Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: Maestro! (2015)

J-Movie

[Review] J-Movie: Maestro! (2015)

Aku mendownload movie ini tidak sengaja sebab salah menduga judulnya. Awalnya saya ingin mendownload movie Kasumi Arimura berjudul Little Maestro, dikala mencari di lk21, saya malah mendownload movie ini yang ternyata berbeda 100% HAHAHAHHAHAHA.
Tapi saya tidak menyesal, ini movienya cantik dan lagi ihwal musik klasik. Aku suka banged.

Maestro! ialah sebuah live action movie yang rilis pada tahun 2015, disutradarai oleh Shotaro Kobayashi (Kaasan Mom’s Life, Family Secrets) dan naskahnya ditulis oleh Satoko Okudera (Wolf Children, The Vanished, Rebirth, Reverse). Movie ini dibintangi oleh Toshiyuki Nishida (Doctor X, Tamiou, Montage), Tori Matsuzaka (Her Loves Boils Bathwater, Mozu The Movie, April Fools, Love For Beginner), Miwa (The 100th Love with You) dan beberapa cast lainnya. Ini ialah pengalaman akting pertama Miwa dan menurutku aktingnya tidak mengecewakan bagys untuk percobaan pertama.

SINOPSIS
spoiler alert!

Maestro berpusat pada tokoh utama kita Shinichi Kosaka (Tori Matsuzaka) yang merupakan sebuah member orkestra, ia memainkan biola dan merupakan putera dari seorang pemian biola yang dulunya menjadi concertmaster di Orkestra tersebut. Mengikuti jejak ayahnya, Shinichi juga menjadi concertmaster di Central Orkestra. Tapu Orkestra mereka dibubarkan sebab kurangnya dana dan masing-masing member mencari pekerjaan lain, ada yang keluar dari dunia musik, ada yang menerima kesempatan diterima di orkestra lain dan lain sebagainya. Shinichi sendiri belum. menemukan pekerjaan sebab ia selaly ditolak oleh orkestra dimana ia melamar.

Suatu hari, ia menerima pesan jikalau orkestra usang mereka akan mengadakan konser dan Shinichi pergi ke daerah yang dimaksud. Para member orkestra usang berkumpul krmbali sesudah 6 bulan berpisah, member yang berkumpul ialah mereka yang sudah tua, kemampuan musik kurang dan tak diterima di orkestra lain. Mereka terlihat sangat menyukai musik, mengingat mereka bersemangat sebab berkumpul kembali. Tapi ternyata apa yang mereka temukan disana jauh dari yang mereka bayangkan. Karena mereka akan latihan di gudang dan bahkan ada member tambahan, pemain flute yang merupakan pemain amatir sebab mereka semua ialah pemain pro. Ditambah orang yang mengumpulkan mereka, Tetsusaburo Tendou terlihat menyerupai gelandangan yang menolak memakai tongkat konduktor untuk melatih mereka melainkan memakai palu dan alat lainnya.

Shinichi tidak mengerti kenapa ia melaksanakan hal ini seolah menghabiskan waktunya. Di hari pertama mereka latihan, mereka menghabiskan waktu 4 jam tanpa henti. Cara Tendou melatih mereka juga sangat keras. Ia tak segan berteriak pada mereka dan memanggil mereka dengan kasar, jikalau ada nada yang salah ia selalu tahu salahnya dimana dan meminta mereka mengulang dan mengulangnya lagi.

Kalau selesai latihan, para member biasanya minum-minum dan bergosip mengenai Tendou dan si anak amatir berjulukan Amane Tachibana itu. Setiap member punya masalahnya sendiri dan Tendou san rahasia menuntaskan problem mereka satu per satu. Ada yang mengalami penyakit sehingga menghipnotis penampilannya dan ternyata masalahnya bukan di penyakitnya melainkan alat musiknya, ada juga yang selalu main dengan buruk dan tak bisa mengikuti nada anggita lain yang masalahnya ialah sebab beliau banyak pikiran dan lain sebagainya.

