Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie Twilight: Aku In Sasara (2014)

J-Movie

[Review] J-Movie Twilight: Aku In Sasara (2014)

Sebenernya udah tau movie ini semenjak lama, tapi entah kenapa dikala itu tidak tertarik menontonnya alasannya yakni jika dilihat dari cover-nya, ceritanya perihal sepasang suami istri atau begitulah (aku biasanya malas membaca sinopsis singkatnya hahhaha). Tapi belakangan saya memang tertarik dengan kisah keluarga jadi saya mencoba mendownloadnya dan WOW, ini movie KEREN SEKALI!!


Twilight: Saya in Sasara a.k.a Twilight Sasara Saya yakni sebuah movie yang diangkat dari novel berjudul Sasara Saya oleh Tomoko Kano yang dipublikasikan pada tahun 2001. Movie ini disutradarai oleh Yoshihiro Fukagawa (In His Chart, Teacher and Stray Cat <masih nunggu sub-nya ga muncul2>, Sakurada Reset <film gres Nomura & Yuina 2017>). Naskah ditulis oleh sang sutradara dan Yukiko Yamamoru (Touch, Mango to Akai Kurumaisu).
Melihat list movie sang sutradara dan penulis, Twilight ini yakni film pertama mereka yang saya tonton.

Movie in dibintangi oleh Yui Aragaki (pati kenal donk siapa hehehehhe, ini yakni tugas pertamanya sebagai seorang ibu cr. asianwiki), Yo Oizumi (ayahnya Mare di asadora Mare), Aoi Nakamura (pernah main bareng Yui di Koizora, Beck, Kimi to Boku, Beyond The Memories, Library Wars) dan lain-lain.
Aku bukan fans Yui makanya dari kemarin masih ragu-ragu nonton ga ya, eh pas cek lagi ternyata bapaknya Mare main disini dan ga ragu lagi saya download HAHHAHAHAA. Bapaknya Mare lucu sih apalagi disini gaya rambutnya sama kkwkwkwkkwkw.

Movie ini sangat unik. Harusnya adegan sedih malah dibentuk lucu dan bikin ngakak di awal episode. Bagi yang nonton Jealousy Incarnate niscaya mengerti rasanya scene yang harusnya sedih dan mendebarkan dibentuk lucu dan kita ga tahan mau ketawa HHAHAHAHAAHA. Nah, movie ini 11 12 lah, pokoknya begitu heheehheehhe.

Twilight Saya in Sasara menceritakan perihal Saya, seorang ibu muda yang kehilangan suaminya alasannya yakni kecelakaan dan meninggalkannya serta seorang bayi mereka berjulukan Yuusuke. Di hari pemakaman/kremasi suaminya, dikala mereka sedang berduka, tiba-tiba ayah suaminya tiba dan ingin mengmmbil alih hak asuk Yuusuke. Saya sangat terkejut alasannya yakni yang ia tahu selama ini suaminya yakni anak sebatang kara, tidak punya sanak family dan keluarga, sama menyerupai dirinya.

Tapi yang lucu bukan itu, justru dongeng ini dibuka oleh sang suami, Yutaro. Bagaimana menjelaskannya ya, ia menjadi hantu gentayangan gitu di pemakamannya sendiri. Makara ia menarasikan kisah ini, jiwanya masih melayang disekitar Saya pada dikala pemakamannya dan menceritakan mengenai kisahnya.
Yutaro yakni seorang pelawak yang tidak lucu sama sekali. Selama penampilannya, tidak ada satu orang pun yang tertawa, komedinya membosankan, sangat membosankan dan ia tahu akan hal itu, tapi ia tidak pernah punya niat untuk keluar dari komedi. Suatu hari, dikala ia melaksanakan penampilan menyerupai biasa, ada satu orang yang tertawa alasannya yakni lelucon tidak lucunya. Dia lah Saya dan itu lah pertemuan pertama mereka.
Dari sana ia tahu Saya yakni seorang anak yang sial, orang tuanya meninggal semenjak ia masih kecil, hidup bersama neneknya tapi neneknya meninggal kemudian dan bahkan baru-baru ini bibinya yang mengurusnya juga meninggal. Saya sebatang kara di dunia dan Yutaro menyampaikan mereka sama, ia juga tak punya keluarga. Pertemuan itu menciptakan keduanya saling jatuh cinta dan karenanya menikah.

