Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: Rainbow Song (2006)

Hayato Ichihara

[Review] J-Movie: Rainbow Song (2006)

Menemukan movie ini di filmku.net dan tertarik dengan covernya, saya mencoba mencari tahu apa komentar penonton movie ini sehabis menontonnya, banyak yang menyampaikan komentar manis dan merekomendasikan movie ini. Tertarik alasannya ialah Ueno Juri dan Yuu Aoi sih, katanya movie-nya unik dan menarik.
Tapi menyerupai biasa, saya tidak melihat sinopsis-nya alasannya ialah ingin menemukan efek kejutan, hahahhaha.
Dan ternyata benar-benar mengejutka. Jalan ceritanya menarik dan tidak membosankan.


Rainbow Song ialah movie tahun 2006 yang berdurasi 118 menit yang dibintangi Ueno Juri, Hayato Ichihara, Yu Aoi, dan cast lainnya. Disutradarai oleh Naoto Kumazawa yang ternyata ialah sutradara Kimi ni Todoke dan Close Range Love. Dia juga menyutradarai Jinx!!, sayang sekali berdasarkan saya Jinx!! membosankan, hahahhahahaah, maapkan daku >_< saya bahkan belum menyelesaikannya alasannya ialah itu. Mungkin lain kali. Dia juga menyutradarai Romantic Prelude, saya sudah mendownload tapi belum menontonnya XD
Nama Shunji Iwai muncul sebagai Produser movie ini, saya suka Shuuji Iwai Love Letter, keren!

Kalau secara garis besarnya, Rainbow Song ini menceritakan persahabatan antara seorang laki-laki dan wanita. Seperti kata orang, tidak ada yang namanya persahabatan antara laki-laki dan wanita, niscaya ada rasa, meski tidak disampaikan, niscaya ada sesuatu. Terkadang, orang tetap membisu demi persahabatan mereka.
Dan menyerupai itulah drama ini. Tapi keren banged lho, persahabatan antara dua tokoh utama kita, mulai dari sekedar stranger menjadi sangat dekat. menurutku keren sekali.

Movie ini dibagi menjadi beberapa chapter.
Awalnya saya pikir ini ada hubungannya sama lagu pelangi atau apapun itu, tapi ternyata pelangi yang muncul hanya beberapa kali HAHHAHAHAHAH.
Dan berdasarkan saya kenapa mereka menambahkan ‘song’ dalam judul filmnya ialah alasannya ialah movie ini penuh musik. Suer, saya suka banged sama BGM, baik drama atau musik. Dan hampir sepanjang movie ini, ada BGM-nya lho. KEREN!
Aku termasuk salah satu yang peduli dengan BGM dalam sebuah drama dan movie wkwkkwkwkw. Kadang orang ga peduli sama BGM sih, asalkan dramanya lucu atau bagus. Tapi berdasarkan saya itu penting.
Aku rasa itu salah satu alasan kenapa saya suka movie ini, musiknya itu lho, sangat jarang dalam J-movie ada musik yang mengiri sepanjang movie-nya.

Movie ini diawali dengan seorang pria, Kishida Tomoya yang melihat pelangi absurd di langit di apartemennya. Ia mengambil foto pelangi itu dan mengirimnya pada seseorang. Ia kemudian meninggalkan pesan bunyi dan tampaknya mereka ialah sahabat yang sudah usang tidak saling menghubungi.

Chapter 1: Circum Horizontal Arc

Pada Ch. 1 ini, kita melihat kehidupan Tomoya Kishida. Dia ialah salah satu anggota tim produksi. Kali ini tim-nya akan memproduksi sebuah MV dari penyanyi terkenal. Kishida sendiri ialah tim bantu-bantu dan mengurus jadwal dlsb. Sayangnya beliau kelihatan gres dalam hal ini, atau memang sifatnya yang menyerupai itu jadi beliau banyak menciptakan kesalahan ini dan itu, dimarahi, dibentak dan lain-lain. Meski begitu ia sabar menghadapinya.

