Saat itu saya masih berusia 15 tahun. Usia dimana seseorang bisa tahu segalanya, usia dimana semua hal bisa diraih, usia dimana kita bisa mengubah segalanya. Dan kami juga memiliki hak untuk bisa menghabiskan waktu bersama sahabat dan tertawa bahagia. Yang saya inginkan hanyalah, badan yang bisa sanggup bergerak ke sana ke mari. Meski mataku terpejam atau nafasku berhenti dan tanganku gemetar.”

Natsume Mochizuki (Komatsu Nana) ialah seorang model majalah fashion yang bagus dan populer. Karena kesehatan kakeknya memburuk, keluarganya terpaksa pindah ke kampung halaman ayahnya di Ukigumo dan Natsume harus berhenti dari pekerjaannya. Bagi Natsume, menjadi model ialah segalanya baginya, jadi ia tak begitu excited pindah ke desa lebih tepatnya ia kesal. Di desa pinggir maritim yang tentu saja sangat berbeda dengan Tokyo, di hari pertama ia sudah bosan. Saa pesta penyambutan di rumahnya, ia kabur dari sana dan berjalan disekitaran desa. Ia tertarik pada sebuah hutan dengan tanda tidak boleh masuk, ia masuk ke sana dan dalam perjalanannya di hutan itu berakhir ke sebuah pantai yang indah. Tapi meski indah, pantai itu terlihat angker dan sepi. Ada sebuah kuil kecil disana (bukan kuil sih, daerah berdoa gitu) dan Natsume tertarik jadi ia berjalan disekitaran pantai itu. Saat itu suasana maritim seolah marah, angin berhembus tapi ia tidak takut. Disana ia melihat seseorang dengan rambut pirang, dimatanya laki-laki itu kelihatan bersinar dan ia sangat tertarik untuk mendekat. Ia memperhatikan laki-laki itu yang berenang di laut. Dan dikala laki-laki itu naik ke darat, tiba-tiba Natsume menjadi takut sebab laki-laki itu mendekat padanya dan membuatnya terjatuh, laki-laki itu membisikkan sesuatu padanya yang nantinya kita akan tahu apa yang sebetulnya dibisiikan laki-laki itu di part terakhir movie.
Natsume, untuk pertama kalinya tertarik dengan seorang pria.

Natsume mulai bersekolah di Sekolah Menengah Pertama di desanya dan ia sekelas dengan laki-laki yang ternyata berjulukan Koichiro Hasegawa (Masaki Suda), teman-temannya lebih sering memanggilnya Kou. Natsume juga berkenalan dengan Otomo Katsutoshi (Daiki Shigeoka) dan Kana Matsunaga (Mone Kamishiraishi) yang menceritakan sedikit wacana Kou yang merupakan anak dari pelindung desa mereka, keluarga Hasegawa. Kabarnya Keluarga Hasegawa ini memiliki kekuatan spiritual dimana mereka ialah insan yang paling dekat dengan tuhan/dewa di desa itu, makanya keluarga Hasegawa secara turun temurun menjad pelindung desa.
Natsume cukup terkenal di kelasnya di hari pertama sebab mereka tahu kalau ia model. Tapi Natsume dikala itu hanya tertarik pada Kou. Ada penggalan dalam dirinya yang ingin tahu lebih banyak wacana Kou. Saat Kou tahu Natsume ialah model dan temannya memperlihatkan majalah yang memuat foto Natsume, Kou tidak terlalu tertarik dan menyampaikan Natsume akan segera tereliminasi sebab ada banyak model bagus sekarang. Natsume memang menantikan komentar Kou, tapi mendengar itu, Natsume kemudian bertanya kenapa Kou tiba ke daerah terlarang itu. Mendengar itu teman-temannya terkejut sebab Kou kesana lagi. Kabarnya daerah itu terlarang sebab banyak memakan korban, Otomo menyampaikan kalau kapal ayahnya hilang disana dan tidak ditemukan hingga sekarang. Barang siapa yang masuk ke maritim disana /  berenang, maka akan di kutuk. Kou sendiri tidak peduli dan menyampaikan kalau ia sudah dikutuk, jadi teman-temannya jangan ada yang mengikutinya.

