Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: What A Wonderful Family (2016)

Aoi Yu

[Review] J-Movie: What A Wonderful Family (2016)

 

What A Wonderful Family termasuk dalam most anticipated movie 2016, yang saya tunggu-tunggu. Aku gres punya kesempatan menontonnya beberapa dan saya sanggup katakan, ini movie judulnya cocok banged dengan dongeng di movienya XD
Aku tertarik alasannya couple Aoi Yu dan Satoshi Tsumabuki. Sayangnya scene mereka di movie ini sedikit hehehhee, tapi puas lah liat ulah si kakek dan keluarga dalam movie ini.

What a Wonderful Family / Kazoku wa Tsurai yo adalah sebuah movie yang disutradarai oleh Yoji Yamada (Tokyo Family, The Twilight Samurai, Memories of My Son, The Little House) dan naskahnya ditulis bersama Emiko Hiramatsu (The Little House, Tokyo Family Love and Horor).
Movie berdurasi 108 menit ini dibintangi oleh Isao Hashizume (After The Storm, The Little House, Tokyo Family), Kazuko Yoshiyuki (Tokyo Family, The Little House, Departures), Masahiko Nishimura (Tokyo Family, Clover, Crossroads), Yui Natsukawa (64, The Little House, Tokyo Family), Shozo Hayashiya (Tokyo Family, Ume-chan, The Little House), Tomoko Nakajima (Tokyo Family, The Taste of Tea, The Little House), Satoshi Tsumabuki (The Little House, Tokyo Family, Wakamonotachi), Aoi Yu (Tokyo Family, The Little House, Wakamonotachi) dan para cast lainnya.
Tokohnya banyak banged ya? BANYAK!

Seperti yang terlihat diatas, ini bukan pertama kalinya para cast dan tim produksi ini bekerja sama. Sutradara, penulis naskah dan para cast pernah bekerja sama dalam movie lainnya menyerupai Tokyo Family dan The Little House. Sementara itu ada beberapa yang pernah bekerja sama dalam movie lainnya, menyerupai Aoi Yu dan Satoshi Tsumabuki dalam drama Wakamonotachi.
Karena hal itu saya sempat bingung, alasannya cast-nya sama, awalnya saya menduga Tokyo Family itu sama dengan What A Wonderful Family. Ternyata beda, cuma castnya sama LOL
Dan What A Wonderful Family sendiri ada 2 part, dimana part keduanya akan tayang pada 22 Mei mendatang.

Banyak yang menyampaikan movie ini sangat bagus, dari unsur dongeng dan komedinya, ternyata memang seru banged. Aku sendiri menontonnya ketawa-ketawa, bahkan dikala adegan sedih, alasannya memang komedi yang disuguhkan disini itu beda gitu. Bahkan dikala suasana tegang, kita malah dibentuk tertawa HAHAHHAHA.
JAdi berdasarkan aku, jikalau mau ngilangin stress bagus nonton movie ini. Asik banged. Ceritanya slice of life, wacana sebuah keluarga besar.

SINOPSIS

Movie ini berfokus pada keluarga Hirata. Sebuah keluarga besar, 3 generasi yang tinggal di rumah yang sama dimana dikala ini sangat jarang di temui di Jepang. Shuzo Hirata, sang ayah, menikmati masa pensiunnya dengan caranya sendiri, menyerupai bermain dengan teman-temannya, minum-minum di kafe kesukaannya dan lain sebagainya. Istrinya Tomiko Hirata juga menikmati masa tuanya dengan hobi baru, ia masuk ke kelompok menulis novel dan mulai menulis novelnya sendiri. Suami istri Hirata mempunya 3 orang anak.
Anak pertama Konosuke Hirata menikah dengan Fumie Hirata dan dikaruniai dua orang putera, kenichi Hirata yang ada di masa tahun terakhir Sekolah Menengan Atas dan Nobusuke Hirata, jikalau nggak salah ia masih SD atau tahun pertama Sekolah Menengah Pertama gitu. Mereka tinggal di rumah kakek Shuzo dimana Konosuke bekerja sebagai salaryman dan istrinya sebagai ibu rumah tangga mengurus rumah, ayah dan ibu mertuanya.
Anak kedua mereka yaitu Shigeko Kanai yang menikah dengan Taizo Kanai, mereka tidak tinggal di rumah itu. Dan anak bungsu mereka, Shota Hirata, yang bekerja di bidang musik, tampaknya sih memperbaiki alat musik, yang sudah sampaumur tapi nggak nikah-nikah dan menciptakan keluarganya khawatir. Ia juga tinggal di rumah utama.

