Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 10-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 10-1

Masih di A Love So Beautiful, sebuah cinta yang sangat indah, yaps, indah banged sampe 2nd leadnya juga pengorbanannya sangat indah meski pada balasannya ia terluka, tapi setidaknya harapannya yakni sang gadis tersenyum bahagia.  Wu Bo Song, sini sama saya ajah 😭😭😭

To Our Pure Little Beauty Episode 10: And Then There Were None

Memasuki animo hambar di tahun kedua masa SMA, cuaca semakin hambar jadi ibu ingin Xiao Xi mengenakan legging biar ia tak kedinginan. Legging itu warnanya pink cerah dan norak, Xiao Xi tidak ingin memakainya, sebab terlihat jelek. Ibu tetap memaksa, toh dipaka di dalam celana, nggak akan kelihatan. Tapi Xiao Xi tetap menolak dan bahkan kabur sebab ibunya tak memperbolehkannya ke sekolah jika nggak make itu.

Xiao Xi bertemu dengan Jiang Chen dalam perjalanan ke sekolah dan menyampaikan roti pada Jiang Chen untuk sarapan. TApi Jiang Chen menolak sebab ia sudah sarapan. Xiao Xi kecewa padahal ia pergi pagi-pagi demi membeli roti itu. TApi sebab Jiang Chen tidak mau ia akan memakannya nanti, sebab tadi ia juga sarapan nggak banyak.
JIang Chen mengejeknya, jangan bilang kamu menggunakan alasan membelikanku sarapan supaya kamu sanggup makan 2 porsi?
Xiao Xi tersenyum, ah, tampaknya saya ketahuan.
hehehhehehhe. Keduanya kemudian berangkat sekolah bersama-sama.

Bo Song membeli sesuatu di supermarket dan akan berangkat ke sekolah juga. Tapi kemudian matanya menangkap Xiao Xi dan Jiang Chen yang berangkat bersama-sama. Bo Song tidak sanggup mengalihkan pandangannya.
Bo SOng tidak sanggup menghentikan rasa sukanya pada Xiao Xi, ia menentukan menjadi sobat Xiao Xi dengan berbohong mengenai perasaannya.

Di kelas, Jiang Chen menatap Xiao Xi yang membaca sambil makan roti dan ia berkomentar jika Xiao Xi benar-benar sarapan roti yang dibeli tadi.
Xiao Xi bertanya apakah Jiang Chen mau rotinya dan Jiang Chen mengalihkan pandangannya, menolak. Xiao Xi menyampaikan ia tak akan menyampaikan yang ia makan, dan mengambilkan yang gres dari tasnya dan dengan manis menyampaikan pada Jiang Chen. Jiang Chen hanya menatapnya.
Tapi kemudian si Li wei kembali datang  dan mengganggu pembicaraan mereka, ia membawakan sesuatu yang ia buat sendiri untuk Jiang Chen dan ingin Jiang Chen mencicipinya.
Xiao Xi menatap pada Li wei dengan kesal dan Jiang Chen memperhatikan reaksi Xiao Xi, ia tetapkan menolak masakan dari Li wei, tapi Li wei terus memaksa dengan memohon biar Jiang Chen mencobanya, jika ada sesuatu yang salah Jiang Chen sanggup menyampaikan padanya dan ia akan memperbaiki rasanya  ketika ia menciptakan lagi nanti.
Akhirnya Jiang Chen menerimanya.

Xiao Xi kesal sekali dan melempar rotinya pada Lu Yang, ia menirukan kata-kata Li wei, Ini, makan roti ini, saya membelinya dan jika rasanya nggak enak, jangan katakan padaku. (LOL).
Jiang Chen belakang layar tersenyum mendengar Xiao Xi. Lu Yang senang banged sanggup masakan gratis, tapi ia malah asik mencuri masakan Xiao Xi juga.
Bo Song gres saja tiba dan ia sedang memikirkan sesuatu sambil menatap Xiao Xi. Ia tampaknya membelikan Xiao Xi sesuatu dan ingin memberikannya. Tapi ia ragu. Ia menatap Jiang Chen dan Xiao Xi bergantian.

