Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: Swing Girls (2004)

J-Movie

[Review] J-Movie: Swing Girls (2004)

Penggemar movie jepang niscaya sudah menonton film yang satu ini. Sialnya saya gres nonton ahad kemarin >.<
Padahal file-nya sudah ada semenjak 3 tahun yang kemudian di hardisk-ku HAHAHAHAHAHHA.
Aku rasa alasan kenapa saya menunda menonton movie ini alasannya yaitu ini ihwal musik jazz dan brass band. Aku kurang tertarik dengan sax dan terompet. Makara begitulah menumpuk dan tersimpan usang hingga saya tetapkan menonton dan menyesal alasannya yaitu ga menonton semenjak dulu XD

Swing Girls yaitu movie tahun 2004 yang di sutradarai + penulis naskah oleh Shinobu Yaguchi yang ternyata menyutradarai Wood Job juga! Wood Job adalah salah satu japanese movie favorite saya sepanjang masa XD
Movie ini dibintangi oleh Nodame kita, Ueno Juri yang memperlihatkan akting kerennya di movie berdurasi 105 menit ini.
Kabarnya sutradara menemukan inspirasi untuk movie ini ketika ia melihat penampilan bass grup musik di sebuah desa terpencil dan ia melaksanakan audisi untuk cast movie ini dimana semuanya memang bisa memainkan alat musik yang mereka pegang.

Aku merasa kisah movie ini sangat sederhana. Bukan cita-cita yang besar juga mereka ingin memainkan brass band, tapi lebih ke keinginan alasannya yaitu menemukan sesuatu yang menarik dihari-hari membosankan mereka. Tapi mereka melakukannya dengan serius.

Tokoh utama kita yaitu Tomoko Suzuki (Ueno Juri) yang harus menghabiskan liburan trend panasnya dengan mengikuti kelas komplemen matematika yang membosankan. Ia tidak sendiri, ada banyak siswa yang mengulang yang tentu saja mereka mendapat nilai rendah dan sama sekali tidak serius mengikuti kelas komplemen itu. Banyak yang main-main, ribut dikelas, sementara Tomoko sendiri berusaha mengikuti pelajaran meski balasannya ia mengantuk. Saat melihat keluar jendela, ia iri melihat anggota brass grup musik sekolahnya akan melaksanakan perjalanan trend panas mendukung tim baseball sekolah mereka.

Masih memandang keluar melihat keberangkatan mereka, kemudian sebuah kendaraan beroda empat tiba ke halaman sekolah dan terlihat kebingungan. Tomoko tertarik dan memanggil guru dan teman-temannya. Ternyata itu yaitu bekal untuk brass grup musik yang ketinggalan. Otak Tomoko berjalan, daripada menghabiskan waktu membosankan di kelas matematika, ia memperlihatkan tawaran pada guru semoga membiarkan mereka mengantarkan masakan ke lokasi pertandingan. Meski awalnya guru ragu, tapi balasannya dari pada membiarkan anggota brass grup musik kelaparan padahal mereka mendukung tim baseball, ia membiarkan belum dewasa kelas tambahannya mengantarkan bekal makan siang.

Anak-anak kelas komplemen ini bersemangat melaksanakan perjalanan mereka. Membawa bekal untuk anggota brass band, mereka naik kereta api dan menikmati perjalanan. Setidaknya ini lebih menyenangkan dari pada mengikuti kelas komplemen yang membosankan. Uniknya, mereka semua berbeda kelas tapi tidak canggung juga. Tomoko tertarik mengecek bekal masakan itu dan ia tak tahan untuk tidak mencicipinya alasannya yaitu kelihatan sangat enak. Teman yang lain juga mencicipi, tentu saja berebut HAHAHAHAHHA.
Alhasil, 1 bekal habis.

Mungkin alasannya yaitu kelelahan, semua belum dewasa tertidur dan shock ketika tahu mereka melewatkan stasiun dimana mereka seharusnya turun. Mereka tiba di pemberhentian berikutnya, di sebuah desa entah dimana. 1 jam lai sebelum kereta selanjutnya datang, mereka tetapkan jalan-jalan di desa dengan membawa bekal itu di tengah terik matahari. Bahkan mereka terjatuh ke sawah alasannya yaitu sebuah insiden dan terpaksa mandi membersihkan diri di sungai. waktu berlalu cukup usang meski balasannya mereka berhasil mengantarkan bekal dengan selamat ke tujuan. Mereka di marahi oleh salah satu anggota brass band, Takuo Nakamura (Yuta Hiraoka) alasannya yaitu terlambat dan alasannya yaitu bekalnya hilang satu, pas bagiannya pula.
Tomoka tentu saja membela diri, sudah untung mereka mau mengantarkannya, jikalau tidak mereka akan kelaparan selamanya.

