Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: Relife (2017)

Chiba Yudai

[Review] J-Movie: Relife (2017)

ReLIFE yaitu sebuah live action movie yang rilis pada April 2017, diangkat dari manga dengan judul sama karya So Yayoi, movie ini disutradarai oleh Takeshi Furusawa (Love for Beginner, Clover, Roommate) dan naskahnya ditulis oleh Kumiko Aso (Ms Koizumi Loves Ramen Noodles, Partner in Darkness).
Movie berdurasi 120 menit ini dibintangi oleh Taishi Nakagawa (Kyou no Kira-kun, Your Lie in April, Zenin Kataomoi), Yuna Taira (Kyou no Kira-kun, Sakurada Reset, Aozora Yell), Mahiro Takasugi (P to JK, Omotesando Koukou Gashoubu, Tori Girl), Elaiza Ikeda (Wolf Girl and Black Prince, High School debut, Tori Girl), Sae Okazaki (Nou Shou Sakuretsu Girl, Siren, Aogeba Toutoshi), Yudai Chiba (Anikoma, Ao Haru Ride, Kurosaki-kun no Iinari ni nante Naranai) dan cast lainnya.

Taishi dan Yuna yang sebelumnya bermain bersama dalam Kyou no Kira-kun sebagai teman, disini mereka menjadi pasangan. Agak lucu sih rasanya sebab kebetulan gres nonton Kyou no Kira-kun juga beberapa waktu yang lalu. Yuna Taira kayaknya lagi laris keras nih di tahun 2017. Dia membintangi banyak movie. Taishi juga sih heheehhehe.

ReLIFE adalah salah satu live action movie 2017 yang saya tunggu-tunggu. Movie ini sudah dibentuk anime terlebih dahulu. Awalnya sih saya pengen nunggu movienya duluan gres nonton animenya, tapi saya benar-benar nggak tahan pengen nonton animenya supaya lebih tau jalan ceritanya. Dan hasilnya? Uhmmmm, movienya mengecewakan LOL
Sudah menerka sih, sebab saya nonton animenya duluan, imbas live action memang begitu. Tapi berdasarkan saya pribadi ReLIFE benar-benar boring, mereka merubah terlalu banyak jalan ceritanya dan sesuatu yang justru penting dan menjadi misteri kurang dibahas dengan baik, jatuhnya kita sendiri galau dan tampaknya sih banyak adegan yang dipotong.
Bahkan hubungan OTP di versi movienya tidak sekuat versi animenya. PAdahal ya, jika berdasarkan saya pemilihan cast untuk live actionnya ini udah keren lho, sebab feel versi animenya terasa pada para tokoh. Mungkin sebab naskahnya kali ya, jadi saya benar-benar kecewa HAHAHHAAHAHA.

Aku sudah cukup usang menonton animenya, jadi saya juga sudah agak lupa detailnya, cuma saya masih ingat beberapa penggalan dari animenya yang menurutku penting tapi disini tidak dibahas mendalam.
Misalnya bagaimana Arata berteman dengan Kariu dan Oga. Kalau berdasarkan saya di movienya, mereka tiba-tiba banged temenan, nggak dilihatin gimana Oga tahu nilai Arata yang rendah dan mengajaknya mencar ilmu bersama.
PAs Oga nembak Kariu juga kenapa nggak terasa apa-apa ya HAHAHHAHHAHAAHAHA.
Selain itu, di versi movie ini abjad An Onoya dibentuk menjadi anak Sekolah Menengan Atas biasa, bukan temannya Ryo Yoake dari perusahaan ReLIFE. Kaprikornus Yoake benar-benar sendiri di movie ini dan itu pun nggak terlalu diliatin secara mendalam. Misalnya mengenai percobaan no. 1, kan jika di animenya kita dibentuk ingin tau dengan si no. 1 itu, tapi dimovienya biasa aja HAHHAHAHA. Karena itu juga Yoake kurang kelihatan erat dengan Arata dkk. Sayang sekali.
Pokoknya versi movienya agak gimanaaaaaa gitu, entah sebab saya yang mungkin ga mood pas nonton, nggak tau deh HAHAHHAHA.