Disini kita melihat BTS dari pembuatan MV dan bagaimana bila pemain film membatalkan atau memundurkan jadwal atau terlambat, akan mengakibatkan kegaduhan dalam tim produksi. Kita melihat behind the scene dimana yang paling sibuk dan sulit ialah tim produksi bukan artisnya. Keren deh pokoknya, kita jadi mikir selama ini kebanyakan dalam drama yang dibahas problem artisnya, bukan tim produksinya kan ya? Ada sih beberapa drama juga yang membahas tim produksi^^

Selesai syuting, Kishida kemudian sibuk di kantor melaksanakan ini dan itu. Ia tidak kompeten jadi memang sering melaksanakan kesalahan lagi dan lagi. Ia termasuk laki-laki yang mendapatkan begitu saja dan memanggap kalau itu memang kesalahannya. Lalu ketika mereka sibuk di kantor, sebuah gosip di TV memberitakan kecelakaan pesawat di California yang menewaskan banyak korban dan salah satunya ialah warga negara jepang berjulukan Aoi Sato. Serentak seluruh kantor hening mendengar gosip itu.

Keesokan harinya syuting masih lanjut, padahal hujan deras. Saat itu manajer tim membawa Kishida untuk ikut dengannya ke rumah murung keluarga Sato. Keduanya bicara sepanjang jalan dan dari sana kita tahu kalau dulu Aoi bekerja di kantor dimana Kishida kini bekerja. Dan Kishida ialah sahabat Aoi dulunya.
Saat mereka tiba di rumah duka, semuanya sibuk, ada yang berdoa, ada yang resah dan gelisah. Orang renta Aoi sendiri akan bersiap menjemput bubuk Aoi. Kishida menyampaikan diri untuk memanggil adik Aoi, Kana untuk turun meski ayahnya khawatir alasannya ialah Kana tak suka orang asing. Tapi Kishida menyampaikan beliau mengenalnya. Kana ialah adik Aoi, ia buta, dan tak suka pada orang asing. Tapi ketika Kishida mengenalkan namanya, ia jadinya mau turun ke bawah.

Kishida mengantar keluarga Sato ke bandara. Kishida membisu saja selama menyetir mendengarkan pembicaraan orang renta ihwal Aoi. Bagaimana Aoi ketika kecil dan ketika mengandung Aoi dan lain-lain. Sementara itu Kana terlihat tidak nyaman.
Saat mereka akan berangkat, Kana kabur dan keluar menemui Kishida, ia minta Kishida ikut bersama mereka. Ayah dan ibu menyusul Kana untuk meyakinkan Kana kalau mereka akan baik baik saja.
Disinilah saya salut dan merasa wow. Saat di rumah tadi, tampaknya seluruh keluarga hening dan bahkan tak ada yang menangis. Tapi adegan di bandara ini ayah memperlihatkan rasa sedihnya ketika Kana memangis di pelukan Kishida. Hati keluarga Sato benar-benar hancur T____________T

Chapter 2: Stalker Days

Ch. 2 menceritakan ihwal pertemuan Aoi dan Kishida yang artinya ialah flashback relasi mereka. Pertemuan dan bagaimana mereka menjadi dekat termasuk unik sekali dan saya menyukainya. Makara dulu ketika masa kuliah, Aoi bekerja sambilan di toko buku. Kishida ada disana dan terlihat mencurigakan alasannya ialah selalu melihat ke arah seorang pegawai, jadi Aoi mendekatinya dan menanyakan apa keperluannya. Kishida gugup dan menyampaikan ia ingin melamar kerja disana, tapi manajer menyampaikan mereka tak membuka lowongan. Aoi mengira itu sudah selesai, tapi ketika ia dan temannya pulang, Kishida masih mengikuti mereka. Temannya menyampaikan kalau Kishida ialah stalker-nya, anggap saja stalker itu tak ada. Aoi merasa itu lucu alasannya ialah Kishida mengikuti mereka dengan cara yang sangat terang kalau beliau mengikuti HAHAHAHA.

