Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: Her Love Boils Bathwater (2016)

Hana Sugisaki

[Review] J-Movie: Her Love Boils Bathwater (2016)

Salah satu movie dari tahun 2016 yang saya tunggu-tunggu, yang bahwasanya sudah usang rilis tapi sub-nya agak usang keluarnya, hingga risikonya kemarin cek udah ada aja subtitle indonesianya.
Beruntung banged ada yang pribadi nge-sub ke bahasa indonesia, alasannya ialah engsub-nya sendiri juga masih belum ada.

Her Love Boils Waterbath / Yu o Wakasu Hodo no Atsui Ai adalah sebuah movie yang rilis pada Oktober 2016 yang disutradarai dan naskahnya ditulis oleh Ryota Nakano. Ini ialah movie kedua sutradara ini yang sebelumnya menerima penghargaan dengan movie pertamanya Capturing Dad. Aku belum menonton Capturing Dad, tapi tampaknya tertarik nih, sesudah menonton Her Love Boils Waterbath, story-nya bagus.
Movie berdurasi 125 menit ini dibintangi oleh Rie Miyazawa (Pieta in the Toilet, Too Young to Die, Pale Moon), Hana Sugisaki (Pieta in the Toilet, Mozu the Movie, Toto Nee Chan), Joe Odagiri (Over the Vence, Midnight Diner, The World of Kanako), Tori Matsuzaka (Kiseki: Sobito of that Day, April Fools, Maestro!), Aoi Ito (Sadako 3D 2, Beginners!), Yukiko Shinohara (Midnight Diner, Pink and Gray, Reverse), Taro Suruga (Girl in the Sunny Place, In His Chart, Carnation) dan cast lainnya.

Movie ini bercerita ihwal cinta seorang ibu pada anaknya dan memastikan anaknya sanggup bangun di kaki sendiri sesudah ia tiada. Movie ini memiliki banyak. plot twist yang menciptakan saya cukup terkejut alasannya ialah alurnya nggak ketebak, bahkan hingga adegan terakhir. Aku benar-benar salut pada penulisnya yang menciptakan movie ini sangat indah + menusuk hati. Siap-siap tissu jikalau menonton movie ini.

Her Love Boils Waterbath banyak mendapatkan penghargaan menyerupai Best Picture di Hochi Film Awards dan Japanese Movie Critics, Best Actress  untuk Rie Miyazawa dalam ajang Hochi Film Awards, Nikkan Sport Film Awards, Blue Ribbon Awards, Japan Academy Prize dan Japanese Movie Critics Awards. Hana Sugisaki juga memenangkan penghargaan berkat aktingnya yang brilliant di movie ini, Best Supporting Actress di Hochi Film Awards, Blue Ribbon Awards, Japan Academy Prize dan Japanese Movie Critics Awards serta New Comer of the Year dalam Japan Academy Prize.
Tentu saja sutradaranya juga memenangkan penghargaan menyerupai Best New Artist, Director of the Year, Screenplay of the Year dan Best Director untuk Her Love Boils Waterbath.

Alasan pengen nonton movie ini sih alasannya ialah Hana Sugisaki. Aku pertama kali melihat aktingnya di Toto Nee-Chan. Kemudian saya melihat beliau mendapatkan aneka macam penghargaan alasannya ialah movie ini, jadi tertarik sekali menontonnya. Judulnya menarik gitu, awalnya saya kira judulnya begitu alasannya ialah sang ibu pemilik pemandian air panas, tapi ternyata alasannya ialah endingnya begitu heheheheh.

Berikut ini sinopsis singkatnya menyerupai biasa. Kalau tidak menyukai spoiler, sebaiknya jangan dibaca^^

SINOPSIS
spoiler alert! yang tidak suka spoiler sebaiknya jangan membaca

Futaba Kono (Rie Miyazawa) tinggal bersama anak perempuannya Azumi Kono (Hana Sugisaki). Ayah Azumi menghilang 1 tahun lalu, meninggalkan mereka tanpa kabar. Keluarga mereka ialah pemilik sebuah pemandian air panas yang diwariskan pada ayah Azumi, tapi alasannya ialah ayah Azumi menghilang, pemandian tutup sementara. Karena jikalau hanya berdua mengurusnya akan sangat sulit. Futaba bekerja untuk membiayai hidupnya dan puterinya yang masih duduk di dingklik SMP. Ia ialah ibu yang keras pada anaknya. Azumi masih tidak sanggup melaksanakan apa-apa dengan baik, jikalau makan suka terlena dengan program TV, ia bahkan tak sanggup mengikat rambutnya sendiri. Ibunya yang selalu melakukannya. Ibunya meski sangat sibuk, beliau tak pernah melewatkan sarapan dan makan malam dengan anaknya.

