Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 1

Akhirnyaaaaaaaaaaa drama yang sudah ditunggu-tunggu semenjak usang tayang juga dan alasannya yakni memang sudah banyak yang baper duluan sama drama ini, jadi subtitlenya tidak mengecewakan lancar. Semoga saja nggak dihapus ya sama youtube yang kadang jahatnya minta ampun T_____T
Aku sebetulnya agak khawatir pada drama ini alasannya yakni ketika melihat teasernya, saya 100% baper sama OTP tapi saya takut akting pemain film utama wanitanya ga bagus, alasannya yakni kalau dari teaser dan official MV, beliau agak awkward. Tapi ternyata sehabis menonton episode pertamanya, sama sekali nggak terasa. Ceritanya berdasarkan saya mengalir banged dan tentu saja menarik.
Aku baper abis sama drama iniiii ottokheeeeeeeeeeee

Sepertinya ini pertama kalinya saya menciptakan sinopsis/recap drama China selama saya menciptakan blog ini, jadi saya agak khawatir, alasannya yakni nggak biasa. Tapi alasannya yakni saya memang udah baper abis sama OTP, semoga sinopsisnya bisa selesai ya HAHAAHHAHA.
Oke, saya sebetulnya tidak terlalu mengerti sistem sekolah di China bagaimana. Kalau saya lihat sih disini mereka itu anak SMA, tapi disubtitlenya dikatakan mereka yakni anak SMP, sebetulnya sering sih di film China juga saya kadang bingung, katanya anak Sekolah Menengah Pertama tapi pas tamat pribadi kuliah, gitu. HAHAHHAHA. Makara harap dimaklumi kalau ada kesalahan ya.

To Our Pure Little Beauty Episode 1 : Dear Jiang Chen

Drama ini diawali dengan kamar pemain film utama perempuan kita, Chen Xiao Xi. Kamera memperlihatkan foto-foto yang tertempel di dinding, foto para sahabatnya. Xiao Xi sendiri di kamar itu sedang melukis. Narasinya menyampaikan ketika ini yang ada dipikirannya yakni melukis, melukis, melukis, melukis dan melukis.
Lalu diperlihatkan foto tokoh utama laki-laki drama ini, Jiang Chen dan narasinya menyampaikan kalau ketika ia masih remaja, hal yang paling penting baginya yakni laki-laki itu, Jiang Chen.

Flashback ke tahun 2005

Jiang Chen yakni laki-laki dengan IQ 200, jenius, besar kepala dan sangat tampan.
Xiao Xi dan Jiang Chen tinggal di kompleks apartemen yang sama dan selalu pergi ke sekolah bersama-sama. Tentu saja mereka satu sekolah dan satu kelas pula.
Xiao Xi dan Jiang Chen sudah saling kenal semenjak dulu, meski tak bisa dibilang akrab, tapi setidaknya mereka berdua saling kenal.
Xiao Xi menyukai Jiang Chen dan Jiang Chen sudah tahu akan hal itu, alasannya yakni Xiao Xi sudah sering menyampaikan ia menyukai Jiang Chen tapi Jiang Chen selalu menolaknya dengan dingin, menyampaikan ia tak menyukai Xiao Xi. Xiao Xi sama sekali tidak menyerah, ia akan mencari segala cara untuk menciptakan Jiang Chen menyukainya.

Xiao Xi kemudian membuka sebuah website mengenai bagaimana menciptakan orang yang kau sukai jatuh cinta padamu dan disana diberi petunjuk-petunjuk.
Yang pertama yakni harus pandai didepan geberan dan kalau punya wajah kecil biasanya kesempatan lebih besar.

Xiao Xi dikelas yakni siswi biasa yang biasa yang tidak pintar. Tapi ia juga tidak bodoh. Hanya saja tampaknya ia sering menciptakan persoalan dan dipanggil guru, jadi guru udah hafal banged sama dia.
Xiao Xi memiliki sahabat yang duduk dibelakangnya berjulukan Lu Yang. Ia dan Lu Yang sangat dekat tapi keduanya lebih sering bertengkar. Meski sering laga mulut, keduanya cukup dekat untuk menyebarkan contekan. Sebenarnya sih Xiao Xi yang memaksa mengambil kiprah rumah milik Lu Yang, alasannya yakni ia lupa mengerjakan tugas, jadi ia mencontek dengan kecepatan kilat HAHAHHAHAHHA. Lu Yang hanya bisa mengomeli Xiao Xi yang terus mencontek tugasnya, meski begitu beliau membiarkan Xiao Xi terus mencontek tanpa mengambil kertasnya.
Tapi Xiao Xi melakukannya hanya hingga Jiang Chen masuk ke kelas, sehabis Jiang Chen masuk, ia bersikap seperti ia sudah mengerjakan dari rumah dan menyampaikan kalau kiprah hari ini cukup mudah. Xiao Xi ingin kelihatan pandai dimata Jiang Chen. Tapi Jiang Chen tidak peduli, bahkan nggak melirik sedikitpun.

