Connect with us

Locafest.co.id

[Review] Sannin No Papa Episode 1

Airi Matsui

[Review] Sannin No Papa Episode 1

Kemarin saya menonton sebuah drama yang sebetulnya saya sudah tertarik semenjak awal diumumkan, sebab pemainnya, tapi belum saya coba sebab takut subtitle-nya susah.
Mengingat drama jepang belakangan, subtitle-nya agak usang dari biasanya. Tapi sesudah saya cek, kayaknya ini drama subtitle-nya tidak mengecewakan lancar.

Sannin no Papa / Three Dads yaitu sebuah drama yang tayang di TBS dan dibintangi oleh para bintang muda, sebut saja Horii Arata, Yamada Yuki dan Airi Matsui. Aku hanya kenal mereka bertiga HAHHHAAHAHHA. Dan mereka bertiga juga alasan kenapa saya tertarik untuk mencoba drama ini. Horii Arata dan Yamada Yuki sama-sama anak Itakiss, jadi udah niscaya pada kenal. Kalau Airi Matsui saya kenalnya sebab ia main di Anohana Drama dan Yell for the Blue Sky.

Episode 1 Sannin no Papa ini, di pecahan awal masih dalam tahap perkenalan pada 3 papa muda drama ini, Hirabayashi Takuto (Horii Arata), Hano Kyouhei (Yamada Yuki) dan Okayama Hajime (Ryo Mitsuya).
Mereka bertiga yaitu sahabat Sekolah Menengan Atas dan kini sudah memasuki dunia kerja, dimana mereka memutuskan tinggal serumah / share house untuk menghemat biaya. Kita diperlihatkan kehidupan pagi hari mereka bertiga, dimana Takuto masih ngorok dikala pagi, Kyouhei yang rajin pagi-pagi sudah bangkit dan latihan persentasi, serta Hajime yang peduli dengan fashion sebelum berangkat bekerja.
Takuto yaitu karyawan biasa yang selalu terlambat masuk kerja, ia selalu telat bangkit dan orangnya agak serampangan, ia sering menciptakan kesalahan, sering dimarahi dan paling tidak terkenal diantara wanita.
Kyouhei orangnya rapi, cukup peduli dengan penampilan, ia termasuk berilmu dan mendapat jabatan tidak mengecewakan di kantornya, ia melaksanakan pekerjaan dengan baik. Ia gres saja melamar pacarnya dan sudah bertunangan.
Sementara itu Hajime bekerja di bidang fashion sebuah brand, gaya fashionnya sepakat dan ia terkenal dikalangan wanita, tapi ia tak punya niat untuk pacaran.

Begitulah mereka bertiga dengan latar belakang berbeda, sifat dan kebiasaan berbeda menjalani kehidupan bersama di share house itu.

Masalah dalam drama ini muncul dikala suatu hari mereka menemukan seorang bayi di rumah mereka. HAl ini terjadi sebab Takuto yang berangkat paling simpulan dan kesiangan, lupa mengunci pintu.
Mereka tentu saja panik melihat bayi ada disana dan dari surat yang ditinggalkan sang ibu, ia menyampaikan pada mereka untuk merawat bayi itu sementara, bayi itu yaitu anak salah satu diantara mereka.
TApi tentu saja mereka membantah masing-masing sebab mereka merasa mustahil menjadi ayah dari sang bayi.

Tapi ketiganya memang mencurigakan.
Takuto sendiri mengakui jikalau ia masih perawan, tapi Kyouhei dan Hajime sama sekali tidak percaya, dan jikalau dilihat-lihat sih, Takuto sudah pernah melakukannya, tapi hanya sekali.
Kyouhei sendiri di tuduh sebab ia satu-satunya yang punya pacar disana, dan juga belakangan ia tertangkap berair menduakan oleh mereka.
Sementara Hajime dituduh sebab ia paling terkenal dan punya banyak perempuan meski tidak pacaran dengan mereka.

