Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: Rage A.K.A Ikari (2016)

Aoi Miyazaki

[Review] J-Movie: Rage A.K.A Ikari (2016)

Salah satu Most Anticipated Japanese Movie of 2016, dimana bukan genre yang biasanya saya tonton tapi menantikannya alasannya ialah gugusan cast yang main.
Aku nggak suka movie berat, apalagi wacana pembunuhan dan berdarah-darah, tapu movie ini saya sangat menantikannya. Dan sehabis cek dan ricek spoilee apakah dimovie ini banyak darahnya atau nggak, kesudahannya saya berani nonton [email protected] Meski adegan berdarahnya saya skip skip ✌️

Rage / Ikari / Anger ialah movie yang rilis pada tahun 2016, diangkat dari sebuah novel berjudul sama karya Shuichi Yoshida, movie ini disutradarai oleh Lee Sang Il (Villain, Unforgiven, Border Line) yang merangkap sebagai penulis naskah. Sebelumnya Lee Sang Il juga mengadaptasi novel Akunin karya Shuichi Yoshida menjadi movie berjudul Villain.
Lee Sang Il ini tampaknya memang seorang mahir thriller 😅

Movie berdurasi 142 menit ini bergenre Mystery, Suspense, Drama, dibintangi oleh bintang terkenal Jepang yang merupakan aktor-aktor favorite aku, hampir semuanya, makanya saya bela-belain menonton movie ini HAHAAAHAHAHAH.
Siapa saja?
Ada Satoshi Tsumabuki (What A Wonderful Family, Wakamonotachi, Villain, Museum); Gou Ayano (64, The Snow White Murder Case, Frankenstein no Koi, Rurouni Kenshin); Watanabe Ken (Unforgiven, Memories of Tomorrow, The unbroken); Kenichi Matsuyama (Death Note, Usagi Drop, Norwegian Wood); Aoi Miyazaki (If Cats Dissappeared from the World, Solanin, Heavenly Forest, Yellow Elephant); Mirai Moriyama (One Million Yen Girl, Crying Out Love in the Center of the World, Always Sunset on Third Street 3); Hirose Suzu (Our Little Sister, Chihayafuru, Your Lie in April); Takara Sakumoto, Pierre Taki (Toto Nee Chan, Shin Godzilla, Parasyte); Takahiro Miura (Shin Godzilla, Little Forest, Unforgiven), Mitsuki Takahata (Evergreen Love, Gochisousan,  Toto Nee Chan) dan cast lainnya.
Gimana gugusan castnya? Bikin pengen nonton kan?
Ada Tsumabuki, Aoi, Suzu, Mirai, Gou, Kenichi, Mitsuki aduuuuhhh 😆

Movie ini menceritakan wacana sebuah kasus pembunuhan mengerikan di Jepang, dimana pasangan suami istri dibantai oleh orang tidak dikenal. Dua detektif ditugaskan untuk mengurus kasus ini dan 1 tahun kemudian  mereka berhasil mendapat bagan wajah si pelaku dan disebarkan di banyak sekali media. Saat itu, di 3 temoat berbeda di Jepang, Tokyo, Okinawa dan Chiba, muncul 3 orang asing yang wajahnya menyerupai dengan si pelaku pembunuhan.
Makara siapa si pelaku?

Tapi yang ingin disampaikan oleh sutradara disinu bukan lah mengenai menangkap si pelaku, tapi bagaimana orang menghadapi orang asing yang tiba ke tempat mereka. Kita diperlihatkan bagaimana mereka menyambut orang asing tersebut, ada yang cuek, ada yang percaya tanpa curiga, ada yang ketakutan dan tentu saja ada yang waspada. Apalagi ketika mengetahui orang itu menyerupai dengan pelaku pembunuhan. Disitu menariknya.

Hirose Suzu sebagai maknae di movie ini memperlihatkan akting yang WOW banged. Aku semoat ternganga melihat aktingnya di movie ini, keren banged! Dia ialah salah satu aktris berbakat Jepang yang berdasarkan saya cocok dengan banyak sekali Genre, selain itu sutradara ternama banyak yang tertarik pada aktingnya, jadi ia bakalan banyak bermain dengan senior-seniornya di masa yang akan datang. Takara Sakumoto memulai aktingnya di movie ini juga memperlihatkan akting yang luar biasa, lumayan untuk movie pertamanya. Kalau cast lain sih jangan ditanya ya, mereka udah TOP semua.