Tapi Natsume memang sangat ingin tau akan Kou dan tiba kesana lagi, sebab ia yakin Kou niscaya ada disana. Natsume menyampaikan kalau desa itu membosankan, sebab tidak ada apa-apa disana, jadi pantas saja Kou mainnya di daerah menarik menyerupai ini. Kou malah menganggap Natsume gadis menarik dan membawanya ke suatu tempat. Natsume berfikir kalau Kou ingin memperlihatkan pemandangan indah padanya, tapi Kou malah membuatnya melompat ke maritim dan kemudian Kou tertawa sebab Natsume kini sudah di kutuk.
Keduanya sama sekali tidak khawatir dan malah menikmati hal itu.
Sejak dikala itu, Natsume dan Kou tampaknya menjadi dekat, meski kedekatan mereka ini sangat unik. Natsume sendiri akan kembali menjadi model sebab ada fotografer terkenal yang tertarik padanya. Fotografer itu bahkan rela tiba ke desa untuk memotret Natsume, ia ingin menciptakan photobook.
Saat mereka melaksanakan pemotretan di hutan, si fotografer ini memang kelihatan agak aneh, gimana ya bilangnya, garang gitu, dan Kou melihat mereka, ia melempar sesuatu ke kepala si fotografer itu. Kou kelihatan tidak suka? Atau bagaimana, tapi ia memang mengganggu mereka.
Saat ia pergi, Natsume mengejarnya dan terjadilah kejar-kejaran diantara mereka yang menurutku cukup unik. Meski risikonya Kou meninggalkan Natsume yang kelelahan.
Si fotografer juga mengejar Natsume dan terus memotret dan memotret sementara Natsume menyampaikan kalau ia ingin menantang dirinya dengan ini, apakah ia bisa menang kali ini.
Meski saya nggak mengerti maksudnya menang atas apa AHAHAAHHA.

Scene berikutnya memperlihatkan Kana yang menyampaikan akan mendukung kekerabatan Kou dan Natsume, pada Natsume. Entah semenjak kapan Natsume punya sebuah gelang derma Kou dan ini menciptakan saya galau lagi.
Sepertinya memang kekerabatan mereka sudah sedekat itu. Kalau saya lihat sih, Kana ini menyukai Kou diam-diam. Kana gadis tidak populer, ia senang punya sahabat Natsume tapi Natsume tampaknya tidak menganggap Kana special.
Saat Kana membicarakan mengenai Natsume yang akan cocok menjadi istri Kou, Kou lewat disana dan mata Natsume hanya pada Kou, jadi ia cuekin Kana. Ia pulang bersama Kou dan keduanya saling berlari lagi dan lagi (unik).
Saat mereka berhenti, Natsume memperlihatkan photobooknya yang sudah jadi. Kou membalik halaman tiap halamannya dalam diam. Disini saya merasa kalau Kou memang menyukai Natsume dan dikala itu Natsume masih belum tahu. Natsume sendiri menyampaikan kalau ia ingin selalu ada dekat Kou dan menarik perhatian Kou, Jika ia menciptakan Kou murka atau menang atas Kou, mungkin itu bisa menciptakan ia menjadi lebih dekat Kou, dan sesuatu menyerupai itu. Natsume tidak mengerti apa maksud itu.
Saat Natsume kelihatan galau dengan perasaan sendiri, Kou memberikannya minuman bersoda dan dikala Natsume membukanya, busanya keluar sebab mereka tadi habis lari. Tapi berkat itu keduanya kissu dan tampaknya mulai pacaran.

Setelah pacaran dengan Kou, Natsume tidak peduli lagi menjadi model atau bagaimana, asalkan ia bisa dekat Kou. Tapi sehabis itu Kou malah kelihatan galau. Ia bahkan meninggalkan Natsume sendirian padahal mereka kesepakatan pulang bersama. Natsume tentu saja mengejarnya.
Aku melihat ada kekhawatiran yang amat sangat di wajah Kou mengenai hubungannya dan Natsume. Keduanya sempat bertengkar dan Natsume bahkan menanyakan apakah Kou benar menyukainya atau tidak. Meskipun Kou tidak menjawab, ia melepaskan gelang ditangannya dan memperlihatkan pada Natsume, itu akan melindungi Natsume. Gelang Kou itu ialah gelang derma keluarganya sebagai penerus pelindung desa, dan tampaknya sangat penting. Karena Kou memperlihatkan itu pada Natsume, artinya Natsume itu sangat penting bagi Kou.
Natsume sendiri memperlihatkan gelangnya pada Kei dan menyampaikan kalau ia akan melindungi Kei.
Keduanya berbaikan kembali dan menjalani hari-hari menyenangkan sebagai sepasang kekasih.

