Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 11-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 11-1

Musim dinginnya Xiao Xi dan kawan-kawan penuh dengan hari-hari memikirkan hadiah untuk sang pujaan hari. Xiao Xi ingin menawarkan sesuatu yang ia buat sendiri tapi tampaknya sangat sulit bagi Xiao Xi. Sementara itu Bo Song makin usang makin bikin baper, pengorbanannya ini udah melebihi batas banged, saya nangis banged dengan apa yang dilakukan Bo Song di episode ini. Dia tuh pengen Xiao Xi senang dan tersenyum, ya ampuuun T_T

To Our Pure Little Beauty Episode 11: Winter Joy

Xiao Xi dan Jing Jing sedang berbelanja di minimarket sambil membicarakan planning natal. Jing Jing bertanya apa yang akan diberikan Xiao Xi pada Jiang Chen, apakah ia sudah menabung untuk hadiah natal Jiang Chen.
Xiao Xi tidak mendengarkan dan asik menentukan kartu ucapan. Jiang Chen mengerutkan kening dan bertanya, kau tidak berfikir hanya menawarkan kartu ucapan padanya kan?
Xiao Xi cemberut dan menyampaikan kalau ia tidak punya cukup uang, ia juga tak punya pandangan gres lain. Xiao Xi kemudian bertanya, apa saya harus menggambar komik untuknya?
Jing Jing bertanya, kau pikir Jiang Chen akan membacanya?
Xiao Xi cemberut lagi dan menyampaikan Jiang Chen tidak akan membacanya.
Jing Jing kemudian berkata, Baiklah, alasannya kau sangat menyedihkan, sebagai abang perempuanmu saya akan membagi ideku.
Xiao Xi senang mendengarnya.
Jing Jing menyampaikan tidak ada cara mengekspresikan perasaan seorang gadis lebih baik dari merajut syal atau bisa dibilang tidak ada lagi yang lebih hangat dari mengenakan syal buatan seorang gadis.
Xiao Xi oke dengan hal itu tapi ia tidak bisa merajut. JIng Jing menyampaikan merajut sangat lah muda, mereka bisa mengikuti tutorial online.
Xiao Xi mengerti dan excited alasannya mereka berdua akan merajut syal, ia akan merajut untuk Jiang Chen sementara Jing akan merajut untuk dokter Li.
JIng Jing menyuruh Xiao Xi tidak berisik, alasannya persoalan mereka naksir seseorang yaitu rahasia.

Kelompok pemuda sedang bersama dan Lu Yang sedang membicarakan sesuatu dengan Jiang Chen, mengenai sebuah akta yang dikirim melalui pos internasional, ia tampaknya ingin merencanakan sesuatu untuk Jing Jing dan meminta dukungan Jiang Chen. Tapi Jiang Chen menyampaikan mengurus itu butuh waktu lama, harusnya Lu Yang melaksanakan persiapan semenjak jauh jauh hari.
Bo Song tidak mengerti mereka membicarakan apa dan malah berfikir mereka membicarakan sesuatu wacana mengakhiri pornografi dan publikasi ilegal LOL
Lu Yang menyampaikan ia akan mempersiapkan sebuah event besar dalam hidupnya. Bo Song curiga kalau Lu Yang kena tipu lagi menyerupai yang waktu itu dan Lu Yang kesal tentu saja itu tidak akan terjadi lagi.
Mereka semuanya tertawa, kemudian Jiang Chen dan Bo Song tampak saling pandang dan senyuman mereka perlahan menghilang. wew, aroma-aroma rival mulai tercium HAHAHAAHAHA.

