Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: Sweet Bean (2015)

J-Movie

[Review] J-Movie: Sweet Bean (2015)

Review J-Movie kali ini, saya akan membahas sedikit mengenai sebuah movie berjudul An / Sweet Bean. Movie ini cukup populer di kalangan pencinta movie alasannya sempat tayang di Cannes dan Now Horizons Film Festival. Sebuah movie yang mungkin bagi kita yang nonton sebuah movie alasannya cast-nya, movie ini nggak akan dilirik.

Bagi saya pribadi, saya sama sekali tidak mengenal cast utamanya,jadi dapat dibilang saya kurang tertarik. Tapi posternya cukup menggoda untuk menonton movie ini, meski kalau dilihat sekilas dari posternya, ini movie kelihatan sedih. Ya, ini movie memang punya kesedihan tersendiri dan cukup mengharukan.

An / Sweet Bean adalah movie yang ditulis dan disutradarai oleh sutradara perempuan Naomi Kawase (Letter from a Cherry Blossoms, The Mourning Forest, Still The Water). – eh, saya sempat mau nonton The Mourning Forest lho, wah, kayaknya saya bakalan nonton alasannya sutradaranya nih-
Movie ini diangkat dari sebuah novel berjudul sama karya Tetsuya Akikawa yang dipublikasikan pada tahun 2013. Movie berdurasi 113 menit ini dibintangi oleh Kirin Kiki (Our Little Sister, I Wish, Still Walking, Like Father Like Son), Masatoshi Nagase (64, The Cross, Bitter Honey), Kyara Uchida (I Wish), Taiga (Koinaka, Sweer Poolside, The Kirishima Thing), dan artis lainnya.

Aku gres tau kalau Kirin Kiki ini ternyata kesayangan sutradara Hirokazu Koreeda, alasannya Kirin Kiki banyak banged main di movie-movie Koreeda sensei. Dan lagi aktris Kyara Uchida yang main disini ternyata cucu dari Kirin Kiki sendiri. Wow. Aku gres tau pas menulis review ini lho, ia keluarga selebritis ternyata^^
Dan Masatoshi Nagase sendiri akan bermain dalam movie yang disutradarai Naomi Kawase selanjutnya berjudul Hikari yang rilis 2017 ini, saya akan menantikannya. Karena jujur saja, akting Masatoshi Nagase di sweet bean ini KEREN BANGED!
Dan cara pengambilan gambar movie ini juga bagussssssss.

SINOPSIS

Sweet Bean. Seperti judulnya, movie ini akan membahas mengenai kacang merah. Tapi inti bersama-sama bukanlah itu. Melalui kacang merah lah, 3 tokoh utama kita bertemu.
Ini movie wacana pertemuan dengan orang asing, waktu yang singkat tapi dapat mengubah kehidupan kita.

Movie ini dibuka dengan seorang laki-laki yang bangun sangat pagi di apartemen kecilnya, menatap langit pagi dan berjalan ke suatu tempat. Dan ternyata laki-laki ini yaitu penjual dorayaki, ia memiliki toko dorayaki kecil dipinggir jalan, sekitaran sekolah SMP. Pria ini berjulukan Sentarou (Masatoshi Nagase). Sentarou orangnya tidak banyak bicara, ia juga tidak pernah terlihat tersenyum, ia seakan-akan melaksanakan pekerjaan itu tanpa hati. Tapi ia cukup baik, sering memperlihatkan beberapa dorayaki gratis pada pelanggan tetapnya, atau juga dorayaki sisa. Tokonya sering kedatangan anak Sekolah Menengah Pertama yang bergosip disana, mereka kelihatan nggak takut pada laki-laki yang sering dipanggil Sen-san ini. Mereka suka memuji Sen.

Salah satu pelanggan yang sering tiba ke kedai dorayakinya yaitu Wakana-chan (Kyara Uchida) . Wakana yaitu anak Sekolah Menengah Pertama yang sama dengan pelanggan Sen yang lain, tapi Wakana kelihatan tidak erat dengan mereka. Wakana tidak memiliki teman. Ia sering makan cemilan disana dan biasanya Wakana selalu membawa dorayaki sisa kedai Sen pulang ke rumahnya.
Seiring berjalannya cerita, nanti kita tahu kalau Wakana selalu ditinggalkan sendirian di rumah, dorayaki itu jadi makanannya alasannya ibunya tak. pernah memasak. Ibunya membesarkannya sendirian. Ibunya kelihatan punya pacar dan tampaknya ia tak oke anaknya ingin melanjutkan ke SMA.

