Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 14-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 14-1

Episode 14 ini benar-benar diluar asumsi aku. Akhirnya A Love So Beautiful punya episode yang intense banged, sampe menciptakan saya merinding. Keren pokoknya. Arah hubungan Lu Yang dan Jing Jing jadinya terlihat di episode ini.
Di episode ini Jiang Chen berusaha bersikap baik pada Xiao Xi dengan menirukan Bo Song, sayangnya ia awkward banged dan kelihatan gila HAHHAHAHAAAHAHHA.

To Our Pure Little Beauty Episode 14: The Speech Under The National Flag

Pagi itu, Xiao Xi tiba lebih awal di kelas dan Jiang Chen menyapanya. Xiao Xi membisu saja. Jiang Chen bertanya bagaimana dengan luka Xiao Xi yang jatuh kemarin dan Xiao Xi menyampaikan ia baik-baik saja, lukanya juga sudah tidak abses lagi. Jiang Chen mengerti.
Kemudian Li Wei tiba mendekati Jiang Chen dan mengajaknya bicara wacana sesuatu. Xiao Xi melirik Jiang Chen. Jiang Chen tidak sanggup menolak dan keluar bersama Li wei.

Jing Jing masuk ke kelas dan bertanya kenapa Xiao Xi tiba sangat awal ke sekolah hari ini. Xiao Xi menyampaikan ia sedang malas bersepeda, jadi ia naik bus.
Xiao Xi kemudian permisi untuk mengisi air minum dan ketika ia tiba di pintu, ia melihat Jiang Chen dan Li Wei bicara berdua, Xiao Xi bersembunyi. Li Wei tampak waspada ketika memperlihatkan kertas pada Jiang Chen dan kening Jiang Chen berkerut ketika melihat itu.
Bo Song tiba dan menyapa Xiao Xi dari belakang. Xiao Xi bertanya apakah Bo Song tidak latihan hari ini, kemudian ia fokus kembali melihat Jiang Chen dan Li Wei.
Bo Song ikutan mengintip, bukannya membisu ia malah bertanya apa yang Jiang Chen dan Li wei lakukan. Xiao Xi panik dan segera kabur.
Keduanya melihat ke arah Bo Song. Bo song berkomentar kalau mereka pasangan serasi. Li wei kemudian mengambil kertas dari tangan Jiang Chen dan pergi.
Jiang Chen menatap Bo Song dengan tajam. Bo Song santai aja sambil tersenyum HAHHAHAHAHHAHAA.

Li wei berdiskusi dengan dokter Li, belakangan ia susah tidur dan meminta obat penenang pada dokter Li. (Diazepam ialah obat yang mempengaruhi sistem saraf otak dan memperlihatkan imbas penenang. Biasanya dipakai untuk mengatasi kecemasan, insomnia, kejang-kejang, obat bius sebelum operasi dll).
Dokter Li menolak, sebab derma obat itu harus dikontrol ketat, ia hanya memperlihatkan 1 kali seminggu pada Li Wei. Li wei terus memohon sebab ia tak sanggup tidur. Dokter meminta Li Wei untuk tidak khawatir, Li Wei sanggup mengatasi tak bisa tidur dengan berolahraga, minum susu sebelum tidur, mendengarkan musik dan lain-lain.
Li wei tak peduli, ia benar-benar membutuhkan obat itu, tapi dokter terus menolak. Akhirnya ia meninggalkan dokter.

Saat Li wei keluar, Jing Jing masuk. Dokter berkomentar apakah Jing sakit perut lagi? lol.
Jing Jing menyampaikan kali ini tenggorokannya sakit dan mulai batuk-batuk. Dokter Li tertawa melihatnya, ia memperlihatkan vitamin C pada Jing Jing dan menyuruhnya istirahat.
JIng Jing senang sekali dan meninggalkan dokter. Dokter hanya tersenyum melihatnya. Dokter tahu kalau ia berbohong lol.