Azumi tidak suka sekolah, ia selalu malas ke sekolah tapi ibunya selalu meyakinkan Azumi untuk berangkat setiap hari, apapun yang terjadi. Ternyata Azumi di bully di kelasnya. Entah apa salah Azumi, teman-temannya tidak menyukainya. Azumi punya talenta menggambar, ia dipuji dengan lukisannya tapi teman-temannya tidak suka dan mengganggunya. Ibunya bahkan harus dipanggil ke sekolah alasannya ialah Azumi berlumuran cat minyak. Bahkan seragamnya di sembunyikan oleh teman-temannya ketika pelajaran olahraga. Azumi tidak sanggup melaksanakan apapun, ia cukup takut dan menahan air matanya.
Ibunya tahu Azumi di bully dan tahu kenapa anaknya tidak ingin ke sekolah, tapi sebagai ibu, ia tidak ingin anaknya kalah alasannya ialah hal itu, jadi setiap hari ia tetap menyuruh Azumi ke Sekolah, bahkan sengaja tidak membelikan seragam baru, alasannya ialah jikalau ia melakukannya Azumi akan kalah dalam pertarungannya sendiri. Azumi ialah anak baik, meski takut ia tetap berangkat ke Sekolah. Dan berkat keberanian yang ia keluarkan, risikonya ia berhenti di bully di Sekolah. Adegan dimana Azumi mulai melawan benar-benar jauh dari prediksi aku, Hana Sugisaki keren banged!

Terlalu keras bekerja, Ibu Azumi jatuh sakit dan menurut pemeriksaan, ia di diagnosis kanker pankreas stadium final dan hanya punya waktu hidup beberapa bulan lagi. Shock alasannya ialah hal itu, ia tak tega meninggalkan anaknya sendirian, anaknya masih kecil dan tidak sanggup melaksanakan apapun, Ibu Azumi menyewa detektif untuk mencari suaminya yang kabur dari rumah. Ia risikonya menemukan suaminya Kazuhiro Kono (Joe Odagiri) yang ternyata hiduo berdua dengan anaknya dari perempuan lain berjulukan Ayuko Katase (Aoi Ito). Atas seruan Futaba, Kazuhiro membawa Ayuko pulang ke rumah dan tinggal bersama Azumi. Awalnya Azumi tidak terima, Kazu menjelaskan apa yang terjadi 1 tahun kemudian dan bagaimana ia berakhir hidup berdua dengan Ayuko.

Perlahan Azumi mendapatkan Ayuko hidup diantara keluarga mereka sementara ibunya meyakinkan diri untuk membuka kembali bisnis pemandian, alasannya ialah kini keluarga mereka ada 4 orang jadi semuanya harus bekerja. Ibu Azumi tidak pilih kasih pada Azumi dan Ayuko, ia memperlakukan mereka sama.
Ayuko sendiri percaya kesepakatan ibunya yang akan menjemputnya ketika ulang tahunnya, ia kabur dari rumah dan berdiam di depan rumah lamanya. Tentu saja ibunya tidak datang, untung Azumi dan Ibunya menemukan Ayuko, Ayuko sudah ketakutan disana hingga pipis di celana. Futaba yakin ibu Ayuko tidak akan tiba menjemput Ayuko, alasannya ialah hal yang sama. pernah terjadi padanya, dan hingga detik ini ibunya tidak menjemputnya. Aku benar-benar salut dengan akting Ayuko ketika ia menangis meminta keluarga Kono menampungnya untuk sementara.