Seorang perempuan renta berjulukan Tokue (Kirin Kiki) jalan-jalan disekitar kedai dorayaki Sen dan terlihat terpesona dengan bunga sakura yang mekar disana. Ia tertarik dengan pohon sakura besar erat kedai Sen dan juga alasannya ia mencium aroma dorayaki Sen. Awalnya ia singgah untuk bertanya siapa yang menanam pohon sakura disana tapi Sen tidak tahu. Tapi kemudian ia melihat kalau kedai Sen mencari pekerja paruh waktu, dan melamar pekerjaan disana, tapi Sen tentu saja ragu alasannya nenek-nenek tidak akan dapat melaksanakan pekerjaan itu. Tapi Tokue-san tidak simpel mengalah dan alhasil Sen tetap menolak dan memperlihatkan dorayaki gratis pada Tokue-san.
Tapi keesokan harinya Tokue tiba lagi dan masih meminta Sen menerimanya bekerja disana. Sen merasa gila dengan nenek ini, alasannya ia bertanya-tanya mengenai siapa yang menciptakan isian dorayakinya (selai kacang merah), ia juga protes alasannya rasanya kurang lezat dan lain sebagainya. Pokoknya Tokue-san tidak mengalah biar dapat diterima bekerja disana.

Sen hingga resah bagaimana cara biar ia dapat menolak Tokue, alasannya tampaknya ia nggak lezat mempekerjakan seorang nenek. Sen sih menyampaikan bayarannya cuma 800 yen, tapi Tokue menyampaikan ia tak peduli dengan gaji, 200 yen saja sudah cukup baginya. Tokue-san bahkan menyebarkan sesuatu untuk Sen sebagai materi pertimbangan, selai kacang merah. Meski awalnya Sen membuangnya, tapi ia alhasil merasa nggak lezat dan mencoba selai buatan si nenek, ternyata sangat enak.
Sen yang masih resah suatu malam pergi makan di sebuah restoran dan bertemu Wakana disana. Wakana bersama-sama ada di kedai dikala si nenek terus mencoba meyakinkan Sen, meski Wakana membisu aja sambil makan dorayaki. Awalnya percakapan Wakana dan Sen biasa aja, tapi lama-lama Sen malah curhat mengenai nenek itu, kenapa nenek itu memaksa bekerja di kedainya dan selai buatan nenek sangat enak. Menurut Wakana sih simpel aja, kenapa Sen tidak mempekerjakan Tokue-san saja.

Dan begitulah alhasil Tokue-san mulai bekerja di kedai Sen. Tapi pekerjaan Tokue-san yaitu menciptakan selai kacang merah. Tokue-sab mulai mengatur jam kerja, dimana mereka harus bangun pagi-pagi sekali sebelum matahari terbit untuk. persiapan selai kacang merah. Sen sih awalnya kelihatan keberatan alasannya biasanya ia nggak pernah banguj sepagi itu, tapi ternyata ia orangnya cukup rajin. Ia bahkan kaget alasannya si nenek sudah ada disana sebelum ia datang.
Mereka mulai mempersiapkan selai kacang merah dan ternyata cara membuatnya jauh lebih sulit dan lebih usang dari yang selama ini Sen buat. Nenek punya caranya sendiri menciptakan selai kacang merah, dimana ia mencuci dengan lembut, mengaduk dengan lembut, bicara pada kacang merah dan lain sebagainya. Tokue-san mengingatkan Sen kalau kacang merah punya perjalanan panjang sebelum hingga ke tangan mereka.
Tokue-san menciptakan selai kacang merah dengan penuh kasih sayang dan menciptakan Sen sedikit kagum meski waktu yang mereka habiskan 2 kali biasanya.

Pelanggan pertama yang mencobanya yaitu para anak Sekolah Menengan Atas yang biasa makan disana, mereka sangat menyukainya dan memuji Sen-san. Aku dapat lihat Sen sedikit aib gitu.
Sejak ia mengganti selai kacang merah dorayakinya dengan buatan Tokue-san, tiba-tiba kedai dorayakinya jadi ramai. Bahkan ada antrian panjang, orang-orang yang ingin membeli dorayakinya. Gosip menyebar dengan cepat kalau selai kacang merah yang dipakai Sen sangat enak. Bisnis Sen lancar.