Makara dongeng dimulai dikala Shuzo bermaingolf bersama temannya dan menelpon ke rumah, tapi menantunya malah tidak mengenali suaranya dan berfikir jikalau ia penguntit HAHHAHAHAHAH. Shuzo sangat tersinggung apalagi teman-temannya menertawainya. Sepulang dari bermain golf, mereka minum di kedai Kayo-chan, Shuzo masih menggeutu mengenai menantunya dan berniat memarahinya sesampai di rumah nanti. Ia juga membicarakan mengenai istrinya yang punya hobi baru, menulis, dan ia mulai menjelek-jelekkan istrinya.
Sepulang ke rumah, Fumie sang menantu tentu pribadi menyambutnya, ia berusaha bersikap baik biar ayah tidak marah. Shuzo sih nggak kelihatan murka cuma ngambek aja gitu.
Hari itu yaitu hari ulang tahun istrinya Tomiko, ia bertanya Tomiko ingin hadiah apa, ia sudah usang tak membelikan Tomiko hadiah, jadi sekali-kali nggak apa-apa asalkan jangan barang mahal.
Tomiko menyampaikan ia ingin hadiah dan itu tidak mahal. Ia menyodorkan sebuah kertas pada suaminya dan suaminya terkejut, sebuah surat cerai. Ia ingin suaminya menandatanganinya. Shuzo tentu saja terkejut menganggap istrinya bercanda, tapi Tomiko serius.

Setelah malam itu, Shuzo jadi bad mood. Di rumah ia galak, ia bahkan sengaja mengajak anjing mereka Toto untuk jalan-jalan, padahal Tomiko sedang memeluknya. Saat itu Shota mengetahui niscaya ada sesuatu yang tidak beres dengan ayah dan ibunya. Ia sengaja mengikuti ayahnya dan bertanya ada apa, ia ingin ayahnya bersikap baik pada ibu. Shuzo tidak menyampaikan alasan kenapa ia marah.
Mereka kemudian membahas mengenai Shota yang nggak nikah-nikah dan Shota kesannya menyampaikan jikalau ia sudah punya calon, ia akan membawanya ke rumah segera.
Pulang dari jalan-jalan, Shuzo kembali ke rumah dan Fumie menyambutnya dengan menyampaikan jikalau anak keduanya, Shigeko datang. Shigeko tampak menangis dan ternyata ia bertengkar dengan suaminya dan ia minta cerai.
Ayah sedang  anti sama kata ‘cerai’ jadi ia badmood lagi. Shigeko menjelaskan alasan kenapa ia dan suaminya bertengkar, alasannya ia memecahkan barang antik milik suaminya, ia kesal alasannya suaminya membohonginya mengenai harga barang antik itu.
Ayah tentu saja murka alasannya mereka akan verai hanya alasannya piring antik. Tapi ujung-ujungnya ayah menyampaikan pada mereka untuk bercerai saja, jikalau memang tidak cocok.
Shigeko malah kesal alasannya ayahnya menyuruhnya cerai dan ayah galau alasannya tadi Shigeko yang minta cerai, lah masalahnya dimana HAHAAHAHHAHAAH.
Shigeko ngambek dan masuk ke kamar lantai atas.