Festival terbesar di desa, Festival Api akan dilakukan malam ini. Saat itu, ada seseorang yang bertamu ke rumah mereka, seorang laki-laki berjulukan Takumi Hasume. Sejak awal saya sudah melihat laki-laki ini mencurigakan, ibu bahkan memanggil Natsume ke bawah untuk bertemu si Hasume ini dan dikala itu mereka membicarakan Natsume yang pacaran dengan Kou dan akan ke bazar api bersama.
Natsume mengenakan yukata di bazar api bersama kou dan pengikat obi-nya lepas, Kou membantunya memasangnya, Kou terampil banged dan menciptakan Natsume makin cinta. Kalau saya lihat, Kou ini kaku banged dalam pacaran, jadi ia bukan tipe orang yang memperlihatkan dengan manis, ia selalu terlihat berwajah dingin, jarang tersenyum, jadi kelihatan kaya cewek yang ngejar cowoknya. Tapi sebetulnya Kou itu perhatian dan ia tidak bisa mengekspresikannya dengan baik.
Aku suka banged dikala Natsume ingin menggenggam tangan Kou tapi ia tak bisa melakukannya dan agak kesal, Kou tiba dan menggenggam tangannya. Keduanya kelihatan romantis dengan cara yang berbeda, ngobrol sambil jalan kesana kemari hingga capek liatnya, dan mereka berakhir dengan kissu di sebuah bus HAHHAAHHAHA.

Di bazar api, keluarga Hasegawa ialah pada dasarnya disana, sebab mereka pelindung desa. Makara Kou memang harus hadir disana. Para pembawa api ialah para laki-laki di desa dan para perempuan hanya boleh menonton. Natsume menonton dikala itu dan ia kabum melihat Kei.
Hasume tiba-tiba tiba menemui Natsume menyampaikan kalau kakek Natsume pingsan dan orang renta Natsume sudah membawanya ke rumah sakit. Natsume tanpa ragu ikut dengan Hasume dan beruntung ia berselisih dengan Kana dan memberitahu Kana kalau kakeknya masuk rumah sakit.
Kana sendiri bisa dibilang gadis yang penuh rasa curiga jadi ia pribadi memberitahu Kou sebab orang yang membawa Natsume itu mencurigakan. Otomo yang mendengar itu menyampaikan ia gres melihat kakek Natsume disana dan risikonya mereka tahu kalau Natsume dalam bahaya.

Dan sempurna saja, ternyata si Hasume ini stalkernya Natsume alias ssasaeng fans gitu. Ia membawa Natsume ke jalanan sepi dan bersiap melaksanakan hal jahat. Untung Natsume bisa kabur dan masuk ke hutan.
Beberapa dikala kemudian Kou berhasil menyusul mereka dan akan menyelamatkan Natsume, dikala ia akan menolong Natsume naik ke daerah yang lebih tinggi, Kou lengah sebab Hasume memukulnya dengan batu. Natsume panik dan segera kabur tapi ia tertangkap. Si Hasume ini beneran menjijika ugghhhhhhhh. Natsume pribadi pingsan. Tapi untung warga desa segera menemukannya sebelum hal lebih parah terjadi, atau sudah terjadi tapi nggak diliatin?
Natsume menangis di pelukan ayahnya yang berusaha menenangkannya sementara itu Kou juga menangis sebab ia tak bisa menolong Natsume, Kou bahkan terus menunduk dan tidak menatap Natsume. Ia juga ditenangkan oleh warga desa.

