Connect with us

Locafest.co.id

[Review] Vietnamese Movie: Yellow Flowers On The Green Grass (2015)

Other Movie

[Review] Vietnamese Movie: Yellow Flowers On The Green Grass (2015)

Vietnam movie?
Hohohohohoho. Yaps, kali ini saya mencoba sebuah movie Vietnam, alasannya yakni ada yang merekomendasikannya melalui twitter waktu itu. Udah usang banged dan ketika itu bekerjsama saya sudah mendownloadnya, tapi belum ditonton-tonton juga. Alasannya yakni alasannya yakni saya nggak terbiasa dengan movie Vietnam dan sehabis cek awal episodenya kok kayaknya bencana banged gitu. Aku agak-agak trauma sama film-film belum dewasa yang tersiksa HAAHAHAAHHA.
Tapi sehabis mengumpulkan keberanian, akhirnya saya mencoba menonton, sehabis ada yang bilang ini movie nggak tragedi, tapi lebih ke slice of life-nya.
Dan ternyata bener banged, ini movie slice of life-nya sangat kental, disusun dengan rapi sehingga kita tidak bosan menontonnya, bahkan bisa memasukkan sebuah tema gres di selesai movie yang berdasarkan saya WOW banged.

Yellow Flowers on the Green Grass / Toi Thay Hoa Van Tren Co Xanh yakni sebuah movie yang rilis pada tahun 2015 yang disutradarai oleh Victor Vu. Diangkat dari sebuah novel berjudul ‘I See Yellow Flowers on The Green Grass’ karya Nguyen Nhat Anh, movie ini premiere di Cannes Film Festival 2015 dan menjadi box office pada masa tayangnya. Movie ini juga sempat menjadi pertimbangan juri untuk nominasi Best Foreign Language Film di ajang Oscar, meski akhirnya tidak bisa menjadi nominasi.
Movie ini dibintangi oleh Thinh Vinh, Trong Khang, Thanh My dan beberapa cast lainnya. Bintang utama film ini yakni belum dewasa dan sepanjang film ini kita dibawa mengikuti kisah mereka, kehidupan sehari-hari mereka bagaimana mereka menghabiskan waktu bermain, belajar, membantu orang renta dan banyak sekali hal lainnya.
Ini termasuk movie dengan tema sederhana tapi pembawaannya luar biasa, dengan cinematography yang apik, akting para bintang film yang oke, kisah menyentuh dan membawa kita melihat keseharian belum dewasa disebuah desa di Vietnam. Selain itu mereka juga memasukkan budaya dalam movie ini dan cukup mengejutkan alasannya yakni ada plot twist terjadi musibah juga.

Bagi penggemar movie dengan pemandangan indah dan kisah ihwal kehidupan sehari-hari, movie ini sangat direkomendasikan. Para pemain anak-anaknya berakting keren banged. Ini pertama kalinya saya menonton movie Vietnam dan jujur saja, saya suka banged. Karena berdasarkan saya pemandangan alamnya 11 12 dengan indonesia, budaya-nya juga sedikit mirip, jadi kita gampang banged untuk masuk ke dalam movie ini. Bagi saya sendiri sih, ini movie sangat mengingatkan akan masa kecil aku, alasannya yakni permainan belum dewasa disana sama dengan ketika saya masih kecil dulu. Tapi tentu saja minus pemandangannya, alasannya yakni di desaku nggak seindah itu heheehhehehhe.

Berikut ini sinopsis singkat movie ini yang 100% berisi spoiler. Aku sudah usang menulis review ini, kayanya bulan lalu, atau april kali ya, cuma blm sempat posting^^
Review di movie ini memang nggak mengikuti aturan yang berlaku, jadi harap dimaklumi :’)

SINOPSIS
-SPOILER ALERT!!!!-

Movie ini diawali dengan seorang ayah yang membawa gerobak di tengah pasar, dimana diatas gerobak itu ada seorang anak laki-laki dan anak laki-laki lain membantu mendorongnya.
Sekali lihat, kita sudah tahu jikalau mereka dari keluarga miskin yang tinggal di sebuah desa. (gegara adegan ini saya menunda menonton HAHAHAHHA)