Jing Jing kembali ke kelas sambil melompat kegirangan. Lu Yang melihatnya dan bertanya apa yang Jing Jing bawa. Jing menyampaikan ia tak akan menyampaikan pada Lu Yang. Lu Yang sudah tahu itu vitamin C dan meminta satu pada Jing Jing sebab ia sedang tak lezat tubuh -alasan-.
Jing Jing menolak dan menyuruh Lu Yang berobat. Ia bersikeras tidak mau membagikan vitamin C yang berharga pada Lu Yang. Lu Yang bahkan berkata kalau ia akan mati dan Jing Jing mengucapkan selamat tinggal lol.
Lu Yang terus menciptakan alasan untuk mendapat vit C itu, ia menyampaikan perutnya sakit sebab temannya tidak peduli padanya meskipun ia punya penyakit jantung, tapi ia anak yang besar lengan berkuasa dan tidak pernah memceritakan pada siapapun mengenai keadaannya. Karena yang ia inginkan hanyalah vitamin C dari temannya. LOL.
Jing Jing kesal sekali sebab Lu yang terus bicara, jadinya ia mengalah dan memperlihatkan satu. Lu Yang senang sekali dan menyimpan vit C itu HAHAAHAHHA.

Jiang Chen memperhatikan Lu yang dan Jing Jing, ia pikir ia juga harus melaksanakan sesuatu.
Jiang Chen menyampaikan kalau ia akan mengambil air minum dan akan sekalian mengambilkan untuk Xiao Xi. Xiao Xi menyampaikan ia tak membutuhkannya dan berterima kasih.
Jiang Chen mengerti dan pergi.

 

Lu Yang memperhatikan mereka berdua dan berfikir kalau ia tak tahan lagi melihat Jiang Chen dan Xiao Xi yang bersikap menyerupai ini.
Lu yang kemudian memanggil Xiao Xi dan memintanya menemaninya ke perpustakaan siang nanti. Xiao Xi bertanya untuk apa?
Lu Yang berfikir dan menyampaikan untuk meminjam buku. Xiao Xi menolak dan menyuruh Lu yang pergi sendiri. Lu yang mengancam, kalau kamu tidak pergi kita tidak berteman lagi.
Xiao Xi tidak peduli HAHHAHAHAAH.

Jiang Chen kembali ke kelas dan Lu Yang meminta air sebab ia akan meminum vitamin C-nya. Ia mengambil botol air Jiang Chen dan merasa aneh, ia melihat isinya dan menumpahkannya. Kosong.
Lu Yang gundah dan bertanya, jadi tadi apa yang kamu lakukan?
Jiang Chen kesal dan merebut kembali botol minumnya hHAHAHAHAAHHAHAHAHA. Lu YAng sendiri masih gundah dan menyampaikan semakin hari Jiang Chen semakin aneh.
JIang Chen cuma alasan doank mau ngisi air, padahal mau ngisiin punya Xiao Xi LOL. Mau mencoba perhatian kaya Bo Song tapi gagal XD

Saat istirahat siang, Lu yang memaksa Xiao Xi ikut dengannya ke perpustakaan. Xiao Xi malas banged, tapi Lu yang tak mau melepaskan Xiao Xi. Lu yang menyuruh Xiao Xi duduk, membukakan buku untuk Xiao Xi dan menyuruhnya mengerjakan soal.
Xiao Xi gundah sendiri dan bertanya Lu Yang mau kemana. Lu Yang menyampaikan kalau ia akan pergi mencari buku. Lu Yang dengan cepat meninggalkan Xiao Xi.
Xiao Xi gundah sendiri kenapa Lu Yang memaksanya ke perpustakaan hanya untuk mengerjakan soal.

Meski masih bingung, Xiao Xi berdasarkan dan mulai mencar ilmu disana. Tiba-tiba seseorang datang, itu ialah Jiang Chen. Xiao Xi terkejut dan segera mengalihkan pandangannya. *ternyata ini rencana Lu Yang HAHAHAHAHAHA*
Xiao Xi yang masih murka pada Jiang Chen tetapkan untuk pergi, tapi Jiang Chen menahannya dengan menarik dingklik dan duduk disamping Xiao Xi. Xiao Xi masih bangun dan Jiang Chen menyuruhnya duduk. Xiao Xi tak sanggup kabur lagi.
Suasana sangat awkward, keduanya mencar ilmu dalam diam. Xiao Xi tidak sanggup berkonestrasi + tidak mengerti soalnya jadi ia gelisah sendiri. Ia menggigit-gigit pena miliknya dan Jiang Chen memperhatikannya, Jiang Chen tersenyum sendiri.

