Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: Haruchika / Bring On The Melody (2017)

Haruchika

[Review] J-Movie: Haruchika / Bring On The Melody (2017)

Ini ialah salah satu movie yang saya tunggu-tunggu tahun 2017 ini, saya jatuh hati lantaran posternya HAHAHAAHAHHAH.
Aku awalnya nggak tertarik sih, tapi ketika melihat salah satu still-nya, kok kayaknya bagus, terus cek siapa yang main dan melihat posternya saya malah jatuh hati. Aku tahu ini movie ada animenya juga, tapi nggak tertarik sama animenya, setia menunggu movienya dan jadinya rilis juga.
Aku pikir ini movie bakalan sad ending lho, melihat posternya begitu, awalnya seorang gadis dan seorang laki-laki trus poster berikutnya prianya berubah jadi horn, kan bawaannya negatif thinking, jikalau si perjaka bakalan meninggal HAHAHHAHHAHAHA.
Untungnya ini movie bukan sad ending, tapi tetap bikin nangis XD

Bring on the Melody! / Haruta & Chika / Haruchika ialah sebuah movie yang diangkat dari sebuah novel berjudul sama karya Sei Hatsuno. Movie yang rilis pada 4 Maret 2017 kemudian ini disutradarai oleh Masahide Ichii (Our Meals for Tomorrow, Blindly in Love) dan naskahnya ditulis oleh sang sutradara sendiri bersama Masahiro Yamaura (Ikemen desu ne, No Dropping Out).
Movie berdurasi 118 menit ini mengambil tema musik dan dibintangi oleh Shori Sato (Hungry, Summer Nude), Kanna Hashimoto (I Wish, Water Polo Yankees, Assassination Classroom: Graduation), Yuri Tsunematsu (From Five to Nine, Have a Song on Your Lips, Sakurada Reset), Hiroya Shimizu (Chihayafuru, Solomon Prejuri, Hidamari no Kanojo), Koki Maeda (Solomon Prejuri, I Wish) dan cast lainnya.

Dulu saya kurang suka movie tema musik, tapi beberapa tahun belakangan saya menyukai movie tema musik dan selalu excited apalagi jikalau itu berafiliasi dengan musik klasik atau instrumental, mungkin semenjak menonton Nodame Cantabile kali ya, saya jadi suka musik klasik HAHAHAAHAHAHA.
Karena itu saya sangat menantikan musik menyerupai apa yang akan mewarnai movie ini dan menyerupai dugaan aku, musik dalam movie ini sangat indah, terutama adegan endingnya keren banged.
Sampai kini saya masih memainkan musik yang mereka mainkan di adegan akhir, keren banged!!!!!

Tapi sayang sekali, berdasarkan aku, movie ini sedikit membosankan, terutama satu jam pertama movienya.
Saat tokoh utama melaksanakan perekrutan anggota klub bersama sahabat masa kecilnya dan hingga klub terbentuk, mungkin ceritanya terlalu cepat kali ya dan ada beberapa part yang terasa dipaksakan. Aku hingga ngantuk nontonnnya diawal HAHAHAHHA. Untung banged deh sesudah klub terbentuk, ceritanya menjadi lebih menarik.
Mungkin juga itu disebabkan temanya menyerupai dengan beberapa drama musik lainnya, dimana sebuah klub yang sudah akan bubar dan ada seseorang yang ingin kembali membangkitkannya. Makara ya, nothing special-lah diawal, hanya saja saya suka plot twist dimana si gadis yang berusaha membangkitkan klub itu ternyata sama sekali nggak pernah bermain musik sebelumnya, ia bahkan gres beli flute dan belum berguru wkwkkwkwkwkkw.

Untuk aktingnya, saya nggak dapat komentar banyak lantaran saya nggak terlalu mengerti akting. Tapi ketika pertama menontonnya, mata Kanna HAshimoto bikin nggak fokus wkkwwkkwkw.
Ini pertama kalinya saya menonton akting dia, not bad lah, tapi beneran lho, matanya itu bagus banged HAHHAAHHAHHH.
Aku suka tokoh utama prianya, awalnya saya pikir ia bakalan jadi perjaka keren taunya di bully sama tokoh utama wanita.
Dan ketika ia pingsan di klub, saya pikir bakalan masuk ke part dimana ada penyakit mematikan, untung saja tidak menyerupai itu XD
Overall sih, meski ini movie bukan the best, tapi saya dapat menikmatinya 🙂

Berikut ini saya akan menulis sinopsis movie ini secara singkat dan tentu saja menyerupai biasa, berisi 100% spoiler, jadi bagi yang tidak suka spoiler, harap diskip saja ya ^^