Lalu kita melihat kilas balik apa yang terjadi pada anak itu diawali dengan pemadangan desa yang sangat indah di Vietnam.
Thieu dan Tuong yakni abang beradik dari keluarga miskin yang selalu menghabiskan waktu untuk bermain gotong royong sehabis pulang sekolah. Thieu sang abang dan Tuong sang adik. Keduanya sangat dekat. Tuong sangat mencintai kakaknya. Jika malam tiba, Thieu akan menghabiskan waktu mencar ilmu hanya dengan diterangi lampu kecil dan Tuong akan ada didekatnya membaca buku. Setelah itu mereka akan tidur gotong royong disatu daerah tidur yang memakai kelambu.
Tuong memiliki peliharaan yang ia beri nama ‘Little Uncle’, seekor kodok yang sangat ia sayangi, ia selalu memberi makan kodok itu.
Tuong selalu memimpikan menjadi seorang pangeran dan memimpikan seorang puteri. Ia masih sangat polos.

Ibu Thieu dan Tuong bekerja di ladang dan jikalau hari pasar, ia akan berjualan sayuran disana. Thieu membantunya sebelum berangkat ke sekolah. Sementara ayah mereka bekerja di pabrik kecil yang menciptakan gentong.
Mereka berdua memiliki paman yang sering berkunjung untuk menceritakan dongeng, paman Dan. Tuong dan Thieu selalu menyukai jikalau paman menceritakan dongeng untuk mereka. Itu yakni dongeng mengenai seorang puteri yang dikurung di hutan oleh sang raja dan temannya hanya seekor harimau putih. Suatu hari para warga menangkap harimau itu dan hal itu menciptakan sang puteri sakit. Sang harimau berhasil melepaskan diri dan kembali ke hutan tapi sang puteri sudah meninggal. Sang harimau terus bersembunyi dan tinggal di dalam hutan menjadi harimau iblis dan membalas dendam pada para pemburu. Ia memakai sihir untuk memasukkan roh sang puteri di sebuah pohon biar bisa terus bicara dengan sang puteri. (Ini kisah serem banged lho, saya sempat shock HAHAHHAHA).
Pohon yang dimaksud yakni pohon mati yang menakutkan di desa mereka, dimana jikalau ingin pergi ke desa, Thieu dan Tuong akan melewati pohon itu.

Malam itu ayah malah menyuruh mereka ke kedai membeli kacang, Thieu yang masih merinding tentu saja takut. Tapi Thuong menemaninya.
Begitu tiba di bersahabat pohon, Tuong malah gres ingat jikalau beliau ada komitmen lain dan meninggalkan kakaknya sendirian dalam ketakutan. Thieu lari ke kedai, ia ngos-ngosan dan mendengar bunyi absurd di sebuah gudang. Ia ingin tau dan ingin mendekat tapi terlalu takut.
Kedai itu yakni kedai keluarga Man, seorang anak perempuan, sahabat sekelasnya. Man sendirian di rumah dan tampaknya gres menangis alasannya yakni beliau dipukul. Thieu menyampaikan ada bunyi absurd di gudang Man, tapi Man menyampaikan jikalau tidak ada apa-apa disana, mungkin Thieu salah dengar. Thieu sih polos aja pribadi percaya.

sementara itu Tuong ternyata menjadi cupid cinta pamannya Dan, yang mengantarkan surat ke rumah Vinh, pacar pamannya. Ayah Vinh sangat menyeramkan, jadi mereka bertemu diam-diam, alasannya yakni Tuong tiba meminta cabe, jadi Vinh keluar menunjukkan cabai dan Tuong menunjukkan surat. Ayah Vinh bekerjsama sudah curiga banged dan disaat selanjutnya ia nggak tertipu lagi, alasannya yakni rasanya absurd Tuong selalu tiba meminta materi kuliner ke rumahnya HAHAHAHAHHA.
Dan dan Vinh pacaran diam-diam, dalam duduk kasus ini, Tuong lebih arif dari kakaknya, Tuong bahkan sudah tahu usang alasannya yakni pamannya sering memainkan harmonika diluar rumah Vinh. Thieu malah nggak ngerti jikalau itu flirting HAHAHAHAHHA.