Sejak dikala itu keadaan berubah 180 derajat.
Natsume memasuki masa SMA-nya. Ia masih stress berat dengan insiden malam itu meski hal itu tampaknya sudah setahun berlalu. Di ekspresi dominan panas, ia tak berani melepas blazernya, ia selalu menggunakan blazer.
Natsume yang dulu terkenal sudah tidak terkenal lagi di SMA. Ia menjadi gadis penyendiri, ia tak punya teman. Sementara Kanna yang dikala Sekolah Menengah Pertama tidak punya teman, kini cukup terkenal dan punya banyak teman.
Otomo yang satu Sekolah Menengan Atas dengan mereka juga tidak dekat lagi dengan Natsume. Gosip mengenai Natsume yang diperkosa menyebar dengan cepat bahkan ke industri hiburan juga. Natsume menjadi materi gosip disana sini.
Natsume melalui masa SMA-nya dengan makan sendirian dan suatu hari Otomo risikonya bicara padanya sehabis sekian lama.

Kou sendiri berhenti dari Sekolah Menengan Atas dan ia menjadi preman/yankee yang asik berkelahi. Sejak insiden malam itu, ia terus menghindari Natsume dan mereka tampaknya tidak pernah bertemu lagi.
Disaat tidak ada yang peduli pada Natsume, Otomo-lah yang mengisi hari-hari Natsume. Ia dan Otomo menjadi dekat dan berteman.
Tapi ternyata di hati Natsume hanya ada Kou. Bahkan dikala mereka bertemu untuk pertama kali sehabis sekian lama, hanya berselisih dan melirik sedikit, hati Natsume tidak bisa di bohongi.

Karena Kou tidak mencarinya, maka Natsume yang mencari Kou. Karena Kana membantunya menyampaikan dimana daerah Kou, ia pergi menemui Kou. Tapi dikala melihat Natsume, Kou kabur dan menghindar. Tapi kali ini Natsume tidak mengalah dan terus mengikutinya dan mengikutinya. Sampai mereka masuk ke kapal dan Kou sengaja menyalakan mesin dan membawa Natsume menjauh dari darat.
Tentu saja Natsume kesana untuk menanyakan kenapa Kou selalu menghindarinya selama ini, padahal ia selalu menunggu KOu. Kou tampaknya malah menganggap itu bukan hal yang penting. Ia menyuruh Natsume jangan menyia-nyikan hidupnya menyerupai ini. Di kapal itu mereka berdua sempat bertengkar jago dan bahkan saking kesalnya Natsume mencekik Kou dan menjatuhkannya ke laut.
Disana saya melihat kalau Kou sempat mencium Natsume meski nggak bersentuhan dan kemudian Kou sengaja tidak berenang dan ia menenggelamkan dirinya. Untung Natsume menyelamatkannya.
Kalau saya tidak salah menebak sih, tampaknya Kou sangat menyayangi Natsume tapi mereka berdua tidak akan bisa bersama, sebab kalau mereka bersama akan menyebabkan kesialan gitu, makanya Kou menyuruh Natsume melupakannya dan mereka jangan bertemu lagi.

Natsume tentu saja sangat murung akan hal itu, ia terluka dan menangis dikala pulang ke rumah dengan baju basah. Kebetulan Otomo sedang main bersama adiknya di halaman rumah dan melihatnya. Otomo berusaha menangkan Natsume dan mengajaknya ke daerah main baseball. Mereka curhat disana, Otomo mendukung harapan Natsume dan menyampaikan kalau Natsume tampaknya sangat menyukai modelling dan menyuruhnya ke Paris meninggalkan segalanya yang ada di desa ini. Natsume menjadi lebih baik sehabis itu, ia memukul bola baseball bersama Otomo dan bahkan bertanya pada Otomo apakah Otomo menyukainya. Tapi Otomo menyampaikan mereka hanya teman, ia baik-baik saja jikalau mereka hanya teman.
Natsume mulai punya perasaan pada Otomo ditandai dengan dikala ia mengecat kuku, ia mengecat 8 kuku kakinya dengan warna biru (Kou, laut) dan mengecat 1/2 lainnya dengan warna merah (Otomo, Bunga Tsubaki).
Saat ia sakit, Otomo tiba menjenguknya dan disana Otomo lucu banged. Natsume juga gila sih, mau ganti baju tu pemuda ga disuruh keluar dulu HAHAHHAHAAHHA.
Mereka mengobrol dengan dekat dan bagaimana Otomo melihat kuku kaki Natsume menanyakan kenapa yang itu warnanya beda. Keduanya benar-benar terlihat cocok bersama, tertawa bersama, Otomo bahkan mencium Natsume, saya rasa disana mereka mulai pacaran.

