Connect with us

Locafest.co.id

[Review] K-Drama: Biscuit Teacher And Star Candy (2005)

Biscuit Teacher and Star Candy

[Review] K-Drama: Biscuit Teacher And Star Candy (2005)

Baper Gong Yoo sebab Goblin Kim Shin menciptakan saya ingin menonton drama lamanya. Meski, Coffee Prince masih menjadi drama Gong Yoo paling favorite dalam kamus aku, saya ingin tau dengan drama Gong Yoo lainnya, salah satunya ialah Biscuit Teacher and Star Candy atau lebih dikenal dengan Hello My Teacher. 


Hayoo, siapa yang udah nonton drama ini?
saya yakin pada udah nonton ya, sebab katanya ini drama cukup terkenal dan banyak yang memasukkannya kedalam list ‘must watch kdrama’.
Sebenarnya saya juga udah usang tertarik dengan drama ini, tapi niscaya ada aja halangan untuk mendownloadnya. Dan bahkan sesudah di download, masih aja ada halangan untuk menontonnya.
Dan pada akhirnya, saya menuntaskan drama ini beberapa hari yang lalu.

Biscuit Teacher dan Star Candy sangat sering dibicarakan oleh fans Gong Yoo dan Gong Hyo Jin. Katanya chemistry mereka bagus, banyak yang ship di real life juga dan ternyata hingga kini mereka masih deket dan temenan, jadi banyak shipper yang berbahagia semenjak drama ini tayang dan merebut hati fans.
Aku lebih suka memakai judul Biscut Teacher dan Star Candy daripada Hello My Teacher HAHAHAHAHA. Drama ini tayang tahun 2005 di SBS sebanyak 16 episode.
Mengisahkan kehidupan sekolah, seorang guru gres dan para siswa kelas 3-3 dan masalah-masalah mereka.
Dan lucunya, saya pikir ini drama anggun juga kalau masuk ke School series, sebab problem sekolahnya bagus.
Hanya saja, ada beberapa cuilan yang saya agak kurang sreg sama drama ini. Mungkin sebab alurnya yang cepat tiap episode dan ada beberapa prat yang terasa bolong, menciptakan saya bertanya kenapa begini, lha kok bisa, lho? hah? HAHAHAHHA.

Na Bo Ri (Gong Yoo Jin), semasa SMA-nya dikenal dengan gadis bandel alias preman sekolah. Ia tidak disukai oleh guru-guru dan para siswa takut padanya masa itu. Dari pada berguru di kelas, ia lebih banyak menghabiskan waktu membersihkan toilet sekolah, sebab itu ialah hukumannya. Bahkan gosipnya, Bo Ri si preman sekolah ini mengalahkan geng anak laki-laki dengan tangan kosong.
Ia kemudian dikeluarkan dari sekolah sesudah menciptakan hidung guru-nya patah.
Beberapa tahun kemudian, Na Bo Ri yang kini berusia 25 tahun, memiliki 1 harapan yang ingin ia capai. Meski ia dikeluarkan dari sekolah, ia berhasil masuk universitas dan kini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian guru. Sebenarnya Bo Ri sudah ikut tes berkali-kali tapi ia selalu gagal. Ada kalanya ia menolak anjuran dari sekolah lain, sebab ia hanya ingin menjadi guru di 1 sekolah, yaitu Sekolah Menengan Atas lamanya dulu. Ia berhasil mendaftar menjadi guru di SMA-nya dulu dan bahkan ikut tes wawancara meski semua guru yang mengenalnya kaget bukan main, apalagi guru yang dulu hidungnya patah, menolak habis-habisan, ia tak mau Bo Ri menjadi guru di Sekolah Menengan Atas itu.