5 sekawan bergabung, Xiao Xi dan Lu Yang sibuk mengobrol dalam perjalanan, Xiao Xi ingin meminjam sarung tangan Lu Yang alasannya dingin. Tapi Lu Yang menolak dan Xiao Xi protes alasannya ia sudah mentraktir Lu Yang es krim dan mengerjakan kiprah Lu Yang, harusnya Lu yang mengabulkan permintaannya, atau apakah ia perlu membungkus Jing Jing dan menawarkan pada Lu Yang?
Mendengar itu Jing Jing bertanya apa yang mereka bicarakan, apakah membicarakan hal jelek wacana dirinya?
Mereka semuanya sama sekali tidak sadar kalau Bo Song menghilang dari sana sehabis mendengar Xiao Xi menginginkan sarung tangan. awwwww, please dont be like this T_T
Xiao Xi dkk asik mengobrol dan tidak memperhatikan jalan, kemudian ada seseorang memakai sepeda yang lewat dan hampir menabrak Xiao Xi, untungnya Jiang Chen sigap menarik Xiao Xi pindah ke sisi lain.

Bo Song tiba di kelas dan menawarkan sarung tangan itu pada Xiao Xi. Xiao Xi menyampaikan ia tidak mau dan meminta Bo Song berhenti membelikannya sesuatu. Bo Song terkejut, ia kemudian menciptakan alasan kalau ini yaitu hadiah natal, semuanya mendapatkan sepasang.
Xiao Xi merasa tak enak, tapi ia juga tak bisa menerimanya. Bo Song kemudian berfikir dan meminta Xiao Xi menunggu sebentar.
Saat Bo Song akan pergi, di pintu, ia dan Jiang Chen bertabrakan, sarung tangan yang dibeli Bo song jatuh dan Jiang Chen membantu mengambilkannya. Suasana benar-benar awkward diantara yang berdua ini.

Jiang Chen kembali ke kawasan duduknya dan Xiao Xi sudah menunggu disana. Xiao Xi bertanya apakah Jiang Chen sudah punya planning untuk natal nanti.
Jiang Chen menyampaikan kalau ia tidak merayakan natal HAAHAHAAHHAHA. Xiao Xi kecewa banged XD

wali kelas masuk untuk mengusut kelas mereka dan melihat dingklik Bo Song kosong. Wali kelas bertanya pada Lu Yang dimana Bo Song, apakah ia latihan lagi hari ini?
Lu Yang mencoba menciptakan alasan dan menyampaikan ada pertandingan persahabatan. Wali kelas curiga alasannya instruktur sama sekali tidak menyampaikan apapun mengenai itu.
Lu Yang mencoba menjawab lagi, menyampaikan kalau itu yaitu rahasia. Wali kelas tahu Lu Yang berbohong dan mendekatinya, ia menyampaikan tidak ada yang namanya pertandingan rahasia.
Lu yang masih mencoba menjawab kalau pemain pertandingan itu diseleksi secara random HAHHAAHAHHAHA.
Saat wali kelas akan memarahi Lu Yang, Bo Song kembali ke kelas.
Lu Yang udah ketakutan banged dan menyampaikan pada Bo Song kalau ia sudah menyelamatkan Bo Song. Bo Song berterima kasih padanya.

Setelah pelajaran berakhir, Bo Song menawarkan sarung tangan hadiah natal pada Lu Yang. Lu Yang menyampaikan ia sudah punya sarung tangan dan minta hadiahnya diganti dengan kaos kaki HAHAHAHAHAHAHAHAH.
Bo song menawarkan juga pada Jing Jing dan dengan awkward menawarkan pada Jiang Chen. Xiao Xi tersenyum melihat Bo Song yang ternyata benar-benar membelikan untuk semuanya, dengan begitu Xiao Xi tidak punya beban lagi mendapatkan hadiah Bo Song.
Bo Song bertanya apakah Xiao Xi menyukai warnanya dan Xiao Xi menyampaikan semua gadis menyukai warna pink. Jing Jing membantah ia tak suka pink XD
Jiang Chen menatap Xiao Xi dengan sudut matanya LOL.
*hayo loh Jiang Chen, kau ga pernah ngasih apa-apa sama Xiao Xi lho, plis deh.