Lu Yang makan sambil terus membicarakan novel yang ia pinjamkan pada Xiao Xi dan bagaimana ia lupa membawa novel untuk dibaca hari ini.
Ia kemudian menyadari roti yang dibeli Xiao Xi yakni sandwich isi ayam dan protes pada Xiao Xi, flu burung sedang mewabah tapi Xiao Xi membeli sandwich ayam dan berfikir jika ia akan mati kena flu burung.
Bo Song mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan ingin menyampaikan pada Xiao Xi, tapi ia ragu dan balasannya keluar dari kelas. Ia membeli kantong air panas / hit water pack untuk Xiao Xi.

Bo Song mengisi air panas di kantong itu ketika Lu Yang tiba dan berkomentar jika Bo Song yakni seorang laki-laki tapi masih menggunakan hot pack. Ia juga protes sebab Bo Song mengisi hot pack itu dengan air panas yang disediakan sekolah untuk minum siswa.
Bo Song menyampaikan jika hot pack itu yakni botol minuman baginya dan bahkan minum dari sana LOL. Lu Yang menatapnya dengan dahi berkerut HAHHAAHAHAHAHA.

Hari itu jam berguru sendiri, Xiao Xi sangat fokus membaca novelnya. Bo Song akan menyampaikan hot pack itu pada Xiao Xi tapi menyadari wali kelas datang, ia menyembunyikannya. Anak-anak lain juga menyadari guru tiba dan yang tadinya main-main eksklusif serius belajar.
Xiao Xi terlalu fokus pada novelnya jadi ia tak menyadarinya, bahkan yang lain sudah memberinya arahan dan memanggil namanya tapi ia tak mendengarkan.
Jiang Chen khawatir pada Xiao Xi dan memikirkan cara untuk memberitahunya. Sementara wali kelas mulai curiga pada Xiao Xi dan berjalan mendekatinya. Bo song juga mengkhawatirkan Xiao Xi dan menggunakan caranya sendiri untuk menghentikan wali kelas.
Ia berdiri dan menyapa wali kelas mereka, Xiao Xi mendengarnya dan panik, ia menyimpan novelnya di laci. Tapi wali kelas sudah tahu dan meminta Xiao Xi mengeluarkan novelnya. Xiao Xi tak punya pilihan dan menyampaikan novel itu pada wali kelas.
Wali kelas mulai mengomeli Xiao Xi menyampaikan jika Xiao Xi sudah kelas 2 Sekolah Menengan Atas dan masih sempat-sempatnya membaca novel, Apa kamu pikir dengan membaca novel kamu sanggup masuk universitas? Apa saya pikir kamu yakni Han Han? (penulis novel terkenal China).
Bo song bergumam jika Han Han itu tidak kuliah dan wali kelas jadi memarahi Bo song juga. Ia menyuruh Bo Song berdiri dan menyampaikan sifat buruk Xiao Xi ini sebab Bo Song.
Xiao Xi dan Bo Song dieksekusi berdiri oleh wali kelas, tapi kemudian menyuruh mereka duduk dan lanjut belajar.
Xiao Xi jadi malu dan memandangi Jiang Chen.