Natsume sendiri mendapat proposal untuk bermain dalam film, awalnya ia menolak sebab ia sudah berhenti. Tapi mereka meminta Natsume membaca naskahnya dulu. Film itu ternyata wacana tokoh utamanya yang berusaha bangun sehabis mengalami insiden pemerkosaan. Tentu saja Natsume berfikir 2 kali sebelum menerimanya.
Fotografer terkenal yang menciptakan photobooknya tiba ke desa kembali dan menemui Natsume, menyampaikan kalau Natsume yang kini sudah berubah, aura bersinarnya dulu sudah menghilang dan ia bahkan sudah tidak tertarik dengan Natsume lagi.
Natsume bertanya kenapa ia harus bermain dalam film menyerupai itu dan Fotografer malah menyampaikan kalau itu tidak apa-apa, sebab pada aslinya Natsume orangnya mesum. Tentu saja Natsume terluka mendengar kata-kata itu. Ia menangis sendirian hari itu.

Natsume mulai bertanya-tanya apakah ini ialah kebahagiaan normal baginya, menjalani hidup menyerupai ini, apakah ia harus tetap hidup di desa ini.
Hari itu Natsume berniat pergi ke daerah terlarang lagi dan ia bertemu dengan Kou dalam perjalanan kesana. Kou kelihatan terluka sehabis bertarung dengan yankee lainnya. Kou pingsan dan mereka pergi ke suatu tempat.
Aku nggak tahu itu daerah apa, apakah daerah rahasia Kou? Terlihat menyerupai sebuah rumah.
Disana kita melihat kalau Natsume memang tidak bisa melupakan Kou sama sekali dan begitu juga dengan Kou, tapi Kou merasa mereka tidak bisa melaksanakan ini lagi. Natsume bahkan mengajak Kou kabur dari sana, tapi Kou malah menyampaikan ini akan menjadi terakhir kalinya mereka bertemu dan ia ingin Natsume meninggalkannya.

Ia menyampaikan disaat pertama kali ia bertemu dengan Natsume, Natsume sangat bersinar. Ia ingin Natsume menyadari pesonanya itu. Tapi Natsume menyampaikan kalau ia yang akan menentukan jalan hidupnya sendiri. Kou menyampaikan kalau ia akan tetap tinggal disini dan ia tak akan pergi, Natsume menyampaikan kalau itu yang Kou mau maka ia juga akan tinggal disana bersama KOu. Tapi Kou menyampaikan kalau Natsume bisa melangkah keluar dengan kekuatannya sendiri, sementara ia tak akan bisa membantu Natsume untuk bersinar. Ia juga ingin menjadi kebanggan Natsume tapi ia tak bisa. Ia memperlihatkan sebuah pisau pada Natsume dan menyuruh Natsume meninggalkannya. Natsume menangis dan pergi. Setelah Natsume pergi Kou juga menangis.

Di adegan ini saya mendapat sedikit inti permasalahan kekerabatan mereka. Pesannya itu tersirat tapi mungkin saja saya salah.
Menurut aku, Kou merasa ia tak akan bisa melindungi Natsume sementara Natsume akan melaksanakan segala cara biar bisa disamping Kou. Tapi Kou menyadari pesona Natsume kalau Natsume akan bisa terus bersinar dengan harapan Natsume menjadi seorang model. Jika Natsume tinggal di desa ini maka semua kemampuan Natsume akan sia-sia.
Sementara itu Kou ialah pewaris keluarganya, ia pelindung desa dan tak akan bisa pergi dari desa itu, ia tak akan bisa mendukung Natsume. Intinya ia tak akan bisa terus bersama Natsume dan ia akan menjadi penghalang harapan Natsume. Meski Natsume tidak problem ia akan terus tinggal di desa, Kou tidak ingin hal itu terjadi, ia tak ingin menjadi penghalang Natsume jadi ia meminta Natsume melupakannya saja.
Mereka berdua saling menyayangi tapi tidak bisa bersama.

