Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: I Want To Eat Your Pancreas (2017)

Dori Sakurada

[Review] J-Movie: I Want To Eat Your Pancreas (2017)

Awal pertama tahu movie ini ialah ketika pengumuman cast, ketika nama Oguri Shun,  Kitagawa Keiko, Hamabe Minami dan Kitamura Takumi diumumkan akan membintangi movie yang diangkat dari novel best-seller ini.
Judul awalnya ialah I Want to Eat Your Pancreas, atau dalam bahasa indonesianya bisa di artikan sebagai ‘Aku ingin memakan pankreasmu’.
Karena sama sekali nggak tahu ini movie apa dan bagaimana, dari judulnya, saya pikir ini ialah movie zombie, thriller atau semacamnya LOL. Aku agak menyayangkan, karea saya suka 4 tokoh utamanya, tapi kalau movienya thriller saya nggak mau nonton HAHAHAHHAHA.
Tapi ternyata ini jauh dari thriller wkkwkkkwkw, cuma judulnya aja yang memang menciptakan kita berfikir ini movie serem XD

I Want to Eat Your Pancreas / Let Me Eat Your Pancreas / Kimi no Suizou wo Tabetai ialah sebuah movie yang diangkat dari novel best-seller karya Sumino Yoru yang rilis pada Juli 2017 lalu. Movie berdurasi 115 menit ini disutradarai oleh Tsukikawa Sho (The 100th Love with You, Kurosaki-kun no iinari ni Nante Naranai, Tonari no Seki-kun to Rumi-chan) dan naskahnya ditulis oleh Yoshida Tomoko (Tomorrow I will Date with Yesterday’s You, Ao Haru Ride, Hot Road).
Movie yang biasa disingkat dengan KimiSui ini dibintangi oleh Kitamura Takumi (Hidamari no Kanojo, Destruction Babies, Koi to Uso), Hamabe Minami (Anohana, Boku no Ita Jikan, Saki), Oguri Shun (Gintama, Lupin The Third, Rich Man Poor Woman), Keiko Kitagawa (Dakishimetai, Paradise Kiss, Hero), Otomo Karen (Koe Koi, Omukae Death, Koinaka), Morishita Daichi (Asa ga Kita), Yamoto Yuma (Chihayafuru, Silver Spoon, Gomen ne Seishun!), Sakurada Dori (Orange, Koe Koi, Kuzu no Honkai) dan cast lainnya.

Melihat dari sinopsis dan stills-nya, awalnya saya pikir ini ialah movie youth-romance dan pastinya udah ketebak garis besar endingnya bagaimana. Tapi meski kita sudah bisa menduga-duga, ternyata ada banyak plot twist didalamnya dan movienya nggak seringan yang kita pikirkan. Meski sebetulnya saya bisa bilang ini termasuk sebuah movie yang ringan sih lol.
Aku pribadi belum membaca novelnya, jadi ini memang pertama kalinya saya tahu kisah movie ini dan berdasarkan saya sangat menarik. Lebih baik dari yang saya harapkan. Biasanya kan movie begini lantaran udah ketebak jadinya nontonnya biasa aja, ternyata movie ini justru menciptakan kita makin ingin tau dan menurutku nggak ada penggalan membosankan didalamnya, saya nonton tanpa skip, bahkan kadang saya pause sebentar untuk memahami kalimatnya.
Karena jujur saja, ini movie berbagai quote-nya, kata-katanya sangat dalam, apalagi yang diucapkan oleh Sakura (Hamabe Minami).

Movie ini memang movie perihal dua sejoli, remaja dimasa Sekolah Menengan Atas mereka, tapi kisah mereka berdua lebih dari pada sekedar itu. Ini bukan movie romance, jadi jangan berharap ada lovey dovey OTP. Takumi dan Minami chemistry-nya bagus banged, mereka berdua cocok banged dan scene mereka selalu menciptakan saya merasa adem. Hubungan mereka bukan pacar, bukan sobat sekelas biasa, bukan sahabat, tapi lebih daripada sekedar teman. Mereka masuk ke dalam kehidupan masing-masing yang bisa mengubah kehidupan mereka yang biasanya. Pertemuan mereka bukan kebetulan, bukan juga takdir, bukan terbawa arus, tapi lantaran pilihan mereka sendiri, begitulah kata Sakura pada sang tokoh utama yang diperankan oleh Takumi.
Movie ini banyak menceritakan perihal makna hidup dan kehidupan. Bukan kisah perihal seorang gadis dan penyakit mematikannya menyerupai yang biasa kita temui dalam movie lain, ada sesuatu dalam movie ini yang menciptakan kisah movie ini berbeda dan punya keunikannya tersendiri. MUngkin temanya sama dengan movie lainnya, seorang gadis yang penyakitan dan keinginan-keinginan terakhirnya, tapi kisahnya dirangkai sedemikian rupa, dengan lead male yang jujur dan sangat baik, awalnya ia tak yakin dengan hubungan mereka, tapi ia tak bisa menolak setiap kali sang gadis meminta. Mereka sebetulnya bisa menjadi pasangan yang manis, tapi sang gadis menolak memiliki hubungan lebih dengan si anak laki-laki lantaran ia tahu hidupnya tidak usang lagi.
Aku juga suka bagaimana penulis tidak memberitahu nama huruf Takumi hingga menut terakhir drama ini. JIka kalian cek plot di asianwiki, kalia bisa melihat nama huruf Takumi dan Shun ditulis dengan ‘I’ atau ‘Aku’ atau ‘Boku’, lantaran memang nama kecil huruf mereka tidak disebutkan diawal, dan uniknya juga huruf mereka tidak pernah memanggil nama ‘Sakura’ niscaya selalu ‘Kimi’ atau ‘Kamu’.

