Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 12-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 12-1

Xiao Xi ialah tipe yang akan melaksanakan apa saja demi Jiang Chen, demi menciptakan kenangan bersama Jiang Chen, sementara Jiang Chen selalu menjadi tipe yang mendapatkan dan menantikan. Dia kayaknya jarang bikin event buat Xiao Xi. Sementara Bo Song ialah tipe yang melaksanakan segalanya untuk Xiao Xi, ia akan selalu berusaha bagaimana menciptakan gadis itu bahagia. Disini ialah episode dimana our pure little beauty kita patah hati :'(

To Our Pure Little Beauty Episode 12: The Fireworks Between 4 People

Jiang Chen dan Xiao Xi tiba di sekolah hari itu, dalam perjalanan menuju kelas, Li Wei terlihat membawa banyak buku dan sempat menjatuhkan beberapa. Jiang Chen pribadi tiba membantunya. Xiao Xi cemberut melihat mereka.
beberapa ingusan lewat disana dan mulai menggosipkan Jiang Chen (mereka memanggilnya abang kelas dari kelas 2) yang tampan dan ‘pacarnya’ terlihat cocok bersama-sama. Xiao Xi tidak suka mendengar itu dan mulai menegur mereka, awalnya ia ingin menyampaikan jikalau keduanya tidak pacaran, tapi ia tak sanggup menyampaikan hal itu dan malah menyampaikan jikalau Jiang Chen bukan anak kelas 2.
Kedua ingusan itu resah dengan perilaku Xiao Xi dan berfikir jikalau Xiao Xi ialah fans Jiang Chen. Jiang Chen sendiri menahan senyumannya dan masuk ke dalam kelas.

Saat jam pelajaran, Lu Yang usil memainkan rambut Jing Jing, JIng Jing kesal dan memarahinya. Wali kelas melihat mereka dan menegur keduanya yang masih main-main padahal mereka sudah senior tingkat 3/senior tahun ketiga (‘senior year 3’ itu maksudnya kelas 3 apa gimana sih? bukannya Xiao Xi dkk masih kelas 2 ya? kadang saya resah dengan sistem sekolah disana lol).
Lu Yang dimarahi mengingat nilainya buruk tapi masih bermain-main dan akan mensugesti Jing Jing yang nilainya sudah bagus. Xiao Xi yang mendengar Lu Yang dimarahi tertawa dan wali kelas menegurnya. Xiao Xi panik dan berdiri. Jiang Chen kemudian ikutan berdiri dan meminta wali kelas melanjutkan pelajaran alasannya ialah 1 menit untuk memarahi siswa ialah 41 menit bagi 41 siswa. wali kelas termangu dan ia agak kesal sih sama Jiang Chen meski Jiang Chen ada benarnya. Ia menyuruh Jiang Chen membisu dan duduk, mereka melanjutkan pelajaran.
Xiao Xi sendiri senyam senyum alasannya ialah Jiang Chen melindunginya. ewwww.

Saat jam istirahat, anak di kelas bergosip mengenai siswa Sekolah Menengan Atas dari sekolah no 1 yang bunuh diri alasannya ialah stress.
Xiao Xi sedang tidur sambil duduk dan ketika ia hampir menjatuhkan kepalanya ke meja, Jiang Chen menahannya dan menurunkan kepala Xiao Xi perlahan-lahan ke meja. Awwwwwwwww. Boy, can you nice to her when she woke up too?

Direktur sekolah akan pergi ke dinas pendidikan untuk membahas mengenai siswa Sekolah Menengan Atas yang bunuh diri itu, semoga mereka sanggup mencegah siswa lainnya tidak melaksanakan hal yang sama. Ia meminta para guru memperhatikan siswanya.
Wali kelas Xiao Xi sendiri menyarankan untuk membawa belum dewasa refreshing seharian semoga mereka tidak stress berguru terus. Guru bahasa menyampaikan itu pandangan gres yang baik.

Di kantin, Xiao Xi dan Jing Jing membicarakan dokter Li. Jing Jing ternyata belum menyerah, meski dokter Li kemungkinan punya pacar. Xiao Xi menyarankan Jing Jing untuk menyatakan perasaannya. Tapi tentu saja nggak semudah itu dan Jing Jing menyampaikan jikalau Xiao Xi saja tidak pernah secara resmi menyatakan perasaannya.
Xiao Xi menyampaikan ia dan Jing Jing tidak berada di posisi yang sama. Dalam kasus-nya, setidaknya Jiang Chen tahu jikalau ia menyukainya, tapi dalam masalah Jing Jing, dokter Li tidak tahu Jing Jing menyukai sang dokter.
Jing Jing berfikir dan membenarkan, ia jadi kepikiran untuk memberi hint pada dokter Li.

