Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 13-2

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 13-2

————————————————————————————–
To Our Pure Little Beauty Episode 13 Part 2

Dan ternyata Jiang Chen menggunakan surat cinta Jiang Rui sebagai rujukan untuk memenangkan hati Xiao Xi kembali HAHAHAHAHHAHAHHAHAHAHA.
Ia akan memainkan piano di ruang musik, Lu Yang meminta Jing Jing membantu untuk membawa Xiao Xi kesana.
Lu yang sangat bersemangat, sebab ia yakin jikalau Jiang Chen memainkan piano untuk Xiao Xi, meski hati Xiao Xi sudah menjadi abu, akan membara kembali.
Jiang Chen mengerutkan keningnya sebab Lu Yang lebay banged, ia menyampaikan tujuannya bukan itu.
Lu Yang menyampaikan ia tahu apa yang dipikirkan Jiang Chen. Melihat Xiao Xi yang murung setiap hari menyerupai itu niscaya tidak nyaman.
Jiang Chen cukup kaget sebab Lu Yang ternyata mengerti wkwkwkkwkw. Lu yang mengingatkan Jiang Chen untuk memainkan sesuatu yang romantis.

Jing Jing berhasil membawa Xiao Xi kesana, nggak tau alasannya apa lol.
TApi kemudian ia akal-akalan sakit perut dan menyuruh Xiao Xi pergi duluan. Sambil menunggu Jing Jing, Xiao Xi kemudian mendengarkan alunan piano. Xiao Xi mengenal lagu itu dan melihat ke arah ruang musik.
Xiao Xi terkejut melihat Jiang Chen memainkan piano disana. Xiao Xi menatap dari luar jendela dan Jiang Chen tersenyum padanya.

Jing Jing dan Lu Yang bersembunyi tak jauh dari sana. Lu Yang berfikir ia menyerupai mengenal lagu itu dan Jing Jing menyampaikan itu lagu yang dinyanyikan Xiao Xi ketika mengikuti Super Girl.
Lu Yang mengerti. Ia menikmati alunan piano sambil menatap Jing JIng.
*Lagu yang dimainkan Jiang Chen itu opening drama ini. Emangnya kapan Xiao Xi ikutan Super Girl? Apakah saya melewatkan sesuatu? Atau mereka membicarakan Shen Yue yang pernah ikut talent show gitu?

Ternyata seni administrasi piano itu tidak berhasil, Lu Yang jadi gemas, apa yang bahwasanya terjadi antara Xiao Xi dan Jiang Chen, sebab pertengkaran mereka beliau menjadi korban.
Lu Yang mengomel sebab hari ini mereka makan terpisah, nggak semeja dengan Xiao Xi dan Jing Jing menyerupai biasanya lol.
Jiang Chen menunyuruh Lu Yang membisu dan menyampaikan daging padanya lol.
Tiba-tiba LI wei tiba dan ingin duduk bersama Jiang Chen. Jiang Chen memperbolehkannya.
Lu Yang kemudian mulai mengerti apa yang terjadi,  ia melirik ke arah Xiao Xi dan Jing Jing, Xiao Xi melihat ke arah mereka dengan wajah kesal.
Xiao Xi menyampaikan pada Jing Jing kalau ia tak punya nafsu makan lagi. Jing Jing meminta Xiao Xi berhenti bersikap begitu, sebab Jiang Chen bahkan memainkan piano untuk Xiao Xi.
Xiao Xi kesal dan kembali melihat ke arah Jiang Chen, ia berkata, Kau tahu, ketika Sekolah Menengah Pertama Jiang Chen dan Li Wei duet di kelas menyanyikan lagu yang ia mainkan tadi. Semua orang menyampaikan mereka berdua pasangan yang sempurna.
JIng JIng jadi termangu HAHHAHAHHAHAHA. Ternyata itu lagu ada sejarahnya, trus kenapa Jiang Chen memainkan lagu itu ya? HAHAHAHAAHHA. BTW< saya gres tau Li wei juga satu Sekolah Menengah Pertama dengan mereka.

Pulang sekolah, Xiao Xi jalan kali. Jiang Chen mengejarnya dengan sepeda dan bertanya dimana sepeda Xiao Xi. Xiao Xi menyampaikan ia tidak bersepeda hari ini. Jiang Chen menyuruhnya naik, ia akan mengantar Xiao Xi pulang.
Xiao Xi menolak tepat ketika Bo Song tiba dan mengajak Xiao Xi pulang. Xiao Xi oke dan naik ke sepeda Bo Song.
JIang Chen menatap Bo Song sedang kesal HAHAHAAHHAHAHAHAHA. JIang Chen hingga menggeram nih kekeekkeke.