Tapi sehabis Aoi dan temannya berpisah, Kishida malah mengikuti Aoi. Takut diikuti, Aoi berjalan dengan cepat dan bahkan berlari ke kantor polisi HAHHAHAHAH. Tapi Kishida gesit sih mengikuti kemanapun Aoi. Bahkan Kishida pergi ke kampus Aoi dan mengikutinya.
Aoi ialah salah satu anggota klub film, lebih tepatnya ia sutradaranya. Ia sangat menyukai menciptakan film dan ketika mereka syuting, Kishida ada disana mengganggu dan mengikuti Aoi. Bahkan ketika pulang juga ia hingga naik ke taksi bersama AOi dan terus menganggunya.

Permintaan Kishida hanya satu, ia minta Aoi menyampaikan pada sahabat wanita-nya kalau ia ingin bertemu, pada dasarnya atur pertemuan dengannya. Saat Aoi menyampaikan pada temannya tentu saja temannya menolak. Tapi Aoi berbohong pada Kishida dan menyampaikan tanggal dan daerah pertemuannya. Kishida sangat bahagia dan menyampaikan uang pada Aoi, uangnya lucu dibuat/dilipat bentuk cincin gitu.
Tapi jadinya Aoi merasa tidak enak, dan ia yang tiba dan minta maaf pada Kishida. Ia menyampaikan yang bergotong-royong kalau sahabat wanitanya tidak mau bertemu dengan Kishida.

Saat Aoi pulang, Kishida mengikutinya, lagi. HAHHAHAHA.
Disana Kishida menceritakan ihwal hubungannya dan sahabat Aoi. Sebenarnya awalnya temannya itu yang mendekati Kishida dan mengajaknya berkencan serta mengejarnya. Saat ia mulai suka sahabat Aoi itu malah mengabaikannya dan menghindarinya, alasannya ialah itu ia menjadi stalker.
Lalu di penghujung chapter 2, keduanya melihat pelangi yang unik disaat yang sama dengan Kishida memasangkan cincin uang kertas itu di jari Aoi kembali.

Chapter 3: The Kodak Girl

Chapter ini menceritakan ketika Aoi dan Kishida sudah berteman. Aoi menemui Kishida untuk meminta pendapat ihwal naskah barunya dan mengajaknya ke klub film juga, bahkan menjadi pemain film dalam filmnya HAHHAHAHAHAHA. Filmnya berjudul The End of World.
Tapi Kishida beneran pemain film yang buruk, ia sering lupa naskahnya, ekspresinya kurang manis pokoknya memang newbie sih, jadi Aoi dan Kishida ada sesi latihan sendiri di atap. Atapnya keren XD Seperti diposter.

Hubungan keduanya makin usang makin dekat alasannya ialah produksi film Aoi.
Mereka beneran dekat sekarang. Kishida yang selalu menyampaikan kalau peruntungannya akan perempuan selalu jelek, mulai jatuh cinta lagi. Ia menyukai anggota klub film, lawan mainnya di film Aoi. Aoi memintanya menulis surat cinta saja, jangan menyampaikan langsung. TApi Kishida benar-benar tidka arif menulis surat cinta HAHAHHAHAH. Ia bahkan meminta Aoi yang menulisnya Lol. Meski awalnya menolak, Aoi jadinya melakukannya sehabis melihat hasil goresan pena Kishida yang benar-benar tidak sanggup disebut surat cinta.

Saat syuting adegan terakhir, pemeran utama perempuan menolak kiss dengan Kishida HAHHAHAH.
Aoi sangat murka alasannya ialah bagaimana pun beliau aktris masa menolak ciuman. Pemeran perempuan hingga menangis. Tim tak sanggup berbuat apa-apa selain mulai syuting dari awal dengan Aoi sebagai tokoh utamanya. Dan tentu saja beliau yang berciuman dengan Kishida. Sayangnya Aoi tak pengalaman ciuman HAHAHAHA. KAyaknya sih beliau menggingit bibir Kishida hingga Kishida kesakitan wkwkkwkwkwkwkw.

Mulai kelihatan sih Aoi suka sama Kishida sehabis itu. Tapi ia tetap mendukung Kishida yang menyukai pemeran utama itu. Kishida melaksanakan pendekatan tidak mengecewakan lancar hingga mereka kiss HHAHAHAH. Tapi beliau eksklusif di hajar habis-habisan oleh salah seorang kru film. Aku rasa beliau pacarnya si pemeran utama, pacaran diam-diam, makanya si pemeran utama menolak ciuman dg Kishida dan ketika Kishida pdkt mereka bertengkar makanya beliau mencium Kishida di depan si kru HAHAHHAHA.