Thieu sering bermain di sungai dan hari itu ia menghabiskan waktu bersama Man. Man mengerjakan PR disana. Thieu mengeringkan tangannya dengan sinar matahari dan Man gundah kenapa Thieu melaksanakan itu, alasannya yakni ia biasanya mengeringkan tangan dengan bajunya jikalau basah. Thieu menjelaskan jikalau pamannya menyampaikan semakin banyak ‘perfect circles’ di tangan maka semakin baik dalam menggambar dan menulis.
Ia bahkan pribadi mengambil tangan man untuk melihat apakah tangan Man banyak perfect circles-nya, Man awalnya kaget dan Thieu meminta maaf alasannya yakni itu kebiasaannya menyentuh tangan tanpa permisi untuk melihat. Akhirnya Man menunjukkan tangannya dan menghitung berapa banyak milik Man (perfect circles sih terjemahannya, saya nggak ngerti HAHAAHHA).
Sejak ketika itu, Thieu mulai memiliki sebuah perasaan yang ia bahkan tidak tahu namanya. Di sekolah ia selalu menatap Man yang bermain dengan temannya.
Suatu malam sehabis ia gagal mengantar surat pada Vinh, Tuong dan Thieu curhat sebelum tidur. Tuong menyampaikan ia mengantar surat cukup banyak, mungkin 10 kali. Thieu bertanya apakah tuong pernah melihat isi surat itu dan Tuong menyampaikan ia pernah membacanya tapi ia tidak terlalu ingat isinya, ia pikir itu yakni lirik lagu.
Ia hanya mengingat dengan terang 2 baris lirik, ‘Life’s hardship is like ill weather, I suffer of love because I love you’.

Makara di sekolah mereka sedang animo main gundu/kelereng. Ada preman sekolah lah ya namanya, beliau kalah bermain dan melihat Thieu sedang menulis, jadi ia mendekati Thieu dan belakang layar membaca apa  yang ditulis Thieu. Thieu menulis lirik lagu  yang semalam dikatakan adiknya.
Preman itu tahu jikalau Thieu semenjak tadi menatap Man dan ia menyampaikan akan mengantarkan surat itu pada Man, tapi dengan syarat Thieu menunjukkan semua gundu-nya padanya. Thieu tentu saja menolak, tapi ia terlalu takut.
Saat bel masuk berbunyi, belum dewasa masuk ke kelas dan si preman beneran menunjukkan kertas itu pada Man, bahkan menyampaikan si pengirimnya yakni Thieu. Man hanya sempat membuka sedikit tapi guru masuk dan menyadari jikalau Man menyembunyikan sesuatu. Man terpaksa maju dan menunjukkan kertas itu yang jadinya Thieu di aturan alasannya yakni ia memberitahu yang memberikannya yakni Thieu.
Pulang sekolah Man ingin meminta maaf pada Thieu tapi Thieu masih murka alasannya yakni Man menunjukkan kertas itu pada guru. Man menyampaikan jikalau itu hanya lirik lagu, bagaimana ia bisa tahu jikalau guru akan murka dan menghukum Thieu. Thieu jadi kesal mendengarnya, Man nggak ngerti maksudnya HAHHAHAHA. Poor Boy XD

Thieu yang sedang galau alasannya yakni cinta melihat pamannya Dan dan Vinh adik pacaran di bawah pohon, paman memainkan lagu dengan harmonika.
Sepulang dari sana ia melihat adiknya bicara dengan seorang gadis berambut panjang dan ia gundah alasannya yakni ia tak pernah melihat gadis itu. Gadis itu masuk ke hutan ketika ia tiba dan ia bertanya pada Tuong siapa gadis itu.
Tuong menyampaikan jikalau gadis itu yakni seorang puteri. Thieu tentu saja tak percaya.
Thieu pergi ke kedai keluarga Man untuk membeli sesuatu dan lagi-lagi ia mendengar bunyi absurd di gudang. Kali ini ia memberanikan diri mendekat dan jelas-jelas melihat bayangan hitam di dalam.
Malamnya ia sulit tidur dan akhirnya menceritakan pada adiknya, jikalau ini rahasia. Saat ia melihat bayangan itu, Man menarik tangannya dan Man menceritakan jikalau yang didalam yakni ayahnya.
Dulu ayah Man yakni seorang tukang salon rambut yang pernah melukai indera pendengaran Tuong, sehabis insiden itu keluarga Man menutup salon rambut dan kabarnya ayah man ke kota untuk perawatan. Tapi ternyata ayah Man tidak pernah meninggalkan desa, tapi dikurung disana. Ayah Man mengidap penyakit Lupus.