Shinichi sendiri tidak suka pada Amane yang merupakan pemain amatir bergabung dengan pemain pro. Tapi selama latihan Amane sama sekali tidak melaksanakan kesalahan. Bahkan Tendou memberinya penampilan solo dimana ia memukau semua anggota sebab permainan flute nya sangat cantik dan menyentuh, dimana Shinichi sendiri tidak pernah main sebagus itu hingga menyentuh hati pendengarnya. Sejak itu Amane jadi disukai oleh anggota Orkestra. Saat memainkan itu, Amane sendiri memikirkan tragedi masa kecilnya dimana ia berpisah dengan orang tuanya dengan cara yang sangat menyedihkan.

Amane dan Shinichi sendiri sering bertemu rahasia dan mengobrol. Disana Shinichi tahu jikalau Amane tidak punya daerah tinggal dan tinggal di sebuah kapal. Tendou merekrut Amane juga setelag melihat Amane makan, dari cara Amane makan ia tahu Amane bisa bermain dengan baik.

Singkat cerita, rahasia Tendou kemudian terbongkar. Tendou ialah laki-laki miskin yang punya banyak hutang pada rentenir, ternyata sebab istrinya sedang di rawat di rumah sakit. Tendou sendiri punya kekerabatan dengan Shinichi sebab dulu Tendou ialah seorang konduktor dimana ayah Shinichi menjadi concertmasternya, dan sebab Tendou lah ayahnya jatuh sakit dan meninggal. Mengetahui hal itu, Shinichi merasa dimanfaatkan dan ia menolak latihan. Selain itu problem gres muncul dimana tidak ada sponsor untuk konser mereka.

Amane sendiri berusaha meyakinkan Shinichi untuk tetap latihan bersama mereka. Tapi satu pwr satu anggota mulai berhenti tiba untuk latihan sebab mereka juga tak percaya Tendou dan jikalau nggak ada sponsor artinya mereka juga tidak bisa tampil. Karena mereka ialah anggota orkestra pro yang harus dibayar, itu ialah mata pencaharian mereka. Semuanya kembali ke kehidupan masing-masing. Hanya Tendou yang tiba setiap hari kesana, ia terus mengayunkan tongkat meski takal ada anggota disana.

Suatu hari salah seorang kembali ke gudang sebab ia meninggalkan sesuatu disana san melihat Tendou sendirian. Kecintaannya akan musik membuat ia menemani Tendou. Dan satu per satu anggota Orkestra kembali latihan, mengatakan betapa mereka menyayangi dan tidak ingin menyerah. Sampai pada jadinya Shinichi pun bergabung dengan mereja dan mereka siap mengadakan konser.

Ini movie sangat menyentuh. Meskipun agak boring di pertengahan sebab ini mengenai musik klasik, dimana mereka kebanyakan latihan dan latihan, tapi benar-benar menyentuh. Kita melihat bagaimana cintanya mereka terhadap musik klasik, mereka tetap ingin bermain musik meski mereka bisa dibilang tidak terlalu cantik dan sudah tua.

Disini kita juga melihat bagaimana Shinichi yang merasa Tendou oenyebab ayahnya berhenti bermain musik, sakit dan meninggal. Tapi lertemuannya dengan istri Tendou membawa ingatannya kembali ke masa dimana ayahnya tetap bermain musik meski ayahnya sakit, ditemani Tendou, mereka tetap membuat lagu bersama-sama. Sampai akhir, ayahnya tidak mengalah akan musik. Tendou juga mengajarkan Shinichi banyak. hal, alasan kenapa selama ini ia selalu ditolak oleh banyak orkestra.

Pada akhirnya, para member tetap bermain musik, bahkan sesudah istri Tendou meninggak dunia, mereka mengajak tendou mencoba sekali lagi untuk bermain bersama mereka.

 Skor:
Story: 4/5
Character/Acting: 4/5
Cinematography: 3/5
Music: 4/5
Opening: 3/5
Ending: 3/5

Continue Reading

More in J-Movie

To Top