Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: The Woodsman And The Rain (2012)

J-Movie

[Review] J-Movie: The Woodsman And The Rain (2012)

Sebuah movie yang awalnya saya tertarik sebab judul dan posternya, sebab dari posternya, sudah terasa bila ini slice of life movie.
Aku pertama kali menemukan posternya bila nggak salah dikala jalan-jalan di google, nggak sengaja gitu. Kemudian saya sudah berniat download, tapi malah nggak jadi-jadi dan entah kenapa pas jalan-jalan di lk21, saya malah menemukan movie ini dan pribadi download.
Aku menyimpannya cukup lama, sebab nggak sempat nonton. Dan pada balasannya saya menonton movie ini, gila banged, 1 kata, KEREN!!!!

The Woodsman and the Rain / Kitsutsuki to Ame merupakan sebuah movie yang rilis pada tahun 2012, di sutradarai oleh Shuichi Okita (A Story of Yonosuke, Ecotherapy Getaway Holiday, The Mohican Comes Home) dan naskahnya ditulis bersama Fumio Moriya (Underwater Love, Uncle’s Paradise).
Movie berdurasi 129 menit ini dibintangi oleh Koji Yakuso (The World of Kanako, Hara-Kiri, Admiral Yamamoto), Shun Oguri (Museum, Nobunaga Concerto, Lupin The Third), Kengo Kora (A Story of Yonosuke, Beppin-san, Shin Godzilla), Asami Usuda (Koizora, Suzuki Sensei, The Furthnest End Awaits), Kanji Furutachi (Harmonium, Maestro!, The Sun) dan cast lainnya.
Movie bergenre slice-of-life, comedy, drama ini tampil di aneka macam film pekan raya baik di Jepang maupun luar negeri dan memenangkan penghargaan di Special Jury Prize dan Nippon Cinema Award.

Seperti yang saya katakan, ini movie slice-of-life banged, menceritakan kehidupan sehari-hari sang tokoh utama kita yang bertemu dengan orang asing, awalnya ia sebal pada mereka tapi lama-lama ia malah menjadi tertarik dan menjadi bersahabat dengan mereka. Di usia tuanya ia menemukan sesuatu yang membuatnya excited daripada pekerjaannya.
Judulnya yaitu Tukang kayu dan hujan, pas banged memang, sebab tokoh utama kita yaitu tukang kayu dan hujan merupakan awal dan tamat dari kisahnya.

SINOPSIS
spoiler alert

Tokoh utama kita adalah Katsuhiko Kishi (Koji Yakuso) yang biasa di panggil sebagai Katsu, tinggal di sebuah desa dan bekerja sebagai penebang kayu. Penebang kayu disini, bukan hanya asal tebang, bagi yang nonton Wood Job maka akan tahu bagaimana pekerjaan para penebang kayu yang juga harus merawat pepohonan di hutan.
Suatu hari dikala sedang bekerja, ia didatangi oleh seseorang yang memintanya untuk berhenti bekerja sebentar sebab bunyi mesin penebang kayu Katsu-san sangat berisik, beliau yaitu salah satu kru film yang sedang melaksanakan syuting di sungai bersahabat situ. Ia meminta Katsu berhenti bekerja sebentar. Katsu intinya orang baik, jadi sehabis dijelaskan berkali-kali balasannya ia berhenti.

Kemudian kita melihat sedikit mengenai kehidupan Katsu sehari-hari. Ia memasak sendiri dan menciptakan bekal sendiri, kemudian ia berangkat bekerja. Ia bekerja bersama teman-temannya sesama penebang kayu, dan bila hujan datang, KAtsu-san sanggup meramalkan kemungkinan berapa usang hujan akan turun. Mereka akan istirahat dan makan-makan. Saat itu salah seorang temannya membanggakan betapa cute-nya anaknya yang berusia 3 tahun dan pertumbuhan anaknya sangat cepat. Katsu tidak begitu tertarik menyampaikan temannya harus menikmati kelucuan anaknya selagi bisa.
Katsu kembali ke rumah dikala hujan deras dan jemurannya berair semua, ia buru-buru mengangkatnya dan dikala ia masuk ke rumah, ternyata anak laki-lakinya malah asik makan dan Katsu kesal sekali.  Katsu tinggal bersama anak laki-laki satu-satunya berjulukan Koichi Kishi (Kengo Kora). Istrinya meninggal sudah hampir 2 tahun kemudian dan hubungannya dengan puteranya tidak begitu baik, sebab puteranya gres saja berhenti dari pekerjaannya. Keduanya sempat bertengkar mahir dikala itu, pertengkaran ayah dan anak, tapi mereka juga cepat baikannya.