SINOPSIS

Drama ini dimulai dengan seorang gadis berjulukan Chika Homura (Kanna Hashimoto) di hari pertama masuk sekolahnya. Ia sangat bersemangat lantaran ia masuk ke sebuah sekolah yang ada klub instrumentalnya. Di bus ketika berangkat, ia berdiri ditengah sesak penumpang dan tasnya bahkan mengenai salah seorang penumpang disana dan penumpang itu kelihatan kesal. Chika memberikan bertukar daerah tapi anak laki-laki itu menolak.
Hari berikutnya, posisi mereka berbeda, dimana si anak laki-laki yang berdiri dan Chika yang duduk. Sesak penumpang menciptakan si anak laki-laki hampir jatuh dan tasnya mengenai kepala Chika, Chika jadi mengerti sakitnya insiden kemarin. Dan kedua kalinya, si anak laki-laki hampir jatuh di hadapannya dimana wajah mereka sangatlah dekat, si laki-laki panik dan meminta maaf pada Chika. Tapi Chika kaget lantaran si anak laki-laki itu memanggilnya Chika-chan, padahal ia tak pernah merasa menyampaikan namanya.
Kemudian si Chika menatap si anak laki-laki itu dengan teliti, lucunya si anak laki-laki itu terjepit diantara penumpang dan wajahnya lucu, Chika kemudian sadar jikalau anak laki-laki itu ialah sahabat SD-nya (atau mungkin TK) berjulukan Haruta Kamijo (Shori Sato).

Chika yang ingin masuk klub, dihari pertamanya pribadi menuju klub, klub sangat sepi dan malah melihat dua orang sedang kissu di dalam HAHAHHAHAHA.
Kemdian ia mengetahui jikalau klub akan dibubarkan bulan ini. Chika tentu saja panik dan segera ke ruang guru memohon pada kepala sekolah untuk tidak membubarkan klub. Kepala sekolah awalnya menolak, tapi salah seorang guru mengingatkan pidato kepala sekolah untuk tidak merebut kebebasan siswa dan jadinya memberi kesempatan pada Chika untuk mengumpulkan anggota klub selama seminggu kedepan.
Klub instrumental, paling tidak butuh 9 anggota yang memegang alat musik yang berbeda, jadi Chika harus mengumpulkan 9 orang itu. Ia menemui 2 orang yang kissu di klub dan mengambil foto mantan anggota klub, ia ingin mengajak mereka kembali ke klub.

Chika sendiri memegang alat musik flute dan ia butuh 8 anggota lainnya. Pertemuannya dan Haruta menciptakan klub instrumental sudah beranggotakan 2 orang, lantaran Haruta ternyata ialah pemain horn. HAruta awalnya menolak lantaran ia ingin fokus belajar, tapi Chika memaksanya untuk masuk klub dan bahkan membantunya menyebar selebaran.
Haruta orangnya pemalu dan nggak keren, ia tidak mau teriak-teriak meminta yang lain masuk klub, jadi ia membisu saja, menciptakan Chika kesal dan sering memukulnya.
Chika juga menemui anggota klub lainnya tapi mereka menolak bergabung lantaran Chika dengan entengnya meminta mereka kembali padahal tidak tahu duduk perkara apa yang menciptakan mereka keluar dari klub.
Mereka juga mengajak seorang anak laki-laki berjulukan Kyoji (pemain saxophone), tapi Kyoji tidak mau dan bahkan bergairah pada Chika. Chika tahu Kyoji tidak mau lantaran ia ialah anggota klub lain sebelumnya, tapi ia cidera dan tak dapat lagi bermain. Tapi si Kyoji ini dapat main musik, makanya Chika mengajaknya.
Disini kita juga diceitakan bagaimana Chika tetapkan bermain musik, ia dulu anggota klub voli yang cidera dan ketika ia bersedih ia mendengarkan brass grup band sekolahnya dan tetapkan untuk bermain musik ketika SMA.

Karena gagal membawa anggota usang kembali, Chika dan Haruta tak punya pilihan selain mencari anggota gres yang bukan dari klub.
2 orang yang kissu di ruang klub, Keisuke dan Wakaba tersentuh dengan Chika yang tidak mengalah mencari anggota dan jadinya mau bergabung ke klub, mereka berdua ialah pemain terompet dan oboe.
Aku suka ketika keduanya bergabung, mereka memainkan musik mengelilingi Chika, tentu saja Haruta juga ikut. Penampilan dadakan mereka menciptakan seorang gadis tertarik bergabung, saya lupa nama cewek itu, jikalau nggak salah ia memainkan Trombone.
Mereka kemudian berusaha merekrut anggota lainnya, pemain Eufonium.

Mereka juga berusaha merekrut seorang solois oboe terkenal, Serizawa, tapi ia menolak untuk bergabung. Ia kemudian mencarikan anggota gres yang ia kenal, seorang anak yang suka tidur di perpustakaan. AKu lupa ia megang alat musik apa.
Kyoji si pemain saxophone jadinya bergabung dengan klub mereka dan mereka mencari anggota terakhir, pemain alat musik perkusi.
Alasan kenapa klub instrumental bubar waktu itu ternyata ialah Kaiyu HIyama yang mendadak berhenti tiba ke klub. Serizawa tahu alasan kenapa Kaiyu berhenti datang, bukan lantaran ia berhenti bermain musik, tapi lantaran ia merasa punya tanggung jawab lain.
Makara anggota klub tolong-menolong berusaha meyakinkan KAiyu untuk kembali ke klub. Chika juga mengetahui jikalau Kaiyu ialah DJ dari radio amatir yang sangat ia sukai.
Tepat di hari terakhir dari 3 ahad yang diberikan 9 anggota klub terkumpul.
Setelah itu mulai masuk anggota-anggota gres dan klub mereka menjadi ramai.