Kitamura Takumi dan Hamabe Minami memperlihatkan kemampuan akting yang bagus disini. Aku sangat suka akting Takumi disini, seorang anak laki-laki yang tidak tertarik bersosialisasi tiba-tiba ditarik masuk ke dunia gadis populer. Dengan penuh kebingungan dan ketidakyakinan, ia terus berada disisi sang gadis sebagai satu-satunya orang yang tahu penyakit gadis itu. Dia tidak memperlihatkan belas kasihan, beliau hanya menjadi dirinya yang biasa, tapi perlahan beliau mulai merasa kalau gadis itu menjadi penggalan dari kesehariannya yang biasanya. Tokoh dewasa-nya ialah Oguri Shun, yang screentime-nya tidak mengecewakan sedikit tapi beliau bisa mencuri hatiku, senior aktingnya memang luar biasa.
Hamabe Minami sendiri sudah membuatku menangis di SP Drama Anohana tahun 2015 kemudian dan kali ini beliau membuatku menangis lagi. Aktingnya bagus, tapi ada beberapa penggalan yang awkward menurutku pribadi meski tidak mengubah kualitas dramanya.
Kitagawa Keiko, scene-nya lebih sedikit dari Shun tapi setiap beliau muncul selalu membuatku ingin tau dan scene terakhirnya ialah scene yang paling menciptakan saya menangis. Aku menangis juga sih pas scene Takumi menangis, tapi nggak separah pas Keiko menangis HAHHAHAHAHA.

Selain plot, kisahnya dan akting para pemainnya, cinematography movie ini indah bangeeeeeeeeeed!
Aku suka banged cara pengalihan adegan dari masa kemudian ke masa depan, cara pengambilan gambarnya, pemandangan-pemandangan yang ada di drama ini, pokoknya indah banged, pemilihan warna dan baju para tokoh saya juga suka. Kayaknya ini movie memang total banged, bahkan dengan scene yang durasinya hanya beberapa detik sekali-pun.
Pantes banged ini drama masuk dalam TOP 10 Box Office Movie Jepang 2017 dengan penghasilan terbanyak. Diantara TOP 10, KimiSui ini ialah satu-satunya youth movie.
Berkat aktingnya, Minami Hamabe dan Kitamura Takumi juga memenangkan penghargaan Newcomer dalam Hochi Film Awards dan Nikkan Sports Film Awards.

Berikut ini saya akan menceritakan isi dari movie I Want to Eat Your Pancreas secara singkat tapi penuh dengan spoiler^^
Bagi yang nggak suka spoiler, monggo di skip aja

SINOPSIS
spoiler alert

Kisah movie ini dimulai dari tahun 2017, seorang guru yang tidak bersemangat mengajar di kelas, beliau ialah tokoh utama movie ini(Present: Oguri Shun, Past: Kitamura Takumi), yang nama kecilnya tidak pernah disebutkan hingga 1/4 terakhir movie ini. Dia terlihat tidak menikmati pekerjaannya sebagai guru dan bahkan sudah mempersiapkan surat pengunduran diri. Tapi kemudian ia malah ditunjuk secara paksa oleh kepala sekolah untuk menjadi guru penasehat di perpustakaan sekolah.
Gedung perpustakaan sekolah mereka sangatlah indah dan akan segera di renovasi. Sang guru punya kenangan tersendiri di gedung perpustakaan sekolah itu. Mungkin itu juga yang menjadi alasan kenapa beliau menjadi guru di Sekolah Menengan Atas itu, kawasan dimana ia bersekolah dulu.
Dia pada dasarnya ialah seorang laki-laki yang penakut yang tidak bisa menolak jadi mau tak mau, beliau hasilnya masuk ke gedung perpustakaan itu untu pertama kalinya semenjak ia lulus dulu dan menjadi guru pembimbing disana.
Ia membantu petugas perpustakaan yang akan mengemasi buku-buku lantaran gedung itu akan direnovasi. Disana ia bertemu dengan seorang anak berjulukan Kuriyama, yang menyerupai sekali dengannya ketika ia masih Sekolah Menengah Pertama dulu.
Karena Kuriyama-lah, beliau hasilnya menceritakan masa SMA-nya dulu, ketika ia menjadi petugas perpustakaan dan berkenalan dengan seorang gadis yang tidak pernah bisa ia lupakan.

Saat duduk di dingklik SMA, beliau ialah anak laki-laki pendiam dan kutu buku. Ia tidak memiliki sobat dan juga tak mau berinteraksi dengan sobat sekelas yang lain. Dia bekerja sebagai petugas perpustakaan dan menghabiskan banyak waktunya disana, sendirian.
Suatu hari, ketika check up ke rumah sakit lantaran ia pernah menjalani operasi usus buntu, ia melihat sebuah buku harian yang terjatuh dan mengambilnya. Ia membuka lembar pertama buku itu dan tertulis ‘Jurnal Harian’, ia membuka halaman selanjutnya dan membaca kalau pemilik buku itu punya penyakit pankreas.
Masih terkejut dengan apa yang ia baca, sang pemilik buku tersebut tiba dan meski dengan wajah kalem, beliau cukup kaget lantaran pemilik buku itu ialah Yamauchi Sakura, siswi paling terkenal di kelasnya.
Yamauchi Sakura sangat populer, punya banyak teman, selalu tersenyum, bahkan ketika tahu kalau beliau membaca buku harian itu, Sakura tetap tersenyum menyerupai biasa.