Mereka enggan melapor ke polisi atau tes DNA, sebab mereka nggak tahu apa yang akan mereka lakukan jikalau anak itu beneran anak mereka. Mereka sendiri sama sekali tidak punya pengalaman wacana bayi, jadi dikala si bayi menangis dan menangis, mereka nggak tahu harus melaksanakan apa.
Si bayi imut banged, sayangnya editing drama ini kurang pas, sebab jikalau sdi shot dari jauh, mereka nggak menawarkan bayinya, terhalang tubuhlah, jadi nggak kelihatan pas mereka merawat bayinya, menyerupai mengganti popok dan lain sebagainya. Itu sih kekurangannya.

Kyouhei dan Hajime sendiri kelihatan nggak peduli sama si bayi, dan tampaknya mereka berusaha menciptakan Takuto lah ayah si bayi itu. TAkuto meski ia berusaha membantah, tapi ia tak dapat membiarkan si bayi menangis terus, apalagi dikala si bayi demam, ia yang mengambil tindakan terlebih dahulu untuk merawatnya dan melihat Takuto begitu, teman-temannya jadi nggak dapat tinggal diam, alhasil membantu Takuto, menyerupai menyiapkan air kompres, membeli peralatan di mini market dan lain sebagainya.
Mereka saling membantu merawat si bayi, tapi dikala si bayi sembuh mereka malah lagi-lagi bertengkar siapa ayah si bayi HAHAHAHHAHA.
Takuto sendiri tak dapat membiarkan si bayi sebab ia dibesarkan tanpa seorang ayah, dan ia juga tak berfikir akan menjadi seorang ayah, tapi ia punya rasa simpati yang lebih besar dari yang berdua itu, jadinya ia mau tak mau mengurus si bayi dikala sedang sakit.
Ia bahkan memberi nama bayi itu, Haruto.

Kaprikornus siapa ayah si bayi?

Karena ini masih episode pertama, jadi kita masih belum tahu.
Karena pagi itu, seorang perempuan mencurigakan terlihat di depan apartemen mereka, ia bahkan sempat bertabrakan dengan Takuto tapi Takuto tidak mengenalnya dan si perempuan kelihatan kesal sebab Takuto tidak mengenalnya. PUlang kerja, bayi itu sudah ada di rumah.
Wanita itu keesokan harinya juga tiba ke rumah mereka dan kelihatan mengenali Takuto meski Takuto tak mengenalinya, dari wajahnya sih perempuan itu kelihatan marah.
Wanita itu yaitu Hana Watanabe (Airi Matsui) tapi belum tentu ia ibu si bayi. Awalnya sih saya pikir ia yaitu ibu si bayi, tapi mengingat lagi ia pagi itu membawa koper dan nggak kelihatan bawa bayi, nggak mungkin bayinya ada di koper kan? kasian.
Tapi yang terperinci perempuan itu mengenal Takuto.

Ini drama episode pertamanya tidak mengecewakan seru, jadi menciptakan kita ingin menonton episode selanjutnya.
Hanya saja ya itu tadi, saya kurang suka editingnya HAHAHHA. Mungkin sebab gres episode pertama kali ya.
Aku harap ini subtitle-nya lancar, saya trauma sama drama yang subnya berhenti di tengah-tengah, trus pas udah nggak minat lagi gres riis subnya hHAHHAHAHA.
Semoga drama ini enggak begitu ya.

Disini bintang utamanya Horii Arata, saya sukaaaaaaaaaaaaaa!!! Meski berharap Yamada Yuki juga sih, tapi disini abjad Yuki nyebelin banged HAHAH. Aku kurang suka. Horii disini orangnya lucu, pokoknya nggak tepat banged, yang lain sarapan roti ia sarapannya nasih, mana remah nasinya dimana-mana HAHHAAHAHA.

Continue Reading

More in Airi Matsui

To Top