Sesuai janji, guru yang dulu membantu Chika meyakinkan kepala sekolah, Kusakabe-sensei menjadi pembimbing mereka.
KUsakabe sensei pernah menulis sebuah lagu tapi tidak selesai dan sesudah klub terbentuk ia jadi bersemangat menyelesaikannya.
Masalah gres dimulai, kali ini ialah Chika. Chika bergotong-royong tidak pernah bermain musik sebelumnya. Di hari pertama masuk sekolah, ia sudah membawa flutenya tapi ternyata itu ialah flute yang gres ia beli.
Makara diantara semua anggota, ia dan pemain Thrombone ialah yang tidak pernah bermain musik sebelumnya.
Chika berlatih dengan baik, sayangnya sekeras apapun ia latihan perkembangannya sangatlah lambat, ujung-ujungnya ia mengganggu latihan klub lantaran Chika tidak dapat mengikuti mereka.

Chika latihan siang malam, di sekolah, sendiri, di rumah ketika malam juga. Tapi perkembangannya memang lama. Latihan juga tidak sekali dua kali berhenti lantaran Chika sering salah.
Klub mereka berencana mengikuti sebuah kompetisi dalam waktu bersahabat dimana Kusakabe sensei sudah menciptakan lagunya dan potongan solo flute memang agak sulit dan Chika tak dapat melakukannya.
Member yang lain meminta Kusakabe sensei menciptakan solo flute lebih gampang tapi Kusakabe sensei menolak, lantaran ia yakin Chika dapat melakukannya.
Chika bahkan hingga keluar latihan sendiri dan mengakibatkan pertengkaran di dalam klub. Mereka ada yang menyalahkan Chika tapi 9 member yang mengerti seberapa keras Chika membangun klub kembali ada dipihaknya. Terutama Haruta yang menyampaikan jikalau mereka membatu Chika, maka Chika niscaya dapat melakukannya.
Perkembangan Chika memang lambat, tapi Chika semakin baik perlahan.

Suatu hari, Haruta pingsan lantaran kelelahan dan Chika menyalahkan dirinya sendiri lantaran ia yang memaksa Haruta masuk ke klub. Apalagi ketika ia mendengar Haruta curhat pada guru jikalau bergotong-royong ia sudah tetapkan fokus berguru ketika masuk Sekolah Menengan Atas dan meninggalkan musik, tapi pada jadinya ia tak dapat lepas dari musik.
Chika tidak ikut latihan hari itu dan Haruta mencarinya ke daerah favorite mereka berdua. Disana Haruta memberikan perasaannya pada Chika, ketika masih kecul dulu ia dibully di kelas dan Chika selalu tiba memukulnya, belakangan ia sadar jikalau Chika sering memukulnya untuk menghentikan anak lain membullynya dan ia selalu berterimakasih akan hal itu.
Setelah pembicaraan semalam mereka yang ya dapat dibilang agak romantislah, Chika kembali ke klub dan berlatih menyerupai biasa, hingga jadinya ia dapat memainkan bagiannya dengan baik.

Chika dan klub instrumentalnya bersiap untuk kompetisi dan mereka sangat bersemangat.
Tapi ketika penampilan mereka, Chika melaksanakan kesalahan dan bergotong-royong ia nggak mengacaukannya, hanya saja ia tak dapat memainkan bagiannya dengan baik.
Ia jadi merasa bersalah dan semenjak itu ia tak pernah tiba ke klub lagi.
Saat itulah Haruta melaksanakan sesuatu biar rasa percaya diri Chika kembali. Sebuah penampilan yang sangat-sangat indah dari teman-teman klub untuk menciptakan Chika kembali ke klub + membantunya latihan potongan solo flute yang selalu gagal itu.
Aku suka ketika Haruta terus mengulang potongan itu hingga Chika dapat melakukannya.
Aku nggak bohong lgo, saya nangis pas adegan ini HAHAHAHHAHAHAHAHA.

Movie ini endingnya indah banged, tapi sayang sekali tidak ada lanjutannya, jikalau contohnya ada kelanjutannya niscaya seru. Nggak ada yang berniat menjadikannya drama gitu? atau movie part 2? HAHAHHAHAHAHA.
Saat melihat Haruta, saya bergotong-royong merasa ia menyerupai seseorang. Kemarin saya ingat ia menyerupai siapa, tapi ketika menulis ini kok saya jadi lupa ya HAHAHHAHAH.

Story: 3,5/5
Acting: 3,5/5
Cinematography: 3,5/5
Music: 4/5
Opening: 3/5
Ending: 4/5

Continue Reading

More in Haruchika

To Top