Xiao Xi dan Jing Jing duduk semeja dengan anak cowok. Jiang Chen suka alasannya ialah Xiao Xi duduk disampingnya, sementara Bo Song suka alasannya ialah Xiao Xi duduk di depannya lol.
Lu Yang membicarakan mengenai hari ini ada sajian merpati panggang yang sangat yummy dan Xiao Xi menyampaikan ia ingin memakannya. Bo Song pribadi sigap akan mengambilkan untuk Xiao Xi, tapi Jiang Chen pribadi memberikan miliknya pada Xiao Xi menyampaikan jikalau ia tak ingin makan itu. Xiao Xi senang sekali. Bo Song termangu dan menunduk, ia kembali duduk dan memberikan seluruh lauknya pada Xiao Xi LOL.
Jiang Chen menatapnya. Xiao Xi resah kenapa Bo Song memberikan semuanya padanya, Bo Song hanya tersenyum pada Xiao Xi dan masam pada Jiang Chen HAHAHAHHAHAHA.
Aura persaingan Jiang Chen dan Bo Song benar-benar kelihatan, keduanya jadi dalam keadaan badmood LOL. Sayangnya Xiao Xi sama sekali nggak merasakannya.

Jing Jing menyadari situasi ini dan menatap ke arah Lu Yang untuk membicarakan sesuatu dan menyampaikan pada Lu Yang untuk memberikan gosip bagus pada mereka.
Lu Yang awalnya tak mengerti dan Jing Jing memberi isyarat untuk membicarakan apa saja. Lu Yang kemudian ingat jikalau ia memang ingin memberikan kabar baik pada semuanya, ia menyampaikan jikalau kelas mereka akan pergi ke luar dan bermain (vacation gitu).
JIng Jing tak percaya alasannya ialah mereka sudah ditahun senior 3, jadi nggak mungkin pihak sekolah mengajak mereka untuk keluar. Lu Yang menyampaikan jikalau ia tak berbohong. Satu-satunya yang percaya ialah Xiao Xi dan bertanya dari mana Lu yang mendengarnya. Lu Yang menyampaikan ia mendengarka pembicaraan guru ketika lewat di ruang guru tadi. Mereka akn pergi sesudah cek kesehatan besok.
Xiao Xi excited dan bertanya kemana mereka akan pergi. Lu Yang kemudian termangu dan menyampaikan jikalau ia tak tahu tujuan perjalanannya. JIng Jing sudah tahu akan begini dan ia tak percaya.

Xiao Xi sih nggak peduli kemana ia senang, asalkan mereka sanggup keluar dari lingkungan sekolah ini. Ia bahkan akan pergi meski itu ke ujung dunia. Bo Song tersenyum dan menyampaikan jikalau ia akan menemani Xiao Xi kemanapun.
Jiang Chen kembali melirik. Xiao Xi dan Jing Jing menatap Bo song dengan bingung, Bo Song tak peduli dan hanya tersenyum.
Jiang Chen kemudian menyuruh Xiao Xi makan dan jangan terus bicara. Xiao Xi cemberut dan menurut.
Jadi, di piring Xiao Xi itu ada nasi, diatasnya ada merpati panggang yang diletakkan Jiang Chen dan daging lain yang diletakkan Bo Song. Kaprikornus merpati panggangnya ketutupan bagian daging lain dan Xiao Xi menyingkirkan daging tunjangan Bo Song untuk makan merpati panggang.
Bo Song memperhatikan hal itu dan hanya tersenyum sedih.
*ughhhh WOBONG AAAAAAAAAA

Wali kelas mengumumkan jikalau besok mereka akan tes kesehatan di rumah sakit dan meminta belum dewasa tidak sarapan sebelum tes. Anak-anak sama sekali tidak bersemangat, mereka malas banged tes kesehatan.
wali kelas menyuruh mereka jangan lemas dan mengumumkan sesudah cek kesehatan besok mereka akan bermain di taman dan menyalakan api unggun. Anak-anak yang mendengar itu pribadi berteriak bersemangat.
Lu Yang senang alasannya ialah ia menandakan infonya benar.
Xiao Xi sendiri memikirkan banyak hal romantis, alasannya ialah ia akan bersama dengan Jiang Chen melihat api unggun. Jing Jing memberi pandangan gres yang lebih romantis, melihat kembang api bersama-sama.
Xiao Xi sepakat jikalau itu akan sangat romantis dan berencana melakukannya. Tapi membeli kembang api sangatlah mahal, Jing Jing menyampaikan jikalau itu hanya sanggup mereka khayalkan. Meski Xiao Xi ingin melakukannya ia yakin di kantong Xiao Xi kini bahkan tidak hingga 10 dolar.
Xiao Xi cemberut, alasannya ialah ia memang tidak punya uang. Xiao Xi tidak mengalah dan menyampaikan ia akan memikirkan cara lainnya.