Xiao Xi sedang mengeluh bagaimana ia gres membeli mp3 dan sudah rusak. Novel yang ia baca tinggal 1 halaman sebelum tamat tapi diambil wali kelas. Ia tidak mengenakan leggingnya dan ia kedinginan. Dan belakangan hati orang-orang sangat hambar padanya.
Jing Jing prihatin dan membelai rambut Xiao Xi. Lu Yang ikutan gabung dan bertanya apakah mereka berdua sedang syuting komedi? lol.
Lu Yang bertanya bagaimana Xiao Xi akan membayar buku itu untuknya, novel yang disita wali kelas yakni novel Lu Yang yang ia pinjamkan pada Xiao Xi.
Xiao Xi menyampaikan ia tak akan membayarnya, sebab ia tak punya uang. Lu Yang mengancam akan membocorkan spoiler dan Xiao Xi menolak spoiler, ia menyampaikan akan membayarnya. lol.
Mereka sedang bercanda ketika Jing Jing tak sengaja mendorong Xiao Xi dan Xiao Xi menabrak Jiang Chen yang lewat disana. Xiao Xi terpesona lol.
Jiang Chen bertanya apa yang mereka lakukan dan Xiao Xi menggunakan kesempatan itu untuk meminjam mp3 dari Jiang Chen sebab miliknya rusak.
Jiang Chen menolak. Xiao Xi kecewa dan bertanya kenapa tidak. Jiang Chen menyampaikan tak ada alasannya ia hanya tak mau meminjamkannya. Xiao Xi cemberut.
Sementara itu Jing Jing yang melihat keduanya senyam senyum sementara Lu Yang merasa ada yang aneh dengan situasi ini.
Jing Jing membelai rambut Lu Yang dan menyampaikan Lu yang harus menjadi anak baik, jika Lu Yang tak sanggup menebaknya, jangan ikut campur.

Li Wei kemudian tiba menemui Jiang Chen, pengen minjam catatan. Jiang Chen menolak dengan menyampaikan jika ia tak mencatat. Xiao Xi senang mendengarnya.
Tapi Li Wei ini pinter banged mencari alasan lain dan meminta Jiang Chen menjelaskan padanya sebab kemarin guru bicara terlalu cepat dan ia tak mengerti.
Tiba-tiba Bo Song tiba menemui Xiao Xi dan eksklusif menyampaikan hot pack itu pada Xiao Xi. Xiao Xi masih terkejut dan belum menyampaikan apa-apa, tapi Bo Song sudah pergi.
Jiang Chen yang melihat itu jadi panas dan tetapkan mengajari Li Wei. lol. Li Wei tersenyum menang.
Xiao Xi kesal sekali pada Jiang Chen sebab perilaku Jiang Chen padanya sangat berbeda. Qiao Lu tiba-tiba lewat dan menyampaikan jika Xiao Xi harus melihat perbedaan antara Li Wei dan dirinya. Xiao Xi kesal banged dan akan melempar Qiao Lu dengan hot pack itu LOL

Saat pelajaran bahasa, Qiao Lu demam dan dibawa ke UKS. Para siswa terlihat khawatir sebab belakangan virus flu burung sedang heboh, mereka berfikir mungkin Qiao Lu kena flu burung.
Wali kelas yang membawa Qiao Lu ke UKS juga khawatir dan berdiskusi dengan dokter. Meski mereka belum yakin apakah itu flu burung atau tidak, tapi dokter meminta wali kelas tetap waspada. Kalau ada siswa yang suhu badannya tiba-tiba naik, harus diasingkan dari siswa lainnya.
Wali kelas kemudian memberi pengumuman jika belum dewasa dilarang main diluar dan harus berada di kelas. Kalau ada yang merasa tidak sehat, harus segera melapor padanya.

Mantan sobat sebangku Jing Jing mulai curiga dan menyampaikan wali kelas menyembunyikan sesuatu. Belakangan flu burung sedang marak dan bahkan sudah banyak orang kota mereka yang dibawa ke rumah sakit sebab flu burung. Melihat bagaimana guru menyerupai menyembunyikan sesuatu, mungkin Qiao Lu terserang virus flu burung dan jika benar pihak sekolah akan merahasiakan dari mereka.
Lu Yang kemudian ingat sebuah film dimana sekelompok kera sakit dan seluruh kera jadi tertular. JIng Jing kesal sekali dan menyuruh Lu Yang diam.
Anak-anak yang lian terus bergosip mengenai Qiao Lu dan menciptakan LI wei kesal, ia meminta semuanay berhenti menyampaikan hal buruk perihal Qiao Lu sebab wali kelas tadi sudah menyampaikan semuanya baik-baik saja.
Yang lain malah curiga jangan-jangan Li Wei juga tertular sebab Li Wei sebangku dengan Qiao Lu dan mereka menyuruh Li Wei menemui guru.
Jing Jing kesal dengan suasana ini dan menyuruh semuanya diam. Tapi yang lain juga kesal kenapa Jing Jing tiba-tiba membela Qiao Lu padahal biasanya Jing Jing selalu bermasalah dengan Qiao Lu. Mereka menyuruh Jing Jing duduk bersama Li wei jika memang berani.
Jing Jing tidak gentar dan menyuruh Li wei duduk bersamanya dan Xiao Xi, ia bahkan mengambilkan kursi untuk Li wei.
Xiao Xi cukup kaget sebab ia tidak berafiliasi baik dengan Li Wei, Bo Song juga mengkhawatirkan hal itu dan meminta Li Wei duduk bersamanya saja, sebab ia sangat sehat dan tak akan tertular (atau Bo Song khawatir Xiao Xi tertular, bukan sebab Xiao Xi dan Li wei tidak berafiliasi baik HAHHAHAHAHA).
Jing protes pada Bo Song yang seolah menyampaikan jika Li wei beneran sakit. Lu Yang menciptakan alasan jika itu sebab Li wei bagus dan Bo Song ingin duduk bersamanya.