Saat pulang sekolah, Lu Yang bertanya pada Jing JIng apa hadiah yang ia inginkan untuk natal, ia menyampaikan ia bisa memetik bintang pada Jing Jing. Jing Jing kemudian menyuruh Lu Yang memetikkan satu untuknya. Lu Yang sombong menyampaikan tunggu saja saatnya nanti.
Jing Jing menyampaikan bila Lu Yang bisa melakukannya sebaiknya Lu Yang menurunkan salju untuknya alasannya ia menyukai salju.
Xiao Xi menyampaikan kalau akan sangat anggun bila salju turun, apalagi dikala natal nanti alasannya itu sangat romantis.
Jiang Chen berkomentar, ya sangat romantis bagaimana kau selalu tergelincir disalju.
Xiao Xi menyampaikan itu alasannya jalan sangat licin bila salju turun.
Bo Song memeluk pundak Xiao Xi dan menyampaikan kalau ia akan mengembangkan salju untuk Xiao Xi.
Jiang Chen malas melihat mereka dan naik ke atas sepedanya, meninggalkan mereka.

Mereka berlima berpisah dipersimpangan, ke arah masing-masing. Jiang Chen sudah menunggu Xiao Xi dan menyuruhnya cepat. Ia melihat ke belakang dan Jing Jing ada disana juga. Xiao Xi kemudian mendekati Jiang Chen dan menyampaikan kalau Jing Jing akan ke rumahnya hari ini.
Jiang Chen mengerti dan meninggalkan mereka dengan kecepatan ekstra lol.
Jing Jing curiga melihat Jiang Chen dan bertanya apakah Jiang Chen selalu mengendarai sepeda dengan kecepatan itu dan Xiao Xi menyampaikan tidak biasanya ia begitu.

Jing Jing tersenyum dan menyampaikan kalau tampaknya monster bermata hijau dalam diri Jiang Chen sedang bingung, makanya ia ingin cepat-cepat kembali ke rumah.
Xiao Xi menatap Jing Jing dengan wajah bingung, tak mengerti apa yang dikatakan Jing Jing. Jing Jing menyampaikan bukan apa-apa dan mengajak Xiao Xi segera pulang.
*HAHHHAHAHAHAHA monster bermata hijau? lol Kalau saya sih nangkepnya, si Jiang Chen mau pulang sama-sama makanya nungguin Xiao Xi, ia nggak tahu Jing ikut juga, pas tahu dianya jadi aib sendiri alasannya tertangkap berair nungguin Xiao Xi dan pengen pulang berdua? Atau kesal alasannya nggak bisa pulang berdua dengan Xiao Xi? HHAHAHAHHAHA Pokoknya gitu deh, lol.

Jing Jing dan Xiao Xi menghabiskan waktu di kamar, mereka membaca majalah untuk acuan syal yang akan mereka buat. Jing JIng memperlihatkan model yang disukai laki-laki dan Xiao Xi menyampaikan ia ingin merajut inisial JC dan menambah tanda hati di syalnya nanti wkkwkwkwwk.
Xiao Xi sudah excited sendiri sementara Jing Jing mengejeknya.
Ibu kemudian tiba membawa makanan untuk mereka dan bertanya apa yang mereka lakukan. Karena persoalan hadiah natal ini rahasia, Jing Jing berusaha bersikap manis dan meminta ibu Xiao Xi mengajarkan mereka merajut. Ibu Xiao Xi ternyata sangat berilmu merajut dan mengajarkan mereka basic-nya, begini dan begini.
Jing Jing bisa mengikuti dengan baik tapi Xiao Xi benar-benar nggak bisa, Jing Jing menyampaikan ia akan mengajarkan Xiao Xi nanti. Melihat Xiao Xi yang kebingungan sendiri, ibu berkata, Jika seorang ibu bisa melaksanakan segalanya, kau akan berakhir dengan seorang anak wanita yang ndeso (HAHAHHAHAAHHA).
Xiao Xi protes pada ibunya, ibu kemudian meninggalkan mereka, ia menyampaikan kalau ada yang mau ditanya, mereka bisa bertanya padanya. Ibu Xiao Xi sangat menyukai Jing Jing.