Sejak ketika itu, Thieu jadi makin baik dan bersahabat pada Man. Man sendiri mencicipi hal itu dan sempat bertanya kenapa Thieu jadi sangat baik padanya. Thieu sih menyampaikan alasannya alasannya yakni ia ingin melakukannya, ia suka gotong royong dengan Man.
Preman sekolah itu tahu jikalau Thieu menyukai Man dan menyampaikan jikalau ia juga akan menyukai Man. Thieu tentu saja murka padanya alasannya yakni si preman sudah punya pacar tapi si preman menyampaikan ia bisa menyukai keduanya dan terjadilah pertengkaran anak SD.
Thieu tentu saja kalah, dan ia terluka ketika pulang ke rumah. Tuong tidak terima akan hal itu dan ingin balas dendam.
Tuong ini sangat mencintai kakaknya, jadi ia tak akan tinggal membisu bagi yang menyakiti kakaknya.
Dan Tuong benar-benar berhasil mengancam si preman itu, Tuong beneran pintar. Gimana caranya? Nonton aja HAHAHHAHAAHHA.
Setelah hari itu, Tuong dan Thieu makin dekat.

Malam itu ada program pesta di desa dimana belum dewasa bermain gotong royong dan para ibu juga disana menyiapkan makanan, para ayah mengobrol. Vinh menyanyi, suaranya manis banged.
Tapi dimalam yang sama, rumah Man kebakaran, lebih tepatnya gudang itu. Api sangat besar dan sulit sekali dipadamkan meski warga berusaha. Man dan ibunya hanya bisa menangis, alasannya yakni di dalam ada ayah Man dan tidak ada yang tahu akan hal itu. Thieu jadi duka melihatnya.
Setelah insiden itu, jikalau ada waktu luang, ibu Thieu akan membantu di rumah Man. Man terlihat tidak bersemangat. Ibu Man tidak ada di rumah dan pergi ke kota, ternyata ayah Man masih bisa diselamatkan dan ibu di kota menjaga ayah di rumah sakit. Makara Man tinggal sendirian di rumah.
Thieu tiba membawa kuliner untuk Man meski Man menyampaikan ia masih kenyang. Thieu gundah kenapa bisa terjadi kebakaran alasannya yakni sumber api jauh dari sana, Man menjelaskan jikalau di dalam gudang ada lampu minyak sebagai penerang untuk ayahnya, jadi lampu itu jatuh dan terjadilah kebakaran.
Malam itu Thieu menginap di rumah Man untuk menjaganya. Man takut tidur sendirian di kamarnya dan pergi ke daerah tidur Thieu. Pada akhirnya mereka berdua tidur bersama, awwww, so sweet ^^
Dan pagi harinya Thieu berdiri duluan, melihat Man baik-baik saja, ia kembali ke rumah ketika Man masih tidur.

Keluarga Man harus menjual semuanya untuk biaya ayah di kota, alasannya yakni ayah masih di rumah sakit. Mereka bahkan menjual rumah. Man akan tinggal bersama keluarga Thieu hingga situasi membaik dan ibu akan menjemputnya begitu ibu menemukan daerah tinggal di kota.
Begitulah Man mulai tinggal di rumah Thieu dan disanalah mulai duduk kasus baru. Thieu berusaha bersikap baik pada Man, tapi Man lebih banyak main bersama adiknya dan itu menciptakan Thieu merasa kesal. Man dan Tuong sangat bersahabat dan mereka cocok bersama-sama. Thieu iri.
Bahkan ketika Man sengaja mendekatinya membawakan buku puisi untuk dibaca Thieu, Thieu hirau taacuh padanya.
Kalau Tuong dan Man mengajak Thieu main bersama, ia sok sibuk membaca dan tidak mau pergi, padahal ia iri banged dan cemburu alasannya yakni Man bersahabat dengan adiknya.
Saat itulah seseorang tiba ke rumah ingin meminjam sesuatu dan menemukan kodok di dapur, little uncle peliharaan Tuong. Di Vietnam orang makan kodok ternyata dan orang itu membawa kodok Tuong, Thieu membisu saja ketika itu, ia tampaknya berfikir untuk balas dendam pada adiknya jadi ia akan akal-akalan tak tahu mengenai kodok itu.