Karena beliau mengetahui rahasia Sakura, Sakura kemudian jadi tertarik padanya dan mulai mendekatinya. Sakura awalnya memanggilnya dengan ‘teman sekelas’ tapi kemudian panggilannya berkembang menjadi ‘Nakayoshi-kun’.
Sakura bahkan mendaftar menjadi pengurus perpustakaan semoga bisa akrab dengan Nakayoshi-kun. Nakayoshi-kun awalnya mengira kalau Sakura mendekatinya lantaran takut rahasianya terbongkar, tapi Nakayoshi-kun komitmen beliau akan menjaga rahasia itu. Karena Sakura menyampaikan yang tahu mengenai penyakitnya hanya dokter dan orang tuanya. Tidak ada seorangpun sobat sekelasnya, bahkan sahabatnya yang tahu mengenai penyakitnya.
Nakayoshi-kun awalnya agak gundah dengan Sakura, beliau selalu tersenyum meski ia tahu ia akan meninggal 1 tahun lagi, tidak menceritakan pada temannya yang artinya beliau tidak punya sobat curhat dan kenapa Sakura mendaftar menjadi petugas perpustakaan padahal beliau seharusnya melaksanakan hal-hal yang biasa dilakukan orang, misalnya, pergi ke kawasan yang ingin ia kunjungi sebelum meninggal, melaksanakan hal-hal yang ingin dilakukan sebelum meninggal dan lain sebagainya.
HAl itu malah memberi Sakura ide, lantaran Nakayoshi-kun yang memberi wangsit itu, jadi Nakayoshi-kun harus menemaninya ke kawasan yang ingin ia kunjungi sebelum meninggal.

Nakayoshi-kun ini pada dasarnya orangnya baik, beliau bisa saja menolak usul itu, tapi beliau benar-benar tiba ketika hari janjian. Sakura menyukai Nakayoshi-kun lantaran Nakayoshi-kun bersikap biasa saja ketika mengetahui penyakitnya dan Nakayoshi-kun sendiri ketika ditanya kenapa beliau bersikap biasa, ia menyampaikan ia tak bisa memperlihatkan wajah murung atau simpati sementara orang yang bersangkutan selau tersenyum.
Tempat yang ingin dikunjungi oleh Sakura ialah sebuah cafe yang direkomendasikan sahabatnya, Kyoko. Sakura menyampaikan kalau Kyoko tahu ia pergi bersama Nakayoshi-kun, Kyoko akan sangat murka dan mungkin membunuh Nakayoshi-kun. Nakayoshi-kun orangnya penakut dan benar-benar takut, jadi meminta Sakura menjelaskan pada Kyoko nantinya.
Di kencan pertama mereka itu, Sakura menceritakan persahabatannya dan Kyoko, mereka berteman semenjak Sekolah Menengah Pertama dan persahabatan antara perempuan itu sama menyerupai orang pacaran, Kyoko akan cemburu kalau tahu Sakura jalan dengan laki-laki lain. Alasan kenapa Sakura tidak mau memberitahu Kyoko mengenai penyakitnya ialah lantaran ia tidak mau mengubah keseharian mereka berdua. Sakura juga menceritakan mengenai mantan pacarnya yang posesif.
Sakura juga ingin  mengenal Nakayoshi-kun lebih jauh, tapai kalau ditanya, Nakayoshi-kun selalu menolak dan menciptakan Sakura marah. Sakura marahnya lucu banged dan semua orang berfikir mereka itu pasangan kekasih yang sedang bertengkar lol.
Karena nggak mau jadi materi gosip pengunjung cafe, hasilnya Nakayoshi-kun menjawab pertanyaan-pertanyaan Sakura.
Yang menarik ialah ketika Sakura bertanya apakah Nakayoshi-kun pernah menyukai seseorang dan awalnya Nakayoshi-kun menolak menjawab, tapi hasilnya beliau menyampaikan kalau ia pernah menyukai seseorang yang memakai bahasa formal pada apa saja, bahkan makanan.
Hal itu cukup menciptakan Sakura terpesona, berdasarkan Sakura, alasan Nakayoshi-kun menyukai perempuan itu sangatlah indah.

Kencan sehari mereka itu ternyata menjadikan gosip heboh di kelas. Anak-anak kelas nggak percaya gadis terkenal Sakura kencan dengan si kutu buku. Kyoko tentu saja eksklusif melabrak Nakayoshi-kun dan Sakura sama sekali nggak menyembunyikan hubungan mereka. IA membenarkan mereka kencan dan ketika ditanya hubungan Sakura dan dia, Sakura menjawab mereka ialah sobat baik (Nakayoshi). Seluruh kelas eksklusif heboh.
Nakayoshi-kun tidak menyukai suasana itu dan eksklusif keluar dari kelas, Sakura mengejarnya.
Di atas sekolah, Nakayoshi-kun bertanya kenapa Sakura melaksanakan itu, pada dasarnya beliau bukanlah orang yang cocok bergaul dengan Sakura, lantaran itu muncul gosip menyerupai itu. Ia juga tak mengerti kenapa Sakura mendekatinya.
Sakura menyampaikan kalau beliau ialah orang yang berilmu menilai seseorang dan ia tahu Nakayoshi-kun orang baik. Saat Nakayoshi-kun bertanya apakah Sakura benar0benar akan mati, Sakura dengan senyumannya menjawab benar, ia akan mati. Manusia pada dasarnya akan mati suatu hari nanti dan itu bukanlah hal yang aneh. Kita tak tahu apa yang akan terjadi hari esok.