Kisah ini memasuki inti kisah dikala Katsu berangkat bekerja dan ia melihat ada kendaraan beroda empat mogok disana. Itu yaitu kendaraan beroda empat kru film dari kota kemarin. Katsu yang baik bersedia mengantar mereka ke daerah tujuan mereka sebab searah dengan tempatnya bekerja,  mereka berdua yaitu Torii (Kaji Furutachi) dan seorang anak muda yang clumsy tak bersemangat, Koichi Tanabe (Shun Oguri). Torii menceritakan bila mereka gagal syuting kemarin sebab hujan dan akan ke sana melihat lokasi lagi. Katsu menyampaikan itu hal jelek sebab biasanya sungai itu akan banjir bila hujan turun. Bingung, Torii meminta Katsu mengantarkan ke sungai lain dimana kira-kira sanggup dimasuki 10 orang.
Katsu mengerti dan membawa mereka ke sebuah sungai yang kata Katsu sih sungai tercantik di desa. Tapi ternyata itu sungainya kecil banged dan Katsu menyampaikan ia nggak salah bawa sebab disana sanggup berjejer 10 orang LOL. Tapi maksud Torii itu sungai yang lebih besar. Dan Katsu membawa mereka ke sebuah singai yang lebih besar, cocok sih tapi dibelakang sungai ada love hotel, jadi akan sulit syuting disana HAHAHHAHAHHAHA.
Torii yang resah menghubungi seseorang sementara Koichi tampaknya hanya menemani dan tidak melaksanakan apa-apa, ia bahkan tak membantu sedikitpun menciptakan Katsu kesal sekali sebab Koichi masih muda tapi pemalas. TApi Koichi juga ga ada gunanya sih, niat membantu tapi malah bikin ribet, pokoknya Koichi ini nggak banged gitu awalnya.

Setelah menelpon orang itu, Torii meminta sumbangan lagi membawa mereka ke sebuah sungai dan Katsu yang baik hati meski ia harus kerja, balasannya mengantar mereka. Bukannya naik kendaraan beroda empat ternyata jalan kaki menaiki gunung. Dan mereka tiba di sungai tersebut, sungainya pas ibarat yang mereka inginkan dan meminta Katsu memperlihatkan jalan bila memakai kendaraan beroda empat kesana.
Menunggu para kru film di sebuah kedai, Katsu menelpon teman-teman penebang kayunya bila ia akan terlambat tiba sebab ia tertahan oleh kru film. Saat pemilik kedai bertanya kenapa Katsu menolong mereka, Katsu bahkan tak tahu mau jawab apa HAHAHAHAHAH.
Saat kru film yang lain datang, ternyata ada 1 kendaraan beroda empat yang tersesat, Torii meminta Katsu mengantar satu kendaraan beroda empat kesana dan kembali lagi ke kedai itu untuk menjemput kendaraan beroda empat lainnya. Katsu beneran kesal sebab beliau akan kerja dua kali, ia lebih kesal sebab si Koichi ini nggak ada kerjaan, ia terlihat ibarat orang resah dari tadi dan menyuruh Torii memecatnya saja, sebab Koichi kelihatan nggak berguna.

Katsu balasannya mengantar semua kru film ke sungai itu. Saat mereka akan mulai syuting, ia bahkan disuruh minggir dengan tidak sopan sebab menghalangi kamera, jadi ia harus naik ke bukit (pokoknya kasian banged, saya kesal banged sama kru film ini awalnya).
Tidak hanya itu, mereka kekurangan pemain figuran dan Torii harus meminta sumbangan lagi pada Katsu untuk mau melakukannya, bergotong-royong Torii ini udah merasa nggak lezat sebab semenjak tadi merepotkan. Tapi dasar Katsu-san yang baik, ia mau melakukannya. Ia akan memerankan tokoh zombie dan adegannya disana hanya berjalan, ditempak, terjatuh, bangun lagi dan begitulah. Sebuah adegan yang sangat sederhana.
Tapi Katsu berhasil melakukannya. Setelah itu ia diabaikan lagi, ia bosan sebab nggak ada kerjaan dan dikala Koichi lewat ia bertanya apakah ia sudah sanggup pulang, Katsu sudah naik darah dan marah-marah sebab mereka tak menghormatinya. Koichi panik dan bertanya pada kru lainnya, ia kembali dan menyampaikan Katsu boleh pulang. Tapi Katsu minta make up zombienya dihapus, Koichi pergi lagi menemui kru dan menyampaikan bila tim make up sudah pindah ke lokasi berikutnya. HAHAHHAHAHAHHAHA. Kasian banged sumpah pak Katsu ini HAHAHHA.