Dikaruniai seorang anak laki-laki yang lucu, Yuusuke, mereka hidup sebagai keluarga senang meski tidak kaya dan hanya tergantung pada penghasilan lelucon Yuusuke yang tidak lucu, Yutaro berjanji akan terus menciptakan Saya tersenyum. Tapi sayangnya, kecelakaan itu terjadi dan kini Yutaro meninggalkannya sendirian bersama anak mereka. Mungkin alasannya yakni itu jiwanya tak damai meninggalkan Saya, Saya masih polos dan gampang terperdaya oleh dunia, jadi jiwanya belum terbang ke nirwana dan masih disana untuk menjaga Saya hingga Saya lebih besar lengan berkuasa dan sanggup menjaga diri dan anak mereka.
Dan dikala itu lah ayahnya muncul. Makara bergotong-royong Yutaro masih punya ayah, tapi ia menganggap ayahnya tak ada alasannya yakni ayahnya membuang keluarga mereka alasannya yakni pekerjaan, bahkan dikala ibunya sakit, ayahnya tidak tiba menjenguk, bahkan dikala ibunya meninggal juga. Karena itu Yutaro membenci ayahnya.

Demi menyelamatkan Yuusuke dan Saya, Yutaro berhasil masuk ke badan salah satu pendeta kuil itu. Yutaro sanggup masuk ke dalam badan orang yang sanggup melihatnya, meski tidak terlalu lama. Ia dengan badan di pendeta menemui Saya dan memintanya segera kabur alasannya yakni ia tahu ayahnya akan melaksanakan segala cara untuk mendapatkan Yuusuke (Yuu-chan. Saya memanggil Yutaro dan Yuusuke sebagai Yuu-chan, kawaii).
Awalnya Saya tentu saja resah tapi lama-lama ia ingin tau apa benar itu pak pendeta dan ia emndapat petunjuk dikala Yuu-chan menangis, pak pendeta menggendong Yuu chan menyerupai yang suaminya biasa lakukan. Saat Yuu Chan menangis, yang sanggup membuatnya membisu hanya ia dan Yutaro. Percaya tak percaya karenanya Saya tahu jika dalam diri pak pendeta ada jiwa Yutaro suaminya. Dengan pertolongan Yutaro dalam badan pendeta ia berhasil kabur dari kuil itu.

Untuk menghindari ayah mertuanya yang ingin mengambil anaknya, Saya tetapkan pindah rumah ke pedesaan, desa Sasara, daerah tinggal bibinya dulu. Ia tinggal di rumah usang bibinya dan akan memulai hidup gres disana. Tentu saja jiwa Yutaro mengikutinya.
Awalnya warga disana sangat aneh, entah itu alasannya yakni mereka yakni warga gres pindah atau bagaimana jadi banyak yang ingin tau akan Saya dan ada juga yang menguntit dengan teropong. Kebanyakan warga di bersahabat rumah Saya yakni para orang tua, hampir tak ada yang sebaya Saya. JAdi dikala menemukan seorang ibu muda yang sebaya dengannya, Saya sangat senang. Sayangnya awalnya ibu muda itu jahat padanya meski karenanya mereka berhasil berteman.

Kehidupan Saya di desa Sasara tidak sanggup dibilang mudah, tapi ia menjalaninya dengan bahagia. Para warga yang abnormal itu juga banyak membantunya dan memberikannya pelajaran perihal bagaimana menjadi seorang ibu. Ia banyak berguru dari mereka.
Kalau dari yang saya amati sih tampaknya ibu-ibu disana merindukan anak muda dan anak-anak, jadi mereka bergotong-royong sangat senang Saya dan Yuu Chan pindah kesana, alasannya yakni mereka sudah usang tidak punya tetangga yang punya bayi. Mereka sangat mengasihi Yuusuke.

Yutaro juga masih keluar masuk badan warga yang sanggup melihatnya dan tentu saja ia menghabiskan waktu dengan Saya. Tapi lucunya, mereka kebanyakan bertengkar jika sudah bersama hHAHAHAAHHA. Tapi disitulah kelihatan jika mereka saling menyayangi. Aku suka banged jika Yutaro masuk ke badan salah satu warga dan bertingkah abnormal dengan badan orang lain HAHAHHAHA.

Saya juga menceritakan alasannya pindah ke Sasara pada warga, alasannya yakni ayah mertuanya ingin mengambil anaknya. Para ahjumma sih katanya akan membantu Saya. Tapi Saya bergotong-royong tidak ingin kabur dari ayah mertuanya, bagaimana pun Yuusuke yakni cucunya dan mereka memang harus bertemu tapi ia tidak akan menyerahkan anaknya pada ayah mertuanya.
Saat menyampaikan keinginannya itu pada Yutaro, Yutaro tentu saja tidak setuju, alasannya yakni ia telah menganggap ia tak punya ayah. Tapi Saya ingin menandakan jika ia sanggup menjaga Yuusuke dengan baik meski ia yakni ibu tunggal. Ia ingin menandakan ia sanggup membesarkan Yuusuke seorang diri.

