Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 13-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 13-1

Ini yaitu episode dimana Jiang Chen berusaha merebut hati Xiao Xi kembali. Xiao Xi sehabis bencana itu murung banged dan nggak bersemangat, ia jadi nggak pernah tersenyum dan selalu menghindari Jiang Chen. Xiao Xi udah siap move on sih alasannya yaitu ia pikir Jiang Chen suka sama Li Wei, tapi susah memang ya, alasannya yaitu Jiang Chen selalu ada disekitar Xiao Xi dan berusaha mendekatinya lagi dengan kikuk ☺️

To Our Pure Little Beauty Episode 13

Malam harinya, belum dewasa ada di bus dalam perjalanan pulang. Xiao Xi duduk disamping Bo Song, ia menangis. Jiang Chen masih duduk sama si rubah Li Wei dan menatap Xiao Xi.
Lu YAng ingin tau apa yang terjadi dan akan bertanya pada Xiao Xi tapi Bo Song menatapnya tajam. Lu Yang bertanya pada JIng Jing apa yang terjadi dan Jing Jing juga tidak tahu.
Xiao Xi terus menangis dan menangis. Jiang Chen memandanginya *ck! ugh! Jiang Chen no BAKA!

Bo Song mengantar Xiao Xi pulang malam itu sementara Jiang Chen mengikuti mereka dari belakang. Setelah hingga di depan apartemen, mereka berpisah. Bo SOng mengenyuh rambut Xiao Xi dengan lembut sebelum Xiao Xi masuk ke dalam.
Saat ia akan pulang, ia berselisih dengan Jiang Chen. Bo Song menatap Jiang Chen dan menyampaikan jikalau ia menyukai Xiao Xi dan ia tahu Xiao Xi menyukai Jiang Chen dan ia tidak akan menahan perasaannya lagi.
Jiang Chen kesal dan menyuruh Bo Song mencobanya jikalau ia bisa.
Bo Song hanya tersenyum kecil dan keduanya berpisah.
*you know, jikalau jadinya Xiao Xi sama Bo Song niscaya seru banged!

Di kamarnya Xiao Xi masih menangis. Ia melihat gambar yang ia gambar, dirinya dan Jiang Chen. Xiao Xi menangis sambil merobeknya, hatinya hancur. Xiao Xi menangis terisak malam itu, tapi kenapa ortunya nggak denger ya?
Jiang Chen sendiri di kamarnya nggak sanggup tidur, ia terus memikirkan Xiao Xi dan akan mengirim pesan padanya, tapi pada jadinya ia tidak jadi mengirimnya.
Sepertinya malam itu ia tak sanggup tidur.

Keesokan harinya, Xiao Xi keluar dari apartemen dengan wajah sedih. Ia membuka kunci sepedanya dikala Jiang Chen keluar dari apartemen.
Jiang Chen pribadi menuju sepedanya dikala itu dan Xiao Xi menatapnya, tapi Xiao Xi masih murka pada Jiang Chen dan pribadi meninggalkannya.
Jiang Chen terkejut dengan perilaku Xiao Xi yang selama ini apapun yang terjadi selalu menunggunya. Ia sempat memanggil Xiao Xi yang hambar padanya, tapi Xiao Xi tak peduli dan berangkat duluan.

Di kelas, Li Wei membagikan hasil ujian dan ibarat biasa ia selalu menuju Jiang Chen dan memujinya. Ia juga memperlihatkan kertas ujian ke Xiao Xi dan Xiao Xi menerimanya dengan wajah cemberut, ia tak peduli pada nilainya dan pribadi menutupnya.
Lu Yang melihat nilai ujiannya dan mengintip punya Jing Jing, Jing sanggup 132 poin sementara ia hanya 10 poin HAHHAHAHAHAH.
Lu Yang bertanya berapa nilai Xiao Xi dan Jiang Chen menyiapkan telinganya untuk mendengarkan. Lu Yang punya inspirasi untuk meminta Jing Jing dan Jiang Chen mengajarkan mereka, Jiang Chen baiklah dengan cepat.
Xiao Xi tidak peduli dan menyampaikan ia hanya mendapat 64 poin dan berguru bersama mereka tidak akan mengubah apapun, ia lebih baik berguru sendiri.
Jiang Chen terdiam.
Lu yang berkomentar pada Jing Jing, ia takut dengan suasana ini dan jing menyuruhnya diam.