Karena Xiao Xi terus melakukannya, Jiang Chen mengambil pena dari Xiao Xi dan mulai menjelaskan balasan dari soal yang dikerjakan oleh Xiao Xi.
sehabis ia selesai menjelaskan, ia menyuruh Xiao Xi mengerjakan sendiri dan Xiao Xi mulai mengerjakan sambil menunduk, dimana rambutnya menutupi wajahnya.
Jiang Chen melirik ke arahnya, wajah Xiao Xi tertutup oleh rambutnya. Jiang Chen tiba-tiba mengangkat tangannya dan dengan penanya, ia menciptakan rambut Xiao Xi dibelakang indera pendengaran supaya ia sanggup melihat wajah Xiao Xi.
Xiao Xi tentu saja terkejut sebab Jiang Chen tak biasanya begitu, ia menatap Jiang Chen yang juga menatapnya, kemudian mereka sama-sama mengalihkan pandangan sebab gugup.

Xiao Xi menelan ludahnya dan mulai bicara. Ia menyampaikan ia tak akan bertanya lagi mengenai problem Li Wei bila Jiang Chen tidak mau mengatakannya, tapi ia meminta Jiang Chen jangan hang out bersama Li Wei lagi.
Jiang Chen termenung sebab ia tak sanggup melakukannya. Melihat reaksi Jiang Chen, Xiao Xi jadinya mengerti kalau pada jadinya Jiang Chen tak sanggup menjauh dari Li wei.

Anak-anak sedang melaksanakan senam mata di kelas ketika Bo song masuk dan menemui Xiao Xi. Ia mengajak Xiao Xi keluar. Jiang Chen menegur mereka sebab sehabis ini masih ada kelas. Bo Song tak peduli, ia menarik Xiao Xi dan menyampaikan kalau mereka kan bolos.
Jiang Chen menatap mereka dengan kesal.

Xiao Xi dan Bo Song ada di minimarket, mereka membeli banyak cemilan. Bo Song menyampaikan kalau mood sedang buruk, mereka sebaiknya membeli sesuatu. Xiao Xi bertanya apakah mood Bo song sedang buruk?
Bo Song menatap Xiao Xi gundah dan Xiao Xi mengerti kalau yang sedang bad mood ialah dirinya LOL.
Saat mereka tiba di kasih, Xiao Xi mengeluarkan uangnya, ia hanya punya sedikit uang. Bo Song menyampaikan kalau ia yang akan bayar, tapi ketika ia mengecek sakunya, ia lupa bawa dompet lol.
Tapi Bo Song tidak mengaku dan malah menyampaikan menurutnya sangat kekanak-kanakan berbelanja kalau sedang bad moodLOL

Jing Jing sedang bahagia, ia menuju UKS sambil bernyanyi. Ia membawa sesuatu, ‘gifting sprout’ dan akan memberikannya pada dokter Li.
Saat itu Jing Jing tak sengaja melihat Li Wei mengendap-endap keluar dari UKS. Jing awalnya curiga tapi sebab lagi happy ia nggak terlalu peduli.
*btw tadi dikelas Li wei sakit kepala gitu, dan ia menyerupai mencari sesuatu tapi tidak ada. Ia kehabisan obatnya dan tampaknya ia mencuri obat dari UKS, sebab sebelumnya dokter Li menolak memberikannya.

Lu Yang dan Jiang Chen di minimarket. Ia bertanya apakah Jiang Chen sudah baikan dengan Xiao Xi, sebab ia sudah memakai semua trik-nya untuk menciptakan keduanya baikan, ia tak sanggup memikirkan cara lainnya.
Jiang Chen membisu saja. Saat mereka dikasir, Lu Yang melihat ‘gifting sprout’ itu dan tertarik, ia bertanya pada kasir apa itu dan kasir menyampaikan itu sangat terkenal sekarang, banyak siswa yang membelinya. Lu Yang tetapkan membeli satu.
Kaprikornus gifting sprout itu ialah flora yang ada di kaleng. Kaprikornus sanggup dibilang ada bibit dalam kaleng itu dan kalau dirawat bibitnya akan tumbuh. Lu Yang tertarik sebab ia sanggup menyatakan perasaanya dengan itu.

Saat Lu yang akan kembali ke kelas, ia melihat Jing Jing keluar dari UKS dengan senang sambil berlari kecil. Lu yang ingin tau dan masuk ke UKS itu. Ia melihat gifting sprout di meja dokter Li dan terkejut.
Lu Yang kemudian menyadari sesuatu dan mulai menghitung gesekan nama dokter Li Shu, ia terkejut sebab gesekan nama dokter Li ada 14 (bagi yang nggak ngerti, goresan pena china/hanzhi itu terdiri dari goresan-goresan, mulai dari 1 hingga paling banyak 57 goresan).