Tapi pada balasannya Li wei duduk bersama Xiao Xi dan Jing Jing. Xiao Xi menyampaikan jika Bo Song tidak punya niat jahat menyampaikan hal itu, Bo Song yakni anak yang baik.
Jiang Chen dari tadi mengamati situasi itu dan balasannya bicara, ia menyampaikan jika flu burung tidak akan menyebar dari insan ke insan dan menyuruh mereka berhenti mengkhawatirkan hal itu.
Mantan sobat sebangku Jing Jing menyampaikan tampaknya Jiang Chen paham betul dengan flu burung dan bertanya apakah Jiang Chen pernah kena flu burung sebelumnya?
Jing JIng dan Xiao Xi menatap temannya dengan tajam, menyuruhnya diam.

Dokter UKS masuk ke kelas mereka untuk mengukur suhu tubuh pada siswa sebab ada beberapa dilema di sekolah. Jing Jing menggunakan kesempatan itu untuk membantu dokter. Lu Yang ingin ikut membantu tapi Jing Jing menyuruhnya untuk duduk dan membisu HAHHAHAHAAHHA.
Tiba-tiba Xiao Xi bersin-bersin dan seisi kelas menatap padanya. Xiao Xi terus bersin dan bersin. Mereka berfikir jika Xiao Xi balasannya tertular dari Li wei, padahal tadi mereka sudah diperingkatkan. Mantan sobat sebangku Jing Jing, namanya Wang Da Zhuang (susah bener, saya panggil wang Da aja deh ahhahaaha) menyampaikan jika Xiao Xi terkena flu burung dan Bo Song menyuruhnya diam.
You know, si Li Wei yang tadinya dibantu sama Jing Jing dan Xiao Xi malah menutup mulutnya dan kembali ke kawasan duduknya sebab ga mau tertular dari Xiao Xi. zzzzzzz!
Dokter kemudian menilik suhu tubuh Xiao Xi dan menyampaikan tampaknya tidak ada dilema sebab Xiao Xi hanya bersin beberapa kali, tapi ia tetap menyuruh Xiao Xi ke UKS untuk diperiksa lebih lanjut.
JIng JIng mengkahwatirkan Xiao Xi dan dokter meminta mereka jangan khawatir sebab tidak ada yang serius.
Jiang Chen, Lu YAng dan Bo Song juga mengkhawatirkan Xiao Xi. Xiao Xi menyampaikan ia akan segera kembali.

Xiao Xi ada di UKS bersama dokter dan menyampaikan dokter lain akan tiba sebentar lagi, jadi Xiao Xi istirahat dulu. Xiao Xi mengerti dan menggunakan kesempatan itu untuk tidur HAHAHAHAHAA.
Tapi ia malah berkhayal/bermimpi jika ia dalam keadaan sekarat dan Jiang Chen memegang tangannya. Ia meminta Jiang Chen menjaga dirinya dan jangan makan masakan yang diberikan orang lain sembarangan. Disana ada Li wei juga dan Xiao Xi menyampaikan sebelum meninggal great master menyampaikan sebuah rahasia padanya , apapun yang terjadi Jiang Chen tak boleh menikah dengan seseorang yang bermarga Li HAHHAHAAHAHHAHAHA.
Dalam khayalan itu Xiao Xi menghembuskan nafas terakhirnya dan Jiang Chen menangis. Li wei memeluk Jiang Chen HAHHAAHAHA.