Xiao Xi mengemasi bukunya dan tampak tidak bersemangat. Bo Song melihatnya dan bertanya ada apa?
Xiao Xi tolong-menolong agak ragu, tapi kemudian ia bertanya apakah Bo song sanggup meminjamkan uang untuknya, ia akan membayarnya jikalau sudah menerima uang bulananya ahad depan.
Bo Song sangat suka jikalau Xiao Xi bergantung padanya, ia bahkan tak ragu dan mengeluarkan dompetnya, menyuruh Xiao Xi mengambilnya. Xiao Xi awalnya ragu dan kemudian ia hanya mengambil 50 dolar dari dompet Bo Song.
Jiang Chen melihat keduanya.
Bo Song bertanya untuk apa uang itu dan Xiao Xi menyampaikan jikalau ia ingin membeli sesuatu untuk pesta api unggun besok.
Bo Song memberikan diri untuk menemani Xiao Xi membelinya, ia tahu banyak kawasan dan mereka sanggup mendapatkan diskon hanya dengan memperlihatkan wajahnya.
Xiao Xi bertanya apakah Bo Song tidak latihan dan Bo Song menyampaikan ia tak butuh latihan ketika bos-nya membutuhkannya.
Jiang Chen yang semenjak tadi mendengarkan jadi makin malas, ia mengambil tasnya dan meninggalkan mereka.
Xiao Xi mengikutinya dan mengajak Bo Song bersamanya.

JIng Jing sendiri sibuk dengan cerita cintanya. Ia kali ini ingin memberi hint pada dokter Li dan kembali mengikutinya di bioskop. Seperti cara yang sebelumnya, sesudah dokter membeli tiketnya, Jing Jing tiba dan meminta tiket yang sama, kali ini ia meminta kawasan duduk disamping dokter Li.
Tiba-tiba ada penganggu, Lu yang ternyata mengikutinya dan tertarik menonton bareng Jing Jing. Jing tentu saja panik melihat Lu Yang disana dan menyampaikan jikalau ia tak jadi menonton. Lu Yang tak peduli dan ingin tiket yang sama dan duduk disamping Jing Jing lol.
Jing Jing kesal dan panik menyampaikan jikalau ia tak akan menonton, tapi Lu Yang tetap membeli 2 tiket HAHAHHAHAHHA.
Lu Yang dan Jing Jing bertengkar disana dan tiba-tiba dokter Li melihat keduanya, tentu saja dokter mengenal keduanya. Lu Yang berfikir ini kebetulan dan ketika bertanya apa yang akan ditonton dokter, ia senang alasannya ialah mereka akan menonton movie yang sama.
Jing Jing menyampaikan jikalau ia tidak menonton dan hanya lewat saja disana. Lu Yang kecewa dan mulai merengek alasannya ialah ia sudah membeli tiketnya yang mahal dan meminta Jing Jing menonton. Lu Yang bahkan menarik-narik tangan Jing Jing HAHHAHHA
Dokter khawatir melihat keduanya dan berkata, anggap saja kalian menemaniku menonton, oke?
Lu Yang pribadi tersenyum lebar. Jing Jing berusaha tersenyum juga meski ia masih nggak mau Lu Yang ada di kencannya HAHHAHAHA.

Lu Yang excited banged alasannya ialah ini pertama kalinya mereka menonton movie bersama-sama. Jing Jing masih kesal dan menyuruh Lu Yang jangan bicara padanya. Dokter mneyukai keakraban keduanya (kayaknya dokter berfikir jikalau keduanya sedang kencan lol).
Kaprikornus film yang mereka tonton ialah film thriller. Lu Yang fokus banged menonton dan heboh jikalau ada adegan saling membunuh. Pokoknya ia nggak sanggup tenang. Sementara itu Jing Jing sama sekali nggak menonton film dan asik menatap dokter Li.
Tapi lu Yang memang parah banged, ia sengaja ketakutan dan bersandar di pundak Jing Jing. Lu Yang benar-benar menikmati kencan ini wkwkwkwkw.