Sejak anak sekelas tahu kalau Nakayoshi-kun akrab dengan Sakura, keadaan berubah disekitar NAkayoshi-kun. Tentu saja Kyoko selalu menatap tajam padanya, lantaran Kyoko tidak suka Nakayoshi-kun akrab dengan Sakura, ia merasa kalau Nakayoshi-kun itu orang yang mencurigakan.
Nakayoshi-kun juga mulai dibully, sepatunya yang hilang-lah, buku derma Sakura berjudul ‘La Petit Prince’ juga menghilang.
Tapi semenjak itu juga, Nakayoshi-kun mulai punya teman, sobat sekelas yang memanggil namanya untuk pertama kalinya. Awalnya sih beliau mendekati Nakayoshi-kun lantaran ingin tau apakah benar Nakayoshi-kun pacaran dengan Sakura.

Akhir pekan, Sakura kembali mengajak Nakayoshi-kun untuk jalan-jalan berdua. Nakayoshi-kun lagi-lagi nggak menolak dan oke tanpa tahu tujuan mereka kemana dan ia juga tak tahu kalau itu perjalanan 2 hari semalam lol.
Mereka menghabiskan waktu di Kyushu, pergi ke sana dan kemari, makan ini dan itu. Saat malam tiba, keduanya menginap di sebuah hotel mewah. Sakura menyampaikan ada kesalahan ketika reservasi dan pihak hotel memberikan mereka kamar terbaik di hotel itu, tapi hanya 1 kamar.
Nakayoshi-kun ragu kalau itu kesalahan pihak hotel dan berfikir kalau Sakura sengaja melakukannya. Sakura sih nggak peduli, begitu masuk kamar beliau sibuk lari kesana dan kemari, beliau juga asik mandi dan sengaja menyuruh Nakayoshi-kun membawakan krim wajahnya ke kamar mandi ketika ia berendam HAHAHHAHAHAHAHHA.
Menghabiskan malam bersama, mereka main kartu, ‘jujur atau tantangan’. Mereka mengambil kartu acak dan nomor tertinggi ialah pemenangnya, pemenang akan menantang yang kalah, jikalau yang kalah menentukan jujur, maka pemenang memberikan pertanyaan dan harus dijawab dengan jujur, kalau yang kalah menentukan tantangan, maka yang menang menyuruh yang kalah melaksanakan sesuatu dan yang kalah harus melaksanakan tantangan itu.
Melalui permainan itu, keduanya semakin dekat. Jika Sakura menang, beliau banyak bertanya menarik hati Nakayoshi-kun, contohnya dikelas mereka siapa yang berdasarkan Nakayoshi-kun paling imut, beliau ada diurutan keberapa dll.
Kalau Nakayoshi-kun menang, Nakayoshi-kun lebih banyak menanyakan pertanyaan dasar dan Sakura kadang kesal lantaran ia merasa menyerupai sedang diwawancarai.

Saat Sakura meminta Nakayoshi-kun menyebutkan 3 penggalan dari dirinya yang berdasarkan Nakayoshi-kun imut, Nakayoshi-kun tidak menjawab dan malah menentukan tantangan, jadi Sakura minta digendong ke kawasan tidur HAHHAHHAHAHA. Sakura ini orangnya asik XD
Ronde terakhir ketika mereka di kawasan tidur, Sakura menang dan meminta Nakayoshi-kun menjawab dengan jujur apa yang akan Nakayoshi-kun lakukan jikalau ia nanti meninggal dunia. Nakayoshi-kun tidak menjawab dan menentukan tantangan. Sakura kecewa, lantaran sebetulnya ia ingin mendengar jawabannya. Karena itu tantangan bagi Nakayoshi-kun ialah tidur di kawasan tidur yang sama dengannya malam itu.
Saat pagi hari tiba, Sakura mendapat telpon dari Kyoko yang bertanya kemana Sakura pergu, lantaran Sakura berbohong pada orang tuanya, menyampaikan ia menginap di rumah Kyoko. Sakura sama sekali tidak berbohong pada Kyoko, ia menyampaikan dengan jujur kalau ia ke Kyushu bersama Nakayoshi-kun. Kyoko tentu saja eksklusif mengamuk HAHAHHAHAHA.