Xiao Xi dibangunkan oleh dokter gres untuk memeriksanya dan bertanya apakah belakangan ini Xiao Xi ada makan ayam. Awalnya Xiao Xi menggeleng tapi kemudian ingat tadi pagi ia makan sandwich ayam. Xiao Xi bertanya apakah ia baik-baik saja?
Dokter menyampaikan jika mereka masih belum tahu, akan dilakukan investigasi nanti dan meminta Xiao Xi menunggu. Doketr meminta Xiao Xi menunggu di sebuah ruangan dan menguncinya disana. Xiao Xi terkejut sebab ia tak tahu jika ia akan dikurung. Dokter memintanya istirahat di dalam sebab ia akan kembali lagi nanti.

Di kelas, teman-teman mengkhawatirkan Xiao Xi.  Lu Yang menyampaikan jika ia merasa suhu tubuhnya naik dan meminta Bo Song memeriksanya. Bo Song nggak semangat sebab ia juga khawatir.
Jiang Chen di mejanya juga mengkhawatirkan Xiao Xi dan tidak konsentrasi belajar. Lu yang menatap kawasan sampah dan melihat bungkus sandwich ayam tadi, ia bertanya-tanya apakah ia akan mati bersama Xiao Xi. Bo Song kesal mendengarnya dan menyuruh Lu Yang mati sendiri saja jika mau mati HAHAHHAHAHA.
Jing Jing bertanya-tanya kenapa Xiao Xi belum kembali juga, sebab jam pelajaran hampir berakhir. Bo Song khawatir Xiao Xi akan takut sendirian.
Jiang Chen sudah tak tahan lagi dan menyampaikan mereka akan tahu jika mereka pergi melihatnya. Jiang Chen berdiri dan akan pergi ke UKS, yang lain mengikutinya.

Jing Jing, Lu Yang dan Bo Song mengendap-endap ke UKS, tapi Jiang Chen tidak ikut bersama mereka.
Mereka kemudian mencari Xiao Xi melalui jendela dan balasannya melihatnya disana. Xiao Xi senang sekali teman-temannya tiba menemuinya. Mereka bertanya apakah Xiao Xi baik-baik saja, apakah ia takut sendirian.
Bo Song kesal sebab Xiao Xi dikurung dan akan untuk mendobrak pintu UKS. Tapi kemudian guru mendengar itu dan melihat mereka. Semuanya panik dan akan kabur dari kejaran guru. Bo Song menyampaikan pada Xiao Xi jika ia akan kembali.

Xiao Xi melihat teman-temannya yang kabur, kemudian seseorang memanggilnya dari jendela lain. Xiao Xi terkejut sebab itu Jiang Chen, ia pikir Jiang Chen tidak tiba menemuinya.
Jiang Chen menyampaikan meski ia tiba tapi ia tidak akan sanggup membantu Xiao Xi keluar dari sana.
Xiao Xi cemberut dan sedih. Jiang Chen menatapnya. Tiba-tiba guru melihat Jiang Chen dan mengejarnya. Jiang Chen terpaksa kabur dan meninggalkan Xiao Xi. Xiao Xi terlihat sedih.

Di kelas, Jiang Chen, Jing Jing, Bo Song dan Lu Yang merenung, pikiran mereka terbang kemana-mana. Bo Song tak sanggup membisu saja dalam situasi menyerupai ini dan berdiri tapi guru menyuruhnya duduk. Jiang Chen menyampaikan jika ia ingin ke toilet.
Jiang Chen juga tak hening dan menatap mp3 miliknya, ia ingat Xiao Xi ingin meminjam itu. Ia kemudian mengambil mp3 itu dan mengikuti Bo Song.