Xiao Xi dan sahabat sebangkunya sedang ada dikeran air sekolah, mereka sedang mengobrol ketika Jiang Chen tiba untuk basuh tangan. Xiao Xi menyadari hal itu dan mulai membicarakan mengenai tes hari ini yang cukup mudah, yaitu mengenai ‘impian’, mengenai bab essay lah, ini lah itu lah.
Xiao Xi kemudian bertanya bagaimana berdasarkan Jiang Chen mengenai tes hari ini. Jiang Chen kemudian menyampaikan pada Jiang Chen kalau tes hari ini temanya yakni hukum. Ia kemudian meninggalkan Xiao Xi yang melongo.
Xiao Xi bertanya pada temannya dan temannya geleng-geleng, kau tidak tahu?
Xiao Xi shock alasannya yakni ia salah tema.

Jam pelajaran selanjutnya, ia dimarahi oleh guru alasannya yakni Xiao Xi salah dalam tes-nya. Ia mengingatkan Xiao Xi yang peringkatnya turun jauh, kalau lama-lama ibarat ini Xiao Xi bisa jadi siswi dengan niai paking rendah di sekolah mereka. Tapi untung saja bel berbunyi dan pelajaran selesai.
Xiao Xi merasa duka sekali, alasannya yakni ia dimarahi dikelas, dihadapan teman-temannya terlebih lagi ada Jiang Chen disana. Setelah guru keluar, Xiao Xi bahkan masih membatu di kursinya, berdiri menatap punggung Jiang Chen.
Lu Yang mencoba menghibur Xiao Xi dengan menyampaikan kalau ia dan Xiao Xi rankingnya nggak beda jauh, ia bahkan menyampaikan kalau ia dan Xiao Xi bisa membentuh sebuah geng berjulukan Dragon Brother Sister dan bla bla bla.
Tapi Xiao Xi tidak mendengarkan, ia cemberut sambil menatap punggung Jiang Chen.

Seorang gadis kemudian mendekati Jiang Chen untuk mencar ilmu mengenai grammar dan Jiang Chen oke mengajarinya. Xiao Xi kesal banged dan bertanya pada Lu Yang, berdasarkan Lu Yang wajah siapa yang lebih kecil, gadis itu atau dirinya?
Lu Yang nggak ngerti maksudnya dan ia menyampaikan wajah gadis itu lebih kecil. Xiao Xi mendesah menyampaikan kalau wajahnya terlalu besar, ia meninggalkan kelas. Lu Yang mengikutinya.
Xiao Xi tidak sadar kalau semenjak tadi sebetulnya Jiang Chen memperhatikan pembicaraan mereka berdua, ia bahkan oke mengajari sahabat sekelasnya itu sehabis ia sedikit melirik ke arah Xiao Xi hehehhehehe.

Malam harinya, Xiao Xi kembali membaca bagaimana cara menciptakan gebetan menyukaimu, dan tips ketiga yakni memasak untuknya/memberikan kuliner padanya.
Xiao Xi menamakan strategi ini dengan strategi sarapan pagi. Xiao Xi menunggu Jiang Chen dibelakang pintu apartemen mereka untuk menyampaikan roti pada Jiang Chen. Tapi ketika Jiang Chen keluar, ia menolak alasannya yakni ia tidak suka roti, ia menyuruh Xiao Xi berhenti memberinya roti.
Xiao Xi ternyata tidak menyerah, ia menunggu Jiang Chen setiap hari dan di hari ke-8, Jiang Chen nggak muncul-muncul, padahal sudah jam 8. Sekolah mereka masuk jam 8 pagi dan Xiao Xi terlambat ke sekolah hari itu. Satpam sekolah bahkan menyampaikan ini ke-5 kalinya Xiao Xi telat HAHHAHAHAHAAHHA.
Xiao Xi belum mengalah dan kali ini ia berdiri dan menunggu Jiang Chen pukul 6 pagi HAHAHAHHAHA. Tapi alasannya yakni kepagian beliau malah mengantuk dan tertidur. Jiang Chen beneran berangkat pagi banged ternyata, ia hanya melihat dan meninggalkan Xiao Xi.