Tapi menyerupai yang saya katakan diatas, berdasarkan saya feel Taishi sebagai Arata, Yudai sebagai Yoake, YUna sebagai Chizuru pas banged, mereka menyerupai abjad animenya. Cuma ya itu, mungkin script-nya kali ya. Aku nontonnya nggak sekalu duduk lho, buruh beberapa hari untuk menuntaskan 2 jam movie itu wkkwkwkwkw. Karena saya juga ga mau skip-skip, jadi jika udah bosan sambung besok aja lagi LOL.
Padahal teasernya manis lho, bikin penasaran. Tapi memang banyak sih teaser movie lebih manis dari movienya HAHAHHAHAHAH.

Oke berikut ini yaitu sinopsis singkat ReLIFE yang menyerupai biasa berisi spoiler 100%, jadi jika tidak suka spoiler, sebaiknya jangan dibaca^^

SINOPSIS

ReLIFE menceritakan wacana seorang laki-laki 27 tahun, Kanzaki Arata (Taishi Nakagawa) yang hidup sendiri dan pengangguran. Ia gres berhenti dari perusahaan kawasan ia bekerja, sebab merasa tidak cocok. Hal ini dipengaruhi juga oleh tragedi di perusahaan sebelumnya dimana terjadi sesuatu yang menciptakan ia tidak bersemangat menjalani hidupnya lagi.
Suatu hari ia dipanggil oleh teman-temannya dan mereka minum-minum pada hari gajian. Arata tidak menyampaikan jika ia sudah berhenti bekerja dan malah membual mengenai pekerjaan gres dan proyek yang sedang ia tangani.
Pokoknya ia kelihatan loser banged. Dan dalam perjalanan pulang itu ia bertemu dengan seorang laki-laki asing Ryo Yoake (Yudai Chiba) yang memberikan sebuah obat untuk mengulang kehidupannya ke masa SMA.

Arata tentu saja menolak meski terus diyakinkan, hingga kesannya ia membawa obat itu pulang dan begitu ia sadar keesokan harinya, ia sudah meminum obat itu (karena semalam ia mabuk jadi nggak tahu kapan ia meminumnya). Tubuhnya berubah kembali menjadi anak usia 17 tahun, menjadi muda lagi.
MAu tak mau ia kesannya mengikuti aktivitas yang berjulukan ReLIFE itu. Dimana Yoake tiba lagi pagi hari dimana ia berubah itu, menyampaikan jika yang perlu Arata lakukan hanya masuk sekolah dan berteman menyerupai anak Sekolah Menengan Atas biasa. Arata dihentikan menyampaikan identitasnya. Setelah 1 tahun, semua akan kembali menyerupai semula, orang-orang akan melupakannya tapi ingatan Arata akan tetap. Selain itu biaya hidup ditanggung oleh perusahaan dan sehabis menuntaskan aktivitas ReLIFE ia akan diangkat menjadi karyawan tetap di perusahaan.

Dan dimulailah kehidupan Arata sebagai siswa SMA, seorang laki-laki 27 tahun dalam badan anak Sekolah Menengan Atas 17 tahun. Ia masuk dengan gugup di kelas, bahkan salah kawasan duduk dihari pertama ia masuk sekolah. Tempat duduk itu yaitu milik Chizuru Hishiro (Yuna Taira).
Hari pertama itu juga diadakan tes dimana ia melupakan peralatan tulisnya dan malah sebungkus rokok jatuh dari tasnya HAHHAHAHAH. Teman disampingnya meminjamkannya pensil dan penghapus.
Awalnya sih sebab Arata merasa ia sudah pernah masuk SMA, jadi pelajaran Sekolah Menengan Atas akan sangat mudah, taunya ia sama sekali nggak sanggup menjawab soalnya. NIlainya paling rendah di kelas. Hal itu menciptakan ia berkenalan dengan Oga dan Kariu yang duduk di depan dan disampingnya. Selain itu seorang siswi yang duduk di depan Kariu nilainya juga rendah banged, jadinya mereka berempat menjadi erat dan mencar ilmu bersama. (BTW di movienya tidak diceritakan jika Onoya nilainya rendah menyerupai Arata, itu hanya tambahakan saya aja dari versi animenya lol).
Oga yaitu siswa yang pintar, begitu juga dengan KAriu, yang ketika kelas 2 KAriu dan Oga menjadi pengurus kelas, sebab nilai mereka paling tinggi di kelas.
TApi tahun ini, ada Chizuru Hishiro (Yuna Taira) yang mengambil posisi Kariu itu.