Lu Yang kembali ke kelas dengan lemas + marah, ia melempar gifting sproutnya ke laci.
Ia melihat vit C milik Jing Jing dan mengerti kenapa Jing Jing sangat menyukai itu. Lu yang kesal dan memasukkan semuanya ke botol air milik Jing Jing.
Jing Jing yang melihatnya eksklusif murka pada Lu Yang dan bertanya ada apa dengan Lu Yang , kenapa Lu Yang melaksanakan itu.
Lu Yang menatap Jing Jing dengan marah, ya, menyampaikan memang ada sesuatu yang salah padanya makanya ia bergini.
Lu Yang kesal dan meninggalkan kelas. Xiao Xi khawatir dan menyuruh Jiang Chen mengejar Lu Yang.

Lu Yang ke atap sekolah dan menahan amarahnya, ia sangat kesal.
Jiang Chen mencoba bicara padanya tapi Lu Yang lebih murka pada teman-temannya, sebab mereka tahu Xiao Xi menyukai dokter Li sementara ia setiap hari mendekati JIng Jing menyerupai itu, niscaya ia terlihat terbelakang dimata mereka dan melihat tak ada yang menyampaikan padanya, niscaya mereka pikir ia sangat lucu dan menghibur.
Jiang Chen meminta Lu Yang untuk tenang, tapi Lu yang tentu saja tak sanggup tenang. Ia menyampaikan pada Jiang Chen kalau Jiang Chen tak akan mengerti perasaannya.
Ia meninggalkan Jiang Chen.

Malam harinya, ketika pulang sekolah, Jiang Chen berjalan dibelakang Xiao Xi. Karena mereka masih marahan, ia tak berani mendekati Xiao Xi.
Bo song kemudian tiba dengan sepedanya dan bertanya apakah Xiao Xi sudah usang menunggunya dan menariknya naik ke sepedanya meski Xiao Xi membantah ia tak menunggu Bo Song. LOL.
Jiang Chen hanya melihat keduanya dalam diam.

Lu Yang malam itu menghabiskan waktu dilapangan olahraga. Ia masih murka dan melampiaskan dengan bermain sepak bola.
Ia teringat kenangannya bersama Jing Jing selama ini, ketika pertama kali ia jatuh cinta, ketika ia pikir Jing Jing mulai membuka hatinya sebab Jing memperlihatkan syal padanya dimalam natal,  pada jadinya semua itu hanya ilusinya saja, Jing Jing tak pernah menyukainya.
Lu yang menangis malam itu sebab patah hati.

Keesokan harinya Xiao Xi bersama Jing Jing. Jing bertanya apakah Jiang Chen dan Xiao Xi sudah baikan, tapi Xiao Xi balik bertanya bagaimana dengan Lu Yang dan JIng Jing. Jing Jing kesal mendengar nama Lu Yang dan meminta Xiao Xi jangan membicarakannya, ia masih murka pada Lu Yang.
TIba-tiba Qiao Lu tampak panik dan berteriak memanggil Li wei sambil menatap ke atap gedung sekolah. Yang lain terkejut dan berhamburan ke luar. Li Wei ada di atap gedung sekolah, Qiao Lu khawatir dan meminta Li Wei jangan bergerak.
Jiang Chen panik dan segera berlari ke atap sekolah.
Para guru juga keluar dan panik, memanggil nama Li wei dan memintanya jangan bergerak. Dokter LI juga segera pergi ke atap sekolah dan meminta bawah umur yang lain menenangkan Qiao Lu.

Li wei bangun di ujung atap gedung sekolah mereka ketika Jiang Chen dan dokter Li tiba disana. Mereka meminta Li wei jangan bergerak, rileks, dan bersikap tenang, pikirkan hal-hal yang membahagiakan.
Li Wei hanya tersenyum melihat mereka berdua, ia  bertanya, kalian pikir saya akan bunuh diri?
Dokter Li membantah dan menyampaikan mereka tidak berfikir begitu.
Li Wei menatap kedepan dan menyampaikan kalau ia tak pernah tahu pemadangan disini sangat indah.
Dokter memberi arahan pada Jiang Chen dan mereka bersiap. Keduanya dengan sigap memegangi Li Wei dan menariknya menjauh dari ujung gedung. Li Wei meminta mereka melepaskannya sebab ia sama sekali tidak berfikir untuk bunuh diri.