Dalam perjalanan pulang, Nakayoshi-kun sedikit berubah pada Sakura. Biasanya ia akan menolak sebelum mengiyakan usul Sakura, tapi hari itu Nakayoshi-kun setuju-setuju saja. Misalnya ketika Sakura menyampaikan lain kali mereka harus tamasya lagi, biasanya Nakayoshi-kun niscaya bilang, kenapa harus saya atau tidak terima kasih atau alasan lainnya, tapi kali ini Nakayoshi-kun eksklusif setuju.
Sebenarnya Sakura sangat tersentuh dengan hal itu, meski ia berakhir dengan menarik hati Nakayoshi-kun. Sakura menyampaikan jikalau ia meninggal nanti, Nakayoshi-kun boleh memakan pankreasnya dan Nakayoshi-kun menolak. Sakura menyampaikan itu lantaran ia ingin selalu ada dalam hati Nakayoshi-kun, jikalau Nakayoshi-kun memakan pankreasnya, maka ia akan selalu berada di hati Nakayoshi-kun, atau lebih tepatnya, tidak akan melupakan Sakura.
Sakura sangat takut dilupakan oleh orang disekitarnya.

Setelah hari itu, Nakayoshi-kun mulai dikerjai di kelasnya, sepatunya bahkan menghilang dimana hasilnya ditemukan oleh sobat yang menyapanya waktu itu, namnaya Gamu-kun, selalu makan permen karet dan selalu memberikan permen karet pada Nakayoshi-kun. Nakayoshi-kun juga kehilangan buku yang dipinjamkan Sakura padanya.
Sakura juga jadi jarang bicara dengan Nakayoshi-kun, lantaran beliau tak ingin menjadikan makin banyak gosip disekolah. Karena itu Sakura mengundang Nakayoshi-kun ke rumahnya. Nakayoshi-kun sama sekali nggak curiga dan tiba ke rumah Sakura, saya rasa tujuannya ialah untuk meminta maaf lantaran ia menghilangkan buku Sakura. Awalnya ia ragu menekan bel tapi lantaran hujan turun, beliau hasilnya menekan bel.
Hari itu orang bau tanah Sakura tak ada di rumah dan Sakura menyampaikan kalau hubungannya dan Nakayoshi-kun bukanlah pacar, dalam list hal yang ingin ia lakukan, ia ingin melaksanakan itu dengan orang yang bukan pacarnya. Tentu saja Nakayoshi-kun terkejut lantaran hal itu.
Saat Sakura mulai memeluknya, Nakayoshi-kun membisu saja, tapi pada hasilnya ia menolak Sakura. Sakura malah tertawa dan menyampaikan kalau ia hanya bercanda. Nakayoshi-kun meski kalem, tapi juga seorang lelaki dan tampaknya ia kesal lantaran Sakura tertawa dan seolah mempermainkannya, jadi Nakayoshi-kun mulai menyerang Sakura *Lol bahasanya*
Saat itu Sakura tampak ketakutan dan bahkan Nakayoshi-kun tak sengaja menjatuhkan Sakura ke lantai. Nakayoshi-kun sadar dengan apa yang sudah ia lakukan, hasilnya meminta maaf dan keluar dari rumah Sakura ditengah hujan.
Diluar sakura bertemu dengan ketua kelas yang murka lantaran Nakayoshi-kun akrab dengan Sakura dan bahkan main ke rumahnya. Ternyata beliau ialah mantan pacar Sakura dulu yang masih selalu mengkuti Sakura. Dia juga yang membuang sepatu Nakayoshi-kun dan mencuri buku yang dipinjamkan Sakura pada Nakayoshi-kun.

Sakura yang mengejar Nakayoshi-kun melihat keduanya dan ia menolong Nakayoshi-kun yang terluka dan membawanya kembali ke rumahnya. Keduanya sama-sama meminta maaf atas kejadian tadi dan Nakayoshi-kun mengembalikan buku yang dipinjamkan Sakura.
Nakayoshi-kun hasilnya menyampaikan kegalauan hatinya selama ini, mengenai hubungan mereka berdua. Mereka bertemu secara kebetulan dan ia terbawa arus, makanya mereka hingga pada tahap ini. Tapi bagi sakura, pertemuan mereka bukanlah sebuah kebetulan dan bukan juga takdir. Mereka bertemu di rumah sakit ketika itu ialah lantaran pilihan mereka sendiri, mereka dipertemukan lantaran pilihan yang mereka buat dan mereka hingga pada tahap ini juga bukan lantaran terbawa arus, tapi lantaran pilihan mereka.
Aku menangkap seidkit disini, maksud Sakura dengan pilihan ialah pada ketika mereka bertemu, bisa saja Nakayoshi-kun menciptakan pilihan lain, yaitu mengabaikan buku catatannya yang terjatuh itu, tapi ketika itu Nakayoshi-kun menciptakan pilihan mengambil dan membacanya.
Sakura bisa saja menentukan tidak menyapa Nakayoshi-kun ketika mengambil bukunya dan membiarkannya, tapi Sakura menentukan untuk menyapa Nakayoshi-kun dan mengakuinya.
Sakura bisa saja mengabaikan Nakayoshi-kun dan tidak mendekatinya, tapi Nakayoshi-kun menentukan mendekati Nakayoshi-kun. Nakayoshi-kun bisa saja menolaknya dengan tegas, tapi Nakayoshi-kun menentukan menyetujui usul Sakura dan begitulah mereka menjadi akrab hingga hari ini.
Saat memikirkan ini, saya jadi ngangguk-ngangguk, tidak ada yang namanya takdir, tapi itu ialah pilihan yang kita buat, yang membawa kita ke keadaan menyerupai kini ini.