Pulang dari main, Tuong dan Man membawakan buah tangan untuk kakaknya dan hingga beberapa saat, Tuong gres sadar little uncle menghilang.
Tuong panik dan mencari dimana-mana tapi Thieu menyampaikan ia tak tahu, mungkin little uncle bersembunyi. Tuong terus mencari dan mencari.
Thieu jadi merasa bersalah dan merenung dipinggir sungai, kemudian ia melihat kodok dan menangkapnya. Ia membawa kodok itu pulang dan tampaknya ia ingin menimbulkan kodok itu little uncle.
Tapi Tuong terlihat menangis disana dan menyampaikan jikalau kodoknya tidak akan kembali, ia tahu jikalau kodoknya ditangkap oleh tetangga mereka dan sudah dimasak.
Melihat adiknya menangis dan menangis menyalahkan dirinya sendiri alasannya yakni tadi pergi main, menciptakan Thieu jadi makin merasa bersalah. Ia berlari di tengah hujan sambil menangis telah menciptakan adiknya bersedih.

Dan hujan terjadi berhari-hari, terjadi sebuah banjir besar di desa mereka, bahkan hingga ke atap rumah di sebagian tempat.
Karena banjir itu, para warga kekurangan materi makanan, alasannya yakni kebun, ladang, sawah semuanya gagal panen, bahkan sapi-sapi mereka semuanya mati. keluarga Thieu, mereka hanya punya sedikit nasi dan ibu memasak memberi makan anak-anak-nya, sementara ia dan ayah tidak makan sama sekali.
Para warga mencari materi kuliner hanya dari sungai, dari siput-siput yang ada, atau menggali di tanah berlumpur, untuk mencari sisa ubi dan lain-lain. Disanalah Thieu menemukan 2 ubi dan ia berniat menunjukkan pada Man dan Tuong, meski ia harus bertengkar dengan si preman untuk mendapat ubi itu.
Tapi begitu tiba di rumah, ia malah mendengar jikalau Man dan Tuong sedang makan ayam goreng dan mereka berkata untuk cepat menghabiskannya sebelum Thieu datang. Mendengar itu Thieu tentu saja kesal.
Ia marah, masuk ke rumah membawa sebatang kayu dan pribadi memukul punggung adiknya. Tuong terluka parah. Man menghentikan Thieu dan ternyata Tuong dan Man tadi hanya bermain masak-masakan dari daun.
Thieu tentu saja kaget dengan perbuatannya, ia akan memanggil ayah tapi adiknya berkata padanya untuk tidak menyampaikan jikalau abang memukulnya, katakan saja jikalau beliau jatuh dari pohon *suer gue nangis pas adegan ini T___T

Dan begitulah Tuong yang sakit dan Thieu yang sangat merasa bersalah pada adiknya.
Keluarga berusaha mengobati Tuong dan bahkan hingga harus menjual sapi mereka satu-satunya. Adegan awal yakni adegan dimana mereka membawa Tuong ke rumah sakit.
Thieu mendengar ayah dan ibu yang membicarakan mengenai Tuong dan bagaimana mereka tak punya apa-apa untuk dijual lagi menciptakan Thieu makin merasa bersalah.
Ia merawat adiknya dengan baik, dan ketika malam adiknya menangis alasannya yakni kesakitan menciptakan beliau menangis juga.
Thieu tahu jikalau Man mungkin membencinya sehabis hari itu, meski Man tidak bilang apa-apa. Man akan dijemput oleh ibunya besok.
Dan dihari keberangkatan Man ke kota, Thieu mengantarnya ke jalan besar. Thieu terus memandangi kendaraan beroda empat yang membawa Man hingga menghilang, ia tak tahu jikalau Man menangis terisak di dalam kendaraan beroda empat alasannya yakni ia duka berpisah dengan Thieu dan Tuong. *KEREN AKTING SI MAN!