Keduanya lanjut merajut sehabis ibu meninggalkan mereka, tapi Xiao Xi sangat memprihatinkan, ia sama sekali tak bisa, bahkan untuk memulainya saja ia tak bisa melakukannya.
Jing Jing menatapnya tak percaya kalau Xiao Xi separah ini HAHHAAHHAHA. Ngakak banged benang Xiao Xi entah kenapa bisa kusut dan ia bahkan susah melepaskan dari tangannya. Xiao Xi mulai kehilangan rasa percaya dirinya, ia tak akan bisa melaksanakan ini.

Beberapa hari kemudian, Xiao Xi dan Jing Jing masih berjuang dengan rajutan mereka, mereka merajut di lapangan olahraga. Milik Jing Jing sudah cukup panjang dan bahkan sudah bisa menutupi lehernya, sementara milik Xiao Xi masih 5cm HAHAHAHAAHA.
Jing Jing menyuruhnya mengalah dan membelikan syal untuk Jiang Chen. Tapi tentu saja Xiao Xi tidak mau, alasannya ia ingin mengembangkan sesuatu yang special, setidaknya ia harus membuatnya sendiri.
Li Wei ternyata menciptakan syal juga dan warna benangnya sama dengan milik Xiao Xi. Xiao Xi terkejut dikala melihatnya. Tapi Li Wei tak khawatir alasannya Xiao Xi seperinya nggak akan bisa menuntaskan lebih dari 10cm hingga natal nanti HAHAHAHHAHAHAHAH.
Li wei dan Qiao Lu lewat didepan Xiao Xi dengan tatapan mengejek. Xiao Xi kesal banged melihat mereka.
Jing Jing benar-benar mengkhawatirkan rajutan Xiao Xi yang nggak bertambah panjang.

Ibu sedang membersihkan kamar Xiao Xi dan melihat sebuah kartu ucapan degan goresan pena I <3 You disampulnya. Ibu terkejut dan mengambil kartu itu.

Di kelas, bawah umur sibuk dengan urusan masing-masing, kebanyakan dari mereka mempersiapkan hadiah natal. Hampir semua anak wanita merajut.
Lu Yang sedang sibuk dengan kamus dan akan menulis sebuah surat berbahasa inggris. Ia menulis ‘Dear name astar live, My name is Lu Yang, where is my star?’
Jing Jing sibuk dengan rajutannya, sementara Xiao Xi sibuk dengan benang rajutannya yang kusut HAHAHHAAHHAHA.
Guru masuk ke kelas dan tak ada seorangpun yang sadar hingga guru memukul meja dan semuanya panik menyembunyikan apa yang mereka lakukan.
Guru mulai memarahi mereka yang sibuk merajut, terutama Jing Jing yang tidak sadar alat merajutnya ia selipkan di rambutnya.
Lu yang berusaha memberitahu Jing Jing, tapi terlambat. semuanya menahan tawa termasuk Xiao Xi, Jing Jing aib banged. Ia kesal alasannya Xiao Xi tidak memberitahunya, Xiao Xi menciptakan alasan kalau ia bahkan nggak sadar wkwkwkkwkkw.

Saat makan di rumah, ayah dan ibu menatap Xiao Xi dengan khawatir dan sama-sama pergi ke dapur. Ibu ternyata menyembunyikan kartu ucapan itu di kulkas dan memperlihatkan pada ayah, kartu ucapan dimana Xiao Xi masih belum mengisinya, ia gres menulis ‘dear’ disana.
Orang bau tanah Xiao Xi khawatir alasannya ini terjadi lagi. ayah menyampaikan kalau ia harus bicara pada Xiao Xi dan ibu melarangnya, alasannya ia sudah akan melakukannya tadi tapi ayah melarangnya.
Ibu mengingatkan terakhir kali mereka juga menemukan hal yang sama dan bisa mengurusnya dengan baik. Ia pikir kali ini mereka juga harus melaksanakan menyerupai waktu itu.
Ayah kemudian berfikir, mengingat apa yang mereka lakukan terakhir kali. Ia pikir mereka memang harus melaksanakan dengan cara yang sama.