Xiao Xi sedang menuruni tangga dan Jiang Chen akan naik ke tangga. Makara ditangga itu ada jendelanya HAHHAHHAa alias lubang gitu, dari sana mereka saling melihat. Jiang Chen mencoba bersikap biasa untuk berselisih dengan Xiao Xi di tangga, tapi Xiao Xi malah kabur melewati jendela itu biar tak berselisih dengan Jiang Chen HAHAHAHAHHAHA.

Jing Jing dan Xiao Xi sedang berbelanja dan Jing Jing bertanya ada apa dengan Xiao Xi dan Jiang Chen, ia meminta Xiao Xi berhenti berpura-pura tak ada apa-apa, alasannya yaitu ia tak buta, ia sanggup melihat jikalau terjadi sesuatu diantara mereka.
Xiao Xi lemas dan dengan duka menyampaikan jikalau ia ingin mengalah akan Jiang Chen. JIng Jing terkejut dan bertanya apa yang terjadi?
Xiao Xi menyampaikan bukan apa-apa, ia hanya berfikir jikalau Jiang Chen mungkin sudah punya orang yang ia sukai.
JIng Jing kelihatan kesal dan bertanya apakah Li Wei mengganggu mereka lagi?
Xiao Xi menghela nafas dan menyampaikan bukan begitu, ia mengajak Jing Jing pergi.

Saat mereka akan keluar mini market sekolah, mereka bertemu dengan JIang Chen dan Lu Yang yang akan masuk. Lu Yang yang nggak sensitif akan situasi ini meminta mereka menunggu.
Xiao Xi yang sedang badmood meninggalkan kawasan itu. KAsirnya mengejar Xiao Xi alasannya yaitu Xiao Xi belum membayar cemilannya padahal sudah dibuka. Jiang Chen menghentikannya dan membayarkan untuk Xiao Xi.
HAHAHHAHHAHAh please dont do this, semarah apapun kamu, jangan kabur tanpa bayar.

Xiao Xi menangis di lapangan olahraga dan Jing Jing semakin khawatir, ia meminta Xiao Xi menyampaikan apa yang terjadi dan jangan hanya menangis saja.
Xiao Xi menangis sambil menyampaikan jikalau JIang Chen benar-benar tidak menyukainya, alasannya yaitu Jiang Chen sudah memiliki seseorang yang ia sukai. Xiao Xi menyampaikan ia sudah sangat gigih memperlihatkan rasa cintanya tapi Jiang Chen tetap tidak menyukainya. Tak peduli apapun yang ia lakukan, Jiang Chen tidak pernah melihatnya.
Jing Jing hanya sanggup menghela nafas melihat Xiao Xi. Ia sendiri juga galau apa yang harus mereka lakukan. Karena jikalau memang JIang Chen nggak suka sama Xiao Xi, mereka juga ga sanggup apa-apa, alasannya yaitu perasaan seseorang nggak sanggup diubah dengan mudah.

Lu Yang dan Jiang Chen masih di mini market. Lu Yang ingin Jiang Chen membelikannya susu tapi Jiang Chen sedang tak mood mentraktir seseorang.
Lu Yang kemudian menyampaikan ia akan mengajarkan Jiang Chen bagaimana caranya menghibur seorang gadis yang sedih. Ia merasa Jiang Chen membutuhkan itu sekarang, melihat situasinya dan Xiao Xi.
Jiang Chen berfikir dan membelikan Lu Yang susu, tandanya ia butuh saran Lu Yang.

Makara ternyata saran Lu Yang yaitu membelikan kuliner untuk Xiao Xi, jadi Jiang Chen kembali ke kelas dengan kantong plastik penuh makanan.
Xiao Xi sedang tidur dimejanya dikala Jiang Chen tiba dan memanggil nama Xiao Xi, ia meletakkan kantong plastik itu dan menyampaikan itu untuk Xiao Xi.
Xiao Xi tidak bereaksi, ia terus menutup matanya.
Bo Song kemudian masuk ke kelas dikala Xiao Xi terbangun dan menjatuhkan kantong plastik itu alasannya yaitu kena tangannya. Bo Song mencoba mengambilnya dan memperlihatkan pada Xiao Xi. Xiao Xi dengan dingin menyampaikan itu milik Jiang Chen dan menyuruh Bo Song memperlihatkan pada Jiang Chen.
Bo Song melirik Jiang Chen dan memperlihatkan padanya sambil tersenyum lol.
Xiao Xi menatap Jiang Chen dengan kesal. Jiang Chen kesal juga dan mengambil kantong plastik itu kemudian melemparnya pada Lu Yang HAHAAHAHHAAHHA.

