Connect with us

Locafest.co.id

[Review] J-Movie: Your Lie In April (2016)

Anna Ishii

[Review] J-Movie: Your Lie In April (2016)

Salah satu movie yang sudah usang saya tunggu-tunggu kesannya rilis juga dan gres sempat menontonnya beberapa waktu yang lalu. Aku cukup kaget alasannya yakni subtitle-nya rilis sangat cepat HAHAHHAH. Efek Kento kali ya, dan lagi ini movie memang kayaknya most anticipated movie bagi penggemar live action ^^


Your Lie in April / Shigatsu wa Kimi no Uso / KimiUso yakni sebuah movie yang diangkat dari manga berjudul sama yang rilis pada tahun 2016 lalu. Manganya sendiri sudah dijadikan anime series 22 episode oleh A-1 Pictures yang rilis pada trend gugur 2014 dan menerima banyak perhatian. Anime series-nya sangat terkenal alasannya yakni itu banyak yang menantikan live actionnya.

Live action movie berdurasi 122 menit ini disutradarai oleh Takehiko Shinjo (I Give My First Love to You, Heavenly Forest, Kiyoku Yawaku) dan naskahnya ditulis oleh Yukari Tatsui (Love Me Not, Stawberry Night). Dibintangi oleh para bintang muda yang sedang hot ketika ini, Yamazaki Kento (Orange, Wolf Girl and Black Prince, No Longer Heroine), Hirose Suzu (Chihayafuru, Our Little Sister, Rage), Nakagawa Taishi (Tsuugaku Series, Prison School, Water Polo Yankees) dan Anna Ishii (Solomon Prejury, Bakaleya High School, Girls Step). Dari formasi cast-nya sendiri udah pengen nonton kan ya HAHAHHAHA.

Bagi saya pribadi, saya sangat menyukai animenya. Aku yakni salah satu yang menantikan movie ini alasannya yakni saya menyukai animenya. Bohong bila saya bilang saya nggak khawatir dengan movie ini, alasannya yakni animenya sangat anggun tentu saja alasannya yakni sudah menonton animenya duluan saya sangat khawatir movienya. Anime 22 episode dan movie hanya 2 jam, pastilah banyak kekurangannya. Biasanya memang begitu, kalau nonton anime duluan atau baca manga duluan, maka live actionnya biasanya memang nggak memuaskan, begitu juga dengan KimiUso live action ini. Tapi bisa saya bilang LA-nya not bad lah.

SINOPSIS

Arima Kousei (Yamazaki Kento) yakni seorang siswa Sekolah Menengan Atas 17 tahun yang sering menghabiskan waktunya di ruang musik. Dulunya, ia seorang pemain piano yang terkenal alasannya yakni ia meraih banyak penghargaan di usia muda. Tapi semenjak ibunya meninggal, ia berhenti bermain piano. Alasannya alasannya yakni ia tidak bisa mendengarkan bunyi pianonya lagi. Ia merasa itu yakni eksekusi yang kuasa untuknnya. Karena sehari sebelum ibunya meninggal, ia menyumpahi ibunya. Karena ia sudah tidak tahan lagi dijadikan alat oleh ibunya, sebagai human metronome, dimana ibunya yang sakit menuntutnya bermain piano sesuai dengan partiturnya.

Arima berteman baik dengan Tsubaki Sawabe (Anna Ishii) dari klub baseball dan Ryota Watari (Nakagawa Taishi) dari klub sepak bola. Tsubaki yakni sahabat Arima semenjak kecil, rumahnya ada disebelah rumah Arima. Ia menyukai Arima semenjak kecil. Sayangnya di movie ini perasaan Tsubaki pada Arima kurang dibahas, jadi kita nggak bisa simpati padanya. Padahal di versi animenya keren banged lho.
Sementara itu Watari si playboy, ia punya banyak sahabat perempuan dan cukup populer.

Suatu hari, Tsubaki memberitahukan pada Watari dan Arima, kalau sahabat sekelasnya Kaori Miyazono (Hirose Suzu) ingin diajak bertemu Watari, Kaori menyukai Watari. Watari si pencinta perempuan tentu saja excited. Tsubaki tidak ingin pergi sendiri jadi ia mengajak Arima. Arima tentu saja menolak pada awalnya, ia tidak tertarik dengan hal ibarat itu. Tapi sesudah dipaksa kesannya ia setuju.

Arima tiba lebih awal ke daerah janjian dan tertarik melihat seorang gadis dan pianikanya. Ia melihat gadis itu bermain pianika bersama bawah umur dan ia tertarik merekamnya. Tapi tiba-tiba angin berhembus kencang dan rok gadis itu tertiup angin. Si gadis kaget dan lebih kaget lagi melihat ada yang merekam hal itu. Ia segera berlari ke arah Arima dan menuduhnya si mesum HAHAAHHA.
Dan singkat cerita, kita kesannya tahu kalau gadis itu yakni Kaori Miyazono.