Ayah dan ibu kembali ke meja makan dan Xiao Xi resah melihat keduanya menatapnya dengan wajah aneh, ia bertanya apa yang terjadi?
Ayah kemudian bicara, Xiao Xi, apa kau masih ingat bibi Liu dari pabrik makan yang kita temui dulu?
Xiao Xi menyampaikan ia tak ingat HAHAHAHAHA. Ibu menyampaikan tak persoalan bila Xiao Xi tak ingat. Ibu melanjutkan, bibi Liu itu punya anak wanita yang lebih bau tanah darimu 2 tahun dan memiliki nilai sekolah yang bagus. Kau tahu kan, yang sering tiba ke kawasan les kita (?).
Xiao Xi bertanya, memangnya kenapa? apa ibu ingin memintaku untuk membayar uang les?
Ibu melanjutkan, ia mulai berpacaran dan nilai ujiannya jadi turun, tidak bisa masuk kuliah dan bahkan punya persoalan kejiwaan sekarang.
Xiao Xi berkomentar, kenapa tiba-tiba ceritanya jadi menakutkan begini?
Ibu kesal dan menyuruh Xiao Xi untuk mendengarkan dengan serius.
Tapi Xiao Xi tidak mengerti apa hubungan dongeng itu dengannya, alasannya ia bukan orang yang menciptakan gadis itu mengalami gangguan kejiwaan.
Ibu mendesah alasannya Xiao Xi tidak mengerti dan memutuskan untuk melanjutkan makan. Ayah oke untuk tidak membicakan itu sekarang.
*HAAHHAHAHAHAHA jadi dulu Xiao Xi pernah begini, ibu melihat ada surat cinta dan berfikir anaknya pacaran, terus ibu memakai dongeng itu dan berhasil menghentikan Xiao Xi menyukai seseorang. Pertanyaan saya adalah, itu Xiao Xi dulu umur berapa? HAHAHHAAHA kok ia percaya dongeng itu lol.

Ayah kemudian bicara dengan ibu di dapur, ayah pikir tidak ada persoalan dengan itu, mungkin mereka salah paham, alasannya mereka sudah memberi hint beberapa kali tapi Xiao Xi tidak mengerti juga. Ia pikir Xiao Xi belum memikirkan ke arah saja (belum berfikir menyukai seseorang atau pengen pacaran).
Ibu tidak oke dan bertanya, kemudian coba pikirkan untuk apa kartu dengan goresan pena ‘dear’ itu?
Ayah menyampaikan kalau itu tidak punya arti apa-apa, mungkin Xiao Xi menulis surat untuk gurunya. Ayah meminta ibu jangan khawatir berlebihan.

Xiao Xi sendiri masih berjuang untuk merajut di kamarnya, tapi benangnya kusut lagi dan Xiao Xi mulai kesal dan alhasil menyerah. Ia menyampaikan kalau ia tak akan bisa mengalahkan rajutan Li Wei, jadi ia memutuskan untuk memikirkan hadiah natal lain bagi Jiang Chen.
*btw Xiao Xi ternyata fans manga & anime itakiss wkwkwkkwkw, ada poster itakiss di kamarnya hahahhaahha

Jiang Chen ada di parkiran sepeda, akan berangkat sekolah sata ibu Xiao Xi keluar dari apartemen dan menyapanya.
Ibu memakai kesempatan ini untuk bertanya pada Jiang Chen mengenai Xiao Xi. Ia bertanya apakah belakangan ini Jiang Chen menyadari sesuatu yang asing pada Xiao Xi dan Jiang Chen menyampaikan tidak.
Ibu bertanya lagi, apakah ia sering berkumpul dengan sahabat sekelas pria-nya? Apakah ada anak laki-laki yang erat dengannya? Apakah ada anak laki-laki yang mendekatinya, sering bicara padanya dan mereka pergi berdua, sesuatu menyerupai itu?
Jiang Chen menjawab semua pertanyaan dengan ‘tidak’. Ibu menghela nafas dan menyampaikan tak ada gunanya bertanya pada Jiang Chen yang hanya fokus pada belajarnya, ia yakin Jiang Chen tidak akan memperhatikan hal menyerupai itu di kelas.
Ia kemudian menyuruh Jiang Chen untuk berangkat sekolah dan dikala ia akan pergi, Xiao Xi keluar dari apartemen. Ibu menyuruh Xiao Xi cepat alasannya Jiang Chen sudah menunggunya HAHAHHAHAHHAHA.
*mami mami, apakah Jiang Chen itu bukan pria? LOL. Mami khawatir anak gadisnya erat dengan laki-laki lain, tapi kalau sama Jiang Chen nggak apa-apa ya XD XD