Gagal dengan strategi makanan, Xiao Xi kemudian membaca langkah berikutnya, yaitu menyatakan dengan menyampaikan surat cinta.
Xiao Xi sudah memikirkan akan menyampaikan surat cinta pada Jiang Chen, selama pelajaran, Xiao Xi terus memandangi Jiang Chen, lol. Untung nggak tertangkap tangan sama gurunya.
PUlang sekolah, Xiao Xi ke toko buku untuk membeli buku kumpulan surat cinta, alasannya yakni Xiao Xi tidak tahu bagaimana cara menulis surat cinta.
Saat makan siang di kantin, Xiao Xi makan sambil membaca buku itu dan beliau galau sendiri alasannya yakni banyak hal yang tidak ia mengerti. Lu Yang yang melihatnya menarik hati Xiao Xi. Ia kemudian menyampaikan kalau Xiao Xi ingin menulis surat cinta, ia bisa mengajari Xiao Xi, alasannya yakni ia yakni Guru Cinta, yang sudah pernah mendapatkan lebih dari 50 surat cinta. Xiao Xi menyampaikan ia mempercayai Lu Yang, tapi ia lebih percaya pada buku yang ia baca.

Xiao Xi kemudian lanjut membaca tapi ia benar-benar galau dengan kata-kata di buku, ujung-ujungnya ia menatap Lu Yang dan memohon padanya untuk menyebarkan pengalaman ihwal surat cinta yang diterima oleh Lu Yang. Lu Yang sok jual malah dan Xiao Xi dengan lucunya mulai menarik hati Lu Yang, bahkan menyampaikan ayam makan siangnya pada Lu Yang.
Lu Yang kemudian menyampaikan dengan serius pada Xiao Xi kalau ayahnya tidak memperbolehkannya pacaran hingga ia menerima ranking 10 besar di kelas HAHHAHAHAHA.
Xiao Xi kecewa, tapi Lu Yang menyampaikan ia akan mengajarkan Xiao Xi menulis surat cinta dengan syarat Xiao Xi  harus membantunya melaksanakan sesuatu, yaitu menyampaikan surat cintanya pada orang yang ia sukai. Xiao Xi tidak mengerti kenapa orang yang banyak mendapatkan surat cinta harus menulis surat cinta untuk orang lain. Lu Yang malah menyampaikan kalau ia dilarang hanya mendapatkan terus, harus mengirim juga wkwkkwkwkw.

Xiao Xi hasilnya oke dan mereka menghabiskan waktu di perpustakaan untuk menulis surat cinta itu. Lu Yang membantunya mencari kata-kata untuk surat cintanya.
Lu Yang mulai menyampaikan apa yang harus ditulis Xiao Xi dan Xiao Xi kelihatan menyukai itu, dan menulisnya dengan penuh semangat.

Pulang sekolah, Jiang Chen pulang bersama sahabat sekelas yang tadi minta ajari bahasa inggris. Xiao Xi menunggu Jiang Chen di jalan pulang daerah ia biasa menunggu, semoga mereka pulang bantu-membantu HAHAHHAAHHA.
Melihat Jiang Chen bersama gadis itu, Xiao Xi pribadi melancarkan aksinya, ia sengaja membawa sepedanya dan berdiri ditengah mereka untuk pulang bersama Jiang Chen. Ia bahkan menyampaikan pada sahabat sekelasnya untuk pulang alasannya yakni ia akan pulang bersama Jiang Chen.
Jiang Chen sih tak peduli dan meninggalkan keduanya. Karena rumah Xiao Xi dan Jiang Chen satu gedung, jadi Xiao Xi dengan gampang mengikutinya. Sepertinya rumah sahabat sekelas mereka itu beda arah gitu.
Xiao Xi dan Jiang Chen naik sepeda beriringan. Xiao Xi sengaja mengajak Jiang Chen bicara, ia menyampaikan kalau ia menulis sebuah puisi dan ingin Jiang Chen mendengarkannya.
Jiang Chen kayaknya nggak ada ngomong apa-apa, dan Xiao Xi mulai menyampaikan puisi yang ia maksud yang sebetulnya yakni isi surat cintanya, ‘My Love is like the tide, Love like the tide, pulling me towards you’.
Xiao Xi bertanya bagaimana pendapat Jiang Chen. Jiang Chen menatapnya dan berkata, jikalau kau punya waktu untuk menghafal lirik lagu, kenapa kau tidak memakai waktu itu untuk mengerjakan tugasmu?
Jiang Chen mengayuh sepedanya meninggalkan Xiao Xi yang shock. Ia kemudian membuka tasnya dan melihat kertas yang ia tulis tadi apakah benar itu lirik lagu. Xiao Xi membacanya dan membacanya kemudian ia tiba-tiba mulai merasa kalau memang sebuah lirik lagu yang ia tahu.
Xiao Xi kesal sekali HAHAHAHAHHA.