Katsu sudah kembali ke rumahnya dikala rumahnya di ketuk dan ternyata Torii tiba kesana, Katsu heran bagaimana Torii sanggup menemukan rumahnya. Torii menyampaikan paman yang di kedai yang memberitahunya. Torii membawakan kuliner untuk Katsu sebagai ucapan terima kasih hari ini meski Katsu menolak sebab ia tak makan kuliner manis. Torii juga mengajak Katsu menonton screening adegan yang mereka ambil hari ini, tapi Katsu menolak, ia tak tertarik dengan film dan lagi, ia masih kesal pada kru film itu.
Katsu bekerja ibarat biasanya bersama teman-temannya dan dikala sedang makan, teman-temannya membahas mengenai Katsu yang membantu kru film bahkan ambil belahan menjadi pemain figuran. Katsu sih biasa aja, tapi teman-temannya memujinya sangat mahir sebab sanggup bergabung dengan kru film. Bahkan dikala temannya meminta Katsu menirukan adegannya, teman-temannya sangat excited dan memuji-muji Katsu. Katsu bahagia mendengar hal itu.
Dan Katsu yang ternyata agak polos juga balasannya tiba ke screening adegan malam harinya. HAHAHAHAHAHA.

Tidak disangka, Katsu benar-benar terpesona dengan adegan di sungai itu. Meski diambil dari jarak jauh, ia tersenyum melihat dirinya di layar. Bahkan dikala mandi di pemandian, ia menirukan adegan zombienya tadi, pokoknya ia sudah terpengaruh dengan hal itu.
Tiba-tiba seseorang masuk dan ternyata itu Koichi. Mereka mandi berendam dan Katsu mulai bicara dan semakin mendekat pada Koichi sementara Koichi semakin menjauhinya. Katsu menceritakan perihal pemandian disana paling bagus di desa dan ia terkejut Koichi tiba jauh-jauh mandi disana. Ia juga menyampaikan perihal melihat aktingnya sendiri di layar ternyata sangat memalukan. Intinya Katsu bicara sendiri dan senyam senyum sendiri.

Sepulang dari sana, ia mengantar Koichi ke stasiun kereta, sebab Koichi menyampaikan bila ia harus kembali ke Tokyo malam ini. Dalam perjalanan, Katsu mulai bertanya-tanya perihal film itu. Awalnya sih nanya filmnya perihal apa dan Koichi menjawab perihal zombie. Katsu kemudian bertanya lagi dan lagi, mengenai ceritanya dan KOichi menjelaskan sedikit. Katsu bbenar-benar kelihatan tertarik dengan kisah zombie ini dan Koichi hingga berkali-kali bertanya apakah kisah ini benar-benar menarik.
Disana kita sanggup melihat bila Koichi sendiri menganggap kisah itu sama sekali tidak menarik dan membosankan, makanya ia terus bertanya pada Katsu apakah ceritanya benar-benar menarik. Katsu memang sangat tertarik dengan kisah film ini.
Kaprikornus inti kisah filmnya diambil di masa depan, dimana ada zombie yang membunuh orang yang dicintai si tokoh utama dan untuk membalas dendam ia bergabung dengan pasukan bamboo perempuan yang menyerang zombie dengan hanya memakai bambu runcing.
Katsu mengantar Koichi hingga ke stasiun kereta dan Koichi menyampaikan naskahnya pada Katsu bila ingin tau dengan ceritanya Katsu sanggup membacanya.