Chapter 4: The Sister

Kishida mengajak Aoi untuk melihat bazar tapi Aoi menolak dengan alasan kalau ia ada akad kencan. Kishida tentu kaget alasannya ialah setahunya Aoi tidak tertarik dengan pria. Tapi ia lega ketika tahu Aoi akan kencan dengan adik perempuannya. Kishida ingin ikut tapi Aoi menolak alasannya ialah adiknya takut dengan orang asing. Meski jadinya ia memperbolehkan Kishida tiba dengan syarat ia tak boleh bicara.

Dan ketika festifal, dimulai lah kencan bertiga Kishida, Aoi dan Kana. Kana meski buta tapi ia sangat aktif. Ia sanggup melaksanakan banyak hal dan punya banyak keinginan. Ia juga pemberani. Saat ia meminta kakaknya membelikan sesuatu, ia dan Kishida tinggal berdua. Ternyata Kana tahu kalau semenjak tadi Kishida ada di dekatnya. Ia memperkenalkan diri pada Kishida dan menyampaikan hari ini kakaknya sangat baik, melaksanakan apa yang ia minta mungkin alasannya ialah Kishida bersama mereka.

Saat Aoi kembali, Ia terkejut melihat Kana tidak bersama Kishida. Ia bertanya apa Kishida bicara dan Kishida menyampaikan Kana sudah tahu ia bersama mereka semenjak awal. Aoi kesal dan segera mencari adiknya kesana kemari. Tapi mereka tidak menemukan Kana. Saat mereka kembali ke daerah awal, Kana sudah disana. Ia menyampaikan kalau ia tadi hanya ke toilet.
Kana kemudian menciptakan problem lagi ketika mereka menunggu bis, ia menyeberang sendirian. Aku khawatir banged sama Kana ini, saya pikir beliau gadis yang nekat HAHHAHAHA. Tapi ia begitu percaya diri.
Kencan hari itu berakhir dengan baik.

Lalu ada pembicaraan mengenai harapan antara Kishida dan Aoi di ruang klub film.
Kishida berfikir kalau harapan Aoi ialah menciptakan film alasannya ialah ia sangat menyukai film. Tapi aoi menyampaikan ia tidak yakin, ia menciptakan film hanya alasannya ialah itu hobi-nya, ia tak yakin dengan impiannya. Aoi juga bertanya balik dan Kishida kesulitan menjawabnya. Ia menyampaikan sangat gampang menyampaikan harapan orang lain, tapi ketika ada yang bertanya pada kita kita akan kesulitan menjawabnya. Terutama di usia dimana kau sudah tidak muda lagi.
Kemudian keduanya menghabiskan waktu menonton film The End of World.
Keduanya menonton dalam membisu dan menghayati filmnya.

Chapter 5: Broken Heart

Waktu berlalu dengan cepat, mereka sudah memasuki dunia kerja dan memiliki sedikit waktu untuk bertemu. Aoi bekerja di bab tim produksi. Saat makan malam bersama manajernya, manajernya menyarankannya berhenti bekerja untuk melihat dunia, travel keliling dunia mencari inspirasi. Aoi sehabis memikirkannya semalam, ia sepakat dan berencana berhenti, meski itu hanya saran mabuk atasannya.
Tapi tampaknya Aoi memang sudah tertarik untuk jalan-jalan ke luar negeri.

Malamnya, Aoi menelpon Kishida dan keduanya bertemu. Kishida masih belum punya pekerjaan tetap jadi Aoi menyarankannya melamar di kantornya, alasannya ialah mereka punya lowongan disana.
Aoi dan Kishida malam itu menghabiskan waktu bersama di daerah kencan buta dadakan Lol.
Kencan buta yang absurd dan Aoi sempat di permalukan.