Jiang Chen dan Xiao Xi berangkat bersama-sama. Xiao Xi bertanya apakah Jiang Chen benar-benar menunggunya tadi?
Jaing Chen menyampaikan tidak dan Xiao Xi tahu niscaya begitu. Xiao Xi bertanya apa yang dibicarakan Jiang Chen dengan ibunya.
Jiang Chen menyampaikan mereka membicarakan mengenai cuaca, apakah akan turun salju atau tidak.
Xiao Xi percaya dan malah excited bertanya apakah akan turun salju atau tidak?
Jiang Chen menatap Xiao Xi dan menyampaikan ia tak tahu. Ia meninggalkan Xiao Xi.
Xiao Xi kesal dan bergumam, ck, kemudian kenapa mereka membicarakan hal itu?

Bo Song sibuk di kursinya, menggambar sesuatu, sebuah kurva.
Lu Yang bertanya apa yang dilakukan Bo Song, alasannya ia sama sekali tidak mengerti. Bo Song menyampaikan sangat normal kalau Lu Yang tidak tahu apa yang sedang ia lakukan dan Lu Yang kesal sekali, ia menyampaikan ia paling tak suka dengan perilaku Bo Song yang begitu wkwkkkwkw.
Lu Yang keburu ingin tau dan bertanya apa yang dilakukan Bo Song. Bo Song kemudian menjawab, cuaca. Aku sedang mempelajari cuaca beberapa bulan belakangan dan mencoba mencari tahu apakah akan turun salju dikala natal nanti. (OMG thus guy, whyyyyyy? T_T).
Xiao Xi yang mendengarnya excited dan bertanya bagaimana hasilnya, apakah akan turun salju atau tidak?
Bo Song menyampaikan tampaknya akan turun salju. Xiao Xi dan Jing Jing senang mendengarnya dan bertanya berapa persen kemungkinannya.
Bo Song dengan enteng menjawab, 50%.
Xiao Xi dan Jing Jing kemudian kecewa alasannya itu sama saja dengan bohong HAHAHAHAHHA.

Mantan sahabat sebangku Xiao Xi menuntaskan rajutannya dan bertanya pendapat Xiao Xi dan Jing Jing. Mereka memuji rajutan temannya dan bahkan mengambilnya, bertanya kepada siapa temannya akan menawarkan itu. Temannya aib dan mengambilnya lagi, ia keluar kelas dikala Jiang Chen masuk.
Li Wei yang melihat Jiang Chen menyampaikan ia ingin bicara sesuatu pada Jiang Chen dan mengajaknya keluar. Jiang Chen nurut. Xiao Xi melihat hal itu dan curiga, alasannya Li Wei membawa sesuatu. Xiao Xi panik dan mengikuti mereka.
Bo Song yang melihat Xiao Xi pergi, juga mnegikutinya dari belakang.

Li wei dan Jiang Chen bicara di kawasan sepi, Xiao Xi mengintip dan mendengarkan. Li Wei akan menawarkan syalnya pada Jiang Chen.
Bo Song tiba dan ikutan mengintip, Xiao Xi panik dan menyuruhnya diam. Bo Song awalnya belum tahu apa yang diintip Xiao Xi, tapi begitu melihatnya ia terkejut.
Xiao Xi melihat Li Wei menawarkan syalnya pada Jiang Chen. Ia sangat sedih.
Tiba-tiba Lu Yang datang, ternyata ia mengikuti mereka dan tak tahu apa yang terjadi, ia bicara dengan bunyi besar bertanya apa yang mereka lakukan.
Xiao Xi panik dan segera menarik Lu Yang dan Bo Song kembali ke kelas, Lu Yang bertanya lagi apa yang Xiao Xi lakukan, kenapa tiba-tiba menariknya.
Jiang Chen mendengar hal itu dan melihat ke arah teman-temannya yang berlari menjauh.
Li Wei bertanya ada apa dan Jiang Chen menyampaikan bukan apa-apa. Li Wei ingin menawarkan syal-nya lagi tapi Jiang Chen menolak dengan alasan kalau bel sudah berbunyi.