Teman-teman yang lain sedang melaksanakan ramalan tanggal ijab kabul dan bertanya apakah JIng Jing dan Xiao Xi mau mencobanya.
Awalnya JIng Jing menolak, tapi temannya menyampaikan ramalannya akurat dan semua anak wanita dikelas sudah mencoba, hanya Jing dan Xiao Xi yang belum.
Jing Jing kemudian berfikir dan jadinya setuju. Jing Jing mendekati mereka. Temannya meminta Jing Jing memberitahu berapa ukiran nama Jing Jing dan orang yang ia sukai. Jing Jing menyampaikan 14 dan 32.
Temannya mulai melihat buku dan melaksanakan ramalannya, ia kemudian menyampaikan jikalau mereka pasangan yang sangat cocok, made in heaven. Jing Jing bahagia sekali mendengarnya.
Melihat Jing Jing happy, Lu Yang ingin tau dan bertanya pada temannya apa yang mereka lakukan. Temannya menyampaikan meramal ijab kabul dengan ukiran nama dan Lu Yang juga ingin mencoba. Ia menyebutkan ukiran namanya dan orang yang ia sukai yaitu 32 dan 14.

Temannya mulai meramal dan menyampaikan jikalau mereka ditakdirkan bersama. Lu yang bahagia mendengarnya. Sementara itu Wang Da yang ada disana menyadari sesuatu dan terlihat kesal.
Temannya juga menyadari sesuatu dan menyampaikan kenapa Jing Jing dan Lu Yang menyebutkan jumlah ukiran yang sama, ia kemudian mengejek Lu Yang, tampaknya ada sesuatu antara ia dan Jing Jing HAHHAHAHHA.
Lu Yang tentu saja bahagia mendengarnya. Ia kembali ke kursinya sambil senyam senyum sendiri HAHAAAHAHHA. Lu Yang pikir Jing Jing menyukainya alasannya yaitu orang yang dikasi Jing Jing ukiran namanya ada 32, sementara Lu Yang juga ada 32 LOL, emang yang 32 cuma lu Yang? LOL.
Xiao Xi dan Bo Song galau melihat keduanya yang senyam senyum sendiri.

Jiang Chen, Li Wei dan Jing Jing dipanggil ke ruang guru, mereka menemui wali kelas. Mereka bertiga ada siswa dengan nilai tertinggi disekolah dan sebentar lagi universitas akan membuka siswa permintaan yang direkomendasikan oleh sekolah, jadi wali kelas menentukan mereka bertiga.
Jing Jing bertanya apakah mereka harus menyiapkan sesuatu dan wali kelas menyampaikan biasanya pihak universitas hanya melihat dari nilai ujian bagi siswa undangan. Karena sebentar lagi ada ujian tengah semester, wali kelas ingin mereka melaksanakan yang terbaik.
Wali kelas mengkhawatirkan Li wei alasannya yaitu nilainya belakangan ini tidak stabil, terakhir kali Li Wei hingga turun peringkat dan tidak ada di peringkat 10 besar. Wali kelas menyampaikan jikalau ujian tengah semester nanti Li Wei harus melaksanakan dengan baik alasannya yaitu itu crucial time bagi Li wei.
Ia meminta Jiang Chen dan Jing Jing untuk mengajari Li wei jikalau Li wei kesulitan dalam belajarnya.

Xiao Xi sedang berguru di mejanya dan Bo Song bertanya apakah Xiao Xi sanggup menyelsaikannya. Xiao Xi memindahkan kertasnya ke meja Bo Song dan menyampaikan jikalau ia sama sekali tak paham.
Bo Song bertanya pada Lu Yang yang semenjak tadi senyam senyum, apakah Lu Yang sanggup membantu. Tapi tentu saja percuma bertanya pada Lu Yang HAHAHHAHAHAHA.
Jiang Chen dan Jing Jing kembali ke kelas dan Lu Yang meminta Jiang Chen membantu Xiao Xi tapi Xiao Xi menolak dan menyampaikan ia tak butuh, ia keluar meninggalkan kelas. Bo Song mengikutinya.