Kemudian suami Shigeko tiba ke rumah dan bertanya dimana istrinya. Ia bicara pada ayah mengenai hal itu dan menjelaskan kenapa ia murka pada istrinya, alasannya ia gres membeli barang itu belum hingga sebulan lah dan bla bla bla.
Ayah beneran kesal dengan mereka berdua yang ingin cerai cuma alasannya itu, tapi jikalau mau cerai ya cerai saja. Tapi mertua dan menantu ini cocok, meski tabrak verbal sebentar, mereka malah berencana minum-minum di luar, di kedai Kayo-chan.
Pulangnya, ayah mabuk berat dan dikala itulah ia menyampaikan jikalau istrinya akan menceraikannya yang menciptakan dua menantunya shock. Anak pertama Shuzo pulang ke rumah dan memberitahukan kabar itu, tapi Konosuke berfikir jikalau itu cuma candaan, tapi Fumie yakin ibu serius mengenai hal ini.
Fumie sendiri tentu saja tidak ingin mertuanya bercerai dan menjadikan cucu mereka sebagai alasannya, cucu akan sedih jikalau kakek dan nenek yang mereka sayangi berpisah. Tapi Shuzo menjadi kesal alasannya merasa semuanya menyalahkan dirinya. Ia mengingatkan mereka jikalau ia disini yaitu korban HAHAHAHAHAHAHA.
Shigeko dan suaminya yang awalnya mau bercerai malah pribadi baikan alasannya memikirkan dilema ayah dan ibu HAHHAHAHAHA.

Satu-satunya yang tidak tahu dilema ini yaitu Shota.
Hari itu Shota sibuk bekerja memperbaiki piano dan pacarnya, Noriko Mamiya tiba membawakan bekal makan siang. Noriko yaitu seorang perawat di rumah sakit lokal, siang itu ia free alasannya semalam ia sanggup shif malam.
Noriko suka melihat Shota memperbaiki piano, ia bahkan membisu saja alasannya Shota tak menyadari keberadaannya disana.
Shota meminta Noriko melihat brosur apartemen, ia menyampaikan ia akan pindah dan ia meminta Noriko melihat bagus atau tidaknya. Noriko cukup kaget alasannya Shota tiba-tiba akan pindah, mengingat selama ini ia selalu tinggal di rumah orang tuanya.
Shota menyampaikan ia sudah ingin pindah semenjak lama, dikala kuliah ia bahkan pindah sekali, tapi ia kembali lagi alasannya keadaan rumah jadi gawat jikalau ia tidak ada, alasannya abang laki-lakinya, orangnya keras jadi selalu tabrak verbal dengan ayah dan tidak mau mengalah, kasian Fumie-san.
Tapi mengingat kini ia juga sudah berumur, jadi ia berniat pindah. Ia pikir jikalau kini niscaya baik-baik saja.

Tapi Noriko galau kenapa ia yang harus pergi melihat apartemen itu dan Shota menyadari ia melupakan hal penting.
Ia meminta Noriko alasannya tentu saja Noriko juga akan tinggal disana. Dengan cara yang sederhana, Shota melamar pacarnya itu dan tentu saja Noriko menerimanya dengan senang hati alasannya ia sudah usang menantikan hal itu.
Mereka berdua berpelukan dan tertangkap berair oleh satpam disana HAHAAHHA, mereka berdua malu banged.
Pak satpam kecewa alasannya Shota sudah melamar orang lain, dan gadis itu sangat cantik, padahal ia berniat menjodohkan anaknya dengan Shota HAHAHHAHAHA.

Hari dimana Shota akan membawa Noriko ke rumah, hari itu diadakan rapat keluarga untuk membahas perceraian ayah dan ibu. Shota dikala itu tidak tahu, ia pikir mereka berkumpul alasannya ia akan membawa pacarnya.
Noriko disambut dengan baik oleh keluarga Shota, ibu tampaknya pribadi menyukainya.
Tapi alasannya ini dilema keluarga, Shota minta maaf harus meminta Noriko pulang, Noriko sih tidak dilema alasannya mereka juga tidak tahu. Tapi Ibu meminta Noriko tinggal, alasannya toh Noriko juga akan menjadi potongan dari keluarga Hirata, jadi tidak masalah.
Tapi yang lucu itu Konosuke sudah bersiap akan mendukung anaknya di pertandingan baseball dan Fumie menghentikannya, alasannya akan ada rapat keluarga, Konosuke kecewa berat sementara anak-anaknya malah senang ayah nggak jadi ikut HAHAHAHHAHA.