Park Tae In (Gong Yoo) ialah putera dari keluarga kaya, yang suka menciptakan masalah. Hari pertama ia kembali ke Korea dari Amerika, ia kabur dari penjagaan pengawal sewaan ayahnya dan bahkan menciptakan problem pada NA Bo Ri yang hari itu akan wawancara di Sekolah Menengan Atas lamanya.
Tae In tidak disukai ayahnya sebab sering menciptakan onar, bahkan ia kembali ke Korea sebab di Amerika ia juga menciptakan onar. Makara ayahnya tetapkan untuk mengurungnya di rumah sakit saja. Tentu saja di rumah sakit ia juga menciptakan onar.
Tae In ialah anak ayahnya dengan perempuan lain dan ia anak tiri dari istri ayahnya yang sekarang, yang merupakan administrator Sekolah Menengan Atas lama-nya Bo Ri. Ia ditugaskan suaminya menjaga Tae In.
Bingung apa yang harus ia lakukan dengan anak pembuat onar itu, adiknya, Ji Hyun Woo memperlihatkan wangsit padanya untuk menyewa seorang guru mengawasi Tae In dan merekomendasikan Na Bo Ri.
Dengan begitu, Bo Ri alhasil di terima menjadi guru di Sekolah Menengan Atas lamanya, dengan syarat ia harus menjaga TAe In biar tidak menciptakan onar di sekolah, kalau tidak ia akan dipecat. Makara pada dasarnya bukan guru sungguhan.
Bo Ri sih oke-oke aja, selama ia sanggup menjadi guru di Sekolah Menengan Atas lamanya, ia sanggup melaksanakan apa saja.

Dan ternyata alasan utama Bo Ri keukeuh ingin menjadi guru di Sekolah Menengan Atas itu ialah sebab Ji Hyun Woo. Ji Hyun Woo ialah guru seni di Sekolah Menengan Atas itu, dan menjadi gurunya dulu. Satu-satunya guru yang bersikap baik padanya. Ia sangat menyukai Ji Hyun Woo semenjak dulu hingga sekarang, yang membuatnya bersemangat untuk mengejar impiannnya menjadi guru.
Dan siapa sangka Ji Hyun Woo ternyata juga menyukai Bo Ri semenjak ia masih menjadi murid-nya. Makara selama Bo Ri menjadi guru disana, keduanya terus berusaha saling mendekati dan memberi perhatian satu sama lain hingga keduanya menyadati perasaan masing-masing dan alhasil pacaran.

Tapi masalahnya bukan hanya itu. Meski menjadi guru, Bo Ri bekerjsama tidak punya kualifikasi menjadi guru, jadi ia hanya diberi kiprah menjadi wali kelas, tanpa mengajar. IA tidak punya pengalaman jadi ia kesulitan menghadapi para siswa yang nakal.
Meski di hari pertamanya ia sudah menerima perhatian dari beberapa siswa yang menyukainya, ada banyak juga yang tidak menyukainya. Terutama Park Tae In dan Geng-nya. TAe In sanggup dibilang preman sekolah juga, pangkat tertinggi gitu, sebab semua perintahnya akan dituruti oleh anak-anak.
Nggak cukup ia menciptakan problem di hari pertama wawancara Bo Ri, ia juga menciptakan problem di hari pertama Bo Ri menjadi guru dan bahkan seterus-nya dan seterusnya.
Ia sering menciptakan Bo Ri menangis sebab mengajak belum dewasa kelas untuk membolos dan lain sebagainya.

Tapi Bo Ri tahu kalau Tae In melaksanakan itu hanya untuk menerima perhatian, sebab selama ini ia kesepian, tak ada yang memperhatikannya, tidak keluarga atau temannya. JAdi untuk mendapatkan perhatian, TAe In menciptakan onar.
Lama kelamaan, melihat Bo Ri yang selalu berusaha keras meski ia tidak punya pengalaman, membuka hati TAe In pada Bo Ri hingga pada level ia menyukai Bo Ri, bukan sebagai guru tapi sebagai laki-laki kepada seorang wanita.
Sayang sekali, Bo Ri hanya menganggapnya anak kecil, muridnya. JAdi meski terang-terangan Tae In menyampaikan perasaannya, berbuat baik padanya dan bermanja-manja, bagi Bori, Tae In hanya muridnya, masih anak kecil.
Hati Bo Ri hanya untuk Ji Hyun Woo seorang.

Masalah drama ini tentu saja bukan hanya problem percintaan saja, tapi juga problem satu per satu siswa di kelas 3-3.
Bo Ri sendiri menyampaikan pada muridnya bahwa ia ialah 119, kalau ada problem maka hubungi dirinya, ia akan tiba kapanpun dan dimanapun.
JAdi kalau para siswa ada masalah, mereka selalu meminta pertolongan Bo Ri.
Misalnya KIm Seon Ah yang keluarganya bercerai dan ia merindukan kasih sayang ayah dan ibuny, Lee Hye Bin yang dituduh mencuri soal ujian kimia, Lee Yu Jin yang bekerja sambilan demi membayar biaya pengobatan keponakannya, Pil Joo yang memiliki penyakit otak, dan siswa-siswa lainnya.
Meski Bo Ri juga tak sanggup melakukannya sendirian, ia selalu berusaha membuka jalan menuntaskan problem para siswanya dan berakhir dengan pertolongan seluruh kelas 3-3.
Karena itu siswa kelas 3-3 sangat menyayanginya.