Bo Song memperlihatkan minuman pada Xiao Xi dan bertanya apakah belakangan ini Xiao Xi tertekan alasannya yaitu belajar?
Xiao Xi khawatir alasannya yaitu nilainya semakin turun setiap kali ada tes. Ia bahkan tidak sanggup menjawab pertanyaan umum dengan benar.
Bo Song menyampaikan jikalau ia akan membantu Xiao Xi dan Xiao Xi tidak terlalu berharap alasannya yaitu Bo Song bahkan tidak pernah ikut tes alasannya yaitu sibuk latihan lol.
Bo Song tertawa dan menyampaikan pada Xiao Xi untuk tenang, tidak ada yang tak sanggup ia lakukan.
Saat keduanya sedang ngobrol, Li Wei dan Qiao Lu lewat disana dan mepet banged sama Xiao Xi dan Bo Song. Saat itu Xiao Xi memegang botol air mineral yang tutupnya terbuka, Li Wei yang nggak lihat-lihat jalan alasannya yaitu sedang khawatir akan sesuatu, menabrak Xiao Xi.
Air mineral itu mengenai Li Wei, Xiao Xi panik dan segera meminta maaf. Tapi Xiao Xi malah dimarahi alasannya yaitu tidak lihat-lihat ada orang lewat. Bo Song kesal mendengarnya alasannya yaitu itu bukan sepenuhnya kesalahan Xiao Xi.
Jiang Chen yang melihat mereka pergi ke luar dan menyuruh Li Wei kembali ke dalam kelas. Li wei menurut. Xiao Xi kembali duka dengan perilaku Jiang Chen.
Bo Song khawatir dengan Xiao Xi dan mencoba menghiburnya, ia menyampaikan akan membantu Xiao Xi masuk ke Universitas  TsungHUa dan Universitas Peking.
Tapi Xiao Xi benar-benar tidak bersemangat alasannya yaitu bencana belakangan ini, ia duka banged.
*awwww poor Xiao Xi.

Bo Song kemudian terlihat di ruang guru, ia menemui guru matematika dan meminta guru menjelaskan beberapa pertanyaan soal ujian sebelumnya padanya.
Semua  guru yang ada disana terkejut mendengar itu, seorang Wu Bo Song tiba ke ruang guru untuk belajar.
Bo Song sendiri hanya garuk-garuk kepala dan memperkenalkan dirinya HAHHAAHAHHA.
Guru matematika menyampaikan jikalau menjadi siswa senior memang sangat sulit, ia mulai menjelaskan ini dan itu, Bo Song berusaha memahami dan mencatatnya.
Awwwwww Bo Song aaa demi Xiao Xi apapun akan ia lakukan. Tapi saya bingung, apakah yang sanggup dimintai tolong cuma Jiang Chen ya, kan Jing Jing ada lol.

Jiang Chen kembali ke kelas, Xiao Xi dan Jing Jing tidak ada dimejanya. Ia menatap ke arah Lu Yang dan Lu Yang tahu apa yang diinginkan Jiang Chen. Ia menyampaikan jikalau mereka ke perpustakaan.
Lu Yang kemudian menyampaikan sesuatu ibarat mengejek Jiang Chen, ia menyampaikan ‘kalian berdua sama-sama menyukaiku dan saya tak sanggup menentukan diantara kalian.’
Jiang Chen menatap Lu Yang dengan kesal. Lu Yang mendekati Jiang Chen untuk memberi nasehat. Ia bertanya pada Jiang Chen, coba pikir, kenapa Xiao Xi pernah menyukaimu?
Jiang Chen mengerutkan keningnya, ia tak suka Lu Yang memakai kata ‘pernah’ yang artinya itu masa kemudian lol.
Lu Yang bertanya, kau pikir ia masih menyukaimu? (setelah semua yang terjadi kau pikir kini ia masih menyukaimu?).
Jiang Chen berfikir dan jadinya baiklah HAHAAHHAH.
Lu Yang kembali ke pertanyaannya, coba pikir, kenapa Xiao Xi pernah menyukaimu?
Jiang Chen menyampaikan ia tak tahu. Lu Yang tak percaya alasannya yaitu Jiang Chen sama sekali tak yakin kenapa Xiao Xi menyukainya. Ia bahkan mencontohkan dirinya, alasan kenapa Jing menyukainya rahasia yaitu alasannya yaitu ia tampan.
Jiang Chen menciptakan lisan wajah malas mendengarkan Lu Yang yang memuji diri sendiri HAHAAHAHHA.

