Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: Solanin (2010)

Aoi Miyazaki

[Review] J-Movie: Solanin (2010)

Sepertinya saya benar-benar into ke J-Movie akhir-akhir ini. Masa dimana saya mulai bosan dengan K-Drama tiba wkwkkwkwkw. Aku mulai menonton koleksi j-movie yang belum saya tonton dan mendownload beberapa yang membuat saya tertarik. Dan ternyata dari sekian banyak list, banyak yang belum ada sub-nya T__T
Padahal menarik banged dan saya suka tema-nya, tapi ternyata malah nggak ada subs. Sedih sekali ya kalo kita tertarik sama j-movie tapi pemainnya kurang terkenal secara internasional jadi sub-nya lama, ada beberapa yang dari tahun 2013 tapi belum di sub, padahal yang main Ai Hashimoto, huhuhuhuhu.

Karena bagaimana pun saya butuh subtitle untuk mengerti, jadi ya sabar aja hahahaha.

Oke, kali ini saya tertarik dengan J-Movie yang berjudul Solanin/ Soranin. Harusnya saya menonton movie ini semenjak dahulu, tapi kok gres tertarik kini ya? LOL.
Dimulai ketika saya mengecek director dibalik movie yang paling saya tunggu, Aozora Yell, yang ternyata sutradaranya yaitu Takahiro Miki , sutradara yang sama dengan Hot Road, Ao Haru Ride, Control Tower, Bokura Ga Ita dan The Girl in The Sunny Place.
Aku sangat menyukai directing Takahiro Miki dan juga bagaimana ia menambah BGM di movie-nya, pokoknya berdasarkan saya movie ia itu indah-indah XD
Nah, ternyata saya sudah menonton semua movie Takahiro Miki kecuali Solanin dan Have a Song on Your Lips (Aozora Yell dan Tomorrow I will Date with Yesterday’s You belum rilis bluray-nya).

Kaprikornus saya berfikir untuk menonton semua movie-nya. HAHHAHHAHAHA.
Aku sudah mendownload Have a Song on Your Lips, dan ada dalam list yang akan saya tonton, tapi entah kenapa saya malah tertarik menonton Solanin terlebuh dahulu, alasannya pemainnya yaitu Aoi Miyazaki LOL.
Aku sudah mendengar movie ini sebelumnya dan saya belum tertarik menontonnya alasannya ini wacana musik / rock band, alasannya saya kurang klop dengan tema itu, makanya saya belum menontonnta. Tapi ternyata movie ini sangat indah huhuhuhuhuhu. Bagi kalian yang menyukai The Liar and His Lover, kalian akan menyukai Solanin.

Bagi sebagian orang, mungkin movie Takahiro Miki sedikit membosankan, alasannya alurnya cukup lambat. Tapi saya malah menyukainya dan menurutku itu tidak membosankan alasannya kita dimanjakan dengan pemandangan dan musik yang indah. Pokoknya Takahiro Miki jadi sutradara J-movie favorite aku, alasannya saya tidak terlalu suka dengan movie-movie yang ceritanya berat wkkwkwkwkw.

Oke, jadi Solanin ini wacana apa?

Solanin yaitu movie pertama yang di sutradarai oleh Takahiro Miki pada tahun 2010. Dibintangi oleh Aoi Miyazaki (Heavenly Forest, Yellow Elephant) dan Kengo Kora (Beyond The Memories, Norwegian Wood), Solanin menceritakan wacana persahabatan 5 sekawan semenjak masa kuliah dari sebuah grup band rock kampus berjulukan Rotti.

Meiko Inoue dan Naruo Taneda yaitu sepasang kekasih yang bertemu ketika masa kuliah mereka. Naruo yaitu gitaris dan vokalis sebuah grup band bernama Rotti yang ia berntuk bersama dua temannya Jiro ‘Billy’ Yamada (drummer) dan Kenichi Kato (Bassis). Rotti terbentuk alasannya hobi mereka bertiga dan pada masa itu mereka sangat serius dan menghabiskan waktu bersama.

Tapi sehabis mereka lulus, mereka mulai memasuki dunia orang dewasa, dimana mereka harus memikirkan masa depan mereka, langkah selanjutnya yang harus mereka buat, mereka bekerja menyerupai layaknya orang dewasa. Tapi mereka masih bersahabat, mereka akan bertemu 2 kali dalam sebulan untuk berlatih grup band dan berkumpul bersama mengenang masa kuliah mereka.

