Connect with us

Locafest.co.id

[Review] Kbs Drama Special: Red Teacher (2016)

Jung So Min

[Review] Kbs Drama Special: Red Teacher (2016)

Wah, rasanya udah usang banged nggak nonton KBS Drama Special. Meski sempat tertarik dengan Page Turner, hingga ketika ini saya belum menontonnya HAHHAHAH. KBS Drama Special yang paling berkesan dan teraakhir kali saya tonton ialah Adolescence Medley. Masih belum ada yang sanggup mengalahkan drama manis itu kekekkekekke.


KBS Drama Special ialah drama singkat yang ditayangkan di KBS2 sebagai agenda mingguan, biasanya terdiri dari 1 episode. Tapi ada beberapa drama yang terdiri dari 2-4 episode. Aku menyukai KBS Drama Special, alasannya ialah ini ibarat menonton movie, hanya 1 episode tapi dengan durasi drama, sekitar 1 jam-an.

Nah, sesudah usang nggak menonton KBS Drama Special (rencananya mau catch up beberapa KBS DS usang yang menarik hati), saya tertarik dengan KBS Drama Special yang tayang pada 25 September 2016, berjudul Red Teacher. Dibintangi oleh Jung So Min (D-Day, Playful Kiss) dan Lee Dong Hwi (Reply 1988, Entourage), drama 1 episode ini mengisahkan korelasi guru dan murid.

Sebenarnya awalnya saya tertarik alasannya ialah salah satu still-nya mengingatkan saya pada Sung Deok Sun HAHAAHHAHAHA. Liat aja still diatas LOL. Aku berfikir wah, Dorongnyong ketemu Deok Sun lagi wkwkkkkwkw. Dan lagi, ini mengambil masa tahun 80an dan tokoh utama perempuan kita juga mempunyai 2 sahabat erat ibarat Deok Sun dan lagi nama tokoh utama perempuan ialah Sun Deok BUWHAHHAHAHA.

Karena hal itu saya pribadi aja download di filmku.net dan sabar menunggu subtitle-nya. Eh, pas udah rilis ternyata file-nya rusak, hanya sanggup diputar 30 menit pertama *nangis darah*. Akhirnya download ulang dari KBS World Youtube yang sudah hardsub english LOL.
Dan sesudah saya menontonnya, saya menyukai drama ini, sayangnya endingnya terlalu buru-buru, seandainya diberi waktu 5 menit tambahan, niscaya cantik banged.

Red Teacher berpusat pada sebuah sekolah Sekolah Menengan Atas di sebuah pedesaan. Di hari kelulusan, tahun 1987, tokoh utama perempuan kita berjulukan Jang Sun Deok (Jung So Min) menatap sebuah foto kelas mereka bersama dengan walikelas, yang wajah walikelas-nya di robek. Ia menatap foto itu dan menyampaikan ia bahkan tidak ingat wajah walikelas mereka dulu.

Lalu kita lompat ke tahun 1985, dimana Sun Deok masih menjadi siswa tahun pertama di sekolah itu, ia tidak mengikuti aturan sekolah yang melarang siswa berambut panjang, tapi ia berambut panjang dan bahkan di gerai. Kim Tae Nam (Lee Dong Hwi) ialah salah satu guru disana yang populer akan angker dan sering memakai kekerasan pada siswa bila melaksanakan kesalahan. Ia selalu ada dengan tongkat-nya untuk mendisiplinkan siswa dan para siswa sangat membencinya, mereka memanggil Tae Nam sebagai ‘pervert/si cabul’. Ia tidak punya reputasi yang baik. Meski ia melaksanakan tugasnya sebagai guru, mengajari siswa, menghukum yang bersalah, ia juga kadang mendapatkan suap dari orang bau tanah murid yang anaknya di hukum. Karena itu korelasi Sun Deok dan Tae Nam tidaklah baik. Sun Deok sangat membenci Tae Nam alasannya ialah hal itu, memakai kekerasan pada siswa alasannya ialah sok disiplin, padahal di belakang ia mendapatkan suap.