Kaori yakni seorang pemain biola. Pertemuan mereka hari ini yakni double date dan sekalian mengajak mereka menonton pertandingan biolanya. Arima yang alergi pada musik klasik menolak ikut, tapi Kaori tidak menyerah, ia berhasil menciptakan Arima ikut ke aula kompetisi.
Arima cukup terkenal di kalangan pencinta musik klasik, begitu ia masuk semuanya mulai berbisik-bisik mengenalinya.

Kaori hari itu memainkan biolanya dengan baik. Lebih tepatnya ia bermain bukan untuk memenangkan kompetisi, alasannya yakni itu ia tak mengikuti partiturnya dan bermain dengan bebas. Juri tidak menyukai hal itu tapi para penonton menyukainya. Dan Arima mulai tertarik pada Kaori.
Sejak ketika itu, Kaori sering muncul tiba-tiba di impian Arima dan mengajaknya makan di cafe, bahkan memaksanya bermain piano yang ada di cafe untuk menghibur anak-anak. Bukan hanya itu, ia bahkan menunjuk Arima menjadi pengiringnya alasannya yakni ia akan melaksanakan kompetisi lainnya.
Arima cukup kaget alasannya yakni Kaori ternyata mengenalnya sebagai Arima Kousei yang dulu yakni pemain piano. Ia menceritakan apa yang terjadi padanya, bahwa ia tak bisa mendengar bunyi pianonya lagi makanya ia tak bisa menjadi pengiring Kaori. Tapi Kaori tak peduli, apa yang ia putuskan maka orang itu harus melakukannya. Ia sudah tetapkan Arima menjadi pengiringnya dan Arima harus mau, Arima tak perlu khawatir dengan traumanya, alasannya yakni ia ada disana dan Arima tinggal memainkan pianonya.

Tsubaki yang mendengar kabar Arima akan main piano lagi sangat bahagia dan dengan bahagia hati ia membantu Kaori. Mereka mulai memainkan lagu pilihan ketika jam makan siang, menyerahkan partitur musik pada Arima, menempelkan di buku catatannya, lokernya, papan pengumuman, bahkan rumahnya.
Tapi ternyata Arima tetap menolak tampil bersama Kaori.
Di hari kompetisi, Arima tidak datang. Ia bersembunyi di atap sekolah dan Kaori tiba mencarinya. Ia bahkan harus membungkuk dan memohon semoga Arima mau tampil bersamanya. Karena Kaori menangis, Arima kesannya setuju. Dengan derma Tsubaki dan Watari, mereka hingga tepat waktu di daerah kompetisi.

Saat penampilan, Awalnya Arima bisa melakukannya dengan baik, alasannya yakni Arima biasanya bisa mendengar bunyi pianonya di awal tapi hingga pertengahan, suaranya akan menghilang. Dan tentu saja di pertengahan ia tak bisa mendengar bunyi pianonya lagi, tapi ia terus bermain dengan mengingat nada di kepalanya, tapi permainannya temponya kacau dan Kaori sulit mengikutinya. Dari pada menyulitkan Kaori, Arima tetapkan berhenti bermain. Tapi Kaori malah berhenti juga. Yang Kaori ingin kan yakni bermain bersama Arima, jadi mereka mengulanginya sekali lagi.

Setelah kompetisi itu, meski mereka menerima tepuk tangan meriah, kompetisi Kaori sudah berakhir. Tapi Kaori tak peduli pada hasilnya, alasannya yakni yang ia inginkan yakni orang tidak melupakan penampilan mereka. Kaori masih terus muncul tiba-tiba di hadapan Arima dan bahkan mengajaknya terjun ke sungai. Mereka berdua dalam keadaan berair kembali ke rumah Arima dan disana Kaori lagi-lagi melaksanakan apa yang ingin ia lakukan, ibarat masuk ke kamar Arima dan mencari piano. Arima sudah usang tidak memainkan piano di rumah, pianonya berdebu bahkan terlihat ibarat gudang. Kaori membersihkan ruangan itu dan mengambil satu partitur musik, tetapkan kalau ia akan memainkan itu selanjutnya. Kaori di undang untuk kompetisi selanjutnya dan ia ingin Arima tetap menjadi pengiringnya.