Tapi tentu saja sesudah itu muncul-lah problem baru. Ternyata kedai itu bukanlah milik Sen, melainkan milik temannya yang disewakan padanya. Sen bekerja disana bukan alasannya ia mau, ia bersama-sama tidak suka kuliner manis, ia bekerja disana alasannya ia punya hutang oada temannya. Dulu Sen pernah masuk penjara alasannya perkelahian di kafe daerah ia bekerja, temannya membantunya keluar, jadi untuk membayarnya, ia bekerja disana. Gosip mengenai pekerja paruh waktu Sen juga menyebar dan kabarnya Tokue-san mengidap penyakit Kusta. Alamat yang Tokue tuliskan dikala melamar kerja ternyata yaitu alamat daerah karantina penderita kusta.
Pemilik ingin Sen memecat Tokue-san segera.
Tentu saja Sen jadi galau, alasannya Tokue lah yang membantu bisnisnya jadi sukses, mustahil ia memecatnya. Sen bahkan tidak tiba kerja keesokan harinya, dan Tokue-san yang tiba menyampaikan kalau ia hanya akan menciptakan selai kacang merah, tapi ternyata ia membuka toko dan kesulitan alasannya ia tak biasa memanggang roti dorayaki, Tokue gres mengerti kerja keras Sen dikala memanggang rotinya.

Sen gres tahu hal itu keesokan harinya. Setelah mengetahui itu ia memutuskab tetap mempekerjakan Tokue, bahkan meminta Tokue mulai dikala ini bekerja melayani pembeli, kareba biasanya Tokue hanya bertugas menciptakan kacang merah sebelum toko buka. Mereka bekerja melayani pelanggan ibarat  biasanya.
Wakana sendiri yang sudah erat dengan keduanya, mendengar dikala pemilik membicarakan mengenai penyakit kusta, alasannya Wakana tidak tahu, jadi ia ke perpustakaan mencari tau. Ia kesana bersama senior yang ia sukai dan awalnya saya pikir yang menyebar rumor yaitu seniornta, tapi ternyata bukan.

Ya, rumor sudah tersebar dan kedai dorayaki Sen jadi sepi, tidak ada lagi pembeli. Wakana merasa bersalah dan menyampaikan kalau ia hanya memberitahu 1 orang mengenai Tokue-san, yaitu ibunya.
Tokue-san juga berhenti tiba ke toko sesudah ia mengirimkan surat pada Sen, ia mengucapkan terima kasih alasannya Sen mau mempekerjakan orang asing ibarat dirinya meski tahu mengenai penyakitnya. Ia selalu ingin mencoba bekerja, karenanya dikala sedang jalan-jalan di hari liburnya untuk melihat sakura, ia tertarik dengan aroma dorayaki kedai Sen, karenanya ia tetapkan bekerja disana (Aku lupa nih, ini isi surat oertama atau kedua ya hahahahaahha, pokoknya Tokue pernah menuliskan hal ibarat ini untuk Sen).

Aku rasa semenjak dikala itu Sen jadi galau dan tidak bersemangat, jadi Wakana mengajaknya mengunjungi Tokue-san, alasannya Tokue berjanji akan merawat burung peliharaan Wakana. Keduanya pergi ke daerah dimana para penderita kusta di asingkan. Dari buku yang dibaca Wakana, katanya penderita kusta itu ada yang tidak ounya hidung dan tak punya jari, Wakana bertanya-tanya apakah mereka akan melihat orang ibarat itu disana. Tempat para penderita kusta diasingkan, jauh di dalam hutan. Dan mereka hidup normal ibarat kebanyakan orang, sama sekali tidak menakutkan. Sen dan Wakana bertemu dengan Tokue-san dan disana kita mendengar mengenai kisah Tokue-san. Bagaimana ia diasingkan semenjak cukup umur dan seluruh hidupnya ia habiskan di daerah itu, mereka disana ingun hidup bebas juga, tapi masyarakat menganggap mereka orang yang berbeda dan ditakuti. Ia menikah dengan suaminya yang juga penderita kusta tapi ia dilarang melahirkan, bayinya di pengguguran dikala itu, dan kalau anaknya hidup, niscaya sudah seumuran Sen, karenanya ia tertarik dengan Sen.