Keesokan harinya, ketika Nakayoshi-kun ke sekolah, di gerbang, Kyoko murka pada Nakayoshi-kun lantaran semenjak Sakura akrab dengan Nakayoshi-kun, Sakura jadi sial dan bahkan kini masuk rumah sakit lantaran usus buntu.
Saat tahu Sakura masuk rumah sakit, Nakayoshi-kun tentu saja terkejut, lantaran ia tahu itu bukan usus buntu. Nakayoshi-kun tak bisa berhenti khawatir dan mengunjungi Sakura sepulang sekolah, yang menciptakan Sakura cukup terkejut.
Nakayoshi-kun sangat mengkhawatirkan Sakura dan berusaha bertanya apakah Sakura baik-baik saja dan Sakura menyampaikan ia baik-baik saja, ini hanya investigasi biasa. Dia akan keluar dalam 2 minggu.
Nakayoshi-kun menghabiskan waktu bersama Sakura dengan mengajarinya pelajaran hari ini dan disana Sakura menyampaikan kalau Nakayoshi-kun tampaknya cocok menjadi guru. Nakayoshi-kun merasa kalau ia tak cocok, ia tidak suka dengan orang banyak dan ia pikir ia lebih cocok bekerja sendirian. Sakura menyampaikan ia bisa menilai orang dengan baik, jadi ia tahu Nakayoshi-kun cocok menjadi guru. Gosip yang ada disekolah, itu lantaran teman-teman tidak mengenal Nakayoshi-kun, jikalau mereka mengenal Nakayoshi-kun dengan baik, niscaya tidak akan ada gosip menyerupai itu dan Sakura meminta Nakayoshi-kun menciptakan banyak sobat dan bahkan mengajarinya bagaimana cara mengajak seseorang menjadi teman.
Itu hanyalah pembicaraan biasa, tapi Nakayoshi-kun benar-benar memikirkan kata-kata itu dan mungkin itu ialah sebabnya kenapa ia menjadi seorang guru.
Sakura mungkin selain orang tuanya, beliau hanya punya 2 orang yang ia sayangi, Kyoko dan Nakayoshi-kun, ia sangat ingin mereka berdua berteman baik tapi sangat sulit melakukannya.

Sakura tidak masuk sekolah semenjak hari itu dan suatu malam, Nakayoshi-kun mendapat telpon dari Sakura. Awalnya pembicaraan biasa saja, tapi Nakayoshi-kun merasa kalau ada yang aneh. Tanpa diminta, Nakayoshi-kun tiba ke rumah sakit ketika tengah malam dan menciptakan Sakura terkejut.
Nakayoshi-kun sudah menduga ada yang tidak beres dan Sakura menyampaikan itu hanya lantaran masa rawat inap-nya diperpanjang. Sakura ingin menanyakan sesuatu pada Nakayoshi-kun tapi ia menyampaikan akan menanyakannya jikalau ia menang main ‘jujur atau tantangan’ satu ronde. Nakayoshi-kun tidak mengerti kenapa Sakura ingin main itu lagi, padahal Sakura tinggak bertanya dan ia akan menjawabnya. Sakura menyampaikan alasan kenapa permianan menyerupai itu dibentuk ialah lantaran ada pertanyaan yang sulit ditanyakan, dan dengan bermain itu, pertanyaan itu akan lebih gampang disampaikan.
Tapi sayangnya, ketika main, Nakayoshi-kun menang dan Sakura kalah, jadi Nakayoshi-kun yang bertanya. Pertanyaan Nakayoshi-kun ialah berdasarkan Sakura, apa itu artinya hidup.
Sakura menjawab sangat panjang, tapi pada dasarnya ialah hidup itu berinteraksi dengan orang lain. Jika kita sendirian, kita tidak akan tahu bahwa kita ada. Perasaan dan badan ada lantaran orang lain ada. Bicara dengan orang lain, menyentuh orang lain, mencicipi sesuatu, itu ialah tanda bahwa kita hidup, lantaran ada orang lain yang berinteraksi dengan kita.

Nakayoshi-kun benar kalau ia merasa ada sesuatu yang absurd pada Sakura malam itu, Sakura yang biasanya ceria berkembang menjadi melo. Sakura ingin sekali lagi tamasya dengan Nakayoshi-kun dan Nakayoshi-kun mengajaknya untuk jalan-jalan sehabis Sakura keluar dari rumah sakit nanti, dan Sakura harus benar-benar keluar dari rumah sakit.
Itu ialah pertama kalinya Nakayoshi-kun menyampaikan hal menyerupai itu pada Sakura, yang tentu saja menciptakan Sakura senang, lantaran Nakayoshi-kun sudah mulai memikirkannya. Mereka berdua berjanji untuk jalan-jalan bersama ketika Sakura keluar dari rumah sakit, melihat bunga Sakura.
Berkat komitmen itu, Sakura berusaha untuk sembuh dan sehat kembali. Selama masa penyembuhan Sakura, Nakayoshi-kun sibuk mencari tahu dimana Sakura biasanya mekar meski tidak musimnya, Gamu-kun membantu Nakayoshi-kun mencari tahu tempatnya.