Setelah rambutnya di potong paksa oleh Tae Nam, Sun Deok semakin benci padanya. Ia bahkan tak segan-segan menghina Tae Nam di daerah umum, ibarat di bus, keduanya langgar verbal mengenai ini dan itu, dihadapan ibu Sun Deok. Ibu Sun Deok sih udah biasa kayaknya, ia tahu kepribadian anaknya yang keras dan sudah sering ia menasehati Sun Deok jangan bersikap ibarat itu pada guru walikelasnya. Tapi Sun Deok tidak peduli, menurutnya Tae Nam tidak pantas menjadi guru.
Dan lucunya, ternyata Tae Nam dan Sun Deok ini tetanggaan sebelah rumah HAHAHAHHAHA.

Suatu hari, sepulang dari kencan buta-nya yang gagal alasannya ialah ia lebih tertarik dengan isu di TV dari pada pasangannya, Tae Nam singgah di toko buku temannya dan menemukan sebuah buku bersampul merah, novel remaja dimana Tae Nam pribadi bersinar-sinar membaca novel itu. Ia membelinya rahasia dan bersiap membacanya dirumah. Kaprikornus novel remaja ini menceritakan perihal istri jenderal yang pulang dari liburannya dan bersiap kembali menjadi bonekanya sang jenderal, ia merenung di kereta api dan tak sengaja bertemu dengan seorang laki-laki dan satu daerah duduk dengannya. Awalnya keduanya awkward dan selama perjalan keduanya mencicipi perasaan satu sama lain. Saat tiba di stasiun, Jenderal menunggu istrinya dan si laki-laki tadi ternyata ialah anak buah sang jenderal.

Singkat cerita, sang istri dan laki-laki tadi, Officer Kim, jadi sering bertemu alasannya ialah officer Kim sering bermain ke rumah Jenderal untuk mengobrol atau menemani main kartu. Sang istri tidak sanggup melepaskan pandangan dari laki-laki itu dan begitu juga sang officer Kim. Sehingga suatu malam terjadilah hal yang tidak diinginkan ketika keduanya memutuskan untuk berselingkuh. Mereka bahkan melakukannya di ruang pribadi sang Jenderal. Dan tepat ketika sang Jenderal tiba dan akan membuka pintu, novel itu pribadi bersambung HAHAHAH. Tae Nam sangat kesal alasannya ialah hal itu, bersambung di ketika genting. Karena kesal dan tidak menemukan vol. 2-nya, ia membuang buku itu di depan rumahnya. Dan tidak sengaja di pungut oleh Sun Deok.

Nah, siswa Sekolah Menengan Atas di kelas Sun Deok ini sangat tertarik dengan ‘bagaimana cara menciptakan bayi’ HAHAHAHHA. Mereka bertanya-tanya apakah dengan pegangan tangan mereka akan punya bayi, atau dengan ini dan itu. Mereka sama sekali tidak tahu dan tampaknya hanya Sun Deok yang tahu mengenai bagaimana-nya. Ia bahkan pernah menjebak Tae Nam dalam percakapan mereka itu HAHAHAHHA.
Sun Deok yang menemukan buku membaca novel itu dan memberikannya pada teman-temannya untuk dibaca. Dalam waktu singkat, novel bersampul merah itu menjadi buah bibir diantara para siswa dan semuanya putus asa alasannya ialah ingin tahu lanjutannya. Sun Deok dan 2 temannya, Mi Ja dan Sook Hee bahkan kesana kemari mencari kelanjutan novel itu, ketoko buku ini dan itu, tapi mereka tidak menemukannya. LOL.