Bo Song dan Xiao Xi pergi membeli kembang api, ketika penjual bertanya yang menyerupai apa yang mereka inginkan, Bo song menyampaikan ia ingin yang paling bagus dan paling mahal LOL
Xiao Xi tentu saja pribadi membantah dan menyampaikan jikalau mereka butuh yang harganya sekitar 50 dolar. Penjual menyuruh Xiao Xi menentukan sendiri, nanti ia akan memberitahu harganya.
Xiao Xi kemudian pergi menentukan kembang api dan Bo Song mendekati penjual, ia berbisik pada penjual apapun yang ditunjukkan oleh Xiao Xi ia ingin penjual menyampaikan harganya dibawah 50 dolar, ia akan membayar selebihnya nanti. AWwwwwwwwwwww T___T
Penjual terkejut, ia sih tak duduk kasus tapi ia ragu jikalau Bo Song akan berbohong padanya. Ia bahkan segera mengecek baju sekolah Bo song untuk melihat asal sekolah Bo Song, jikalau kalau Bo song nanti menipunya wkkwwkkwkw.

Xiao Xi mememukan satu dan bertanya berapa harganya, tampaknya itu diatas 100$ tapi penjual mengatakn 10$. Penjual masih ragu dan terus menatap seragam Bo Song HAHAHHAHHAHAHAHA.
Xiao Xi kemudian bertanya lagi dan lagi, pokoknya tiap Xiao Xi bertanya si penjual selalu menyampaikan harganya dibawah 50$ dan ia akan terus menatap curiga pada Bo Song.
Xiao Xi balasannya menentukan pilihannya, ia membeli 2 kotak. Bo Song membantu membawakan dan menyampaikan tampaknya pandangan gres untuk malam api unggun Xiao Xi tidak membutuhkan uang banyak. Xiao Xi senang alasannya ialah ternyata kembang apinya nggak mahal.
Saat Bo Song dan Xiao Xi akan pergi, si penjual masih terus menyampaikan jikalau ia tahu asal sekolah Bo Song lol.
Bo Song kemudian tetapkan membelikan sesuatu untuk Xiao Xi dan mengajak penjual masuk. Ia membayar uang sisanya disana, ternyata kembang api Xiao Xi cukup mahal, Bo Song membayar sisanya, 210$ lagi.
Penjual sendiri memberikan sesuatu yang ingin dibeli Bo Song tadi sebagai bonus.

Bo Song kemudian menemui Xiao Xi dan menyampaikan penjual memberikan bonus itu padanya, ia menyombongkan wajahnya yang mendatangkan diskon. Xiao Xi tersenyum dan menyampaikan jikalau Bo Song ialah juara nasional, makanya sanggup diskon.
Keduanya akan pergi ketika Bo song menerima telpon dari ayahnya yang memintanya tiba alasannya ialah instruktur tim nasional ada disana. Ayah Bo Song akan memasukkan Bo song ke tim nasional jadi instruktur tim nasional ada disana untuk menilai Bo Song. Ini kesempatan yang sangat langka jadi Bo song harus tiba kini juga, ia akan menjemput Bo Song.
Bo Song tak punya pilihan lain dan meminta maaf pada Xiao Xi alasannya ialah ia harus pergi. Xiao Xi tak masalah, ia sanggup membawa 2 kotak kembang api itu dan akan memanggil taksi alasannya ialah ia masih punya uang sisa.
Xiao Xi bertanya apakah Bo Song akan tiba besok dan Bo song menyentuh rambut Xiao Xi, ia memastikan akan tiba besok dan membantu Xiao Xi menyalakan kembang api. Xiao Xi senang mendengarnya.

Tak usang kemudian ayah Bo Song tiba menjemput. Bo Song dalam kendaraan beroda empat melihat Xiao Xi kesulitan membawa kembang api itu.
Bo song bertanya pada ayahnya apakah mereka sanggup bertemu instruktur hari ini, alasannya ialah besok mereka ada tes kesehatan. ayah tidak yakin, tapi ia sanggup bicara kepada pihak sekolah duduk kasus tes kesehatan besok, jikalau tidak sempat Bo song sanggup melakukannya dilain waktu.
Ayah bertanya apaakh Bo Song nervous alasannya ialah ia akan bertemu instruktur tim nasional , Bo song hanya menyampaikan jikalau ia tidak gugup, ia meminta ayahnya jangan khawatir alasannya ialah ia percaya diri ia sanggup melakukannya.