Lu Yang kemudian melajutkan, semua gadis itu akan jatuh pada visual semua pria. Kau sebagai seorang insan menurutku tidak punya sesuatu yang special. Tapi kenapa Xiao Xi menyukaimu? Jika bukan alasannya yaitu wajahmu apa kau pikir ia akan menyukaimu?
Jiang Chen membisu saja mendengarkan. Lu Yang kemudian melanjutkan, btw, Wu Bo Song juga sama sekali tidak buruk. Terutama tubuh seorang perenang miliknya.
Jiang Chen kesal alasannya yaitu Lu Yang membicarakan orang lain dan menyuruhnya pribadi ke inti pembicaraan ini. HAHHAHAHAHHA.
Lu Yang menyampaikan jikalau mereka harus memperlihatkan sesuatu yang lain, selain wajah Jiang Chen, yang akan menciptakan Xiao Xi menemukan sesuatu pada Jiang Chen yang akan menciptakan Xiao Xi jatuh cinta lagi.
Jiang Chen tampaknya baiklah dengan inspirasi Lu Yang dan memikirkan pesonanya yang lain HAHAAHHAHAHA

Xiao Xi dan Bo Song sedang berguru di perpustakaan. Bo song mencoba mengajari Xiao Xi tapi tentu saja, hanya dengan sekali klarifikasi dari guru Bo SOng tidak mengerti.
Makara ia mencoba menggambar garis  dan kemudian nggak tahu mau ngapain lagi, pada jadinya ia menghapus garisnya. HAHAHHAHAHAHA.
Sia-sia saja berguru sama Bo Song, dua orang yang sama-sama nggak mengerti ya hingga final juga nggak akan mengerti.

Jiang Chen ada dikamarnya dikala adiknya tiba dan menyampaikan ia akan dikamar Jiang Chen untuk sementara.
JIang Chen menyuruh adiknya ke kamar saja jikalau mau berguru tapi adiknya tidak mau alasannya yaitu ibu selalu mengecek kamarnya.
Adik Jiang Chen, Jiang Rui sedang memegang sesuatu dan Jiang Chen bertanya apa itu. Adiknya dengan enteng menyampaikan jikalau itu surat cinta. Jiang Chen terkejut, kau pikir umurmu berapa sudah mendapatkan surat cinta begitu?
Jiang Rui menjawab enteng jikalau ia cukup ganteng dan terkenal disekolahnya HAHAHHAHAHAAH. Karena kakaknya lebih ganteng ia yakin Jiang Chen juga mendapatkan banyak surat cinta. Ia mendengar dari Xiao Xi jikalau laci kakaknya penuh surat cinta. Ia bertanya bagaimana kakaknya membalas surat cinta itu?
JIang Chen cukup kaget alasannya yaitu adiknya sudah mengenal Xiao Xi dan jikalau hingga membicarakan duduk perkara itu artinya mereka cukup dekat.
Jiang Rui menyampaikan jikalau ia pikir Xiao Xi cukup cute, sehabis ia besar nanti ia ingin mencari pacar ibarat Xiao Xi. HAHHAHAHAHHA
Jiang Chen membisu saja.
Jiang Rui kemudian membuka surat cintanya dan membacanya, Teman sekelas Jiang Rui, apa kau masih mengenalku? Sebenarnya, saya pernah ingin mengalah akan dirimu tapi dikala saya melihatmu bermain hari itu….
Tiba-tiba Jiang Chen merampas surat Jiang Rui dan menyampaikan jikalau ia akan menyimpan itu. Ia menyuruh JIang Rui kembali ke kamarnya dan berguru HAHAHHAHAHA. IA menyampaikan untuk anak seumuran Jiang Rui, berguru yaitu prioritas utama.
Jiang Rui protes alasannya yaitu kakaknya semakin ibarat ibunya. JIang Chen tak peduli dan menyuruhnya kembali ke kamarnya LOL.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top