Meiko bekerja sebagai pegawai selama 2 tahun. Ai-chan bekerja di toko pakaian, Billy mengambil alih bisnis farmasi ayahnya, Naruo bekerja sambilan ini dan itu, sementara Kenichi menjalani hidupnya sebagai mahasiswa tingkat selesai yang belum lulus + bekerja sambilan di toko alat musik.

Tapi hidup tidaklah sempurna, ada masa dimana mereka bertanya-tanya apakah jalan yang mereka pilih kini benar, apakah mereka puas dengan apa yang mereka lakukan kini dan selalu, pertanyaan yang tidak meyakinkan pada diri sendiri, apakah benar apa yang mereka lakukan kini yaitu yang mereka inginkan. Tapi meski begitu, hidup teruslah berjalan.

Meiko dan Naruo hidup bersama untuk menghemat biaya tanpa sepengetahuan orang renta Meiko. Pekerjaan sambilan Naruo mengharuskan ia berangkat sore dan pulang pagi, jadi begitu tiba di rumah Naruo hanya tidur alasannya kelelahan. Meski begitu hubungan Meiko dan Naruo baik-baik saja.
Suatu hari Meiko tetapkan berhenti dari pekerjaannya sebagai pegawai kantoran alasannya ia merasa tidak cocok sehabis Naruo menyetujuinya, meski ternyata Naruo ketika itu ngelindur alasannya mengantuk. Memulai kehidupan bebas nya sehabis sekian lama, Meiko sangat menikmatinya, ia menghabiskan waktu kesana kemari bertemu dengan teman-temannya.
Naruo sendiri merasa tidak yakin dengan masa depannya, apalagi sehabis Meiko menyampaikan padanya untuk menjadi serius pada sesuatu yang pada dasarnya kalau kamu yakin ini yang ingin kamu lakukan, jangan setengah-setengah. Meiko tahu Naruo sangat menyukai musik, tapi takut musiknya di kritik alasannya itu mereka tidak pernah mengirimkan demo CD.

Pada akhirnya, Naruo menjadi serius, ia keluar dari pekerjaan paruh waktunya dan membuat lagu bersama yang lain. Meiko bagaimana pun mendukungnya. Menurutnya Naruo terlihat paling keren ketika ia serius dengan musik. Dan ketika itu lah tercipta lagu berjudul ‘Solanin’. Mereka membuat CD demo dan mengirimnya ke banyak sekali perusahaan rekaman. Tapi sayang sekali, hanya hingga disana, tidak ada perusahaan yang memanggil mereka kecuali satu, dan itu pun bukan untuk membuat debut mereka, tapi ingin menggunakan musik mereka untuk debut seorang idol, yang di pribadi di tolak oleh Meiko.

Mungkin sehabis itu Naruo menjadi stress, itu lah yang dipikirkan oleh Meiko. Meski mereka terlihat baik-baik saja, mereka berkencan dan menghabiskan waktu bersama, tapi tiba-tiba Naruo meminta putus ketika kencan mereka di perahu. Tapi tentu saja Meiko tidak mau dan mengingatkan Naruo kalau Naruo berjanji mereka akan terus bantu-membantu selamanya dan kalau mereka bersama mereka akan baik-baik saja. Pada karenanya mereka berbaikan lagi. Keesokan harinya, Naruo pamit dan tidak pernah kembali.
5 hari berlalu, Meiko bahkan sakit dan tidak ingin makan apapun. Ia belihat lirik lagu solanin ciptaan Naruo dan menyadari kalau itu yaitu lagu perpisahan.
Tapi Naruo kemudian menelpon dan menyampaikan alasan ia tidak kembali alasannya ia kembali ke kawasan kerja lamanya dan tampaknya ia akan serius kali ini. Ia menyampaikan hingga jumpa di rumah pada Meiko. Tapi Naruo tidak pernah kembali.

Dua bulan berlalu semenjak ketika itu. Meiko hidup dalam kesepian. Ia tidak dapat melupakan Naruo dan selalu mengurung diri, membuat teman-temannya khawatir. Ia bahkan melukai diri sendiri.
Meski ia terlihat baik-baik saja diluar, ketika ia bekerja atau berkumpul bersama yang lain, ketika ia sendiri Meiko benar-benar terlihat terluka.
Suatu hari ayah Naruo tiba mengambil barang puteranya di apartemen Meiko dan Meiko menemukan sebuah catatan dari Naruo sebelum kepergiannya. Dari sana Meiko menyadari kalau alasan Naruo pergi bukanlah kesalahannya, selama ini ia selalu menganggap semuanya salahnya. Seandainya ia tidak berhenti bekerja, seandainya ia tidak menyampaikan apapun pada Naruo hari itu, seandainya mereka tidak bertemu dan tidak pacaran.