Setelah pertemuan itu, Sen kembali membuka kedai dorayakinya dan bekerja ibarat biasa. Tapi problem lain tiba lagi, alasannya pemilik ingin merombak kedai itu menjadi kedai okonomiyaki untuk keponakannya. Sen masih dapat jualan disaba, jadi pada dasarnya ada 2 sajian dan Sen tidak suka dengan inspirasi itu. Tapi Sen tidak dapat melawan, alasannya si pemilik terus mengungkit mengenai masa lalunya.

Akhirnya kedai Sen di rombak dan Wakana melihat hal itu. Ia tak melihat Sen dimana-mana jadi ia tiba ke daerah penderita kusta dan menemukan Sen disana. Sen benar-benar merasa kalau ia tak punya masa depan lagi. Wakana mengajak Sen bertemu dengan Tokue-san, tapi ternyata Tokue-san sudah meninggal dunia.
Tokue sangat menyukai bunga sakura, para penderita kusta dilarang punya nisan, jadi mereka disana mengganti nisan dengan pohon dan mereka menanam pohon sakura dimakam Tokue-san.

Sebelum meninggal, Tokue sempat merekam sesuatu untuk Wakana dan Sen. Ia minta maaf pada Wakana alasannya ia berjanji akan merawat burung milik Wakana tapi malah melepaskannya, alasannya ia dapat mendengar seruan burung itu untuk dilepaskan.
Untuk Sen sendiri, Tokue-san meninggalkan alat-alat pembuat selai kacang merah miliknya. Ia menyampaikan dikala pertama kali ia melihat Seb, mata Sen memperlihatkan kesedihan yang amat dalam dab ia pernah memiliki tatapan ibarat itu dulu, dikala memikirkan ia tak akan dapat keluar dari daerah penderita kusta itu. Pesannya pada Sen adalah, ‘kita insan dilahirkan untuk bernafas dan mendengarkan, jadi tidak apa-apa bila kita tidak menjadi seseorang. Kita memiliki arti dalam. kehidupan kita sendiri’.

Aku beneran menangis habis-habisan dikala narasi Tokue-san, terutama Part akhir. Terasa banged adegannya. Akting bintang film Sen TOP banged. Kita dapat mencicipi kesedihan yang ia rasakan sebagai mantan napi dan menjali hiduo seakan-akan merasa tak berarti. Tapi pesan Tokue menciptakan ia bangun lagi, bahwa tak apa-apa kalau kita tidak menjadi seseorang.

Sen dan Wakana menjalani kehidupan masing-masing sesudah itu. Ending movie ini ditutup dengan datangnya ekspresi dominan semi, jadi kebersamaan mereka dengan Tokue hanya 1 tahun, tapi Tokue-san akan tetap ada dalam hati mereka sebagai kenangan. Wakana tampaknya melanjutkan ke SMA, sementara Sen kembali membuka bisnis dorayaki tanpa tempat, ia jualan di area piknik dan wajahnya sudah kelihatan lebih berseri daripada biasanya.

Pertemuan mereka dengan Tokue membuka lembaran gres dalam hidup dan pikiran mereka bahwa mereka dapat menjalani kehidupan meski. bukan siapa-siapa. Tokue cukup menderita sebagai penderita kusta yang dihindari masyarakat, terkurung dalam hutan selama hidupnya, tapi ia tetap berfikir positif dan ia tidak mengalah untuk harapan terakhirnya. Ia mungkin bukan siapa-siapa bagi orang lain, tapi ia sudah menjadi sesuatu bagi 2 orang yang gres ia temui, memperlihatkan cahaya pada merrka berdua.

Aku sangat menyukai inspirasi dongeng ini, pertemuan dengan orang asing. Kita dapat melihat bagaimana awalnya mereka bukan siapa-siapa tapi menjadi erat dan menjadi bab dari hidup masing-masing. Wakana hanya pembeli biasa, Tokue-san dikala itu hanya menjadi orang asing yang lewat. Tapi Sen ini benar-benar orang baik.


Skor:

Story: 4/5
Acting: 5/5
Cinematography: 4/5
Music: 3/5
Opening: 4/5
Ending: 4/5

Continue Reading

More in J-Movie

To Top