Movie ini pengambilan gambarnya sangat indah, terutama perpindahan adegannya, dari Tokyo ke Chiba ke Okinawa dan seterusnya, berdasarkan saya sangat unik dan indah, jadi terasa satu kesatuan gitu, nggak janggal dan menyatu gitu deh. Makara asik aja gitu mengikutinya. Selain itu pemandangan bab Okinawa sekitar pantainya indah banged.

Tapi movie ini tidak cocok untuk anak dibawah umur alasannya ialah ada beberapa adegan yang kejam dan vulgar, jadi meski kalian fans mereka sebaiknya jangan di tonton dulu 😬 tunggu remaja ✌️

Berikut ini sinopsis singkatnya dan berisi spoiler, jadi bagi yang nggak suka spoiler, skip aja ^^

SINOPSIS
spoiler alert
 

Karena movie ini menceritakan di 3 tempat yang berbeda, jadi saya menceritakan secara terpisah berdasarkan daerahnya. Meski di movienya ceritanya pindah-pindah, agar lebih gampang dimengerti ✌️

Makara di awal dongeng ini, kita diperlihatkan dua detektif, Kunihisa Nanjo (Pierre Taki) dan Sosuke Kitami (Takahiro Miura) yang ada di lokasi pembunuhan di sebuah rumah. Korbannya ialah pasangan suami istri yang dibunuh secara brutal di kamar mandi. Di dinding rumah mereka terdaoat sebuah goresan pena dari si pembunuh ‘Ikari/Kemarahan’. Detektif menemukan darah korban di tempat dan berdasarkan bukti-bukti dan penyelidikan yang mereka lakukan selama setahun sehabis kejadian, mereka menemukan jikalau si pelaku melaksanakan operasi plastik dan sedang berkeliaran. Mereka juga berhasil menciptakan bagan wajah si pelaku dan mulai membuatkan di media.

Di tiga tempat yang berbeda, muncul 3 orang asing.

Tokyo

Yuma Fujita (Satoshi Tsumabuki) ialah seorang pekerja kantoran biasa. Yang tidak biasa darinya ialah ia seorang gay. Ia sering menghabiskan waktu di tempat dimana biasanya para gay berkumpul dan berpesta, jadi disana mereka pesta dan menari gitu, jikalau ada yang saling tertarik ya mereka mulai kencan, pada dasarnya gitu deh.
Yuma secara rutin mendatangi tempat itu untuk memuaskan diri dan suatu hari ia bertemu dengan Naoto Onishi (Gou Ayano) disana, orangnya pendiam dan sering meringkuk di sudut dan Yuma pun menyerangnya. Dan begitulah keduanya saling tertarik dan bahkan mulai tinggal bersama.

Naoto tidak berasal dari sana, ia menolak memberitahu siapa dirinya lebih dalam tapi Yuma percaya padanya, mereka tinggal serumah menyerupai pasangan suami istri, dimaba Naoto sebagai ibu rumah tangga dan Yuma bekerja. Setelah bertemu Naoto, Yuma tidak pernah ke sentra gay lagi. Ia bahkan memperkenalkan Naoto pada ibunya yang sakit dan Naoto sangat meyayangi iby Yuma, ia sering menjenguk ibu Yuma dan Ibu Yuma menyukai Naoto. Bahkan ketika ibu Yuma meninggal, Naoto ada disampingnya.

Masalah dimulai ketika Yuma tidak sengaja melihat Naoto bersama seorang gadis di cafe dan Naoto kelihatan akrab dengan gadis itu. Yuma mulai merasa tidak damai alasannya ialah ia merasa ia bukan satu-satunya di hati Naoto. Bahkan ketika ia mencoba bertanya, Naoto berbohong padanya. Ia jadi makin khawatir. Mereka bahkan sempat bertengkar hebat alasannya ialah dilema itu.