Di kelas, bawah umur mulai menggosipkan Li Wei, mereka bertanya-tanya apa yang terjadi. Mereka menebak kalau Li wei begitu sebab ditolak Jiang Chen, melihat bagaimana paniknya Jiang Chen tadi, Jiang Chen bahkan belum kembali ke kelas.
Xiao Xi yang mendengar itu menatap daerah duduk Jiang Chen, ia juga mengkhawatirkan Jiang Chen. Jing Jing sendiri berkomentar tak gila sebab ia merasa belakangan Li Wei bersikap aneh, beberapa hari yang kemudian ia juga melihat Li Wei mengendap-endap keluar dari UKS.
wang Da berlari ke kelas untuk memberikan big news, ibu Li Wei tiba ke sekolah dan tabrak ekspresi dengan wali kelas mereka.
Xiao Xi dan Jing Jing yang mendengar segera berlari ke kantor guru.

Ibu Li Wei memarahi pihak sekolah sebab memperlihatkan obat penenang pada Li Wei seolah Li wei sakit, ia mengancam akan melapor polisi. Ia juga memarahi Li wei yang biasanya ialah anak baik, ketika Sekolah Menengah Pertama LI Wei baik-baik saja dan selalu sanggup ranking 1 tapi disekolah ini ia tak pernah mendapat ranking 1 dan bahkan kini mencontek.
Wali kelas meminta ibu damai tapi ibu menyampaikan bgaimana ia sanggup tenang, anaknya baik-baik saja tapi semenjak masuk ke Sekolah Menengan Atas mereka anaknya jadi begini, depresi dan bahkan pihak sekolah memebrikan obat penenang ( siapa suruh masukin anakmu ke Sekolah Menengan Atas itu -_-).
Direktur meminta ibu tenang, ia akan melaksanakan penyelidikan mengenai ini. Ia meminta Li Wei bicara dan Li Wei menyampaikan kalau ia tak tahu. Ibu kesal sekali dan akan memanggil polisi.
Li Wei mencoba menahan ibunya dan menyampaikan kalau dokter Li ialah orang yang memberikannya obat penenang. Semuanya terkejut.

Jing Jing yang mendengarkan dari luar terkejut mendengarnya sebab ia tahu obat terakhir itu yang mencurinya ialah Li Wei, ia mengkhawatirkan dokter Li.
Direktur menemui dokter Li dan memarahinya sebab sudah memperlihatkan obat penenang pada Li Wei, ia menyuruh dokter Li mengundurkan diri dari sekolah.
Jiang Chen ada di UKS bersama dokter dan meminta Jiang Chen kembali ke kelas. JIng Jing menraik Xiao Xi bersamanya.

Xiao Xi dan Jing Jing menemui Li Wei yang sedang bersama Qiao Lu.
Jing Jing memarahi Li wei, ia menyampaikan kalau obat itu sama sekali tidak diberikan oleh dokter Li dan ia tahu kalau Li Wei yang mengambilnya ke UKS diam-diam.
Ia meminta Li Wei menjelaskan pada eksekutif sekolah. Tapi tentu saja Li Wei membisu saja. Jing Jing makin kesal dan menyuruhnya menyampaikan sesuatu.
Li Wei tetap membisu dan Jing Jing menyampaikan kalau ia akan menyampaikan sendiri pada direktur. Li Wei menahan Jing jing dan terjadi pertengkaran disana.

Direktur menyidik jumlah obat penenang yang seharusnya ada 30, tapi disana hanya ada 22. Itu ialah bukti kalau dokter Li memperlihatkan pada Li Wei.
Pada jadinya dokter Li dipecat dari sekolah. Saat ia membawa barang-barangnya, Jing Jing menunggunya.
Ia bertanya kenapa dokter Li tidak menyampaikan yang sebenarnya, sebab semua itu bukan kesalahan dokter.
Dokter hanya tersenyum dan meminta Jing Jing kembali ke kelas. Jing Jing menyampaikan kalau ia melihat sendiri Li Wei mencuri obat itu. Dokter menyampaikan kalau itu tak ada hubungan dengan Jing Jing.
Jing Jing menyampaikan bila dokter tidak menyampaikan yang sebenarnya, ia tak akan kembali ke kelas.
Dokter menghela nafas dan berkata, kamu melihat Li Wei yang mencurinya, tapi itu tak akan membantu apapun. Kita tak boleh menciptakan Li wei lebih murka lagi. Kalian semua ialah sobat sekelasnya dan kini ialah masa sulit baginya. Jika kamu sanggup membantunya, maka bantulah dia, jangan memperlihatkan lebih banyak tekanan padanya. Dan bila kamu sanggup melakukannya, tolong bantu saya untuk meyakinkannya biar pergi menemui psikolog profesional.
Jing Jing terdiam. Dokter Li meninggalkannya.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top