Tapi problem demi problem terus terjadi. Terutama ketika ia dan Ji Hyun Woo sudah menjalani kekerabatan yang serius. Dan melihat paman dan gadis yang ia sukai bersama, sangat menyakitkan bagi Tae In.
Awalnya TAe In bagaimana pun ia ingin Na Bo Ri, bahkan bila Bo Ri menyayangi laki-laki lain, ia akan tetap menyayangi Bo Ri. Tapi itu terlalu menyakitinya dan melihat gadis yang ia sukai terluka, alhasil Tae In mengalah dan berusaha sekuat tenaga merestui Bo Ri dan Ji Hyun Woo.
Aku suka ketika ia memperlihatkan cintanya dengan cara yang tidak biasa, kekanak-kanakan tapi mengena. Saat ia merelakan Na Bo Ri, ia menangis semalaman di kelas.

Bahkan ketika Bo Ri dan Hyun Woo akan menikah, ternyata tidak selancar yang dibayangkan. Mantan pacar Hyun woo kembali ke Korea dan ingin kembali pada Hyun Woo. IBu Tae In tidak menyukai Bo Ri dan berusaha menjodohkan Hyun Woo dan Eun Seong kembali. Awalnya sih Tae In seneng banged Eun Sung kembali, sebab artinya pamannya akan goyah dan ia mendukung Eun Sung 100% untuk kembali pada pamannya HAHAHHAHA. Tapi ternyata bagaimana pun kebahagiaan orang yang dicintai memang nomer 1 ya :’)
Tae In sih sepakat Bo Ri dan Hyun Woo menikah dengan 1 syarat, keduanya harus tetap di Korea, jangan ke luar negeri. Karena ia mendengar kabar kalau keduanya akan kawin lari kalau nggak direstui, jadi ia memohon keduanya tetap di Korea. Karena bagi Tae In, Bo Ri ialah satu-satunya untuknya, yang ada ketika ia membutuhkan, jadi ia tak ingin berpisah dengan Bo Ri. Biarlan Bo Ri jadi milik orang lain asalkan ia sanggup melihatnya setiap hari.
TApi ternyata dengan semua problem yang ada, yang nggak direstui lah, mantan kembali lah, hyun woo yang nggak tegas, hatinya mulai goyah. Bahkan sesudah semuanya berjalan lancar dan sesudah mereka direstui dan akan menikah, ia malah tidak bahagia.
Malam pernikahannya, ia malah menangis dan menyampaikan kalau ia ingin kabur dan tidak mau menikah, ia tidak senang sama sekali.
Malam itu ia curhat pada Tae In bagaimana perasaannya mengenai ijab kabul ini dan membuatnya terlambat ke gedung ijab kabul dan alhasil membatalkan pernikahannya sendiri.

Aku suka drama ini meskipun ada beberapa cuilan yang terlalu cepat rasanya selesai. Well, saya sanggup maklum sih sebab plot-nya termasuk cepat untuk problem para siswa.
Padahal akting para pemain udah keren, sayang sekali yang jadi Ji Hyun Woo aktingnya kurang ngena. Gimana ya bilangnya, mukanya datar aja gitu. Padahal awalnya saya suka, wajahnya ganteng wkwkwkkwkw. Tapi kenapa mulut mukanya ketika kecewa, marah, biasa-biasa aja, kok datar gitu, sama aja gitu lho. Gimana ya bilangnya, pokoknya kurang ngena sih.
Yang lain aktingnya udah bagus, terutama Gong yoo dan Gong Hyo Jin. Chemistry mereka sepakat sih, sebagai guru dan murid dan juga pasangan.
Aku suka banged endingnya, memperlihatkan kehidupan para siswa sesudah bertahun-tahun berlalu. Sayangnya kenapa mereka ga liatin gimana keadaan Pil Joo ya? Padahal saya pengen tahu banged gimana keadaan dia.