Dan dimulailah rapat keluarga Hirata yang membahas perceraian ayah dan ibu yang sudah berusia 70 tahun ini.
Mereka bertanya apa alasan ibu meminta cerai dan ibu menjelaskan jikalau ia sudah muak mengurus ayah yang tiap hari menggerutu, suaranya keras, melempar kaos kaki disana sini jikalau pulang ke rumah dan bla bla bla. Dulu ia menyukai sisi ayah itu, tapi kini ia sudah tidak tahan lagi.
Ayah sih membisu saja, ayah ini orangnya keras jadi ia nggak peduli LOL. Shota sendiri mengerti perasaan ibu dan meminta ayah untuk tidak melaksanakan hal itu lagi.
Mereka juga menasehati ibu, jikalau ibu cerai ibu akan keluar rumah, ibu akan tinggal dimana dan makan pake apa. Ibu menyampaikan ada temannya yang akan menampungnya, mereka akan hidup berdua dan ia punya banyak simpanan dari copyright kakaknya yang sudah meninggal (kakaknya penulis novel terkenal).
Pokoknya ibu kayaknya memang udah fix ingin bercerai. Ayah sendiri membela diri jikalau ia sudah melaksanakan semuanya untuk keluarga sebelum ia pensiun dan ia ingin menikmati masa pensiunnya dengan tenang.

Tapi yang lucu di rapat keluarga ini yaitu para anak yang tiba-tiba bertengkar. Konosuke menyerupai dengan ayahnya dan Fumie mngerti perasaan ibu. Ia juga menyampaikan jikalau ia tidak suka suaminya melempar kaos kaki sehabis selesai kerja, bukannya dimasukkan dalam keranjang. Pokoknya Konosuke dan istrinya malah yang paling heboh bertengkar dikala rapat HAHAHAAHAHA.
Noriko sendiri menyampaikan ia iri pada keluarga Hirata yang rapat menyerupai ini membahas perceraian ayah dan ibu. Keluarganya juga bercerai dikala ia masih kecil, bedanya mereka tak sempat rapat menyerupai ini, alasannya ayahnya lah yang kabur meninggalkan ibunya. Shuzo menyampaikan ia mengerti perasaan ayah Noriko, ayah Noriko juga sama sepertinya, salaryman dan berjuang keras di kantor menghadapi pekerjaa, kolega yang jahat, bos yang jahat dan bla bla bla, itu menciptakan mereka stress.

Hal lucu lainnya yaitu sebelum rapat keluarga, Shigeko dan suaminya menyewa detektif untuk mengikuti ayah, alasannya mereka pikir ayah menduakan dengan Kayo-san, ibu tahu dan makanya minta cerai.
Si detektif tiba ke kedai Kayo chan mengikuti ayah dan mengambil bukti-bukti dan ngakaknya lagi ternyata Ayah dan di detektif itu sahabat Sekolah Menengan Atas dan dekat dikala Sekolah Menengan Atas HAHHAHAHAHAHAHAHHA.
Mereka malah reuni dan mengenang masa Sekolah Menengan Atas mereka. Dulu ayah iri pada detektif itu alasannya berhasil mendapatkan hari gadis paling bagus di sekolah dan menikah dengannya. Saat tahu jikalau detektif itu sudah cerai, ayah malah ketawa-ketawa mendengarnya HAHHAHAHAHA.

Bukti yang diambil detektif itu dibawa oleh suami Shigeko dikala rapat keluarga, ayah yang berpegangan tangan dengan Kayo-chan. Dan itu menimbulkan keributan baru, ayah murka alasannya mereka membuntutinya dan hal itu menciptakan ayah pingsan. Semuanya panik. Untungnya Noriko yaitu seorang perawat jadi ia tahu bagaimana cara mengurus ayah sebelum ambulance datang.
Saat ambulance datang, Shota dan Noriko yang pergi. Setelah hingga di rumah sakit Shota menelpon alamatnya dimana dan barulah Konosuke dan Shigeko datang.
Ngakaknya Konosuke malah sudah membawa brosur rumah pemakaman. Mereka pikir ayah mereka akan meninggal dunia dan mereka memilih-milih rumah pemakaman mana yang akan mereka gunakan yang sanggup menampung sekitaran 300 pelayat. Aku tahu ini harusnya adegan sedih tapi saya malah ketawa *mian soalnya lucu banged*
Tapi tentu saja ayah masih sehat wal afiat, dokter menyampaikan umur ayah masih akan sangat panjang. IA tertawa pada mereka yang sudah melihat brosur itu.