Xiao Xi tidak hening dan berusaha meyakinkan dirinya jika ia tak akan mati, sebab ia hanya bersin beberapa kali. Tapi Xiao Xi tetap khawatir dan tetapkan menelpon ke rumahnya.
Xiao Xi menelpon ibunya sambil menangis meminta ibunya menyelamatkannya. Ibunya galau dan bertanya apa yang terjadi, kenapa Xiao Xi menangis dan Xiao Xi ada dimana.
Xiao Xi menyampaikan jika ia bersin beberapa kali dan dikunci di UKS. Ibu kemudian malah menyampaikan jika Xiao Xi pantas mendapatkan itu. Xiao Xi terkejut.
Ibu menyampaikan pagi tadi ia sudah menyuruh Xiao Xi menggunakan legging tapi menolak HAHHAHAHHAH. Ibu bahkan eksklusif menutup telpon sebab masakannya gosong XD XD
Xiao Xi galau sendiri dengan reaksi ibunya.

Bo Song kemudian muncul di jendela dan Xiao Xi eksklusif berlari kesana. Bo Song melihat wajah Xiao Xi dan bertanya apakah Xiao Xi menangis. Xiao Xi menghapus air matanya dan menyampaikan jika ia tidak menangis.
Bo Song meminta Xiao Xi jangan takut sebab ia akan terus disana menemani Xiao Xi. Xiao Xi menyampaikan selama Bo Song tidak menendang pintu, Bo Song boleh tetap disana. Keduanya tertawa. awwwwwww.
Bo Song melihat ke dalam ruangan dan Xiao Xi benar-benar sendirian disana dan bertanya apakah Xiao Xi benar-benar tak takut. Xiao Xi menyampaikan ia baik-baik saja, hanya takut sedikit.
Bo Song menyampaikan untuk membicarakan cerita tidak bahagianya, jad Xiao Xi akan bahagia. Xiao Xi tertawa dan bertanya kapan Bo song tidak bahagia?
Bo song kemudian berfikir dan menyampaikan jika ia tak mengingatnya. Xiao Xi tertawa dan mengkhawatirkan Bo Song, sebab kaki Bo Song akan sakit jika berdiri terlalu lama.
Bo Song kemudian menyuruh Xiao Xi duduk di sempurna tidur, dan Xiao Xi bertanya bagaimana dengan Bo Song?
Bo Song menyampaikan ia juga akan duduk di luar. Xiao Xi tersenyum dan setuju.

Xiao Xi kembali ke kawasan tidur dan duduk disana.
Bo Song berjongkok di luar dan mengambil ranting dan melambaikannya di jendela, Apakah saya sanggup melihatku? Aku akan disini, oke.
Xiao Xi tersenyum melihatnya dan menyampaikan ia sanggup melihatnya.
Bo Song terus melambaikan ranting di jendela dan Xiao Xi tersenyum melihatnya.
Awwwwwwwwwwwwwwww SO SWEEEEEEEEEEEEEEET *help me!!!!! Why this guy si attractive! WHY?!!!!*

Sementara itu Jiang Chen yang tadi keluar bersama Bo song pergi ke toilet dan ia merekam sesuatu di mp3-nya.
Jiang Chen sudah melihat-lihat tak ada orang disana, tapi ia nggak melihat ada yang buang air disana wkwkwkwkwkwkw.
Ia mengatakan, Chen Xiao Xi, jangan takut. Flu burung tidak pernah menular dari insan ke insan lainnya. Flu burung hanya sanggup menyebar melalui feses, kontak dengan ayam yang terkena flu burung…..
Tiba-tiba perjaka yang ada di toilet berdiri sebab nggak tahan lol, ia menatap Jiang Chen ketika ia keluar HAHAHHAHAHAHAHa.
Jiang Chen ini kagetnya juga kalem wkwkwkkwkw.

Bo Song masih menikmati waktunya dengan melambaikan ranting di jendela ketika guru pemarah melihatnya. Bo Song panik dan menyampaikan pada Xiao Xi ia akan kembali, ia kemudian kabur dari kejaran si guru.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top