Bisnis pemandian air panas berjalan dengan lancar. Tapi penyakit Futaba semakin parah. Suatu hari ia ingin menghabiskan waktu bersama Azumi dalam sebuah perjalanan, tentu saja Ayuko juga diajak, Ayuki senang banged. Ia menyampaikan pada suaminya ia akan menyampaikan pada Azumi dalam perjalanan itu. Awalnya saya pikir maksud Futaba ialah mengenai penyakitnya. Ternyata saya shock ada diam-diam lain yang ia simpan selama ini, jikalau Azumi ternyata bukanlah anak kandungnya.
Futaba membawa Azumi ke ibu kandungnya, seseorang yang selalu mengirimkan surat setiap tahun pada mereka. Alasan kenapa Azumi mempelajari bahasa aba-aba ternyata alasannya ialah ibu kandung Azumi tidak sanggup bicara. Adegan yang sangat menyedihkan + mengharukan. Tapi Futaba melakukannya dengan baik.

Dalam perjalanan itu, mereka bertemu dengan Takumi Mukai (Tori Matsuzaka) seorang backpacking yang menyampaikan jikalau ia berasal dari Hokkaido, tapi ternyata ia berbohong. Ia melaksanakan perjalanan tanpa tujuan, ia hanya ingin kabur dari rumah alasannya ialah keluarganya sangatlah rumit. Futaba memperlihatkan pelukan pada Takumi dan menciptakan ia menemukan tujuan dari perjalanannya. Pertemuan sehari tapi mengubah semuanya.

Pada risikonya semuanya tahu akan penyakit ibu Azumi dan ibu harus dirawat di rumah sakit. Azumi dan Ayuko selalu tiba menjenguk setiap hari. Perlahan kita melihat perubahan pada Azumi dimana ia sudah sanggup melaksanakan semuanya sendirian. Ayah Azumi juga menepati kesepakatan bulan madunya pada istrinya untuk melihat piramida, sebuah adegan yang sangat menyentuh dimana Futaba merasa jikalau ia tidak ingin mati dan ingin tetap bersama orang yang ia cintai. Tapi semakin lama, Azumi tidak berpengaruh melihat ibunya yang bahkan tidak sanggup bergerak lagi, risikonya ia merelakan kepergian ibunya.

Ini movie benar-benar sangat menyentuh, melihat bagaimana Futaba sangat-sangat mengasihi anak-anaknya, meski bukan anak kandungnya, ia merawat Azumi dan Ayuko dengan baik. Ia memastikan mereka sanggup melaksanakan semuanya sebelum ia pergi. Bahkan orang gila menyerupai Takumi dan Detektif serta anak. pak detektif jadi erat dengannya dan mereka sanggup mencicipi jikalau Futaba ialah ibu yang hebat.

Adegan yang paling menyayat hatiku ialah ketika detektif menemukan ibu Futaba yang meninggalkannya ketika ia kecil dulu. Futaba ingin menemui ibunya untuk terakhir kalinya, ia bahkan tidak ingin memakai kursi roda untuk memperlihatkan jikalau ia baik-baik saja. Tapi ibu Futaba menolak jikalau ia punya anak lain dan menciptakan Futaba sangat terluka, tapi ia tetao. ingin melihat wajah ibunya. Mereka mengintip dari gerbang, ibu Futaba kelihatan senang bersama menantu dan cucunya, Futaba sangat terluka dan sempat memecahkan beling jendela keluarga itu. Ibu Futaba benar-benar memuakkan.

Inti movie ini sih mengenai seorang ibu, ibu yang sangat penyayang menyerupai Futaba, ibu yang membuang anaknya menyerupai ibu Ayuko, ibu Azumi yang meninggalkan anaknya alasannya ialah ia tak sanggup mendengarkan bunyi anaknya, ibu yang meninggalkan keluarganya meski ia tidak mau, atau ibu yang menolak mengakui anaknya menyerupai ibu Futaba. 125 menit benar-benar nggak ada waste time, kisahnya berjalan dari awal hingga final tanpa ada part membosankan, penulisnya benar-benar keren. Aku menyukai cara penyampaiannya dalam movie ini. Sebuah movie yang wajib di tonton.

Ending movie ini juga menciptakan saya shock, saya sempat ulang 2 kali bab endingnya dan gres mengerti apa yang terjadi. Karena itu judulnya Her Love Boils Waterbath, cintanya mendidihkan air pemandian. Nangis-nangis deh pas endingnya. Tapi itu kesepakatan keluarga kayaknya, mereka juga merahasiakan dari para pelayat yang datang. Benar-benar mengejutkan.

Skor:

Story: 5/5
Acting: 5/5
Cinematography: 4,5/5
Music: 4/5
Opening: 4/5
Ending 5/5

Continue Reading

More in Hana Sugisaki

To Top