Xiao Xi menarik Bo Song hingga turun tangga dan Lu Yang kelelahan tiba belakangan, ia tak mengerti kenapa mereka lari.
Xiao Xi sendiri kelihatan murung dan Lu YAng bertanya kenapa Xiao Xi kelihatan menyerupai akan menangis.
Bo Song kesal dan menyuruh Lu Yang diam. Lu Yang yang masih ngos-ngosan protes dengan perilaku Bo Song dan ia menuruni tangga.
Xiao Xi masih cemberut dan sedih, Bo song terus menatapnya.
*Wait. Kelas Xiao Xi dkk kan dilantai 1, tadi Xiao Xi dkk terang berlari di lantai 1, kok tiba-tiba mereka turun tangga? harusnya kan naik tangga. Atau mereka naik disana trus turun disisi lain? LOL. I am lost!

Xiao Xi kemudian masuk ke kelas dan mulai menganalisis laci meja Jiang Chen. Ia mengintip untuk melihat hadiah-hadiah yang diterima Jiang Chen, apakah ada syal Li wei disana.
Jiang Chen tahu kalau Xiao Xi terus mengintip ke lacinya, dan Jiang Chen sengaja bersandar di kursinya, biar Xiao Xi bisa melihat lebih jelas, ia bertanya apakah Xiao Xi sudah selesai melihat-lihat?
Xiao Xi berkomentar kalau Jiang Chen kelihatan mendapatkan banyak hadiah belakangan ini.
Jiang Chen menyuruh Xiao Xi untuk melihat lacinya lagi dan Xiao Xi beneran melihat dengan mata lebar hingga ke sudut laci wkkkwkwkwkw. Ia kemudian tertawa dan menyampaikan hadiahnya banyak banged.
Jiang Chen mendesah dan berkata, apa kau pikir saya sepertimu?
Xiao Xi membalas, saya juga punya orang yang memberikanku hadiah.
Jiang Chen bertanya, Wu Bo Song?
Xiao Xi membisu saja dan duduk di bangkunya.

Ayah dan ibu masih ingin tau dengan kartu ucapan Xiao Xi dan mereka saling menolak untuk mengembalikan kartu ucapan itu.
Pada alhasil ibu yang masuk ke kamar Xiao Xi dan mengembalikan kartu itu, ibu menciptakan alasan menemukannya dikala bersih-bersih tadi. Xiao Xi mengambilnya dan bertanya kenapa kartunya hambar sekali?
Ibu terkejut dan menyampaikan itu alasannya cuaca sangat hambar belakangan ini HAHAAHHAHA.
Xiao Xi yang sedang tidak bersemangat kembali cemberut dikala ibu bertanya kepada siapa Xiao Xi akan menawarkan kartu itu.
Xiao Xi kemudian berfikir dan bergumam ‘si bajingan’.
Ibu terkejut dan Xiao Xi kemudian menyampaikan bukan apa-apa, ia hanya sedang memikirkan sesuatu. Ibu resah dengan perilaku Xiao Xi. Xiao Xi kembali melipat tangannya di meja dan merenung.

Xiao Xi sedang menunggu Jiang Chen di kawasan parkir. Saat Jiang Chen keluar, Xiao Xi sangat senang dan akan menyapanya. Tapi kemudian ia melihat Jiang Chen mengenakan syal abu-abu milik Li wei.
Jiang Chen menyapa Xiao Xi tapi Xiao Xi keburu kesal dan pergi meninggalkannya. Jiang Chen resah sendiri.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top