ariu menyukai Oga, sebab itu ia selalu berusaha mendapatkan nilai tinggi semoga mereka menjadi pengurus kelas. Pengurus kelas sendiri memiliki silver pin dimana mereka diberikan beberapa hak disekolah, menyerupai mendapatkan masakan gratis di kantin.
YAng menyadari itu yaitu Arata yang nantinya membantu Oga menyadari perasaannya pada Kariu, sebab Oga ini jika duduk kasus percintaan kurang peka. Sayangnya di movie nggak terlalu dalam diliatinnya, cuma percakapan antara Arata dan Oga doank, dan tiba-tiba Oga nembak HAHAHHAHAHAH. Kalau di animenya kita melihat bagaimana Oga beneran nggak pekanya, juga bagaimana Kariu cemburu melihat Oga dan Chizuru wkkwkwkwkw.

Sejak pertemuan pertama mereka, Arata sudah tertarik pada Chizuru. Dia kemudian melihat Chizuru di kantin sekolah langgar lisan dengan pemilik kantin. Ternyata Chizuru lupa membawa uang dan ia tak sanggup makan, sementara silver pin belum ia dapatkan (biasanya ia makan gratis sebab ia selalu punya silver pin).
Arata bersikap menyerupai orang cukup umur dan meminjamkannya uang menciptakan Chizuru terkejut sebab jarang-jarang ada anak Sekolah Menengan Atas membawa uang sebanyak itu ke sekolah, selain itu ia juga kaget sebab Arata memegang tangannya HAHAHAHHAHA.
Kemudian pulang sekolah, mereka bertemu lagi dan jadi jalan sama-sama. Arata bahkan mendengarkan curhatan Chizuru, sebab ini tahun terakhir, ia ingin menciptakan teman, selama ini ia selalu sendirian dan tak punya teman.
Karena itu Arata menyarankan Chizuru untuk lebih banyak tersenyum. Chizuru kemudian mencoba tersenyum dan hal itu menciptakan Arata shock sebab senyuman Chizuru sangatlah menyeramkan, jika contohnya Chizuru tersenyum orang lain akan salah sangka ia mengejek makanya Chizuru dijauhi HAHAHAHHAHAA.
Chizuru sesungguhnya sanggup tersenyum manis jika ia nggak berniat senyum, tapi jika udah diniatkan akan senyum, senyumannya jadi menakutkan LOL.

Dan Chizuru mulai berusaha mendekatkan diri dengan Kariu dengan selalu tersenyum jika Kariu melihatnya. Tapi Kariu jadi salah paham, sebab Chizuru senyum ketika mereka mendapatkan hasil ujian, seolah Chizuru mengejeknya yang sanggup peringkat dibawahnya. Atau ketika Chizuru bersama Oga (di versi anime) seolah Chizuru mengejek sebab ia sanggup erat dengan Oga HAHHAHAHA.
Pokoknya Kariu jadi benci pada Chizuru. Saking bencinya, suatu hari, ketika ia ada duduk kasus di klub volly, ia ke ruang guru dan melihat Chizuru sedang mencar ilmu pada guru. Ia melihat tas Chizuru dan mencurinya.
Tapi kemudian tertangkap tangan oleh Arata, ketika ia berusaha kabur, ia dan Arata terjatuh dan masuk ke ruang kesehatan.
Setelah Arata menasehati Kariu, Arata juga bertemu dengan Chizuru yang bertanya kenapa Kariu mengambil tasnya dan Arata memintanya bertanya pribadi pada Kariu.