Malamnya, ketika menonton TV, Tomoka shock melihat isu di TV jikalau semua anggota brass grup musik dibawa ke rumah sakit alasannya yaitu keracunan makanan. Penyebabnya yaitu bekal yang kedaluwarsa HAHHAHAHAAHHA.
Satu-satunya anggota brass grup musik yang tidak keracunan masakan yaitu Takuo. Takuo gotong royong ingin berhenti dari brass grup musik dan sudah menyiapkan surat pengunduran diri hanya saja ia belum sempat memberikannya pada guru pembimbing.
Karena ia satu-satunya yang selamat dan seminggu lagi brass grup musik harus mendukung tim baseball lagi, Takuo diminta mencari cara mengumpulkan anggota brass grup musik baru. Ia menciptakan pengumuman bagi siapa yang berminat, sayangnya yang tiba hanya 2 siswi gitaris grup musik rock dan seorang gadis pemalu yang bermain seruling.
Ditengah frustasi, Takuo melihat belum dewasa kelas komplemen yang tertawa riang dan ia memanggil mereka, meminta mereka bertanggungjawab alasannya yaitu ini juga salah mereka. Ia menyampaikan sudah meminta pada guru matematika untuk membiarkan mereka bermain brass band, pengganti kelas tambahan.
Awalnya Tomoko menolak, tapi sehabis ia pikir-pikir lagi, ia rapat beberapa menit dengan teman-temannya dan tetapkan membantu Takuo di brass band.

Takuo awalnya sudah senang, sayang sekali anggota kelas komplemen sama sekali tidak bisa bermain alat musik, atau lebih ke mereka tidak fit dan nafasnya pendek sehingga terompet sama sekali tidak bisa dibunyikan LOL. Ia harus melatih mereka dari awal, menyerupai lari, meniup botol aqua dan meniup tissu untuk meningkatkan kapasitas paru-paru. Tomoko dan yang lain menyesal menentukan brass grup musik alasannya yaitu ternyata lebih menyakitkan dari yang mereka perkirakan. Awalnya mereka hanya ingin kabur dari kelas membosankan tapi malah berkeringat di bawah terik matahari dan kelelahan. Mereka bahkan tak bisa kabur alasannya yaitu Takuo sangat cekatan.
Satu-satunya yang melaksanakan dengan baik yaitu Kaori Sekiguchi (Yuika Motokariya), alasannya yaitu sebelumnya ia memang pemain seruling.
Tomoko tidak yakin dengan latihan mereka akan bisa meniup terompet dan saxophone, tapi siapa sangka mereka bisa melakukannya.

Setelah mereka berhasil meniup alat musik untuk pertama kalinya, mereka mulai menikmati hal ini. Mereka berlatih dibawah bimbingan Takuo. Takuo sendiri di brass grup musik sebelumnya tidak memegang alat musik tiup (aku lupa nama alat yang ia pegang, apa ya HAHAHHAA), gotong royong ia menyukai piano dan bisa memainkan piano. Berkat inspirasi Tomoko dan yang lain, mereka tetapkan memakai piano dipenampilan mereka, mereka akan memainkan musik jazz.
Mereka berlatih dengan senang dan sangat menikmati latihan mereka. BAhkan mereka sudah deg degan alasannya yaitu hari-H semakin dekat.
Di latihan terakhir mereka sebelum pertandingan, tiba-tiba anggota brass grup musik orisinil kembali dan semuanya sudah sehat. Mereka akan mengambil alih pertandingan besok. Tentu saja semuanya terkejut sehabis latihan mereka selama ini, tapi Tomoko dan yang lain tidak memperlihatkan wajah kecewa mereka. Mereka menyampaikan mereka ikut hanya untuk main-main dan menghabiskan waktu.
Tapi ternyata sehabis tiba di halaman sekolah mereka semuanya menangis alasannya yaitu sedih.

Waktu berlalu. Semester gres di mulai. Tomoko kembali ke kelas gotong royong dan ia tidak bersama teman-teman kelas tambahannya lagi. Tentu saja sobat gotong royong mereka ada di kelas sebenarnya, bukan kelas tambahan.
Tomoko merasa merindukan sesuatu. Meski ketika itu ia terlihat tidak kecewa, tentu saja ia kecewa sehabis latihan mereka, ia juga ingin tampil. Ia mengintip latihan klub brass grup musik dan ternyata bukan hanya dia, Kaori juga sedih alasannya yaitu ingin bermain lagi. Tomoko juga mengetahui jikalau Takuo sudah keluar dari klub.
Tomoko benar-benar ingin meniup saxophone. Ia berniat membelinya tapi harganya terlau mahal. Ia tetapkan membeli di daerah barang bekas dengan menjual komputernya (meski adik dan ibunya tidak membiarkannya, ia kabur dengan komputer itu LOL) dan balasannya ia membeli sax pertamanya dengan uangnya sendiri dan memainkannya di tepi sungai. Ia merasa mendengar sebuah musik juga tak jauh dari sana dan mengikuti irama musik itu, ia melewati ilalang dan hingga di pinggir sungai, melihat seseorang memainkan Digital Keyboard . Dan ternyata yang memainkannya yaitu Takeo.