Ternyata malam itu Koichi berniat kabur dari kru film, sebab ia sudah tidak mau bergabung dengan mereka lagi. Tapi ia tertangkap oleh Torii dan 2 staf yang mencoba menghentikannya kabur. Ternyata Koichi yaitu sutradara dan penulis naskah film ini, saya cukup kaget mengingat dirinya yang terlihat tidak berkhasiat dikala mereka syuting. Tapi salah satu staf yang bersama Torii malah kabur sendiri naik kereta sebab Torii sibuk memukul Koichi dan temannya satunya sibuk menghentikan mereka.
Sementara itu Katsu yang membaca naskah film menangis sebab menurutnya itu naskah bagus, menarik dan menyentuh.
Di malam yang sama, Katsu pulang dan anaknya menyampaikan akan pergi ke Tokyo. Katsu tidak menghentikannya meski anaknya kelihatan ingin dihentikan. Katsu mencoba bersikap biasa dengan melipat Kain, tapi tentu saja ia mengkhawatirkan anaknya.
Saat itu pintu di ketuk dan Katsu berfikir itu Koichi anaknya, ternyata yaitu Koichi si sutradara film yang tiba ke rumah meminta naskahnya kembali.
Katsu mengajak Koichi masuk, menyuguhkan minum dan makanan. Koichi sempat melihat papan shogi (kayaknya sih gitu) yang bertuliskan ‘Koichi 10 tahun’ disana. Sepertinya Katsu tahu sih bila Koichi melirik jadi mereka tetapkan main shogi.

Keesokan harinya, syuting akan dimulai lagi. Koichi yang bersiap di kamarnya menerima bisikan dalam dirinya untuk tidak mengenakan kaos kaki hitam. Pernahkah kalian mengalami hal ibarat ini? Aku pernah, tiba-tiba merasa bila mengenakan A atau B bakalan sial gitu, jadi semacam bisikan HAHHAHAHA
Dan dikala syuting hari itu kita melihat sedikit mengenai bagaimana Koichi di lokasi syuting, beliau beneran nggak tegas sama sekali, ia sering resah sendiri dikala ditanya mengenai adegan ini dan itu, bahkan para kru menyuruhnya minggir kesana sini dikala mereka memindahkan barang, artis menyuruhnya mengganti obrolan ini dan itu awalnya beliau ragu tapi setuju, dan begitulah, ia sutradara yang di kendalikan oleh kru-nya. Suaranya juga kecil dan agak bisik-bisik gitu, bila kameramen bertanya apakah mereka sanggup mulai, ia ragu, apakah adegan sudah oke, ia juga ragu.
Kalau tekanan sudah memuncak, asam lambungnya akan naik. Hari itu Katsu-san tiba ke lokasi dan melihat bagaimana proses syuting. Koichi bahkan harus bertanya pada Katsu apakah adegan itu sudah sepakat atau belum HAHAHHAHA, ia tak sanggup tetapkan sendiri.

Saat jam makan siang, Koichi bahkan makan menyendiri. Ia sendirian makan jauh dari para kru. Katsu san tiba mendekatinya dan makan disana, ia duduk di dingklik sutradara yang harusnya menjadi dingklik Koichi.
Mereka menikmati makan siang dengan percakapan sederhana. Menanyakan umur Koichi, yang ternyata 25 tahun dan Katsu memperlihatkan pohon yang berusia sama dengan Koichi dan pohon yang usianya jauh lebih renta dan pohon daerah bersandar Koichi yang berusia 50 tahun. Katsu menjelaskan bila sebatang pohon menjadi remaja sehabis berusia 100 tahun, waktu yang lama. Sebenarnya Katsu ingin menyampaikan bila Koichi masih muda masih punya banyak kesempatan untuk memperbaiki dirinya. Katsu juga gres tahu bila Koichi ternyata yaitu bos di produksi film ini.
Saat Torii tiba sebab syuting akan dimulai, ia meminta Katsu jangan duduk di dingklik itu sebab dingklik itu dingklik sutradara. Koichi sih nggak masalah, sebab katanya duduk disana sangat memalukan. Karenanya malam harinya, Katsu tiba ke kamar Koichi membawakannya dingklik pahatannya sendiri, ibarat papan shogi, bertuliskan Koichi 25 tahun. Koichi cukup kaget.
Saat itu salah satu staf tiba dan tampaknya mereka ada persoalan sebab mereka hanya punya 5 orang pemain untuk pasukan bamboo wanita. Katsu merasa jumlah itu sangat sedikit, Koichi juga. Dan Katsu menyampaikan bantuannya.