Saat mereka bertiga mengeluh perihal novel itu di daerah rahasia mereka, Sun Deok tiba-tiba menemukan idenya mengenai kelanjutan dongeng dan menceritakan pada temannya bagaimana kelanjutannya, dan temannya menyukainya. Meski Sun Deok masih memikirkan kelanjutan bagaimana selanjutnya sesudah ‘affair’ itu pada balasannya tidak tertangkap berair oleh jenderal, teman-temannya meminta Sun Deok untuk menulis kelanjutannya. Sun Deok tidak menyangka temannya menyukai hal itu dan mulai menulis kelanjutan novel itu di rumahnya. Ia yang menulisnya, Sook Hee yang mengurus sampul-nya dan Mi Ja bertugas mendistribusikan ke teman-teman mereka yang ingin tau akan kelanjutannya. Sun Deok mengetik dengan mesin tik milik ayah-nya dulu. Saat itu, orang yang mempunyai mesin tik masih sangat sedikit dan sanggup dihitung, alasannya ialah itu termasuk barang mahal.

Singkat cerita, Tae Nam tidak sengaja menemukan novel itu ketika sedang memperbaiki bingkai foto presiden yang miring, ternyata mereka menyembunyikan novel-nya disana. Tae Nam awalnya ragu apakah ia harus melapor pada kepala sekolah atau tidak. Kalau nggak salah ketika itu ada inspeksi mendadak terhadap para siswa, para guru akan membongkar laci dan tas siswa ketika mereka tidak ada. Pada balasannya Tae Nam tidak melaporkan menegnai novel remaja itu, ia malah menikmati membacanya dan menunggu seri selanjutnya, jadi ia menyimpannya kembali di balik foto presiden.
Saat itu mereka semuanya tidak tahu kalau novel bersampul merah itu sudah tidak boleh dan akan ditangkap kalau masih ada yang memilikinya.

Sejak ketika itu ia mulai bersikap baik pada Sun Deok alasannya ialah ia menantikan kelanjutan novel-nya LOL. Ia tahu Sun Deok yang menulisnya alasannya ialah ia pernah melihat Sun Deok mengetik di kamar HAHAHAHA. Sun Deok bahkan galau kenapa Tae Nam bersikap absurd padanya. Sayangnya hal itu tidak berlangsung lama. Novel itu tertangkap berair dan seisi kelas dieksekusi alasannya ialah tidak ada yang mengaku siapa yang menulisnya. Sun Deok ialah ketua kelas, jadi ia kena sanksi dipukul oleh Tae Nam di hadapan kelas dan guru yang lain, Tae Nam tak punya pilihan. Dan lagi kepsek sudah menyelidiki siswa yang punya mesin ketik disekolah hanya 3 orang dan salah satunya Sun Deok, jadi mereka ke rumah Sun Deok untuk melihat apakah mesinnya sama dengan ketikan di buku dan mereka menyadari ada abjad yang hilang juga di mesin itu. Saat kepala sekolah tiba ke rumah Sun Deok, mesin ketik Sun Deok sudah tidak disana, diganti dengan mesin tik yang lain.

Sun Deok sangat keras dan ia melawan kepala sekolah dengan berakhir mendapatkan sebuah tamparan keras. Sun Deok menangis di hadapan ibunya dan ia menumpahkan isi hatinya selama ini, alasannya ialah ayahnya. Sebenarnya Sun Deok tidak disukai di sekolah dan oleh orang bau tanah siswa alasannya ialah kabarnya, ayah Sun Deok ialah komunis. Dulu ayahnya pernah berjanji akan pulang, tapi ayahnya tidak pernah kembali dan itu membuatnya kesal.
Dan yang menukar mesin tik itu ternyata ialah Tae Nam yang mendengarkan semuanya dari luar dan ia gres mengerti kenapa ia tak pernah melihat ayah Sun Deok dan bahkan pernah menyuruh Sun Deok meminta ayahnya tiba ke sekolah. Ia menjadi menyesal. Kemudian ia mencari tahu mengenai ayah Sun Deok yang tampaknya dieksekusi mati alasannya ialah tuduhan komunis.