Jiang Chen ada di kawasan skring listrik apartemen mereka. Ia menunggu Xiao Xi dengan akal-akalan memperbaiki listrik rumahnya HAHAHHAHAHAHAH.
Ia nggak tenang, terus berjalan kesana kemari sambil menunggu Xiao Xi. Begitu Xiao Xi masuk, Jiang Chen akal-akalan serius memperbaiki listrik rumah mereka.
Xiao Xi terkejut melihat Jiang Chen disana. Jiang Chen menatap kardus yang dibawa Xiao Xi dan bertanya apa itu?
Karena ini belakang layar Xiao Xi menyampaikan bukan apa-apa. Jiang Chen agak kesal lol.
Xiao Xi bertanya apa yang dilakukan Jiang Chen, Jiang Chen yang badmoon menjawab ketus, saya sedang menghitung kabel, tidak boleh?
Xiao Xi resah sendiri dan menyampaikan tentu saja Jiang Chen boleh menghitung kabel, ia hanya berfikir jikalau listrik rumah Jiang Chen rusak lagi makanya Jiang Chen ada disana.
Jiang Chen yang kesal membanting pintu skring listrik itu dan menciptakan Xiao Xi terkejut. Jiang Chen menatap kesal ke arah Xiao Xi sambil berkata, ‘I am crazy/sick’. (ini ungkapan kayak, I am sick of you / gue capek sama lu, gitu kan? HAHHAHAHA).
Xiao Xi termangu menatap Jiang Chen yang kembali ke rumahnya.

Malam harinya, Xiao Xi mengambar dikamarnya, membayangkan hari esok. Ia dan Jiang Chen berpelukan dibawah kembang api.
Xiao Xi senyam senyum dan berdoa semoga besok cerah.
Xiao Xi bersiap tidur tapi ia tak sanggup tidur, ia bahkan terbangun jam 1 malam dan mengecek cuaca diluar, ia berharap besok tidak hujan.
Tepat jam 5.20 pagi, Xiao Xi bangkit dan kembali mengecek jendela. Xiao Xi senang alasannya ialah hari ini tidak hujan.

Jiang Chen keluar dari apartemennya dan akan berangkat ke sekolah. Ia tidak melihat sepeda Xiao Xi disana  dan menyampaikan jikalau Xiao Xi berangkat sangat pagi hari ini.
Saat Jiang Chen akan berangkat, ia menerima telpon dari Li Wei.
*hmmmmmmm feeling saya buruk nih sama rubah ini.

Xiao Xi sendiri berangkat pagi demi menyembunyikan kardusnya, sebelum Jiang Chen datang, ia harus sudah memasukkan ke dalam bus. Awalnya sih saya berfikir begitu, tapi lucu juga alasannya ialah Jiang Chen ternyata sudah ada dalam bus ketika Xiao Xi memasukkan kardus ke kawasan barang dibus itu. LOL.
Jing Chen duduk sendirian dan Xiao Xi tersenyum padanya, ia ingin duduk disamping Jiang Chen. Tapi si rubah Li wei kemudian tiba dan ingin duduk disamping Jiang Chen,  Jiang Chen malah memperbolehkannya. UGH!!!!!!
Xiao Xi melihatnya dan mulai cemberut. Jing Jing menyampaikan jikalau ia sanggup membantu Xiao Xi untuk mengusir Li wei dari sana, tapi Xiao Xi menyampaikan tidak perlu alasannya ialah ia punya planning yang lebih romantis.
Jing mengerti. Mereka kemudian duduk sebangku.
Xiao Xi kesal sekali dan menatap Jiang Chen dengan pandangan marah. Si Li Wei sombong banged. Jiang Chen malah mengalihkan pandangannya.

Jing Jing kemudian bertanya apakah kardus tadi penuh dengan kembang api dan Xiao Xi membenarkan, ia menyampaikan sangat sulit membawanya.
Jing Jing bertanya darimana Xiao Xi mendapatkan uangnya dan Xiao Xi menyampaikan ia meminjam uang dari Bo Song. Jing Jing suka dengan Xiao Xi yang tidak mengalah pada idenya meski ia harus meminjam uang.
Lu yang tiba-tiba tiba dan mengusir Xiao Xi, ia ingin duduk bersama Jing Jing, ia bahkan menarik Xiao Xi dari kawasan duduknya. Xiao Xi tentu saja tidak mau kalah dan keduanya berebut kawasan duduk.
Xiao Xi bahkan hingga harus duduk dipangkuan Jing Jing alasannya ialah di dorong Lu Yang HAHAHHAHAHA.
Jiang Chen tersenyum melihat mereka.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top