Mengetahui jikalau mereka merindukan masa latihan mereka, mereka tetapkan untuk menciptakan klub sendiri, klub latihan brass grup musik mereka. Awlanya teman-teman usang mereka juga ikut ambil bagian. Tapi mereka tidka yakin dengan brass grup musik ini dan banyak yang tetapkan keluar, sehingga hanya tinggal 5 orang.
Mereka yang bertahan yaitu Takeo, Tomoko, Kaori, Yoshie dan Naomi. Masing-masing memegang 1 alat yang ada di brass band.  Takeo dengan pianonya (bukan piano sih, apa sih namany, maaf ya), Tomoko dengan saxophone-nya, Yoshie dengan cornets/flugelhorns (ga yakin yang mana), Kaori dengan terompet dan Naomi dengan drum-nya.
Tapi tentu saja masalahnya yaitu alat musiknya tidak ada. Tomoko menyarankan membeli alat musik bekas menyerupai dirinya dan ternyata mereka semuanya memang bersemangat bekerja sambilan di supermarket. Tapi tentu saja ada banyak dilema yang terjadi hingga mereka mendapat alat musik bekas mereka. Dan sehabis mereka mendapatkannya, ada dilema lagi yaitu alatnya rusak.
Masalah demi dilema terjadi, tapi mereka tidak mengalah demi musik yang sudah mengubah mereka.

Aku sangat menyukai movie ini, mengalir begitu saja semenjak detik pertama movie ini. Sama sekali tidak ada part yang membosankan. Pokoknya kerena banged. Bagaimana sutradaranya merangkai adegan demi adegan dan juga menampilkan unsur komedi disetiap scene yang benar-benar akan menciptakan kalian tertawa sepanjang movie ini.

Mereka mengenal brass grup musik hanya sebuah kebetulan, awalnya hanya untuk menghindari kelas membosankan tapi malah menyukai brass grup musik dan menikmatinya. Mereka tidak berbohong pada diri mereka jikalau mereka benar-benar sangat menikmati meniup alat musik dan balasannya mereka tetapkan untuk memulainya meski sangat sulit. Karena alat musiknya tidak ada. Mereka juga tidak mau meminjam ke klub brass band. Tapi mereka tidak menyerah. Mereka mencari cara bagaimana caranya semoga mereka bisa bermain lagi, bersama-sama.

Mereka bekerja sama dengan anak grup musik rock lagi dan membantu mereka memperbaiki alat musik dan bahkan membentuk nama grup musik mereka, Swing Girls. Swing Girls and a Boy. Musik mereka lebih ke musik jazz alasannya yaitu ada iringan piano disana. Tapi uniknya, musik mereka tidak membosankan. Jujur saja, saya bukan pencinta musik jazz, dan suer musik jazz yang mereka tampilkan disini keren banged!
Bagaimana mereka tampil pertama kali di depan umum, hanya berlima tapi bisa menarik perhatian. Bahkan teman-teman usang mereka yang meninggalkan tim tetapkan kembali bermain brass grup musik bersama-sama.

Mereka juga menemukan guru yang akan melatih mereka. Ternyata guru matematika mereka pencinta musik jazz dan menjadi instruktur mereka, meksi guru itu memiliki sebuah diam-diam besar yang ia rahasiakan dari yang lain. saya yakin kalian akan tertawa alasannya yaitu rahasianya ini benar-benar menciptakan saya shock bagaimana ia bisa mengajari Swing Girls and A Boy.

Mereka juga berniat untuk tampil di knser sesungguhnya dengan mengikuti kompetisi.
Mereka sangat bersemangat, berlatih keras dan tentu saja mereka juga menciptakan kostuum, slogan, poster dan lain sebagainya. Intinya sih, mereka sangat menikmati musik mereka.
Apakah mereka berhasil pada kompetisi pertama mereka?
Silakan tonton

Seperti yang saya bilang, saya tidak menyukai musik jazz, tapi penampilan mereka benar-benar COOL! Aku bahkan tersenyum menontonnya dan bertepuk tangan di selesai saking kerennya!
Aku salut pada Tomoko. Ia gadis yang tidak punya hobi apapun di awal, tapi balasannya ia menemukan sesuatu yang menarik dan bagaimana pun ia harus mendapatkannya. Makanya ia menjual komputernya meksi adiknya menangisinya HAHAHHAHAHAHA.
Dan bagaimana Takeo sudah merasa bosan dengan posisinya di klub brass grup musik alasannya yaitu sering dianggap tidak ada atau tidak penting, ia balasannya menemukan jalan untuk memainkan piano yang ia sukai.

Ini hanya berawa dari sebuah kebetulan dimana mereka menemukan sesuatu yang balasannya mereka menikmatinya dan serius melakukannya. Melihat mereka tidak mengalah dan menemukan jalan sendiri benar-benar menarik untuk diikuti. Apalagi dengan unsur komedinya yang sederhana tapi menciptakan tertawa ngakak HAHAHHAHAHA.
Aku tidak bisa menggambarkan dengan terperinci tapi benar-benar kalian harus menonton movie ini !
Musik yang mereka tampilkan sangat sangat sangat keren!

SKOR:
Story: 10/10
Cinematography: 9/10
Music: 9/10
Character: 10/10
Opening: 10/10
Ending: 10/10
 Recomended! Aku puas banged nonton Swing Girls^^

Continue Reading

More in J-Movie

To Top