Saat ayah di rumah sakit, ibu sama sekali tidak menjenguknya. Ia di kamar dan tampaknya berfikir, gotong royong ibu juga sangat khawatir.
Ayah kembali ke rumah dan suasana menyerupai biasa. Hari kepindahan Shota pun tiba. Shota beres-beres di kamarnya bersama Noriko. Shota terlihat cukup sedih alasannya ia akan meninggalkan rumah ini, rumah itu dibangun 20 tahun lalu, dan ia selalu ada di kamar itu, pemandangan diluar jendela berubah seiring waktu berjalan dan rumah mereka tetap sama.
Sebelum pergi, Shota sempat menemui ayahnya di taman yang jalan-jalan bersama Toto, tentu saja ia menasehati ayahnya lagi. Ia dan Noriko ingin ayahnya menyampaikan perasaan sebenarnya, jikalau ayah tidak sanggup hidup tanpa ibu.
Tapi tentu saja dengan kepribadian ayah, ia menolak, alasannya menurutnya yang penting hati, bukan kata-kata.

Ayah sendiri sudah membulatkan niatnya, ia akan menandatangani surat perceraian itu. Sesampainya di rumah ia melakukannya dan menyampaikan pada ibu jikalau ia setuju. Ibu dikala itu cukup terkejut mendengar ayah sudah setuju.
Ayah menyampaikan pada ibu jikalau ia selama ini senang hidup bersama ibu, suka dan murung mereka bersama, pahit manis mereka lalui bersama dan bla bla bla. Ayah kesannya men-cap surat itu dan menyerahkan pada ibu.
Ibu kemudian malah merobeknya. Ia menyampaikan hal itu sudah cukup, mendengar ayah masih membutuhkannya, ia senang mendengarnya. Dan begitulah, dilema keluarga Hirata berakhir begitu saja.

CAST
Isao Hashizume as Shuzo Hirata
Kazuko Toshiyuki as Tomiko Hirata
Pasangan suami istri yang sudah menikah lebih dari 50 tahun. Mereka dikaruniai 3 orang anak, Konosuke, Shigeko dan Shota. Mereka tinggal di sebuah rumah yang sudah berusia lebih dari 20 tahun bersama anak dan cucu mereka. Mereka ada di masa pensiun dimana mereka menikmati hobi gres mereka. Tomiko menikmati hari-harinya menulis novel di kelompok menulis dan Shuzo hobi bermain golf dan minum-minum di kedai Kayo-chan. Kehidupan biasa mereka tiba-tiba berubah dikala sang istri meminta hadiah ulang tahun sebuah perceraian pada suaminya. Anak-anak mereka tentu saja panik alasannya orang renta mereka yang sudah berusia 70 tahun memikirkan perceraian dan mereka berusaha menghentikannya.
Masahiko Nishimura as Konosuke Hirata
Yui Natsukawa as Fumie Hirata
Konosuke yaitu anak pertama keluarga Hirata. Ia menikah dengan Fumie dan Fumie menjadi ibu rumah tangga yang sibuk mengurus rumah, suami, mertua, belum dewasa dan Shota. Ia termasuk ibu rumah tangga yang sangat cekatan. Ia selalu sibuk setiap harinya.
Konosuke sendiri bekerja sebagai salaryman untuk menafkahi keluarganya. Konosuke ini menyerupai dengan ayahnya, punya jiwa yang keras dan saya rasa banyak sifat ayahnya yang turun padanya. Mereka berdua memiliki dua anak, Kenichi dan Nobusuke yang bergaul dengan baik.
Shozo Hayashiya as Taizo Kanai
Tomoko Nakajima as Shigeko Kanai
Shigeko yaitu anak kedua yang menikah ke keluarga Kanai. Ia menjadi perempuan karir, punya pekerjaannya sendiri (aku lupa pekerjaannya apa, apakah distributor pengurus pajak atau semacam pengacara gitu ya). IA bekerja bersama suaminya yang hobi mengumpulkan barang-barang antik dan mereka berdua sering bertengkar alasannya barang antik itu. Puncaknya yaitu dikala Shigeko tidak tahan lagi dan ingin bercerai dengan suaminya alasannya dilema barang antik. TApi tentu saja suaminya tidak mau dan pada kesannya mereka baikan lagi alasannya dilema ayah dan ibu lebih penting. 
Kita tidak melihat belum dewasa mereka di movie ini, saya harap kita sanggup melihatnya di season 2 nanti.
Satoshi Tsumabuki as Shota Hirata
Aoi Yu as Noriko Mamiya
Shota yaitu kekhawatiran keluarga Hirata alasannya ia tidak menikah juga meski sudah sampaumur dan penghasilannya juga pas pasan alasannya ia bekerja dibidang musik. Tapi ia termasuk anak yang kalem diantara saudaranya dan berusaha menuntaskan dilema dengan kepala dingin. Karena itu ia sangat diharapkan di rumah, itu alasan kenapa ia tidak pindah rumah meski ia sudah sanggup mandiri. 
Pada kesannya Shota punya pacar, seorang perawat dan melamarnya dengan sederhana tapi menyentuh di movie ini. Ia membawa Noriko untuk pertama kalinya ke rumah, memperkenalkan pada keluarga dikala mereka sedang ada rapat keluarga, ia sama sekali tidak tahu. Di movie ini kita tidak dijelaskan bagaimana pertemuan keduanya. Tapi mereka yaitu pasangan yang manis^^
Aku berharap di season 2 ada kabar baik dari mereka hehehhehehe.