Dan disanalah Kariu dan Chizuru menuntaskan kesalahpahaman mereka. Kariu kesannya tau jika selama ini Chizuru ingin tersenyum padanya, hanya dirinya saja yang salah sangka Chizuru mengejeknya. (BTW si Arata, saking penasarannya mengintip pembicaraan mereka berdua).
Sejak ketika itu, Kariu dan Chizuru berbaikan dan mereka mulai menjadi dekat, Kariu bahkan mengajak Chizuru ke bazar kembang api bersama-sama.
Tanggal bazar kembang api yaitu tanggal selesai hidup seseorang, jadi Arata awalnya berniat tidak ikut. Hanya saja Chizuru terus mengirim pesan agara Arata tiba dan kesannya ia datang.
Mereka menghabiskan waktu bahu-membahu dengan yang lainnya, ketika hujan turun mereka berteduh bahu-membahu dan disana-lah Arata menyadari perasaannya pada Chizuru.
Disana juga Oga menyatakan perasaan pada Kariu sehabis sebelumnya Arata menasehati Oga mengenai perasaannya pada Kariu.

Tapi lucunya, sehabis Oga menyatakan perasaannya, mereka berdua sama sekali tidak terlihat menyerupai pasangan, malah biasa aja gitu, penggalan mereka nggak dibahas lagi sehabis itu wkkwkwkw.
Kemudian giliran Oga yang menyakinkan Arata untuk menyatakan perasaannya. Teman-teman yang lain juga sudah tahu kalay Arata menyukai Chizuru. Chizuru pernah tiba ke rumah Arata ketika tahu Arata sakit, ia merawat Arata, Arata jadi makin cinta kayaknya hehehheheh.
Saat bazar sekolah, teman-teman melaksanakan penampilan untuk mendukung grup band Onoya. Lucu banged melihat Arata dan Chizuru ketika latihan dimana teman-teman senyam senyum melihat mereka.
ketika penampilan, terjadi sesuatu yang menciptakan Arata bertengkar dengan penonton, Chizuru kayaknya juga murka sebab Arata bertengkar. Tapi itu yang semakin menciptakan Arata yakin untuk menyatakan perasaannya. Sayangnya Chizuru menolaknya.

Alasannya?
Ternyata sebab Chizuru juga merupakan objek RELIFE. Dia yaitu percobaan no 1 Yoake yang katanya gagal dalam tahun pertama dan mencoba lagi ditahun kedua.
Alasan Chizuru menolak Arata tentu saja sebab sehabis ReLIFE berakhir semua akan melupakannya tapi ia menyampaikan pada Arata dan yang lain jika ia akan ke luar negeri dan tidak akan kembali.
Sejak itu hubungan Arata dan Chizuru jadi renggang. Mereka masih berteman dan berkumpul, tapi menyerupai ada dinding diantara mereka. Arata merasa ia tak ingin masa Sekolah Menengan Atas yang ia ulang berakhir menyerupai ini dan menyarankan melaksanakan perjalanan bersama yang lain. IA juga mengajak Yoake bersama mereka.
Yang lain tentu saja oke dan excited dengan perjalanan pertama mereka. Chizuru tidak kelihatan terlalu menyukainya, sebab ia murung akan berpisah dengan semuanya.
Tapi berkat perjalanan itu ia berbaikan kembali dengan Arata. Teman-teman juga menyadari jika keduanya sedang ada masalah, jadi mereka sengaja meninggalkan keduanya untuk bicara.
Dan disanalah Arata dan Chizuru memberikan perasaan mereka masing-masing. Kayaknya sih si Arata nembak lagi.

Lalu adegan terakhir masa Sekolah Menengan Atas mereka yaitu kelulusan. Di hari kelulusan, Arata memberikan pesan pada mereka semuanya sambil menangis, pesan semoga mereka menikmati masa kini supaya tidak menyesal di masa depan. Meski kesannya ia tertawa sebab ia merasa menyerupai orang tua.
Chizuru tersentuh dengan hal itu dan ia juga menangis. Karena Chizuru menangis, Kariu juga menangis dan begitulah masa Sekolah Menengan Atas mereka berakhir.
Arata sendiri menemukan apa yang ingin ia lakukan sehabis masa ReLIFE-nya berakhir, ia menolak bekerja di perusahaan bersama Yoake dan menentukan memulai kembali kehidupannya.