Dan lucu banged sih Tae In endingnya jadi guru HAHHAHAHA.
Padahal ia bilang sama ayahnya kalau ia mau jadi dokter. Tapi ayahnya nggak maksa sih. Ayahnya meski keras tapi sayang anak. Dan ibu tiri Tae In juga nggak makajang kaya ibu tiri lainnya. Bisa dibilang ia nggak suka Tae In, tapi bukan berarti ia membencinya. Ia nggak menyiksa Tae In di belakang, justru perhatian sama dia, sebab TAe In aja yang nakalnya luar biasa, jadi masuk akal sih kalau ia dimarahi. ayahnya juga awalnya kejam banged keliatannya, tapi sesudah beberapa episode kita diperlihatkan sisi lain seorang ayah, jadi saya rasa ayahnya termasuk baik juga. Tae In diawal-awal memang bandel banged sih, sebab ia kesepian dan dianggap tidak ada oleh keluarga. Padahal niat keluarganya biar ia berubah dan jangan buat onar.
Ternyata Tae In selama ini takut banged sama ayahnya, takut dipukuli. Aku suka kalau ia udah memberanikan diri tiba ke rumah keluarganya, ia kelihatan banged takutnya sama ayahnya. Tapi demi Na Bo Ri songsaeng nim ya, hehehhehehe.
Adik Tae In juga ga jahat sama dia, justru sayang sama abang tirinya. Makara pada dasarnya sih semuanya sayang sama Tae In tapi dengan cara yang berbeda-beda dalam memperlihatkan rasa sayangnya, jadi Tae In selama ini nggak tahu dan merasa satu-satunya untuknya ialah Na Bo Ri.

Sayang sekali pas cuilan selesai nggak ada reuni ya. Padahal saya berharap kelas 3-3 reuni lagi, 10 tahun mendatang gitu. Kenapa ya sulit banged ada drama yang endingnya reunian HAHAHAAHHA.
Misalnya dateng udah bawa anak gitu kan ya. Kaya Reply 1997 hehehehehe. Tapi ada sih reuniannya, cuma 1 tahun sesudah lulus, itu pun menciptakan pertemuan kembali Bo Ri dan Tae In. Hehehhhehe.
saya suka ketika Bo Ri alhasil mengakui ia mulai menyukai Tae In semenjak awal dan ia menyadarinya ketika ia mendapatkan gaun pengantin dari tangan laki-laki lain. Menghadapi Tae In yang pengen cepet nikah juga Bori melakukannya dengan baik HAHAHHAHAHHA. Sayangnya nggak ada interaksi ayah Bo Ri dan Tae In, ibunya juga. Pengen liat mertua dan menantu sih hehehehehe.

Adegan Na Bo Ri yang paling saya suka itu pas ia nangis di malam sebelum pernikahannya. Adegan Tae In paling fav itu pas ia nangis di kelas, aduh, sedih.
Adegan couple fav saya pas Tae In menjemput Bo Ri di daerah pembinaan dan ketika Tae In  mendengar kisah perihal Star Candy-nya Biscuit Teacher :’)
Adegan belum dewasa kelas 3 fav saya kalau mereka udah ngumpul bareng menuntaskan masalah. Keren banged deh. Mereka kelihatan anak bandel tapi sebenernya baik. Aku pikir dramanya bakalan makjang gitu, mengingat ini drama zaman dulu, ada ibu tiri dan ada pemimpin kelas, ternyata nggak makjang-makjang banged XD

Setiap ending episode ada quote-quote yang disampaikan oleh Tae In dan Bo Ri. Bagus-bagus sih, meski saya kurang memperhatikan juga, sebab kebanyakan perihal kekerabatan mereka berdua. Aku bekerjsama rada bete juga sama Bo Ri di beberapa episode, sebab ia kaya main dua gitu. Kalau memang nggak suka sama TAe In harusnya ia nolak dari awal. Tapi apa boleh buat ya, Tae In itu muridnya jadi ia menganggap hanya sebatas kekerabatan guru dan murid. sayangnya Tae In ini serius. Pas ia teriak di bandara kalau ia suka sama Bo Ri, Bo Ri nya malah ketawa menganggap itu candaan HAHAHAHAHA.

Bagi yang belum nonton dan berniat menonton cek di dramacool, dramanice atau kissasian aja buat streaming pake engsub hehehehhe. Ini drama recomended banged ^^
Gong Yoo dan Gong Hyo Jin masih temenan di dunia nyata, masih bersahabat juga, satu agensi pula HAHAHAHA. Peran Gong Yoo disini seolah-olah banged sama kiprah ia di Big, suka sama gurunya. Sifatnya juga 11 12 HAHHAHAHA. Untung endingnya beda jauh XD

Skor:
Story: 4/5
Cinematography: 2/5
Character/Acting: 4/5
Opening: 3,5/5
Ending: 4/5
Music: 3/5
Recomended! 

Continue Reading

More in Biscuit Teacher and Star Candy

To Top