Xiao Xi menemani Bo Song di bak renang. Ia ingin Xiao Xi menghitung waktu berenangnya, ia memecahkan rekornya sendiri hari ini dan ingin Xiao Xi melihatnya.
Xiao Xi menyampaikan kalau ia pikir Bo Song akan menari balet air untuknya sebab moodnya sedang buruk dan ingin menghiburnya. Bo Song menyampaikan kalau ia sanggup melakukannya. Tapi Xiao Xi hanya bercanda dan menyuruh Bo Song melupakannya, ia takut kalau ia tak akan menyukainya.
Bo Song tertawa dan mulai bersiap. Ia memberi isyarat ketika ia sudah siap dan Xiao Xi mulai menghitungnya.
Bo Song berenang dengan sangat baik dan cepat, ketika Bo Song kembali Xiao Xi berteriak heboh sebab Bo Song benar-benar memecahkan rekornya. Bo Song tertawa dan meminta Xiao Xi menyampaikan berapa rekornya terakhir kali. Xiao Xi berfikir dan ia tak tahu HAHHAAHHAHA.
Bo Song sudah menduganya dan ia mulai menari balet air di bak renang. awwwwwww, Xiao Xi menyukainya.

Saat Bo Song naik ke darat, tiba-tiba bahunya terasa sakit sekali. Ia tak sanggup menahannya menyerupai ketika terakhir kali dan meminta Xiao Xi memanggil dokter untuknya.
Xiao Xi panik dan segera meminta tolong.

Jiang Chen menunggu Xiao Xi pulang, ia terus mondar mandir di kawasan parkir sepeda.
Jiang Rui gres pulang sekolah dan bertanya apa yang kakaknya lakukan disana.
Jiang Chen menyampaikan ia hanya jalan-jalan saja. Jiang Rui ingin ikut tapi Jiang Chen menyuruhnya pulang.

Xiao Xi di rumah sakit, menunggu Bo Song yang sedang diperiksa. Ia sangat khawatir. Bo Song kemudian keluar dengan wajah tersenyum. Xiao Xi bertanya apa yang dokter katakan, apakah akan mempengaruhi renang Bo Song?
Bo Song bercanda menyampaikan kalau itu mungkin hanya mempengaruhi balet air-nya. Xiao Xi khawatir dan menyampaikan jikalau ia tahu ini akan terjadi ia tak akan menghentikan Bo Song tadi.
Bo Song meminta Xiao Xi jangan khawatir, ini juga tak ada hubungannya dengan Xiao Xi. Ini terjadi sebab belakangan ini ia latihan sangat keras. Ia membawa Xiao Xi  kesana juga sebab ia ingin rileks sedikit.
Xiao Xi tetap khawatir dan Bo Song menyampaikan kalau hasil investigasi keluar, Xiao Xi akan damai nanti.
Xiao Xi masih khawatir dan Bo Song mengacak rambutnya memintanya jangan khawatir.

Hari sudah malam dan Jiang Chen masih diluar menunggu Xiao Xi. Tiba-tiba hujan turun dan cukup deras, Jiang Chen masih belum masuk dan berlindung disana.

Xiao Xi masih di rumah sakit menunggu hasil pemeriksaan. Ayah Bo Song tiba dan Bo Song meminta Xiao Xi kembali sebab ayahnya sudah datang.
Xiao Xi menyampaikan ia akan tetap disana menunggu hasil pemeriksaan. Bo Song menyampaikan kalau itu bukan duduk masalah besar, ia mengingatkan besok Xiao Xi ada tes, Xiao Xi sebaiknya pulang dan belajar.
Xiao Xi balasannya oke dan pulang sesudah permisi pada ayah Bo Song.
Dokter kemudian meminta ayah Bo Song untuk menemuinya dan ayah menyampaikan payung pada Bo Song.
Payung ayah berair dan Bo Song menyadari kalau sedang hujan deras diluar. Bo Song berlari mengejar Xiao Xi dan menyampaikan payung itu.

Dokter menyampaikan duduk masalah Bo Song pada ayahnya, dokter menyampaikan kalau belakangan Bo Song kelihatan berlatih terlalu keras dan menyebabkan ototnya sanggup rusak, jadi dokter meminta Bo Song istirahat untuk sementara waktu.
Ayah terkejut dan menyampaikan kalau sebentar lagi Bo Song harus mengikuti kompetisi nasional, tidak ada waktu lagi, Bo song harus terus latihan. Dokter menyampaikan situasi Bo Song kini sangat-lah buruk, jikalau terus dipaksakan, akan lebih serius lagi.
Ayah terdiam.