Setelah insiden itu, Natsume membulatkan pikirannya. Pada risikonya ia masih 100% menyukai Kou. Ia tiba ke rumah Otomo dan minta putus dengan Otomo. Tapi Otomo tidak mau. Natsume menangis dan meminta maaf berkali-kali. Ia menyampaikan ia akan meninggalkan desa ini dan mengejar impiannya di Tokyo.
Otomo tidak problem jikalau mereka LDR tapi Natsume minta maaf sebab Otomo tidak ada dihatinya. Otomo benar-benar laki-laki yang baik, gilaaaa gw mendukung Otomo di movie ini.
Ia pada risikonya merelakan Natsume dengan menyanyi di karaoke milik keluarganya, dimana inti lagunya menyuruh Natsume untuk bersemangat mengejar impiannya dan tetap tersenyum. Sebuah lagu perpisahan yang menciptakan kita menangis sekaligus tersenyum melihat mereka berdua.
Keduanya putus dan menjalin kekerabatan sebagai sahabat baik.

Natsume akan berangkat ke Tokyo untuk hidup sendiri sehabis bazar api tahun ini. Malam festival, ia tidak pergi kesana, melainkan pergi ke daerah rahasia Kou, dirumah itu. Ia ingin menciptakan kenangan terakhirnya di desa disana.
Kana melihat orang mencurigakan mengenakan topeng dan ia yakin itu bukan topeng buatan Kou untuk festival. Merasa kalau Natsume dalam ancaman lagi, Kana segera mengejar Kou yang ada di bazar dan memberitahukan padanya.
Seseorang tiba ke rumah rahasia itu dan Natsume terkejut sebab orang itu mengenakan topeng yang ternyata ialah si stalker Hasume yang lagi-lagi tak mengalah untuk mmebuat Natsume menjadi miliknya.
Natsume tentu saja panik dan berteriak sejadi-jadinya hingga risikonya ia pingsan. Ia sempat mengeluarkan pisau derma Kou tapi ia tetap tak bisa melawan.

Nah disini adegan yang sangat unik terjadi, dimana Natsume terbangun dan tidak ada siapa-siapa disana. IA berfikir mungkin itu hanya mimpi.
Festival api berjalan dengan baik, Kou ada disana memimpin upacara.  seiring dengan musik bazar api, Natsume tiduran di rumah itu dan mulai memikirkan Kou sambil menangis dan kemudian ia menyadari kalau insiden tadi bukanlah mimpi.
Ia ingat Kou tiba menolongnya dan bahkan penuh dendam mencekik si Hasume itu. Kana juga ada disana, ia mencoba menghentikan Kou yang mencekik Hasume. Natsume berteriak pada Kou untuk tidak melepaskan si Hasume dan membunuhnya. Ia juga berteriak pada Kana kenapa Kana ada disana, sebab ia ingin menciptakan kenangan terakhirnya bersama Kou, ia tak ingin ada orang lain disana menganggu mereka.
Natsume terus berteriak pada Kou untuk membunuh si Hasume hingga Natsume pingsan. Dan begitulah dikala ia terbangun tak ada siapa-siapa.
Saat Natsume pingsan, sesuatu terjadi dimana si Hasume itu membunuh dirinya sendiri dengan harapan gosip ini akan menghantui Natsume seumur hidupnya.

Natsume berdiri di jalanan dan melihat Kana membawa baju penuh darah dan pisau. Kana menyampaikan akan melenyapkan semua bukti besok dan meminta Natsume untuk tidak bertemu Kou lagi. Natsume tentu saja terpukul, ia lemas.
Disini saya menduga bahwa Natsume berfikir kalau Kou memang membunuh Hasume atas perintaannya. Karena Natsume kan pingsan jadi ia tak tahu kalau si Hasume bunuh diri. Karena itu Natsume sehabis itu menghilang dari kehidupan Kou.
Ia menjadi aktris dan mendapatkan penghargaan atas filmnya, ia pada risikonya mendapatkan proposal film itu, ia bisa berakting dengan baik sebab itu termasuk pengalamannya, ia pernah mengalami hal yang serupa.
Natsume, hingga final tetap bersinar sementara kita tidak tahu nasib Kou bagaimana.