Lagu pilihan Kaori itu yakni lagu favorite ibu Arima, tentu saja lagu itu mengingatkan Arima pada ibunya. Saat ia masih kecil ia sering mendengarkan ibunya memaikan itu. Dan itu membuatnya kesulitan berlatih alasannya yakni ia ingat pada ibunya dan kesalahannya dulu. Meski begitu, ia masih terus berlatih alasannya yakni ia sudah berjanji dengan Kaori. Hanya saja ketika hari kompetisi Kaori tidak datang.
Padahal ini yakni kompetisi Kaori, Arima hanya pengiring. Tapi ia ingin memainkan lagu itu. Dan jadilah Arima main sendiri di panggung kompetisi biola. Di sini Arima kesannya merelakan kepergian ibunya, lagu selamat tinggal untuk ibunya.

Singkat cerita, ternyata Kaori masuk rumah sakit. Katanya ia jatuh ketika itu alasannya yakni terlalu bersemangat. Tapi tentu saja itu tidak benar. Karena kita bisa melihat kalau penyakit Kaori tidak seringan itu, ia bahkan kehilangan kemampuannya untuk berjalan. Meski begitu keesokan harinya ketika ia diizinkan keluar rumah sakit, orang yang ia temui yakni Arima, ia ingin menciptakan kenangan dengan Arima. Mereka kencan membeli ini dan itu, bahkan ke pantai hingga sore. Dan ketika malam mereka ke sekolah. Kaori berbohong kalau tas-nya tinggal disana padahal ia hanya ingin melihat mejanya untuk terakhir kalinya.

Sakit Kaori makin parah, ia bahkan pingsan di lorong. Sayang sekali di versi movie kita nggak diperlihatkan alasan kenapa Arima galau dan menolak bertemu dengan Kaori. Kalau di versi anime dijelaskan alasannya yakni alasannya yakni ia teringat ibunya, melihat Kaori sakit ibarat itu. Dan di versi anime juga Arima mulai mengikuti kompetisi piano lainnya dan Kaori marah-marah pada Arima alasannya yakni kurang latihan dan bla bla bla jadi Arima stress berat ingat sama ibunya lagi, karenanya Kaori bilang seharusnya mereka berdua tidak usah dipertemukan. Di movie kita tidak diperlihatkan adegan itu, jadi berdasarkan saya agak mengambang kenapa Arima menolak menjenguk Kaori di rumah sakit.

Meski pada kesannya Arima tiba menjenguk Kaori untuk terakhir kalinya dan mereka makan di atap gedung. Kaori menangis alasannya yakni ia tak ingin mati, ia menangis di pelukan Arima.
Di hari operasi Kaori, Arima mengikuti kompetisi. Adegannya sama dengan di movie dimana Kaori muncul di panggung dan bermain bersama Arima. Disana Arima melepaskan kepergian Kaori.

Arima mendapatkan surat terakhir dari Kaori dimana Kaori menjelaskan kebohongannya. Sebenarnya ia sudah mengenal Arima semenjak kecil dan Arima yakni alasan kenapa ia ingin bermain biola. Tapi begitu ia bisa bermain, Arima malah berhenti bermain piano. Ia bertemu dengan Arima lagi ketika Sekolah Menengan Atas dan ia ingin mendekati Arima tapi Arima sangat bersahabat dengan Watari dan Tsubaki, karenanya ia merasa tak punya tempat. Karena itu ia berbohong menyukai Watari, bekerjsama ia melakukannya untuk mendekati Arima. Disana kita tahu alasan kenapa selama ini Kaori selalu muncul tiba-tiba di hadapan Arima.

Isi surat Kaori segalanya wacana Arima sih, bagaimana mereka awlanya bertemu dan bagaimana perasaannya. Ia hanya ingin orang tidak melupakannya, terutama Arima. Ia berharap Arima tidak melupakannya meski ia tak ada disana lagi.

Hal yang saya suka dari movie ini yakni mereka menciptakan penampilan Arima dan Kaori sangat panjang, alasannya yakni saya suka musik klasik jadi saya sangat menikmatinya. Aku awalnya takut mereka mempersingkat waktu tampil tokoh utama tapi ternyata tidak. Tapi mungkin hal itu lah yang menciptakan KimiUso kehilangan feel dari beberapa persoalan sebenatnya. Kalau saya bilang sih versi movie ini serba nanggung. Dan lagi, kalau kalian nggak suka musik klasik, saya yakin kalian akan bosan menontonnya. Bisa sih di skip skip aja pas penampilannya HAHHAHA. Ah, satu lagi, kalau kalian nggak mengikuti animenya mungkin ada beberapa part yang akan menciptakan kalian bingung.