Suatu hari Yuma melihat isu mengenai pelaku pembunuhan itu dan bagan wajah pelaku menyerupai Naoto. Yuma mulai panik dan mengingat-ingat jikalau ia sama sekali tidak tahu apa-apa wacana Naoto, Naoto juga menolak membicarakan mengenai masa lalunya dan lain sebagainya. Setelah pertengkaran mereka, Naoto tidak kembali ke rumah.
Yuma sangat takut, ketika ia mendapat telpon dari kantor polisi ia panik, ketika ditanya apakah ia mengenal Naoto, Yuma menyampaikan ia tidak mengenalnya dan menutup telponnya. Ia segera membuang semua barang-barang Naoto yang ada di rumahnya, takut kalau-kalau polisi tiba memeriksanya.

Dan waktu berlalu.
Suatu hari ia kembali melewati cafe tempat dimana ia melihat Naoto bersama gadis waktu itu, dan kali ini ia hanya melihat gadis itu disana. Karena ingin tau ia mendekati gadis itu dan bertanya mengenai Naoto. Gadis itu ternyata mengenal Naoto semenjak kecil dan mulai menceritakan kisah mereka dan apa yang terjadi pada Naoto.
Yuma shock mengetahui apa yang terjadi, rasa tidak percayanya pada orang yang ia cintai meninggalkan luka mendalam di hatinya.

Chiba

Yohei Maki (Watanabe Ken) bekerja di sebuah pelabuhan, mengurusi kapal-kapal nelayan. Puterinya Aiko Maki (Aoi Miyazaki) kabur dari rumah dan bekerja menjadi PSK, ia kesudahannya mendapat kabar dari tempat Aiko bekerja dan menjemputnya. Aiko menyukai seorang pelanggan tapi tampaknya pelanggan itu mengkhianatinya, ia jadi tak punya semangat hidup. Sejak kecil, Aiko berbeda dari gadis seusianya, orang-orang menyampaikan jikalau ia tidak normal, Aiko memang bersikap menyerupai anak-anak sih.

Di tempat Maki-san bekerja, ada seorang pegawai gres berjulukan Tetsuya Tashiro (Kenichi Matsuyama). Tetsuya rajin bekerja, ia tidak menciptakan dilema dan juga bersikap baik. Tapi bagi sebagian orang ia misterius, ia pendiam, tidak banyak yang tahu dari mana asalnya, ia juga tidak memiliki teman.
Aiko tertarik pada Tetsuya. Aiko bertugas memasakkan ayahnya bekal dan mengantarkannya ke tempat bekerja, ia jadi sering bertemu Tetsuya. Keduanya menjadi akrab dan Aiko bahkan membuatkan Tetsuya bekal setiap harinya. Maki-san bekerjsama tidak damai melihat puterinya bersama Tetsuya, alasannya ialah ia takut Aiko patah hati lagi + mereka tidak tahu apa-apa wacana Tetsuya.

Tapi Aiko ternyata lebih serius dari yang Maki-san pikirkan, ia bahkan sudah pacaran dengan Tetsuya dan bahkan akan tinggal bersama Tetsuya. Tentu saja ayahnya menolak akan hal itu, meski Aiko memohon, bahkan Tetsuya juga menohon alasannya ialah keduanya saling mencintai. Ia menyadari jikalau Aiko jadi lebih ceria semenjak bertemu Tetsuya, juga menyadari Aiko tak peduli dengan gosip mengenai dirinya di masyarakat, tapi Karena khawatir akan Aiko, Maki-san belakang layar mencari tahu wacana Tetsuya di tempat kerjanya sebelumnya dan mengetahui jikalau dulu Tetsuya memakai nama. lain ketika bekerja disana.
Maki memberitahu puterinya mengenai hal itu dan Aiko murka alasannya ialah ayahnya menyidik tanpa izin. Aiko menyampaikan ia sudah tahu hal itu, Tetsuya menceritakan semuanya padanya, alasan kenapa ia selalu berpindah-pindah tempat dan kenapa Tetsuya selalu berganti nama. Karena Aiko tidak menyerah, kesudahannya Maki merelakan puterinya tinggal bersama Tetsuya.