Meiko memulai halaman gres kehidupannya. Ia ingin berubah perlahan. Ia mengambil gitar milik Naruo dan mengajak Billy dan Kenichi untuk kembali menghidupkan Rotti. Ia ingin tampil di hadapan publik dan menyanyikan lagu ciptaan Naruo disebuah event yang sudah ia daftarkan. Meski awalnya mereka ragu alasannya Meiko tidak tahu apa-apa wacana gitar, tapi karenanya mereka setuju.
Meiko mulai latihan bersama teman-temannya demi penampilannya menyanyikan lagu ciptaan Naruo.

Lalu bagaimana akhirnya?
Silakan tonton >_<

Selain wacana musik, Solanin lebih ke persahabatan. Aku sangat menyukai persahabatan mereka dan tersentuh. Mereka berlima bertemu ketika kuliah dan 3 diantaranya membuat sebuah band. Sementara Meiko dan Ai dapat dibilang sebagai tim pendukung mereka. Mereka lulus dan bekerja, tapi mereka masih bantu-membantu dan bertemu kalau ada waktu luang. Mereka sangat dekat dan saling mempercayai. Meski menyakitkan kehilangan salah satu sahabat, meski mereka menyampaikan mereka baik-baik saja, mereka terluka.

Aku sangat menyukai adegan ketika Billy dan Meiko bersepeda ke kawasan latihan. Billy bertanya apakah Meiko baik-baik saja kini dan Meiko menjawab ia merasa baik-baik saja sekarang. Billy menyampaikan ia sama sekali tidak murung dengan kepergiaan Naruo, tapi ia murka padanya alasannya benari meninggalkan mereka, meski begitu, ia tidak tahu kenapa ia tak dapat berhenti menangis.

Solanin / Soranin, saya awalnya resah juga apa artinya. Aku pikir itu diambil dari ‘Sora’ yang berarti langit. Di awal cerita, Meiko membahas langit. Langit yang mereka lihat ketika masa kuliah, ketika itu sangatlah luas. saya rasa itu menggambarkan ketika masa kuliah, kalian ingin melaksanakan banyak hal, merasa bebas dan menikmati setiap langkah yang kalian buat, punya mimpi yang besar juga, ingin ini dan itu. Tapi begitu memasuki masa dimana kalian terjun ke masyarakat, ada hal-hal yang menjadi pembatas dan merasa kalau kalian dibatasi.

Naruo memberi judul lagi ciptaannya ‘solanin’. ada ketika Meiko bertanya apa arti judul lagu itu dan Naruo menjawab ‘racun kentang’. Well, Solanin memang nama racun pada kentang sih HAHAHHAHA.
Meiko menyampaikan kalau itu lagu perpisahan, awalnya ia menyangka itu lagu perpisahan untuknya yang artinya Naruo memang ingin berpisah darinya.
Tapi usang kelamaan ia menyadari itu yaitu lagu untuk perpisahan pada masalalu.
Naruo menulis itu untuk ‘say goodbye’ pada masa lalunya. Dan Meiko menyanyikan lagu itu untuk say goodbye pada masa lalunya juga.

Lagunya sangat bagus. Liriknya menyentuh. Aku tidak membayangkan saya akan menangis ketika Meiko menyanyikan lagu terakhirnya, tapi ternyata saya menangis. Akting Aoi memang keren banged. Suaranya juga bagus. Dan saya dapat mencicipi happy ending dalam kisah ini meski pada karenanya ada satu yang hilang.

Aku sangat menyukai mereka memasukkan adegan flashback secara tiba-tiba dan kita tidak diberi peringatan kalau itu flashback. Aku hampir tertipu HAHHHAHAHA.
Dan movie ini diakhiri dengan bagaimana Meiko mulai move on. Ada ketika dimana Naruo meyakinkan kalau mereka akan baik-baik saja selama bersama dan Meiko juga merasa ia akan baik-baik saja kalau ia bersama dengan yang lain. Ia tak sendirian, ada sahabat-sahabatnya yang mencintai dan mengkhawatirkannya.

SKOR (personal opinion ^^):

Story: 9/10
Opening: 8/10
Ending: 9/10
Akting: 9/10
Music: 9/10
Cinematography: 9/10

Continue Reading

More in Aoi Miyazaki

To Top