Malam harinya, Xiao Xi chatting dengan seseorang di fanclub, tampaknya mereka ada program dan Xiao Xi tidak bisa ikut alasannya yakni ia harus menulis surat cinta. Kemudian orang itu menyampaikan akan membantunya menulis surat cinta.
Keesokan harinya, Xiao Xi mulai berlatih menyampaikan isi surat cinta itu dihalaman sekolah, tapi gayanya bukannya romantis tapi malah mengancam.
Seseorang mendengar hal itu dan tertarik, jadi ia mendekati Xiao Xi dan terus memperhatikan Xiao Xi yang bicara dengan nada mengancam.
Saat Xiao Xi menyadari kehadian laki-laki itu, ia shock. Si Pria berkomentar kalau sekolah ini ternyata cukup menyeramkan. Ia pikir Xiao Xi yakni bos dari geng sekolah, alasannya yakni nada bicara Xiao Xi tadi dan Xiao Xi malah ikut permainan membenarkan kalau ia ketua geng disana HHAHAHAHAHAA.
Saat Xiao Xi meninggalkan laki-laki itu, ia mengeluh alasannya yakni surat cinta yang diajari temannya itu sama sekali tidak cantik HAHHAHAHAHA.

Pagi itu, ketika pelajaran bahasa Inggris, Xiao Xi diminta ke depan untuk menulis. Xiao Xi kesulitan dan ia diomeli guru lagi. Jiang Chen mengerutkan kening melihat Xiao Xi kesulitan alasannya yakni soal yang mudah. (Jadi kiprah Xiao Xi yakni menuliskan dengan alfabet bahasa inggris dari pilihan kata yang dibacakan gurunya).

Disaat yang sama laki-laki yang tadi berfikir Xiao Xi yakni bos disekolah itu muncul di kelas mereka dan Xiao Xi shock melihatnya. Saat itu Xiao Xi tidak bisa mengeja b-a-l-a-n-c-e dan si laki-laki itu muncul di pintu menyampaikan jawabannya.
Ternyata beliau yakni siswa pindahan berjulukan Wo Bo Song, beliau seharusnya melapor ke guru wali kelas pukul 8, tapi ia terlambat, jadi guru menghukumnya untuk menulis bersama Xiao Xi.
Xiao Xi yang mencoba menyembunyikan wajahnya gagal, alasannya yakni Bo Song pribadi tahu itu yakni si bos. Bo Song memanggil Xiao Xi dengan panggilan ‘bos’ dan berbisik kalau ia bergantung pada Xiao Xi.
Makara ketika guru membacakan kata selanjutnya, keduanya sama-sama tidak tahu menulisnya, Xiao Xi menggandakan apa yang ditulis Bo Song dan Bo Song juga menggandakan apa yang ditulis oleh Xiao Xi, jadi mereka terus saling lirik dan nggak selesai-selesai HAHHAHAHAHAHHHAHA.
Pada hasilnya guru mengalah dan menyuruh mereka untuk menghafal kosa kata setiap hari. Ia menyuruh Xiao Xi duduk. Xiao Xi tidak mengerti kenapa tadi Bo Song malah lancar mengeja kata balance dan Bo Song memperlihatkan kaos-nya, ada goresan pena balance, makanya ia tahu HAHAHHAHAHHAAHAHHAH.

Xiao Xi kembali ke kursinya dan menatap punggung Jiang Chen dengan sedih, alasannya yakni lagi-lagi ia aib dihadapan orang yang ia sukai.
Sementara itu Bo Song memperkenalkan dirinya di depan kelas dan guru menyuruhnya duduk di kursi kosong dibelakang Xiao Xi, disamping Lu Yang.
Xiao Xi panik sendiri, beliau malas berdekatan dengan Bo Song. Sementara Bo Song malah menyukainya dan memanggil Xiao Xi dengan panggilan bos.
Lu Yang ingin tau kenapa Bo Song memanggil Xiao Xi dengan ‘bos’. Bo Song hanya tersenyum dan menyampaikan alasannya yakni sebuah keberuntungan membawa mereka berdua bersama, benarkan begitu, bos?
Xiao Xi berusaha tidak mendengarkan dan menyembunyikan wajahnya.

Saat jam istirahat, tidak ada siapapun di kelas, Xiao Xi masuk belakang layar dan menuju tasnya, ia kemudian mengeluarkan sesuatu dari sana. Sekumpulan surat cinta milik Lu Yang, yang harus ia antarkan dan diantara amplop pink itu ada surat cinta miliknya yang hasilnya ia tulis sendiri. Tentu saja surat cinta untuk Jiang Chen. Tandanya adalah, diamplop surat cinta milik Xiao Xi ada gambar huruf manga-nya.
Xiao Xi berniat untuk menyampaikan surat cinta itu pada Jiang Chen, dengan memasukkan ke tas Jiang Chen hari ini, alasannya yakni ia tidak mau keduluan siswi lain yang naksir Jiang Chen. Bodohnya, beliau tidak mengambil surat cintanya, malah membawa semua amplop pink itu dan ragu-ragu memasukkannya. Tiba-tiba pintu terbuka, Xiao Xi panik dan salah memasukkan surat ke dalam tas Jiang Chen, tentu saja yang masuk bukan miliknya, tapi Xiao Xi tidak menyadarinya.
Xiao Xi dengan cepat kembali ke kursinya, ternyata yang masuk yakni Jiang Chen dan sahabat sekelas yang lain.
Xiao Xi menahan nafasnya dan mencoba bersikap tenang, alasannya yakni surat cintanya akan dibaca oleh Jiang Chen, tinggal menunggu waktu Jiang Chen melihatnya.