Bisnis novel remaja Sun Deok dkk bergotong-royong sudah cukup berkembang, alasannya ialah mereka mulai menjual novel-nya. Sun Deok bahkan menerima surat penggemar dan ia sangat menyukainya, alasannya ialah orang itu selalu memujinya dan memintanya bersemangat untuk menulis. Mereka selalu bertukar surat yang diletakkan di depan rumah Sun Deok.
Ia bahkan janjian dengan penggemarnya itu yang tak lain ialah Tae Nam, sayang sekali Tae Nam tidak pernah memperlihatkan wajahnya. Bukan alasannya ialah ia tidak mau, tapi ketika ia tiba ke daerah janjian, ia mendengar percakapan Sun Deok dan 2 temannya perihal masa depan dan bagaimana mereka berjanji akan tetap bersama-sama. Sun Deok memastikan akan kuliah di Seoul dan bila teman-temannya tiba mereka akan tinggal serumah, meski sekecil apapun rumahnya.

Setelah mendengarkan keinginan kecil 3 muridnya, Tae Nam jadi berfikir untuk tidak membiarkan keinginan kecil mereka musnah, jadi ia mengirim surat terakhirnya, menyampaikan pada Sun Deok untuk tidak menulis novel ibarat itu lagi. Ia juga mengambil novel yang mereka sembunyikan dan membakarnya. Tapi tentu saja Sun Deok tidak pernah tahu apa yang Tae Nam lakukan, di hatinya tetap tumbuh kebencian pada Tae Nam, bahkan ketika mereka mengambil foto bersama seisi kelas dan ketika ia melihat bagaimana Tae Nam menjilat ke kepala sekolah, betapa rendahnya ia.

Suatu hari tim pemeriksaan tiba ke sekolah mereka alasannya ialah novel remaja yang tidak boleh itu. Novel yang harusnya tidak boleh itu ditemukan kelanjutannya oleh seseorang alasannya ialah seorang murid menjatuhkannya di bus. Dan tim sudah tahu kalau penulisnya ada di sekolah mereka. Tae Nam berusaha menyelamatkan Sun Deok alasannya ialah kalau ia tertangkap habislah sudah. Ia berusaha menyembunyikan fakta kalau Sun Deok yang menulis, alasannya ialah ketika tim ke rumah Sun Deok, Tae Nam berusaha mencari mesin tik itu dan menyembunyikannya. BTW Tae Nam demi mendukung keinginan Sun deok, beliau memperbaiki mesin tik Sun Deok dan Sun Deok alasannya ialah penggemarnya itu ia sudah berhenti menulis dan menyimpan mesinnya di lemari.
Tae Nam hampir tertangkap berair tapi dilindungi oleh satpam sekolah mereka. Dan pada balasannya tidak ada bukti di rumah Sun Deok dan tim pergi. Tapi Sun Deok melihat Tae Nam disana dan keduanya sempat langgar mulut. Sun Deok sangat membenci Tae Nam dan bahkan menyumpahi Tae Nam , bila Tae Nam punya anak nanti, anaknya niscaya akan bertemu seorang guru sampah ibarat Tae Nam.

Tapi Tae Nam, demi Sun Deok tidak menyerah, pada balasannya ia mengakui pada tim kalau beliau ialah penulis novel itu. Ia ditangkap oleh tim tapi ia punya seruan terakhir, ia ingin para muridnya berfikir ia mengundurkan diri dari sekolah, bukannya dipecat. Dan hingga ketika terakhir Tae Nam mengambil barangnya, beliau masih memikirkan Sun Deok, menatapnya dari jendela tapi gadis itu tidak peduli. *Aku nangis banged pas adegan ini T___T

Para siswa sendiri sangat senang alasannya ialah Tae Nam keluar dari sekolah. Bahkan wali kelas gres mereka prihatin alasannya ialah semuanya berteriak hore ketika ia mengumumkan keluarnya Tae Nam. Guru perempuan ini salah satu yang tidak baiklah dengan kekerasan tapi ia menyadari kebaikan Tae Nam yang membantu muridnya. Aku berharap beliau ada kiprah di masa depan, sayangnya beliau tidak kelihatan lagi T__T
Yang meminta wajah Tae Nam dirobek dari foto ternyata ialah kepala sekolah sendiri. Karena mereka menganggap Tae Nam sangat hina menulis novel ibarat itu.