Tapi seiring berlalunya waktu, orang yang sanggup dimasuki Yutaro semakin berkurang dan karenanya yang terakhir yakni Sano, laki-laki yang bekerja di stasiun kereta dan bergotong-royong naksir Saya.
Disana mereka melaksanakan perpisahan terakhir mereka. Adegan ini ada bertengkarnya juga dan lucu hahhahaha tapi karenanya sedih sih, lebih tepatnya mengharukan.

Masalah utama pun tiba dikala ayah Yutaro mengetahui keberadaan Saya dan ingin mengambil Yuusuke darinya. Saya menyambutnya dengan baik di rumah sementara para tetangga mengawasi tingkahnya. Saya juga membiarkan ayah mertuanya bermain bersama Yuusuke tapi kemudian dikala ia lengah, ayah mertuanya membawa kabur anaknya. Saya sangat terkejut, ia dan warga mengejarnya, tapi mereka kehilangan kendaraan beroda empat ayah Yutaro. Saya sempat dimarahi juga sih alasannya yakni terlalu percaya pada ayah suaminya, tapi mau bagaimana lagi, Saya memang ingin percaya dan ingin menandakan jika ia sanggup menjadi ibu yang baik.

Lalu bagaimana selesai kisahnya?
Apakah Saya berhasil menemukan Yuusuke dan menandakan pada ayah mertuanya jika ia sanggup merawat Yuusuke sendirian?

Drama ini selain lucu, juga menyentuh. Sangat menyentuh. Aku yakin kalian akan menangis sesegukan di ending movie ini.
Melihat ceritanya dari awal, saya pikir nanti endingnya yang paling sedih niscaya perpisahan Saya dan arawah Yutaro, saya sudah siap siaga tapi ternyata bukan itu. Aku sangat terkejut alasannya yakni justru perpisahan Saya dan Yutaro tidak sesedoh ending sebenarnya.
Aku menangis sesegukan melihat flashback kisah Yutaro dan Ayahnya. Kita melihat apa yang bergotong-royong terjadi, dari sisi Yutaro dan Ayahnya dan WOW, suer, saya kaget dan ga nyangka jika ayahnya ternyata menyerupai itu T_____T
Aku ga masu spoiler ah, ini bab yang paling the best dari movie ini, melihat bagaimana cinta kikuk seorang ayah pada anaknya :'((((

Akting Yui sebagai seorang ibu juga pas banged huhuhuhuhu.
saya pengen Yui mengambil banyak tugas yang menyerupai ini. Di Koizora ia jadi ibu juga sih, tapi ga hingga menggendong anaknya. Yui cocok banged tugas menyerupai ini, aura keibuannya jadi kelihatan.
Dan akting Yo Oizumi sebagai Yotaro the best deh. Keren banged ia jadi pelawak tapi lawakannya ga lucu, bagaimana ia menghadapi Saya dan juga bertindak gagah adakala tapi tetap ia yakni Yutaro.
Yutaro tak sanggup meninggalkan Saya sendirian alasannya yakni Saya masih naif dan polos. Yutaro sering memanggil Saya ‘baka’ dan Saya juga mendapatkan hal itu alasannya yakni ia memang bodoh, tapi kata-kata ‘baka’ dari Yutaro yakni tanda kasih sayang Yutaro.

Sejak Saya menjejakkan kaki di Sasara, ia sudah menciptakan keputusan jika ia akan membesarkan Yuusuke disana, ia tidak akan pergi dari desa. Dan untungnya orang-orang disana sangat baik dan membantunya. Para orang bau tanah ini merindukan anak muda, alasannya yakni kebanyakan anak mereka/pemuda desa pergi ke Tokyo dan hanya pulang sekali-kali. Mereka sudah usang tidak mendengar tangisan bayi di desa, jad dikala Saya dan Yuusuke datang, mereka sangat senang, mereka membantu memandikannya, merawatnya, pokoknya mereka suka sekali sama anak-anak.
Ibu-ibu disana juga menganggap Saya terlalu polos sih, tapi disitulah mereka sangat mengasihi Saya.

Movie ini recomended banged deh. Aku suka. Cara sutradaranya menyusun dongeng juga keren!
Aku suka cerita-cerita menyerupai ini :’)
Dan lagi komedi di adegan sedih sangat menghibur 🙂

Skor:
Story: 9/10
Cinematography: 8/10
Character: 9/10
Music: 8/10
Opening: 9,5/10
Ending: 9,5/10

Continue Reading

More in J-Movie

To Top