Saat jam pelajaran selanjutnya, Jiang Chen yang akan mengambil sesuatu di tasnya, menemukan surat cinta pink itu. Jiang Chen cukup kaget ada surat ditasnya dan lucunya ia pribadi mengambil dan membacanya.
Xiao Xi yang melihat hal itu panik sendiri alasannya yakni Jiang Chen membaca surat cintanya. Jiang Chen mengerutkan kening membaca surat cinta itu dan sempat melirik ke arah Xiao Xi. Xiao Xi membisu saja menatap Jiang Chen. Jiang Chen malah memperlihatkan wajah dingin dan kembali fokus belajar.
Xiao Xi merasa kalau ia sudah tidak ada harapan lagi dan tak bersemangat. Sepertinya ia ingin bicara pada Jiang Chen.
Lu Yang kemudian mendekatinya dan mengajaknya untuk bermain diluar, Xiao Xi batal bicara pada Jiang Chen. Jiang Chen kelihatan tidak memperdulikan mereka berdua.

Xiao Xi dan Lu Yang ternyata keluar untuk menyampaikan surat-surat cinta itu, sesuai komitmen Xiao Xi.
Jadi, Lu Yang membawa Xiao Xi ke kelas si gadis dan Xiao Xi yang bicara dan menyampaikan surat cinta itu. Saat Xiao Xi akan memberikannya, tiba-tiba anak bandel dari kelas itu merebut surat cinta Lu Yang dan membukanya. Xiao Xi panik dan berusaha mengambilnya lagi, tapi mereka terlalu banyak dan mulai mengejek-ejek Lu Yang yang menyampaikan surat cinta pada sahabat sekelas mereka. Mereka bahkan membuka surat itu dan membacakannya di depan umum, Xiao Xi dan Lu Yang berusaha merebutnya. Mereka mengejek Lu Yang yang berani menulis surat tapi tak berani memberikannya. Terjadi pertengkaran disana. Sepertinya Lu Yang menulis surat itu pada abang kelas, tapi saya kurang ngerti sih, subnya agak nggak terang T_T
Kabar mengenai itu terdengar ke kelas Jiang Chen dkk dan beberapa anak pergi untuk melihat keadaan.
Saat pertengkaran semakin memanas, tiba-tiba seorang gadis muncul dihadapan mereka, beliau yakni sahabat sekelas Xiao Xi dkk. Ia bertanya apa yang terjadi dan Xiao Xi menyampaikan kalau mereka membaca surat yang ditulis oleh Lu Yang. si laki-laki juga mengaku kalau ia membacanya dan mulai sok jago. Si gadis nyalinya cukup besar melawan abang kelas dan pertengkaran hampir terjadi ketika Bo Song juga tiba menahan si abang kelas. Bo Song ini kelihatan ibarat preman banged, jadi yang lain takut.
Keadaan makin memanas ketika Jiang Chen muncul tiba-tiba menyampaikan kalau guru tiba dan semuanya bubar alasannya yakni takut dihukum.

Jiang Chen menarik tangan Xiao Xi untuk pergi dari sana dan si gadis menarik tangan Lu Yang bersamanya. Lu Yang pribadi jatuh cinta pada gadis itu. awwwwwwwwww.
Aku suka adegan ini, ketika si gadis menarik tangannya, Lu Yang beneran udah jatuh cinta, tatapannya itu lho.

Kabar pertengkaran itu sudah terdengar oleh guru dan wali kelas memarahi mereka. Tidak hanya itu, asa seorang guru laki-laki yang juga tiba marah-marah, tampaknya kepala sekolah atau bagaimana, saya juga kurang jelas. Tentu saja yang beliau marahi yakni Lu Yang si pengirim surat cinta, ia kemudian meminta dimana surat cinta lainnya dan Lu Yang menyampaikan surat itu ada pada Xiao Xi.
Xiao Xi tentu saja panik alasannya yakni Lu Yang menyampaikan namanya dan guru itu mendekati Xiao Xi sebagai kaki tangan Lu Yang, yang mau-maunya disuruh untuk melaksanakan hal itu.
Xiao Xi hasilnya mengeluarkan surat cinta milik Lu Yang dan menyadari kalau salah satu amplop itu yakni surat cinta miliknya. Ia sadar kalau ia memasukkan amplop yang salah ke tas Jiang Chen tadi.
Tapi surat itu keburu diambil oleh pak guru.