Suatu hari, Maki-san melihat isu mengenai pembunuh itu dan melihat bagan wajahnya menyerupai dengan Tetsuya. Tentu saja ia khawatir, tapi melihat Aiko senang bersama Tetsuya awalnya ia merahasiakannya. Tapi pada kesudahannya ia memberitahu Aiko mengenai hal itu. Aiko tentu saja merasa tidak terima ayahnya menganggap pacarnya pembunuh dan ia murka pada ayahnya. Tapi beberapa hari kemudian Aiko pulang dengan menangis menyampaikan jikalau ia melaporkan pada polisi mengenai Tetsuya.

Pada kesudahannya Aiko sendiri yang melakukannya, ia takut jikalau Tetsuya benar pembunuh. Kalau nggak salah Tetsuya ketika itu kabur sehabis Aiko memperlihatkan uang padanya. Aiko ini kepribadiannya memang sedikit aneh.

Kisah Aiko dan Tetsuya ini favorite aku, menyentuh, memperlihatkan cinta mereka yang berpengaruh meski ada keraguan dan satu-satunya pasangan yang happy ending.

Okinawa

Izumi Komiya (Hirose Suzu) gres saja pindah ke Okinawa, ke sebuah pulau. Izumi tidak punya sahabat disana, satu-satunya yang akrab dengannya ialah Tatsuya Chinen (Takara Sakumoto). Dilihat sekilas, kita sudah tahu jikalau Tatsuya menyukai Izumi.
Tatsuya sering mengajak Izumi ke sebuah pulau tak berpenghuni, itu ialah tempat favorite Izumi.

Suatu hari, ketika Izumi berjalan-jalan sendirian disana, ia melihat sebuah bekas bangunan, alasannya ialah penasaran, ia mendekatinya dan ternyata ada orang yang tinggal disana. Seorang laki-laki berjulukan Shingo Tanaka (Mirai Moriyama). Ia menyampaikan jikalau ia ialah seorang backpaker yang kebetulan sedang singgah di Okinawa. Izumi tertarik padanya dan tiba setiap hari kesana untuk mengobrol dengan Shingo. Shingo meminta Izumi tidak menyampaikan pada siapapun jikalau ia tinggal disana, Izumi mengerti.

Suatu hari, Tatsuya mengajak Izumi ke kota bersamanya, Tatsuya sih niatnya pengen kencan bersama Izumi meski kesudahannya tidak berjalan lancar. Disana mereka bertemu dengan Shingo dan mereka makan bersama hingga Tatsuya mabuk. Mereka bertiga kemudian berpisah alasannya ialah Izumi menyampaikan ia sanggup pulang bersama Tatsuya.
Tapi ketika dalam perjalanan, Tatsuya yang mabuk menghilang. Izumi berusaha mencarinya, dan ia melewati camp training tentara amerika.
Izumi ketakutan dan mencoba menjauh dari sana.

Ia lega sehabis ia merasa cukup jauh dari saja. Tapi ternyata ia masih tidak aman. Tempat itu sepi dan ada beberapa tentara amerika yang mengikutinya. Mereka mengejar Izumi dan mulai melaksanakan hal tidak pantas padanya. Izumi mencoba berteriak sekencang-kencangnya tapi tidak ada yang mendengar. Ada sebuah rumah malah pribadi menutuo jendelanya, tidak peduli.
Akting Suzu disini WOW banged, saya bahkan berhenti bernafas menontonnya, dan saya shock alasannya ialah ternyata Tatsuya melihat semuanya tapi ia membisu saja.

Setelah kesudahannya ada yang berteriak polisi datang, Tatsuya gres mendekati Izumi yang sudah sangat lemah dan meminta Tatsuyajangan menyampaikan hal ini pada siapapun. Tatsuya tak sanggup melaksanakan apapun dan hanya menangis.
Setelah kejadian itu, Izumi tidak pernah keluar rumah. Ia terus di tempat tidurnya alasannya ialah trauma berat. Tatsuya selalu merasa bersalah alasannya ialah kejadian itu. Ia meminta saran pada Shingo yang ketika itu mulai bekerja di restoran orang tuanya, Shingo sendiri mengaku jikalau ia juga melihat kejadian itu dan ia lah yang berteriak jikalau polisi datang.