Ini movie benar-benar keren. Diatas saya hanya membicarakan garis besarnya aja. Ada banyak scene kecil yang menarik dan berdasarkan saya setiap scene dalam movie ini memang gold banged. Bikin kita ketawa dan mengharukan. What A Wonderful Movie.
Kisah sederhana menyerupai ini ternyata asik untuk diikuti. Keluarga Hirata bukan keluarga sempurna, tapi ketidak sempurnaan itu menciptakan mereka menjadi keluarga yang indah. 3 generasi tinggal disatu rumah dengan permasalahan mereka sendiri.
Aku sangat menyukai Fumie, ia benar-benar menjaga keluarganya dengan baik. Ia ibu rumah tangga yang sibuk, mengurus suami, ayah dan ibu mertua, anak-anaknya dan juga Shota. Shota tahu perasaan Fumie niscaya tidak gampang mengurus keluarga mereka.
Ayah sendiri menyampaikan jikalau keluarga mereka itu abnormal dan pada Noriko ia bertanya apakah masih mau menikah ke keluarga mereka yang menyerupai ini AHAHAAHAHAHHA.

Ini ceritanya cukup sederhana dan menghibur banged, tapi itu juga menciptakan kita memikirkan mengenai betaoa indahnya keluarga mereka. Karena nggak akan ada keluarga yang sempurna. BAgi orang luar keluarga mereka terlihat harmonis, tapi ternyata di dalamnya menyerupai itu. Mereka bertengkar dan bertengkar tapi menyelesaikannya dnegan baik. Aku suka banged adegan dikala Konosuke menyampaikan pada istrinya jikalau istrinya tak akan menceraikannya jikalau ia pensiun nanti dan istrinya menyampaikan ‘nggak tahu deh liat nanti’ HAHAHAHAHAHHA. Konosuke pribadi panik XD

Sayang sekali saya ingin melihat kehidupan Shota dan Noriko lebih lanjut. Mungkin nanti di season 2 kali ya. Semoga scene mereka makin banyak. Tapi tentu saja sentra dongeng yaitu Shuzo dan hobi barunya wkkwwkwkwkwwk. Semoga makin seru. Sayangnya kita harus menunggu sangat usang gres sanggup nonton. Aku sendiri sedang mempersiapkan diri untuk menonton Tokyo FAmily dimana cast-nya yaitu mereka. Apakah akan berafiliasi dengan movie ini?
Sepertinya tidak, alasannya Tokyo Family sendiri merupakan penyesuaian dari novel jikalau nggak salah.

Skor:

Story: 4/5
Cinematography: 4/5
Character/Acting: 5/5
Music: 3/5
Opening: 4/5
Ending: 4/5
Recommended!
Pertanyaan yang sering muncul: Dimana saya menonton movie ini?
Jawab: Aku menonton dan mendownloadnya di dramacools, kalian sanggup search judulnya disana. Sudah hardsub english^^

Continue Reading

More in Aoi Yu

To Top