Guru yang murka itu mulai membuka surat Lu Yang dan membacakan isinya di depan kelas, Lu Yang hanya bisa menunduk sementara anak yang lain menahan tawa. Xiao Xi beneran khawatir surat cintanya akan dibaca.
Jiang Chen sedniri yang mendengarkan isi surat cinta itu merasa kalau ia pernah membacanya, ia kemudian mengambil surat cinta yang ia terima dan menyadari kalau isinya sama persis. Jiang Chen bingung.
Guru membuka surat cinta kedua dan ia mengeluh alasannya yakni Lu Yang menciptakan surat cinta dengan isi yang sama dan marah-marah. Jiang Chen hasilnya mengerti kalau tampaknya Xiao Xi salah masukkan surat.

Guru akan membuka surat berikutnya dan Xiao Xi makin panik alasannya yakni itu surat miliknya. Xiao Xi bergumam kalau habislah dirinya alasannya yakni guru akan membacakan suratnya didepan kelas.
Jiang Chen menyadari hal itu dan menatap Xiao Xi yang sudah menyerah. Ia menghela nafas dan akan melaksanakan sesuatu, tapi ia terlambat sepersekian detik dari Bo Song yang pribadi berdiri dan menyampaikan pada guru kalau surat cinta yakni sesuatu yang pribadi, guru tak boleh membacanya dihadapan umum. Gadis yang tadi membantu Xiao Xi dan Lu Yang juga berdiri membela dan Jiang Chen juga ikut membela mereka.
Xiao Xi mengakui kalau ia dan Lu Yang salah dan menyampaikan tidak akan melaksanakan hal ibarat itu lagi. Guru kesal sekali melihat mereka berlima dan menghukum mereka untuk menulis surat penyesalan 100 kali sebelum pulang sekolah.

Xiao Xi, Jiang Chen, Lu Yang, Bo Song dan gadis sahabat sekelas mereka ada di ruang guru, menulis surat penyesalan. Mereka berlima saling melirik dan senyam senyum sendiri.
Bo Song tidak tahu mau menulis apa dan meminta Xiao Xi menuliskannya. Xiao Xi menyampaikan ia akan melakukannya sehabis miliknya selesai.
Lu Yang sendiri menyampaikan miliknya pada Bo Song untuk di contek, Bo Song berterimakasih. Lu Yang menyampaikan ia bisa membantu gadis itu untuk menulis, tapi gadis itu menolak, ia bisa melakukannya sendiri.
Xiao Xi sendiri memakai kesempatan itu untuk membantu Jiang Chen, ia menyampaikan ia sudah berpengalaman menulis surat penyesalan jadi ia bisa membantu Jiang Chen, tapi Jiang Chen menolak. Xiao Xi tetap bersikeras mengajarinya ini harusnya begini dan begitu, dilarang menulis ini dan itu HAHHAHAHAHAHAHA.
Tapi Jiang Chen tidak mendengarkan. LOL.

Teman sekelas mereka itu menasehati Lu Yang, beliau dibully tapi tak berani melawan dan menyampaikan lain kali Lu Yang harus melawan ketika ia dibully. Lu Yang terpesona dengan si gadis itu. Bo Song menyampaikan ia pikir masalahnya ada disurat itu, tidak ditulis dengan baik. Lu Yang menyampaikan ia hanya latihan saja menulis surat cinta itu.
Xiao Xi terkejut alasannya yakni Lu Yang menyampaikan padanya kalau ia yakni andal percintaan. HAHHAHAAHHA.
Mereka terus bicara dan ribut disana, jadi mereka diperingatkan untuk tenang.
Lu Yang kemudian mengajak mereka ke internet cafe sehabis selesai menulis. Xiao Xi dan si gadis menolak, alasannya yakni mereka harus melaksanakan sesuatu, mereka selesai menulis dan meninggalkan ketiganya.
Lu Yang mencoba mengajak Jiang Chen dan Bo Song. Jiang Chen menyampaikan ia sibuk, ia tak bisa pergi. Sementara Bo Song mengatakan, Bos-ku tidak pergi, jadi untuk apa saya pergi?
ACCCCCCCCCCCCKKK!!!!!!!!!!!!! My Boss!!!!!!!! 2nd lead male syndrome HAHHAHAHAHHA.

Tapi pada hasilnya mereka bertiga pergi ke internet cafe dan main game HAHHAHAHAHHAAHHA.
Bo Song tidak cerdik bermain game, ia kalah. Jiang Chen tidak mengecewakan bisa bermain game, ia menerima peringkat no. 2.
Lu Yang kemudian berfikir mereka bertiga harus membentuk sebuah geng dan Jiang Chen bertanya, apa kau akan menamainya Dragon and Tiger Brothers?
Lu Yang terkejut, alasannya yakni ia hanya membicarakan itu pada Xiao Xi, artinya selama ini Jiang Chen mendengarkan mereka.