Jiang Chen masih menunggu Xiao Xi, tampaknya ia menjemput Xiao Xi, Ia kemudian melihat Xiao Xi dalam perjalanan pulang, dengan payungnya dan terponan bareng Bo Song. (Sepertinya ketemu ditengah jalan masih akrab apartemen).
Xiao Xi dan Bo Song bahwasanya membicarakan hal biasa, tapi mungkin dimata Jiang Chen itu pembicaraan mesra. Ia terlihat geram dan mengepalkan tangannya yang memegang payung.

Keesokan harinya, tes akan dimulai. Jiang Chen tiba terlambat hari itu, tapi ia masuk dengan santai meski guru pemarah mengomelinya.
Kertas soal dibagikan dan para siswa mulai mengerjakan soal dengan serius.
Li wei hari itu bersikap aneh, ia menyimpan sesuatu ditempat pensilnya, kopean kalau bahasa sininya wkkwkkwkkwkwkw.
Guru melihat hal itu dan memarahinya, ia dibawa ke ruang guru. wali kelas tidak percaya Li Wei mencontek dikelas dan mengingatkan kalau dilaporan siswa Li wei ada mencontek, beliau tidak akan sanggup masuk universitas jalur undangan.
Guru pemarah kaget sebab anak menyerupai Li wei akan ikut jalur permintaan dan menyampaikan wali kelas harus menulis itu dilaporan siswa. Li Wei menangis.

Anak-anak kelas mulai menggosipkan Li Wei yang sudah merusak reputasi kelas mereka. Wang Da berkomentar kalau skill mencontek Li wei masih kurang sebab beliau tertangkap guru HAHAHHAHHA. Ia malah sombong sebab nggak pernah tertangkap guru.
Yang lain bertanya-tanya kenapa harus mencontek, kalau nggak tahu biarkan saja kertasnya kosong. Teman satunya menjawab, kamu pikir Li Wei itu menyerupai dirimi? Dia punya beban yang berat sebagai idol…
Qiao Lu yang tidak tahan lagi menyuruh mereka diam, ia menyampaikan kalau semua orang juga mencontek, jangan sok suci seakan-akan nggak pernah mencontek.
Yang lain membalas kalau beliau yaitu Li Wei, selalu bersikap suci dan menaati aturan, tapi pada balasannya beliau juga mencontek menyerupai mereka. Mereka bahkan curiga nilai terakhir Li wei kemungkinan hasil mencontek juga, makanya tinggi.
Li wei kembali ke kelas ketika itu dan Qiao Lu sangat khawatir padanya. Jiang Chen juga mengkhawatirkan Li Wei, jadi biar teman-teman tidak bergosip lagi, ia sengaja bangun dan mengumpulkan kiprah matematika mereka.
Li wei menangis di depan kelas ketika Jiang Chen mengumpulkan tugas. Xiao Xi sendiri murung di kursinya dan Bo Song mengkhawatirkannya.

Saat jam olahraga, Qiao Lu menemani Li Wei yang stress dan menyampaikan kalau dokter Li ingin Li wei ke UKS, dokter ada di pihak mereka jadi Qiao Lu jangan khawatir. Ia ingin Li wei rileks, ia menyarankan Li Wei menyampaikan yang sebenarnya, mungkin dengan begitu guru tak akan menghukumnya.
Anak-anak yang lain masih menggosipkan Li wei sebab selalu berakting menjadi anak yang baik. Mereka menyampaikan kenapa Li wei nggak berhenti menangis seolah orang lain yang memaksanya untuk mencontek.
Xiao Xi sedang bermain bersama Jing Jing dan temannya itu tiba menyampaikan pada Xiao Xi ketika mereka bermain dodgeball nanti mereka ingin bantu-membantu mengeliminasi Li Wei.
Xiao Xi tidak mengerti kenapa mereka harus mengeliminasi Li wei.

Tiba-tiba Qiao Lu tiba dan memarahi Xiao Xi sebab Xiao Xi selalu membicarakan hal buruk perihal Li wei. Xiao Xi yang tidak tahu apa-apa tentu saja membantah. Jing Jing juga membela Xiao Xi dan bertanya indera pendengaran mana yang mendengarkan Xiao Xi menggosipkan Li wei.
Teman yang lain mengejek Qiao Lu dan Li wei, wah apa ini? Kau berani mencontek tapi tak berani ketika orang lain membicarakanmu? Pada balasannya ini salah siapa?
Li Wei menangis lagi dan Qiao Lu menyuruh Xiao Xi meminta maaf. Jing Jing kesal sekali dan menyuruh Qiao Lu berhenti, kenapa Xiao Xi yang harus meminta maaf sebab Xiao Xi tidak bersalah.
Qiao Lu menyampaikan sebab Xiao Xi selalu menggosipkan Li Wei pagi hingga malam. Tidak peduli apa yang dilakukan Li Wei, menurutnya Li wei tetap lebih baik dari Xiao Xi.
Xiao Xi kesal sekali mendengarnya dan menyampaikan ia tak akan minta maaf.