Dan ternyata hari yang dinanti oleh keduanya telah tiba. Sakura keluar rumah sakit hari itu dimana ia eksklusif ganti baju dan berdandan cantik. Nakayoshi-kun menunggunya di cafe, mereka berkomunikasi dengan sms.
Nakayoshi-kun sempat menulis pesan yang sangat panjang, memuji bagaimana Sakura yang selau ceria dan tak memperlihatkan kesedihannya, bagaimana Sakura menghadapi kehidupan dan membuatnya berfikir kalau ia ingin menjadi Sakura. Intinya begitu. Tapi pada hasilnya ia menghapus pesan itu dan ia hanya mengirim satu kalimat pada Sakura, ‘Kimi no Suizou wo Tabetai’ atau ‘Aku ingin memakan pankreasmu’.
Itu ialah pesan terakhir Nakayoshi-kun pada Sakura, yang tidak pernah mendapat balasan, lantaran Sakura tidak pernah tiba menemui Nakayoshi-kun hari itu.

Nakayoshi-kun pernah membaca jurnal harian Sakura ketika ia menemukan jurnal itu, tapi ia hanya membaca halaman pertama saja. Ia tahu Sakura selalu menulis setiap hari disana dan Sakura pernah menyampaikan kalau Nakayoshi-kun boleh membacanya nanti, sehabis ia meninggal dunia.
Nakayoshi-kun tiba ke rumah sakura 1 bulan sehabis kejadian itu, Nakayoshi-kun mengaku pada ibu Sakura kalau beliau tahu mengenai penyakit Sakura dan menyampaikan kalau ia ingin membaca jurnal Sakura. Ibu sudah menduga kalau Nakayoshi-kun ialah anak laki-laki yang sering dibicarakan anaknya dan Sakura pernah berpesan padanya, Nakayoshi-kun itu anak yang penakut, beliau tak akan tiba ketika pemakamannya tapi Nakayoshi-kun niscaya akan tiba menjemput jurnal itu.
Nakayoshi-kun hasilnya membaca jurnal harian Sakura, mulai ketika semenjak Sakura dan beliau bertemu. Sakura menulis nama Nakayoshi-kun di jurnalnya, tapi lantaran Nakayoshi-kun tidak mau Sakura menulis namanya, sakura mencoretnya.
Jurnal itu berisi keseharian Sakura dan Nakayoshi-kun, tentu saja dari sudut pandang Sakura. Bagaimana pendapat Sakura ketika Nakayoshi-kun tahu penyakitnya, wajah damai Nakayoshi-kun menciptakan Sakura tertarik, tapi sebetulnya sebelum itu Sakura sudah usang tertarik pada Nakayoshi-kun yang selalu sendirian membaca buku dan rahasia menatapnya. Mengenai kencan pertama mereka, perjalanan sehari mereka, hal-hal yang ingin ia lakukan. Saat ia menangis lantaran Nakayoshi-kun mengunjunginya di rumah sakit, Saat ia tak bisa memegang barang dengan baik, ketika nafsu makannya berkurang, ketika ia ingin menanyakan sesuatu pada Nakayoshi-kun, ketika mereka berjanji akan liburan bersama hingga hari terakhir dimana Sakura sangat bahagia lantaran ia akan menemui Nakayoshi-kun.
Disini Nakayoshi-kun menangis sejadi-jadinya, ia menangis untuk pertama kalinya semenjak kepergian Sakura. Sakura pernah menyampaikan kalau kita tak tahu apa yang akan terjadi hari esok dan itu ialah apa yang terjadi pada Sakura, pada akhirnya, beliau tidak meninggalkan dunia ini lantaran penyakitnya, tapi lantaran hal lain.

Di tahun 2017, Nakayoshi-kun yang sudah menjadi guru sebetulnya masih menyimpan jurnal itu dan setiap kali membacanya, ia akan menangis. Ia mendapat undangan ijab kabul dari Kyoko tapi ia tak pernah membalasnya apakah ia akan tiba atau tidak.
Di hari terakhir mengemas buku perpustakaan, Kuriyama menemukan sebuah kartu perpustakaan yang dicoret dengan gambar senyuman khas Sakura. Nakayoshi-kun mengetahui kalau itu ialah buku yang pernah dipinjam Sakura dan ia dengan panik sendiri mencoba mencari buku itu.
Tapi kemudian ia menyadari kalau bukan itu yang ingin Sakura katakan padanya. Sakura semenjak dulu suka salah menaruh buku, ia sebetulnya sengaja, untuk menarik perhatian Nakayoshi-kun. IA menyampaikan jikalau mencari buku yang ingin dicari menyerupai mencari harta karun, niscaya menyenangkan.
Kenangan itu membawa Nakayoshi-kun masuk ke ruangan khusus di perpustakaan dan ia menemukan buku La Petit Prince disana, Sakura meletakkan buku itu disana lantaran yakin Nakayoshi-kun akan menemukan buku itu suatu hari nanti.
DAlam buku itu, ada 2 surat, 1 untuk Kyoko dan satu lagi untuk Nakayoshi-kun.

Nakayoshi-kun yang rencananya tidak akan tiba ke ijab kabul Kyoko, hari itu berlari sekencang-kencangnya menemui Kyoko untuk memberikan surat terakhir Sakura, yang menciptakan Kyoko menangis dalam balutan gaun pengantinnya. Dalam suratnya, Sakura hasilnya menyampaikan mengenai penyakitnya, alasan kenapa ia tidak mengatakannya pada Kyoko ialah lantaran ia sangat mengasihi Kyoko, ia tak mau mengubah hari-hari menyenangkan mereka menjadi hari menyedihkan lantaran kekhawatiran. Ia juga ingin Kyoko berteman dengan si pembawa surat itu, Nakayoshi-kun.
Itu ialah usul terakhir Sakura bagi keduanya, semoga mereka berdua berteman. Nakayoshi-kun mengajak Kyoko untuk berteman dan Kyoko jadi ingat ketika ia mendengar Nakayoshi-kun dan Sakura latihan berteman di rumah sakit dulu.
Ini beneran menyerupai ending One Weeks Friends HAHHAHAHAHAH.