Bo Song mendengarkan percakapan mereka berdua dalam membisu dan aura-auranya beliau tahu nih kalau Jiang Chen itu suka memperhatikan Xiao Xi hmmmmmm.
Lu Yang masih sibuk dengan nama grup baru, The Strong Kings atau G4 dan Bo Song tidak menyukainya alasannya yakni itu terdengar bodoh. Jiang Chen malah tersenyum menyampaikan setidaknya nama itu lebih cantik dari kemampuan game Bo Song HAHAHAHAHAHA.
JIang Chen kemudian memanggil nama Lu Yang dan menyuruhnya fokus pada game dan Lu Yang terharu alasannya yakni Jiang Chen tahu namanya. Jiang Chen menyampaikan kalau mengingat nama tidaklah sulit baginya.
Awwwwwwwwwww. Itu alasannya yakni Lu Yang sering sama Xiao Xi, makanya beliau ingat, alasannya yakni Jiang Chen belakang layar dalam wajah dinginnya selalu memperhatikan Xiao Xi aaackkkkkkk butterfly in my stomach!

Sementara itu, sebuah takdir juga terjadi antara Xiao Xi dan sahabat sekelasnya itu. Ternyata keduanya sama-sama fangirl seorang idola berjulukan Chun Chun yang nama fanclubnya yakni corn. Keduanya sama-sama terkejut alasannya yakni bertemu disana.
Inisial Xiao Xi di fanclub yakni JClove (Jiang Chen love? HAHAHHAHAHA). Dan inisial sahabat sekelasnya yakni Fei Mao Under Three Thousand Inches. Dan yakni orang yang mengajarkan Xiao Xi surat cinta kedua dengan nada bahaya itu, omg!
Xiao Xi dan Fei Mao meski saling kenal mereka kelihatan gugup dan tak bicara disana, mungkin masih kaget.
Saat itu mereka harus mengeluarkan banner dan Fei Mao melaksanakan kesalahan alasannya yakni melipat bannernya dimana kepala Chun Chun terlipat, jadi gambarnya rusak. Yang lain protes alasannya yakni Fei Mao menciptakan kepala Chun Chun begitu dan mulai ragu apakah benar beliau fans Chun Chun alasannya yakni Fei Mao tidak memperhatikan banner dengan benar.

Fei Mao meminta maaf pada semuanya, menyampaikan ia tidak melaksanakan itu dengan sengaja. Xiao Xi yang melihat Fei Mao kesulitan menyampaikan kalau ia punya cara.
Xiao Xi meminta Fei Mao membalik bannernya dan ia mengeluarkan alat lukis dari tasnya. Xiao Xi mulai melukis dengan cepat dan menghasilkan sebuah banner yang sangat bagus.
Yang lain kagum dengan Xiao Xi dan hasilnya hari itu Fei Mao selamat dan tidak diragukan oleh anggota fanclub. Xiao Xi dan Fei Mao saling tersenyum.

Keduanya pulang bersama, Fei Mao berterima kasih pada Xiao Xi, alasannya yakni kalau tidak ada Xiao Xi mungkin ia akan menjadi popcorn hari ini HAHAHAHAHHA Karena nama fanclub-nya kan jagung XD
Mereka juga membahas mengenai surat cinta yang ditulis Xiao Xi dan Fei Mao bisa menebak kalau itu untuk Jiang Chen meski Xiao Xi menyampaikan ia menulisnya untuk temannya.
Fei Mao tidak mengerti kenapa Xiao Xi menyukai Jiang Chen yang dingin itu.

Keesokan harinya, alarm berbunyi. Xiao Xi harus berdiri pagi untuk menunggu Jiang Chen, menyampaikan sarapan pagi. Tapi kemarin ia sangat lelah dan memutuskan untuk tidak melakukannya hari ini.
Xiao Xi keluar dari apartemennya dengan wajah mengantuk dan rambut acak-acakan, ia masih membawa 2 bungkus roti.
Xiao Xi berjalan dengan mata tertutup kemudian ia menyadari seseorang ada dihadapannya. Itu yakni Jiang Chen yang sedang menunggunya untuk berangkat bareng awwwwwwwwwwww.
Xiao Xi sangat bahagia.

Xiao Xi dan Jiang Chen berangkat bantu-membantu hari itu. Jiang Chen bahkan mendapatkan roti dukungan Xiao Xi.
Sepanjang jalan, Xiao Xi terus menatap Jiang Chen sambil tersenyum lebar. Jiang Chen juga menatapnya sih, tapi dengan wajah biasa aja HAHHAHAHA.
Aku suka Xiao Xi bukan tipe yang tersipu aib kalau ditatap, Jiang Chen menatap beliau tetap tersenyum dan tidak mengalihkan pandangannya.