Katsu tiba ke rumah salah satu temannya, membawa hadiah Torii yang waktu itu, meminta sumbangan pada istri temannya mengumpukan 20 istri grup penjaga hutan untuk syuting film.
Suasana syuting hari itu pribadi berubah sebab sangat ramai, tidak kelam ibarat biasanya. Para istri penjaga hutan siap dengan bambu mereka dan mereka latihan, bahkan Torii jadi punya inspirasi untuk membentuk pemimpin pasukan dan warga melakukannya dengan sangat baik. Mereka sangat bersemangat. Kameramen bahkan menjadi bersemangat juga dan menyarankan pengambilan gambar memakai dolly.
Syuting berjalan sangat lancar. Malam harinya, Katsu dan Koichi bahkan latihan di pemandian umum untuk adegan selanjutnya bagusnya bagaimana.
Dan begitulah Katsu san sangat menikmati pekerjaan menjadi kru film, bergabung dengan mereka dan bahkan untuk syuting berikutnya beliau menjadi penjaga jalan sebab syuting butuh ketenangan.
Dan dikala ada kendaraan beroda empat lewat, ia menghentikan mereka yang ternyata kendaraan beroda empat teman-teman penebang pohonnya HAHHAHAHA. Ternyata Katsu izin nggak masuk sebab sakit, tentu saja mereka bertanya-tanya apa yang KAtsu lakukan disana, dan berfikir bila Katsu dipaksa oleh kru film itu LOL

Tapi Katsu nggak menjelaskan apa-apa pada mereka, ia malah di hubungi dengan walkie talkie dan mereka membicarakan mengenai mereka yang kehilangan pemeran pemeran anak dan kru sibuk mencari anak gres untuk pemeran itu. Katsu sendiri malah mendekati temannya yang punya anak usia 3 tahun itu dan meminta bantuannya.
Ini adegannya lucu banged, jadi anak itu akan menjadi anak zombie, dimake up, dimasukkan ke kotak yang terbukan di atasnya, kemudian dihanyutkan disungai.
Ayahnya beneran khawtair pada anaknya, dikala balasannya adegan selesai ia segera berlari menemui anaknya yang ternyata tertidur pulas di dalam HAHAHHHAHAHA.
Setelah itu semakin banyak warga yang membantu dan mengambil tugas dalam film ini, laki-laki menjadi zombie dan perempuan ada yang jadi zombie ada yang jadi pasukan bamboo. Katsu yang mengurus mereka semuanya, pokoknya KAtsu-san sudah menjadi belahan kru film ini.
Katsu bahkan lebih tegas dari sutradaranya sendiri dan mengatur mereka dengan baik. Koichi jadi sangat terbantu.

Waktu berlalu, para warga syuting dengan tidak meninggalkan pekerjaan mereka sehai-hari, jadi mereka syuting dengan wajah masih di make up zombie HAHAHHAHA.
Ada 3 orang yang gres tiba ke desa dan hingga resah apa yang terjadi. Ternyata 3 orang itu yaitu keluarga Katsu yang tiba untuk peringatan maut istri Katsu dan Katsu sendiri saking sibuknya ia hingga lupa.
Saat ia kembali ke rumah hari itu, rumahnya sudah rapi, pakaian untuk upcara sudah digantung rapi. Ternyata anaknya Koichi sudah pulang.
Katsu masih tidak sanggup melupakan tugas zombienya yang selalu ia lakukan dikala sedang sendirian, tapi ia tak punya waktu lagi sebab bahkan melupakan peringatan maut istrinya.
Malam itu dikala mandi di pemandian, Koichi tiba dan ia kelihatan sudah nyaman dengan Katsu, bahkan kali ini beliau yang mendekat ke arah KAtsu, dan Katsu perlahan menjauh, kebalikan dikala pertama mereka mandi bersama.
Mereka berdua berakhir dengan makan malam bersama, percakapan sederhana. Katsu menanyakan bagaimana awalnya Koichi tertarik menciptakan Film dan Koichi menjawab ia mulai tertarik semenjak ayahnya membeli sebuah kamera, awalnya ia hanya merekam acara-acara disekolah, tapi lama-lama ia jadi ingin menciptakan filmnya sendiri.
Katsu menyampaikan ayah Koichi niscaya bangga, anaknya menjadi sutradara dan menemukan jalannya sendiri sebab kamera yang ia beli. Koichi menyampaikan ayahnya mungkin kecewa, sebab ia seharusnya melanjutkan bisnis penginapan keluarga tapi ia malah menjadi sutradara. Tapi berdasarkan Katsu, ayahnya niscaya besar hati sebab anaknya punya jalan sendiri.