Dan apa isi surat terakhir Sakura untuk Nakayoshi-kun?
Dalam surat itu, Sakura untuk pertama kalinya memanggil nama kecil Nakayoshi-kun, yaitu Haruki. Ia juga menyampaikan apa yang sebetulnya ia ingin tanyakan waktu mereka bermain permainan jujut atau tantangan satu ronde. YAng ingin ditanyakan oleh Sakura ialah Kenapa selama ini HAruki tidak pernah memanggil namanya, Haruki selalu memanggilnya dengan kimi, kimi dan kimi.
Isi surat terakhir Sakura ini menyerupai dengan isi sms yang pernah diketikkan oleh Nakayoshi-kun ketika ia menunggu Sakuta,  hanya saja beliau tidak jadi mengirimnya. Dalam pesan SMS itu, Haruki merasa iri pada Sakura dan ingin menjadi Sakura.
DAn ternyata isi surat Sakura ini ialah perasaan Sakura selama ini, kalau ia juga ingin menjadi Haruki yang damai dalam menghadapi sesuatu, terlihat dewasa. Ia ingn menjadi menyerupai Haruki. Ia ingin hidup dalam diri Haruki. Ia ingin memakan pankreas HAruki.
Sebuah surat yang sangat indah, saya eksklusif sadar kalau perasaan keduanya itu sama lantaran diakhiri dengan I want to eat your pancreas *sobs*

Jadi, apa itu I Want to eat Your Pancreas?
KAlau nggak salah orang-orang dulu atau binatang apa gimana, jikalau satu penggalan badan mereka sakit, jikalau mereka memakan penggalan badan orang lain, mereka akan sembuh. JAdi jikalau sakit pankreas, makan pankreas orang lain, sakit kita akan sembuh. Jika kita sakit hari, makan hati orang lain akan sembuh, begitu. Makanya pada awalnya Sakura ingin makan pankreas Haruki, supaya beliau bisa sembuh.
Tapi ada penggalan dimana Sakura meminta Haruki memakan pankreasnya, yang artinya ialah jikalau Haruki memakan pankreas Sakura, maka Sakura akan tetap hidup dalam diri HAruki atau Haruki tidak akan melupakan Sakura.
Makara begitulah arti dari judul movie ini, berdasarkan pendapatku HAHHAHAHAHA.

Movie ini indah banged, masih banyak penggalan yang tidak saya ceritakan diatas, terutama plot twist dari movie ini.
Jika ditanya apakah ini movie sad ending, saya sih jawabnya bittersweet ending. Sejak awal Sakura memang sakit, dan kita sudah bisa menebak beliau akan meninggal di akhir. Tapi ternyata Sakura meninggal dunia bukan lantaran penyakitnya, tapi lantaran kita nggak bisa meramalkan apa yang akan terjadi besok. Sakura pernah menyampaikan itu pada Nakayoshi-kun dan ingin Nakayoshi-kun menghargai hidupnya disetiap harinya.
Keinginan Sakura tercapai, ia tetap hidup dalam diri dua orang yang ia cintai, Haruki dan Kyoko dan dua orang ia cintai itu hasilnya berteman.
Haruki yang awalnya ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai guru, mengurungkan niatnya dan mulai bekerja sepenuh hati lagi.

PAda akhirnya, Sakura memang membawa perubahan pada diri Haruki yang awalnya tidak peduli pada keadaan disekitarnya. Ia anak baik semenjak awal, tapi tak suka berinteraksi dengan orang lain.
Kehadiran Haruki juga membawa perubahan pada Sakura. Sakura yang selalu tersenyum dihadapan orang lain, sebetulnya sangat takut akan kematiannya. Sejak bertemu Haruki, ia punya alasan untuk berusaha tetap hidup dan hari-hari yang ia lalui bersama HAruki sangat menyenangkan baginya. Ibu Sakura tahu akan hal itu, semenjak mengenal Haruki, Sakura jadi lebih hidup.

Kabarnya movie ini akan mendapat anime movie yang sedang digarap dan mungkin akan rilis tahun ini. Aku sangat menantikan anime movienya, biasanya feel-nya lebih terasa yang versi anime hohohohohoho. Aku rasa saya juga pernah membaca beberapa chapter manga-nya, ada yang membuatnya versi manga, tapi saya belum lanjut.
Untuk novelnya sendiri, saya belum baca nih, ada sih rencananya pengen beli, tapi belum sempat ke toko buku 😓
Aku juga nggak bisa membandingkan versi movienya dan novelnya, lantaran belum baca. Yang udah baca novelnya gimana ya, puas nggak sama movienya. Kalau sebagai yang belum baca novelnya,a ku cukup puas dengan movienya 😊 Setidaknya lebih bagus dari yang saya harapkan 🙂

 
 Skor:
Story: 5/5
Acting: 4,5/5
Character: 4/5
Cinematography: 5/5
Music: 4/5
Opening: 4/5
Ending: 4/5
Recommended!

 

Continue Reading

More in Dori Sakurada

To Top