Kenapa saya bilang nanggung?
Aku sedikit membahas anime dan movienya aja ya, scara saya nggak baca manganya tapi biasanya manganya 11 12 dengan animenya.
Yang menciptakan saya kecewa yakni traumanya Arima. Arima di versi aslinya mengalami stress berat berat dimana ia nggak bisa mendengarkan bunyi pianonya lagi alasannya yakni persoalan masa lalunya dengan ibunya. Ibunya membuatnya menjadi human metronome yang bermain piano sesuai partitur-nya dan harus sempurna, salah satu saja ia dipukuli oleh ibunya. Tapi Arima tetap melakukannya alasannya yakni ia ingin ibunya tersenyum, dalam pikirannya kalau ia melaksanakan dengan baik akan membantu penyembuhan ibunya.

Nah di versi movienya sendiri hal ini kurang dibahas, hanya diperlihatkan sekilas, jadi kurang dalam. Makanya ketika Arima melaksanakan penampilannya untuk melepas ibunya, jadi rasanya kurang greget. Feel-nya itu kurang terasa gitu.

Kedua, mengenai Kaori dan penyakitnya. Dalam versi anime, Kaori mendekati Arima dengan bernafsu alasannya yakni Arima yakni orang yang membuatnya mengenal musik dan ingin mendalami musik. Tapi sesudah ia bermain Arima malah berhenti. Karenanya ia berusaha mendekati Arima, memaksanya bermain bersamanya. Itu membuka hati Arima untuk mulai bermain piano lagi dan bahkan mulai ikut kompetisi. Tapi pada kesannya Arima tahu kalau Kaori sakit dan Kaori tidak bisa bermain lagi dan memaksa Arima untuk terus bermain piano, persis ibarat yang dilakukan oleh ibu Arima dulu. Kaprikornus stress berat Arima kembali.

Nah di versi movienya, ada sih hal itu di bahas tapi nggak dalam. Saat Kaori menyampaikan pada Arima ‘seharusnya kita tidak usah bertemu’ bekerjsama di versi animenya maksud Kaori itu alasannya yakni Kaori malah menciptakan Arima teringat kenangan buruknya, alasannya yakni ia memaksa Arima terus latihan dan latihan. Arima jadi ingat ibunya dan takut menjenguk Kaori alasannya yakni ia tak tahu harus bilang apa nantinya.
Di movie apa mungkin mereka ingin menciptakan pesan tersirat gitu ya, alasannya yakni tiba-tiba Kaori bilang gitu saya jadi galau HAHAHHA.

Well, terlepas dari itu semua, saya akui live actionnya cukup bagus. Mungkin alasannya yakni saya nonton animenya duluan jadi ya biasa lah ya, namanya juga manusia, jadi kurang puas gitu.
Aku nggak persoalan dengan akting Suzu dan Kento, dua-duanya udah pas banged. Apalagi mereka bermain piano dan biolanya baiklah banged, mereka latihan 6 bulan sih untuk movie ini.
Aku cuma agak nggak sreg sama pemain film Tsubaki, kenapa ya? HAHAHHAAHHA

Kaori tiba di kehidupan Arima untuk menciptakan kenangan, ia berharap orang-orang tidak melupakannya dengan cepat, bahwa ia, Kaori Miyazono pernah ada. Tapi pada kesannya Kaori hanya ingin satu orang yang tidak melupakannya. Arima Kousei. Ia tak ingin Arima melupakannya dan mengingat kalau ia pernah ada. Karena ia menyukai Arima semenjak awal.
Bagi Arima sendiri, hadirnya Kaori di trend semi di bulan april itu membawa perubahan besar dalam dirinya. Ia jadi bisa bermain piano lagi dan ingin bermain piano lagi. Ia terang tak akan bisa melupakan Kaori. Tapi hidupnya akan terus berlanjut. Di versi movienya, yang mengingatkan Arima kalau ia tak sendirian yakni Tsubaki da Watari tiba bersamanya.
Kalau di versi animenya, hanya Tsubaki seorang ehehehhehee.

Skor:
Story: 3/5 – kisahnya kurang dibahas jadi beberapa adegan mengakibatkan pertanyaan dan ada adegan yang feelnya kurang terasa.
Character/Acting: 4/5 – dari segi akting udah baiklah sih, Suzu & Kento cocok memerankan Kaori dan Arima.
Cinematography: 4/5 – cara pengambilan gambarnya bagus, saya suka terutama ketika penampilan mereka. Lokasi syuting di luar-nya juga bagus. Aku suka bukit kecil dan lokasi kota daerah mereka tinggal di dekat laut.
Music: 5/5 – saya suka banged sama musik movie ini XD XD Aku suka musik klasik HAHAHAHHA
Opening: 3/5 – Openingnya agak kurang gitu, kalau nggak suka live action mungkin udah drop aja ini movie hahahhahaha.
Ending: 4/5 – endingnya oke. Aku suka sama dengan di versi aslinya.
Sayang adegan ini nggak ada di versi movie hehehhehhe.
Harta berharga Kaori :’)

Continue Reading

More in Anna Ishii

To Top