Tapi di ending kita melihat kalau Kou akan selalu memperhatikan Natsume dari jauh dan akan menjadi pelindung Natsume meski mereka tidak akan bertemu lagi.
Aku suka penggalan ending dimana mereka mengendarai motor bersama sambil berteriak dan berteriak sahut-sahutan, diawali dengan exited dan bahagia, dan di ending mereka berdua meneteskan air mata.
Natsume tidak pernah melupakan Kou dan kenangannya di desa itu dan Kou juga akan selalu memandang Natsume dari jauh.

Jujur saja bagi yang tingkat pemahamannya rendah menyerupai aku, ini movie benar-benar memusingkan, sebab kita dibentuk bertanya-tanya sepanjang movie. Tapi disana jugalah serunya, kita tak bisa berhenti menontonnya dan terus ingin tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Banyak pertanyaan dalam benak saya sehabis menonton movie ini, menyerupai kenapa dikala pertama bertemu Kou menyampaikan ‘kita bertemu lagi’ pada Natsume (aku nggak tahu apakah subnya salah atau bagaimana), kenapa Natsume menyampaikan ‘saat itu’ Kou ingin bunuh diri (meski saya nggak yakin dikala itu yang dimaksud dikala mereka pertama bertemu atau dikala Kou yang menenggelamkan diri di maritim dikala mereka di kapal), apa sebetulnya yang menciptakan Kou dan Natsume putus, kenapa Kou berubah dan lain sebagainya.
Aku sih bisa aja menjawab dengan tebakan saya sendiri, tapi benar atau tidaknya kan kita nggak tahu ya, cuma main tebak-tebakan aja.

Aku sama sekali tidak membaca manganya, jadi saya nggak tahu apakah sudah dijelaskan disana atau belum, balasan dari pertanyaan-pertanyaan di movie ini.
Karena ini movie memang banyak hal-hal tersiratnya, dan otak saya kurang nyampe menangkapnya HAHHAAHAHHAHA.
Makara ujung-ujungnya galau sendiri. Aku ingin mencari review lain untuk mendapat pencerahan tapi ternyata nggak banyak yang mereviewnya LOL.

Tapi ini movie memang 100% indaaaaaaaaaaaaaaah banged!
Cara pengambilan gambarnya itu lho, COOL banged! Lokasi syutingnya adem, musiknya asik-asik, KEREN pokoknya, makanya saya betah banged menontonnya.
Sutradaranya keren banged dengan teknik pengambilan gambarnya dimana para tokoh dibentuk bergerak kesana kemari, banyak adegan larinya  dan kadang bikin kita lelah sendiri HAHAHHAHAHA.
Sinematografinya juga keren banged, pemandangannya itu lho, desanya indah banged, dan cara pindah satu adegan ke adegan lain itu asik.
Musiknya juga WOW, movie ini penuh dengan musik dan menambah serunya setiap adegan. Aku sukaaaaaaa!!!!

Kalau soal akting sih jangan ditanya ya, saya suka banged sama Komatsu Nana dan Suda Masaki, jadi mereka udah pas banged dengan tugas masing-masing. Cocok mereka menentukan Nana sebagai Natsume sebab Nana itu cantiknya memang beda.
Untuk Kou sendiri, masaki Suda 100% pas banged, huhuhuhuhu.
Tapi untuk movie ini saya bapernya sama Otomoooooo!!!!!!!!!!
Aduuuhhh, saya suka banged sama Otomo, ia yang menemani Natsume di saat-saat sulitnya dan menciptakan Natsume bersemangat kembali. Sayangnya di hati Natsume hanya ada Kou T__T
Padahal saya pikir endingnya Natsume bakalan sama Otomo lho

 
 Skor:
Story: 3/5
Cinematography: 5/5
Acting/Character: 4/5
Music: 5/5
Opening: 4,5/5
Ending: 3/5
 Recommended!

Continue Reading

More in Daiki Shigeoka

To Top