Tatsuya ingin membalaskan dendamnya pada tentara Amerika itu, tapi ia terlalu lemah melakukannya. Ia bahkan tak punya muka lagi bertemu dengan Izumi alasannya ialah rasa bersalahnya.
Saat isu pelaku pembunuhan itu menyebar di media, Tatsuya melihat wajah si pelaku menyerupai dengan Shingo. Ibu Tatsuya juga menyadarinya. Tatsuya secara pribadi tiba ke tempat persembunyian Shingo di pulau tak berpenghuni dan menemukan fakta lain mengenai Shingo dan kejadian keji malam itu.

Ini movie berat banged, sangat berat.
Aku biasanya nggak suka movie berat menyerupai ini, genrenya juga, tapi movie ini cukup gampang dipahami, mungkin alasannya ialah saya udah suka duluan sama yang main. Meski saya shock melihat abjad mereka disini jauh dari abjad mereka yang biasa saya tonton di drama/movie mereka sebelumnya.

Sebut saja Suzu yang biasanya merankan gadis anggun di movienya sebelumnya, ia berubah 180 derajat disini, aktingnya bikin saya pengen nangis jikalau ingat adegan itu 😭😭😭😭
Satoshi yang biasanya jadi perjaka penyayang, lembut, disini jadi pencinta sesama jenis dan ia cukup berani, saya shock HAHAHAHAHAHA
Aoi Miyazaki disini karakternya menyerupai dengan karakternya di Yellow Elephant, jadi nggak begitu kaget juga.
Mirai Moriyama disini jadi brewokan dan perjaka banged, hampir nggak ngenali akunya, padahal gres nonton One Million Yen Girl dan Crying Out Love in the Center of the World.

Aku cukup kaget di final movie ini kita diperlihatkan alasan di pembunuh kenapa membunuh pasangan suami istri itu. Aku pikir ada dendam atau bagaimana, tapi ternyata si pembunuh sangat benci dikasihani orang lain. Itu ialah alasan ia membunuh mereka alasannya ialah istri pemilik rumah kasihan padanya yang kepanasan dan memperlihatkan minum padanya. Hul. Udah psyco memang si pembunuh itu.

Tebakan saya sih benar wacana pembunuhnya alasannya ialah dari 3 tersangka yang paling mencurigakan semenjak awal memang si ia HAHAAHHAHAHAHA.
Tapi saya tetap aja shock.

Makara di movie ini kita diperlihatkan bagaimana orang-orang menganggap/menanggapi orang asing yang muncul di lingkungan mereka. Awalnya ada yang percaya tapi ketika ada isu pembunuhan, mereka malah jadi curiga dan takut. Ada juga yang meminta tolong di luar jendela, orang yang nggak dikenal dan nggak peduli sama sekali, alasannya ialah tidak mau terlibat, ada yang mencoba percaya hingga final tapi kalah oleh ketakutan, ada yang percaya 100% dan tetap percaya hingga akhir.

Kita juga menyerupai itu, jikalau ada orang asing yang tiba-tiba tiba niscaya bawaab awalnya curiga, bertanya-tanya siapa, tapi ada juga yang nggak peduli dan ada yang bersikap baik. Tapi tidak semua orang mencurigakan ialah orang jahat, tidak semua orang yang menyembunyikan identitas ialah orang jahat, mereka punya alasan masing-masing mengapa mereka melakukannya. Tapi sifat manusia, curiga itu memang kadang diperlukan. Kata orang sih jangan terlaku baik jikalau jadi orang.

Seperti yang saya katakan diatas, ini movie keren banged, direkomendasikan tapi tidak untuk dibawah umur.

Skor:

Story: 4/5
Acting/Character: 5/5
Cinematography: 4/5
Music: 3/5
Opening: 4/5
Ending: 3,5/5

Continue Reading

More in Aoi Miyazaki

To Top