Jiang Chen melihat pertengkaran mereka dan mendekati mereka. Ia menyuruh Xiao Xi untuk diam.
Xiao Xi kesal sekali dan berkata pada Li Wei, hanya sebab kamu menangis jangan pikir saya akan membungkuk padamu! Tahu caranya menangis bukanlah duduk masalah besar.
Xiao Xi kemudian pergi meninggalkan mereka dan Li Wei makin menangis *ugh, gue benci banged sama ni cewek meski tahu alasan kenapa beliau stress!
Jiang Chen mengkhawatirkan Xiao Xi dan mengejar Xiao Xi.

Xiao Xi bersama Jing Jing berdua, Jing bertanya apakah Xiao Xi baik-baik saja. Xiao Xi menyampaikan ia baik-baik saja, mulai kini ia akan mencar ilmu dengan baik dan memikirkan masa depannya.

Dokter Lee bersama Li wei, ia meminta Li wei menyampaikan apa masalahnya, sebagai dokter ia niscaya akan merahasiakannya.
Li Wei balasannya menceritakan masalahnya. Ia menyampaikan kalau ibunya punya cita-cita yang terlalu tinggi padanya, ia takut ia tak sanggup mencapai standar ibunya. Ia bahkan tak boleh tidur dan harus terus belajar. Li wei menangis.
Dokter menemui wali kelas dan menceritakan duduk masalah Li wei padanya. Wali kelas terkejut. Dokter menyampaikan kalau Li Wei kini mungkin sedang depresi, masalahnya yaitu tekanan pada Li Wei terlalu tinggi. Ia berharap guru dan siswa tidak menyampaikan lebih banyak tekanan padanya.
Para guru berkumpul membicarakan Li Wei. Direktur sekolah menyampaikan kalau Li Wei tidak hanya punya duduk masalah mencontek, tapi juga depresi, kalau ia tetap bersekolah disekolah mereka, sanggup jadi terjadi duduk masalah yang lebih gawat. Intinya beliau pengen Li wei pindah sekolah.
Dokter mencoba menjelaskan kalau itu masih tahap awal depresi, tidak terlalu serius, selama mood-nya anggun beliau akan membaik.
Wali kelas menyampaikan mereka harus membiarkan Li Wei terlebih dahulu, kalau masalahnya semakin gawat dan mempengaruhi siswa lain, mereka gres membicarakan duduk masalah pindah sekolah.
Dokter menyampaikan ia akan bertanggung jawab kalau terjadi masalah, selama Li wei rutin konsultasi, tidak akan ada masalah. Wali kelas juga menyampaikan kalau ia akan bertanggung jawab jikalau terjadi sesuatu.

Xiao Xi sedang membeli minuman dan dijalan ia bertemu dengan Jiang Chen. Xiao Xi panik dan dengan cepat akal-akalan memasang kaos kakinya. Jiang Chen kaget. Xiao Xi kemudian sadar kalau ia tak menggunakan sepatu bertali, ia panik lagi dan akan kabur tapi kemudian ia tersandung dan jatuh.
Jiang Chen segera menolongnya, ia menggendong Xiao Xi dan medudukkannya dibangku taman.
JIang Chen bertanya apa yang terluka. Xiao Xi membisu saja dan melihat telapak tangannya yang memar. Jiang Chen mengambil air hangat dari tasnya dan menyiramnya ke luka Xiao Xi.
Ia menyentuhnya dengan lebut dan meniupnya awwwww. Jiang Chen menyampaikan ia sudah membersihkannya dan akan baik-baik saja jikalau Xiao Xi mengobatinya hingga di rumah nanti.
Jiang Chen bertanya lagi mana yang sakit dan Xiao Xi membisu saja. Jiang Chen tahu lutut Xiao Xi terluka dan ia menyuruh Xiao Xi menggerakkan kakinya, Jiang Chen membantunya.
Xiao Xi termangu dan menurut.