Setelah kepergian Man, hari-hari berjalan ibarat biasanya. Tuong menghabiskan waktu di daerah tidur alasannya yakni punggungnya yang sakit. Sementara Thieu ke sekolah ibarat biasanya. Kadang ia pulang membawa mainan untuk adiknya, atau buah liar.
Ia juga menggendong adiknya ke sungai untuk membawanya keluar rumah alasannya yakni adiknya bosan di daerah tidur. Tapi belakangan keadaan Tuong semakin membaik, Tuong bisa duduk dan bahkan bisa berdiri. Thieu gundah apa yang terjadi dan Tuong menyampaikan jikalau ada puteri yang tiba menjenguknya.
Awalnya sih Tuong hanya berfikir ibarat biasa jikalau adiknya mungkin berkhayal lagi, tapi lama-lama ia jadi khawatir takut adiknya ada kelainan jiwa.
Percaya nggak percaya, Tuong menyampaikan jikalau si puteri meninggalkan bunga kuning sebagai tanda kedatangannya dan memang ada jejak bunga kuning di luar.
Thieu yang ingin tau akhirnya mengikuti bunga kuning itu yang menuju ke pohon mati yang beliau takuti sebelumnya dan masuk ke hutan. Disana ada sebuah pondok dan ia mendengar percakapan mengenai puteri dan raja di dalam.
Thieu sempat mengintip tapi ia tertangkap lembap oleh seseorang dan ia pribadi kabur.

Tapi ternyata Thieu mengenal siapa orang itu. Orang itu yakni sahabat ayahnya dulu dari kelompok sirkus dan Thieu sempat bertanya pada ayahnya mengenai orang itu tapi ayahnya jadi badmood. Ibu bertanya kenapa Thieu tiba-tiba menanyakan itu dan Thieu menjelaskan ia melihat si laki-laki itu.
Ibu akhirnya menjelaskan apa yang terjadi, jikalau orang itu bekerjsama tidak keluar dari desa dan tinggal di hutan bersama puterinya. Cerita mengenai harimau putih dan puteri juga karangan orang desa biar belum dewasa jangan masuk ke hutan dan menemukan mereka.
Thieu masih ingin tau dan pergi lagi ke sana, kali ini orang itu menangkan Thieu dan membawanya ke pinggir sungai dan disanalah ia menceritakan apa yang bekerjsama terjadi.
Bahwa dulu istrinya yakni pembalap di sebuah sirkus, yang masuk ke dalam tong itu lho, yang nanti didalamnya ada yang naik motor, jikalau disini namanya Tong Setan.
Dan ketika itu, ia menonton bersama puterinya dan terjadi sebuah kecelakaan yang menciptakan puterinya shock dan kehilangan akal, jadi puterinya gila sehabis ajal ibunya. Puterinya mengira jikalau ia yakni seorang puteri dan alasannya yakni itu sebagai ayah ia ikut akal-akalan menjadi raja.
Untuk melindungi puterinya, ia membawa puterinya tinggal di hutan, jauh dari keramaian.

Suatu hari, Tuong menghilang dan Thieu panik, ia mencari Tuong kemana-mana dan ternyata Tuong mengkhawatirkan puteri alasannya yakni tidak mengunjunginya jadi ia berniat pergi sendiri. Untung Thieu menemukannya dan menyampaikan ia akan melatih adiknya berjalan dan sehabis adiknya bisa berjalan dengan baik mereka akan pergi bersama-sama.
Karena itu Tuong mulai latihan dan latihan berjalan memakai tongkat. Tapi perjalanan memang jauh, jadi jikalau sudah kelelahan, mereka akan pulang.
Suatu hari, sang puteri muncul di desa dan menjadi usikan belum dewasa sebagai orang gila. Tuong  yang melihat itu ingin menolong anak itu dan berlari ke arah si anak, hingga ia terjatuh alasannya yakni ia belum bisa berjalan dengan baik.
Ini adegan keren banged, Tuong yang berlari menyelamatkan si anak, Thieu yang mengenjar adiknya alasannya yakni khawatir dan si anak yang diganggu terjatuh dan kepalanya terbentur ke tanah.
Tapi alasannya yakni insiden itu ingatan si anak kembali dan ia menjadi normal lagi. Ayahnya tiba kemudian dan terkejut alasannya yakni anaknya sudah mengenal siapa dirinya.