Hari peringatan maut istrinya, Katsu tidak tiba ke lokasi syuting. Ia menghabiskan waktu di rumah untuk upacara. Para keluarga berdatangan dan mulai menyampaikan sesuatu perihal anaknya Koichi yang berhenti dari pekerjaannya dan seharusnya meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai tukang kayu.
Sepertinya Koichi semenjak dulu memang diperlukan meneruskan pekerjaan ayahnya, makanya ia memberontak. Katsu san jadi kesal pada mereka yang membicarakan anaknya ibarat itu dan menyampaikan bila Koichi menjadi penebang Kayu, bagaimana dengan perasaan Koichi sendiri, anaknya niscaya punya sesuatu yang ingin dilakukan.
Sepertinya ini pertama kalinya ayahnya menyampaikan hal itu dan Koichi menjadi tersentuh.

Sementara di lokasi syuting, mereka mengundang pemeran yang cukup terkenal sebagai cameo, Keijiro Haba. Keijiro sendiri sedang sakit wasir dan ia kesulitan duduk, jalanan ke desa tidak mulus jadi ia sudah kesakitan di mobil.
Saat akan syuting, ia pribadi minta dimulai tanpa adegan percobaan, ia berusaha menahan sakit wasirnya dikala berakting sebab ia harus duduk, tapi ia banyak melaksanakan kesalahan. Koichi bukan lagi Koichi yang membisu saja, ia perlahan sudah berubah, ia sudah sanggup mengambil keputusan sendiri, ia tahu bila Keijiro kesakitan tapi ia juga ingin adegan yang bagus, jadi mereka mengulang dan mengulang terus hingga adegannya bagus. Keijiro sendiri tidak protes sebab itu kesalahannya juga, ia lupa kalimat dan salah disana sini.
Koichi sendiri menerka Keijiro murka padanya sebab tidak memikirkan keadaan kesehatannya, ia takut-takut dikala diundang oleh Keijiro dan ternyata Keijiro menyukai Koichi dan bahkan meminta bekerja sama kembali di lain waktu.
Ia menyukai Koichi yang memintanya terus mengulang hingga adegannya bagus, menurutnya Koichi yaitu sutradara yang baik.
Koichi tentu saja tersentuh mendengatnya, ia bahkan menangis. Tapi sehabis itu ia menjadi lebih percaya diri lagi atas kebanggaan itu.

Akhirnya syuting terakhir akan dilakukan. Torii tiba ke rumah Katsu malam itu untuk memintanya tiba besok sebab syuting terakhir, Torii sangat berharap Katsu tiba besok, sebab selama ini KAtsu sudah banyak membantu mereka. Katsu tidak menjawab dikala itu.
Sementara itu relasi Katsu dan anaknya masih ibarat biasa, mereka kebanyakan membisu di rumah, tanpa kata-kata, tapi kita melihat bila mereka sudah baikan. Koichi bahkan mengambil shogi dan menyusunnya dan ayahnya tanpa diberitahu mengerti maksudnya dan mereka main berdua sehabis sekian lama.

Keesokan harinya, syuting adegan utama, tapi terganggu sebab hujan lebat. Koichi meminta mereka menunggu hujan berhenti, tapi yang lain ragu bila hujan nggak akan berhenti, sementara para pemain sudah kedinginan. Mereka meminta Koichi segera mengambil keputusan, sebab berdasarkan mereka syuting di tengah hujan juga nggak akan kelihatan di kamera bila sedang hujan. Tapi Koichi ingin mereka syuting tanpa hujan.
Tapi sebab hujan belum juga berhenti, Koichi harus mengambil keputusan, dan dikala itulah Katsu terlihat berlari ke arah para kru dan mengataakn hujan akan berhenti sebentar dan dikala itu mereka sanggup mulai syuting. Koichi percaya pada Katsu dan mulai meminta pemain dan kru bersiap, mereka mengenakan jas hujan dan payung, bila hujan berhenti mereka harus cepat membukanya dan syuting pribadi dimulai.
Para kru ragu hujan akan berhenti tiba-tiba. Tapi ternyata tebakan Katsu benar, hujan benar-berhenti langit cerah, mereka pribadi mengadakan syuting.
Kali ini Koichi untuk pertama kalinya mengeluarkan bunyi lantangnya dan berteriak dikala syuting di mulai dan syuting berjalan dengan sangat lancar, sekali take. Dan dikala mereka selesai, hujan kembali turun.