Jiang Chen akan mengantar Xiao Xi pulang sebab tahu kalau Xiao Xi akan kesulitan berjalan, ia memperlihatkan punggungnya tapi Xiao Xi menolak sebab ia sanggup jalan sendiri.
Jiang Chen menatap Xiao Xi dan mengambil tangan Xiao Xi, memaksanya naik ke punggungnya. awwwwwww. Piggyback ride!
Dalam perjalanan, Jiang Chen balasannya menjelaskan mengenai Li Wei, ia menyampaikan kalau itu tak menyerupai yang dibayangkan oleh Xiao Xi. Ia tidak menyampaikan pada Xiao Xi sebab itu yaitu duduk masalah langsung Li Wei, ia tak sanggup menyampaikan pada orang lain.
Xiao Xi protes sebab ia sanggup menyampaikan semua duduk masalah pada Jiang Chen.
Jiang Chen membisu saja dan terus menggendongnya hingga ke apartemen mereka.

-The End-
Epilog:

Malam ketika Xiao Xi menangis sebab Jiang Chen memeluk Li Wei, Xiao Xi merobek buku bergambarnya sebab duka + kesal. Tapi beberapa menit kemudian ia menyesalinya dan memperbaikinya. Sambil menangis, Xiao Xi menyatukan kembali sobekan bukunya dengan selotip. awwwwwww. baby Xiao Xi <3

Komentar:
Aku sudah mengira semenjak awal kalau duduk masalah Li wei ini ada kekerabatan dengan keluarganya dan disini dijelaskan kalau beliau depresi sebab ibunya mengharapkannya terlalu tinggi, ia dilarang tidur harus mencar ilmu terus dan menerima nilai yang tinggi. Karena itu ia jadi stress dan berujung pada depresi, meski masih dalam tahap ringan.
Depresi itu ancaman banged memang kalau dipendam sendiri sanggup berakibat fatal, banyak orang yang bunuh diri sebab depresi. Aku pernah baca tahap awal depresi itu yaitu merasa tidak bahagia, merasa hidup ini nggak ada gunanya dan pernah ada pikiran bunuh diri.
Tapi setidaknya Li wei menceritakan masalahnya pada Qiao Lu dan Jiang Chen, mereka mungkin sudah memberi saran ya, tapi nggak sanggup berbuat banyak.
Cara Jiang Chen membantu Li Wei yaitu dengan cara tetap akrab dengan Li Wei dan nggak sanggup menolaknya, tapi tetap saja itu melukai Xiao Xi.
Aku nggak berharap Jiang Chen menyampaikan duduk masalah Li Wei pada Xiao Xi, saya cuma pengen Jiang Chen waktu itu setidaknya pas Xiao Xi lihat beliau dipeluk Li wei, beliau melepaskannya, jangan cuma menatap ke arah Xiao Xi. Anak itu udah nangis masa cuma natap gitu doank ughhhhhh *masih kesal*
Aku juga kesal sekali pada Qiao Lu yang selalu menganggap Xiao Xi ini musuhnya li Wei dan menyalahkan semuanya sebab Xiao Xi padahal Xiao Xi ggak tau apa-apa. Sebel banged!!!!!

Jiang Chen di episode ini memang malesin sih, meski beliau sudah berusaha menghibur Xiao Xi dengan sumbangan Lu Yang, yang semua sarannya nggak ada yang berhasil HAHAHAHHAHAHA.
Jiang Chen bahwasanya ragu juga, tapi dari pada nggak melaksanakan apapun memang lebih baik melaksanakan sesuatu makanya beliau nurut sama Lu Yang.
Tapi ya mau gimana, mood Xiao Xi memang sedang buruk, sebab beliau ada diantara akan mengalah tapi tak sanggup berhenti peduli, pada dasarnya nggak sanggup melupakan Jiang Chen meski beliau sudah berusaha masbodoh banged.

Bo Song sendiri menggunakan kesempatan ini untuk memenangkan hati Xiao Xi, tapi lebih kepada beliau ingin Xiao Xi menyerupai dulu, tersenyum lagi.
Aku terharu banged ketika beliau berusaha mengerti soal ujian dan hingga mencar ilmu sama guru demi membantu Xiao Xi belajar. Tapi ya, namanya juga nggak sanggup mau gimana, Setidaknya beliau sudah berusaha.
Dia juga menciptakan Xiao Xi tersenyum lagi ketika mengajaknya ke bak renang hehehhe.
Tapi kenapa mereka melaksanakan itu pada Bo Song? Our Bo Song harus menghadapi kenyataan kalau ia tak sanggup ikut kompetisi nasional yang akan membuatnya menjadi tim nasional, padahal beliau sudah bersemangat. Mungkin beliau latihan terlalu keras ya.
Aku ingin tau apakah ayahnya akan memberitahu Bo Song mengenai keadaannya atau berbohong dan membiarkan Bo Song terus latihan?

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top