Diatas saya tidak menceritakan mengenai duduk kasus di kawasan kerja Arata, jadi disini saya akan membahas secara singkat.
Dulu Arata bekerja di sebuah perusahaan sebagai karyawan gres dan ia memiliki seorang senpai perempuan yang diremehkan senpai pria, dimana kesalahan selalu ditimpakan pada senpai perempuan itu dan senpai laki-laki selalu tertawa dibelakangnya.
Arata yang mengetahui hal itu menyampaikan pada senpai wanita, tapi si senpai menyampaikan untuk membiarkan hal itu, sebab semenjak awal ia tahu. Ia juga menyampaikan Arata sama sekali tidak dewasa.
Senpai itu kemudian dipecat/dipindahkan dari perusahaan dan Arata merasa itu yaitu sebab kesalahannya, sebab ia selalu ikut campur meski diminta jangan ikut campur.
Tak usang sehabis itu, senpai itu bunuh diri.
Arata selalu merasa itu yaitu kesalahannya dan hingga suatu hari Yoake meyakinkan Arata untuk mengunjungi makam senpai itu dan Arata melakukannya, ia kemudian bertemu dengan adik senpai itu yang menceritakan mengenai kakaknya.
Dari sana Arata mengetahui jika Senpai itu tidaklah membencinya.

Ending movie ini bagaimana?
Aku sesungguhnya kurang paham dengan endingnya, atau saya mungkin kurang memperhatikan percakapan Yoake dan Arata atau ada hint di percakapan Arata dan Chizuru.
Intinya, Arata menemukan impiannya barunya, menjadi seorang guru dan kemudian ia bertemu dengan seorang perempuan akan menjadi asisten, ia yaitu Chizuru.
Anehnya, Arata dan Chizuru kelihatan tidak saling mengenal. Padahal seingatku Yoake bilang ingatan objek ReLIFE tidak akan terhapus, tapi kenapa Arata dan Chizuru seolah tidak saling mengenal? Mereka seolah merasa pernah bertemu tapi entah dimana. Apakah sebab mereka dalam badan cukup umur mereka?
Sementara itu teman-teman yang lain duduk di kursi kuliah dan masih berteman, mereka tidak melupakan pesan Arata pada mereka, tapi mereka sudah tidak mengingat Arata. Mereka hanya ingat ada seseorang yang menyampaikan itu pada mereka.

Menurut saya tema ReLIFE ini sangatlah bagus.
Bagaimana kita diberi kesempatan untuk mengulangi masa lalu, tapi tidak akan mengubah masa depan kita yang sekarang. Hanya saja dengan mengulangi masa kemudian selama setahun, dibutuhkan kita mencar ilmu dari sana dan mau untuk merubah masa depan kita sendiri. Intinya sih kita menemukan sesuatu dari 1 tahun pengulangan itu, menemukan hal gres menyerupai Arata dan berusaha untuk menggapainya.
Setelah ReLIFE berakhir, kehidupan Arata 27 tahun tidaklah berubah, ia tetap pengangguran. Tapi dari pengulangan 1 tahun itu, ia menemukan hal yang ia ingin lakukan dan mulai berusaha meraihnya, dengan mencar ilmu kembali untuk menerima akta mengajar.

Movie ini sesungguhnya manis lho, tapi penyampaiannya kurang, kesannya jadi membosankan, jika berdasarkan saya ya. Mungkin sebab saya sudah menonton animenya duluan.
Bagi kalian yang sudah menonton movienya, saya sarankan menonton animenya supaya lebih jelas. Tapi versi animenya cuma hingga bazar demam isu panas, jadi versi movienya mengambil kisah lebih panjang. 🙂

Aku baca-baca sih komentar yang sudah menonton (yang udah nonton anime dan baca manganya) mereka suka cuma endingnya mereka nggak suka banged. Sebenarnya memang sih, endingnya sumpah nanggung banged. Aku bahkan hingga berfikir jangan-jangan sehabis credits endingnya ada sambungannya, tapi ternyata nggak ada dan saya cuma sanggup menganga, sebab gitu doank HAHHAHAHAH.
Pokoknya jika kalian yang udah nonton niscaya bertanya-tanya kok nanggung gitu HAHAAHHA, kayaknya ending ini paling nanggung diantara semua movie yang saya tonton sih LOL

Apa yang saya ungkapkan diatas yaitu hasil pemikiran saya sendiri, mungkin pendapat kita sanggup berbeda^^

Skor:
Story: 4/5
Acting/Character: 4/5
Cinematography: 4/5
Music: 3/5
Opening: 4/5
Ending: 2/5

Continue Reading

More in Chiba Yudai

To Top