Dan begitulah, kisah ini berakhir dengan si anak yang pulang bersama ayahnya dan melambai ke Tuong dan Thieu. Dan Thieu pulang dengan menggendong Tuong di punggungnya.
Tuong menyampaikan apakah ia bisa berteman dengan si anak wanita itu meski ia bukan pangeran dan Thieu menyampaikan tentu saja. Tuong menyampaikan ia ingin berteman baik ibarat kakaknya dan Man dan Thieu gundah alasannya yakni yang ia lihat Man lebih bersahabat pada Tuong. Tapi Tuong mengatkan Man pernah bilang jikalau ia suka bermain dengan Thieu, mungkin ia aib makanya Man sering bersamanya.
Thieu tidak mengerti kenapa Man harus aib jikalau bersamanya dan Tuong meminta kakaknya membaca buku yang pernah diberikan Man padanya.
Dan begitulah ketika pulang Thieu mencari buku yang pernah diberikan Man padanya dan mengetahui perasaan Man yang sebanrnya.

AWWWWWWW, ini movie sederhana dan so sweet banged.
Hubungan Tuong dan Thieu sebagai adik kakak, sangat dekat. Sang adik sangat mencintai kakaknya dan selalu mengutamakan kakaknya. adiknya memang jauh lebih berani dari pada kakaknya sih, dan tampaknya jiwanya juga lebih dewasa.
Sementara pertemanan Thieu dan Man juga manis banged, ada cinta monyet diantara mereka berdua dan itu benar-benar menciptakan kita jadi mengenang masa-masa kecil kita.
Mereka bertiga beneran berteman baik, meski ada rasa cemburu di hati Thieu alasannya yakni merasa temannya di rebut adiknya sendiri, bahkan mengakibatkan sebuah tragedi. Tapi pada akhirnya Thieu menyadari jikalau ia sangat mencintai adiknya itu.

Orang renta Thieu meski miskin tapi mereka sangat baik. Ayah Thieu orangnya sangat keras tapi ia tak pernah mengeluh. Aku bahagia disini orang renta Thieu sangat baik pada Man yang tinggal bersama mereka, bahkan merelakan kuliner mereka untuk belum dewasa mereka. Mereka tidak mengeluh mengenai bertambahnya satu anggota keluarga yang harus mereka beri makan. Rasanya menyentuh banged.
Mereka keluarga yang serba kekurangan dan belum dewasa mereka tumbuh dengan baik.

Pemandangan di movie ini indah bangeeeeeeeed.
Sebenarnya 11 12 sama indonesia sih, jadi alasannya yakni itu rasanya bersahabat banged dengan kita sendiri.
Seperti pemandangan sawah, sungai, jalan setapak, hutan, alang-alang, bambu dan lain sebagainya. KAmpung Thieu dkk ini ibarat banged sama kampung halaman aku, ya meski disana nggak ada sungai besar dan nggak ada tebing menuju bahari juga sih HAHAHAHHAA.
Tapi jalanan dan rumah sederhana itu mengingatkan banged dengan masa kecil dahulu. Bagaimana menghabiskan waktu berdua bersama adik dan teman-teman.
Aku bisa sedikit mengerti perasaan Man, alasannya yakni saya pernah mencicipi hal yang sama dengan Man ketika kecil dulu, tapi bedanya saya berdua dengan adik tinggal di rumah bibi. Hanya beberapa bulan sih akhirnya reuni lagi dengan orang tua.
Tapi itu yakni kenangan tersendiri ketika itu melaksanakan semuanya sendirian di usia kecil, pulang pergi bersama adik. Aku nggak tahu adik saya masih ingat kenangan itu atau tidak. Aku harap sih beliau melupakan beberapa hal yang menyakitkan didalamnya, alasannya yakni ketika itu beliau masih cukup kecil.

Ini movie apik banged, slice of life-nya sangat terasa dan bagi yang suka movie-movie yang tenang, maka manis nih nonton movie ini.
Cinematografinta keren, musiknya juga oke, ceritanya menarik, meski yang g terbiasa dengan bahasa vietnam niscaya bakalan gundah HAHAHAHAHAHAA
Endingnya memang ada terasa yang kurang, tapi alasannya yakni semenjak awal fokus movie ini yakni abang dan adik, jadi endingnya cukup oke. Plot twist-nya saya nggak nyangka sama sekali, sempat kaget juga kok tiba-tiba ada tokoh baru, tapi masih nyambung dengan kisah di awal.
Seandainya ini movie ada sambungannya niscaya keren hehehehehehe.

 Skor:

Story: 5/5
Acting: 4/5
Cinematography: 4/5
Music: 4/5
Opening: 4/5
Ending: 4/5

Continue Reading

More in Other Movie

To Top