Begitulah tamat persahabatan Koichi dan Katsu selama kru film syuting di desa mereka.
Setelah itu semuanya kembali ke kehidupan normal.
Katsu kembali menjadi penebang pohon, dimana anaknya Koichi tampaknya tetapkan mengikuti jejaknya.
Sementara Koichi melanjutkan pekerjaannya sebagai sutradara untuk film berikutnya.

Aku membaca sebuah review di salah satu blog mengenai film ini dan mereka menyampaikan bila adegan terakhirnya menciptakan mereka menangis. Sebenarnya awalnya saya tidak paham, tapi kemudian saya mengerti apa maksudnya.
Karena di adegan terakhir, Katsu-san tampak masih mencicipi kehadian kru film di sekitarnya, tampaknya ia merindukan masa singkat dimana ia menemukan sesuatu yang membuatnya tertarik.
Dan Koichi di akhir, terlihat meninggalkan dingklik pemberian Katsu-san, sebab mereka harus berangkat dan buru-buru, Koichi tidak sanggup mengangkat dingklik itu dan ia meninggalkannya disana.
Sepertinya penulis ingin memperlihatkan bila persahabatan singkat ibarat itu ada dua kemungkinan yang akan terjadi, ada orang yang akan terus mengingat hal itu sebagai kenangan yang berharga dan sesekali merindukannya, dan ada orang yang akan melupakan kenangan itu dan meninggalkannya sebagai masa kemudian belaka.
Kaprikornus saya mengerti kenapa ada sesuatu yang sedih di akhir.

Koichi yaitu seorang sutradara gres yang merasa film buatannya membosankan, ia merasa tertekan sebab disana ia tak dihormati, ia tak percaya diri dan tak sanggup mengambil keputusan. Ia mencoba kabur dan bertemu seseorang yang ternyata sangat tertarik dengan kisah yang ia buat. Kita sanggup melihat bagaimana perkembagan abjad Koichi dari awal hingga akhir, bagaimana ia berubah dengan sumbangan Katsu. Pada dasarnya seseorang butuh orang lain untuk mendorongnya maju.
Katsu sendiri menjalani hari yang sama setiap harinya, makan, kerja, pulang, melaksanakan pekerjaan rumah dan begitu terus. Karena itu dikala ia terlibat dengan kru film, ia merasa sangat tertarik dan melaksanakan hal gres itu menyenangkan.
Ia berhasil membawa perubahan pada kru film yang tampaknya melaksanakan pekerjaan setengah-setengah menjadi serius dengan hal ini.

Aku bergotong-royong berharap Katsu dan Koichi melanjutkan persahabatan mereka meski mereka sudah berpisah. Tapi ternyata penulis ingin memperlihatkan kisah dimana semua itu tinggal sebuah kenangan yang pada balasannya perlahan akan dilupakan. Dan itu menciptakan saya sedih. Katsu kelihatan kesepian sehabis semuanya berakhir. Kembali ke kehidupan kesehariannya. Sementara Koichi juga sibuk sendiri dengan film selanjutnya. Well, pada awalnya mereka orang absurd sih dan menciptakan sebuah kenangan kemudian berpisah. Pada kenyataan kita juga begitu.

Ini movie sangat direkomendasikan bagi penggemar slice of life movie. Yang suka movie ibarat is a Wood Job, Miracle Apples, Little Forest, ini movie cocok banged. Jangan berharap ada kisah cinta disini ya HAHAHAAHHAHAHA.

Skor:

Story: 4/5
Acting/Character: 4/5
Cinematography: 4/5
Music: 3/5
Opening: 4/5
Ending: 3/5


Continue Reading

More in J-Movie

To Top