Dalam perjalanan pulang, entah bercanda atau serius, Kishida memeluk Aoi dan mengajaknya menikah. Tentu saja Aoi murka alasannya ialah Kishida melamarnya dengan candaan. Ia benar-benar murka dan memukul Kishida alasannya ialah mengacaukan lamaran pertamanya. Kishida bahkan mencuri ciuman pertamanya dan itu membuatnya kesal alasannya ialah Kishida selalu mengacaukan hidupnya.

Kishida kemudian bekerja di kantor Aoi sehabis itu dan ia kembali mengalami kesulitan dengan pekerjaannya. Ia tidak telaten dan lambat. Ia bahkan terkejut ketika tahu Aoi berhenti bekerja dan murka pada Aoi, ia tak suka Aoi berhenti bekerja demi dirinya. Tapi Aoi menyampaikan kalau itu bukan demi Kishida, ia memang bernuat berhenti dan memang ada lowongan jadi ia menyampaikan pada Kishida mengenai pekerjaan itu. Toh sehabis kepergiannya memang ada daerah kosong. Aoi juga sempat menyampaikan ia berharap seseorang menghentikannya. Kishida menyampaikan padanya untuk tetap di jepang dan tentu saja bukan itu yang Aoi inginkan. Aoi ingin Kishida setidaknya menyampaikan tinggallah disisinya.
Tapi kishida entah emnghindar entah nggak peka, malah menyampaikan kalau ia akan berhenti dari pekerjaan ini suatu hari nanti. aiguuuuu.

Dan begitulah Aoi pergi ke Los Angeles sendirian.

Chapter 6: Girlfriend

Setelah Aoi pergi, Kishida bertemu dengan sahabat kencan butanya di daerah kencan buta ketika Aoi membawanya dan gadis itu tampaknya tertarik padanya. Gadis itu mengaku ia berusia 26 tahun. Dan relasi mereka benar-benar sangat cepat prosesnya.
Setelah beremu kembali, si cwe pindah ke rumah Kishida dan bahkan menyampaikan ia hamil. Kishida harus bertanggung jawab dan tiba ke rumah keluarga gadis itu tapi ternyata ada salah pemeriksaan, si cwe ga hamil.

Meski begitu mereka masih lanjut tinggal satu rumah. Gadis itu sangat arif mengalihkan pembicaraan dan kelihatan banged kalau ia berbohong. Ia selalu menolak membicarakan ihwal dirinya. Bahkan ketika Kishida menemukan SIM gadis itu, ia masih menolak mengaku dan menyampaikan kalau SIM nya yang salah.
ternyata gadis itu bukan 26 tahun, tapi 34 tahun, sementara Kishida masih 24 tahun. Tentu saja Kishida murka alasannya ialah gadis itu membohonginya. apalagi ketika tahu gadis itu ternyata seorang janda.

Saat bingung sehabis mengusir gadis itu, Kishida melihat langit dan melihat pelangi, ia memotretnya dan mengirimnya pada Aoi. Seperti adegan di awal episode.

Kemudian lompat ke tahun 2006, Kishida dan manajer menjemput keluarga Sato yang gres pulang menjemput bubuk Aoi. Mereka melaksanakan upacara pemakaman di rumah Aoi.

Chapter 7: The End of The World

Ch. 7 masih di pemakaman Aoi. Teman kuliah dan kerja berkumpul. Mereka menemukan film terakhir Aoi, The End of The World dan berniat menontonnya bersama-sama. Mereka ke kamar Aoi dan sangat berisik alasannya ialah menemukan banyak hal disana.  Seperti kamera usang dan lain-lain.
Kemudian ketika film akan dimulai, semuanya hening dan berdoa. Lalu kita diperlihatkan film The End of The World buatan Aoi dan kawan-kawan yang dibintangi oleh Aoi dan Kishida.

Ini ialah film mengenai 7 hari sebelum dunia berakhir. Kishida dan Aoi ialah sepasang kekasih. Mereka berjanji akan bersama hingga dunia berakhir. Tapi Kishida tetap ingin melaksanakan pekerjaannya dan terbang ke luar negeri. Penantian demi penantian sebelum dunia berakhir, mereka berjanji bertemu di hari terakhir tapi Kishida tak kunjung tiba alasannya ialah pesawatnya delay.