“Meskipun kau tidak mendapatkan surat cinta itu, saya tidak tahu kenapa saya merasa kau sudah mengetahuinya.”

-The End-

Epilog:

Hari dimana Xiao Xi menunggu Jiang Chen jam 6 pagi, Xiao Xi duduk dan tertidur alasannya yakni mengantuk.
Saat Jiang Chen keluar dari apartemen, ia melihat Xiao Xi dan mendekatinya. Ia bahkan berjongkok di hadapan Xiao Xi dan tersenum manis menatapnya. AAAACCCCCCCCCKKK.
Jiang Chen bahkan mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Xiao Xi tapi kemudian Xiao Xi bicara dalam tidurnya, Jiang Chen, tolong makanlah roti ini.
Jiang Chen menahan senyumnya dan meninggalkan Xiao Xi.

Komentar:

Aaaacccccccccccccccccclkkkk!!!
Epilognya membunuhku!!!!
Aku pikir Jiang Chen beneran meninggalkan Xiao Xi begitu saja ketika melihat gadis itu tidur di halaman belakang apartemen menunggunya. Ternyata oh ternyata, kau belakang layar datang, senyam senyum dan hampir menyentuhnya. Aaaacckkkk. Seandainya Xiao Xi tahu beliau bakalan pingsan HAHAHAAHHAHAHHA.

Wah, ini drama episode pertamanya cukup seru, saya sukaaaaaaaaaaaaaa, Bikin baper!!!!!
Aku nggak bisa milih antara Jiang Chen atau Bo Song, dua-duanya bikin saya baper dan senyam senyum sendiri melihat adegan mereka bersama si manis Xiao Xi.
Mungkin belum kelihatan dari sisi Bo Song ya, tapi ketika Bo Song menyampaikan ‘Bosku tidak pergi, kenapa saya harus pergi’ saya beneran teriak lhoooo, Aaaacccckkkk, panggilan sayang ya, Bos hehehehehehe.
Bo Song tampaknya udah tahu kalau Jiang Chen itu ada rasa sama Xiao Xi.

Awalnya saya pikir, Jiang Chen ini akan sama dengan lead male lainnya yang dinginnya minta ampun pas awal-awal episode, tapi ternyata si Jiang Chen ini beda banged. Dia udah memperlihatkan rasa ketertarikan pada Xiao Xi. Makara meski kelihatan cuek, sebetulnya beliau itu udah tahu Xiao Xi bakalan begini, bakalan begitu. Soalnya kayaknya mereka udah kenal semenjak kecil XD XD Soalnya kan satu apartemen ya, saya nggak tahu lho kalau mereka tinggal di apartemen yang sama, hingga saya menonton episode ini XD
Jiang Chen cakep banged dan perhatian juga, beliau suka memperhatikan Xiao Xi diam-diam, jangan-jangan beliau sebetulnya cemburu pada Lu Yang, yang suka nempel-nempel pada Xiao Xi HAHHAHAHAHAHHA. Makanya beliau ingat namanya XD
Xiao Xi ngejar Jiang Chen juga perjuangannya gede banged ya, beliau bukan tipe male lead yang gampang mengalah dan tersipu-sipu, jadi terasa bedanya.

Aku belum tau nama orisinil temen Xiao Xi itu, Fei Mao apakah nama aslinya atau cuma nama samaran aja. Tapi beliau ini menarik banged karakternya, beliau orangnya keras dan suka berterus-terang, beliau juga nggak takut dan besar lengan berkuasa kayaknya. Tapi uniknya di fanclub beliau pendiam, nggak ibarat di sekolah.
Aku ingin tau apakah akan ada love line antara beliau dan Jiang Chen, tapi kayaknya enggak sih ya, alasannya yakni beliau bakalan dipasangkan pada Lu Yang hehehheheheh. Udah kebanyakan liat spoiler sih XD

Aku menyukai episode 1 ini memperlihatkan bagaimana 5 tokoh utama kita mulai bersahabat. Semua itu alasannya yakni surat cinta, mereka hasilnya menjadi dekat dan berteman. Takdir antara 3 sahabat laki-laki dan 2 gadis yang hasilnya berteman.
Aku menantikan episode selanjutnya.
Drama ini tayang 4 kali seminggu, setiap kamis dan jumat, 2 episode dalam 1 hari. Tapi untuk pelanggan VIP, bisa menonton episode 1-8 dihari kamis kemudian dan 2 episode lebih awal dari yang tayang di TV.
Pokoknya gitu deh, kita sebagai yang mengandalkan situs gratisan ya nungguin updatenya aja. Sepertinya banyak yang tertarik dan subnya akan lancar, semoga juga youtube jangan cepat menghapus videonya, alasannya yakni enakan nonton di youtube HHAHAHAHAHHA.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top