Kembali ke tahun 1987, Sun Deok dan teman-temannya sudah lulus dan mereka mengambil plakat di ruang guru. Sun Deok melihat plakat milik Tae Nam yang masih ada disana dan menemukan sesuatu di bawahnya, sebuah surat. Itu ialah surat terakhir yang ditulis Tae Nam tapi ia tak sempat untuk memberikannya pada Sun Deok. Dalam surat terakhir itu Tae Nam menyampaikan kalau ia bergotong-royong ialah penggemar Sun deok yang selama ini bertukar surat dengannya. Ia juga menyampaikan sesuatu perihal bila Sun deok sudah remaja nanti, belum terlambat baginya untuk menulis kembali. Baginya Sun deok mengajarkan arti cinta seorang guru pada muridnya.

Waktu berlalu sesudah itu. Sun Deok selama ini terus mencari Tae Nam, untuk mengucapkan rasa terima kasihnya dan menyampaikan hal yang selama ini belum pernah ia katakan pada Tae Nam. Selama ini, ia tidak pernah memanggil Tae Nam dengan sebutan ‘guru’.

Aku sangat menyukai drama ini!
Beneran deh, seandainya ada 2 ato 4 episode, niscaya keren banged. Tapi jangankan itu, ditambah sedikiiiiiit saja durasinya, tampaknya akan lebih bagus. Apa yang saya kecewakan terhadap endingnya ialah terasa buru-buru. Pertemuan kembali Tae Nam dan Sun Deok sesudah sekian usang itu, seandainya diperlihatkan bagaimana Sun Deok menemukan Tae Nam, tiba-tiba muncul gitu aja saya kaget lho HAHAHAHAHA.
Kan cantik kalau diliatin mereka berselisih kek, atau sama-sama di cafe itu kek, atau gimana gitu. Tapi pribadi ketemu disana saya rasa ada yang absurd HAHAHAHHA.
Mungkin cuma saya aja LOL.

Dan saya sempat teriak gegara keduanya bertemu di rel kereta api. Langsung teringat 5cm/s, suer, itu Sun Deok bangun di seberang dan Tae Nam diseberang, terus kereta api lewat Aduuuuuuuuuuuhhh BAPER!
Masih trauma dengan rel kereta api gegara anime 5 centimeter per second HAHAHAHAHA.

Tap after all ini drama cantik banged. Jung So Min memerankan Sun Deok dengan sempurna. Dia bukan tipe girl crush, beliau bukan gadis yang baik tapi kita menyukainya. Dan Lee Dong Hwi sebagai Tae Nam, saya menyukai karakternya disini, setidaknya kali ini beliau ada gunanya HAHAHAHHA. Cocoklah jadi guru, beliau bukan guru contoh tapi juga bukan guru yang jahat.

FYI, ini drama bukan kisah cinta. Kalau dibikin series sanggup jadi kisah cinta guru dan murid HAHHAHAHA.
Tapi kok saya ngarep Tae Nam jadian dengan Sun Deok ya, HAHAHA ANDWEEEE.
Tae Nam udah ketemu kok sama pasangan kencan buta yang pas. Yang terakhir itu lucu banged, Tae Nam bilang beliau nggak punya duit banyak, ia nggak yakin sanggup menciptakan cewek itu senang dengan uangnya yang sedikit. ternyata si cewek malah suka hehheehhehe.

Chemistry Tae Nam dan Sun Deok dapet banged, berharap mereka berdua bermain dalam drama yang sama lagi, suatu hari nanti. Ditunggu pokoknya :))

Skor:

Story: 9/10
Character: 9/10
Cinematography: 9/10
Opening: 8,5/10
Ending: 8/10
Music: 7/10

 RECOMENDED!

Continue Reading

More in Jung So Min

To Top