Film-nya sangat keren sih berdasarkan aku. Ayah dan ibunya juga ambil bab dalam peran.

Final Chapter: Iris – Rainbow Song

Chapter terakhir, ketika Kishida tiba ke rumah keluarga Sato untuk mengantarkan barang dari perusahaan, Kana menyambutnya dengan senyuman. Ia mengajak Kishida masuk dan ke kamar Aoi, menyampaikan ponsel milik Aoi pada Kishida. Dari sana Kishida tahu pesannya hingga pada Aoi, Aoi melihat gambar yang ia kirim.
Kana ingin Kishida mengambil apapun yang Kishida suka dari barang di kamar Aoi.
Disanalah mereka menemukan surat yang ditulis Aoi, surat yang Aoi tulis atas nama Kishida untuk si pemeran utama dan sebuah ungkapan jujur kalau selama ini Aoi menyukai Kishida. Ia bahkan masih menyimpan cincin uang yang dibentuk Kishida untuknya.

Aku suka komentar terakhir Kana-chan: Baka da na, Onee chan mo, Kishida san mo.

Aduhh, ga nyangka saya menulis review panjang juga ya sampe endingnya HAHHAAHAHA.
Memang sih ini bukan movie happy ending, tapi keren banged. Aku sangat merekomendasikannya.
Aku menontonnya dengan english sub di dramacool HAHAHAHAHA. Soalnya file-nya gede-gede.XD

Aku suka sekali dengan persahabatan Aoi dan Kishida. Dari dua orang yang tak saling kenal menjadi dekat dengan alami. Mereka sering menghabiskan waktu bersama dan menumbuhkan perasaan itu. Kishida memang agak lamban jadi beliau tidak menyadari kalau selama ini Aoi menyukainya. Ia selalu menyampaikan ia tak beruntung dengan perempuan padahal ada Aoi disampingnya huhuhuhuhuhu.

Aku suka sekali latar-nya ihwal film indie anak kampus.
Aku sih dulu nggak tertarik ya dengan film indie gitu, tapi semenjak kenal Ryu Jun Yeol aku mulai memperhatikan dan lebih perhatian pada film-film indie buatan mahasiswa. Ternyata filmnya meski singkat tapi seru-seru lho. Memang sih masih kalah sama ilm proesional, tapi tetep aja ada sisi uniknya. Dan disini kita sanggup melihat proses pembuatannya, alasannya ialah itu film-film kampus sangat sederhana, selain terbatas biaya, juga tenaga dan peralatan.

Sekali lagi saya suka musik sepanjang movie ini. keren banged jadi lezat aja gitu nonton sambil mengikuti dongeng dan mendengarkan BGM-nya.
Kalau akting sih jangan ditanya, Ueno Juri gitu lho. Aku suka banged sama Kana-Chan XD
Harusnya beliau sering muncul. Hubungannya dan Kishida itu unik. Seandainya endingnya dibentuk kalau keduanya tetap dekat meski waktu berlalu, kan seru ya.

Terkadang apa yang penting bagi kita, kita menyadarinya sehabis hal itu tidak ada lagi.
Aku rasa Kishida bergotong-royong juga menyukai Aoi, hanya saja ia tidak menyadarinya. Setelah Aoi pergi saya sanggup melihat kalau beliau tidak serius dengan pacarnya itu. Entah kenapa saya merasa tidak ada cinta diantara mereka, atau cuma saya ya. Tapi hidup ya jalani dan jalani aja gitu. Sama dengan pekerjaannya, meski ia menyampaikan ia akan keluar, bahkan hingga Aoi meninggal kishida masih belum keluar dari pekerjaannya.
Meski beliau dimarahi terus dan ia tidak melakukanya dengan baik, ia tipe yang tidak mengalah dan terus melakukannya. Aku rasa itu sisi baiknya.
Kishida ini orang yang banyak mikir, tapi beliau menjadi diri sendiri hanya di depan Aoi.

Skor:

Story: 10/10
Music: 9/10
Cinematography: 9/10
Character: 9,5/10
Opening: 9/10
Ending: 9/10

RECOMENDED!

Continue Reading

More in Hayato Ichihara

To Top